Love Competition
Chapter 9
"Final Battle"
.
Naruto by Masashi Kishimoto
LC by QQ
Pairing: Sasuke Uchiha x Hinata Hyuuga
Notes: AU, OOC, Typos, Language, etc.
.
.
.
Malam ini tepat jam 11 malam di sirkuit Konoha. Para peserta taruhan dan pendukung sudah mulai berkumpul. Berita manual dan personal yang Sasuke ketik untuk teman-temannya, menyedot ratusan penonton penggemar meraka. Dan balapan yang biasa dilakukan ini seakan menjadi tontonan gratis bagi mereka.
Naruto hanya berdiam diri menyandarkan tubuhnya didepan mobil kesayangannya Koenissegg CCVR Trevita X-1. Mengamati kedua lawan mainnnya saat ini. Ujung kuningnya bergoyang mengikuti alunan angin malam. Tidaklupa ikat kepala berwarna hitam yang ia ikat melingkar di kepala depannya dan simpul dibelakang kepala. Raut wajah tegas dan tampan menunjukkan keseriusan dan aura penantian persaingan ini untuk segera berakhir.
"Sasuke, darimana kau dapat ide ini untuk mengakhiri kompetisi kita?", Naruto membuka percakapan.
"Setidaknya persaingan akan segera berakhir.", Sasuke menjawab dengan tanpa melihat ke Naruto. Ya, Sasuke jengah dengan persaingan tidak seimbang ini. Dimana ia yang tidak mampu dalam pendekatan, sehingga akan lebih adil diselesaikan secara jantan. Benarkan?
"Kupikir mungkin karena kau tidak mampu menarik perhatian Hinata selama ini. Baiklah, segera kita selesaikan", Naruto berjalan mengitari mobilnya, duduk di kursi kemudi lalu menyalakan mobilnya.
Sai yang melihat Naruto seperti itu, sedikit merasa aneh dengan kelakuan Naruto. Tapi Sai bisa tau apa yang Naruto rasakan.
"Sasuke, aku mundur!"
Sasuke melirik melirik Sai dengan ekor matanya mendengar kawannya itu menyatakan kekalahannya. "Kau takut?"
"Bukan karena takut, tapi aku menyesalkan cara ini. Aku pikir kita bersaing dengan cara normal, bertindak layaknya lelaki yang memperjuangkan wanita idamannya. Dengan cara menunjukkan apa yang kita bisa untuk membuatnya bahagia bersama, bahkan buat ia menjadi memilih kita. Tidak dengan seperti ini, kau tau, Hinata seperti barang taruhan."
"Bukankah selama ini memang seperti itu. Kau yang mengajukan untuk bersaing dan kau menginginkannya, bukan? Jangan kau membuat alasan karena kau selalu kalah melawanku dengan persaingan yang sebenarnya. Ini pun juga jalan yang benar.", Sasuke berjalan mendekati pintu kemudinya.
"Menurutmu"
"Mungkin lebih baik seperti itu, setidaknya berilah padaku sedikit kemudahan." Sasuke membuka pintu mobil Mercedes Benz Black Gold Dream-nya. Menyalakan mesin dan menempatkan mobil kesayangannya di garis start yang telah ditentukan. Sekitar 5 menit persiapan segalanya dari Shino berikan pada mereka sebelum pertandingan dimulai.
Shino berdiri disepan garis start dicelah kedua mobil Sasuke dan Naruto.
"Sai mundur?", gumam Naruto. Menyadari Sai malah kearah podium penonton.
"Notes untuk kalian berdua, jarak tempuh kalian untuk sampai digaris finish adalah 100km dengan akhir di pelabuhan Pulau Ame. Batas maksimum waktu adalah satu jam. Jadi kalian harus mampu mengendalikan kecepatan mobil kalian diangka 100km per jam. Jika setelah satu jam tidak ada yang bisa sampai digaris Finish, kita anggap seri. Setuju?"
Sasuke dan Natuto diam, mendengar celotehan kawan penggemar serangga ini.
"Kuanggap kalian setuju. Satu lagi, dijarak kurang dari 2km dari garis finish, kalian akan melewati jembatan penghubung disungai Shinano. Jembatan penghubung itu akan dibuka secara otomatis setelah jam 11.45 malam ini, karena dibukanya jembatan itu untuk akses kapal besar yang melewatinya. Jadi persiapkan diri kalian."
Sorak riuh para penonton membuka persiapan dimulainya balapan.
"Ready!"
BRUMM BRUMM
Deru mobil keduanya bersaing, bersiap berpacu dalam waktu dan jarak.
One!
Two!
Three!
GO!
BRUM
BRUMM
Kedua mobil balap berlawanan warna melesat melewati Shino yang telah menurunkam bendera merahnya. Shino memandang ke kedua mobil sahabatnya yang telah melesat jauh diiringi sorakan penonton.
Pukul 11.05 malam.
"Kuharap ini yang pertama dan terakhir"
Tunggu
"Seperti ada yang kurang"
.
.
