The Ghost
.
.
KyuMIn Fanfiction
.
Rate T
.
Ff ini terinspirasi dari Creepypasta Indonesia, sebuah film horror Jepang, dan pengalaman pribadi saya sendiri^^
.
Tidak menerima segala macam bentuk Bash,flame, sesuatu yang tidak bermanfaat, tapi kritik dan saran sangat dibutuhkan^^
.
.
.
Happy readding^0^
.
enJOY
.
Previews chapter
"Percayalah, tuhan selalu ada disisi hamba-hambanya" Siwon tersenyum, kemudian dia menepuk pelan bahu Sungmin sebelum ia berbelok meninggalkan Sungmin yang masih terdiam kaku. Tidak lama setelahnya, satu air mata lolos dari mata Sungmin.
'Apa yang harus kulakukan, tuhan?'
`-Ghost-`
Sungmin memasuki apartemennya dengan lemas. Rasanya, lebih baik ia menginap di gereja dibandingkan ia harus kembali ke apartemennya. Tapi, itu hanya rencana.. tetap saja ia harus kembali ke apartemennya.
'Tuhan, aku mohon kepadamu. Usirlah mereka yang menggangguku. Selamatkan aku dari kondisi seperti ini..' Sungmin terus berdoa dalam setiap langkahnya. Ia dengan langkah diseretnya menuju ranjang empuknya yang dia rindukan.
"Kenapa aku mendapatkan hal semacam ini?" Sungmin menutup muka frustasinya dengan tas yang tadi ia pakai, kemudian berguling-guling diatas ranjangnya tanpa peduli ranjangnya akan menjadi berantakkan.
Dok! Dok! Dok~
Saat Sungmin masih sibuk berguling, tiba-tiba suara ketukan pelan terdengar , membuatnya langsung duduk diatas ranjang.
"Apa itu?" Sungmin menolehkan kepalanya kesegala arah dengan panik. Ia meraih gulingnya dan membekapnya erat didepan mukanya. "Aku pasti salah dengarkan?" Sungmin menggeleng-gelengan kepalanya frustasi.
DOK! DOK! DOK!
Suara itu ternyata dari dalam lemari besar berwarna putih tepat didepan ranjangnya, seperti ada sesuatu yang ingin segera keluar dari benda itu. Sungmin yang tersadar suara itu berasal dari arah lemarinya langsung beringsut menuju sudut ranjangnya menghimpit tembok.
"To-tolong, jangan ganggu a-aku~~" Cicitan Sungmin terdengar. Pria manis itu membenamkan dirinya pada selimut, sesekali juga mengintip untuk melihat keadaan. Beberapa lama suara lemari itu terus terdengar. Kadang suara gesekkan pada pintu lemari dengan sesuatu yang tajam ataupun hanya ketukkan yang terdengar.
Sungmin melongokkan kepalanya begitu sadar bahwa suara itu telah berhenti, ia menghela napasnya lega. Sungmin segera beringsut menuju tepi ranjang berniat menuju dapur, namun kegiatannya terhenti ketika suara itu kembali terdengar. Terlebih, lama kelamaan pintu lemari bajunya tiba-tiba saja bergeser sendiri. Keringat Sungmin mulai mengucur dengan deras. Bagaimana tidak? kau bisa bayangkan jika lemari bajumu tiba-tiba saja terbuka sendiri? Walaupun pintu yang bergeser itu hanya bergeser sedikit sehingga membuat celah pada lemari pakaian tersebut.
'Tuhan, tolong jaga aku! Berkati aku! Aku mohon, aku tidak tahu apa yang ada didalam-' Seruan Sungmin didalam hati harus terhenti begitu ia mendengar suara aneh. Suara itu lagi.. suara orang yang sulit bernapas atau tercekik, dan dia sangat membenci hal itu!
Cepat-cepat Sungmin kembali pada sudut ranjangnya dan berhimpitan pada tembok, rasanya itu adalah tempat yang paling aman untuknya saat ini.
