Kai hanya diam saja saat beberapa bodyguard membawanya masuk kembali kedalam ruangan gelap dan pengap. Dibelakangnya Sehun mengikuti tanpa suara, wajah dinginnya selalu tertampang jelas diwajahnya. Tak berapa lama mereka sampai diruangan tersebut, Kai didudukkan dikursi tepat diruangan itu, Sehun juga ikut masuk. Didalam sana sudah ada seorang laki-laki paruh baya yang tersenyum sisnis kepada Sehun.

"Terima kasih sudah mau membeli 'barang' ku , Tuan Oh" Kata lelaki paruh baya itu.

Sehun hanya diam tidak membalas sapaan itu, dia duduk disamping Kai yang sedari tadi hanya diam yang kini semakin mengeratkan mantel tersebut.

"Aku tidak ingin berlama-lama" Kata Sehun lalu menaruh uang yang tadi dia buka didepan Kai diatas podium.

"Baiklah kalau begitu Tuan Oh, silahkan bawa pulang 'barang' mu itu dan nikmati malam panas bersamanya" Jawab lelaki paruh baya tadi lalu mengibaskan tangannya memberikan syarat kepada bodyguardnya untuk membuka pintu ruangan itu dan mengantar Sehun keluar.

Kai hanya diam saat pergelangan tangannya kini digenggam oleh Sehun, ada rasa takut dan nyaman disana. Tapi rasa takut itu lebih mendominasinya daripada rasa nyaman. Hingga dia keluar dari sangkar menakutkan itu, walau dia didalam situ hanya satu malam tapi rasa taku itu lebih mendominasinya.

Sehun membukakan pintu mobilnya, mempersilahkan Kai masuk dijok belakang mobilnya lalu diikuti oleh Sehun yang duduk disampingnya. Didepan ada seorang pemuda tinggi tampan dengan warna rambut berwarna putih kehitamannya dan seorang wanita yang dari bodynya bisa Kai kenal.

Wanita itu berbalik lalu tersenyum kepada Kai "Halo Kai, kita bertemu lagi" Kata wanita itu.

"Kyungsoo Eonnii" Jawab Kai membelalakkan matanya.

"Kalian sudah saling kenal ?" Tanya lelaki tampan yang kini sedang menyetir itu.

"Ya master, dia teman sekamarku tapi hanya satu malam" Jawab Kyungsoo.

"Begitu, Kai kenalkan aku Park Chanyeol" Kata lelaki tampan itu –Chanyeol- yang kini tersenyum menatap Kai lewat kaca depan mobil itu.

Kai mengangguk lalu balas tersenyum kepada Chanyeol.

"Cepat lajukan mobilnya Hyung, aku ingin pulang" Jawab Sehun dingin tanpa melihat Kai yang kini terdiam kembali dengan perkataan Sehun.

Chanyeol yang berada didepan yang sedang menyetir hanya mendecih dengan sifat dingin Sehun itu. setelah itu tidak ada perbincangan yang dilakukan oleh empat orang yang berada didalam mobil tersebut.

.

.

CAN YOU STAY WITH ME ?

.

SUMMARY : Jalan hidup seorang gadis cantik –Kim kai- selalu mendapat masalah, setelah lepas dari pamannya dan sekarang dia harus rela dibeli oleh seorang pembisnis muda –Oh Sehun- lelaki dengan sejuta pesonanya terhadap wanita. Bagaimana perjalanan hidupnya dengan Oh Sehun ?

HUNKAI AND OTHER

Typo dimana-mana, saya juga seorang manusia jadi mohon dimaklumi.

SEX CONTENT (GS)

.

.

.

Mobil hitam mewah tersebutpu berhenti didepan sebuah gedung apartemen yang sangat mewah menurut Kai. Sehun membuka pintu mobil tersebut lalu menuntun Kai untuk keluar. Setelah itu Sehun menutup pintu mobilnya, melambaikan tangan kepada Chanyeol. Setelahnya mobil hitam itu berjalan meninggalkan Sehun dan Kai disana.

