All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 3

Normal POV

Hermione sedang bersiap untuk pergi ke Malfoy Manor dan makan malam dengan Narcissa Malfoy. Ia benar-benar berharap agar Draco tidak ada dan tidak ikut makan malam dengan mereka. Belakangan ini perasaannya makin tidak karuan jika pria itu ada di dekatnya.

Hermione menyukai Narcissa, Lady Malfoy itu nyaris sempurna di matanya, ia cantik, baik, ramah, elegan, dan sangat keibuan, mereka berdua memiliki banyak kesamaan, sehingga cepat akrab.

Hermione menghela nafasnya lalu keluar dari kamarnya dan menuju perapian. Ia akan menggunakan saluran Floo untuk menuju ke Malfoy Manor.

Begitu sampai di Malfoy Manor, Draco sudah menunggunya di depan perapian. Hermione memutar matanya, Draco tersenyum.

"Kenapa kau ada disini?" Hermione bertanya kesal.

"Apa pertanyaanmu tidak aneh? ini kan rumahku." Draco tersenyum, selalu menanggapi Hermione yang emosi dengan santai.

Peran mereka berubah sekarang. Dulu Draco-lah yang suka marah-marah dan Hermione yang tenang, sementara sekarang Hermione yang suka emosi dan Draco yang santai.

"Kau tidak ada janji dengan Lizzy?" Hermione bertanya menyindir sambil berjalan ke arah ruangan pribadi Narcissa, dimana mereka biasanya mengobrol sebelum makan malam.

"Ku dengar kau sudah memutasinya ke bagian Magical Creature." Draco menjawab sambil berjalan disamping Granger. "Kenapa kau melakukannya? Kau cemburu?" Draco mencoba peruntungannya.

"Huh… jangan bercanda. Aku memutasinya karena ia tidak kompeten." Hermione membela dirinya. "Kalau kau tidak suka aku memindahkannya rekrut saja dia jadi karyawanmu, atau kekasihmu." Hermione berkata ketus.

Draco tertawa. "Jika dia bahkan tidak bisa bekerja dengan baik di kementrian apalagi jika dia bekerja di perusahaanku Granger." Draco membela dirinya.

Mereka berdua sampai di ruangan pribadi Narcissa. Hermione mengetuk pintu dan masuk. Narcissa sedang menyortir banyak sekali pakaian.

"Hermione, kau sudah datang?" Narcissa berjalan mendekat dan memeluk Hermione erat. "Oh, sepertinya sudah lama sekali kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu? Kau sehat? Sepertinya kau makin kurus." Narcissa memperhatikan tubuh Hermione dari atas kebawah.

"Aku sedang banyak pekerjaan di kementrian, makanku jadi kurang teratur." Hermione menjawab. Draco mendengar percakapan ibunya dengan Hermione dan mengumpat dalam hati, benar Granger memang makin kurus

"Draco, apa yang kau lakukan disini?" Narcissa melirik Draco aneh.

"Kenapa kalian berdua begitu membenciku?" Draco bertanya dengan nada sedih yang dibuat-buat. "Granger tidak ingin melihatku aku masih bisa terima, tapi ibuku sendiri bahkan tidak menginginkan keberadaanku, apa yang harus kulakukan?"

"Pergilah, cari kesibukan lain, jangan mengganggu kami." Narcissa mendorong Draco ke arah pintu. Draco hanya tertawa, tidak menyangka keadaan seabsurd ini akan menimpanya.

"Baiklah, baiklah aku pergi." Draco akhirnya menyerah, berjalan keluar dan membanting pintu.

Narcissa kemudian tertawa dan berjalan mendekat ke Hermione. "Hermione, ini kan sudah musim dingin, aku membeli banyak coat untukmu di Paris, kau harus mencobanya. Aku juga membeli beberapa Dress dan pakaian lainnya."

"Narcissa, aku tidak bisa terus-menerus menerima pemberianmu." Hermione frustasi sendiri.

