The Ghost
.
.
KyuMIn Fanfiction
.
Rate T
.
Ff ini terinspirasi dari Creepypasta Indonesia, sebuah film horror Jepang, dan pengalaman pribadi saya sendiri^^
.
Tidak menerima segala macam bentuk Bash,flame, sesuatu yang tidak bermanfaat, tapi kritik dan saran sangat dibutuhkan^^
.
.
.
Happy readding^0^
.
enJOY
.
Previews chapter
"Sungmin, aku ingat tentang buku ini! kau harus segera menemui seorang biarawan ataupun seorang pastur! Lee Sungmin, sebaiknya kita cepat menemui mereka!" Kyuhyun dengan tergesa segera menarik Sungmin keluar dari kamarnya dengan satu tujuan, mereka harus segera menemukan seorang pastur atau apapun itu!
'Tidak, ini tidak boleh terjadi lagi! Aku tidak bisa menyelamatkan sepupuku, tapi aku harus bisa menyelamatkan Sungmin!' Ucap Kyuhyun didalam hati.
.
.
.
`-Ghost-`
Kyuhyun membawa Sungmin menuju mobilnya yang masih terparkir di pelataran parkir apartemen Sungmin. Pria itu begitu tergesa masuk kedalam mobil bersama dengan Sungmin.
"Kyu, sebenarnya ada apa? Kita akan kemana?"
"Kita perlu pertolongan, Sungmin" Jawab Kyuhyun tanpa menoleh kepada Sungmin, kemudian melajukan mobilnya keluar dari parkiran.
"Kyu, aku lupa mengunci pintu apartemen" Sungmin menatap Kyuhyun disampingnya, kemudian dia menolehkan kepalanya kearah jendela apartemennya yang tertutup dari dalam mobil Kyuhyun.
"Sudahlah, kau tidak perlu khawatir. Aku mementingkan keselamatanmu terlebih dahulu." Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin lembut, kemudian menolehkan kepalanya sedikit untuk melihat wajah Sungmin.
Sungminpun menganggukkan kepalanya dan tersenyum, kemudian ia kembali menolehkan wajahnya kearah apartemennya, namun dia membeku ketika samar-samar dia melihat tirai jendelanya yang semula tertutup kini membuka sedikit dan ia melihat sosok dengan muka menyeramkannya sedang memperhatikannya dari sana dengan wajah datarnya.
Kyuhyun yang menyadari Sungmin menggenggam tangannya dengan sangat erat kemudian menoleh sedikit kearah Sungmin, dan mendapatkan pemuda manis itu terdiam kaku menatap jalanan didepannya dengan keringat yang meluncur bebas dari pelipisnya.
"Ming, ada apa?"
"..." Sungmin hanya menggeleng untuk menjawab petanyaan Kyuhyun. Ia merasa itu bukan sesuatu yang akan dia katakan kepada Kyuhyun sekarang, jadi dia hanya diam dan menggeleng sedikit, kadang juga menunjukkan senyum terpaksanya kepada Kyuhyun yang menatap cemas dirinya.
"Serius, Min. Kau perlu menceritakan apa yang terjadi denganmu, sayang. Jangan membuatku khawatir" Kyuhyun menatap penuh pada wajah pias disampingnya begitu mobil mereka berhenti karena lampu merah didepan sana. Namun, jawaban Sungmin tetap sama, ia hanya menggeleng dan tersenyum.
"Baiklah, jika terjadi sesuatu beritahu aku, mengerti?" Ujar Kyuhyun dengan tatapan cemasnya, Sungmin menjawab lirih kemudian mulai menatap Kyuhyun dengan raut wajah tidak terbaca.
"Kyuhyun, maafkan aku. Kau jadi terbawa oleh masalah yangku buat" Sungmin menundukkan kepalanya merasa begitu bersalah kepada Kyuhyun. Namun, Kyuhyun hanya terkekeh kecil kemudian menarik pelan kepala Sungmin kemudian mencium kening Sungmin lembut.
"Aku akan selalu berada disisimu, ingat itu. Bahkan dalam kondisi seperti ini sekalipun" Kyuhyun tersenyum lembut dan segera menginjak gasnya begitu lampu berubah menjadi hijau kembali. Mereka terus berjalan selama kurang lebih satu setengah jam, tanpa Sungmin tau kemana dia akan dibawa pergi.
`-Ghost-`
Bulan sudah berada disinggasananya ketika Kyuhyun menepikan mobilnya dipinggir jalan yang tepat berada didepan rumah yang sederhana namun terlihat cukup modern. Pria pucat itu membangunkan Sungmin yang tidur dikursi sampingnya dengan lembut.
"Ming, bangun. Kita sudah sampai" Kyuhyun menyentuh bahu Sungmin dan mengecup sedikit sudut bibir Sungmin. Pria manis itu mulai menggerakkan matanya, kemudian matanya mengerjap pelan membiasakan cahaya yang masuk ke matanya. Pria manis itu menggeliat sedikit kemudian mulai keluar dari dalam mobil.
"Kita sudah sampai?" Sungmin memperhatikan sekitarnya. Tempatnya sekarang penuh dengan pepohonan tinggi yang menjulang, juga ada sebuah danau kecil beberapa ratus meter dari tempatnya berdiri sekarang. Didepannya hanya terlihat sebuah rumah dan disamping maupun dimanapun dia tidak melihat rumah lain lagi.
"Kita sudah sampai. Ayo kita masuk kesana" Kyuhyun menggandeng Sungmin disisinya kemudian menapaki jalanan yang sedikit menanjak untuk mencapai rumah didepan mereka. Dalam perjalanan, Sungmin terus bertanya seputar rumah itu, siapa yang akan mereka kunjungi, maupun tempat ini ada didaerah mana, Kyuhyun menghela nafasnya sebentar sebelum memberitahukan semuanya pada Sungmin.
