Konnichiwa Minna...

Jujur aku sama sekali takut untuk update cerita ini. Pasalnya bingung dengan lanjutannya. Pengennya sih bisa update cepat, tapi banyak hal yang membuatku kehilangan ide. Gomenasai ne...

Bahkan saat bisa update, wordnya Cuma dikit. (Dikit banget malah *pout )

Buat para reader yang sudah mau menyempatkan waktunya guna membaca fict abal ini, Hontouni Arigatou. Terlebih bagi yang mau review, hehehe. Big hug for you...

Buat Semanggi mulai chapter ini akan dibahas masa lalu Hinata. Dan 'Yaksoke' dalam bahasa Jepang berarti janji (Sama dengan bahasa Korea).

Untuk lovely sasuhina aku rasa di chapter sebelumnya dijelaskan kenapa Haruto benci sama Hinata. Dia benci karena Hinata kasih dia nama, dan hubungan sasuhina akan mulai kelihatan dengan segera.

.

.

.

And proudly present

SKY

Cast : Haruto Hyuga ( OC ), Sasuke Uchiha, Hinata Hyuga and other

Rate : T

Genre : Family

Disclaimer : Naruto Masashi.K

Warning : OC, OOC, Typo, Death chara, cerita yang aneh, dan kekurangan yang lain

DLDR

RnR

Enjoy :)

27 Desember 1984

Dear Diary, sepertinya itu adalah hal lumrah yang dilakukan setiap orang saat mulai menulis buku harian. Tapi aku ingin melakukan hal yang berbeda dari kebanyakan orang. Jadi aku akan memberimu sebuah nama, tapi sebaiknya apa nama yang kuberikan padamu ya? Aku suka melihat langit biru yang terbentang diatasku. Setiap kali melihatnya aku merasa sangat tenang. Jadi bagaimana jika kuberi namamu SKY. Ah, itu bukan nama yang buruk bukan? Baiklah, mulai saat ini aku akan memanggilmu SKY.

Konnichiwa SKY.

Hari ini adalah ulang tahunku yang kesembilan. Dan kau adalah hadiah yang diberikan Neji-nii kepadaku. Aku sangat senang tentu saja. Sepertinya dia tahu jika aku suka menulis. Oka-san juga memberiku boneka beruang yang memang sudah kuinginkan sejak awal bulan, sementara Otou-san mengajak kami berlibur ke resort di kota sebelah. Tentu saja aku sangat senang dengan semua hadiah itu. dan yang paling membuatku bahagia adalah kebersamaan kami yang sangat jarang kumiliki.

Aku tidak menyalahkan kesibukan Otou-san dan Oka-san. Hanya saja kadang aku iri dengan beberapa temanku yang sering menghabiskan akhir pekan mereka dengan keluarga. Sementara aku, satu bulan belum tentu bisa berwisata dengan kedua orang tuaku. Meski demikian, kami selalu menyempatkan diri untuk sarapan bersama. Setidaknya hal itu membuatku masih merasa jika aku memiliki mereka.

Ah SKY, Oka-san sudah memanggilku. Gomen, aku tidak bisa membawamu. Tapi aku janji akan menceritakan semua pengalamanku di resort. Jaa ne.

3 Januari 1985

Happy New Year SKY... . Gomen karena baru menyapamu lagi. Kau tahu tahun ini adalah tahun yang sangat membahagiakan bagiku. Aku harap tahun depan bisa sebaik ini (dan juga tahun tahun selanjutnya ). Liburanku sangat menyenangkan. Bahkan Neji-nii juga mengajariku bagaimana caranya meluncur di atas salju. Dan coba kau tebak? Sekarang aku sudah bisa meluncur. Yeeeey... aku benar-benar sudah tidak sabar ingin menceritakan pengalamanku itu kepada Ino-chan dan Tenten-chan.

Eh, apa aku belum bilang kepadamu tentang Ino-chan dan Tenten-chan? Mereka berdua adalah sahabatku. Ino-chan adalah gadis yang sangat cantik dan ceria, cenderung berisik (Ino-chan gomen). Dia juga sangat berani. Bahkan dia tidak segan memukul anak lelaki yang berani menggodanya. Sementara jika aku yang berada diposisinya, dipastikan aku hanya akan bisa menangis ketakutan. Meski kadang Neji-nii datang untuk membelaku. Tapi semenjak bersahabat dengan barbie hidup itu (Ino-chan sangat mirip dengan boneka barbie milikku) aku sedikit lebih berani (meski tidak sampai memukul anak lelaki juga sih. Hal yang paling berani aku lakukan hanyalah berteriak sekencang mungkin).

Berbeda dengan Ino-chan. Tenten-chan sedikit lebih diam. Tapi mereka sama-sama gadis pemberani. Bahkan Tenten-chan termasuk dalam sisiwi yang tergabung dalam kelas karate. Jadi wajar tidak ada anak lelaki yang berani mengusiknya. Meskipun demikian, tidak sedikit yang mencoba untuk menggodanya. Karena wajahnya juga tak kalah cantik dari Ino-chan. Dan aku sangat bersyukur bisa berteman dengan mereka. Ah...aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu dengan mereka.

Oh ya SKY, selain belajar meluncur di resort aku juga bertemu dengan banyak orang yang berbeda-beda. Ada seorang anak lelaki yang terlihat menyeramkan. Sekilas dia seperti panda (ada lingkaran di sekitar matanya). Tapi dia tidak selucu panda. Dia bahkan jauh lebih menakutkan dari Orochimaru sensei (selama ini aku pikir Orochimaru sensei adalah orang yang paling menakutkan). Saat aku ingin menyapanya, dia malah mendorongku hingga terjatuh. Bukannya minta maaf atau membantuku berdiri, anak itu justru pergi setelah menjulurkan lidah padaku (saat itu aku benar-benar ingin menarik lidahnya).