"Ah, Nonsense, kau sudah seperti anak perempuanku, apa seorang ibu tidak boleh membelikan anaknya pakaian bagus?" Narcissa sudah memilihkan beberapa pakaian untuk dicoba Hermione.

Lima tahun mengenal Narcissa, Hermione belajar bahwa tidak ada gunanya menolak kehendak Narcissa, jadi ia mulai mencoba beberapa pakaian yang ada disitu.

-Flashback-

Hermione terbangun, ia melihat ke jendela kereta dan tahu seketika bahwa sebentar lagi kereta akan sampai. Ia menghela nafasnya, ia senang akan kembali ke Hogwarts dan mengulang tahun ke tujuhnya, tapi Harry dan Ron tidak ikut bersamanya, mereka lebih memilih untuk mengikuti auror training.

Hermione sudah melihat beberapa nama teman-teman seangkatannya yang kembali ke Hogwarts, tidak banyak yang dekat dengannya, kebanyakan adalah Ravenclaw, beberapa Gryffindor, Hupplefuff, dan sedikit Slytherin.

Hermione ditunjuk menjadi Headgirl dan ia sudah tahu kalau Draco Malfoy menjadi Headboy, ia tidak berharap bisa berteman dengannya, ia hanya berharap Malfoy tidak akan mencari masalah dengannya.

Hermione mengganti pakaiannya, tidak lama kereta berhenti dan ia turun dengan puluhan murid lainnya. Saat ia turun, ia melihat Draco Malfoy juga turun dari pintu di gerbong lainnya.

Hermione tersenyum padanya. Tidak ada salahnya bersikap ramah duluan.

.

Draco sedang bersiap untuk pergi Hogsmade, Ibunya mengirim surat dan berkata ingin bertemu dengannya, ini baru seminggu pertama tahun ajaran barunya, dan ia sudah hampir seminggu tinggal di asrama yang sama dengan Granger.

Tapi selain mengangguk satu sama lain saat berpapasan mereka tidak pernah benar-benar berinteraksi satu sama lain.

Granger beberapa kali tersenyum padanya, dan meskipun Draco ingin membalas senyumanya, sepertinya otot-otot di wajahnya yang seharusnya digunakan untuk tersenyum sudah karatan, sudah tidak bisa digunakan, susah sekali menggerakan otot wajahnya untuk tersenyum.

Draco mengambil topinya lalu keluar dari kamarnya, ia akan sarapan di Great Hall kemudian menuju ke Hogsmade.

"Selamat pagi Malfoy." Hermione yang sedang merapikan tumpukkan bukunya di depan perapian menyapa Draco yang baru keluar dari kamarnya.

"Pagi….Granger…" Draco buru-buru menambahkan nama Granger dibelakang agar sapaanya terdengar sedikit lebih ramah.

"Kau akan ke Hogsmade?" Hermione bertanya.

"Iya."

"Oh…"

"Apa kau juga ke akan Hogsmade?" Draco bertanya balik, tidak tahu topik macam apa yang harus dibicarkannya dengan perempuan di depannya.

"Iya, tapi aku akan sarapan di Great Hall dulu." Hermione memberitahu.

"Aku juga."

"Benarkah? Apa kau mau menuju ke Great Hall bersama?"

Hermione menggigit bibirnya, mereka benar-benar bicara seperti anak kelas satu sekolah dasar, penuh dengan kecanggungan.

"Boleh…"

Mereka kemudian berjalan menuju ke Great Hall bersama, keduanya hanya berjalan sejauh mungkin dan tidak bicara satu sama lain, mereka sesekali melirik satu sama lain tapi kemudian membuang muka saat ketahuan melirik satu sama lain.

.

"Malfoy, apa kau mengambil buku catatan yang kutinggalkan di sofa kemarin?" Hermione berteriak pada Draco yang sedang berada di kamar mandi sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi bersama mereka itu.

"Iya… aku meminjamnya." Draco berteriak dari kamar mandi.

"Dimana bukunya sekarang?" Hermione bertanya.

"Ada di meja di kamarku. Ambil saja." Draco menjawab.