Hinata sedang sibuk mengerjakan tugas akhirnya. Layar komputer menampilkan deretan berbagai lembar untuk gadis itu pastikan tidak ada yang salah lagi di skripsinya. Hinata menghela nafas lelahnya. Melepas kacamata yang bertengger lebih dari dua jam dimatanya. Melirik jam yang berdiri manis menghadap kearahnya, pukul 11.10 malam.
Entah mengapa ia merasa lelah, tapi kantuk belum menyerang. Akhirnya, ia memutuskan untuk mengambil penyegar tenggorokannya yang kering ke dapur.
Saat melewati kamar Neji, tidak sengaja ia mendengar percakapan Neji dengan seseorang. Sepertinya Neji sedang berbicara melalui telepon.
'Maaf, Tuan Itachi. Sudah saya katakan kalau saya tidak berniat membantu anda untuk mendapatkan adik sepupu saya. Jadi, berhentilah memohon dan mengancam dengan cara itu.'
Hinata menghela nafas penatnya. Ada-ada saja orang yang bernama Itachi itu.
'Sasuke bersaing dengan teman-temannya. Jadi, bagaimana jika kau bersaing denganku untuk mendapatkan gadis yang kita puja. Hm?'
Hinata membelalakkan matanya.
What?
Segera ia berbalik ke kamarnya. Tiba-tiba saja haus yang melanda tadi segera hilang. Cepat-cepat ia mengunci rapat pintu kamarnya.
"Ti-tidak mungkin", gumamnya.
.
.
Naruto memimpin didepan mobil Sasuke dengan jarak kurang lebih 2 meter dari si bungsu Uchiha. Walau Sasuke tetap berusaha untuk mendahuluinya, ia berusaha mati-matian untuk menghalangi Sasuke menerobosnya.
'Jika Sasuke terus mendesak seperti ini, akan terasa melelahkan bagiku untuk melayaninya. Bagaimanapun juga, aku tidak harus terus bertahan seperti ini.', batin Naruto.
Dengan segala kepastiannya, Naruto menambah kecepatan laju mobilnya. Ia menambahkan tuas mobilnya diangka 4, untuk menambah kekuatan mobilnya. Koenissegg CCVR kuning itu melaju menjauh meninggalkan Sasuke dibelakang.
Sasuke yang merasa tertinggal sedikit jauh, melakukan juga apa yang dilakukan Naruto. Ia pun menambah kecepatan mobilnya. Hanya wajah datar yang ia tampilkan untuk melayani persaingan yang ia ajukan sendiri ini.
Dari jarak jauh, teman-teman mereka melihat mobil kedua sahabatnya itu dengan perasaan tak menentu. Bagaimanapun juga, Sasuke adalah yang terhebat dalam segala bentuk balapan mobil. Tapi, seorang Naruto adalah kawan yang tak pernah mudah menyerah. Dipastikan Sasuke pasti menang, tapi Shikamaru, Shino dan Sai juga sedikit mengantisipasi Naruto juga bakal menjadi pemenang. Melihat Naruto yang sedikit serius menanggapi balapan ini.
Setiap persaingan pasti ada usaha yang matang untuk memenangkannya, bukan?
Mobil keduanya terlihat bersaing ketat. Naruto tetap berusaha mempertahankan posisinya didepan. Dan Sasuke selalu membayangi Naruto dari belakang.
"Shino, menurutmu siapa yang akan menang?", tanya Shikamaru.
"Entahlah. Jika Naruto menang melawan Sasuke kali ini, Naruto akan menjadi orang pertama yang mengalahkan Uchiha Sasuke di Sirkuit Konoha."
"Apa kau sudah memberitahu mereka kalau sirkuit ini telah kau alihkan menuju pinggiran lembah hutan Shinano?"
GLEK
Shino membelalakkan matanya. Walau tidak terlihat oleh teman-temannya, tapi ekspresi terkejutnya mampu dibaca oleh Sai dan Shikamaru.
"Bodoh", omel Sai.
"Pantas saja seperti ada yang kurang tadi. Astaga bagaimana ini?"
"Mungkin kau akan dibunuh Sasuke dan Naruto setelahnya", timpal Shikamaru.
"Ayolah kawan, bantu aku!", teriak Shino.
Shikamaru menghela nafas lelahnya menanggapi kecerobohan kawannya ini. "Hubungi mereka, apa susahnya"
"Kau terlalu ceroboh Shino. Pinggiran gunung Fuji itu adalah hutan yang gelap. Tidak ada seorangpun yang berani melewati hutan itu malam hari. Dikarenakan kabut yang terlalu tebal disana pada malam hari. Lampu mobil dipastikan hanya mampu menyinari jalan depan sekitar 5-10meter. Dan bagaimana bisa kau bilang mereka harus memastikan angka kecepatan mobilnya di 100km per jam? Kau ingin membunuh mereka?", interogasi Sai.
Shino tercengang. Bagaimanapun, itu tadi adalah idenya. Menggalihkan jalur itu untuk mencapai 100km sesuai perhitungannya. Ia segera mengambil telepon untuk menghubungi kedua sahabatnya yang ia pastikan dapat Naruto dan Sasuke dengar tanpa mengangkat teleponnya.
