Tao melangkah pelan di koridor sekolah, kejadian di kantin tadi siang membuatnya menjadi down dan lesu. Tao takut, bagaimana jika kejadian tadi siang membuat Luhan marah dan membencinya?

Ugh...Tao tidak bisa membayangkannya.

Rasanya pasti akan sangat sedih.

Jam sekolah sudah berakhir sekitar 15 menit yang lalu, tadinya Tao mau mengajak Luhan pulang bersama sekaligus meminta maaf. Tapi sayangnya saat Tao pergi ke kelas Luhan, Luhan sudah tidak ada di dalam kelasnya. Hal tersebut membuat Tao semakin khawatir, bagaimana jika Luhan benar-benar akan membencinya?

Andweeeeeeee!

Tao tidak mau itu terjadi, mungkin nanti Tao bisa memberikan sesuatu sebagai permintaan maafnya kepada Luhan.

Tapi apa ya?

Eum...mungkin cake bagus.

.

Braakkk

.

"Akhh" Tao meringis dan memegang hidungnya yang terasa sakit karena menabrak sesuatu yang keras di depannya. Ini salah Tao sendiri karena berjalan sambil melamun, jadinyakan Tao menabrak seseorang.

Eh?

Seseorang?

Siapa?

Tao mendongak menatap seseorang yang baru saja tidak sengaja ia tabrak, kedua bola matanya sedikit terbelalak takut saat melihat sosok namja di depannya.

"Su-sunbae" Kedua kaki Tao yang bergetar bergerak mundur, sosok namja di depannya menatap remeh dan menyeringai seram.

"Kau mau kemana, eoh?"

.

.

Dam saat itu juga Tao merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya.

.

.


Tittle : You Are My Friends

Author : PrincessZitao

Main Cast : Xi Lihan,Huang Zitao , Wu Yifan, Oh Sehun

Other cast : Kyuhyun, Changmin, Byun Baekhyun

Rated : T

Genre : Hurt, Friendsip, humor(?), Romance

Warning : Typo, BL, Shounen-ai, alur kecepatan, cerita pasaran.

Don't Like, Don't like. This is Yaoi/BoyXboy.

.

Cerita ini hasil pemikiran saya sendiri, jika ada kesamaan tokoh dan alur maka itu artinya kita satu pemikiran Eaaaa….

.

.

Chapter 4


.

Happy Rading

.

.

.

"Akh..akhh"

Tao menjerit pelan saat sebuah tangan menjambak rambutnya dengan kencang, Tao merintih karena merasa perih. Kedua tangannya bergerak untuk menarik tangan besar yang menjambak surai hitamnya. Namun tidak bisa, tangan itu menjambak rambutnya dengan sangat kencang. Mungkin beberapa helaian rambut Tao akan rontok setelah tangan itu terlepas.

.

Bruukkk

.

"Aaaakh" Tao terjatuh dengan kepala membentur pintu salah satu bilik kamar di dalam toilet, namja manis dengan kantung mata seperti Panda itu memegang kepalanya yang terasa sakit karena di jambak dan membentur pintu.

Rasanya sakit, perih, dan sedikit ngilu.

"Kau tau tidak apa salahmu, heh?" Sosok namja yang menyeret Tao higga ke dalam toilet itu menendang kaki Tao pelan, wajah tampan namja tersebut tidak menyiratkan keramahan sedikitpun. Sosoknya terlihat begitu angkuh dengan tatapan kebencian dan jijik yang terlihat dari kedua bola matanya.

Tao tidak menjawab, namja manis itu menggeser tubuhnya sedikit mundur kebelakang. Mencoba menjaga jarak sedikit menjauh dari sosok namja jahat di depannya.

"Cih, kenapa kau tidak menjawab? JAWAB BODOH"

Tao menunduk takut, namja dengan surai raven tersebut menggigit bibir bawahnya kuat.

Tao sangat takut.

Sangat.

Apa yang akan terjadi padanya saat ini?

Namja tampan di depan Tao berdecak kesal dan memandang Tao kesal.

"Kau ini ya, ja_"

.

Ceklek

.

