Title: Just a Dream or Real?

Author: LoveHyunFamily

Cast: All member EXO OT12

Pair: ChanBaek, KaiSoo, HunHan, KrisTao, ChenMin, SuLay

Disclaimer: They're belong to god and family. But this story's mine!

Warn! Yaoi, BL, Sho-Ai. Mature!

.

.

Chapter 1: ChanBaek eps. 1

Summary: Baekhyun tidak tahu harus berkata apa ketika pertama kali memimpikan hal seperti itu, ia tidak polos tentu saja. Ia bahkan tahu tentang hal-hal yang tidak baik dan tidak akan melanggar apa yang sudah dikatakan ibunya. Namun bagaimana jika ia bertemu dengan seseorang yang ada di mimpinya tersebut?

.

Happy Reading

.

"Masakan ibu memang yang terbaik!" Baekhyun mengacungkan kedua jempolnya diatas meja, melayang didepan kearah ibunya yang berada diseberangnya.

Baekbeom—kakak Baekhyun- mengacak surai adiknya yang sudah berumur delapan belas itu dengan gemas. Sudah umur setua itu kelakuannya masih kanak-kanak saja batin Baekbeom.

"Kau sendiri tahu jika masakan ibu selalu yang terbaik Baekby" ucap Baekbeom jenaka menggoda dengan mencomot kue Strawberry yang ada didepan Baekhyun.

"Yak Hyung! Beraninya kau mencubit kue ku!" Protesnya dengan menyembunyikan piring kue tersebut kesampingnya yang langsung dicuri oleh sang ayah. "Ayah!" pekiknya tidak percaya karena ayahnya juga ikut-ikutan mencomot kuenya.

"Ini enak. Bagaimana kalau kita habiskan bersama-sama? Lagipula Baekby pasti sudah kenyang dengan makanan yang ibu buat" Ayahnya berujar. Menggoda Baekhyun adalah rutinitas sang ayah dan sang kakak. Menurut mereka, membuat Baekhyun kesal itu adalah suatu kewajiban yang tidak boleh dilewatkan karena wajah manisnya yang sangat menggemaskan.

"Baekby marah sama ayah!" gerutunya dan bangkit menuju kamarnya, yang padahal sebelum ia bangkit dirinya memandangi kuenya dengan tatapan memelas. Itu adalah potongan terakhir untuk malam ini setelah ibunya yang membeli kue strawberry—khusus untuk dirinya- itu semalam di toko dekat sekolah menengah atasnya—karena ia sudah menduduki bangku perkuliahan tahun ini, tepatnya baru beberapa bulan yang lalu. Dan sekarang, ayah dan Hyungnya dengan seenak jidat bilang menghabiskan kuenya. Ugh, menyebalkan.

GREBB

"Hey, Hyung cuma bercanda kok. Ayo kau habiskan kue mu terlebih dahulu baru boleh masuk kamar" Baekbeom memegang lengan adiknya dan berucap dengan senyum yang sangat tampan.

"Ugh, Hyung baik sekali. Pantas saja Jieun noona sangat tergila-gila dengan Hyung!" Celoteh Baekhyun dengan senyum mengembang duduk lagi di kursinya tadi. Mengabaikan kakaknya yang sedang ber-blushing ria disana. By the way, Jieun itu kekasihnya Baekbeom bila kalian ingin tahu.

Senyum Baekhyun luntur seketika saat melihat wajah ayahnya yang tersenyum-senyum melihatnya. "Baekby masih marah sama ayah!" ucapnya pelan dengan sendok memotong kue lalu memasukkan kue nya dengan perlahan. Seketika matanya berbinar saat rasa kue tersebut melalui kerongkongannya. Namun demi menjaga imej marahnya, Baekhyun hanya diam sambil kembali memasukkan sendok berisi kue strawberry tersebut.

"Baekby sayang ibu dan Hyung!" pekiknya dengan sendok yang masih menggantung di mulut.

"Baekby tidak sayang ayah?" Ayahnya pura-pura sedih memandang Baekhyun dengan pandangan meminta maaf yang dibuat-buat.

Baekhyun mengalihkan wajahnya dari wajah sang ayah dan tetap melanjutkan makan kuenya hingga hampir habis.

"Hufftt.. Baekby tidak mau memaafkan ayah bu, bagaimana ini?" Ayahnya menoleh pada sang ibu yang hanya mengangkat bahunya cuek. Lalu berdiri untuk membersihkan meja yang penuh dengan masakannya tadi. "Hahh.. Padahal ayah ingin memberikan ini," Ayahnya mengeluarkan kotak besar ke atas meja, Baekhyun sedikit penasaran hingga ia memakan kuenya sedikit-sedikit agar lama habisnya dan bisa melihat isi kotak besar tersebut. Lalu ayahnya membuka kotak tersebut dan,

JRENGG

Baekhyun membulatkan matanya dengan mulut yang tebuka lebar. Jangan lupakan tangannya masih memegang sendok yang ada dimulutnya. Itu, i-itu..

KUE STRAWBERRY YANG BESAR!

