MY STOIC MANAGER

Cast :

Kim Jongin

Oh Sehun

Kim Joonmyun

Zhang Yixing (gs)

Genre : Drama, Romance, lilbit Comedy

Rated : T

Author : Ohorat

Warning : YAOI. BL. TYPO(s)

.

.

.

.

Play : Kim Bum Soo - Appear

Seorang namja bertubuh kurus dan tinggi yang terlihat kesal itu beberapa kali melirik arloji di lengan kanannya. Bis yang ia tumpangi terasa semakin sesak disaat macet seperti ini. Seharusnya ia sudah sampai di kantor dan mengerjakan pekerjaannya, namun kemacetan yang tak biasa ini malah mengganggu perjalanannya.

"Apa yang terjadi? Kenapa lama sekali?" ia menggerutu pada seorang siswa didepannya.

"Sepertinya ada kecelakaan."

Ia mendecak lagi. Matanya mengedar ke luar jendela dan muncullah ide brilian ketika ia melihat beberapa sepeda terparkir rapi di depan sebuah toko. Untung saja badannya kurus, dengan mudah ia bisa keluar dari bis yang sesak itu –sembari memegangi ransel hitamnya- sebelum kemudian menghampiri target dan mengayuhnya.

"YA! KAU HARUS MEMBAYARNYA!" teriak seorang ahjumma yang baru saja keluar dari toko penyewaan sepeda.

Namja kurus itu menoleh disela mengayuh sepedanya. Ia mengangkat tangan kanannya ke udara, "AKAN KUBAYAR NANTI!"

OH SEHUN

Umur : 25 tahun

Hobi : Melakukan hal apa saja yang positif

Pekerjaan saat ini : Administrasi di sebuah perusahaan kecil di bidang percetakan

Nickname : si tabah

.

.

.

"KYAAA~ KIM JONGIN! AKU MENCINTAIMU!"

"OPPA~ KAU SANGAT TAMPAN!"

"KAU KEREN SEKALI OPPA~!"

Teriakan-teriakan para gadis remaja itu memenuhi halaman gedung EXO Entertainment kala salah satu idolanya keluar dari mobil van dan berjalan dengan diikuti para staff memasuki gedung menjulang itu.

Namja bertubuh tegap, kaki jenjang, paras tampan dan berkacamata hitam itu hanya mengeluarkan senyuman mautnya yang benar-benar maut. Dan itu membuat para fansnya berteriak semakin kencang.

Nama : Kim Jongin

Umur : 24 tahun

Hobi : Melarang berbagai peraturan yang menurutnya tidak perlu dipatuhi

Pekerjaan saat ini : Singer, Model

Nickname : Cool Guy

"Ah~ telingaku ingin pecah saja rasanya." Kata si idol yang kini merebahkan punggungnya di sofa berwarna coklat yang terlihat nyaman.

Namja berkacamata minus yang tengah duduk di kursi kerjanya terlihat mengalihkan pandangannya pada Jongin yang tiba-tiba masuk tanpa sopan santun.

"Bukankah sudah kubilang-"

"Untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum aku masuk?" Jongin mengangkat kepalanya dan melepas kacamata hitamnya, "Ya, maaf aku lupa."

Namja yang terlihat lebih tua dari Jongin itu menghela napasnya setelah mendengar betapa mudahnya Jongin meminta maaf tanpa nada berarti lalu kembali merebahkan kepalanya dan memejamkan mata.

Ia benar-benar harus ekstra sabar dengan sifat menyebalkan sang adik.

"Apa yang terjadi dengan managermu?" Ia mengalihkan pembicaraan.

"Aku memecatnya." Jawab Jongin datar, masih memejamkan matanya.

"Kenapa kau selalu berbuat seenaknya?!"

Jongin mendengus, ia mengangkat kepalanya –lagi, dan menatap malas namja didepannya yang sudah bangkit dari kursi panas itu.

"Dia tidak pernah bekerja dengan benar! Jadwalku berantakan gara-gara... gara-gara..." Jongin terlihat gugup, matanya menatap takut-takut pada namja yang sekarang tengah menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Ya, pokoknya gara-gara-"

"Gara-gara kau sangat sulit untuk dibangunkan makanya jadwalmu berantakan!" Namja itu meledak lagi. Ia tak pernah tahu bagaimana cara berpikir Jongin.

"Sudahlah, hyung. Aku tidak mau membahasnya lagi." Jongin kembali memakai kacamata hitamnya dan bangkit dari sofa.

"Mau kemana kau?"

Jongin meraih knop pintu dan membukanya, "Malam ini aku ada kencan, jangan menggangguku."

