CHAPTER 2
Setelah kejadian tadi sepulang sekolah Hermione terus melamun dirumahnya dia tidak mood untuk melakukan kegiatan selain berbaring dan melamun. Dia masih tidak menyangka bahwa dia telah dicium oleh seseorang yang tak dikenalnya, apa yang dipikirkan orang itu sampai sampai dia menciumnya. Hermione hanya menghela napas, lalu dia bangkit berdiri dan menatap dirinya di depan cermin dan memegang bibirnya. Tiba tiba terdengar suara ketukan di pintu kamar Hermione.
"Masuk." sahut Hermione, mempersilahkan orang itu masuk, pintu terbuka dan ternyata yang datang adalah Ginny. Dia berpakaian sangat rapih. Hermione terkejut karna Ginny tiba tiba datang kerumahnya. "Ginny! Kenapa kau tak bilang bilang mau datang kerumahku? Dan kenapa kau berpakaian sangat rapih? Tanya Hermione. "oh maafkan aku Mione, aku benar buru buru dan aku tidak lama kok disini. Aku hanya mau berterima kasih pada mu. Kau tau? Bahwa tadi sepulang sekolah harry tiba tiba meng-sms ku dan mengajakku kencan malam ini. Terima kasih Mione karna kau telah memberi nomorku kepada Harry." Ucap Ginny sambil memeluk Hermione.
'Ternyata pemuda pirang tadi telah memberikan suratku kepada harry, Syukurlah.', ucap Hermione didalam hati. Lalu setelah Ginny melepaskan pelukannya, Hermione bertanya kepada Ginny. "Gin, apakah kau pernah dicium seseorang secara tiba tiba sama orang yang tidak kau kenal?" Ginny yang mendengar pertanyaan Hermione agak kaget "Eeeh kenapa kau tiba tiba bertanya seperti itu? Kau habis dicium seseorang ya? Hayooo ngakuuu! Siapa orang yang telah mencium Hermione Granger? Beruntung sekali orang itu" Tanya Ginny dengan nada yang mengejek, Hermione yang mendengar itu hanya mendengus geli. "ayo Mione, siapa yang telah menciummu?" Ginny bertanya lagi. "Ah? Um… um… tidak ada yang mencium ku kok. Kan aku cuman bertanya…" kata Hermione.
"Oooh begitu, aku cuman mengira ngira kok. Santai saja Mione, hm tentang dicium seseorang secara tiba tiba ya? Aku pernah tapi dicium sama mantan pacarku dulu hehehe" jawab Ginny dengan cengengesan, Hermione mendengus mendengar jawaban temannya itu. "Ok Hermione, aku harus pergi kalau tidak aku akan terlambat berkencan dengan Harry" kata Ginny. "Ok Gin, mari ku antar keluar."
.
.
.
Keesokan paginya Hermione berangkat kesekolah pada saat Hermione berjalan menuju ke kelasnya dia disambut dengan pemandangan Ginny berjalan dengan Harry sambil bergandengan tangan. Hermione lalu menyapa Ginny dan dibalas sapa oleh Ginny. "Hai Hermione, um… Harry aku pergi dulu ya. Bye" ucapnya sambil mencium Harry dan dibalas anggukan oleh Harry.
Hermione yang melihat kejadian itu kaget sendiri. "Ginny! Kenapa kau menciumnya? Apakah kalian sudah berpacaran?" Tanya Hermione. "Ya Mione, Harry menembakku semalam. Aaaah, dia romantis sekali!" kata Ginny sambil kegirangan. "Wowww, selamat Gin!" kata Hermione sambil memeluk Ginny, ketika Hermione melepas pelukannya tiba tiba ada orang yang tidak sengaja menyambarnya
"Eeeh" seru Hermione karena kaget. "Oh maafkan aku Hermione, aku tidak sengaja. Maaf" kata orang itu, ternyata orang itu adalah Oliver Wood teman sekelas Hermione, dia orang yang pendiam. "Tidak apa apa Wood" balas Hermione. "Hn, iya sekali lagi maafkan aku Hermione, aku permisi dulu." Kata Oliver yang dibalas anggukan oleh Hermione.
Ginny yang melihat kejadian itu hanya tersenyum geli. "Eheeemm." Sentak Ginny kepada Hermione yang sedang melihat punggung Oliver yang menjauh, Hermione pun menoleh. "Ada apa Gin?" Tanya Hermione. "Kau tau Mione? Aku sering mendapati Oliver Wood menatapimu diam diam pada saat kita sedang dikelas dan banyak teman kelas kita juga sering mendapatinya sedang melihat mu. Apakah kau tidak menyadarinya?" Tanya Ginny.
Kening Hermione mengerut mendengar analisa Ginny. "Benarkah? Aku tidak sadar" kata Hermione. "Astaga Hermione, kau ini tidak peka sekali. Oliver lumayan tampan juga kok. Apakah kau mau aku uruskan dengannya? Soalnya kau jomblo sekali Hermione" kata Ginny sambil terkikik geli.
Hermione yang mendengar pertanyaan Ginny langsung memutarkan bola matanya. "Errr gin, kau ini benar benar ya otak mi itu hanya di penuhi dengan urusan cinta cinta. Huh, dari pada mengurusi itu sebaiknya kita bergegas ke kelas karna bel sudah mau berbunyi." Ucap Hermione, yang langsung menarik tangan Ginny untuk kekelas.
TBC
Makasih yang buat GinevraPutri, Brilliana An – Nisa, arinamour36 & sam yang udah ngereview & buat yang sudah baca, aku bener2 kaget loh kalau ternyata ada juga yang mau baca fict ini haha.
Ok, don't be a silent reader ya guys. See you in next chapt
