Happy Reading! :D
Catatan: Harap dengarkan lagu 'World is Mine' versi Kagamine Len saat membaca fic ini karena aku sengaja jadiin tuh lagu sebagai lagu buat OTP favoritku! ^^V
Chapter 1: The Absurd Solution
"Sekarang bagaimana? Kami tak bisa menahannya lebih lama lagi!" kata Gerrard yang berusaha keras untuk menahan pintu yang sedang didobrak seseorang di luar Klinik.
"Baiklah! Sebaiknya kita berunding dengan mereka!" usul Mathias dengan tampang serius.
"Caranya?" tanya Ieyasu.
Dengan senyuman kecil, Mathias mengisyaratkan kelima temannya itu untuk berkumpul. Kemudian, mereka berenam pun berdiskusi untuk membahas apa yang akan mereka rundingkan dengan para demonstran di luar Klinik nanti.
Yah, mari berharap semoga hasil rundingan nanti tidak ngaco! Kan berabe kalau memang ngaco banget! -_-V
Di luar Klinik...
"Jiah, mereka kagak keluar juga! Kita mesti ngapain, nih?" tanya Chung setelah bersusah payah mendobrak pintu dengan Destroyer-nya.
"Sepertinya kita harus me-"
"SEBENTAAAAAAAAAAAAAAAAAR!"
Suara cempreng menggelegar itu pun berhasil memotong perkataan Elsword barusan. Ternyata sang ketua guru sudah keluar dari Klinik bersama kelima orang lainnya.
"Sebaiknya kita berunding! Kalian mau, tidak?" tawar Mathias serius.
"Boleh! Kalian mau merundingkan apa?" tanya Matt selaku pemimpin demonstran tersebut.
"Bagaimana kalau kita memainkan sebuah game? Kalau kami kalah, kalian bebas ngapain Ice! Entah mau dibakar kek, dirajam bareng kek, mau diapain aja terserah! Tapi kalau kami menang, kalian harus membiarkan Ice menjelaskan semuanya!" jelas sang Danish panjang lebar. "Bagaimana?"
"Oke, setuju!" terima Matt dengan mantap.
"Anko! Lu yakin soal ini? Taruhannya nyawa Aisu, lho!" tanya Lukas ragu.
"Gue rela diapain aja, asal kesalahpahaman ini bisa diselesaikan!" Emil membalas perkataan kakaknya dengan tampang pasrah.
"Kalau boleh tau, game apa yang akan kita mainkan?" tanya Ciel.
Mathias langsung memperlihatkan cengiran khas-nya, kemudian mengeluarkan sepasang sarung tangan merah dari dalam saku celananya.
'Jangan bilang kalau kita mau main...' batin Lukas menggantung saat melihat benda yang dipegang Mathias barusan.
"Itu apaan?" tanya Add sambil menunjuk sarung tangan barusan.
"Magic Glove, biasa disingkat MG! Kami sering menggunakan ini untuk main 'Dodge Frisbee'!" jelas Mathias watados.
"Apa itu 'Dodge Frisbee'?" tanya kelima cowok Elgang plus Matt, Gerrard, dan Andre bingung.
"Wah, wah! Aku lupa kalau kalian masih baru, jadi..." Mathias memakai sarung tangan itu dan mengeluarkan sebuah frisbee. "Cara mainnya seperti ini!"
Dia pun melemparkan frisbee yang langsung ngeluarin api itu ke arah keenam demonstran tersebut. Sontak, mereka pun langsung tiarap karena takut terkena frisbee tersebut. Alhasil, frisbee itu pun membentur tembok terdekat dan menyisakan lubang bekas terbakar di sana.
"Menghindari lemparan lawan dan berusaha mengenainya! Sepertinya cukup mudah!" gumam Raven datar.
"Tidak semudah itu juga, Ven!" balas Lukas datar. "Kalau kau tau peraturan permainan 'Dodge Ball', game ini memang 11-12 mirip! Tapi resikonya sulit ditahan jika tidak terbiasa!"
"Well, aku akan memberikan kalian masing-masing sepasang MG!" kata Mathias. "Tapi, kalian harus ambil sendiri di ruang staff!"
GUBRAK!
Acara ber-gubrak ria pun sukses dilakukan oleh mereka semua (min Mathias, Lukas, Emil, dan Ieyasu).
"Jiah, dasar Kambing mager!" gerutu Andre setengah berbisik setelah mendengar perkataan Mathias barusan.
"Hvad sagde du lige nu (Kau bilang apa barusan)?!" tanya sang Danish dengan nada dingin plus dark aura sambil menengok ke arah Andre.
"Kagak ada, ah!" balas Andre datar yang sebenarnya agak ketakutan.
Walaupun kagak ngerti bahasa Danish, tapi dari nada bicara dan aura-nya, Andre tau kalau Mathias kagak bisa diajak kompromi kalau mendengar kata ejekan tersebut.
"Mendingan kita ambil aja MG-nya sekarang!" usul Gerrard sambil berjalan ke ruang staff diikuti Andre dan keenam demonstran tersebut.
Sementara itu...
"Ugh!" Lance membuka matanya perlahan dan mendapati kalau dirinya berada di sebuah ruangan bercat merah.
Pemuda berambut merah itu yakin kalau dia berada di ruangan Mathias. Dia bisa mengetahuinya dari bau bir yang berasal dari dalam salah satu lemari di sana serta kasur dengan seprei bermotif bendera Denmark yang ditidurinya barusan.
