All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 5

How Hermione Granger Fall In Love With Draco Malfoy

Hermione Granger POV

Mark sudah mengirimiku salinan dari semua kontrak terbaru perusahaan mereka dengan perusahaan Muggle. Dia mengirim memo bahwa ia dan Draco sedang berada di China dan mereka baru bisa bertemu untuk membicarakan kontrak itu minggu depan sekembalinya mereka dari China.

Aku melihat semua kontrak-kontrak perusahaan Malfoy, dasar. Semua kontraknya sangat menguntungkan mereka, jika semua perusahaan yang diajak kerja sama dengan Malfoy untung, dalam satu tahun ia bisa mendapatkan nyaris Seratus Juta Galleon.

Untuk apa semua uang itu?

Tiba-tiba ponselku berbunyi. Mom.

"Hallo…" Aku mengangkat teleponku.

"Hermione, kau sedang di kantor?"

"Iya, ada apa Mom?"

"Ayahmu ingin menanyakan sesuatu."

"Sudah, berikan saja ponselnya padaku…" aku bisa mendengar suara Dad meminta agar ponsel itu diberikan padanya.

"Ada apa Dad?" aku bertanya saat Dad sudah berada di telepon.

"Dad membaca berita tadi pagi." Dad memulai. "Ada berita besar, seorang pengusaha asal Inggris yang tidak diketahui identitasnya, berinisial DM mengambil alih hampir setengah dari saham Volkswagen, apa mungkin DM yang dimaksud adalah Draco Malfoy?"

Aku menghela nafasku.

"Iya, benar." Aku menjawab ayahku.

"Benarkah?" Dad bertanya dengan nada kaget.

"Iya, benar, Draco baru saja mengambil sebagian besar saham Volkswagen." Aku memberitahu Dad.

"Wow, anak itu benar-benar kaya." Dad berseru.

Aku menghela nafasku, memutar mataku. "Jadi Dad meneleponku hanya untuk menanyakan hal itu?"

"Well, sebenarnya…" Mom sudah mengambil alih lagi teleponnya. "Kapan kau akan kerumah? Sabtu ini bisa?" Mom bertanya.

"Tidak bisa Mom, aku harus bekerja, belakangan ini pekerjaan kami banyak sekali."

"Minggu depan?" Mom bertanya.

"Akan kuusahakan." Aku menjawab.

"Apa kau bisa mengajak Draco? Mom sudah lama tidak bertemu dengannya."

Aku memutarmataku lagi, mom adalah fans besar Draco. "Dia sedang pergi ke China."

"Ah, what a shame…Datanglah sabtu depan ya…" Mom berseru sebelum menutup teleponnya.

.

Aku sampai dirumah sekitar pukul delapan malam, ugh aku lelah sekali, kakiku rasanya mau copot dan bahuku pegal sekali.

Aku menyalakan lampu dan melihat paket di atas meja ruang tamu. Tidak banyak yang bisa masuk ke apartementku begitu saja. Harry, Ginny, Ron, dan Malfoy.

Aku melihat paket itu, ada tulisan Granger di atasnya, jadi itu pasti dari Malfoy, aku membukanya dan melihat beberapa botol berisi cairan berwarna aneh.

Ada kartu kecil disisi kotaknya, aku membukanya.

Granger,

Ugh, mereka bilang ramuan tradisional China baik untuk kesehatan, aku tidak tahu benar atau tidak, jadi aku memberikannya padamu untuk mencoba efeknya, kau sedang lelah kan belakangan ini?

Minumlah, dan jika efeknya bagus kabari aku, jadi aku bisa membeli lebih banyak.

DM.

Dasar bodoh.

Aku tahu betul kalau ia tahu aku sedang banyak pekerjaan sekarang ini, ia pasti tahu kalau aku kelelahan dan membelikan ini untukku, hanya saja terlalu angkuh untuk mengakui bahwa ia peduli padaku.

Dasar, sekali Draco Malfoy akan tetap menjadi Draco Malfoy

Baiklah, baik, aku mengakui kalau aku mencintai Draco Malfoy, kalian benar, aku memang mencintai pria brengsek itu.

Sudah puas?

Tapi aku tahu ia hanya menganggapku sebagai teman.

Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa aku bisa jatuh cinta padanya?

-Flashback-

Sekitar lima bulan setelah kami berada di satu asrama aku terbangun dan sadar kalau aku sudah jatuh cinta padanya.

Selama seminggu itu, aku tidak enak badan, aku terus menerus bersin dan panas dingin, aku sudah ke Madam Pomfrey tapi tetap tidak ada perubahan signifikan.

Malamnya aku panas tinggi dan tidak bisa melaksanakan patroli.

Aku terbaring lemas di kamarku. Tiba-tiba pintu kamarku di ketuk oleh Malfoy.

"Granger! Apa kau di dalam? Ayo kita Patroli." Malfoy berseru dari luar.

"Aku sakit." Aku berkata pelan.

"Boleh aku masuk?"Malfoy bertanya.