"Ini adalah rumah seorang pastur yang cukup terkenal, namun ia lebih suka tinggal ditempat seperti ini. kau tahu Choi Siwon? Ayahnya adalah pastur yang akan kita temui sekarang. Dirumah itu. Aku pernah kesini beberapa tahun yang lalu sebelum aku mengenalmu. Aku dan sepupuku pernah kesini untuk meminta bantuannya." Ucap Kyuhyun panjang lebar, kemudian ia menyudahi ceritanya ketika mereka sampai didepan pintu coklat tua dengan beberapa ukiran salib disisi kanan kirinya, kemudian ia memencet bel disisi kanan.
Ting Tong~
.
'Sebentar~'
Kyuhyun dan Sungmin dengan sabar menunggu pintu itu dibuka, beberapa menit kemudian pintu itu terbuka dan memperlihatkan sosok Siwon yang menggunakan celana jeans dan kaos oblong putihnya.
"Oh, Hai.. Ada apa kalian- Oh! Masuklah! Masuk! Cepat!" Senyum dibibir Siwon tiba-tiba saja hilang, digantikan dengan wajah cemasnya begitu ia melihat sesuatu dibelakang Sungmin. Pria tinggi itu segera menarik masuk dua orang didepannya dan menutup pintu dengan kencang lalu menguncinya.
Sungmin yang bingung hanya bisa mengerjapkan matanya, kemudian memperhatikan Siwon yang sedang berdoa didepan pintu. Sedangkan Kyuhyun segera mengeratkan genggamannya pada tangan Sungmin begitu melihat reaksi yang Siwon tunjukkan kepada mereka.
"Siwon, kau kena-" Mulut Sungmin dibekap oleh Kyuhyun begitu ia mencoba menanyakan keadaan temannya itu. Lalu dengan kesal pria manis itu menarik tangan Kyuhyun yang menutupi mulutnya, "Kenapa kau-!" Mulutnya kembali dibekap oleh Kyuhyun, kemudian pemuda pucat itu berbisik.. "Diamlah, ia sedang berusaha agar mereka tidak bisa masuk kedalam" dan bisikkan Kyuhyun berhasil membuat Sungmin diam disisinya. Beberapa saat kemudian Siwon selesai berdoa dan kembali tersenyum ramah kepada Mereka berdua.
"Maaf atas kejadian tadi" Siwon mulai berjalan duluan dan memberi isyarat agar dua orang dibelakangnya mengikuti langkahnya. "Untuk beberapa jam ini ayahku sedang berada digereja untuk melakukan pembaptisan. Oh ya, Sungmin kau tidak pernah memberitahuku jika kau kenal dengan Kyuhyun" Ucap Siwon begitu mereka sudah duduk diruang tengah.
"Ah tidak apa, Siwon-ah. Oh, iya.. aku tidak menyangka jika Kyuhyun juga mengenalmu. Maaf karena tidak menceritakannya padamu Siwon-ah, sebenarnya aku dan Kyuhyun berpacaran" Jelas Sungmin dengan pipi yang bersemu merah, sedangkan Siwon menatap sedikit terkejut pada pria manis didepannya lalu menoleh pada Kyuhyun.
"Benarkah? Kenapa kalian tidak menceritakannya padaku? Ck" Siwon menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian mulai tersenyum kembali. "Kalau begitu selamat atas hubungan kalian" kemudian tiga orang itu mulai berbincang-bincang ringan, melupakan ketegangan yang tadi sempat terjadi.
Perbincangan itu terus berjalan hingga limabelas menit, kemudian Sungmin mulai bertanya pada Siwon tentang kejadian tadi.
"Siwon-ah, boleh aku tahu kenapa tadi mukamu cemas ketika kami datang?"
"Soal itu.." Siwon melihat Sungmin ragu-ragu, kemudian melirik Kyuhyun yang ada disamping Sungmin. Kyuhyun yang dilirik hanya bisa mengisyaratkan untuk memperbolehkan Siwon bercerita apa yang terjadi padanya tadi.
"Sebenarnya, ada tiga makhluk yang mengikuti kalian- ah, bukan, lebih tepatnya mengikutimu. Mereka seakan ingin menyeretmu pergi sebelum kau berhasil masuk kedalam sini, namun aku berhasil menghadang mereka untuk sementara waktu. Kau ingat saat aku bertanya tentang mereka yang ada diapartemenmu? Makhluk itulah yang mengikutimu." Jelas Siwon dengan wajah seriusnya. Sungmin yang mendengarnya mengeratkan genggaman tangannya pada Kyuhyun, mukanya menjadi lebih pucat, dan keringat mulai terlihat dari pelipisnya.
"Kau tidak apa Ming?" Kyuhyun menolehkan kepalanya kearah Sungmin dan mengusap lembut pipi itu.
"Mereka mengikuti kita? Aku pikir mereka hanya ada diapartemenku saja" Sungmin menatap pias Siwon, Siwon hanya bisa tersenyum kecil, kemudian dia bergumam meminta maaf pada Sungmin.
"Aku pernah berkata padamu jika mereka selalu mengawasimu. Dimana mana. Jadi, mereka mengikutimu." Siwon mengusap tengkuknya, kemudian melirik Sungmin. Sedangkan Sungmin,pria itu hanya menundukkan kepalanya, menatap karpet dibawahnya terasa jauh lebih baik jika ia harus melihat kearah Siwon, seakan semua fakta tentang makhluk keparat itu harus ia dengar lebih banyak dari pria didepannya.
"A-aku izin ketoilet Siwon-ah.." Ucap Sungmin lirih, namun Siwon masih bisa mendengarnya dengan cukup jelas. Kemudian pria dengan lesung pipi itu mengangguk dan berdiri untuk mengantarkan Sungmin, meninggalkan Kyuhyun ketika pria itu mengangguk untuk mempersilahkan Siwon mengantar Sungmin.
