PART 2
Perutku sakit... rasanya seperti dirobek... pasti ini karena sakit maag yang aku punya. A...aku di mana?... kok aku bisa ada di kasur?... mataku berkeliling memandangi di mana aku berbaring sekarang...
Ini kamar siapa... aahhh, aku baru ingat... sepertinya aku pingsan waktu di cafe tadi... terus.. ini di kamar siapa?...
"Hei,... sudah bangun... ini minum obat dulu...!",
Kai... Kai yang menolongku, berarti ini di kamarnya...aku di kamar Kai...
" Kenapa aku di bawa ke rumahmu?", sambil ku minum obat yang di berikannya padaku
"Karena kamu pingsan...dan aku tidak tahu rumahmu di mana.. menyusahkan saja... kenapa kamu minum kopi kalau belum makan Sudah tahu punya penyakit maag!", Kai terus mengomel
"Iya.. iya.. terima kasih ya... kalau begitu aku pulang sekarang...!",
Begitu aku hendak beranjak dari kamarnya, Kai menahan tanganku...
"Berbaring saja dulu, aku tahu kamu masih pusing...",
"Tapi nanti orang tuaku mencariku...",
"Orang tua mu sudah tau kalau kamu ada di sini... Yura yang menelpon orang tua mu",
"Tapi nanti mereka cemas kalau tahu aku pingsan...",
"Yura memberitahu orang tua mu kalau kamu sedang kerja kelompok bersama nya.. ",
Astaga... aku harus bagaimana.. kepalaku memang masih terasa sakit sekali... tapi aku harus pulang... toh tugas sekolahnya sudah selesai.
"Bisa kau antar aku pulang, Kai?", aku berkata cukup pelan.. entah Kai bisa dengar atau tidak...
Aku melirik ke arah Kai yang sedang merapikan kertas tugas sekolah kami... kalau di rumah sepertinya dia kelihatan berbeda sekali, lebih kelihatan lembut...
"Ayo.. ku antar kau pulang... wajahmu kalau cemas begitu tidak enak dilihat!",
Kai kemudian membukakan pintu kamar untukku, dan aku hanya terdiam antara rasa bingung dan jengkel karena tingkahnya seperti transformer... berubah ubah dan itu menjengkelkan...
.
.
Di perjalanan kami hanya sedikit berbicara, kadang aku tatap wajahnya yang sedang serius menyetir mobilnya... tampan...
coba sikapnya tidak dingin dan menjengkelkan... kurasa aku bisa suka padanya...
"Kenapa memandangiku terus?", Kai sedikit melirikku... itu membuatku jadi gugup dan memalingkan pandanganku..
"mmmh... nggak kok... !", aku tertunduk...sekilas ku lihat Kai sedikit tersenyum...
"Ahh, stop... itu depan situ... yang pagarnya warna biru...!", ujarku...
Kai lalu sedikit mengurangi kecepatan mobilnya dan berhenti di depan pagar rumahku...
Aku keluar dari mobil dan menunggu Kai keluar dari mobilnya... setelah dia keluar aku berjalan ke arah pintu rumah dan menekan bel pintu rumahku...
TING TONG...
Tak lama kemudian mama keluar dari dalam rumah...dengan wajah cerah seperti biasanya mama menyambut kami dengan ceria... ya... karena mama tidak tahu kalau aku sakit...
"AAhhh... jadi ini yang namanya Kai ya~... kamu tampan sekali... ayo masuk dulu nak!", Ibuku dengan serta merta menarik lengan Kai yang terlihat bingung karena tingkah cerah mama ku...
"Ma... mama... mungkin ... Kai mau pulang... ", ucapku pelan...
"Ah, nggak kok tante... mungkin aku bisa minum teh dulu... aww!... refleks ku cubit perutnya hingga Kai meringis...
Untung mama tidak melihatnya karena mama sibuk meletakkan buku ku di meja...
"Aku mau pulang deh tante.. sepertinya kucing di rumah ku belum di beri makan...", Kai terlihat tersenyum manis dan sedikit melirik kesal di saat yang bersamaan ke arahku...
"aww... sayang sekali... padahal mama membuat brownies yang enak sekali... ",
"Nggak apa apa tante, mungkin lain kali... permisi ya tante...", Kai pamit dan berjalan keluar rumah diikuti mamaku yang masih tersenyum ceria...
"Ah mama...",
Ku ikuti langkah mama sambil masih memegangi perutku yang masih agak melilit...
Kulihat Kai melambaikan tangannya kepadaku dan mama sambil tersenyum lebar... dasar aneh...
.
.
Dikamar...
Kim Jong In... ah bukan... Kai... kurasa dia punya kepribadian ganda... bagaimana bisa kalau hanya berhadapan denganku sikapnya bisa sedingin itu... dan tadi, waktu dengan mama... astagaa... dia bisa terlihat begitu menyenangkan..
Tapi entah kenapa aku mulai merasa sedikit lebih nyaman berbicara dengannya... mungkin kita bisa lebih akrab suatu saat nanti...