"Menyebalkan." Hermione mengeluh kemudian masuk ke kamar Malfoy dan mengambil buku catatannya. Mereka sudah lebih dari tiga bulan tinggal di asrama yang sama dan tidak lagi berusaha menjaga image atau semacamnya.

Hermione akan keluar dari kamarnya menggunakan kaos kebesaran dan celana training, Draco akan berkeliaran di common room mereka tanpa atasan.

Hermione akan meninggalkan sisa kuenya di depan perapian, dan Draco sembarangan meletakkan dasi dan kaos kakinya.

Hermione akan diam-diam mengambil Sleekeasy's Hair Potion milik Draco sesekali jika akan bertemu dengan Ron di Hogsmade, dan Draco dengan mudahnya mengambil catatan Hermione yang ia perlukan.

Mereka tidak lagi punya malu untuk ditunjukkan satu sama lain. Keduanya sudah terlalu nyaman satu sama lain.

.

Draco menyapa kedua orangtua Hermione dengan ramah, mereka sedang menghadiri acara kelulusan. Draco menawarkan untuk menunjukkan dimana tempat duduk mereka, mengambil alih tugas murid tahun kelima yang seharusnya menunjukkan tempat duduk semua tamu.

Hermione berada di belakang panggung, bersiap-siap untuk pidatonya dan tidak bisa menunjukkan tempat duduk untuk kedua orangtuanya.

"Kalian bisa duduk disini." Draco mempersilahkan kedua orangtua Hermione duduk di kursi kedua dari depan yang sudah ada kertas bertuliskan Mr. Granger dan Mrs. Granger.

"Kalau kalian membutuhkan sesuatu kalian bisa memanggilku disana." Draco menunjuk tempat duduknya dan kedua orangtuanya tidak jauh dari situ.

"Well… terimakasih banyak Draco.." Mrs Granger menepuk pundak Draco ramah.

"Terimakasih Mr. Malfoy." Mr. Granger tersenyum kemudian duduk dikursinya.

Draco kemudian kembali duduk di kursi kosong di antara kedua orangtuanya.

"Apa itu orang tua Hermione?" Narcissa Bertanya. Draco mengangguk.

"Harusnya kau juga bersikap seperti itu padaku." Lucius menggerutu, melihat anaknya begitu sopan pada orangtua Hermione tapi terkadang tidak sopan padanya.

"Oh, sudahlah Father…" Draco mengeluh.

.

"Aku kan sudah menawarimu untuk bekerja di perusahaanku! Tapi kau malah menolak dan memilih bekerja di kementrian. Granger, aku tidak yakin mereka membayarmu layak, berapa yang kau dapatkan? 100 Galleon perbulan?" Draco menghina.

"Jangan berisik Malfoy!" Hermione menarik selimutnya menutupi kepalanya.

Hermione jatuh pingsan di kementrian, Draco yang sedang rapat dengan beberapa staff-nya langsung menuju ke St. Mungo begitu mendengar Hermione pingsan.

Pekerjaannya di kementrian benar-benar melelahkan, apalagi ia masih berstatus sebagai karyawan baru, jadi orang-orang sengaja memberikannya pekerjaan lebih, ditambah lagi memang Granger tipe orang yang pekerja keras.

Healer yang ditemui Draco berkata bahwa Hermione kelelahan, ia kurang gizi dan vitamin selama dua minggu terakhir dan harus beristirahat dua hari di rumah sakit.

"Sudahlah Granger, berhenti saja dari kementrian sihir, aku bisa memberikanmu posisi yang bagus dan gaji yang layak, aku akan membayarmu lima kali lipat dari yang dibayar kementrian padamu." Draco berusaha membujuk Hermione lagi untuk yang kesekian kalinya.

"Sudah berapa kali kubilang Malfoy, ini bukan masalah uang…"

"Iya…iya.. aku tahu Miss Granger, ini masalah Passion." Draco memotong kalimat Hermione yang sudah berkali-kali di dengarnya.