Sehun berjalan menuju gedung tersebut sambil menggenggam tangan kanan Kai, Sehun memencet pintu lift dan menekan tombol dengan angka 35. Selama didalam lift Sehun hanya diam, sedangkan Kai dia hanya menangkupkan tangannya sambil memainkan ujung mantelnya. Untung ini sudah jam 2 dini hari, jadi para penghuni apartement kini tengah tertidur dengan lelapnya ditemani oleh mimpi-mimpi indahnya. Hingga mereka sampai didepan aprtement milik Sehun. Sehun memasukkan passwordnya untuk masuk dan pintu itu terbuka. Kai yang selalu mengekori Sehun kemana saja hanya diam. Hingga Sehun berbalik menatap Kai, itu membuat Kai terkejut.

"Siapa namamu ?" Tanya Sehun dengan wajah dinginnya.

"Eumm...Kim Kai... Master" jawab Kai sambil menunduk yang jari-jari tangannya kini memainkan ujung mantel tersebut.

Sehun diam lalu mengisyaratkan Kai dengan tatapannya untuk mengikutinya, Sehun berjalan menuju salah satu kamar yang ada diapartement tersebut, membuka pintunya dan menarik Kai untuk masuk.

"Ini kamarmu, cepatlah tidur besok kita bicarakan tentang peraturannya" Kata Sehun "Soal pakaian kau bisa memakai pakaian dilemari" Tambah Sehun lagi lalu meninggalkan Kai didalam kamar berwarna Cream tersebut.

Kai berjalan menuju ranjang dan duduk dipinggir ranjang, menatap kesekelilingnya yang penuh dengan lukisan-lukisan seorang wanita cantik. Karena merasa risih dengan badannya tanpa memakai dalaman dan hanya mantel kebesaran ini yang menutupi tubuh telanjangnya. Kai membuka lemari itu, disana penuh dengan pakaian wanita. Mulai dari baju casual, long-dress, short-dress dan pakaian dalam wanita lengkap disana. Tanpa berpikir panjang Kai mengambil salah satu pakaian dalam dan piama tidur, memakainya dan langsung merebahkan badan lelahnya dikasur empuk tersebut. Menutup matanya untuk tertidur lelap untuk pertama kalinya setelah dua tahun berada dijalanan.

Diam-diam Sehun membuka pintu kamar tersebut dengan pelan, melihat Kai yang kini tengah tertidur dengan lelapnya. Dia tersenyum saat melihat wajah Kai yang hanya dipantuli oleh lampu tidur, betapa cantik dan polosnya wajah itu. setelah itu dia kembali menutup pintu tersebut membiarkan Kai meraih mimpinya.

.

.

.

Chanyeol merebahkan badannya sambil menciumi wajah Kyungsoo –Simungil Owl- itu yang kini berada dipangkuannya tersebut. Kyungsoo tersenyum karena merasa geli olehciuman yang terus-menerus dihujani oleh Chanyeol.

"Akhirnya aku bisa menemukanmu sayang, maafkan aku baru bisa menemukanmu" Kata Chanyeol sambil menatap sendu Kyungsoo.

Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum lalu mengelus pipi Chanyeol "Tidak apa-apa Master" Jawabnya sambil terus mengelus pipi Chanyeol penuh sayang.

"Jangan panggil aku Master, aku ingin kau memanggilku seperti dulu" Katanya sambil menggenggam tangan mungil Kyungsoo.

"Baiklah, jerapah kesayanganku" Jawab Kyungsoo dengan senyum yang indah lalu mencium pipi Chanyeol.

Chanyeol kembali tersenyum lagi, lalu mengangkat Kyungsoo menuju kamar mereka berdua. Ya, kamr mereka berdua dari empat tahun lalu hingga sebuah masalah besar membuat Kyungsoo pergi dari dekapan Chanyeol hingga akhirnya Chanyeol bisa kembali mendapatkan Kyungsoo setelah pencariannya selama 2 tahun lebih.

