All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 4

How Draco Malfoy Fall In Love With Hermione Granger

Draco Malfoy POV

"Kenapa kau tiba-tiba ingin bertemu denganku?" Blaise bertanya saat ia memasuki ruanganku dan duduk di depanku.

"Ada yang ingin ku bicarakan." Aku memberitahunya.

"Hermione?" Blaise menebak.

Aku mengangguk. Aku tidak bisa menyabotase hubungan mereka begitu saja, bagaimanapun juga Blaise adalah temanku, kami sudah kenal semenjak masih menggunakan popok dan menaikki sapu terbang mainan.

"Mate, kau tidak bisa bertindak seperti kekasihnya atau kakak laki-lakinya jika nyatanya kau hanya temannya, Potter dan Weasley saja tidak mengatakan apa-apa padaku, jadi jangan mulai." Blaise memang benar-benar tahu apa isi pikiranku.

"Apa kau serius dengannya?" Aku bertanya, tidak lagi bisa berkata apa-apa saat Blaise sudah membalikkan keadaan.

"Lebih serius darimu."

.

-Flashback-

Aku tidak akan pernah lupa bagaimana aku akhirnya sadar kalau aku mencintai Hermione Granger.

Hari itu H-14 sebelum ujian N.E.W.T aku tidak mengerti kenapa ia bersikeras belajar di perpustakaan, padahal ia bisa belajar di Common Room kami tanpa gangguan.

Jadi aku duduk di depannya di salah satu meja kosong di pojok perpustakaan. Perpustakaan lebih ramai dari biasanya, hampir semua murid tahun ketujuh dan ke delapan ada di perpustakaan dan belajar lebih giat.

Kami menjadi dekat sekarang. Hermione membantuku di mata pelajaran Muggle yang sekarang menjadi mata pelajaran wajib, aku membantunya di potion, karena percaya atau tidak Snape meninggalkan buku rahasianya padaku.

Aku memperhatikan Hermione lekat-lekat, ia sedang fokus sekali, dasinya miring, lengan kemeja dan oxfordnya di lipat sampai ke lengan, rambutnya dikuncir kebelakang.

"Granger, ayo kita belajar di common room saja. Disini terlalu ramai." Aku mengeluh padanya.

"Kalau kau ingin kembali ke common room tidak apa-apa." Hermione masih fokus pada bukunya.

Aku menghela nafasku. "Granger, ayolah." Aku membujuknya.

"Aku lebih suka belajar disini Malfoy." Granger menjawab tapi tetap fokus pada bukunya.

Aku menghela nafasku lagi.

Granger pernah berkata padaku bahwa ia benar-benar suka berada di perpustakaan, Ia mengatakan sesuatu seperti buku-buku disekelilingnya membuatnya tenang dan nyaman.

Ia bahkan berkata akan membuka toko bukunya sendiri suatu saat nanti, dan meletakkan beberapa meja dan kursi untuk pengunjung untuk membiarkan mereka membaca bukunya terlebih dahulu sebelum membelinya.

Aku tertawa, bagaimana mungkin ia membiarkan pembeli melakukan itu? Mereka akan membaca beberapa bagian buku, lalu kemudian tidak jadi membeli buku karena bukunya tidak bagus.

Tapi Granger berkata jika seseorang sudah menyukai suatu buku, meskipun orang itu sudah membacanya maka akan tetap membelinya, dan lagipula ia tidak berencana menjual banyak buku, ia hanya berencana menjual buku-buku bagus yang sudah dibacanya terlebih dahulu.

"Granger, ayolah…" aku merajuk seperti anak kecil.

Hermione kemudian menghela nafasnya. "Baiklah, baiklah ayo…ayo…" Ia kemudian merapikan bukunya dan melepas ikatan rambutnya.

Rambutnya tergerai dan seluruh wajahnya terkena sinar matahari.

Aku akan selamanya mengingat wajahnya saat itu, ia terlihat seperti malaikat.

Aku tahu aku jatuh cinta pada Hermione Granger.

Aku jatuh cinta pada Hermione Granger.

I'm Doomed.

Aku mulai menyadari bahwa aku menyukainya sejak beberapa bulan yang lalu, ada yang aneh saat kami libur natal, aku merindukannya, merasa aneh saat tidak disapa selamat pagi olehnya, aku keluar dari kamarku di Manor dan berharap menemukan sisa kue di depan perapian, tapi perapian rumahku kosong.

Aku sadar aku merindukan Hermione Granger.

Sesuatu dari dalam dirinya membuatku perasaanku bergetar, mulai dari caranya berjalan, caranya bicara, caranya makan, caranya membaca buku, caranya melihatku saat marah, hell, aku bahkan suka caranya bernafas.

