Title : Oppa Saranghae

Main Cast : - Suga BTS

- Kim Su Min (Baek Su Min)

Genre : Romance? Drama?

Rate : M

Sebelumnya aku minta maaf baru sempat mengepost chapter 2. Mianhae atas ketidaknyaman yang di buat oleh typo-typo manja yang bertebaran. hihihi..

Enjoy ^^

Chapter 2

00

00

00

"Lagi-lagi oppa membawa dua orang tak berguna dan menyuruhku membuatkan makanan untuk mereka juga nde?". Jin hanya membalas pertanyaa Su Min dengan senyum manja dan menaik turukan kelopak matanya berkali-kali, seakan-akan lupa ia habis membangunkan beruang yang sedang tidur. Su Min berdecak kesal dengan sikap oppanya itu. Su Min berjalan cepat ke ruang tengah.

00

00

Plak...

Kedua telapak tangan Su Min memukul kepala Jimin dan Suga. Sontak mereka berdua membalikkan tubuhnya bersamaan. Mata Suga menangkap sesosok yoeja yang sedari tadi ia nantikan.

"Mwo?". Su Min melipat kedua tangannya. "Tidak puaskah kalian menyita waktu oppa ku?... Ada baik sekarang juga kalian pergi sebelum aku...". Sebuah tangan besar menutup mulut mungil Su Min sampai ia terbawa satu langkah kebelakang.

"Sumin-ahh.. Mereka kisini karena oppa yang mengajak"

Su Min menyingkirkan tangan Jiin dari mulutnya. "Daebak. Saat ini oppa benar-benar tidak melihatku... Lebih baik oppa saja yang memasak untuk mereka". Su Min berjalan meninggalkan mereka.

"Sumin-ahh..". Jin menunjukkan selembar kertas.

"Oppa kembalikan". Su Min kembali berjalan cepat tangannya meraih-raih kertas di tangan Jin.

"1.145.000 Won..". Jin membaca keras nominal yang tertera di kertas yang berhasil Jin temukan di kamar Su Min. Betapa teledornya kau Su Min-ahh -

"Wuhh.. Daebak.. Kau membelinya dengan uang mu sendiri Sumin-ahh?". Tanya Jimin penasaran yang tanpa sadar pertanyaanya menyudutkan Su Min.

"Aaku akan memasak untuk kalian. Tapi oppa harus berjanji kembalikan kertas itu"

"Ne.. Memang sudah seharus seperti itu". Jin tersenyum sinis. Su Min mulai bergerak meninggalkan mereka bertiga. Mata Jin kembali melihat nominal angka yang tertera dikertas itu. Otak Jin berpikir keras bagaimana bisa adik mendapatkan uang sebanyak ini. Suga berdiri di sisi kiri Jin, matanya terus memandangi punggung Su Min yang semakin menjauh dan menghilang di balik dinding yang memisahkan dua ruangan.

"Heyy aku tau apa yang kau pikirkan". Jimin berlutut di sofa menepuk bahu kanan Jin.

"Kau khawatir Sumin bekerja sebagai simpanan petinggi negara, atau mmm... pekerja seks komersial yang hanya bermodalkan desah ah ah ah dan aaarrggghhh...". Ucap Jimin dengan mempraktikkan gerakan pinggulnya maju mundur pada sandaran sofa. "Lalu tadaaa.. uang pun mengalir deras". Jimin menyempitkan matanya dan berkata dengan serius.

Pluk...

Suga melemparkan kencang bantal ke muka Jimin. Dasar otak mesum dalam situasi seperti ini bercandamu tidak lucu Jimin. Tidak lihatkah bertapa khawatirnya Jin kepada adiknya. Jimin bodoh ...

-00-

-00-

Malam ini Su Min memasak bulgogi, sup rumput laut, chapchae, teukbokki, daehajjim dan tidak lupa kimchi yang sudah di belikan oleh Jin tadi. Semua makanan itu telah tersusun rapih di atas meja makan yang panjangnya sekitar dua meter dan lebar satu meter. Begitu juga alat-alat makan yang akan digunakan juga sudah ditata oleh Su Min. Jin duduk di sisi kanan Su Min, Suga duduk di sebrang Su Min, sedangkan Jimin masih berdiri memandangi Su Min.