.

.

Matahari kembali bersinar dengan terangnya tanpa ada yang bisa menghalanginya, cahay indah yang kini menyinari sebuah kamar yang dihuni oleh seorang gadis cantik yang bulan lalu genap berusia 16 tahun, tapi selama 16 tahun hidupnya penuh dengan lika-liku dan beruntunglah dirinya kini bisa kembali tidur dengan nyenyak tanpa gangguan lagi setelah lima tahun kemudian. Walapun begitu, ini juga bukan termasuk tidak ada gangguan tapi 'belum' ada gangguan. Kelopak mata yang menyimpan bola mata dengan lensa berwarna black pearlnya kini berkedip-kedip mencoba menyusaikan retina matanya dengan cahaya matahari. Matanya terbuka dengan lebar ketika seorang lelaki kini mengusap kepalanya lalu memberinya sebuah ciuman dipelipisnya.

Lelaki itu tersenyum lalu berdiri, berjalan menuju jendela dan membuka tirai berwarna putih tersebut dan terpampanglah keindahan kota Seoul di pagi hari ini dengan cuaca yang cerah. Lelaki itu untuk pertama kalinya dia tersenyum begitu lembut kepada wanita yang baru dia 'beli' kemarin malam. Bahkan wanita yang pernah dia tiduri pun tidak pernah dia berikan senyuman barang sedikitpun tapi tidak untuk sigadis cantik dan manis seperti Kai, entah mengapa hati Sehun berdebar begitu kencang saat berdekatan dan menatap mata kelam nan polos milik Kai. Dia sebenarnya tidak pernah percaya dengan apa yang dinamakan dengan 'Cinta pada pandangan pertama' , kalimat itu dia anggap tabu selama dia mengenal cinta. Menurutnya cinta adalah sebuah ketulusan, kejujuran, kesetiaan dan keseriusan dalam menjalaninya, tapi entah mengapa wanita yang baru dia kenal tadi malam dan dengan tidak terpujinya dia baru saja 'Membeli' gadis tak berdosa ini dipelalangan manusia. Dia kembali mendekati Kai lalu kembali mencium pelipisnya, karena menurut hatinya dia harus kembali mencium gadis itu.

"Cepatlah mandi, lalu keluarlah dan kita sarapan bersama" Kata Sehun lalu meninggalkan Kai sendiri disana tapi sebelum dia menutup pintu kamar itu kembali kalimat itu dia lontarkan "Dan sekalian kita akan membicarakan peraturannya" Katanya lalu langsung menutup pintu itu.

Kai masih terdiam ditempatnya, dia mengusap pipinya yang merona. Baru kali ini dia debirakan kasih sayang lebih oleh orang yang baru saja mengenal, membelinya dan akan menjadi 'Masternya' itu. dia memejamkan matanya sambil tersenyum, membayangkan betapa senangnya dia hari ini, rasa takut akan siksaan yang diberikan Masternya kini menguap saat dua kecupan dipelipisnya sekaligus itu diberikan oleh Masternya. Tidak ingin membuat sang Master menunggu lama, Kai langsung beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi yang berada dikamar itu.

.

Sehun yang sedari tadi berkutat dengan roti panggangnya kini tersenyum saat tau usahanya untuk memanggang roti berhasil. Dia menaruh masing-masing dengan dua buah roti dipiringnya, hingga Kai kini berada didepan meja makan membuat Sehun mendongak la menyuruh Kai untuk duduk disampingnya. Sehun membuka kulkasnya mengeluarkan sekotak susu segar dan sekotak jus jeruk. Menyajikan selai dengan beberapa rasa didepan Kai, hingga akhirnya Kai memilih selai coklat dan Sehun selai kacang. Disela-sela makannya kini Sehun mulai membuka suaranya "Bisa kau kenalkan dirimu dengan detail ?" Tanya Sehun sambil memandang Kai.