"YA! Aku belum selesai bicara!" namja itu berteriak pada pintu yang baru saja tertutup. Ia melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya sebelum kemudian memijit pelipisnya yang terasa pening.

Nama : Kim Joonmyun

Umur : 40 tahun

Hobi : Bekerja

Pekerjaan saat ini : Presiden Direktur EXO Entertainment

Status : Kakak kandung Kim Jongin

.

.

.

"Maaf, Sehun. Tapi kau sudah terlambat 3 hari berturut-turut dan kau sudah melanggar peraturan di perusahaan ini. Ini gaji terakhirmu. Semoga kau cepat mendapatkan pekerjaan baru."

Sehun, si tabah yang tadi pagi mengayuh sepeda sampai kantor itu lagi-lagi bernasib sial untuk hari ini. Baru saja ia duduk di kursinya, kepala bagian malah memanggilnya untuk menghadap manager.

Dengan lemah, ia berjalan keluar gedung perusahaan sambil menenteng ransel dan menggenggam sebuah amplop berwarna coklat yang manager bilang adalah gaji terakhirnya. Baru 3 bulan ia bekerja dan memberi uang hasil jerih payahnya untuk Ibu tercinta, sekarang ia menjadi pengangguran lagi.

Ia hanya bisa menatap datar pada gedung menjulang dihadapannya sebelum kemudian pergi mengembalikan sepeda yang tadi pagi ia bawa tanpa izin.

Apa ini balasan dari Tuhan, ya?

.

.

.

Play : 2PM – Hand's Up

Lampu disco berkerlap-kerlip di tengah gelapnya ruangan yang penuh dan sesak itu. Liukkan tubuh indah nan sexy diatas panggung membuat tempat itu semakin meriah. Tak lupa orang-orang berduit yang sengaja datang untuk bersenang-senang dan membuang-buang uang secara percuma memenuhi night club yang memang hanya buka pada malam hari sampai dini hari. Ada yang berjingkrak-jingkrak mengikuti irama lagu, ada juga yang hanya duduk-duduk sambil menenggak minuman beralkohol ditemani pasangan masing-masing.

Seperti Jongin. Idola yang selalu dibanggakan para fansnya itu terlihat mabuk di salah satu sofa disana. Tangan kanannya masih setia memeluk pinggang seorang namja bertubuh lebih kecil darinya dan memiliki bola mata yang sangat bulat dan terlihat indah. Namja itu menepuk pelan pipi Jongin berkali-kali.

Nama : Do Kyungsoo

Umur : 24 tahun

Hobi : Bersenang-senang dengan Jongin

Pekerjaan saat ini : Model

Status : Teman special Jongin

"Kau mabuk, kita pulang sekarang, ya!"

Jongin menggeleng khas orang mabuk lalu mengangkat tangan kirinya ke udara, "Yo hand's up! Hand's up..."

Namja mungil itu mendecak kesal, melihat sekeliling karena tingkah memalukan Jongin.

"Hentikan itu Jongin!" ia meraih tangan Jongin dan menahannya agar tak bergerak lagi.

Diliriknya arloji namja bermarga Kim itu yang sudah menunjukkan pukul satu malam, lalu kembali menatap Jongin, "Baiklah, aku pulang duluan!"

Dan namja itu benar-benar pergi meninggalkan Jongin yang terlihat lemas di atas sofa dengan cegukan yang mulai melanda tenggorokannya.

.

.

.

Seorang wanita paruh baya dengan celemek di tubuhnya meletakkan pancake di atas piring. Ia melumuri makanan yang masih mengepul itu dengan madu.

Nama : Zhang Yixing

Umur : 46 tahun

Hobi : Membuatkan makanan yang enak untuk Sehun

Pekerjaan saat ini : Ibu rumah tangga

Status : Ibu kandung Sehun

"Jadi, menu sarapan kita pagi ini adalah pancake, ya?" Tanya seorang namja yang duduk tepat dihadapan pancake yang baru saja ditaruh oleh Ibunya.

"Ibu tidak bisa membantumu, jadi Ibu buatkan saja pancake agar suasana hatimu membaik." Si Ibu menjelaskan diakhiri senyum lembutnya.

Namja itu hanya tersenyum simpul sebelum menggenggam tangan sang Ibu, "Selama ini Ibu sudah banyak membantuku. Jangan khawatir."

Wanita itu mengangguk, "Baiklah, cepat habiskan sarapanmu!"

Setelah diperintah, namja berambut coklat itu memotong pancakenya dan memasukkan potongan kecil itu ke dalam mulutnya.

"Apa kau yakin akan mencari pekerjaan lagi, Sehun?"

Tangan-tangan yang sibuk memotong itu terhenti, begitupula kunyahan di mulutnya.

"Lanjutkan saja kuliahmu, biar Ibu yang bekerja."