"Jangan memasang wajah mesummu di depanku seperti itu mengerti!". Cibir Su Min tentu saja di arahkan kepada Jimin.

"Sumin-ahh dengar, kelak kau akan menjadi pendamping hidupku". Jimin memegang dadanya, menatap dalam Su Min.

"Cih.. Mimpi pun kau jangan harap". Su Min mengutuk semua harapan Jimin. Jimin terduduk lemas mendengar penolakan Su Min. Tak lama semangat Jimin kembali setelah menyantap bulgogi buatan Su Min. Benar-benar wanita idaman Jimin. Selain berparas ayu Su Min juga pandai dalam hal memasak.

Suga menatap Su Min dengan sesekali memasukkan makanan kedalam mulutnya. Entah mengapa matanya seperti terhipnosis dengan keberadaan Su Min. Sebenarnya ialah yang mengusulkan untuk datang kerumah Jin. Selain ia menghindari rumahnya, Suga juga ingin melihat Su Min. Rambut panjang yang hitam legam dibiarkan terurai dengan poni depan yang memagari keningnya. Entah sejak kapan sikap Su Min berubah padanya. Bibir kecilnya yang berwarna merah muda saat ini jarang sekali tersenyum padanya. Tatapan matanya yang dulu memancarkan kehangatan saat ini memancarkan aura yang sangat dingin dan mematikan.

"Sumin-ahh..". Suara lembut Jin membangunkan Suga dari lamunannya. "Suga akan menginap untuk beberapa hari kedepan. Bersikap baiklah kepadanya"

Su Min meletakkan alat makannya di meja. "Aku sudah selesai makan. Kembalikan kertas itu". Jin memberikan kertas itu. "Terserah mau satu atau dua gelandangan ini ingin menginap atau tidak, itu bukan urusan ku. Dan jangan berharap aku dapat bersikap baik kepada mereka". Su Min meninggalkan ruang makan. Jimin menepuk bahu Suga."Habislah kau Suga". Ucap Jimin dengan mulut yang masih penuh makanan.

-00-

-00-

Su Min menjatuhkan tubuhnya di singlebed miliknya. Setiap melihat wajah Suga membuat Su Min teringat kembali kejadian yang membuat dirinya bersikap dingin kepada Suga.

Saat itu detik jam terasa melambat, jam pelajaran belum juga usai. Su Min merasa dirinya kurang enak badan dan memutuskan ijin untuk beristirahat di ruang kesehatan sekolah. Ia berjalan sendiri menuju ruangan itu. Saat Su Min melewati ruang OSIS yang terletak di koridor belakang sekolah, Su Min mendengar suara desahan dari ruangan itu. Su Min sudah berusaha menghiraukan suara itu tapi kakinya berjalan sendiri menuju ruang Osis setelah ia mendengar samar-samar nama Suga. Su Min mengintip ke dalam ruangan itu dari celah kecil di ujung jendela. Benar saja, ia melihat Suga yang sedang menenggelamkan kepalanya di tengah dada Hayoung yang kancing seragamnya sudah terlepas semua. "Oppahh...". Hayong meremas rambut coklat milik Suga saat tangan Suga meremas lembut dada Hayoung, menghisap seluruh bagian, sesekali Suga memainkan nipple milik Hayoung menggunakan lidahnya.

"Aaarrggg kenapa bayangan itu yang selalu muncul, siaaall..". Su Min bangun terduduk memeluk bantal kesayangannya. Menekan kepalanya di bandal empuk berwarna merah berbulu.

Tiing...

Dering ponsel Su Min berbunyi. Satu pesan di terima olehnya.