Selama perjalanan menuju toilet,Sungmin terus menunduk dan berjalan mengikuti dari belakang, setelah sampai Sungmin langsung melesatkan dirinya masuk kekamar mandi dan mengunci pintu itu dari dalam. Tapi sebelum Sungmin benar-benar menutup pintu dengan rapat, Siwon berbisik pelan kepadanya, "Jika ada yang tidak beres, segera beritahu aku atau berteriaklah" kemudian pintu ditutup.
.
.
.
Siwon melangkahkan kakinya menuju ruang tengah kembali, kemudian ia melihat Kyuhyun yang tengah menatapnya juga.
"Tidak apa jika meninggalkannya sendirian?" Tanya Kyuhyun ketika Siwon duduk kembali ditempatnya. kemudian Siwon menggeleng pelan.
"Kurasa tidak apa, disini cukup aman dari mereka. Tapi aku belum bisa menjaminnya seratus persen. Kau ingat apa yang terjadi pada sepupumu bukan? Mereka melakukan berbagai cara untuk bisa mendapatkan dia, dan akhirnya mereka berhasil." Siwon menghela napasnya resah, ia kembali mengingat bagaimana sepupu Kyuhyun itu dibawa kemari oleh Kyuhyun sendiri.
"Kau tahu, aku sangat mengkhawatirkan Sungmin. Lagipula aku bingung, bagaimana buku itu bisa kembali utuh? Padahal kau dan ayahmu sudah merobek-robek buku itu dan juga membakarnya dan aku melihat semua itu, tapi kenapa?" Kyuhyun menumpukan kepalanya pada tangan yang ia lipat, Siwon hanya bisa membuang napasnya dengan berat, ingatannya pada 7 tahun yang lalu kembali teringat.
Sepupu Kyuhyun dibawa kemari dalam keadaan depresi berat, Kyuhyun bilang sepupunya itu mengalami hal-hal yang mengerikan setelah membaca sebuah diary yang ada diatas loteng rumah mereka. Dia bilang ada tiga sosok yang berada didalam kamarnya, namun Kyuhyun yang mendengarkan itu tidak mengambil pusing tentang cerita itu, ia hanya mengira itu semua khayalan sepupunya. Tapi begitu ia melihat sepupunya yang berada disudut kamar dengan muka yang sangat ketakutan dan sebuah pisau yang melayang sendiri dihadapan sepupunya itu langsung membawanya ketempat Siwon. Ayah Siwon bilang nyawa sepupunya itu dalam bahaya, tiga makhluk itu mengincar nyawanya karena ia membaca buku itu. Ayah Siwon memulai ritual untuk mengusir hantu-hantu itu, namun gagal. Sepupu Kyuhyun tidak berhasil diselamatkan karena ketiga makhluk itu merasuki dirinya, mengambil kesadarannya, dan membuat sepupu Kyuhyun bunuh diri dengan sebuah gregaji listrik yang diarahkan tepat pada lehernya.
.
"Aku sangat berharap bisa menyelamatkan Sungmin." Ucap Siwon kemudian dibalas oleh anggukkan Kyuhyun.
"Apakah ayahmu masih lama?"
"Kurasa tidak, mungkin ayahku akan pulang sekitar satu jam lagi" Siwon melirik jam tangannya sebentar, kemudian menyandarkan dirinya disofa.
"Beruntung kalian datang kesini ketika aku ada, biasanya aku lebih memilih untuk tinggal di apartemenku didekat kampus." Siwon bergumam sendiri, tapi Kyuhyun bisa mendengarnya. Kyuhyun menganggukkan kepalanya setuju, jika Siwon tidak ada disini, mungkin dia dan Sungmin.. entah apa yang akan terjadi nantinya.
"Uh, Sungmin lama sekali" Kyuhyun menengok kearah lorong yang menghubungkan ruang tengah menuju toilet, sudah hampir sepuluh menit Sungmin ada didalam tapi dia belum juga keluar.
"Kurasa tidak apa-apa, tadi aku sudah-"
BRAK! BRAK! BRAK!
'SIWON-AH! TOLOOONG!'
Siwon terkesiap ketika mendengar teriakkan dan gebrakan dari arah kamar mandinya. Kyuhyun dengan cepat menuju lorong untuk mencapai kamar mandi, dan Siwon menyusul dibelakangnya dengan salib yang ia genggam pada tangan kanannya.
"Ming! Kau baik-baik saja?!" Kyuhyun menggedor dengan keras pintu didepannya, mencoba untuk membuka pintu yang terkunci itu, "BUKA KUNCINYA!".
"Aku sudah mencobanya! Tapi tidak berhasil! Tolong akuu!" Teriakkan Sungmin dari dalam menambah kalut suasana, Siwon akhirnya maju dan menyuruh Kyuhyun untuk sedikit mundur.
"AKU AKAN MENGUSIRMU DALAM NAMA TUHAN! Keluarkan Lee Sungmin sekarang juga!" Suara Siwon menggema cukup keras, kemudian suasana tiba-tiba hening. Lalu desisan samar terdengar dari dalam kamar mandi.
"Kau! Kau tidak akan mengusir kami, baik dalam nama Tuhan ataupun dalam nama setan. Apakah kamu pernah mendengar ada setan satu mengusir setan yang lain?" Desisan itu bukan Sungmin, suara serak itu terdengar meremehkan, namun Siwon dengan tenang menyahuti suara itu.
"Aku bukan setan-.." Siwon menarik napasnya sejenak, "Aku adalah pelayan Kristus."
Namun hantu didalam sana semakin berang dengan Siwon yang terus menerus mencoba mengusirnya, ia kemudian mendesis lagi " Seorang pelayan Kristus, tentu saja!" kemudian suara kekehan meremehkan terdengar, "Kukatakan padamu, bahwa kau lebih buruk dari pada aku! Aku percaya, sedangkan kamu tidak mau percaya. Apakah kau mengira bahwa kau dapat mengusir kami dari orang sialan ini?! pergilah dulu dan usir setan-setan dari dalam hatimu sendiri!" Kemudian suara tawa terdengar melengking dari dalam sana.