"Tapi jika Baekby marah. Yasudah. Ayah akan berikan ini pada Angel saja" Angel adalah anak tetangga mereka, gadis mungil yang cantik. Ayahnya menutup kembali kotaknya dan Baekhyun tidak akan membiarkan ayahnya memberikan kue sebesar itu untuk tetangganya, walaupun Angel juga teman bermainnya jika ada waktu kosong. Tapi siapa yang rela makanan kesukaannya dibagi-bagi? Kalau Baekhyun sih tidak rela.

Dengan gerakan cepat Baekhyun memeluk erat ayahnya dan memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi pria paruh baya yang sudah menyayanginya sepenuh hati itu. "Baekby memaafkan ayah kok hehee" Cengirnya dihadapan sang ayah, Baekbeom dan ibunya hanya memutar kedua bola matanya. Ada maunya saja baru bisa memaafkan orang. Sudah biasa pula hal ini terjadi dirumah mereka. "Jangan beri kuenya pada Angel ya. Kan Baekby sudah memaafkan ayah" Ucapnya lagi membuat sang ayah terkekeh.

"Baiklah ayah tidak akan memberikannya pada Angel. Tapi ada baiknya jika Baekby memberikan sepotong untuknya. Toh hanya sedikit, tidak akan langsung habis kan?" ucap ayahnya lagi yang membuat Baekhyun mengangguk pada akhirnya.

"Baiklah, Baekby tidur dulu... Selamat malam semua!" Ucapnya melenggang kearah kamarnya. "Ibu- eh jangan. Hyung saja, tolong ya hyung simpankan kuenya di kulkas. Selamat tidur semuanya!" ucapnya nyaring hingga terdengar keseluruh penjuru ruang makannya yang besar. Baekbeom sendiri hanya menggerutu dengan sikap seenaknya Baekhyun. Sudah tidak mau berbagi kue, nyuruh-nyuruh lagi, setidaknya itulah gerutuan Baekbeom.

.

.

.

Baekhyun berjalan-jalan disebuah taman yang dipenuhi bunga matahari menjulang tinggi hampir setinggi tubuhnya. Ia tidak tahu dimana ini, yang pasti tempat ini sangat indah. Sangat indah dan sayang jika tidak diabadikan.

Baekhyun cepat-cepat mengambil smartphone-nya yang terselip di saku. Setelah dapat, dirinya langsung membuka aplikasi kamera dan memakai kamera depan agar melihat langsung wajahnya yang manis. Dirinya sedikit tersentak saat melihat lingkaran bunga layaknya mahkota diatas kepalanya. Ia lupa jika pernah memakai itu sebelumnya. Oh baiklah lupakan saja, yang penting dirinya terlihat menawan sekarang.

Baekhyun memasang pose senyum innocent dengan smartphone yang berada didepan wajahnya, dengan memakai pemandangan bunga-bunga tersebut untuk diambilnya.

CLICK

Baekhyun mencoba posisi lain dengan memajukan bibirnya imut.

CLICK

Kali ini Baekhyun memetik setangkai bunganya. Setangkai tidak akan masalah kan, batinnya. Lalu meletakkan kelopak bunga tersebut didepan hidungnya dan berpose menghirup wangi bunga.

CLICK

Baekhyun meletakkan bunganya disamping wajahnya dan memasang senyum yang sangat lebar.

CLICK

"Huftt aku rasa cukup untuk berfotonya," ucapnya sumringah dengan melihat-lihat hasil jepretannya. Dan berhenti saat menyadari sesuatu di foto itu.

Baekhyun menggeser layarnya kembali ke foto awal. Oh, seseorang lelaki jangkung berada cukup jauh dibelakangnya. Tidak terlalu mencurigakan karena bisa saja orang lain yang ikut kedalam hasil jepretannya. Sampai foto kedua dan ketiga, orang tersebut semakin dekat dan memperhatikannya dengan intens. Dan di foto terakhir, seperti badan seseorang yang berdiri dibelakangnya. Namun tidak terlihat karena tertutup kelopak bunga mataharinya.

Baekhyun menoleh cepat kebelakang dan tidak menemukan siapa-siapa di seluruh penjuru. Baekhyun juga baru sadar kalau tempat ini sangat sepi dan hanya ada dirinya serta angin sepoi yang berhembus.

Baekhyun mengedikkan bahu acuh dan kembali menikmati pemandangan dengan senang. Dan kembali menoleh kebelakang saat mendengar seperti ranting pohon yang terinjak. Namun sekali lagi, tidak ada apa-apa disana.

Saat Baekhyun mengembalikan kepalanya untuk melihat kedepan. Dirinya dikejutkan dengan sepasang lengan besar yang memeluk pinggangnya dengan erat dan eerrr.. terasa intim.

"Mencariku hm?"

"Aaaaahmphht!" Baekhyun refleks berteriak karena ia kaget yang langsung dibekap orang yang memeluknya dengan telapaknya yang lebar. "Mmphtt mm- asdfghjlkl!" Baekhyun meronta dengan mulut berbicara tidak jelas karena mulutnya ditutup.

"Sssstt.. Aku tidak melakukan sesuatu yang buruk. Berhentilah berteriak sayang" Baekhyun langsung terdiam. Apa maksud dari kata sayang disana? "Nah begitu lebih baik" Lanjut orang tersebut lalu melepaskan bekapan tangannya, namun bukannya menjauh. Orang tersebut kembali merengkuhnya dari belakang.