AAAaaaaaaa~
"Shit!" Tanpa sadar Sungmin mengumpat begitu ia menyadari, tepat saat suara lirih itu kembali terdengar, saat itu juga ia melihat sesosok makhluk menyeramkan didalam lemarinya itu. Sosok, walaupun hanya terlihat diantara celah pintu lemarinya, tapi Sungmin sadar itu bukan hanya sekedar bayangannya semata. Sosok dengan mulut menganganya dan juga bolongan dikedua matanya seakan menegaskan bagaimana seramnya sosok dibalik pintu itu.
"Kumohon, kumohon.. pergilah, pergi~ jauhi aku!" Sungmin terus bergumam panik, ia makin menarik selimut yang ada digenggamannya untuk menyembunyikan tubuh bergetarnya didalam sana. Ia sadar, sosok itu pasti belum pergi. Terbukti dengan suaranya yang masih terdengar samar.
Tidak lama kemudian, ia mulai merasakkan sesuatu menaiki ranjangnya. Sesuatu seperti tengah merangkak naik dan berusaha untuk mencapainya. Sungmin tidak peduli, ia makin menarik selimutnya demi menutupi semua tubuhnya dengan selimut. Beberapa menit kemudian, suara itu sudah tidak terdengar lagi, ranjangnyapun sudah kembali seperti semula. Dengan napas lega, Sungmin membuka selimutnya namun-
"Kau berhak untuk mati~"
Suara serak itu terdengar tepat disebelahnya, bahkan dengan hembusan napas dengan bau yang busuk. Sungmin memberanikan dirinya untuk menoleh, namun itu adalah sebuah kesalahan fatal. Sosok itu, sosok dengan mulut menganga sangat lebar dengan rambut lusuh menjuntainya dan kedua matanya yang bolong tepat berada disamping Sungmin. Sosok itu menembus tembok, sehingga yang Sungmin lihat hanya bagian kepala dengan sedikit bahu yang menyembul, sedangkan anggota tubuhnya yang lain seakan tenggelam diantara tembok disamping Sungmin. Sosok itu terus menatap Sungmin dengan bolongan dikedua matanya. Sungmin menatap pias, keringat mengalir deras pada sekujur tubuhnya. Jantungnya berdegub sangat cepat, terlebih saat tangan-tangan ringkih dengan kuku panjangnya mulai menjulur seakan ingin menangkap Sungmin, dan disaat itulah Sungmin sudah tidak kuat dan jatuh tidak sadarkan diri.
`-Ghost-`
"Hey~ Kau sudah sadar, Ming?"
"..."
"Buka matamu, sayang. Aku disini.."
"Kyuh~?"
Sungmin mencoba membuka matanya. Gerakkan matanya terlihat begitu berat, namun beberapa detik kemudian dia berhasil untuk membuka matanya dan menemukan Kyuhyun dengan wajah cemasnya disebelah ranjangnya.
"Kau tidak apa?" Kyuhyun mengeratkan genggamannya pada tangan Sungmin dan mencium lembut jemari yang terlihat pucat digenggamannya.
"Euh, yeah.. aku tidak apa" Sungmin mencoba untuk mendudukkan dirinya diatas ranjang, ia melirik sekilas pada jam yang ada dimeja nakasnya dan menghela napas lelah. Ternyata sudah pukul sepuluh pagi, pantas saja Kyuhyun ada disini.
"Kau tidak kuliah hum?" Sungmin bertanya pada Kyuhyun yang terus menerus menciumi jemarinya dengan begitu lembut. Kyuhyun tersenyum sekilas, kemudian dia naik keatas ranjang dan merengkuh Sungmin didalam pelukkan hangatnya.
"Bagaimana aku bisa meninggalkan kekasihku yang sedang kacau seperti ini? sama saja seperti aku berangkat kuliah, tetapi nyawaku berada ditempat ini." Kyuhyun menghirup dalam-dalam rambut Sungmin.
"Aku tidak apa" Sungmin tersenyum. Ia kemudian tidak sengaja melihat baskom kecil berisi air dengan handuk yang ada didalamnya yang berada di samping kaki Sungmin. Ia mengernyitkan dahinya kemudian menatap Kyuhyun.
"Itu untuk apa?"
"Apa?"
"Baskom itu, kau yang meletakkannya?"
Kyuhyun kemudian mengalihkan pandangannya kearah baskom yang ditatap Sungmin, lalu tersenyum kecil kemudian menaruh punggung tangannya pada dahi mulus disisinya.