"Masuklah." Aku berseru sekuat yang kubisa. Draco kemudian membuka pintu dan masuk ke kamarku.

"Astaga Granger, kau benar-benar sakit ya?" Draco kemudian berjalan mendekati kasurku. Ia meletakkan tangannya di keningku.

"Astaga, kau panas sekali, kau sudah ke Madam Pomfrey?" Ia bertanya.

Aku mengangguk.

"Apa kau sudah makan malam?"

Aku menggeleng.

"Ugh, sudah tahu sakit, malah tidak makan. Aku akan menyuruh seseorang menggantikan kita, dan akan melihat apakah masih ada makanan tersisa untukmu."

Draco kemudian pergi, tidak lama ia kembali dengan membawa baki, aku tidak tahu akan melihat hari dimana Draco Malfoy berjalan membawa baki. Ia meletakkan baki itu di sisi kasurku yang kosong.

"Makanlah." Ia membuka penutup makanan yang ada disampingku. "Aku hanya bisa mendapatkan sup dan roti, jadi jangan protes dan makan saja."

"Iya…" Aku berusaha duduk dikasurku, dan meraih sendok, tapi tanganku bergetar.

"Apa aku harus menyuapimu?" Draco bertanya melihat tanganku bergetar.

"Sepertinya begitu." Aku mengangguk.

Draco menghela nafasnya lalu mengambil sendok dan menyuapiku sup yang sudah dibawanya.

Ia beberapa kali menggerutu, mengatakan bahwa aku terlalu memforsir kegiatanku, bertanya apa memang Muggle-Born memang mudah sakit atau semacamnya?

Jika aku masih punya tenaga aku pasti sudah memukul kepalanya, tapi aku hanya bisa meliriknya kesal.

"Aku kenyang, perutku kembung." Aku tidak bisa makan lagi.

"Satu suap lagi." Draco memaksaku.

Akhirnya aku menerima satu suap lagi, lalu Draco menyingkirkan sisa makanan itu.

"Tidurlah." Ia memberiku instruksi lagi.

"Hmm.." aku mengiyakan, kemudian merebahkan badanku lalu menarik selimutku sampai ke leher. "Pergilah." Aku menyuruh Draco pergi sebelum aku tertidur.

"Aku akan pergi setelah kau tertidur." Draco berkata, ia duduk di kursi di samping kasurku.

Aku mengangguk pelan dan menutup mataku.

.

Aku terbangun karena sinar matahari sudah masuk dan membuat mataku silau. Badanku masih sakit tapi sepertinya demamku sudah turun. Aku membuka mataku dan melihat kepala yang penuh dengan rambut pirang di sampingku.

Draco Malfoy tertidur disampingku. Ia duduk dikursi dan merebahkan kepalanya disampingku.

Draco Malfoy menungguiku sepanjang malam?

Draco Malfoy?

Pria menyebalkan itu menungguiku semalaman?

Aku menggerakan tanganku, ingin meraih rambutnya, kenapa dunia ini tidak adil? Malfoy kan laki-laki, ia tidak butuh rambut yang indah seperti ini. Aku baru akan meraih rambutnya saat ia bergerak.

Aku menutup mataku lagi, berpura-pura tidur lagi.

"Ugh…" Draco mengerang sepertinya ia meluruskan badannya. Aku bisa merasakan ia meraba jidatku, merasakan apa aku masih panas atau tidak.

"Panasnya sudah turun." Draco bergumam pelan.

Tiba-tiba aku merasakan bahwa ia mencium keningku.

Aku merasakan bibirnya di keningku.

Draco Malfoy baru saja mencium keningku.

Oh, semoga wajahku tidak tiba-tiba memerah atau ia akan tahu kalau sebenarnya sudah bangun.

Aku membuka mataku saat mendengar suara pintu ditutup. Draco sudah keluar dari kamarku.

Aku menutup wajahku dengan selimutku lagi. Aku yakin bukan hanya wajahku tapi seluruh tubuhku pasti memerah. Aku sudah pernah berciuman dengan pria, tentu saja, tapi kenapa hanya karena Draco mencium keningku aku berdebar setengah mati?

Dan saat itu aku tahu kalau aku jatuh cinta pada Draco Malfoy.

-End Of Flashback-

Aku meminum salah satu ramuan China yang ada, yang dilabelnya bertuliskan berkhasiat memulihkan tenaga, kemudian menyimpan semua botol-botol itu di atas kulkas lalu tidur.

-To Be Continued-

Another very short chapter, bear with me guys.

Kenapa aku cepet banget update?

1.1. Aku sayang kalian

2.2. Moodku bagus

3.3. Ini malam minggu

4.4. Aku jomblo Single

Ugh… aku pengen Married sama Draco Malfoy di ceritaku ini… hahahaha…

cerita ini basically sudah selesai, aku tinggal periksa ulang beberapa bagian dan bikin epilogue...

jadi, kalau kalian REVIEWWW... REVIEW YANG BANYAKKKKKK... aku mungkin posting semuanya besok...

Read and Review.

-dramioneyoja