"Wow..Changmin, sedang apa kau? Sedang bersenang-senang ya? Kenapa kau tidak mengajak ku, tega sekali" Ucap seorang namja yang tiba-tiba saja masuk ke dalam toilet, Changmin menyeringai menatap Kyuhyun yang sedang berdiri di ambang pintu toilet. Kyuhyun bersiul pelan lalu berjalan menghampiri Changmin setelah sebelumnya mengunci pintu tiolet. Changmin dan Kyuhyun bertatapan dengan seringaian yang terlihat angkuh di belahan bibir keduanya.

Changmin kembali menatap Tao, sorot matanya menatap Tao dengan penuh kebencian.

"Kau tau Luhan, Diva sekolah kita?" Tanya Changmin tanpa mengalihkan pandangannya dari sosok cantik tersebut, sementara Tao hanya bisa menundukkan kepalanya tak berani menatap Changmin.

Kyuhyun mengangguk mendengar pertanyaan Changmin, siapa sih yang tidak kenal dengan Luhan? Walaupun Luhan orang yang dingin dan sedikit kasar, tapi Luhan adalah namja cantik pintar yang sangat populer di kalangan murid maupun Guru.

Mendenger nama Luhan di sebut Tao sedikit mendongak untuk menatap Changmin dan Kyuhyun, hati kecilnya bertanya 'ada apa dengan Luhan ge?'

"Ya, aku tau. Memangnya ada apa dengan Luhan?" Tanya Kyuhyun dengan sebelah halis yang terangkat bingung. Tapi kemudian wajahnya berubah menjadi ekspresi terkejut yang dibuat-buat.

"Jangan bilang Luhan menolak pernyataan cintamu hanya karena namja cantik itu menyukai, Tao? Apakah benar begitu?" Tanya Kyuhyun dengan nada bicara dan ekspresi wajah yang dibuat sedramatis mungkin. Changmin mengerang kesal mendengar pertanyaan Kyuhyun, sementara itu Tao membelalakkan kedua bola matanya lucu.
.

'Changmin sunbae menyukai Luhan ge? Ugh...mereka tidak cocok' Batin Tao polos.

.

"Buka itu, Kyu" Geram Changmin menatap Kyuhyun kesal, sahabatnya yang satu ini tidak bisa di ajak serius.

"Lalu apa? Aaa...jangan bilang bahwa sekarang kau menyukai bocah Panda ini, benar begitu?" Changmin bersumpah, rasanya ia ingin sekali meninju wajah menyebalkan Kyuhyun saat ini juga. Dalam hati Changmin merutuk karena telah mempunyai sahabat seperti Kyuhyun.

Tao mengerjap pelan, pikiran Tao mulai melayang-layang dengan berbagai pertanyaan atas ucapan Kyuhyun.

.

'Jadi Changmin sunbae tidak menyukai Luhan ge, tapi menyukai Panda. Tao juga menyukai Panda. Eh...tunggu, memangnya di sekolah ini ada Panda?'

.

Tao menggelengkan kepalanya pelan, mencoba mengusir segala pemirikan aneh yang sempat hinggap di kepalanya.

"Ini bukan waktunya bercanda, Kyu" Desis Changmin kesal, Kyuhyun tertawa keras saat dirasa sudah berhasil mengerjai Changmin. Changmin hanya memasang ekspersi datarnya, sahabatnya yang satu ini memang menyebalkan dan Changmin sudah terbiasa. Sangat terbiasa.

"Baiklah...baiklah" Kyuhyun mencoba menghentikan tawanya saat melihat wajah datar Changmin. Bagaimana pun Kyuhyun tidak mau membuat Changmin marah, sedikit bocoran..Changmin itu jika sedang marah sangat menakutkan.

"Jadi, apa masalahnya" Tanya Kyuhyun setelah berhasil meredakan tawanya, Changmin mendengus kesal.

"Tadi siang aku melihat Luhan menangis di koridor belakang sekolah"

.

Deg

.

Tao tersentak dengan kedua bola mata yang terbelalak kaget.

Luhan ge menangis?

Kenapa?

Kyuhyun menatap Changmin dengan halis terangkat sebelah "Kenapa?" Tanyanya lagi. Changmin menunjuk Tao menggunakan dagunya.

"Pasti karena bocah ini" Ucap Changmin menatap Tao kesal, Tao membelalak.