"Namaku Kim Kai master, sekarang usiaku 16 tahun. Aku pindahan dari London" Jawab Kai sambil memakan makanannya, bahkan dia tidak berani menatap Sehun saat ini.

"Berarti kau masih sekolah ?"

"Tidak Master, setelah lulus sekolah menengah aku tidak meneruskan sekolah kesekolah atas"

"Kenapa ?"

"Kedua orang tuaku meninggal dalam kecelakaan, dan setelah itu aku tidak memiliki biaya untuk meneruskan sekolah dan akhirnya aku menjadi gelandangan Master" Bohong, bukan itu sebenarnya yang terjadi. Maafkan aku

Sehun mengangguk lalu menaruh rotinya yang masih tersisa setengah "Kalau ada seseorang yang akan membantumu meneruskan sekolah menengah atas apakah kau mau ?" kata Sehun sambil memandang Kai yang kini hanya menunduk sambil memakan rotinya tersebut.

Kai mengangguk "Ya Master aku mau" Jawabnya yang masih mengangguk.

"Baiklah, aku akan membantumu meneruskan sekolah kejenjang menengah atas. kalau begitu dengarkan peraturan yang aku berikan padamu.

Pertama : Kau akan tinggal disini dan jangan pernah keluar rumah kecuali kau sedang sekolah atau ada pelajaran tambahan dari sekolah atau sedang pergi untuk belanja bulanan.

Kedua : Setiap tiga kali seminggu kau harus melayaniku tanpa ada bantahan.

Ketiga : Jangan pernah bawa teman sekolahmu kesini.

Jika kau melanggar dari tiga peraturan itu, aku pastikan hukumanmu akan sangat menyakitkan" Kata Sehun sambil membisikkan kalimat mengerikan itu –menurut Kai- ditelinganya.

Setelah itu Sehun memberika sebuah black card dan ponsel –Iphone 6+ Gold- kepada Kai. "Bersiap-siaplah, setelah ini kita pergi keMall untuk belanja keperluan sekolahmu dan keperluan dirimu sendiri" Dan Sehun langsung mengambil ponsel –Sama dengan Kai- lalu men-dial nomor teleponnya dan meninggalkan Kai sendiri didapur dan setelah itu berjalan menuju kamarnya untk berganti pakaian sesuai yang diperintahkan Sehun.

Setelah menunggu beberapa menit Kai keluar dari kamarnya dengan menggunakan baju casual yang memperlihatkan pundak kecil mulusnya, celana pendek yang memperlihatkan kaki jenjang mulusnya dan sebuah sneakers yang menutupi betis kecilnya. Ditangannya kini ada mantel yang kemarin dia pakai saat dia dibeli oleh Sehun. Fashion anak muda zaman sekarang. Dia berjalan mendekati Sehun yang kini memandangnya dengan tatapan tajamnya.

"Pakai mantelmu, aku tidak ingin 'Barangku' dilihat oleh banyak orang" Kata Sehun lalu berjalan menuju pintu keluar apartement.

Kai langsung memakai mantelnya saat diberi perintah oleh Sehun, tanpa mengatakan apa-apa Sehun sudah menarik tangan Kai untuk mengikuti Sehun.

.

.

Kai berjalan didalam Mall bersama dengan Sehun disampingnya, kini Mall tersebut semakin ramai karena adanya para wanita yang kini sibuk memotret Sehun. Siapa anak wanita kalangan Chaebol, kalangan menengah dan kalangan bawah yang tidak mengenal seoranga Oh Sehun. Pengusaha muda yang berbakat yang memiliki saham dimana-mana, bahkan kekayaannya kini bisa membawanya mendapat peringkat pertama Pengusaha muda terkaya di Korea Selatan. Namanya dan wajah tampannya itu terpampang dimajalah bisnis terkenal. Majalah Times salah satunya. Banyak para ibu-ibu yang menginginkan dia sebagai menantunya, krena kepintarannya tersebut.