"Kyuh~ tolong, aku~" Suara Sungmin samar-samar terdengar diantara suara tawa melengking itu, kemudian Kyuhyun tersadar bahwa keadaan Sungminnya didalam sana sedang terancam.
"MING! SUNGMIN! BUKA PINTUNYA! MAKHLUK KEPARAT!" Kyuhyun mencoba mendobrak beberapa kali pintu itu dengan kencang. Siwon juga makin membentak makhluk itu untuk segera pergi, "Tuhan! Tolonglah anakmu yang malang ini!" Siwon menempelkan salibnya pada pintu kamar mandi, kemudian suara erangan dari dalam sana terdengar, beberapa menit berlalu dan suasana kembali hening. Kyuhyun mencoba membuka pintu kamar mandi dan akhirnya suara kunci terbukapun terdengar.
Kyuhyun langsung masuk kedalam meninggalkan Siwon yang masih berada didepan pintu untuk berjaga-jaga. Didalam sana, Sungmin tergeletak lemas diatas lantai kamar mandi dengan muka yang sangat pucat, dengan hati-hati Kyuhyun membawa Sungmin kedalam gendongannya kemudian segera membawa Sungmin keruang tengah.
.
.
"Ming, bukalah matamu. Aku disini sayang, buka matamu" Kyuhyun terus menciumi tangan Sungmin dan mengoleskan minyak untuk menghangatkan tubuh Sungmin. Kyuhyun meredupkan pandangannya ketika melihat wajah pias Sungmin. Seandainya ia bisa membantu untuk segera mengusir makhluk-makhluk itu, ia akan segera melakukannya, tapi ia tidak bisa.
Sementara itu Siwon sedang sibuk menelfon, mukanya tampak cemas. Beberapa kali ia terlihat menghubungi nomor yang sama, mungkin menelfon ayahnya.
"Kyuhyun-ah, Sungmin sudah sadar?" Siwon menoleh kebelakang untuk melihat keadaan Sungmin namun Kyuhyun hanya membalas dengan gelengan lemahnya.
"Kurasa ayahku baru bisa sampai kemari dalam tigapuluh menit lagi, aku juga memintanya untuk membawa seorang Uskup kemari." Siwon menyimpan handphonenya ketika ia memutuskan untuk mengirimkan sebuah email kepada ayahnya. Kemudian lelaki tinggi itu duduk disamping Sungmin yang masih belum sadar.
"Ming, aku mohon buka matamu" Kyuhyun kembali menempatkan ciumannya pada tangan Sungmin, dan sepertinya perlakuan Kyuhyun membuat Sungmin sedikit-demi sedikit tersadar.
"Kyuh-yun?" Sungmin mengerjapkan matanya, kemudian memandang Kyuhyun. Kyuhyunpun tersenyum kemudian memeluk tubuh lemas itu, Siwonpun tersenyum lega ketika Sungmin menoleh kepadanya.
"Kau tidak apa, Min?" Siwon bertanya dengan mata sendunya. Sungmin menoleh sekali lagi dan mengangguk.
Suasana hening lagi, Sungmin masih dalam posisi dipeluk oleh Kyuhyun. Dagunya ia tumpukan pada bahu Kyuhyun. Ia lelah, sangat. Terlebih atas kejadian tadi..
.
Sungmin side, at bathroom
Sungmin masuk kedalam kamar mandi, lalu mengunci pintu itu dari dalam.
"Apa yang harus kulakukan, Tuhan?" Sungmin menumpukan tubuhnya pada wastafel didepannya, lalu menatap wajahnya didepan cermin yang cukup besar didepannya. Dengan hembusan napas kasar, ia menyalakan keran air dan membasuh mukanya agar terlihat lebih segar.
Sungmin kemudian memandang kamar mandi yang cukup luas tersebut, memandang setiap sudutnya dengan seksama. Pojok samping kiri didepannya ada sebuah bathup berwarna putih dengan tirai yang menutupi setengah bathup itu, kemudian ada ruang shower yang berada beberapa meter dari bathup. Kemudian ia melirik kearah lain, dan matanya tertuju pada jendela disamping kanannya, tirai pada jendela itu tersingkap sehingga memperlihatkan jalanan dan hutan lebat yang gelap didepan sana. Sekelebat ia melihat bayangan melintas didalam kegelapan, pikirannya langsung berkeliaran membayangkan ketiga sosok yang ada didalam apartemennya, lalu cepat-cepat ia berbalik kedepan wastafel lagi, kemudian memperhatikan pantulan dirinya didalam sana lalu menyentuh wajahnya sendiri.
"Apakah wajahku sepucat itu?" Ia menyentuh pipinya dan terus bergumam sendiri, hingga ia merasa bosan dan dengan usil ia melambaikan tangannya kearah cermin. Sekitar satu menit ia melakukan itu didepan cermin, namun ada yang janggal. Sungmin mencoba melambaikan kembali tangannya didepan wajahnya, namun bayangannya didepan cermin tidak mengikutinya. Kemudian dia terdiam, jantungnya mulai berdegub dengan tidak teratur, kemudian ia kembali mencoba didepan cermin itu, namun kali ini ia mencoba tersenyum lebar didepan cermin namun bayangannya disana hanya menatap dirinya datar.
"Ada yang tidak beres.." Gumam Sungmin pada dirinya sendiri, kemudian ia segera mendekati pintu kamar mandi. Tapi sialnya salib yang selalu ia bawa tertinggal didepan wastafel, jadi ia harus mengambilnya. Dengan hati-hati Sungmin menghindari tubuhnya akan terpantul dicermin, ia menjulurkan tangannya dan akhirnya mendapatkan kembali salibnya, kemudian ia melihat kearah cermin dan ia benar-benar ingin berlari dari kamar mandi saat itu juga. Bayangannya, bayangannya ada didalam cermin itu walaupun dirinya tidak berada didepan cermin itu, bayangannya masih terdiam didalam cermin. Sungminpun memundurkan langkahnya secara perlahan, iapun berhaasil meraih gagang pintu dan siap untuk membukanya, namun saat ia ingin membuka pintu itu, suara makhluk terkutuk itu terdengar..