"Kau tidak sadar? Kau demam. Saat aku masuk sekitar tiga jam yang lalu, kau terlihat sangat pucat, aku mencoba membangunkanmu tapi kau tidak kunjung membuka mata. Lagipula, aku merasakan badanmu panas tadi. Tapi sekarang sudah tidak lagi." Jelas Kyuhyun dengan memandang mata Sungmin dan tangan yang masih setia mengelus dahi putih itu. Sungmin hanya bisa mengangguk samar, kemudian tersenyum manis dan mengucapkan terimakasih kepada Kyuhyun.
"Sebenarmya apa yang terjadi padamu? Akhir-akhir ini kau terlihat sangat kacau, kau tahu?" Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Sungmin kembali dan mendapatkan tatapan ketakutan pada wajah manis didepannya.
"K-kyu, aku.. aku sangat ingin memberitahunya kepadamu, tapi –tapi aku tidak mau kau mengalami seperti yang ku alami!" Sungmin menggelengkan kepalanya sambil menunduk. Jemarinya ia tautkan dan memainkannya sedikit.
"Ceritakanlah.. mungkin aku bisa membantumu?" Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin dan menunjukkan senyum lembutnya begitu Sungmin menolehkan kepalanya.
"Aku, aku tidak yakin.."
"Kau tidak ingin menceritakannya? Baiklah, jika itu bisa membuatmu lebih baik" Kyuhyun mengangguk kecil, kemudian mengecup sekilas tangan Sungmin dan ia segera menuju kearah baskom diujung ranjang.
"Kau mau kemana? Apa kau marah?" Sungmin menangkap lengan Kyuhyun dan menatapnya dengan tatapan sedih. Kemudian Kyuhyun mengacak rambutnya gemas dan menggeleng dengan senyum manis yang terukir dibibirnya.
"Tentu saja tidak. aku hanya akan menaruh baskom itu ke dapur, jadi kau tetap disini saja. Aku akan segera kembali." Kyuhyun mengecup sekilas kening Sungmin dan berjalan pelan keluar kamar dengan baskom yang ada didalam genggamannya.
Sungmin hanya menatap punggung Kyuhyun yang telah hilang dari balik pintu kamarnya, kemudian dia mulai menarik kembali selimutnya untuk menutupi setengah wajahnya. Atmosfir kamarnya sangat tidak nyaman, terlalu lembab dan menakutkan. Sungmin semakin memendamkan wajahnya diselimut, menunggu Kyuhyun yang tak kunjung kembali juga.
Sudah kurang lebih lima belas menit ia menunggu Kyuhyun, namun pria itu tidak kunjung muncul.
"Kyuhyun lama sekali.." Sungmin mengerucutkan bibirnya karena sebal. Ia memainkan ujung selimutnya dengan jemarinya sambli setia memandangi pintu tertutup didepannya.
Tidak lama kemudian, ia melihat pintu membuka sedikit demi sedekit dan menunjukkan Kyuhyun yang memasuki kamarnya. Sungmin tersenyum senang dan menanyakan kenapa pria itu sangat lama? Namun Kyuhyun tidak menjawabnya, pria itu malah berdiri dengan diam diujung ranjang berukuran king size milik Sungmin dan menatap kosong kearahnya.
"Ada apa Kyu? Kau tidak apa?" Sungmin sedikit menyingkiran selimutnya untuk mengawasi Kyuhyun. Pria pucat itu terlihat lebih lusuh dari sebelumnya, ia juga melihat Kyuhyun sangat aneh.
Kyuhyun dengan sangat perlahan mulai naik keranjang Sungmin, pria itu merangkak sedikit demi sedikit menuju kearah Sungmin. Anehnya, pria pucat itu membuka mulutnya sedikit demi sedikit, matanya juga mulai aneh. Namun ketika Kyuhyun mencapai tengah ranjangnya, mulutnya menganga sangat lebar dengan matanya yang lama kelamaan menjadi putih seluruhnya. Dan saat sosok itu mulai berada dijarak lumayan dekat dengan Sungmin, suara aneh itu muncul kembali, dan Sungmin tahu jika sosok itu bukanlah Kyuhyunnya.