Karena aku?

"Bocah ini sudah mempermalukan Luhan di kantin siang tadi, Luhan sepertinya merasa sangat malu hingga menangis" Jawab Changmin, kedua bola matanya terus menatap Tao dengan benci.

Tao menundukkan kepalanya dalam, namja manis itu menggigit bibir bawahnya gusar dengan kedua tangan terkepal erat. Keping bayangan saat kejadian tadi siang di Kantin mulai berputar-putar di kepala Tao, Tao merasa sedih dan menyesal karena telah membuat Luhan menangis.

Maaf, Luhan ge.

"Wooww.." Kyuhyun bersiul panjang dan menatap Tao kagum "Hebat juga bocah ini bisa membuat Luhan menangis" Pujinya. Changmin memalingkan wajahnya dan mendengus kesal. Hebat apanya?

"Jadi.." Changmin menolah menatap Kyuhyun, namja yang mempunya julukan Evil itu menatap Changmin dengan seringaian dan tatapan penuh detik kemudian Changmin menatap Tao sambil menyeringai seram.

"Ayo, kita bersenang-senang"

.

.

Tao tidak bisa berbohong, bahwa saat ini ia merasa sangat takut.

Apa yang akan dilakukan Changmin dan Kyuhyun kesakang?

.

'Seseorang, tolong aku'

.

.

.

"Sialan Park Chanyeol, berani-beraninya meninggalkan buku ku seenaknya saja" Gerutu Kris kesal, kedua keping Hazelnya menatap nyalang pada sebuah buku yang tergeletak di atas meja.

"Lain kali aku tidak akan meminjamkannya buku-ku lagi" Ucap Kris lagi, lalu dengan cepat memasukkan buku yang bertuliskan nama Kris kedalam tasnya. Dalam hati Kris mengutuk Chanyeol karena sudah dengan lancangnya meninggalkan buku miliknya di dalam kelas. Kris sempat berpikir, apakah Chanyeol sengaja meninggalkan buku miliknya di dalam kelas? Jika iya, maka jangan salahkan Kris jika besok Chanyeol tidak dapat melihat meja dan kursinya lagi di dalam kelas. Salahnya sendiri membuat Kris kesal.

"Kau lihat tadi?"

"Ya, aku melihatnya. Dia di seret ke dalam toilet"

Kris berjalan keluar dari dalam kelas dengan cueknya, namja tampan dengan tatapan setajam elang itu terus berjalan tanpa menghiraukan dua orang namja yang sedang berjalan di belakangnya sambil terus bergosip. Lagi pula apa peduli Kris? Mendengarkan pembicaraan orang lain sangatlah tidak penting bagi Kris.

"Kasihan Zitao, aku harap dia baik-baik saja"

.

Deg
.

Langkah Kris terhenti.

.

"Ya..kau benar, aku harap dia baik-baik saja dan tidak terluka sedikitpun"

Deg

Deg

Kris merasakan jantungnya berpacu dengan sangat cepat, parsaan takut, khawatir, dan gelisah tiba-tiba menghampirinya. Kris menatap kosong dua sosok namja yang berjalan melewatinya.

Apa yang mereka bicarakan?

Tao

Tao

Tao

Satu nama itu terus-terusan berputar di kepalanya, apa yang terjadi? Kris tidak mengerti. Tapi Kris_

.

.

_Merasa sangat takut.

.

Dengan cepat Kris berlari dan menghadang kedua namja yang terus membicarakan Tao dan berhasil membuatnya gelisah. Kedua keping hazel Kris menatap tajam kedua namja tersebut.

"Dimana?" Kedua namja tersebut tersentak kaget saat tiba-tiba saja Kris menghadang langkah keduanya, dan langsung bertanya dengan suara dingin yang menyeramkan. Sontak kedua namja tersebut menatap Kris gugup.

"A-apa?"

"DIMANA TAO SEKARANG?" Teriak Kris kesal juga panik, Kris tidak bisa bersikap baik jika ia sedang marah atau ketakutan.

Suara Bash Kris yang menggelegar membuat kedua namja tersebut semakin bergetar ketakutan, ini tidak baik, Kris tidak akan membuat semuanya menjadi lebih mudah. Tapi Kris tidak mau tau, Kris sedang khawatir dan merasa takut. Dan semua orang harus mengerti itu.