AAAAaaaaaaaaaaa~
"Oh, sial, sial, sial! Brengseek!" Sungmin dengan panik memutar-mutar gagang pintu untuk membukanya, matanya masih menatap bayangan dirinya didalam cermin, namun pintu tidak terbuka sama sekali. Bayangan dirinya didalam cermin perlahan berubah, bayangan itu perlahan memudar, sedikit-demi sedikit memperlihatkan hantu dengan mata lebarnya, Sungmin semakin panik dan iapun berteriak kencang dengan tangannya yang menggedor keras pintu kamar mandi.
BRAK! BRAK! BRAK!
'SIWON-AH! TOLOOONG!'
Tidak lama kemudian terdengar suara Kyuhyun didepan sana menyuruhnya untuk membuka kunci, tapi demi apapun, Sungmin sudah membuka kuncinya dari tadi! Sedangkan makhluk didalam cermin itu mulai merangkak keluar dari cermin dan merangkak kearahnya, bunyi tulang-tulang patah terdengar ketika makhluk itu mulai mendekatinya.
Ia terus menggedor pintu dengan kencang, airmatanya mulai merembes turun karena panik dan rasa takutnya. Kemudian suara Siwon terdengar dari luar.
"AKU AKAN MENGUSIRMU DALAM NAMA TUHAN! Keluarkan Lee Sungmin sekarang juga!" Sungmin gemetar, ia tidak berani melihat kebelakang, dimana suara yang ia benci itu terdengar tepat dibelakang tubuhnya, lalu sebuah suara serak yang menakutkan terdengar dari belakangnya.
"Kau! Kau tidak akan mengusir kami, baik dalam nama Tuhan ataupun dalam nama setan. Apakah kamu pernah mendengar ada setan satu mengusir setan yang lain?" Saat Sungmin menoleh sedikit, makhluk itu benar-benar tepat ada dibelakangnya, kemudian makhluk itu menyeringai kearah Sungmin dan detik itu juga Sungmin jatuh terduduk diatas lantai dingin kamar mandi.
Sungmin tidak peduli pada makhluk itu maupun suara Siwon yang menyahuti hantu keparat ini, yang ia tahu, ketika suara tawa melengking dari hantu itu, ia mengerang lirih meminta Kyuhyun menolongnya, kemudian ia jatuh pingsan.
.
.
Kyuhyun menerima segelas coklat hangat dari Siwon, kemudian membantu Sungmin meminum coklat hangat itu. Ini sudah duapuluh menit setelah kejadian itu, keadaan sekarang sudah lebih tenang. Siwon menaruh salib pada setiap sisi rumahnya, Sungminpun aman berada diantara dirinya dan Kyuhyun. Sekitar sepuluh menit lagi ayahnya akan datang, maka keadaan setidaknya akan lebih aman dari ini.
"Sekarang tenanglah, kita hanya perlu menunggu ayahku datang" Siwon tersenyum menenangkan, kemudian membuka alkitab dan mulai membacanya dalam hati. Sungmin hanya mengangguk dan menyandarkan dirinya pada bahu Kyuhyun, ia menghela napas berat, kemudian memperhatikan sekitar.
"Kyu, kenapa diluar sangat gelap?" Tanya Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya pada rerimbunan pohon diluar sana. Tanpa diduga, didalam rerimbunan pohon itu ada tiga sosok itu, memandang Sungmin dengan tatapan tajam mereka. Sungminpun menarik-narik lengan baju Kyuhyun kemudian menunjuk tepat kearah jendela.
"OH SHIT! CHOI SIWON!" Kyuhyun tanpa sengaja berteriak, ketiga makhluk itu tiba-tiba saja ada didepan jendela dan menggaruk-garuk jendela dengan kuku-kuku mereka yang panjang. Siwonpun yang melihat itu memanjatkan doanya semakin keras. Beberapa menit kemudian makhluk itu perlahan mulai menghilang, namun ada noda dijendela itu yang mereka tinggalkan. Siwonpun beranjak dan dengan hati-hati menuju jendela itu.
Kami akan mendapatkan anak itu
Siwon kemudian segera kembali kesofanya dan memanjatkan doa kembali dengan sangat serius, tidak lama kemudian bel dari arah pintu depan terdengar.
Siwon menuju kedepan diikuti oleh Sungmin dan juga Kyuhyun dibelakangnya, kemudian membuka pintu itu dengan hati-hati.
"Siwon, sebaiknya kita bawa dia langsung ke gereja, ayahmu sudah menunggu disana."
"Baiklah, ayo kita segera kegereja"
`-Ghost-`
Dalam perjalana menuju gereja, mereka semua terdiam. Dimobil yang berisikan tiga orang tersebut terasa sangat hening. Siwon sesekali melihat kebelakang dari pantulan kaca spion tengah untuk memastikan jika dua orang dibelakang baik-baik saja. Sedangkan Kyuhyun dan Sungmin hanya terdiam sambil berpegangan tangan dengan erat.
Seorang suruhan dari ayah Siwon memberitahu jika mereka termasuk ayahnya tidak bisa masuk kedalam rumah, karena tiga sosok itu berjaga pada sisi-sisi rumah. Ayah Siwon dan seorang Uskup memilih ke gereja duluan, sedangkan Kim Ryeowook, asisten dari ayahnya Siwon diutus untuk menyampaikan kepada mereka untuk segera kegereja. Ryeowook bisa menuju rumah itu karena memang saat pengusiran tujuh tahun lalu ia tidak ada, jadi sosok-sosok itu tidak menaruh curiga pada Ryeowook.