'Besok pagi kam 6 pagi kita bertemu di taman kota, aku akan membayar lunas, tapi tolong jaga rahasia ini dan harus berhasil'

OK. Su Min membalas singkat pesan kliennya. Tak lama dibalas lagi dengan foto kliennya. Betapa tercengangnya Su Min melihat kliennya yang ternyata sahabatnya sendiri, Park Sora. Park Sora hanya meminta menghapus sebuah vidio dalam sebuah situs dan merusak semua file dan data di dalam situs itu sekaligus merusak originalnya. Tentu mudah untuk Su Min, ia tinggal memasukkan virus dalam aplikasi itu, saat pemilik aplikasi itu login dan mengunggah ulang vidio tersebut, secara otomatis virus itu akan merusak seluruh jaringan sampai keakarnya. File itu akan rusak dan tidak akan dapat di terbaca oleh aplikasi dan komputer mana pun. Virus ini diciptakan sendiri oleh Su Min. 5 tahun terakhir ini Su Min benar-benar tertarik dengan ilmu teknologi sehingga ia suka membaca dan mempraktikan semua yang ia ketahui. Su Min selalu bereksperimen sampai akhirnya ia berhasil menciptakan virus mematikan itu. Tentunya keluarga Su Min tidak tahu menau akan ke ahlian Su Min, yang mereka tau Su Min anak yang cerdas. Dari dulu Su Min selalu mendapatkan peringkat pertama dan pernah Su Min menjuarai kejuaraan Sainstek tingkat internasional. Sampai akhirnya ia mendapatkan beasiswa sekolah di Jerman, sayangnya Su Min menolak karena ia tidak mau memaksakan otaknya terlalu keras. Akhirnya ia masuk BTSchool. Satu-satunya sekolah yang bertaraf internasional di Seoul.

-00-

-00-

Minggu pagi, Su Min tidak tidur sama sekali karena penasaran film apa yang di khawatirkan oleh sahabatnya itu. Su Min belum mengecek situs itu tapi ia mengingat situs itu hampir sama dengan nama produser yang menawarkan Park Sora untuk menjadi bintang iklan produknya. Kali ini Su Min tidak memakai pakaian Jin yang biasa di gunakan untuk menyamar. Su Min sudah keluar dari jam 5 pagi, mengayuh sepedahnya mengelilingi taman kota lengkap dengan pakaian dan sepatu olahraga. Ya kali ini Su Min menyamar menjadi dirinya sendiri dan berpura-pura bertemu tidak sengaja dengan Park Sora. Jam 6 Su Min berjalan menuju sudut jalan taman ini dengan menggiring sepedahnya.

"Sumin-ahh...". Tepat sekali perhitungan Su Min, Sora memanggil dan menghampirinya. Su Min berhenti dan menengok kebelakang.

"Sora-ahh.. Tidak biasanya kau berada ditempat ini dan... sepagi ini... sendirian eoh"

"Ne.. sebenarnya aku ingin bertemu dengan seseorang... emm.. Sumin-ahh, kau bisa membantu ku?"

"Mwo..?"

"Hanya menyerahkan amplop ini ke seseorang. Aku berjanji ingin menyerahkan ini di sini. Tapi sejak tadi aku menunggunya, ia tidak datang juga dan aku masih ada urusan lain"

"Haish kau ini, belum menjadi bintang saja sudah sibuk. Bagaimana kalau sudah menjadi bintang besar. Pasti aku dilupakan".

"Ne tentu saja aku akan melupakan mu". Sora memeluk dan menjulurkan lidahnya.

" Kalau begitu aku akan berdoa agar kau tidak akan pernah menjadi bintang"

"Haish kejamnya doamu Sumin-ahh..". Sora menekan jari telunjuknya ke pinggul Su Min berkali-kali.

"Aah Sora.. Sudah cukup aahahahaha.. aku hanya bercanda. Aku akan menarik semua doa ku"

"Dan.."

"Dan apa?" tanya bingung Su Min. "Oh ne.. dan akan membantu mu. Tapi semua itu tidak gratis. Mengerti"

"Arraseo". Sora mendekap lengan tangan Su Min.

"Tapi Sora-ahh bagaimana caranya aku mengetahui orang yang kau maksud eoh?

"Nanti aku akan menghubunginya dan bilang amplop ini akan diserahkan oleh mu..". Sora mencubit gemas pipi Su Min. "Gumawoo Sumin-ahh".