"Ups! Jangan lihat dahulu. Biarkan seperti ini" Orang itu menahan kepala Baekhyun yang hendak menoleh dengan jari-jarinya dengan menahan dagu Baekhyun agar tetap memandangi pemandangan didepannya.

Baekhyun bingung. Ia masih memikirkan kenapa orang asinh ini memanggilnya sayang tadi. Bukannya ia tak tahu atau polos. Ia sangat tahu arti sayang dari orang lain ke dirinya. Baekhyun kekanakan dirumah bukan berarti tidak tahu dengan hal sekecil itu. Ia bersikap kekanakan memang sifatnya lah seperti itu, tapi bukan berarti juga dirinya tidak tahu apa-apa di usianya yang ke delapan belas ini.

"Umm.. Sebenarnya kau siapa?" Celetukan itu membuat orang yang memeluknya terkekeh kecil.

"Kau ingin tahu siapa aku?" Tentu saja Baekhyun mengangguk dengan cepat. "Kalau begitu ikutlah bermain denganku" Matanya berbinar dengan cepat. Bermain? "Kau mau?" tawarnya.

"Mau! Tapi bermain apa dulu?" Oh sepertinya tentang hal yang ia mengetahui semuanya salah besar. Buktinya ia mau saja mengikuti ajakan orang asing tanpa tahu orang itu jahat atau tidak.

"Makanya ikuti aku agar kau tahu" diam-diam orang tersebut tengah menyunggingkan senyum yang lebih terlihat seperti senyum miring.

"Tapi bolehkah aku melihat wajahmu?" tanya Baekhyun dan orang asing tersebut tanpa membalas langsung memutar tubuh Baekhyun dan Baekhyun langsung terpaku dengan mulut sedikit tebuka.

Orang itu tampan. Sangat. Tinggi semampai, mata bulat yang menatapnya lembut namun terkesan intens, telinga lebar yang membuatnya terlihat lucu diwajah rupawannya. Rambut yang bergerak mengikuti alunan angin yang bertiup seakan memberi kharisma lebih menguar dia antara auranya yang sangat terasa menenangkan bagi Baekhyun.

"Kenapa menatapku seperti itu?" Baekhyun langsung tersentak saat suara berat itu kembali menyapa gendang telinganya.

"Uhm.. Tidak apa hanya saja—"

"Aku tampan?"

BLUSH

Untuk pertama kalinya, Baekhyun tidak tahu kenapa pipinya terasa panas saat ini. Dengan gugup kepalanya menoleh kekanan dan matanya berpendar kesana-kemari. Tanda seorang Byun Baekhyun tengah gugup.

"Tidak usah malu padaku, aku tahu jika aku tampan"

Cup

Baekhyun membelalak langsung menolehkan kepalanya dan matanya langsung bertubrukan dengan iris hitam yang memiliki kelopak mata bulat itu. Demi Tuhan itu first kiss nya asal kalian tahu.

"Kau lucu sekali, tidak usah kaget seperti itu Baekhyun" Baekhyun diam seribu bahasa, terlalu bingung dengan orang baru ini yang mengetahui namanya, bahkan sudah berani-beraninya mencium bibir sexy-nya.

"B-bagaimana kau tahu namaku?" Cicit Baekhyun dengan mata masih saling terkait satu sama lain. Matanya tidak bisa teralihkan kelain objek selain mata bulat itu. Seakan-akan matanya disuruh terpaku kesitu saja, tidak berkedip sama-sekali.

"Mengetahui namamu bukanlah sulit mengingat kau memakai seragam sekolahmu saat ini" Baekhyun akhirnya dapat mengalihkan pandangannya dan menunduk melihat ia tengah memakai apa. Dan benar saja, dirinya masih memakai seragam sekolah saat ini. Dan orang itu melirik ke bet name yang tersampir di dadanya.

Tunggu,

Bukankah dirinya sudah menjejaki bangku perkuliahan. Kenapa dirinya tengah memakai seragam sekolah dulunya. Ini tidak masuk akal, batin Baekhyun bingung. "B-bagaimana bisa?" lirih Baekhyun meraba-raba bajunya.

Orang itu hanya memandang Baekhyun dengan ekspresi datar. Membiarkan Baekhyun untuk menyadari apa yang tengah terjadi. "Aku kan sudah masuk ke Seoul University. Kenapa aku masih memakai pakaian ini" Baekhyun masih berusaha meraba-raba bajunya. Kemudian dirinya termenung, apakah ini nyata? Atau mimpi semata? "A-apakah ini mimpi?" lirihnya lagi memandang kosong ke hamparan bunga matahari disampingnya.

"Akhirnya kau menyadarinya" Baekhyun memandang orang itu, "Kau memang tengah bermimpi saat ini. Dan kau tengah berada ditempatku" Orang itu mendekatkan wajahnya ke wajah Baekhyun. Secara refleks Baekhyun memundurkan wajahnya. "Dan, apakah kau mau mengikuti permainan yang kusebutkan tadi?" Orang itu kembali menjauhkan wajahnya. Raut wajah Baekhyun menunjukkan kebingungan yang sangat kentara, jelas saja. Orang tadi memandangnya seperti ingin menelannya hidup-hidup lalu sekarang wajahnya berganti dengan raut yang menenangkan Baekhyun dan senyum lembut tersampir dibibirnya.