"Kalau kau merasa kerja rodi di kementrian sihir dengan gaji kecil adalah passionmu maka aku tidak bisa bilang apa-apa." Draco menggeleng tidak habis pikir dengan Hermione Granger.

.

Hermione menangis tersedu-sedu di dapur Malfoy Manor, Draco berusaha keras menahan ekspresinya agar tidak tersenyum atau menyeringai. Ia menepuk-nepuk pundak Hermione.

"Sudahlah, aku kan sudah bilang kalau Oliver Wood itu Gay, tapi kau tidak mau percaya." Draco menepuk-nepuk pundak Hermione yang merebahkan kepalanya di meja pantry.

Draco meminta salah satu peri rumahnya memberikan Hermione susu cokelat dan kue cokelat agar tangisnya berhenti, tapi sepertinya tidak berpengaruh

Hermione menangis tersedu-sedu. "Aku kira kami cocok, Oliver baik sekali, ia bahkan membuatkanku sarung tangan hasil rajutannya sendiri…" Kata Hermione lalu menangis lagi.

"Pria waras mana yang merajut Granger?" Draco menahan tawanya. Ia tahu sebenarnya Wood tidak gay, tentu saja tidak, ia memang sedikit feminim tapi wood tidak gay, jadi Draco menyewa seorang pria untuk menjebak Wood dan mengambil foto mereka saat seakan-akan mereka sedang bermesraan lalu menyuruh orang itu memberikannya pada Hermione.

Jahat?

Well, siapa peduli, Draco Malfoy akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia mau. Titik.

.

"Kenapa Hermione tidak pernah datang lagi kesini?" Narcissa bertanya pada Draco saat mereka sedang makan malam keluarga.

"Mungkin akhirnya Miss Granger sadar kalau ia berteman dengan pria brengsek." Lucius menjawab pertanyaan istrinya.

"Lucius, tidak baik menghina anak sendiri." Narcissa menghardik suaminya.

"Well, aku takut sepertinya Father benar, sepertinya Granger sadar kalau aku tidak layak menjadi temannya." Draco menghela nafasnya.

Beberapa minggu yang lalu Draco dan Hermione bertengkar karena Draco lagi-lagi meniduri asisten Hermione. Draco mengatakan itu bukan salahnya, kenapa asisten Hermione selalu mau diajak tidur. Hermione menamparnya dan berkata kalau ia tidak mau bertemu dengan Draco lagi selama sisa hidupnya.

"Kau harus berhenti melakukan kegilaanmu ini nak, atau Hermione akan pergi darimu untuk selamanya." Narcissa menasihati.

"Apa susahnya berkata padanya, Granger, aku mencintaimu, jangan marah lagi. Kau laki-laki atau bukan?" Lucius meledeknya lagi.

Draco menghela nafasnya lagi. Ia akhirnya datang kerumah Hermione dan berkata, Hermione kau temanku, jangan marah lagi.

Draco tahu ia memang pengecut.

-End Of Flashback-

"Mother, makan malam sudah si…..ap" Mulut Draco terbuka saat melihat Hermione diruangan pribadi ibunya.

Ia menggunakan dress panjang berwarna merah darah, dan bagian punggungnya belum di resleting.

"Kami akan segera ke ruang makan." Narcissa memberitahu.

Hermione yang telat menyadari bahwa Draco ada disana langsung memerah dan membalikkan badannya agar Draco tidak melihat punggungnya yang terbuka.

Tapi keadaan justru makin kacau untuk Draco, sekarang bagian depan tubuh Hermione yang dilihatnya dengan jelas, gaun merah yang digunakannya menempel tepat ditubuhnya, seperti kulit kedua, Draco bisa melihat jelas gundukkan payudaranya, kurva di pinggulnya, seluruh lekuk tubuhnya.

Draco membalikkan badannya, ia harus mandi air dingin dulu sebelum makan malam.

-To Be Continued-

Let's face it. Aku tahu kalian sering baca tentang Hermione menggunakan dress hijau, warna Slytherin, tapi aku lebih suka warna merah, lebih HOT…

Wakakakakk…

Read and Review.

-dramioneyoja