"Kyuhyun-ah.." Ucap Sungmin, Kyuhyun menoleh dan berdehem untuk menyahut. Sungmin menggelengkan kepalanya, merasa ia tidak perlu untuk mengucapkan sesuatu.
"Ada apa?" Kyuhyun mengeratkan genggaman tangannya dan mengusap punggung tangan Sungmin dengan ibu jarinya.
"Tidak ada.." Sungmin kemudian menolehkan kepalanya untuk melihat jalan yang lumayan gelap, jarak antara rumah Siwon dan gereja lumayan jauh, sekitar 1 kilometer. Diperjalanan semuanya terasa lancar, sampai tiba-tiba dari atas kap mobil terdengar bedebum tidak terlalu keras.
Siwonpun menghentikan sebentar laju mobilnya dan beranjak keluar untuk melihat keadaan. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama, dan Sungmin hanya terdiam didalam mobil sendirian. Ia memainkan tangannya untuk mengusir pikiran-pikiran negatifnya.
AAAAAAaaaaaaaaaa~
Suara itu kembali terdengar, walaupun samar namun Sungmin bisa mendengarnya. Dengan panik dia menolehkan kepalanya kesegala arah demi menemukan sosok Kyuhyun dan Siwon maupun sosok menyeramkan itu, sialnya mobil tiba-tiba saja terkunci dan tiga sosok itu muncul dari samping kanan dan kirinya maupun dari arah depan.
"K-Kyu-Kyuhyun! Aarght!" Sungmin berusaha keluar dari mobil itu, namun usahanya sia-sia. Dan satu-persatu dari tiga sosok itu mulai merasuki tubuh Sungmin, tubuh Sungmin menegang beberapa kali hingga akhirnya tubuh itu terdiam kaku.
Tidak lama kemudian Kyuhyun juga Siwon masuk kedalam mobil, dan Siwon langsung melajukan mobilnya kembali.
"Maaf menunggu lama Sungmin-ah, tadi ada gangguan sedikit. Seekor burung tiba-tiba saja terjatuh diatas mobil." Jelas Siwon tanpa menolehkan kepalanya. Sedangkan Sungmin hanya terdiam kaku, menunduk dengan wajah pucat dan napasnya yang cepat.
"Ming, kau kenapa?" Kali ini Kyuhyun yang bertanya. Pria itu menggenggam erat tangan Sungmin namun Segera Sungmin tepis dengan kasar tangan Kyuhyun dan menggeleng pelan.
Dalam perjalanan kembali, suasana jauh lebih sepi. Siwon beberapa kali melirik melalui spion tengah dan mendapati Sungmin yang menatap datar kearahnya.
"Sungmin, ada apa?" Tanya Siwon dengan menaikkan sebelah alisnya, menatap heran pada Sungmin yang terus menatapnya. Beberapa meter lagi adalah gereja, tapi mengapa ia merasa sangat tidak nyaman sekarang.
"Dia tidak disini" Suara serak terdengar sangat lirih. Siwonpun menginjak rem dengan mendadak ketika mendengar suara itu. Iapun langsung menoleh kearah Sungmin yang masih menatap dirinya.
"Apa maksudmu?"
"Dia tidak disini"
"Oh sial! Kyuhyun, cepat gantikan aku! Bawa mobil ini sekencang-kencangnya menuju gereja yang ada didepan sana!" Siwon mengumpat dan segera menuju jok belakang lalu duduk disebelah Sungmin, kemudian Kyuhyun langsung duduk dibangku pengemudi dan melajukan dengan kencang mobil audi hitam itu.
"Dengan nama Yesus Kristus! Siapa kau?!" Ucap Siwon, tangannya menggenggam paksa tangan Sungmin yang mencengkram erat jok mobil yang ia dudukki, kemudian Sungmin menoleh dan menyeringai kearah Siwon. "Hana, dul, set.."
"OH DEMI TUHAN! Cho Kyuhyun! Bawa mobil ini lebih cepat ke arah gereja!"
.
.
.
.
Braaak!
Pintu gereja terbanting dengan keras mengagetkan orang-orang yang ada didalam sana. Siwon masuk dengan Kyuhyun dan dirinya yang menyeret Sungmin yang terus memberontak. Sungmin terus memberontak dan menyumpahi segala sesuatu yang ada didalam gereja, mukanya memerah dengan beberapa urat yang menonjol dilehernya karena terlalu banyak berteriak.
"Ayah! Bantu aku!" Siwon berteriak memanggil ayahnya, dengan susah payah ia dan Kyuhyun terus menarik tubuh Sungmin. Ketika ayahnya berada tepat didepan Sungmin, Sungmin terdiam beberapa saat, kepalanya menunduk dan ia hanya terkekeh merendahkan.
"Kau pikir kau akan mengusir kami? Tidak ingatkah kau pada kejadian tujuh tahun lalu? Apa kau pikun? Kau lebih bodoh dariku, keparat sialan!" Teriak Sungmin tepat dimuka sang pastur, kemudian ia kembali memberontak dalam pegangan kedua lelaki tinggi itu.
"Aku tidak pikun, aku ingat pada kalian. Dan aku berjanji pada diriku sendiri untuk mengusir kalian dari tubuh anak adam ini!" Ucap pastur, kemudian ia memimpin menuju altar.
Kyuhyun masih setia memegangi tubuh Sungmin, namun Siwon digantikan oleh Ryeowook, meski tubuhnya lebih kecil dari Sungmin, tapi ia mampu menyeimbangkan Sungmin.
"Aku minta pada kalian, pada ritual kali ini.. tolong lakukan apapun yang kuminta tanpa bertanya. Dan jangan pernah bertanya ataupun memperhatikan perkataannya." Sang pastur memulai. Ia kemudian membuka sebuah buku ditangannya. "Malam ini kita bukan berbicara pada anak ini"
"Pegang dia erat-erat! Kita akan mulai"
Kirim bantuan dari tempat suci, Tuhan. Dan beri dia perlindungan surgawi, semoga tuhan bersamamu. Bapa kami yang ada disurga, dimuliakan namaMU.
