All of the character is not mine. They're belong to J.K Rowling.

Chapter 7

Draco Realization? Perhaps?

Draco Malfoy POV

Aku sudah tiga minggu tidak bertemu dengan Granger. Jika aku bisa bertahan satu minggu lagi maka semuanya akan baik-baik saja. Dari artikel yang pernah kubaca, jika kau bisa bertahan selama satu bulan tanpa bertemu dengan orang yang kau cintai maka kau sudah melupakannya.

Aku sudah kembali dari China dua minggu yang lalu dan bukannya menyambutku dengan pelukkan hangat, ia malah menyuruh asisten barunya, yang notabene seorang laki-laki menemuiku.

Yang benar saja.

Aku membiarkan karyawannya itu menungguku sampai rapatku selesai, untuk apa menunda rapatku jika bukan Granger yang datang menemuiku?

Jadi aku sudah tiga minggu tidak menemuinya, ia juga tidak berusaha menemuiku, aku tidak ingin mengiriminya pesan duluan atau meneleponnya duluan, sekali ini, sekali ini saja, aku ingin Hermione menunjukkan bahwa ia peduli padaku. Setidaknya sebagai teman.

Bagaimana caranya?

Hubungi aku duluan. Apa susahnya sih? Ia tinggal meneleponku, bertanya bagaimana keadaanku, mengajakku makan siang atau minum kopi, apa susahnya?

"Mr. Malfoy, kita sudah sampai." Mark memberitahuku bahwa kami sudah sampai di proyek gedung baru Malfoy Enterprise di daerah Muggle London.

Aku membangun kantor yang besar di London.

Aku memang berencana menjadikan perusahaanku terkenal di dunia Muggle, Granger yang membuatku memiliki ide macam ini. Ia yang mengajariku banyak hal tentang muggle, dan akhirnya membuatku tahu berapa banyak keuntungan yang bisa kudapatkan dari dunia Muggle.

Aku akan mendirikan perusahaan besar yang berdiri di bidang Investasi, Malfoy Investment. Jadi aku sudah bekerja sama dengan kontraktor Muggle dan pembangunan gedung kantorku yang tingginya tujuh puluh tujuh lantai sedang dalam proses

Aku disapa oleh orang-orang yang sudah menungguku disana, mereka menjelaskan tentang perkembangan bangunan yang akan selesai kurang lebih enam bulan lagi.

Aku bisa saja mempekerjakan puluhan penyihir untuk membangun gedung ini, tapi seperti yang sudah kukatakan di atas, aku membangun gedung ini di Muggle London. Jadi aku terpaksa menyewa ratusan tenaga kerja untuk membangun gedung ini.

Seseorang memberikanku topi proyek dan aku memakainya, aku dan beberapa orang akan naik ke lantai sepuluh dan melihat keseluruhan pembangunan.

Aku berusaha fokus mendengar penjelasan penanggung jawab proyek tentang perkembangan proyek ini, tapi aku tidak bisa menghilangkan bayangan Granger dari kepalaku, ditambah lagi aku kurang tidur selama seminggu belakangan ini, kepalaku sering sakit karena pekerjaanku sedang banyak sekali.

Aku berjalan ke ujung konstruksi yang tidak ada pengamannya, aku melihat ke sekeliling dan tahu bahwa sepertinya gedungku akan menjadi gedung paling tinggi disini.

Aku melihat ke bawah, memperhatikan beberapa orang yang sedang bekerja, tiba-tiba kepalaku sakit sekali.

"Mr. Malfoy! Hati-Hati!" Aku mendengar beberapa orang meneriakkan namaku, ada angin kencang yang bertiup.

Sial.

Aku terjatuh. Bisa kalian bayangkan itu? Aku jatuh dari lantai sepuluh kantorku di dunia Muggle, aku menggenggam tongkatku dan dengan cepat menggumamkan Arresto Momentum.

Aku bisa mendengar mereka semua berteriak, apa yang harus kulakukan sekarang?

Aku terbaring di tanah, dan aku dengan cepat memunculkan darah palsu disekitar tubuhku, semoga Mark cepat turun dan cepat-cepat membawaku pergi.

Aku tidak bisa bangun begitu saja dan bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa, kenapa aku harus dikelilingi Muggle. Aku menutup mataku. Merasakan beberapa orang mulai mengerumuniku.

Shit, Mark, kenapa kau lama sekali!

Akhirnya aku merasakan Mark membisikan sesuatu di telingaku. "Mr. Malfoy, tidur saja, aku akan berusaha membawamu pergi secepat mungkin."

Aku mengangguk pelan, dan memejamkan mataku lebih erat.

.

Aku terbangun, melihat kesekelilingku, aku tahu aku ada di rumah sakit Muggle.

"Mark." Aku berseru.