"JAWAB AKU BODOH" Kedua namja tersebut mulai gelagapan karena tidak tau harus berbuat apa, rasa ketakutan membuat keduanya tidak bisa berpikir. Kris memang benar-benar menakutkan, tidak heran jika semua murid takut padanya.

"I-itu...di..disana" Salah seorang namja mengarahkan jari telunjuknya ke belakang, menunjuk dimana letak toilet yang sempat di bicarakan berada.

"Di-dia dibawa kedalam toilet, disana"

Tanpa banyak bicara, tanpa mengajukan pertanyaan lagi, dan tanpa mengucapkan terima kasih. Kris segera berlari pergi menuju ke arah toilet yang baru saja di tunjukkan kepadanya. Kris khawatir, ia merasa sangat takut.

Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada Tao?

Bagaimana jika Tao terluka?

Bagaimana jika Tao di siksa di dalam toilet?

Bagaimana?

Bagaimana?

Bagaimana?

Aisshhh...sial.

Kris segera mempercepat larinya, semua pemikiran negative yang manghantam kepala Kris membuat jantungnya berdetak semakin kencang. Rasa takut dan khawatir bercampur menjadi satu, membentuk sabuah perasaan gelisah yang membuat Kris merasa tidak nyaman. Yang Kris pikirkan saat ini hanyalah Tao, Kris harus bergerak cepat, Kris tidak ingin Tao terluka ataupun kenapa-kenapa.

Tidak ingin.

'Sial, disaat genting seperti ini, kenapa tiba-tiba saja letak toilet terasa sangat jauh' Umpat Kris dalam hati.

Kris merasa sangat kesal sekarang, Kris tinggi dan memiliki kaki yang panjang. Seharus Kris bisa sampai lebih cepat menuju toilet, tapi kenapa waktu seakan bergerak lambat sehingga Kris membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sampai ke toilet.

Sialan.

Kris marah, ia juga kesal. Tapi Kris tidak tau harus melampiaskannya pada siapa? Ah...mungkin di dalam toilet nanti ada orang yang akan dengan senang hati menerima setiap pukulan dari Kris.

Salahnya sendiri bermain-main dengan Naga yang dapat menyemburkan api.

Kris tersenyum lebar ketika melihat letak toilet yang sudah tidak jauh lagi di depannya, namja tampan dengan surai pirang itu segera mempercepat larinya dengan sekuat tenaga. Setelah sampai di depan toilet, Kris segera membuka-lebih tepatnya mendobrak- pintu toilet dengan kasar. Kris tidak peduli apakah pintu toilet tersebut akan rusak olehnya nanti, toh...walaupun rusak tidak akan ada orang yang berani memarahi ataupun menghukum Kris. Termasuk Guru sekalipun.

Dengan nafas terengah-engah, Kris segera menjelajahi setiap sudut toilet dengan kedua bola mata tajamnya. Namja tampan itu terbelalak kaget setelah berhasil menemukan apa yang sedang dicarinya. Tiga hal yang tidak akan Kris pernah lupakan saat itu juga.

.

.

.

Tao yang menangis dan meringis kesakitan.

Darah.

Dan seragam sekolah robek yang berserakan dimana-mana.

SIALAN!

.

.

"BRENGSEK, APA YANG KALIAN LAKUKAN HEH? JANGAN BERANI MENYENTUHNYA ATAU KALIAN AKAN MATI"

.

.

.

TBC

Pendek ya? ._. yaiyalah,soalnya ini bagian chap 3 yg sengaja aku potong #DiGantung

Jangan lupa review ya, soalnya aku lagi butuh semangat buat lanjutin ini FF T_T

Semngat aku buat lanjutin FF ini ngilang entah kemana, terbawa hanyut kali ya(?). #Abaikan Apalagi buat chap depan ff ini ratednya akan sedikit naik, jadi tambah malas deh -,-

Terima kasih buat Reader yg udah baca, Follow, and favs FF ini. Aku saying kalian semua *Cium atu-atu*

Last…Review!

Dan Selamat berpuasa bagi yg menjalankan.