"Maafkan aku karena lupa memberitahu kalian 1 hal lagi. Di pertengahan sirkuit konoha, aku alihkan menuju pinggiran gunung Fuji. Hati-hatilah kalian disana. Kabut malam ini diprediksi sangat tebal, jaga jarak pandang kalian karena lampu mobil hanya mampu menerangi jalan sekitar 5-10 meter kedepan.", sesal Shino.
Naruto yang mendengar dari penyadap suara didepan kemudinya menatap horor pada benda yang mengeluarkan suara peringatan tersebut.
Kenapa ia tak bilang dari tadi. Bukankah masih ada jalur lain lagi menuju pelabuhan pulau Ame selain melewati hutan itu. Sial.
"Shinoooo...kubunuh kau setelah ini!", marah Naruto.
Sasuke yang mendengar peringatan Shino, masih terus bertahan menatap lurus ke depan untuk mencari celah melewati mobil Naruto. Ia memang sedikit kesal dengan Shino yang terlambat memberitahunya. Tapi jika diperkirakan, sirkuit konoha tidak sampai 100km, pastinya ada tambahan jalur lagi.
Shikamaru menatap bosan tingkah Shino yang sedikit khawatir dengan jalur yang ia tetapkan sendiri. Demi menghindari ketegangan diantara pemain dan pembuat jalur, segera ia sambar telepon yang Shino pegang.
"Kalian tidak perlu khawatir, jalan dihutan itu hanya sepanjang 5km. Kalian pasti mampu memperhitungkan waktu dan kecepatan mobil kalian untuk menjaga keamanan disana. Setelah itu kalian akan melewati lembah-lembah untuk menuju jembatan Shinano. Tidak ada jalur lain lagi untuk mencapai sungai itu selain melewati pinggiran gunung. Berhati-hatilah!", pesan Shikamaru.
Naruto menghela nafas lelahnya. Bagaimanapun juga ia sudah terlalu jauh untuk berhenti. Tapi pertandingan ini juga harus mampu ia menangkan untuk sekali saja ia dapat mengalahkan Sasuke.
Naruto pastikan bahwa ia harus berhati-hati melewati hutan itu. Tapi bagaimana bisa menjaga keseimbangan kecepatan diangka 100km per jam di hutan gelap itu?
CLING...!
Dan, sepertinya ia mendapat ide bagus.
Ia akan memanfaatkan waktu sebelum sampai di garis finish dengan kecepatan penuh dilajur aman. Setelah itu, ia mampu menghemat kecepatan saat dimelewati hutan disana. Sip.
Cklek
Naruto menambahkan tuas kekuatan manual mobilnya untuk menambah tenaga laju serta kecepatan mobilnya.
BRUM...
Naruto meninggalkan Sasuke cukup cepat.
Sasuke mengamati tingkah Naruto. Ia pastikan bila Naruto memanfaatkan laju cepat mobilnya untuk menghemat waktu saat dihutan nanti. Serigai tercetak di wajahnya.
"Hn. Ide jenius. Aku menduplikatnya"
Dan Sasuke kembali meniru apa yang dilakukan Naruto.
BRUM...
.
.
Hinata mematikan komputernya yang masih menyala. Ia segera merapikan buku-buku yang berserakan dimeja belajarnya. Setelah dirasa sudah bersih dari serakan buku. Ia menuju tempat tidurnya. Hinata harap dengan tidur mampu menenangkan otaknya yang sedikit error karena mendengar penuturan Neji barusan.
Bagaimana bisa kakak sepupunya yang ia hormati dan ingin ia saingi...menginginkannya? Yang benar saja. Apa yang harus ia lakukan?
Pergi
Ya, pergi dari tempat tinggalnya sekarang. Bagaimana? Apa itu ide bagus?
Tidak
Itu terlalu mencolok. Jelas Neji akan memperkirakan apa penyebab ia meninggalkan rumah. Dan ia memastikan ada yang salah dengannya. Tentu, seseorang akan pergi dari rumahnya jika ada yang salah dengan salah satu penghuninya.
Astaga. Lalu, ia harus bagaimana? Menjalani kebiasan seperti biasa. Tanpa ada masalah. Ayolah, Hinata. Kau mampu sedikit ber-acting. Melakukan kegiatan sehari-hari seperti tidak terjadi masalah. Hati.
"Semoga semua berjalan seperti...baik-baik saja"
Kemudian ia terlelap tidur.
.
.
Pukul 11.30
Naruto memasuki kawasan hutan itu. Benar yang dikatakan Shino. Kabut disini cukup lebat. Ia harus mampu menjaga sinar lampunya untuk menerangi jalan disini. Setidaknya, jalur disini hanya ada satu. Untung saja. Kalau ada dua, ia sedikit takut untuk salah jalan. Ditambah GPS yang ia gunakan tidak membantunya. Sinyal disini sedikit tidak sehat.
Sasuke yang menyadari Naruto mengurangi kecepatan. Mengikuti apa yang dilakukan Naruto. Ia harus berhati-hati di dalam kabut hutan ini. Pastikan juga tidak ada hewan buas yang berkeliaran di tengah malam begini.
