PART 3

Entah kenapa hari ini mataku tidak mau di ajak kompromi, belum bel masuk sih... jadi kuputuskan untuk menenggelamkan kepalaku di lipatan tanganku dan ... tidur..

.

.

"Hei.. bangun... sudah bel... sebentar lagi guru sampai..!",

Sayu ku dengar suara seseorang membangunkanku sambil sesekali menyolek lenganku,... ahh.. rupanya Yura...

"hooh... hai Yura... apa aku pulas sekali ya?", dijawabnya sambil mengangguk

"Ya... pulas sekali sampai air liurmu menetes di meja tuh!", kali ini Kai yang berbicara tanpa menengok sedikitpun ke arah kami berdua...seketika aku mengelap bibirku... tapi tidak ada air liur disana...wajahku terlihat kesal dan sambil menengok ke arah Yura... Yura hanya tertawa kecil...

Ahh.. mereka ternyata memang saudara... sifat jahil yang sama...

.

.

"Bagaimana perkembanganmu dengan Kai?", tanya Yura sambil memakan makan siangnya...

"Mmmm... biasa saja... dia hanya menjahiliku saja... itu termasuk perkembangan atau kemunduran?...

Yura Cuma tertawa kecil lagi...

"Well... waktu itu dia pernah ke rumahku sih...", aku meminum jusku santai...

"Kapan?... waktu kamu pingsan?... itu kan aku tahu... kan aku yang menelpon orang tuamu Dio.."

"Bukan... 2 hari setelah itu... dan dia datang ke rumahku cuma ingin makan kue buatan ibuku... apa apaan itu?... ",

"Apaaa!... serius?... Kai main ke rumahmu dan sok akrab gitu dengan ibumu?",

Yura setengah berteriak hingga membuat aku tersedak jus yang sedang aku minum...

"Memangnya kenapa?",

Yura sedikit bergeser menghampiriku dan berbisik sesuatu..

"Kai sedang mendekatimu... aku tahu sifatnya... kalau sedang suka sama seorang gadis..yang didekatinya justru bukan gadis itu... tapi ibu nya...!", bisiknya...

"Ibunya?,... kok aneh?... !",

Yura kali ini sedikit terlihat sedih...

"Mau tahu kenapa?... karena Mama Kai sudah meninggal saat dia kecil...dan dia tinggal sendirian di rumahnya karena Ayahnya kerja di luar negeri... aku dan keluargaku yang mengurusnya disini.. !",

Ucapan Yura kali ini benar benar menohokku hingga aku hanya bisa terdiam dan memperhatikan sosok Kai yang sedang makan siang dengan Sehun, teman barunya di pojok ruang kantin.

Kai, ternyata.. menyimpan cerita yang menyesakkan sepanjang hidupnya... pantas saja saat bertemu mama ku, wajahnya berubah ceria dan menyenangkan...

Mungkin dia butuh sosok seorang ibu di dekatnya... aku sudah salah menilai orang...

Maafkan aku, Kai...

.

.

Flashback mode: On

Aku sedang duduk santai di ruang tv saat terdengar bel pintu berbunyi, dengan malas nya aku berjalan terhuyung dengan rambut acak acakan a la bangun tidur, ku rapikan sedikit kaos oblong ku yang agak kebesaran hingga sebagian pundak ku bisa terlihat..

Saat ku buka pintu nya perlahan,

"Hai... apa ibu mu ada?",

"K..Kai... kamu mau apa datang ke rumahku?",... saat ucapanku belum selesai, Kai langsung masuk ke ruang tamu dan duduk di salah satu kursi..

wajahnya tersenyum lebar..

"Siapa sayang?!", teriak ibuku dari dalam... yang tak lama kemudian mama sudah berdiri di sampingku..

"Ahhh... kamu Kai.. mau minum apa, Nak?... ooh... teh saja ya... kebetulan mama punya kue tart... sebentar ya, Kai!",

Mama ku langsung sedikit berlari dengan riang seperti baru bertemu pacar nya saja.. hahhh... mama...

"Jadi kamu kesini ada perlu apa?",

Aku menghempaskan tubuh ku di kursi yang berhadapan dengan Kai... dan dia cuma tersenyum kecil

"Nnng... itu... !", kata nya

"Itu.. apa?", tanyaku..

"Itu... tali bra mu keliatan... ", sambil menunjuk ke arah pundak kanan ku yang memang terekspos karena kerah kaos ku yang lebar...

Buru buru ku betulkan posisi kaos ku sambil menyeringai kesal..

"Dasar mesum...!",

Kali ini dia tertawa kecil...

"Mama!... mana kue nya!",

"Astaga, Kai... kamu kok nggak sopan gitu sih di rumah orang!", bentak ku

"He he...", balasannya hanya cengar cengir tidak karuan

Mendengar teriakan Kai, mama ku menjawab sambil membawa nampan berisi potongan tart dan teh... tapi cuma satu porsi...

"Punyaku mana, Ma?", rengek ku..

"Hush... kamu kan bisa ambil sendiri..., ayo di makan, Kai.. kue mama enak loh... ya sudah mama ke belakang dulu, ya",

pamit mama sambil mengelus pipi Kai, yang dibalas dengan senyuman manja yang... iuuuhhhh... melihatnya saja aku malas...

Kupandangi saat Kai memakan kue dengan lahap nya, meminum teh nya dengan sangat nikmat dan merebahkan punggungnya ke sandaran kursi di belakangnya...dan dia ternyata... tertidur...

Astaga... tidur... seenaknya dia tidur di rumahku... tapi saat ku lihat dia tertidur... wajahnya berubah seperti anak kecil.. anak kecil yang kelelahan..

jadi ku putuskan untuk membiarkannya tidur di sofa ruang tamu ku, dan ku tinggalkan dia sendirian .. aku juga ingin tidur... di kamarku..

.

.

Saat terbangun.. aku setengah kaget karena memikirkan Kai yang masih tidur di sofa ruang tamu ku, secepat kilat aku berlari menuruni tangga rumahku menuju ruang tamu, yang sepi... tidak ada Kai di sana... dia sudah pulang...

Flashback mode : Off

.

.