Wanita-wanit itu yang kini mengikuti Sehun dan Kai berdecih apalagi oleh tiga wanita berpakaian mewah itu –telihat sekali jika mereka adalah anak-anak Chaebol- yang berjalan disamping mereka. Bahkan kini Kai menunduk dengan takutnya saat seseorang diantara tiga wanita itu berbicara.

"Lihatlah wanita yang kini bersama Sehun itu, aku dengar wanita itu telah dibeli Sehun dipelelangan manusia kemarin malam."

Bahkan Sehunpun juga mendengar cemoohan itu, dengan sigap Sehun langsung menarik tangan Kai dn langsung mendekapnya dengan kedua tangannya yang kini bertengger dikedua telinga Kai.

"Jangan dengarkan apa kata mereka" Kata Sehun datar. Lalu kini pandangannya berpidaah kepada tiga orang wanita tersebut, memberikan pandangan menusuknya membuat tiga wanita itu terdiam lalu berbelok menuju salah satu toko baju yang ada disana.

Melihat tiga orang wanita itu telah pergi Sehun melepaskan tangannya lalu kembali berjalan disamping Kai. Kai hanya terdiam tidak mau menanggapi apapun itu, memang kenyataannya bahwa dia telah dibeli untuk Sehun.

Saat mereka telah sampai disalah satu toko yang khusus berjualan untuk baju seragam sekolah pun , tatapan para pegawai dan pengunjungpun sama seperti diluar sana. –menghakimi, risih dan iri- . Kai semakin menunduk tapi Sehun langsung mengangkat dagunya untuk mencium dengan pelan bibir tebal dan merah tersebut. Tanpa ada rasa malu, walaupun hanya sebentar membuat orang yang berada disana terpaku. Sehun kembali menampakkan wajah dinginnya, menyuruh salah satu pegawainya membisikkan sesuatu untuk mencarikan baju seragam sekolah yang cocok untuk Kai.

Kai mengikuti salah satu pegawai tersebut untuk memilihkan seragam yang cocok untuk Kai hingga mereka menemukan tiga pasang baju seragam tersebut. Setelahnya mereka berdua pergi, menuju kearah toko-toko pakaian wanita untuk keperluan Kai dan juga Tas dan sepat untuk Kai.

Setelah hampir empat jam menemani Kai untuk membelikan keperluan Kai, Sehun langsung mengantarkan Kai menuju apartementnya. Dan menyuruh Kai untuk tetap diam diapartement tersebut. Sebelum Sehun pergi, dia memberikan sebuah ciuman yang tidak dibilang singkat untuk tanda perpisahan –karena Sehun akan ergi kekantornya- dan benar-benar meninggalkan Kai sendiri diapartement mewah tersebut.

Sesaat Sehun pergi, Kai langsung membenahi barang-barang yang telah dibelikan oleh Sehun. salah satu seragamnya yang kini dia gantung diluar lemarinya, memandangya dengan penuh rasa bahagianya dengan akhirnya dia bisa kembali bersekolah walaupun dia harus membayarnya dengan tubuhnya.

Dia duduk dipinggir ranjang, membuka dompet yang kini berisi dengan Black card dan beberapa kartu –entah kai tidak tahu itu kartu apa saja- lalu kembali menutup dompet tersebut. Dia merebahkan badannya, menatap langit-langit kamarnya tersebut. Dia harus bangun sebelum jam makan malam, karena dia harus memasakkan makan untuk Sehun dan juga ada kalimat-kalimat yang membuat Kai kembali merinding karena ketakutan. Dia harus kuat.

"nanti siapkan makan malam, kita akan malam bersama. Setelah itu, siapkan dirimu karena malam ini adalah malam panas kita berdua"

.

.

.