"Mr. Malfoy, maaf, ini hal terbaik yang bisa kulakukan saat ini, terlalu banyak Muggle, aku tahu anda tidak apa-apa, tapi aku terpaksa mematahkan beberapa tulang anda agar dokter Muggle tidak curiga." Mark langsung meminta maaf dengan wajah kuatir.

Aku menghela nafasku, merasakan sakit di beberapa bagian tubuhku. "Bisa kau urus kepulanganku? Atau apapun, katakan kita akan berobat ke rumah sakit lain atau semacamnya." Aku memerintahkan Mark.

Mark mengangguk lalu berjalan menuju pintu keluar.

"Draco!"

Aku mengenali suara itu dimana saja. Hermione Granger berdiri di depan pintu kamarku, ia terlihat kuatir dan cemas, matanya merah dan ada bekas air mata diwajahnya.

"Draco, astaga, apa yang terjadi padamu?"

Baiklah, siapa yang memberitahu Granger?

Aku melihat ke arah Mark yang mengedipkan sebelah matanya padaku, lalu keluar.

Shit, anak itu berhak mendapat kenaikkan gaji. Ugh, bagaimana dengan paket liburan mewah?

"Apa yang kau lakukan disini Granger?" Aku bertanya, berpura-pura menahan sakit.

"Aku di beritahu Mark bahwa kau jatuh dari lantai sepuluh gedung Muggle, aku langsung menuju kesini." Granger menangis dan duduk disisi kasurku yang lengang.

Aku memperhatikannya, ia menggunakan Cocktail Dress berwarna hitam, ada tali kecil di kedua bahunya, aku bisa melihat setengah dari pahanya, dan ia menggunakan heels.

"Kau darimana?" Aku bertanya.

"Aku sedang makan malam dengan Blaise." Ia berkata sambil menghapus air matanya. "Draco, apa kau tahu betapa kuatirnya aku?" Ia mulai berhenti menangis.

Aku berusaha setengah mati menahan ekspresiku. Hermione Granger meninggalkan makan malamnya dengan Zabini untukku.

Hahahaha…

Aku tidak tahu bisa merasakan perasaan seperti ini, aku senang sekali Granger menganggapku lebih penting dari Zabini –apapun status mereka sekarang-.

"Sudahlah, jangan menangis, aku tidak apa-apa." Aku menepuk tangannya pelan. "Bantu aku duduk." Aku memberitahunya. Ia kemudian menekan tombol yang berada disamping kasurku dan membuat bagian atas kasurku menjadi tegak.

"Wow Granger, kasur ini menyenangkan, jadi kau tinggal menean tombol dan kasurnya akan naik dan turun sendiri?" aku bertanya, lagi-lagi takjub dengan penemuan muggle.

Hermione memutar matanya.

"Aku harus memiliki kasur macam ini di rumah."

"Kenapa kau bisa jatuh?" Granger bertanya lagi.

Aku menceritakan kejadiannya pada Granger, memberitahunya bagaimana aku jatuh, dan tidak bisa melakukan apa-apa karena aku berada di sekeliling Muggle.

Ia menangis lagi. "Berhentilah menangis." Aku berkata pelan.

"Boleh aku memelukmu?" Granger tiba-tiba bertanya, dan percayalah aku tidak pernah lebih bahagia dari saat ini.

Aku mengangguk pelan dan melebarkan kedua tanganku. Ia memelukku.

Hermione Granger memelukku.

Ia mulai menangis lagi. "Kau harusnya lebih berhati-hati."

"Iya, aku tahu." Aku menepuk-nepuk pundaknya, ini aneh, bukannya seharusnya aku yang ditenangkan? Bukan menenangkan?

"Hermione?"

"Hmm?"

"Apa kau takut kehilangan aku?" Aku bertanya pelan, ia melepaskan tangannya dari tubuhku, duduk lagi di posisinya semula. Kami hanya melihat satu sama lain.

Wajahnya memerah.

Shit, apa Granger takut kehilangan diriku? Ia takut sesuatu terjadi padaku! Apa mungkin selama ini ia juga punya perasaan padaku? Apa mungkin?

"Tentu saja Malfoy! kau kan temanku." Ia berkata sambil berkacak pinggang.

"Oh…" Aku tersenyum pahit.

Teman? Lagi-lagi hanya teman, apa aku akan selamanya hanya menjadi teman baginya?

"Well. Granger by the way.. nice cleavage.." aku menggodanya.

"Malfoy!" Hermione berteriak menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.

Aku tertawa.

Ia memukul tanganku kemudian ikut tertawa.

Teman?

Tidak apalah, setidaknya aku bisa melihatnya tertawa, setidaknya aku bisa membuatnya tertawa, setidaknya kata 'teman' bisa menjadi alasanku untuk dekat dengannya.

-To Be Continued-

Read and Review.

-dramioneyoja