Sehun menggeleng cepat, "Tidak. Anak macam apa aku jika membiarkan Ibunya bekerja sedangkan aku berkutat dengan buku-buku? Ibu tenang saja, dalam waktu dekat ini, aku pasti dapat pekerjaan."

'Semoga.'

.

.

.

Kim Joonmyun, si Presdir EXO yang terkenal tegas itu berjalan cepat menuju sebuah apartemen. Karena setelan kantornya, ia mengundang beberapa mata dan memandangnya heran. Air mukanya terlihat kesal sejak turun dari mobil dan sekarang telunjuk kanannya menekan tombo-tombol untuk memasukkan password pintu di salah satu kamar apartemen tadi.

Setelah pintu terbuka, ia kembali menyeret kedua kakinya memasuki ruangan mewah itu. Keadaan disana tampak sepi, namun ia menghiraukannya karena sekarang yang harus ia urus adalah Jongin, adiknya yang selalu membuat masalah.

"KIM JONGIN, CEPAT BANGUN!" Suara tegasnya yang khas berhasil membuat mata Jongin terbuka meskipun terasa berat. Ia berbalik dari posisi tengkurapnya dan menyibak selimut tebal berwarna abu itu.

"Ada apa?" tanya Jongin terdengar serak, ia menggosok kedua matanya yang masih merekat seperti di lem.

"Apa kau bilang? Ini sudah siang dan kau masih bergumul dengan ranjangmu membuat semua crew menunggu!" napas Joonmyun memburu setelahnya.

Jongin yang melihatnya pun segera bangkit, mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang.

"Aku minta maaf."

"Hanya itu yang bisa kau katakan dan setelah itu kau berulah lagi! Apa sebenarnya yang ada dipikiranmu itu, Jongin?!" Joonmyun membuang napasnya kasar. Dan Jongin hanya menunduk, merasa bosan karena sering dimarahi.

"Kudengar, tadi malam kau pulang dengan keadaan mabuk. Apa kau tidak tahu diluar sana banyak mata yang kapan saja akan melihatmu?! Sadarlah, Jongin! Sekarang ini kau adalah idola! Jangan membuatku malu hanya karena tingkah lakumu itu!"

"Baiklah, baik! Aku salah dan aku minta maaf! Aku tidak tahu kalau pagi ini ada jadwal, maka dari itu..." Jongin menatap kakaknya dengan ekspresi memelas.

Joonmyun melipat kedua tangannya di dada, "Apa lagi?"

"Aku butuh manager pribadi... yang benar-benar bisa menjadi seorang manager."

.

.

.

Sehun menaruh bokongnya di sebuah kursi panjang di taman kota. Ia mengeluarkan koran yang tadi ia beli dari tas nya lalu membentangkannya diatas kursi yang masih tersisa. Mata sipitnya menelusuri setiap kalimat di halaman lowongan kerja. Tangannya kembali mengeluarkan sebuah spidol dari tas lalu menandai beberapa lowongan kerja yang ia minati dengan melingkarinya.

"Apa? Hanya dengan menjaga toko tapi upahnya seperti seorang direktur? Tidak mungkin!" Sehun bermonolog dan menunjuk-nujuk koran itu.

"Dicari pengasuh anjing yang bisa bekerja 12 jam. Hah? Aku tidak mau menghabiskan masa mudaku hanya dengan mengurus seekor anjing!"

"Ini sepertinya bagus. Apa? Di Busan? Aish, aku tidak mungkin meninggalkan Ibu sendiri di Seoul! Ck, apa tidak ada pekerjaan yang mendukung di segala posisi, ya?"

Membaca, berkomentar, membaca, berkomentar, begitu seterusnya yang Sehun lakukan sampai-sampai ia tak menyadari bahwa langit sudah menguning. Ia baru merutuki dirinya sendiri saat dirasa angin sore semakin menusuk tulangnya. Ia pun bangkit dan berniat untuk pulang saja. Mungkin, besok ia akan memulai mencari pekerjaan dengan benar.

.

.

.

Rencananya pagi ini Sehun akan pergi mencari pekerjaan dengan benar. Ya, itu adalah rencananya dari kemarin. Tapi rencana tinggalah rencana. Ibunya yang sudah berumur namun tetap terlihat cantik itu malah menariknya berbicara sambil minum teh. Bukan, ini bukan iklan teh yang di tv itu.

"Kau tak perlu mencari pekerjaan, Sehun-ah." Katanya dengan senyum yang terlihat semangat sekali sejak tadi.

Sehun mengernyitkan dahinya bingung, "Kenapa?"

"Ibu sudah mendapatkan pekerjaan yang cocok untukmu. Pekerjaan ini memang tidak mudah tapi juga tidak sulit. Kau pasti akan menyukainya!"