Sungmin menegakkan kepalanya, matanya menatap tajam sang pastur maupun uskup didepannya.
"Kalian kira kalian bisa menyelamatkan anak ini?"
Berilah kami keberuntungan malam ini, dan ampunilah kami seperti kami mengampuni yang bersalah kepada kami. Jangan masuki kami dalam percobaan, tapi bebaskanlah kami dari yang jahat!
Sungmin berteriak keras, ia memberontak dengan sangat keras dari genggaman Kyuhyun dan Ryeowook.
"Siapa Kau iblis? Katakan namamu!"
Teriakkan Sungmin menjadi lebih keras, urat-uratnya terlihat dari sisi-sisi lehernya. Kyuhyun yang melihatnya hanya bisa berdoa dalam hati untuk keselamatan kekasihnya itu.
"Hana, dul, set!" Teriak Sungmin kepada sang Pastur yang berada didepannya.
"Dalam nama Tuhan kami, kuperintahkan, katakan namamu!"
"KAMI YANG BERADA DIDALAM! AKU YANG MENDIAMI BELIAL! AKU DIDALAM LEGIO! DAN AKU ADALAH LUCIFER!" Teriakkan Sungmin membuat beberapa binatang yang ada pepohonan diluar gereja berterbangan, Ryeowook hampir saja melepaskan tangannya, Kyuhyun menahan air mata yang hendak keluar.
"Oh Tuhan, aku berdoa kepadaMU! Tolonglah anakmu yang malang ini!" Bentak sang Uskup, kemudian Sungmin terdiam, menundukkan kepalanya dan terkekeh kecil.
"Dan aku berdoa, Lucifer" Sungmin kemudian mendongak melihat sang Uskup didepannya, "Agar pengkhotbah ini tidak akan pernah meninggalkanmu, tetapi semoga ia tetap memujamu dengan segenap kekuatannya, seperti yang dilakukannya saat ini." Kemudian Sungmin tertawa keras, mukanya memerah sempurna. Siwon yang melihatnya hanya bisa terus membaca alkitabnya dengan lantang.
Sang Uskup mengambil sesuatu dari samping altar, kemudian dia memperlihatkan kepada Sungmin Sakramen Maha Kudus dan mulai membacanya lebih keras, " Aku perintahkan engkau, dalam nama Tuhan yang hidup. Emmanuel yang Agung yang hadir disini, yang didalamNya engkau percaya."
Sungmin mengerang kesakitan, matanya membulat lebar dan terus menerus berteriak kesakitan, kemudian sang Uskup membacanya lagi, "Aku perintahkan Engkau , oleh karena namaNya. Untuk meninggalkan tubuh ini!" suara lantang sang Uskup bersahutan dengan teriakkan Sungmin. Tubuhnya mengejang, wajahnya menjadi pucat pasi, ia bergetar dalam pegangan Kyuhyun dan Ryeowook. Kemudian Sungmin mulai mendesis kesal.
"Kenapa? Kenapa kami?! Aku tidak akan pergi sebelum kalian meminta maaf kepadaku! Orang tua brengsek itu telah memperbudak kami selama bertahun-tahun! Kami hanya ingin meminta balas dendam atas kebrengsekkan dia!" Sungmin berteriak lagi, kemudian berpaling kearah Kyuhyun dan menatap tajam pria itu.
"KAU! Saudaramu itu telah memperbudak kami! Kami akan meminta balas dendam pada orang-orang yang berhubungan denganmu! Brengsek!" Sungmin memukul dengan keras keramik dibawahnya hingga hancur dan tangannya dipenuhi oleh darah.
"Siapa?" Tanya Kyuhyun tanpa sadar, kemudian Sungmin kembali menoleh.
"PAMANMU! Keparat!" Sungmin menyeringai, kemudian kembali memberontak. "Anak ini telah membaca buku yang telah kami kutuk! Buku berwarna hitam, siapapun yang membacanya tidak akan kami biarkan hidup! Paling tidak sebelum kau menuruti permintaan kami! Setidaknya biarkan kami tenang!" Sungmin kembali berteriak keras. Semua orang yang ada disana menatapnya dengan pias.
"Dengan nama Tuhan, kuperintahkan kau untuk pergi dari tubuh anak ini! Biarkan semua yang lalu! Dia adalah orang yang suci! Kau tidak berhak atas tubuhnya maupun jiwanya, iblis terkutuk!" Sang Uskup yang mulai mengerti keadaan apa yang terjadi kemudian kembali berbicara. Kemudian Pastur memercikkan air suci dan memulai berdoa.
Sungmin terus menggeliat, menahan rasa sakit. Tubuhnya mengejang sempurna dan kemudian asap-asap putih keluar dari mulutnya. Matanya yang semula berwarna putih seluruhnya kini perlahan menjadi normal. Dan tubuh yang tadinya kaku itu kembali menjadi lemas, dan Sungminpun jatuh tidak sadarkan diri.
.
.
.
"Kyuhyun, sepertinya ini adalah kesalahan dari pamanmu. Ia sepertinya telah melakukan persekutuan dengan para iblis, namun pamanmu itu hanya memperbudak mereka tanpa menuruti apa yang sudah dijanjikan. Tentang buku itu, aku rasa itu adalah buku harian dari sepupumu yang satu lagi, anak dari pamanmu itu. Ia telah melihat mereka bertiga, kemudian mereka bertiga menjadikan dia sebagai tumbal begitupun dengan sepupumu yang satunya." Jelas ayah Siwon saat mereka sudah berada dirumah keluarga Choi lagi. Sungmin sedang tidur dipangkuannya, keadaannya menjadi lebih baik sekarang.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" Jawab Kyuhyun sambil mengelus rambut Sungmin. Ia menatap sendu Sungmin.