Sehun berjalan dengan angkuhnya menuju ruangannya, semua pegawainya yang berpapasan dengannya langsung membungkukkan badannya. Tanda bahwa mereka hormat kepada atasannya. Saat membuka pintu, disana sudah ada seorang lelaki yang kini tertidur disofa dengan berbagai botol Wine disana. Sehun hanya menggelengkan kepalanya, melihat sang kakak yang kembali kacau seperti ini. Sehun menepuk pundak sang kakak hingga kakaknya terbangun. Mata bagaikan rusa itu berkedip beberapa kali, melihat sipenepuk pundaknya. Dengan perlahan dia duduk dan mengusap wajahnya. Menyipitkan matanya saat melihat sang adik yang kini sudah duduk disinggasananya –Itu menurut Luhan kakak Sehun itu, karena menurut Luhan adiknya itu penggila kerja- dengan membuka salah satu dokumen.

"Apa lagi yang sekarang terjadi Ge, kau diusir lagi ?" Tanya Sehun sambil terus melihat dokumen-dokumen tersebut.

"Eum, dia menyuruhku bertanggung jawab" jawab Luhan sambil mengusap kepalanya.

"Lagi, berhentilah menjadi pendonor sperma" Kata Sehun lagi yang kini tengah memberikan tanda tangan disalah satu dokumen tersebut.

Luhan tidak menanggapi, yang ada dia kembali merebahkan badannya disofa. "Aku dengar kemarin malam kau pergi dengan Chanyeol kepelelangan, kau mendapatkan barang yang bagus ?" Tanya Luhan yang kini sambil memejamkan matanya.

Sehun menatap Luhan dengan senyum misteriusnya "Ya aku mendapatkannya, bahkan dia lebih dari bagus. Seksi dan perawan" Jawab Sehun kembali menyeringai.

Luhan membuka matanya antusias "What ? jarang-jarang dipelelangan ada barang yang sangat bagus seperti itu. Berapa kau membelinya ?" Tanya Luhan kembali duduk saat mendengar sang adik mendapat barang bagus.

"$ 300 , dan semua orang tua bangka tidak ada yang berkutik" Jawab Sehun.

Luhan membelalakkan matanya "Hei itu adalah harga yang paling tinggi yang pernah aku dengar dipelelangan, demi satu wanita kau membeli semahal itu. kalau begitu ATM mu akan aku blokir" Kata Luhan sengit.

"Hei, hei tidak bisa begitu. Aku membeli dengan uangku sendiri dari aku bekerja. Gege tidak bisa begitu denganku. Bahkan tiap minggunya kau berganti wanita saja aku tidak heboh" Kata Sehun dengan frustasi, bagaimana tidak kakak satu-satunya ini suka sekali ingin memblokir semua kartu ATM nya.

Luhan tertawa dengan nayringnya membuat Sehun memutar matanya jengah. "Aku bercanda adikku sayang, kau beruntung karena dokumen-dokumen itu sudah selesai saat aku menginap disini" Jawab Luhan sambil menatap Sehun.

"Lebih baik kau pulang keapartemenmu, temui Xiumin noona dan bicara bak-baik dengannya. Aku dengar Minnie Noona juga sedang hamil anak keduamu kan"

"Ya dia sedang hamil anak keduaku, karena itu dia menginginkan aku untuk tanggung jawab juga. Kepalaku pusing Sehun. masih beruntung si Naeun mau menggugurkan kandungannya, dan yang tersisa hanya Xiumin"

"Berhentilah menjadi pendonor sperma dan gunakan pengaman, kau tidak takut terkena AIDS. Eoh aku tidak mau memiliki kakak yang terkena penyakit itu" Kata Sehun dengan memperlihatkan wajah menjijikannya.

Luhan mendengus "Ya, aku akan bicara dengan Xiumin nanti dan sekalian membawa Ziyu berjalan-jalan" Jawab Luhan akhirnya.