Jalur jalan ini sedikit berlubang dan bergelombang. Dipastikan karena curah hujan sangat lebat dan hanya waktu pagi dan siang jalanan ini digunakan. Tentu aspal disini seperti tidak terurus.
Sedikit mencekam.
Naruto yang menyadari dari tadi. Sebenarnya ia sedikit lengah dengan kemudinya, hanya mengendarai mobil di angka kecepatan 80km per jam. Ia harus pastikan 5km dalam hutan di kecepatan tersebut harus mampu melewatinya kurang dari 4menit. Dan setelahnya ia tinggal melewati sedikit lembah dan sebelum pukul 11.45 ia sudah mampu melewati jembatan Shinano.
Tapi, ada yang aneh dengan Sasuke. Saat ini ia sedang menurunkan kecepatan mobilnya, celah untuk mendahuluipun sedikit terbuka. Melihat ia sedang fokus dengan tekstur aspalnya, takut-takut merusak mobilnya.
"Sasuke?"
Jadi selama perjalanan tadi, Sasuke sudah mampu memperkirakan ini. Sasuke sengaja menggodanya untuk mempercepat laju kendaraannya. Tanpa ada niat untuk mendahuluinya.
Sial.
Apa yang sebenarnya Sasuke inginkan?
Membuntutinya, eh?
Tenang Naruto, ini hanya sebentar, setelah ia keluar dari hutan mengerikan ini, ia pastikan akan meninggalkan Sasuke jauh dibelakangnya.
.
Shino yang mengamati dari puncak Sirkuit Konoha melihat perjalanan mobil kedua sahabatnya melalui teropong jarak jauhnya. Sedikit melihat mobil Naruto dan Sasuke melaju beriringan depan dan belakang dengan kecepatan yang sama.
"Naruto dan Sasuke hampir keluar hutan. Tapi, kenapa Sasuke tidak ada niat untuk mendahului Naruto? Padahal celah untuk melakukan itu cukup bagus. Ada yang direncanakan si Uchiha itu"
"Sasuke memanfaatkan Naruto untuk mengetahui jalur yang dihadapi. Mengingat ia sudah lama tak bermain disini. Ditambah kau mengatakan jarak yang mereka tempuh sejauh 100km, Sasuke pasti memastikan ada jalur lain dilain itu. Sasuke mampu memperkirakan jalur sirkuit konoha tidak sampai setangah dari jalur yang ditetapkan.", jawab Sai seraya meminum cappucino hangatnya.
Shikamaru terlihat berpikir dalam, matanya tidak lepas dari kawasan hutan dibawah kaki gunung Fuji yang disana kedua sahabatnya berlomba. "Bukan tidak ada rencana selanjutnya dari Sasuke, tapi itu sudah rencana sebelumnya"
Shino dan Sai kembali menatap kawasan hutan Shinano. Mereka hanya sedikit melihat kilatan cahaya yang bergerak tidak teratur didalamnya. Mereka pastikan bahwa itu adalah sinar lampu mobil Naruto dan Sasuke.
"Kau yakin mereka tidak akan terlambat melewati sungai Shinano?", tanya Sai.
"Prediksiku tidak akan terlambat. Mengingat jam masih menunjukkan 11.35 malam. Dengan kecepatan yang kustandarkan tadi, kupastikan kurang dari 11.40 mereka mampu melewatinya."
Sai diam. "Perasaanku sedikit tidak baik"
.
Sebentar lagi hutan ini akan mereka lewati. Naruto semakin melesat menambah kecepatan mobilnya.
Sasuke pun melakukan hal demikian, namun, saat hampir mencapai bibir hutan, insiden tak diharapkan Sasuke terjadi.
Sret...!
Ban mobil Sasuke meletus.
"Sial!", umpat Sasuke.
.
Ctak!
Shino membelalakkan matanya. "Gawat! Mobil Sasuke berhenti sebelum keluar hutan!", teriak Shino.
Shikamaru yang sedang tiduran melonjak kaget mendengar teriakan Shino.
"Apa yang terjadi?", tanya Sai. Merebut teropong milik Shino. Dan melihat apa yang diberitakan Shino tentang kebenarannya.
Sai menatap nanar kawasan hutan disana. Melihat setitik sinar dari rimbunan pohon. Dan sinar itu tidak bergerak.
"Ada yang terjadi dengan Sasuke?", Shikamaru khawatir.
"Ada yang tidak beres", jawab Shino.
"Aku pastikan, ada sesuatu yang salah dengan mobilnya", Sai mengambil teleponnya. Menekan tombol call untuk satu nama.
"Sasuke, apa yang terjadi dengan mobilmu?", tanya Sai
'Hn. Tidak ada. Hanya sedikit insiden.'
Kemudian sambungan terputus, Sai sedikit tidak percaya dengan apa yang didengar. Sai memastikan ada yang salah dengan mobil Sasuke, tapi Sasuke bilang tidak terjadi apa-apa? Heh, Sasuke memang susah ditebak. Sai yakin ada hal unik dalam kejadian ini.
"Apa?", tanya Shikamaru.