"Tenang saja, aku akan menunjukkan sesuatu yang mengasyikkan disini. Kau mau ikut?" Orang itu mengulurkan tangannya untuk disambut Baekhyun. Yang ibalas Baekhyun dengan hening sebentar, namun tak lama Baekhyun mengulurkan tangannya dan akhirnya tautan pun terjadi.

Rasanya seperti aku menggenggam tangan Baekbeom Hyung, batin Baekhyun dengan tersenyum tipis. Ia sangat suka saat menggenggam tangan Hyung-nya yang satu itu karena telapaknya yang besar dan juga terasa hangat, tangan orang ini pun sama hangatnya seperti tangan Baekbeom, dan yang ini lebih hangat dan memberikan Baekhyun sensasi nyaman.

"Namaku Chanyeol jika kau ingin tahu" Orang itu—Chanyeol- membuka suara saat mereka melewati bunga-bunga tadi sehingga keduanya berdiri ditengah-tengah dengan bunga matahari disekelilingnya.

"Senang berkenalan denganmu Chanyeol Hyung" balas Baekhyun melupakan rasa penasarannya dan menjawab Chanyeol dengan nada yang ceria.

"Yeah, panggil aku Hyung karena aku lebih tua darimu" Chanyeol mendekatkan Baekhyun ketubuhnya hingga tubuh mereka menempel satu sama lain. Merengkuh pinggang remaja berumur delapan belas itu dengan erat. Baekhyun yang merasa pinggangnya direngkuh pun hanya sedikit menundukkan kepalanya guna menyembunyikan rona dikedua pipinya. Dan ini kedua kalinya, pipinya terasa panas tanpa alasan yang jelas. "Nah kita istirahat disini dulu" Chanyeol melepaskan rengkuhannya dan mengajak Baekhyun untuk duduk disampingnya.

Baekhyun hanya diam mengikuti. Chanyeol merebahkan tubuhnya di atas kain yang tersedia disaa, entahsejak kapan kain itu berada. Baekhyun tidak mau ambil pusing dan ikut merebahkan dirinya disamping Chanyeol. Memandang langit biru dengan pandangan berbinar. Jarang sekali ia melakukan hal ini semenjak masuk ke perkuliahan dan disibukkan dengan masa orientasi dan pembelajaran sebagai mahasiswa baru.

"Anginnya enak, aku suka" Chanyeol menoleh saat mendengar suara Baekhyun yang terasa lembut ditelinganya. Ia tidak salah pilih ternyata.

"Sering-seringlah kesini jika kau suka" Kali ini Baekhyun menoleh sehingga wajah mereka berhadapan. Chanyeol memutar tubuhnya kearah Baekhyun—badannya miring- dan menatapnya dengan lembut. "Aku akan membuatmu senyaman mungkin disini" lanjunya.

Baekhyun mengangguk dengan senyuman tersungging dibibirnya, "Lain kali aku akan mengajak Kyungsoo kesini"

"Kyungsoo?"

"Umm! Kyungsoo, teman baikku selama SMA dan sampai sekarang kita masuk di universitas yang sama" Baekhyun berujar dengan nada menggemaskan. "Kyungsoo itu sangat baik, dia perhatian, bisa dibilang dia ibuku yang kedua hehee. Tapi ada saatnya dirinya sangat memuakkan dan membosankan jika sudah mengatur-ngatur dan juga jika marah-marah. Huftt Kyungsoo jelek jika seperti itu" Baekhyun mencebikkan bibirnya, ia ingat saat dirinya bermalam dirumah Kyungsoo lalu tidur tengah malam karena menonton kartun kesukaannya dengan menghabiskan beberapa kotak susu, ditambah ia yang hanya memakai celana dalam. Membuat Kyungsoo mengomel setengah mati dengan kelakuan Baekhyun yang sangat tidak sekali itu.

"Dia seperti itu pasti ada alasannya kan?" Chanyeol menyingkap poni Baekhyun yang tertiup angin sehingga menutupi matanya keatas.

"Dia bilang aku tidak boleh tidur terlalu larut. Lalu dia marah karena aku juga menghabiskan susu kotaknya yang ada dikulkas, hehe. Dan lagi, katanya aku tidak boleh hanya memakai celana dalam saat menonton tv." Chanyeol hampir tersedak liurnya sendiri. "Padahal yang memakai celana dalam kan aku, kenapa dia yang marah" Baekhyun bersendekap ditidurnya.

Chanyeol membisu, membayangkan betapa sexy-nya Baekhyun yang menonton tv hanya memakai celana dalam.

PLAKK

Chanyeol tersadar saat Baekhyun menampar pipinya. "Hyung tidak mendengarkanku?" Tanya Baekhyun sedikit nyaring dengan bibir ter-pout lucu. Ugh, Berapa lama ia melamunkan Baekhyun yang tengah telanjang? Chanyeol meneguk ludahnya kasar.