"Dan berhentilah bermain wanita, kau sudah memiliki anak dan kekasih yang kini sedang hamil anak keduamu Ge, masih untung Minnie Noona hanya minta tanggung jawab saja tidak meminta gege menikahinya"

"Ya adikku yang tampan, kalau begitu aku pulang dulu sampah itu biar Cleaning Service yang membersihkannya" Kata Luhan lalu meninggalkan Sehun diruangan itu.

Tak berselang lama seorang Cleaning service masuk untuk membersihkan kekacauan yang dilakukan oleh Luhan tersebut. Sehun, dia kembali mengerjakan pekerjaannya.

.

.

Sore menjelang, Kai melakukan apa yang diperintahkan oleh Sehun yaitu memasak untuk makan malam. Setelah membersihkan seluruh apartemen Kai menuju dapur, membuka kulkas yang didalamnya tidak ada isinya sama sekali. Didalam sana hanya ada beberapa botol soju dan bir. Kai mengerutkan keningnya.

"Bagaimana aku bisa memasak untuk makan malam, bahan-bahannya saja tidak ada" Gaerutu Kai. Dengan inisiatifnya dan melanggar apa yang dikatakan Sehun, Kai kini mengambil ponsel yang diberikan oleh Sehun. Dia langsung menelpon Sehun dan mengatakan dia harus keluar karena bahan makanan habis dan untung saja Sehun membolehkannya. Dia langsung mengambil dompetnya dan keluar apartementnya. Masalah password, Sehun sudah memberitau Kai passwordnya.

Kini dia sudah berada didalam supermarket, mengambil barang-barang yang dia perlukan. Seperti daging sapi, daun bawang dan yang lainnya. Dia juga berpikir untuk membeli stock untuk satu minggu kedepan. Saat membayar dikasir Kai dikagetkan dengan seorang wanita yang kini tengah mnepuk pundaknya.

"Kai" Panggil wanita itu sambil tersenyum.

Kai juga balas tersenyum "Eum, Eonni apa kabar ?" Tanyanya pada Kyungsoo –Wanita yang menepuk pundaknya tadi-

"Baik, ku kesini sedang apa ?" Tanya Kyungsoo sambil memberikan barang-barang yang dibelinya kepada sang kasir.

"Membeli bahan makanan, untuk Master" Jawab Kai sambil tersenyum.

Setelah berbicara banyak dan berjalan bersama menuju apartement mereka –apartement Sehun dan Chanyeol yang ternyata hanya berbeda satu block lebih jauh Kai- . Kai sampai diapartementnya, membuka pintu tersebut dan melihat kesekeliling ruangan itu. Sehun ternyata belum datang, dia langsung masuk dan menuju kedalam dapur. Menaruh semua bahan-bahan kedalam kulkas dan ada pula yang dia keluarkan untuk bahan memasak.

.

.

Luhan membuka pintu apartement kecilnya bersama kekasih dan juga anaknya. Masuk kedalam apartement itu setelah melepas sepatu kerjanya, menggantinya dengan sendal rumahan.

"Aku pulang" Kata Luhan saat berada diruang tengah.

Ziyu anak luhan yang kini masih berusia 3 tahun itu berbalik dan tersenyum ketika melihat sang ayah pulang. Dia berlari lalu memeluk sang ayah yang kini membalas pelukannya tersebut.

"Dimana ibu eum ?" Tanya Luhan pada Ziyu.

"Ibu sedang memasak didapur untuk makan malam ayah" Jawab Ziyu dengan suara imutnya.

"kembalilah bermain, ayah ingin menemui ibu" Kata Luhan lagi sambil tersenyum, Ziyu kembali bermain dengan balok-balok mainan tersebut saat disuruh oleh sang ayah.