Sai melirik Shikamaru dengan ekor matanya. "Tidak perlu khawatir Shikamaru, Shino. Sasuke bilang tidak terjadi apa-apa, hanya sedikit insiden. Lihatlah, dia sudah kembali berjalan.", katanya sambil kembali memperhatikan sorot lampu mobil Sasuke yang kembali berjalan.
Sai menatap lurus pada titik cahaya yang telah berhasil keluar hutan.
"Sasuke Uchiha"
.
Naruto sedikit bernafas lega, sepertinya Sasuke memang tertinggal jauh darinya. Tidak tahu apa yang terjadi dengan Sasuke. Semudah inikah ia mengalahkan seorang, Sasuke? Naruto melirik arloji ditangannya. Pukul 11.40 malam. Jembatan Shinano sudah terlihat dimatanya. Ia semakin menambah kecepatan untuk segera sampai disana, sebelum jembatan itu dinaikkan.
Saat melihat spion mobilnya, seberkas sinar menyala dibelakangnya. Naruto membelalakkan matanya. Sial. Sasuke sudah hampir mendekatinya. Dengan kekhawatiran yang ada, Naruto menambah kecepatan.
Waktu terasa sangat lama. Kecepatan mobilnya sudah melewati 150km per jam, tapi sepertinya jembatan itu masih terlalu jauh. Hanya terlihat dekat, tapi menuju ke arah jembatan tersebut yang terasa jauh.
Pukul 11.43
"Sial sebentar lagi!", geram Naruto. Dan semakin ia menambah kecepatan mobilnya lagi.
Dan disanalah jembatan itu berada. Semakin dekat. Naruto melirik spion lagi. Sasuke masih sedikit jauh dari mobilnya. Naruto menyerigai. Sebentar lagi, ini akan selesai. Dan dialah pemenangnya. Sebenarnya apa untungnya juga mengekori Naruto sejak tadi, toh akhirnya ia akan menjadi pemenangnya.
Untuk pertama kalinya ia mampu mengalahkan Sasuke.
Dan akhirnya Naruto sampai di jembatan Shinano tersebut. Pukul 11.44:15.
'Jembatan ini hanya sejauh 500meter. Dipertengahan nanti jembatan akan dinaikkan. Aku hanya butuh sekitar 25 detik untuk melewatinya.', pikir Naruto.
"Sekarang. Aktifkan Turbo!", tegas Naruto.
Zraahss...!
Semburan seperti api keluar dari lubang belakang bagian tengah-bawah mobil Naruto. Yang dapat dipastikan itu adalah bagian keluarnya emisi gas buang turbo.
BRUM...!
Mobil Naruto melesat cepat, hingga kecepatan melebihi angka 200 km per jam.
'Sasuke, kau salah besar. Kupastikan bahwa aku akan sampai digaris finish sebelum pukul 11.50. Mobil yang kau pakai bukan sejenis mobil balap yang dilengkapi fasilitas terakhir ini. Jadi, akulah yang akan menang', batin Naruto.
Dan Naruto berhasil melewati jembatan tersebut dengan sempurna tepat pukul 11.45 saat jembatan penghubung tersebut secara otomatis terangkat.
"Kau terjebak, Sasuke!", serigai Naruto.
.
Sai, Shikamaru dan Shino yang sudah sampai di Pelabuhan Ame melihat Naruto telah lulus dari jembatan penghubung itu. Sementara Sasuke, mereka melihat Uchiha itu masih berjalan cepat menuju jembatan yang bergerak perlahan keatas.
Para penonton-pun juga dapat melihat persaingan Uchiha dan Namikaze disana, dari ujung pelabuhan terlihat jelas Naruto telah menuruni jembatan, dan Sasuke yang masih melaju kencang. Semua tercengang, seorang Sasuke Uchiha telah dikalahkan Namikaze Naruto.
"Sial! Tidak mungkin Sasuke dikalahkan!", Shikamaru tak percaya.
Shino memeperhatikan terus laju mobil Sasuke.
"Sasuke tak akan mampu melewati jembatan itu, sementara Naruto telah menuruni jembatan menuju jalan terakhir. Mustahil Sasuke bisa mengejar. Ia akan terjebak disana. Cepat peringatkan, Sasuke!", teriak Sai. Segera ia mengambil handphone miliknya. Dan sebelum menekan tombol call dalam layar sentuh tersebut...
Pluk...
Shino merebut benda itu.
"Serangga...", geram Sai.
"Lihat baik-baik pucat. Kecepatan Sasuke sekitar 100km per jam, jika mobil Sasuke memiliki turbo, pasti kecepatannya mampu melewati 200km per jam. Dan saat tolakan itu bagus, dengan kecepatan turbo, aku yakin Sasuke mampu melewati Naruto dengan layang mobilnya."
"Prediksimu bagus, Shino. Tapi, setahuku, mobil Mercedez milik Sasuke bukan Veneno sebelumnya. Jadi, mobil yang sekarang ia pakai tidak dilengkapi dengan fasilitas turbo. Hm, mana mungkin dia bisa menang?", timpal Shikamaru dengan nada sedihnya.
Serigai Shino tercetak diwajahnya. "Kau salah, kawan".
.