"Memangnya pekerjaan apa? Lalu Ibu mendapatkannya darimana? Kenapa mudah sekali?"

"Tadi malam, teman Ibu menelpon dan memberitahu Ibu bahwa perusahaannya sedang mencari seorang manager pribadi."

"Apa? Manager pribadi?"

Wanita itu mengangguk masih sambil tersenyum, "Manager artis."

.

.

.

Sehun sangat gugup sekarang. Setelah sampai di gedung EXO Ent. Ia malah disuruh masuk ke dalam ruangan Presdir karena orang itu yang akan menilai Sehun mulai dari CV yang ia bawa sampai ke interview. Ia jadi bingung sendiri, apa seperti ini ya jika melamar menjadi seorang manager artis? Setahu ia semuanya tidak serumit ini.

"Jadi, kau yang bernama Oh Sehun?" tanya sang Presdir saat mendudukkan dirinya diatas sofa, maka mereka pun duduk berhadapan.

"I-iya, Pak Presdir."

Namja paruh baya itu tersenyum, "Kau sudah besar rupanya."

"M-maksud anda?"

Joonmyun gelagapan setelah sadar apa yang baru saja diucapkannya. Ia membenarkan posisi duduknya sebelum berkata, "Uh, maksudku, kau terlihat seumuran dengan adikku. Berapa umurmu?"

"25 tahun."

"Oh, hanya berbeda satu tahun rupanya. Dia Kim Jongin dan kau akan menjadi managernya."

"Jadi, aku diterima bekerja disini?" Sehun terlihat kaget.

Namja berkacamat itu mengangguk, "Tentu, kau bisa mulai bekerja sekarang."

Mata Sehun semakin membulat mendengarnya, "Benarkah?"

"Ya. Biar kutunjukkan ruangannya. Ikuti aku!"

Sehun bangkit dan mengikuti sang Presdir yang berjalan mendahuluinya. Pikirannya bertanya-tanya, kenapa Presdir disini baik sekali sampai ingin mengantar Sehun ke ruangan artis bernama Kim Jongin itu? kenapa tidak menyuruh bawahannya saja?

Dan lamunan Sehun pun terbuyar saat mereka memasuki sebuah ruangan yang Sehun tebak itu adalah ruang make up. Terbukti, banyaknya lampu-lampu menghiasi beberapa cermin dan peralatan make up di atas meja panjang itu.

Suasana ruangan itu tampak sepi, hanya ada seorang namja tertidur di atas kursi yang biasa digunakan untuk artis-artis di make over. Posisinya sungguh tidak elit, kedua kaki panjangnya menggantung kebawah, salah satu tangannya ia gunakan untuk menjadi bantal, kedua matanya pun tertutup oleh handuk kecil berwarna putih. Dan yang lebih konyol lagi, mulutnya terbuka membuat suara dengkuran yang sangat tidak enak untuk didengar.

Sehun bertaruh, dia bukan artisnya.

"Dia Kim Jongin. Lihatlah, dia sangat bodoh, bukan?" kata Joonmyun sambil menatap jijik namja didepannya.

Dan Sehun sepertinya akan terkena serangan jantung setelah mendengarnya. Jadi, orang konyol yang sedang tidur dengan tidak elit itu adalah artisnya? Kim Jongin?

"Ya Tuhan, bagaimana jika semua orang tahu kalau sebenarnya idola mereka seperti ini?"

Keduanya menatap miris namja yang masih asyik mendengkur itu.

.

.

.

Tbc

.

.

.

Akhirnya bisa publish chapter 1 juga meskipun dadakan! Haha ini diluar perkiraan, jadi maaf ya kalo hasilnya mengecewakan :'D

Buat last chapter Lost, maaf bgt kalo itu gak sesuai keinginan para readers dan tentunya mengecewakan salah satu dari kalian.

Di review sebelumnya, kalian protes karena ceritanya seolah Sehun itu cameo dan gak mau Kai-Shixun moment. Makanya di last chapter, aku bikin Shixun itu seolah2 gak ada dengan ide author yang pas-pas-an karena baru sembuh total dari penyakit malarindu (?)

Tapi, hasilnya malah jadi makin salah.

Buat reader 'Org', makasih udah luangin waktunya buat baca ff saya. Saya emang author mengecewakan, tapi saya gak maksa kamu buat baca ff saya dan gak nyuruh kamu buat inget nama saya. Itu salah kamu sendiri yang baca. So, kalo mau review lagi, tolong bahasanya sedikit lebih sopan karena saya yakin kamu pernah sekolah, ya kan? :D

.

Yang mau lanjut ff ini, silahkan di review dulu :D