Sebenarnya bukan hal itu yang membuatku takut padanya. Saat aku tengah membuat boneka salju bersama dengan Neji-nii, aku melihatnya sedang makan sesuatu yang menjijikkan. Aku tidak tahu apa yang dimakannya, hanya saja ada sesuatu seperti darah yang keluar setelah anak itu memasukkan makanan itu dalam mulutnya. Dan dia hanya menyeringai saat pandangan mata kami bertemu. Aku mencoba tidak berteriak saat itu karena tidak mau membuat Neji-nii khaawatir. Dan malamnya aku mendapat mimpi buruk. Aku berharap tidak pernah bertemu dengan anak panda itu.(Aku masih tidak tahu namanya, dan sama sekali tidak ingin mengenalnya)

Untungnya aku tidak bertemu dengannya lagi keesokan harinya. Sehingga aku bisa melewatkan sisa liburanku dengan gembira.

Kau tahu SKY, sepertinya aku akan memiliki tetangga baru. Sepulang dari resort, aku melihat jika rumah di depanku terlihat seperti dobersihkan. Dan saat kutanyaakan pada Oka-san. Dia mengiyakannya. Oka-san juga bilang jika mereka memiliki anak seumuran denganku. Aku berharap bisa berteman dengan tetangga baruku itu, meski aku tidak tahu kapan mereka datang. Baiklah SKY, aku mau mandi dan makan malam. Jaa...

5 Januari

Hari ini tetangga baruku tiba. Oka-san bilang mereka adalah keluarga Uchiha yang berasal dari Kyoto. Dan apa kau tahu SKY? Jika Uchiha adalah salah satu keluarga yang sangat berpengaruh bagi perekonomian Jepang. Mengingat mereka adalah pemilik beberapa perusahan terkemuka dan juga beberapa hotel bintang lima . Tidak hanya itu, Uchiha juga merupakan salah satu keluarga yang masih memiliki kekerabatan dengan keluarga kerajaan. Dan menurut yang kudengar dari Oka-san (aku sama sekali tidak berniat mencuri dengar apa yang dikatakan oleh Oka-san dan temannya) kebanyakan jika para Uchiha hanya menikah dengan Uchiha yang lain ( tapi aku yakin jika tidak semua Uchiha seperti itu). Meski demikian aku masih berharap bisa berteman dengan anak mereka yang seumuran denganku.

Oka-san juga sudah bilang jika nanti kami akan mengunjungi tetangga baru kami. Jadi aku akan bersiap dulu. Nanti aku akan menceritakan bagaimana tetangga baruku itu, okay ?

Aku pikir keluarga Uchiha adalah keluarga yang tidak jauh beda dengan keluarga kerajaan yang ada dalam dorama dorama kesukaanku. Tapi ternyata beda. Mereka sama saja dengan kebanyakan orang. Ramah, baik hati, dan menyenangkan. Meski sikap sang kepala keluarga – Fugaku Uchiha- tidak jauh beda dengan Otou-san, tapi aku yakin dia juga lelaki yang hebat. Dilihat dari matanya yang memancarkan cinta yang besar terhadap keluarganya.

Sementara satu-satunya wanita di keluarga itu –Mikoto Uchiha- benar-benar sangat baik hati. Selain Oka-san, dia adalah orang kedua yang bisa membuatku nyaman dalam sebuah pertemuan pertama. Anak sulung keluarga Uchiha seumuran dengan Neji-nii. Dia juga sangat baik. Dan jangan lupakan kalau dia juga sangat tampan. Meski ada sebuah garis (mungkin itu adalah tanda lahir) di wajahnya, hal itu sama sekali tidak mengrangi kadar ketampanan Itachi-nii. Sikap ramahnya juga semakin membuatku kagum padanya.

Sementara Sasuke (dia seumuran denganku), dia juga tampan. Tapi sikapnya tidak seramah Itachi-nii. Sikapnya cenderung cuek dan dingin. Entah kenapa setiap kali dia menatapku, aku merasa seperti berada di kutub utara (dingin...brrrr...). Aku merasa jika Sasuke tidak suka terhadapku. Tapi kenapa dia tidak menyukaiku? Apa yang sudah kulakukan? Memang sih, tadi aku hampir saja memcubit pipi tembemnya yang sangat menggiurkan (hehehehe...salahkan lemak bayi yang masih ada di pipinya). Tapi saat tanganku hampir menyentuh pipi kenyal itu, sebuah tangan memukul lenganku dengan keras. Dan kau tahu siapa yang memukulku SKY? Dia adalah Sasuke. Jadi seharusnya aku yang marah dan melotot kepadanya bukan? Tapi kenapa aku justru ketakutan saat dia menatapku dengan sangat tajam? Aish...menyebalkan.

Hoam...sepertinya cukup ceritaku tentang tetangga baruku itu. Semoga besok bisa menjadi hari yang lebih baik dan lebih menyenangkan (Mikoto baa-san bilang jika Sasuke akan sekolah di tempat yang sama denganku). Oyasumi SKY -_-.

.

.

.

.

.

.

T
B
C

Gomen karena sepertinya chapter ini lebih pendek dari chapter sebelumnya. Tapi diusahakan chapter depan bisa lebik banyak lagi.

Kritik dan saran selalu diterima dengan senang hati.

Salam

Opie ^^