"Kau tidak apa-apa?" tanya seorang pemuda berambut hitam ponytail dengan mata coklat yang dilapisi kacamata ber-frame hitam dan memakai baju aristokrat berwarna coklat yang sedang duduk di sebelahnya sambil memakan Baumkuchen.
"Giro? Sejak kapan kamu ada di sini? Bukannya sekarang udah jam pulang?" tanya Lance bingung dengan suara serak karena baru bangun sambil duduk dan bersender di kepala kasur tersebut.
"Aku dipanggil Matt-pyon ke sini! Katanya kau pingsan dan aku disuruh merawatmu di sini!" jawab pemuda yang dipanggil Giro itu datar. "Moncong-moncong, kenapa kau bisa pingsan?"
Pemuda itu hanya bisa memeluk lututnya untuk menyembunyikan air mata yang mulai keluar dari manik coklat kemerahan tersebut. Dia tidak bisa menghilangkan rasa sakit hati saat mengingat kejadian itu yang membuatnya sesak nafas dan sulit untuk bicara.
"Lance-pyon?" tanya Giro khawatir.
"Ti-dak apa-apa, Giro! A-ku baik, sung-guh!" balas Lance sambil memasang senyum kecil (walaupun agak dipaksakan).
"Nein! Keadaanmu mengatakan hal yang berbeda! Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?" tanya Giro lagi dengan tampang serius.
Lance hanya bisa nafas kecil. Nafasnya memburu karena mulai merasa sesak dan memegangi dadanya sambil berbicara dengan tersenggal-senggal, "I-ni so-al E-mil-san!"
"Aisurando-pyon?" Giro hanya bisa menaikkan sebelah alisnya karena bingung.
"Ya! En-tah kena-pa, ugh, aku tak bisa me-nahan ra-sa sakit ini!"
"Memangnya dia kenapa?"
"Di-cium Lu-kas-san!"
Webek, webek...
'Astaga Kambing! Kayakya Noruwe-pyon lagi mabok, deh! Kalau kagak, mana mungkin Aisurando-pyon bisa dicium begitu?' batin Giro shock saat mendengar perkataan Lance barusan. "Sepertinya, kau salah paham!"
"Mak-sudmu?"
"Kau tak melihat wajah Noruwe-pyon saat menciumnya?"
"En-tahlah! A-ku hanya mem-perhati-kannya se-bentar dan lang-sung pergi!"
'Sepertinya keadaan Lance-pyon semakin parah!' batin Giro yang mulai merasa kasihan dengan pemuda yang merupakan guru Sejarahnya tersebut.
"Mungkin aku bisa menjelaskannya, tapi sepertinya kau perlu istirahat!" usul Giro sambil menidurkan pemuda berambut merah itu dan menyelimutinya.
"Te-rima ka-sih, Giro!" balas Lance sambil menutup matanya untuk tidur.
'Aku harus memberitahukan ini kepada Nee-chan dan yang lainnya! Mereka harus tau soal ini!' batin Giro sambil berjalan pelan-pelan menuju pintu ruangan tersebut dan berniat pergi, tapi...
"Hnng!"
Lance mengerang kecil seperti tak ingin ditinggalkan dan Giro tak berani meninggalkan pemuda itu sendirian. Pemuda berambut hitam ponytail itu hanya bisa menghela nafas.
'Tapi aku tidak tega! Kasihan Lance-pyon sendirian di sini! Bagaimana, ya?' batinnya lagi sambil memijat keningnya.
"Oh, iya!" Giro langsung menjentikkan jarinya, kemudian mengeluaran HP-nya dan berniat menulis pesan untuk seseorang.
Di rumah Luthfi...
"Nee, Luthy! Giliran lu sekarang!" kata Dark yang sekarang lagi main Uno bareng Luthfi, Idham, Luthias, dan Girl-chan.
hane otoshita datenshi wa, kegareta chigiri ni mi o yudanete, aishiatta kako de sae mo, sono te de keshisatte shimatta no
"HP gue bunyi!" Girl-chan mengeluarkan HP Andromax-nya dan melihat ada pesan yang masuk.
From: Giro
Nee-chan! Cepat ke sekolah! Ada masalah serius!
"Hah?" Gadis itu hanya bisa mengangkat alisnya karena bingung.
"Ada apa, Ra?" tanya Idham.
"Nih!" Girl-chan hanya memperlihatkan pesan yang diterimanya dan mereka berempat langsung shock membacanya.
"Serius itu?" tanya Luthfi cengo. "Balas aja, Ra! Coba tanyain ada masalah apa!"
Gadis itu mengangguk dan segera membalas pesan itu.
From: Nee-chan
Masalah apaan? Kok bisa serius begitu?
Setelah beberapa lama, dia pun mendapat balasan.
From: Giro
Ceritanya panjang! Cepetan ke sini!
"Mendingan kita ke sekolah aja! Siapa tau aja masalahnya memang serius!" usul Luthias agak cemas.
Mereka berlima pun segera membereskan kartu permainan mereka dan langsung berangkat ke NNG.
Yah, semoga masalah ini bisa cepat diselesaikan!
To Be Continue...
Well, kayaknya nih fic bakalan dibikin berakhir empat atau lima Chapter! Yah, otakku memang susah bekerja kalau udah ngadat! -_-V
Oh, iya! Soal Ringtone barusan, itu lagu 'Alluring Secret ~Black Vow~' dari Kagamine Twins! Aku memang masang lagu itu sebagai Ringtone di HP-ku dan tuh HP memang Andromax hasil dibeliin abang!
Review! :D