Setelah menyerahkan amplop berwarna coklat itu Sora pergi menaiki taxi. Su Min menatar kepergian Sora dengan uang yang sudah di tangannya sekarang 350.000 Won. Tak lama ponsel Su Min berbunyi, tertera nomor Sora. Ia mengirimkan foto Su Min dan kata-kata mutiara meminta maaf atas ketidaksempatannya untuk bertemu langsung. Su Min hanya tersenyum.

-00-

-00-

"Aku pulang... Oppa...". Teriak Su Min yang jelas-jelas tidak mendapatkan jawaban. Seperti biasa ia hanya sendiri di rumahnya. Su Min melihat note yang tertempel pada lemari esnya. Tanpa membaca Su Min sudah mengetahui isi note itu. Ini waktu yang tepat untuk bekerja. Sehabis minum Su Min mengambil peralatannya dan di bawa ke ruang tengah. Hanya sebuah laptop dan harddisk. Su Min memplay musik dengan volume yang cukup keras dari laptopnya. Membuka situs yang di yang akan ia hancurkan. Memasang harddisk pada laptopnya.

"OMMO..!". Su Min meng-scroll semua film yang terdapat di situs itu. Film yang rata-rata berdurasi 30 sampai 45 menit ini menampilkan potongan film yang bisa di bilang tidak baik dilihat oleh anak di bawah umur. Yoeja berpakaian mini dengan dua namja, ada yoeja yang berciuman dengan yeoja, namja tua dengan seorang gadis cantik dan muda. Tangan Su min berhenti meng scroll setelah melihat nama file yang sama seperti yang di berikan Sora tetapi yang lebih mengejutkan untuk Sora adalah potongan film dengan adegan seperti seorang yeoja sedang mandi dan wajahnya mirip, bukan, ini bukan mirip tapi ini benar-benar Park Sora.

Su Min benar-benar ragu membuka film yang berdurasi 30 menit ia harus membuka dan menanamkan virus pada film itu sehingga nama film tersebut rusak dan setelah itu Su Min akan menghancurkan situs itu. Su Min mengeklik film tersebut. Muncul film yang memenuhi layar laptop miliknya dengan adegan Sora yang mengenakan pakaian sangat tipis berada di bawah Shower yang mengeluarkan rintik rintik air yang menhujani tubuh Sora. Musik yang di play oleh Su Min berubah menjadi suara percikan air dari Shower. Pakaian Sora yang tipis basah dan menempel pada tubuhnya memperlihatkan lekukkan tubuh Sora terutama bagian dada sora yang benar- benar telihat seperti tidak memakai apapun. Sora berpose dan bergerak perlahan dengan gemulai dan sangat seksi. Sesekali ia meremas dadanya sendiri dan memainkan nipplenya.

Tak lama seorang namja berusia sekitar 25 tahunan masuk bergabung dengan Sora. Ia melumat kasar bibir Sora dengan kedua tangannya memainkan kedua nipple Sora. Namja itu perlahan menurunkan kecupannya ke leher Sora lalu ke dada Sora. mengcup seluruh bagian dada Sora yang masih tertutup lapisan tipis. Lidah namja itu keluar dan memainkan nipple Sora dengan lidahnya dan langsung memasukkannya kedalam mulut dan menghisap kencang dengan tangan yang memeluk erat tubuh Sora. "Arrgghhh..." desah Sora cukup keras yang bergeming di setiap sudut ruangan tengah rumah keluarga Kim. Karena kaget dengan desah Sora reflek ia mengklik durasi waktu. "Ah.. ah. ah.. a...". Sora mendesah cepat seirama dengan gerakan namja yang tepat di belakang Sora. Mata Su Min terbelalak lebar melihat sahabatnya sendiri

"Haaaa... jadi kau juga suka menonton film seperti ini Sumin-ahh". Terdengar jelas suara namja dari sisi kanan Su Min membuat dirinya terkejut menggerakkan cepat tubuhknya ke kiri menjauhkan diri dari suara itu.

"Ssuga ooppa..."

-00-

-00-

TBC ^^

Mohon reviewnya ya. Gumawo udah sempetin baca dan menunggu chapter 2 ini. Semoga chapter 3 tidak selama ini. Paipai^^