"PERGILAH, HANTU KEPARAT!" Teriak Sungmin, kemudian pria manis itu membenamkan dirinya kedalam selimutnya. Ia tidak peduli lagi jika hantu itu akan marah! Yang ia inginkan hanya hantu itu pergi dari kamarnya dan kehidupannya!.
"Sungmin, hey... kau kenapa? Ini aku, Kyuhyun" Suara Kyuhyun terdengar samar dari balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya yang sedang meringkuk. Ia ragu apakah itu Kyuhyunnya atau hantu sialan itu, namun ia akhirnya mengintip dari balik selimutnya.
Tapi, itu adalah kesalahan kedua yang pernah ia lakukan. Sosok dengan mata melotot tajam dengan mulut yang menganga tepat berada didepan wajahnya. Sosok itu seperti menggantung dari langit-langit diatasnya, bau busuk seketika menyeruak memenuhi aroma penciumannya ketika sosok itu memfokuskan pandangannya dan sedikit menyeringai ketika mengetahui Sungmin sedang mengintip dibalik selimut tebal itu. Sungmin dengan panik kembali masuk kedalam selimut dan berteriak memaki apapun yang ada didepannya, sungguh jika ia dihadapkan dengan keadaan seperti ini beberapa kali lagi, ia tidak yakin bahwa ia masih waras nantinya.
"PERGI KALIAN! BRENGSEK! AKU TIDAK BERSALAH! PERGI! KEPARAT! SIALAN!" Gundukkan selimut yang ia gunakan terlihat bergetar dari luar. Sungmin benar-benar ketakutan sekarang, bahkan ini masih pagi dan hantu-hantu itu masih menakut-nakutinya!
Tiba-tiba pintu terbuka dengan keras. Kemudian terdengar suara Kyuhyun panik memanggil Sungmin, namun Sungmin masih diam didalam lilitan selimut yang ia gunakan. Ia takut jika itu sosok Kyuhyun palsunya lagi! Ia sangat takut. Tapi suara Kyuhyun yang berteriak panik dan mencoba untuk menarik selimutnya meyakinkan jika itu adalah sosok Kyuhyunnya yang asli.
"Sungmin! HEY! Buka selimutmu! Ada apa?!" Kyuhyun masih mencoba menarik selimut yang menyembunyikan sosok Sungmin didalamnya. Setelah beberapa tarikkan lagi, selimut itu akhirnya memperlihatkan Sungminnya. Ia sangat kacau, mukanya memerah dengan air mata yang mengumpul dikelopak matanya dan tubuh yang gemetar.
Kyuhyun dengan hati-hati membawa Sungmin kedalam pelukkannya, ia masih bisa merasakan Sungmin bergetar dipelukkannya. Ia bingung, ada apa dengan Sungmin? Padahal ia hanya meninggalkan Sungmin hanya setengah jam untuk membuat makanan, tapi kenapa Sungmin sangat kacau seperti ini?
"K-yu.. in-i, benar-benar diri-mu? Kan?" Sungmin menatap pias Kyuhyun yang ada disampingnya, kemudian ia menyenderkan kepalanya dibahu Kyuhyun begitu pria pucat itu menganggukkan kepalanya. Dirinya lega Kyuhyun sudah ada disisinya sekarang, sehingga hantu keparat itu menjauh darinya, setidaknya untuk saat ini.
"Kau kenapa? Ada yang mengganggumu?" Tanya Kyuhyun sambil mengusap pelan kepala Sungmin dibahunya.
"Aku takut"
"Takut?"
"Ya. tadi kau masuk kekamar, tapi kau berubah menjadi sosok hantu sialan itu! Aku takut" Sungmin menundukkan kepalanya. Sungguh ia sangat tertekan dengan semua keadaan ini, ingin rasanya ia bunuh diri agar semua ini berakhir, tapi ia tau ia tidak perlu melakukan hal bodoh seperti itu.
"Lalu, apa yang dia lakukan kepadamu?" Kyuhyun terus memperhatikan segala bentuk ekspresi yang Sungmin keluarkan.
"Dia-dia merangkak kearahku, lalu dia membuat suara yang sama persis dengan suaramu. Tapi ketika aku mengintip, yang ada makhluk menakutkan itu berada tepat didepan wajahku, Kyu" Badan Sungmin kembali bergetar ketika ia mengingat sosok tersebut, sosok itu terlalu jelas terekam pada memorinya.