"Menurut Hyung kenapa aku suka Spongebob?" Baekhyun bertanya dengan nada judes. Chanyeol memandang Baekhyun dengan ragu.

"Uh, karena warnanya kuning?"

"Tuh kan! Hyung tidak mendengarkan Baekby!" Semburnya langsung. Oh, sepertinya Baekhyun lupa jika ia baru mengenal Chanyeol dan langsung bisa memarahi orang yang baru dikenalnya itu. Dan lagi, dirinya memakai nama kecilnya di hadapan Chanyeol. "Karena Spongebob itu lucu Hyung lucuuuu" Baekhyun greget sendiri.

"O-oh baiklah karena Spongebob lucu"

"Ugh Hyung tidak asik!" Rajuknya lalu memutar badannya hingga membelakangi Chanyeol. Yang dibelakangi sempat sweatdrop sebentar. Namun setelahnya ia mendapat ide.

"Hyung punya permainan.." Baekhyun diam sebentar untuk mendengarkan kelanjutan kalimat Chanyeol, karena inilah yang ia tunggu. Bermain bersama teman baru. "Jika Baekby mau kita bisa melakukannya" Ugh, seperti Chanyeol akan memanggilnya seperti itu saja.

Baekhyun masih berada ditempatnya, masih—mencoba- merajuk pada Chanyeol. "Hyung yakin Baekby pasti suka" Lagi, Baekhyun tetap pada tempatnya.

Chanyeol menghela napas, tenyata ada sifat Baekhyun yang belum ia ketahui, keras kepala. "Baiklah jika Baekby tidak mau. Kita bisa membatalkannya" Sontak Baekhyun langsung berbalik dan memandang Chanyeol dengan puppy eyesnya.

"Ayo Hyung! Ayo kita main!" bujuk Baekhyun. Dan tentu saja Chanyeol dtidak dapat menolak dengan tatapan super imut itu.

"Baiklah, sekarang kau duduk" Chanyeol memerintahkan Baekhyun yang langsung dituruti anak itu dengan semangat, saking semangatnya bahkan anak itu tersenyum sangat lebar. "Sebenarnya ini hanya permainan sederhana. Aku akan menulis sesuatu dipunggungmu dan kau harus menebaknya dengan benar apa yang kutulis, begitupun sebaliknya. Jika bisa menebak, kita bisa bergantian melakukannya. Tapi jika tidak bisa menebaknya harus menuruti ucapan yang menulis, bagaimana?"

"Ayay menegerti! Langsung saja Hyung" Ucap Baekhyun semangat.

"Baik, sekarang berbalik" Tanpa banyak bertanya Baekhyun memutar tubuhnya hingga membelakangi Chanyeol. Chanyeol menaruh telunjuknya dipunggung Baekhyun. Terdiam sebentar—memikirkan apa yang hendak ditulisnya.

'BAEKBY'

Tulisan pertama, Baekhyun sempat menggeliat kegelian karena tangan Chanyeol yang menari di punggungnya. Baekhyun tersenyum menang saat mengetahui tulisan yang ditulis Chanyeol. "Baekby!" ucap Baekhyun lantang, Chanyeol tersenyum.

"Baik kau menang, sekarang giliranmu" Chanyeol berpaling membiarkan Baekhyun menulis dipunggungnya memakai jarinya.

'CHANYEOL HYUNG JELEK'

"Hey apa-apaan itu panjang sekali tulisannya" Protes Chanyeol saat Baekhyun masih menorehkan jarinya dipunggungnya.

"Hyung banyak protes, tebak saja apa tulisannya." Perintah Baekhyun, Chanyeol berfikir sebentar, Kata pertama terasa seperti Baekhyun menulis namanya, tapi kata selanjutnya Chanyeol tidak tahu karena terasa sangat sulit.

"Chanyeol tampan?" Seketika Baekhyun tergelak mendengar jawaban Chanyeol. "Kenapa kau tertawa, aku benar kan?" Tanya Chanyeol.

"Yang ada Hyung salah besar! Aku saja tidak menulis seperti itu kok" Jawab Baekhyun masih bertahan pada tawanya.

"Lalu apa?"

"CHANYEOL HYUNG JELEK!" Ucap Baekhyun nyaring karena tidak dapat menahan tawanya yang terdengar nyaring. "HAHAHA!"

Chanyeol cengo. Bagaimana bisa Baekhyun mengatakannya jelak jika diepertemuan pertamanya tadi Baekhyun sempat membatu melihatnya, batin Chanyeol narsis.

"Baik, sekarang aku mau member Hyung hukuman!" Ucap Baekhyun mengacak pinggangnya.

"Oke, apa yang kau katakana akan kuturuti"

"Pejamkan mata Hyung" Chanyeol menurutinya, lama tidak ada pergerakan dari Baekhyun, sampai Chanyeol hendak membuka matanya. Sesuatu terlebih dahulu menghantam wajahnya.

PLAKK

"Aw! Apa yang kau lakukan!" Pekik Chanyeol mengusap dahinya yang seperti memerah.

"Memukul Hyung" Jawab Baekhyun polos.

"Argghh awas kau! Sekarang kau berbalik, aku akan membalasmu bocah" Gerutu Chanyeol.