Naruto menuruni jembatan disana. Saat ia sedikit merasa aneh dengan cahaya luar. Ada bayang-bayang hitam sedang turun dari langit. Dan apa yang ia lihat setelahnya.
BRAK...!
Ckiit...!
Srett...!
BRUM...BRUM...
Benturan keras terdengar ditelinga Naruto. Padahal mobilnya hampir kedap suara. Brengsek. Benturan itu pasti sangat keras.
Naruto membelalakkan matanya. Memastikan tidak ada yang salah dengan penglihatannya.
Sasuke melayang?
"Ti-tidak mungkin!"
Dan Naruto sempat melihat wajah dingin Sasuke sebelum ia berkelok arah menuju pelabuhan. Dan satu lagi, ada turbocharger juga di mobil Sasuke?
"Mustahil...!"
.
Sai, Shikamaru dan Shino tidak dapat mengeluarkan kata-kata. Bernafaspun seperti udara segan masuk ke indra hidung mereka. Sama seperti penonton lain. Pertunjukan aneh yang menyihir hidup seluruhnya menjadi setengah tersadar.
Mereka seolah terbius dengan adegan terakhir ini. Sasuke melewati jembatan Shinano dengan lompatan mobilnya dan akhirnya melewati Naruto.
Dan tanpa mereka sadari mobil Sasuke sudah sampai di garis Finish. Pukul 11.46:15
Tidak ada tepuk tangan?
1 detik
2 detik
3 detik
"Eh...?", Shikamaru adalah orang yang pertama kali keluar dari genjutsu action Sasuke.
"Se-selamat, Sasuke. Kau menang!", ujar Shikamaru seraya memberi applause kepada Sasuke.
Dan diikuti semua penonton setelah sadar dari mimpi tidur mereka.
Sasuke mematikan mesinnya. Dan segera keluar dari mobilnya. Tak lama kemudian, Naruto mencapai finish. Walau, harus tabah menerima kekalahannya. 11.47:02
"Aku tak percaya ini? Bagaimana bisa mobilmu terpasang turbo seperti itu?", ujar Sai.
Ya, disebelah kanan dan kiri bagian belakang sayap mobilnya terdapat 2 lubang yang menyemburkan api. Modifikasi yang melenceng namun, unik.
"Itu bukan Turbocharger, itu NOS.", timpal Shino. "NOS adalah supercharger yang penggeraknya menggunakan putaran engine langsung. Sehingga semakin tinggi RPM semakin tinggi pula putaran chargernya. Plus untuk nitro adalah kenaikan tenaga yang sangat luar biasa, hingga mencapai 80%. Namun, kelemahannya adalah waktu yang dibutuhkan sangat singkat."
"Hm, ya. Karena itu, Sasuke memanfaatkan kecepatan dan sisa waktu nitro untuk mencapai 2km dalam 1menit saja? Berapa kecepatanmu saat itu, Sasuke? Bukanlah batas maksimal kecepatan mobilmu hanya 380km per jam?", tanya Shikamaru.
"Lebih tepatnya aku tidak tahu speed-mobil berapa saat itu. Yang ada dalam otakku adalah, bagaimana sampai pada garis finish dengan memanfaatkan waktu kurang dari satu menit. Karena yang aku takutkan daya mobilku semakin lemah, dengan engine yang melemah serta karapatan udara yang tinggi", jawab Sasuke.
Naruto berjalan mendekati kawan-kawannya.
"Kau hebat, Sasuke. Lalu bagaimana dengan kejadian tertinggalnya kau dibelakang? Apa yang terjadi denganmu?", tanya Naruto.
"Hn. Entahlah, ban mobilku kekurangan udara. Ada benda tajam disana. Tapi, untunglah tidak terlalu dalam, karena bagian luarnya saja. Aku hanya memanfaatkan sisa ketahanan kulitnya untuk sampai digaris akhir sebelum 10 menit kedepan. Karena kupastikan ban mobilku akan meledak benar setelah itu. Tapi akhirnya benar-benar meledak saat aku melakukan aksi layang tadi dengan mendarat sedikit tidak sempurna."
"Apa ada kerusakan pada mobilmu?", tanya Sai.
"Tentu. Pegas disana hanya mampu mengimbangi berat dari ketinggian kurang dari 5 meter. Lompatanku terlalu tinggi karena kecepatanku terlalu besar. Dan akhirnya, kulit ban-ku benar-benar pecah saat mendarat. Dan sebelum benar-benar kehabisan udara, aku masih mampu memanfaatkan ban mobilku untuk berlari, dengan memanfaatkan supercharger yang tersisa."
"Baiklah, kita pulang. Kau menumpang mobilku saja, sementara aku menelpon derek mobil terdekat.", ujar Shikamaru.
Sebelum benar-benar bubar karena telah selesainya pertandingan, Naruto menghentikan langkah Sasuke.
"Sasuke!"
Sasuke berhenti, dan menengok ke seseorang yang memanggilnya.
"Jaga Hinata baik-baik." Kemudian Naruto kembali memasuki mobilnya.
Dan hanya ditanggapi diam oleh Sasuke.
.
Love Competition
.