"Ceritakan kepadaku, apa yang sebenarnya terjadi padamu?" Kyuhyun menangkup wajah Sungmin dengan kedua tangannya, kemudian memandang mata didepannya dengan tatapan teduh.
"Aku, tidak ingin kau menjalani keadaan sepertiku"
"Bukankah aku pernah berjanji bahwa aku akan selalu menemanimu dalam keadaan apapun? Mesipun aku harus menjalani ketakutan lebih dari dirimu, itu tidak masalah."
"Aku tidak bisa.."
"Tapi kau harus, Lee Sungmin"
Sungmin terlihat bingung dan ragu, ia melirik sekilas pada meja nakas dibelakang Kyuhyun dan menemukan buku diarynya diatas meja itu.
"Aku akan memberitahumu.. tapi tidak semuanya," Ucap Sungmin, kemudian ia beringsut mengambil buku itu dan menekannya pada selimut dibawahnya. Sebenarnya untuk menyentuh buku itu saja ia sudah sangat tidak sanggup, tapi ia harus.
"Apa itu?" Kyuhyun memperhatikan buku hitam yang Sungmin tekan dibawahnya,lalu beralih lagi kepada Sungmin.
"I-ini, buku diary yang aku temukan. Saat itu aku sedang berjalan bersama Eunhyuk setelah pulang kuliah minggu lalu, dan aku menemukan buku ini." Sungmin menunjukkan buku itu dihadapan Kyuhyun, lalu Sungmin segera menurunkan kembali buku itu.
"Aku ingin melihat bukunya.. coba, berikan padaku"
"Tapi berjanjilah kau tidak akan membacanya!" Sungmin menggenggam erat buku itu. Ketika Kyuhyun menganggukkan kepalanya, Sungmin mulai merenggangkan genggamannya dan memberikannya kepada Kyuhyun dengan ragu.
"Ini.. seperti pernah ku lihat," Ucap Kyuhyun dengan membolak-balikkan bukunya, tapi ia dengan sengaja membuka halaman terakhir buku itu yang membuat Sungmin menahan teriakan paniknya,
"Kyuhyun! Kau sudah berjanji!" Sungmin dengan kalap ingin mengambil buku itu sebelum Kyuhyun membuka lembaran buku itu lebih banyak, tapi itu tidak berhasil.
"Aku tidak membacanya, halaman belakang ini kosong. Kau bisa lihat sendiri" Kyuhyun menunjukkan lembaran yang ia lihat, memang hanya lembaran kosong..
Sungmin akhirnya mulai bisa kembali sedikit tenang, kemudian dia memperhatikan Kyuhyun dengan seksama, hanya untuk memastikan bahwa pria itu tidak membaca apa-apa dari sana.
Kyuhyun sedikit tersentak. Kemudian dia membulatkan matanya lebar dan menatap Sungmin dengan cemas, lalu menutup buku itu.
"Sungmin, aku ingat tentang buku ini! kau harus segera menemui seorang biarawan ataupun seorang pastur! Lee Sungmin, sebaiknya kita cepat menemui mereka!" Kyuhyun dengan tergesa segera menarik Sungmin keluar dari kamarnya dengan satu tujuan, mereka harus segera menemukan seorang pastur atau apapun itu!
'Tidak, ini tidak boleh terjadi lagi! Aku tidak bisa menyelamatkan sepupuku, tapi aku harus bisa menyelamatkan Sungmin!' Ucap Kyuhyun didalam hati.
.
.
.
.
.
TBC
Haii, saya kembali.. maaf jika kalian bosan dengan saya yang selalu muncul. Saya hanya iseng.. jdi, saya hanya mau mengepost ini ff.. kalo ada yang berminat silahkan review.. :3 kayanya ini bakalan jadi threeshot deh, hahaha... yowes, sekian cuap-cuap saya..
Maaf jika kurang memuaskan, maaf jika banyak typo, kurang feel, kurang serem, serta kurang-kurang yang lainnya.. #bow
Terimakasih untuk yang sudah mereview..! ^0^ / Saranghaeeeee, gamsahaeeeeeee... :* :*