Dan yang terjadi selanjutnya adalah hanya terdengar tawa membahana dari Baekhyun karena Chanyeol selalu kalah ditangannya. Mulai dari Chanyeol yang harus menahan sakit diwajahnya, lalu memakai punggungnya untuk dinaiki Baekhyun kemudian berjalan mengelilingin pohon besar itu sebanyak dua kali. Namun kali ini berbeda.

'Baekby mau ciuman dari Hyung'

"Baekby mau ciuman dari Hyung!" Ucapnya nyaring saat ia kembali mengetahui tulisan yang ditulis Chanyeol. Namun seketika bibirnya bungkam saat mengetahui arti tulisan itu. Hah!?

Chup

"Umhp!" Baekhyun memekik terkejut saat tiba-tiba merasakan bibir Chanyeol yang berada diatas bibirnya. Matanya terbelalak tidak percaya dengan apa yang tengah terjadi saat ini.

Chanyeol menciumnya—lagi- pemirsa. Kali ini mencium ya, bukan mengecupnya.

Merasa tak ada pergerakan dari Baekhyun, Chanyeol menggerakkan bibirnya dan mengetuk-ngetuk bibir Baekhyun yang terkatup rapat. Dan entah dapat insting dari mana, Baekhyun membuka belahan bibirnya dan Chanyeol yang langsung memasukkan lidahnya dirongga mulut Baekhyun.

Tidak sia-sia ia memainkan permainan ini, dan tidak sia-sia pula ia harus menerima hukuman dari Baekhyun karena ia sengaja membuat tebakannya salah. Dan kali ini, tidak ada yang salah. Hanya saja Chanyeol sengaja menjebak Baekhyun dengan tulisan yang ia buat.

"Unghmp—" Chanyeol menyeringai disela-sela kegiatannya menghisap lidah Baekhyun karena mendengar desahan tertahan dari anak itu.

"Mmpht—Hyungmmh…" Baekhyun merasa kepalanya berputar saat Chanyeol menghisap lidahnya dengan kuat. Tanyannya mencengkram Bahu Chanyeol dengan sisa-sisa tenaganya.

Chanyeol masih memakan bibir Baekhyun dengan nafsu yang tinggi. Mengabaikan Baekhyun yang hanya bisa mendesah menikmati permainannya yang sesungguhnya. Ia tahu Baekhyun sama sekali tidak berpengalaman dengan hal yang seperti ini. Jadi Chanyeol hanya melakukannya seorang diri sampai napas Baekhyun terdengar pendek dan cengkraman di bahunya menguat tanda Baekhyun kehabisan nafas.

Chanyeol melepaskan ciumannya hingga terdengar bunyi kecipak yang nyaring. Baekhyun dengan segera meraup oksigen sebisanya, karena demi Tuhan Baekhyun hampir pingsan dibuatnya.

Disela-selanya mengambil napas, Baekhyun melirik Chanyeol yang menatapnya dengan intens, seketika pipinya kembali memanas. Oh, ini yang ketiga kali.

"Bagaimana?" Pertanyaan apa itu? Baekhyun tidak mengerti. "Apa kau menikmatinya?" Kali ini Chanyeol berbisik ditelinganya dengan seductive. Baekhyun yang merasa tubuhnya masih lemah diam saja saat Chanyeol mengangkat tubuhnya hingga duduk dipangkuan Chanyeol.

Ia masih belum bisa mencerna dengan apa yang terjadi. Kenapa Chanyeol tiba-tiba seperti ini, dan mata itu yang tadinya terlihat hitam kini berubah warna menjadi biru muda yang terlihat bersinar. Baekhyun terhipnotis.

"Apa kau menyukai yang seperti tadi?" Tanya Chanyeol lagi, dan tanpa sadar Baekhyun menganggukkan kepalanya lemah. Karena jujur saja, ia baru merasakan yang seperti itu dan ia juga menikmatinya. Ia menyukainya dan ia ingin lagi. "Kau ingin lagi?" Kali ini Baekhyun mengangguk dengan semangat.

"Baik, bersiaplah sayang" Chanyeol kembali mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun yang langsung disambut Baekhyun dengan bibir terbuka. Memudahkan Chanyeol untuk menjelajahi rongga mulutnya. Dan tangannya yang bertengger indah di leher Chanyeol, sesekali meremasnya menyalurkan betapa nikmatnya permainan lidah Chanyeol.

"Ung—cpk!" Oh, kali ini kecipak terjadi diantara ciumannya. Membuat Chanyeol semakin bergairah.

Tanpa Baekhyun sadari, Chanyeol tengah membuka celananya. Dan memelorotkannya sebatas paha. Chanyeol mengelus milik Baekhyun dari luar celana dalam Baekhyun yang bergambar Spiderman. Dibalik tautannya, Chanyeol menyeringai setan, milik Baekhyun sudah menggembung digenggamannya.

Chanyeol melepaskan tautannya dan langsung turun di leher jenjang Baekhyun. "A-aghh…" Chanyeol semakin menghisap leher mulus tersebut dengan rakus. Tanpa peduli jika Baekhyun kesakitan atau geli, yang penting dirinya menandai Baekhyun hari ini.