Apa?

Aku menyedihkan? Tidak bisa diselamatkan lagi?

Aku tahu.

Apa?

Aku benar-benar mencintai Hermione Granger?

Kan sudah kukatakan tadi!

-End Of Flashback-

.

Aku menunggu pesan dari Hermione. Aku mengiriminya pesan dari tadi pagi, bertanya apa ia bisa makan malam denganku atau tidak, tapi sampai sekarang ia masih belum membalas pesanku. Sekarang sudah jam enam sore, dan besok aku akan ke China selama seminggu kalau aku tidak bertemu dengannya hari ini, maka lagi-lagi aku harus berusaha bertahan setengah mati tidak bertemu dengannya.

Apa ia lembur lagi? Aku menyerah, aku meneleponnya duluan.

"Aku sedang sibuk, aku tidak bisa makan malam denganmu, maaf, nanti kutelepon lagi."

Astaga.

Aku bahkan belum mengatakan satu katapun dan dia sudah menutup teleponku.

Dasar.

Hermione Granger menyebalkan.

Apa ia sedang bersama Blaise? Ugh, haruskah aku mengeceknya di kementrian? Apa ia sudah makan malam? Lebih buruk apa ia sudah makan siang? Kalau sedang musim lembur seperti ini ia pasti lupa makan.

Baiklah. Aku akan mengecek keadaannya di kementrian dan membawakanya makan malam. Mari berpikir, apa makanan favorit Granger? Oh, ia suka tuna salad, tapi ia butuh nutrisi yang banyak, oh, apa ia sudah jadi mencoba makanan di restoran china yang baru dibuka di dekat kementrian? Dia berkata kepadaku beberapa waktu yang lalu bahwa ingin mengajakku makan disana, semoga ia masih belum jadi mencoba makan disana.

Jika aku datang dan membawakannya makanan dari restoran itu ia pasti akan senang sekali.

.

Aku berjalan dengan bungkusan makanan ditanganku, aku memesan beberapa makanan di restoran China yang sudah beberapa kali dibicarakan Hermione, kementrian masih ramai, padahal sekarang sudah pukul tujuh dan jam pulang kantor adalah jam lima sore.

Aku berjalan menuju ke ruangannya dan mengetuk pintu pelan.

"Masuk." Aku mendengar suara Granger, lalu masuk ke dalam ruangan kecil bertuliskan :

Hermione J Granger

Chief of Departement Muggle Relation

Ugh, ia sudah kepala departement tapi ruangannya bahkan lebih kecil dari toilet kamar mandiku, apa kementrian benar-benar semiskin ini? Hermione harusnya bisa mendapatkan fasilitas yang lebih lagi. Granger kan sudah berkali-kali menjadi karyawan teladan, menyedihkan.

Aku membuka pintu lalu melihat Hermione sedang makan dengan Blaise. Mereka memegang kotak dari kertas dan sumpit.

Sial.

"Draco?" Granger bertanya dengan mulut penuh.

Aku tidak tahu harus berkata apa. Tidak tahu harus melakukan apa. Apa aku harus lari saja sekarang? Langsung ber-apparating dan menghilang dari sini?

"Draco, Mate? Masuklah, kenapa kau berdiri di pintu?" Blaise bertanya.

Aku berjalan mendekat ke arah mereka. "Aku kira kau belum makan." Aku meletakkan bungkusan makanan yang kubawa di meja Granger.

"Kalau begitu aku pulang dulu." Aku kemudian berjalan pergi. "Aku tidak ingin mengganggu kalian." Ugh, Jelas-jelas aku tidak tahan melihat mereka berdua.

"Kenapa cepat sekali? makanlah disini bersama kami." Blaise menawarkan.

"Ah, aku ada janji makan malam dengan rekanan." Aku berbohong, makin cepat aku pergi makin cepat aku tidak melihat Granger dengan Blaise.

Granger tidak mengatakan apa-apa saat aku sampai di depan pintu, sampai aku keluar, sampai aku menutup pintu.

Ugh… dia tidak memanggilku sama sekali, dasar perempuan menyebalkan, tidak peka, tidak punya perasaan.

Apa?

Kalian mau menertawakanku?

Tertawa saja sampai puas.

Apa?

Lakukan sesuatu?

Kalian pikir segampang itu?

Pengecut?

Masa Bodoh!

-To Be Continued-

Aku tahu ini singkat, super singkat, tapi ini demi jalannya cerita, jangan kuatir guys…

Read and Review…

-dramioneyoja