"Ku rasa, Sungmin tahu carannya" Ayah Siwon kemudian menepuk pundaknya kemudian beranjak keteras depan, tidak lama kemudian Siwon datang dengan dua cangkir teh hangat.
"Dia sudah lebih baik?" Tanya Siwon dengan menyeruput tehnya, kemudian tersenyum ketika melihat Kyuhyun mengangguk.
Tidak lama kemudian Sungmin bangun dari tidurnya dan sedikit menggeliat, kemudian ia mendudukan tubuhnya.
"Eung, ah Siwon-ah.. Maaf merepotkanmu" Sungmin mengusap tengkuknya dan menunduk sungkan, kemudian Siwon hanya tertawa untuk menanggapi temannya itu.
"Sudahlah tidak apa, kurasa Siwon memang orang yang baik" Ucap Kyuhyun dengan wajah menyebalkannya, kemudian Siwon melemparkan bantal yang ada dikursi tepat mengenai muka Kyuhyun.
"Aku memang lelaki baik, dasar bodoh!" Siwon tertawa lebih kencang ketika melihat Kyuhyun kesal.
"Oh ya, Kyuhyun dan Siwon-ah, bisakah kalian mengantarkanku ke suatu tempat? Arwah sepupumu datang kedalam mimpiku, ia memberitahu cara untuk lepas dari makhluk-makhluk itu" Ucapan Sungmin berhasil menghentikan perang konyol antar dua teman itu, lalu keduanya mengangguk menyetujui hal tersebut.
`-Ghost-`
Pagi hari yang cerah, terlihat Sungmin, Siwon dan Kyuhyun berdiri tepat didepan rumah tua yang sudah lama tidak terpakai. Rumah itu adalah rumah paman Kyuhyun yang sudah tidak ditempati lagi, Sungmin bilang ia harus mengembalikan buku diary itu ketempat asalnya. Jadi mereka masuk kedalam rumah, dipimpin oleh Kyuhyun dan diakhiri oleh Siwon dengan Sungmin yang berada diantara mereka berdua. Mereka menaiki tangga menuju loteng, dan membuka sebuah kotak kayu penuh debu, Sungmin membuka buku hitam itu tanpa mau membaca isinya, kemudian ia membuka cover buku itu hingga menemukan sebuah kunci kecil yang ternyata adalah kunci dari kotak itu.
"Kyuhyun, tolong bukakan kotak itu. Aku tidak boleh membuka itu karena bisa saja mereka malah membuatku masuk kedalam sana" Kemudian Sungmin menyerahkan kunci itu, tanpa banyak bertanya Kyuhyunpun membuka kotak itu dan ternyata didalamnya terdapat banyak barang. Seperti gigi-gigi manusia, binatang-binatang, jimat-jimat, atau entah apa lagi yang ada disana. Kemudian Sungmin menyuruh Siwon mendekat.
"Wom-ah, tolong kau robek halaman yang menempel pada sampul paling depan, kemudian kau taruh buku ini kedalamnya sedangkan kertas itu kau pegang" Siwonpun mengangguk dan menuruti perintah Sungmin. Ia merobek kertas yang ditunjukkan Sungmin, kemudian menyimpannya dan terakhir menaruh buku itu kedalam kotak.
"Sekarang tolong kunci kotak itu, kemudian kita pergi ke laut" Titah Sungmin yang sepenuhnya dijalani oleh dua pria tinggi itu.
.
.
"Kau tahu kenapa aku tidak melakukan apa yang kalian lakukan tadi?" Sungmin menatap bergantian Kyuhyun dan Siwon, kemudian mereka berdua menggeleng dengan kompak.
"Sebenarnya, kotak itu hanya boleh disentuh oleh orang yang masih mempunyai keturunan keluarga Cho. Karena kotak itu adalah semacam jimat perlindungan. Sedangkan lembaran yang menempel itu, adalah janji-janji yang dibikin oleh paman Kyuhyun, jadi aku lebih baik meminta Siwon memegangnya, dan terakhir kertas itu.. sepupumu bilang, ketiga sosok itu ingin dibebaskan di lautan, entah karena apa" Jelas Sungmin dengan tatapan sendunya.
"Aku mengerti.. sekarang, setidaknya kau sudah selamat." Kyuhyun memeluk Sungmin dengan sayang, kemudian mengecup pucuk kepala Sungmin dengan sayang.
"Aku juga senang membantu kalian. Setidaknya ini membantuku agar lebih dekat dengan Tuhan" Siwon tersenyum tulus melihat kebahagiaan pasangan disampingnya. Setidaknya dengan melihat mereka tersenyum bahagia, lukanya tujuh tahun lalu sedikit terobati. Sepupu Kyuhyun yang meninggal itu adalah orang yang dicintainya, mereka sudah menjalin hubungan tanpa diketahui oleh siapapun, tidak terkecuali oleh Kyuhyun..
"Kibum.. setidaknya aku bisa melihat mereka yang pernah mengalami kejadian sepertimu tersenyum bahagia. Aku mencintaimu.."
.
.
.
.
.
END!
.
.
.
AAAKKHH! Akhirnya selese jugaaaaa... uhuhuhu, maaf banget kalo jadinya gak jelaaas, sumpah saya bingung bikinnya :'v sudahlah, yang penting ini udah selesai. Utang ff berarti tinggal satu.. :3 oh iya, maaaf banget, maaf banget, maaf aku bukan orang kristen, katolik, ataupun protestan tapi aku bikin ff yang kaya gini.. aku cuman mau berfantasi, maaf jika gak berkenan, maaf banget /.\
Maaf buat typo, gak dapet feel, gak serem, gak nyambung, gak jelas, ataupun yang lainnya.. saya minta maaf.. ehehe..
Reeview pleeaaseeee :DDD
*kiss *bighug