"Ugmh, kau manis Baekh" Chanyeol berbisik berat di telinga Baekhyun yang sudah memerah karena kenikmatan yang diberikan Chanyeol.

"Umghh Yeolhhh" Baekhyun kembali meringis saat jari Chanyeol menekan putingnya lalu memutarnya dari luar seragam yang dikenakannya. Tangan Chanyeol menjalar kembali ke selangkangan Baekhyun dan meremas yang ada dibalik celana dalamnya dengan gemas dengan benda mungil itu. "A-aghh Yeoliehhh" Baekhyun menghempaskan kepalanya di bahu Chanyeol saat merasakan kenikmatan diantara selangkangannya. Chanyeol sudah mengeluarkan milik Baekhyun yang mungil dari sangkarnya, mengocoknya dengan tempo lambat. Menikmati desahan Baekhyun tepat di telinganya.

"Mendesahlah Baek, mendesah sebanyak yang kau bisa" Bisik Chanyeol dan semakin mempercepat kocokannya pada penis Baekhyun yang terlihat memerah dan menggembung. Heh, cepat sekali, Chanyeol menyeringai.

"Ha—akh! Yeol, B-baek mau.. Yeol pipishhh!"

CROOT

Baekhyun menyemburkan sprema-nya di tangan Chanyeol yang masih setia mengurut penisnya agar semuanya keluar. Mata Baekhyun terpejam, menikmati sensasinya yang entah kenapa terasa menyenangkan. Pandangannya terasa memutih dan ia merasa seperti melayang di atas awan.

"Ahhhhhh…" Desah lega keluar dari bibir mungilnya.

"Enak hm?" Chanyeol mengusap keringat yang ada di dahi Baekhyun dan menyingkap poni Baekhyun hingga memperlihatkan dahinya.

Chanyeol menegakkan tubuh Baekhyun lalu membaringkannya di atas kain itu. Anak itu masih menetralkan nafasnya dan memandang kedepan dengan lurus. Chanyeol yang tidak mendengar jawaban dari Baekhyun menundukkan kepalanya agar sejajar dengan wajah Baekhyun. Jarak keduanya sangat dekat hingga Chanyeol bisa merasakan desah nafas Baekhyun berada diwajahnya. "Kutanya, apa tadi enak bagimu?" Dan kali ini Baekhyun mengangguk dengan lemah. "Mau yang lebih enak lagi?" Baekhyun membelalak, apa ada yang lebih enak dari yang tadi. Oh, Baekhyun baru tau jika melakukan hal seperti itu sangat menyengkan.

"Mau tidak?" Desak Chanyeol dan Baekhyun dengan ragu mengangguk karena ia juga menyukainya. Chanyeol tanpa berlama-lama setelah Baekhyun mengangguk melepaskan celana Baekhyun hingga anak itu setengah telanjang. Baekhyun membelalak, namun entah kenapa saat ini tubuhnya tidak bisa digerakkan, setelah melihat mata Chanyeol yang masih saja berpendar biru itu, tubuhnya terasa seperti jelly. Bagai menuruti apa yang dikatakan mata Chanyeol; jangan bergerak.

Baekhyun tentu saja yang akan dilakukan Chanyeol terhadapnya selanjutnya. Sex, bercinta, making love atau apalah itu karena intinya sama saja. Baekhyun tahu apa yang harus dilakukannya dan yang harus dihindarinya. Ia selalu menuruti apa yang dilarang ibunya. Dan tidak akan melanggar apa yang sudah dijanjikannya pada orang yang melahirkannya itu. Tapi untuk kali ini, apakah boleh? Apa ia boleh melakukan ini dengan Chanyeol? Tidak tahu, tapi sungguh, Baekhyun menginginkan ini. Jadi selanjutnya, Baekhyun hanya mengikuti permainan ini hingga selesai. Toh, ibunya tidak akan tahu kan.

Baekhyun diam saja saat Chanyeol membuka kakinya, padahal dirinya sangat malu saat ini. Karena—siapa yang tidak malu bagian kemaluan mu dilihat sebegitu intensnya dan lagi Chanyeol semakin dekat saja dengan selangkangannya sampai terasa nafas yang panas itu.

"Ha—ahh…" Baekhyun lagi-lagi mendesah saat Chanyeol melesakkan lidahnya masuk kedalam pintu masuknya. Oh, butt Baekhyun terasa basah dengan liur Chanyeol, menikmati bagaimana Chanyeol dengan lihainya memainkan lubangnya.

"Chan—ahh.." Baekhyun mencengkram helaian Chanyeol dengan gemas. Menghantarkan rasa nikmatnya pada pria tinggi yang tengah menungging untuk menjilati bokongnya.

"Mmmh.. Kau sangat manis sayang.." Ucap Chanyeol dibawah sana dan masih setia dengan menjilat, menusuk, menghisap lubang Baekhyun.

"Ahh Chanyeolhh" Baekhyun menggeliat. Dan seketika terhenti saat Chanyeol menghentikan pergerakannya. Namun saat dirinya membuka mata, ia langsung mendapati wajah Chanyeol yang ada dihadapannya.