Hinata datang ke kampusnya pagi-pagi sekali. Ia harus bertemu dengan Kurenai-sensei yang menjadi pembimbingnya. Hinata yakin tinggal 1 langkah lagi ia akan segera menyelesaikan tugasnya sebagai mahasiswi disini. Dan setelahnya ia akan fokus ke perusahaan keluarga. Mantapkan hati, Hinata.
SET...
Hinata akan mencapai lorong menuju pintu kelasnya. Tapi, sebuah cekalan di tangannya membuat ia kaget dan tak sempat memekik karena sebuah tangan kekar meredam jeritnya.
Sasuke.
Manik hitam kelam itu menatap Hinata seolah menghipnotis dunia nyatanya. Sorot hitam yang menenggelamkan khayalan. Dan Hinata tersadar ketika tangan kanan pria itu yang mencekal pergelangan tangan kirinya tepat dibelakang pinggang Hinata, menarik tubuh sintalnya menubruk dada bidang pria itu.
Degup jantung Hinata menggila. Bagaimana bisa denyut nadinya menjadi tidak karuan begini. Dan Sasuke hanya diam mengamati manik mata bulan itu tanpa berkedip sedetikpun. Sasuke hanya memastikan ia sedang tidak dalam mimpi mendekap gadisnya sekarang ini.
"Sa-sasu-ke-san?", Hinata berhasil mendapat kembali kesadarannya. Entah mengapa ada perasaan menghormati darinya untuk seorang Sasuke yang ada dihadapannya.
Sasuke membalas dengan diam, mendengar suara Hinata seolah merasakan kembali nyawanya. Ia pejamkan kedua matanya, sesaat. Dan kembali ia pandangi gadis dalam dekapannya lagi. Ia begitu cantik.
Hinata kembali pada kesadarannya ketika kelopak mata Sasuke terbuka. Ia masih dalam genggaman_pelukan pria itu.
"Go-gomen, Sa-Sasuke-san. To-tolong lepaskan aku.", cicit Hinata mengalihkan pandangannya dari tatapan Sasuke.
Sayangnya Sasuke malah semakin mempererat genggamannya pada lengan Hinata, dan semakin ia menggeratkan pelukannya dengan mengikutsertakan tangan kirinya merengkuh pinggang Hinata.
Hinata gelagapan. Tidak pernah ia diperlakukan seperti ini oleh seorang pria.
"Sa-sasuke-san, ku-kumohon"
"Mulai detik ini kau adalah milikku. Dan untuk selamanya.", Sasuke membisikkan kalimat penegasannya tepat ditelinga Hinata. Dan berakhir dengan sebuah kecupan berbuah hisapan yang membekas dibawah telinganya.
Hinata membelalakkan matanya. Kenapa ia hanya diam saja. Berbeda saat bersama seseorang disana, ia masih berusaha menghindar. Terasa murahan sekali dia. Apa dengan sebegitu mudahnya ia menerima perlakuan Sasuke. Mudah? Dan Murah?
"Ka-kau...", bukan itu. Bukan itu maksudnya, ia ingin memberontak. Tapi, raganya bertidak lain.
"Ya, aku yang menang."
Perasaan bahagia dan sedikit tidak lega, malah menambah bebannya bercampur. Ya, Hinata akan segera selesai dari universitas ini. Astaga. Kekhawatiran macam apa ini.
"Ta-tapi, ..."
"Tidak ada penolakan."
Hinata mendongakkan wajahnya akan menjelaskan maksud perkataan yang belum sempat selesai, namun sebuah benda lunak menghentikan pergerakan bibirnya.
CUP
Sasuke mengambil ciuman pertamanya.
PLAK!
Terdengar tamparan keras menggema dikoridor yang sepi.
Mata bulan Hinata menatap horor pada pria yang tengah memeluknya. Tidak disangka tangan mungilnya melayang ringan menampik keras pipi sebelah kiri Sasuke. Sungguh tidak percaya. Dan Sasuke kembali menatap mata bulan Hinata yang sudah bergelung dengan tumpukan air dipelupuk matanya.
"Sa-Sasuke, go-gomen." Maaf untuk telah menamparmu. "Go-gomen, aku tidak menerimamu", Hinata menundukkan kepalanya.
Sasuke kaget dengan apa yang didengarnya. Gadis ini tuli. Bukankah ia sudah mengatakan bahwa ia tidak menerima penolakan. Shit!
BRUK
"Ahh...
Oh, tidak Sasuke menghimpit Hinata didinding yang terasa dingin untuk Hinata. Sasuke adalah orang yang dingin, tapi disaat seperti ini malah terlihat mengerikan. Hinata pikir orang ini tidak ada ekspresi lain selain wajah datarnya.
"Kau sudah menamparku. Bagaimana bisa kau menolakku, sayang? Bukankah sudah kutegaskan, aku tidak menerima penolakan. Mengerti.", dan Sasuke akan segera meraup kenikmatan dibibir mungil Hinata sebelum sebuah suara menginterupsi mereka.
"Sasuke?"
Shit! Sungguh Sasuke akan membunuh orang yang menginterupsi hal pribadinya. Akhirnya dengan berat hati ia menoleh ke seseorang yang memanggilnya.