Luhan berjalan menuju dapur setelah menaruh tas dan jasnya diatas sofa ruaang tengah, melingukkan kepalanya didepan pintu dapur. Luhan mengernyitkan pelipisnya saat tidak melihat seorang pun disana. Tapi kini didalam kamar mandi dapur dia hanya mendengar suara seseorang muntah, luhan berjalan menuju kamar mandi, dia terbelalak saat melihat Xiumin muntah didepan closet. Dia mendekati Xiumin lalu memijit tengkuknya perlahan, Xiumin mendongak saat seseorang memegak tengkuknya. Dia terkejut saat melihat Luhan. Xiumin langsung bangkit dan menjauhkan tangan Luhan dari tengkuknya, kembali berjalan dan melihat supnya yang sebentar lagi matang. Luhan mengikuti Xiumin.

"Maafkan aku, sayang" Kata Luhan sambil memeluk Xiumin dari belakang.

Xiumin menggeleng "Masalah maaf aku sudah memaafkan sejak dulu, tapi aku hanya ingin kau berhenti bermain wanita kau sudah memiliki Ziyu, aku dan..."

"Baby's . i know Honey. Aku akan mencoba berhenti jadi bantu aku untuk berhenti melakukan itu"

"Ya aku akan membantumu"

.

.

Acara memasak untuk makan malam selesai dan sekarang waktunya Kai untuk menunggu Sehun datang. Kini diatas meja makan sudah tersusun banyak makanan khas korea yang bisa Kai masak –Karena sebenarnya Kai besar diLondon dan baru 3 tahun dia tinggal ditanah kelahiran sang ibu-. Pintu apartement terebuka, menampakkan Sehun yang kini langsung melempar jas dan tas kantornya. Dia langsung berjalan menuju dapur dan disana sudah ada Kai dan sajian makanan lezat disana. Sehun tersenyum lalu mengusak rambut Jongin.

"Master, maaf hanya ini yang bisa aku masak" Kata Kai yang kini telah berdiri membiarkan Sehun duduk terlebih dahulu.

"Tidak apa-apa" Jawab Sehun singkat lalu kini mengambil mangkuk yang sudah terisi nasi.

Mereka berdua makan dengan ketenangan tidak ada yang memulai pembicaran hingga acara makan malam tersebut selesai. Kai membersihkan piring-piring kotor tersebut sedang kan Sehun kini duduk disofa ruang tengah untuk menonton televisi.

Setelah selesai Kai berjalan menuju ruang tengah, saat tangan Sehun kini mengisyaratkan untuk duduk dipangkuannya. Kai berjalan dan duduk dipangkuan Sehun.

"Buka celanamu itu" Kata Sehun menyurh Kai untuk berdiri dan membuka celana pendek tersebut.

Kai menurut dan membuka celana pendek tersebut sesuai suruhan Sehun. kini yang tertinggal hanya kaos kebesaran yang menutupi setengah pahanya saja dan kembali duduk dipangkuan Sehun. sehun membuka baju Kai, menyuruh kedua tangan Kai agar mengangkat tangannya tersebut. Dan kini tampaklah payudara sintal milik kai yang masih tertutupi oleh bra berwarna merah darah tersebut.

Sehun menyeringai "Kita nikmati malam panas kita bersama sayang" Kata Sehun lalu mendaratkan ciumannya diceruk leher Jongin.

.

.

.

TBC

Maaf kalau ceritanya malah makin tidak seru, saya buat seperti ini supaya berbeda. Saat mengetik ini ff saya sambil mendengarkan lagu milik

Ariana Grande = Love me harder

Ellie Ghoulding = Love Me Like You Do

Selena Gomez = The heart wants what in want

Sebenarnya itu nyambung atau tidak saya juga tidak tau sebenarnya.

Sekalian pengumuman buat para Author kami membuka pendaftaran Lomba untuk pembuatan FF Hunkai In Luv dimulai dari tanggal 25 juni – 15 agustus 2015. Ingin tau rulenya langsung PM atau Inbox saya di facebook.

Vieta Ramadhani atau Lullu Pamungkas.

Terima Kasih

Mind to review ?