"Dobe?", desisnya.
Naruto yang diberi tatapan geram Sasuke, menggabaikannya. Kemudian ia menggelengkan kepalanya ke arah depan. Pertanda. Dan Sasuke menurutinya.
Terimakasih pada Naruto. Ia dan Hinata sejak tadi menjadi tontonan gratis untuk mahasiswa-mahasiswi disana. Entah sejauh mana mereka menonton adegan manis antaranya.
Dengan terpaksa Sasuke melepaskan Hinata. Dan sebelum Hinata benar-benar pergi, ia dengan cepat menggapai lengan gadisnya. "Kau duduk disampingku", kemudian ia menyeret Hinata masuk ke kelas mereka.
.
.
Seseorang tengah berdiri dengan beberapa pengawal disebelah kanan dan kirinya. Ujung bibirnya mengulas senyum yang tidak akan nampak oleh siapapun. Hari ini ia sedang bahagia. Ya, dia sampai di pintu keluar Bandara Internasional Konoha.
"Ibukota yang ramai", katanya entah pada siapa.
Sebelum akhirnya ia memasuki mobil yang sengaja disediakan untuknya. Dan segera membawanya menuju ibukota yang sesunguhnya. Membawakan cerita baru yang dipastikan akan sangat seru.
Lelaki itu mengeluarkan sebuah foto, gambaran dirinya dan seorang wanita cantik bergaun putih sama seperti yang ia kenakan. Kekanakan sekali, seorang dirinya menyimpan foto romansa. Huh, apa peduli. Baginya melihat gadis itu dari foto tersebut saja sudah cukup mengobati kerinduannya, dan entah mengapa segala penat yang ada serasa diterbangkan angin. Tidak berasa.
"Aku menjemputmu", ucapnya pada foto itu, seolah gadis disana hidup.
"Menjemput untuk kembali kepadaku, Hime"
Serigainya.
.
Tidak tahukah, bahwa cinta yang kita rasa akan kembali seperti sediakala, adalah belum tentu terwujud. Kenapa? Karena seseorang disana telah melewati hari-harinya tanpa dirimu semenjak jarak itu berjalan. Dan apabila ia telah kembali, ia tidak akan menjadi orang yang sama. Maafkan aku karena tidak menyadarinya sejak awal.
.
.
.
TBC
Asli, murni dan original...imaginasi saya semua. Jadi bila ada kesamaan nama, kesalahan penyebutan dan ketidakbenaran fakta, adalah manipulasi semata dari seorang Author tanpa ada niat manjiplak, tapi hanya meniru. *plakk.
Gomen...jelek. *bungkuk-bungkuk (_ _)
Yiah, saya terinspirasi dan terlalu ngefans begete sama Film FnF. Yeyy...\(^0^)/
Ada yang sempat berpikir dari awal persaingannya bakal seperti ini tidak? *kerling sana, kerling sini
Tepuk tangan sendiri bagi yang pernah menduga...(^_^)/
Balas ripiuw:
Triwik97: 2 bulan cepet ya. Begitulah balapan abal karya Author abal juga. Gomen kurang puas.^^ Luluk Minam: itu udah penegasan. Scenenya maaf kurang. Next chapter akan lebih banyak. Serius. *gak janji juga sih ^^ Jasmine: sudah dipastikan lakon utama. Kalau gak menang, Author menanginlah, hehe..^^ Fansakey: salam kenal juga. Arigatou...( •)3 tebak-tebak aja. Semoga saja benar. Yayy...semangatin Author ya, supaya semangat juga ngelanjutinnya. Hehehe^^ Shu: Sipp. Dilanjutkan^^. Virgo24: hehehe...sebentar lagi. ^^ Diah eka: update, say^^ Name NM: iya, ini update lagi. Hallo juga, salam kenal. Scene Sasuhina-nya gomen dikit. Next bakalan lebih buanyak lagi^^. Re: gomen, buat baca berulang-ulang. Tapi bagus juga sih. Hehe...semangatin Author ini ya, biat semangat terus nulisnya. Hehehe...ada maksud pastinya. Tunggu jawabannya ya^^. Hime: Gomen, niatnya Hinata itu tangguh dibelakang aja gitu. Siap. Akan berusaha lebih baik lagi. Ganbatte^^. Aina: hmm. Gomen, diusahakan next chap lebih banyak lagi scene sasuhina-nya^^ Haha: hehe...nama kamu lucu. Semoga perkiraan kamu benar ya. ^^ *bertapa digunung Tara: siap. Dilanjutkan.^^ Kaila: Arigatou. Hehe..coba tebak.^^ Akito: Arigatou gozaimasite. Ini dilanjutkan ^^ Hana Yuki: Arigatou. Hehehe...mungkin maksudnya juga begitu. Siap. Aku juga iri. Semangatin Author terus ya. Salam kenal juga.^^
Arigatou atas segala apresiasinya dari para Reader sekalian.
Chap selanjutnya diperkirakan secepatnya. Sedang proses pembuatan.
Thanks for reading and review, see you next chapter...\(^0^)/