"Kau sangat menawan Byun. Bagaimana kita langsung ke inti saja? Aku tidak tahan kau tahu" Ucap Chanyeol kemudian mengikis jarak yang ada. "Tenang saja aku akan bertanggung jawab jika ada sesuatu yang terjadi padamu" Itu janji Chanyeol, dan Baekhyun pasti akan mengingatnya. Dan pada akhirnya Baekhyun mengangguk.

"Lakukan apapun yang bisa membuat rasanya sakit okey?" Lagi-lagi Baekhyun mengangguk, toh menolak semua yang sudah terjadi tidak akan membuat Chanyeol melupakan rasa dari lubangnya.

Chanyeol mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan melumat bibir Baekhyun penuh hingga tidak ada celah disana. Sebagai bentuk pengalihan dirinya yang tengah berusaha mencari lubang Baekhyun agar burungnya bisa masuk kedalam sangkarnya.

Chanyeol dapat! Segera saja ia melesakkan miliknya kedalam Baekhyun yang terasa sempit, karena anak itu mencengkram otot-otonya membuat milik Chanyeol tidak bisa masuk. Chanyeol melepaskan tautannya dan memandang Baekhyun yang juga menatapnya dengan gurat ketakutan dan juga tegang.

"Rileks-kan saja tubuhmu. Aku tidak bisa masuk kalau begitu. Sudah kubilang kan, lakukan apapun untuk mengurangi rasa sakitmu, namun tidak untuk mencengkram lubangmu" Chanyeol tersenyum menenangkan pada Baekhyun, tidak lupa juga pria yang terlihat berumur dua-puluh-an itu mengusap pipi Baekhyun dengan lembut.

Merasa Baekhyun yang sudah mulai tenang. Chanyeol melanjutkan pekerjaannya dan saat ia sudah menemukan kembali titik itu, dirinya tanpa membuang waktu melesakkan miliknya yang super besar dalam sekali hentak. Membuat Baekhyun berteriak seketika karena merasa tubuhnya seperti terbelah dua, panas menjalar keseluruh aliran darahnya. Membuat Baekhyun menitikkan air matanya disela-sela lumatan yang diberikan Chanyeol—karena Chanyeol langsung mencium Baekhyun sebagai peredam teriakannya- karena tidak tahan dengan kesakitan yang ada. Lubangnya perih diluar, karena Chanyeol hanya melumasnya dengan air liur, itu tidak cukup asal kalian tahu.

"Hiks.."

"Ssttt… Tenang, sebentar lagi sakitnya akan hilang, tahan sebentar oke?"

"A-aku kesakitan Chanyeol Hyung. Bagaimana bisa aku menahannya hiks—" Baekhyun memegang perut bagian bawahnya agar mengurangi rasa sakit yang mendera diderah situ—dibagian dalam. Chanyeol yang melihat itu segera memegang perut bagian bawahnya dan menggoyang-goyangkannya agar mengurangi rasa sakit yang Baekhyun alami. Mengurutnya dengan pelan agar Baekhyun terbiasa dengan ukuran penisnya didalam sana.

"Baik, maafkan Hyung.." Baekhyun tidak menjawab, hanya bertahan pada isakan-isakan lirihnya. Chanyeol yang melihat itu segera mengecup kelopak mata Baekhyun yang tertutup—sebagai permintaan maafnya.

Merasa Baekhyun sudah tenang. Chanyeol menggerakan pinggulnya dan langsung direspon Baekhyun dengan ringisan sakitnya, melihat Baekhyun yang mengerutkan kening dalam dan mata yang terpejam erat. Chanyeol membungkam mulut Baekhyun dengan mulutnya.

Lama kelamaan, gerakan pinggulnya semakin cepat dan menjadi sangat cepat. Baekhyun sudah mendesah disana saat Chanyeol menemukan titik sensitivenya. "Aaahhh Yeol Hyung ahhhh…" Baekhyun melengking panjang dan langsung menyemburkan kembali sprema-nya di antara perutnya dan perut Chanyeol.

Chanyeol tersenyum senang melihatnya, dirobeknya baju yang tertinggal ditubuh Baekhyun. Lalu langsung melahap habis putting yang memerah dan mencuat tegang itu.

"Mmhh shh.." Chanyeol menggumam dan Baekhyun membalasnya dengan desahan nyaring serta tangannya yang mencengkram rambut Chanyeol dengan kuat. Merasa melayang dengan semua perbuatan Chanyeol. Putingnya yang dihisap kuat, dan yang satunya dimainkan oleh Chanyeol. Lubangnya yang digenjot Chanyeol habis-habisan, dan lagi penisnya yang dikocok cepat oleh Chanyeol sendiri. Oh, sungguh Baekhyun sangat menyukai ini!

Badan Baekhyun bergetar hebat saat Chanyeol dengan telak menumbuk prostatnya dengan cepat dan dalam. "C-Chanhh a-akuhh"

"Bersama sayang."

"A-ah Chan, aku tidak kuathh.. AHHH"

Baekhyun mendesah hebat dan membuka matanya saat menikmati orgasme yang kembali menjemputnya. Dirinya mengerjabkan mata berulang kali sampai beberapa menit tersadar kalau tidak ada Chanyeol disampingnya. Dan lagi, ini bukan di hamparan bunga matahari yang menjulang tinggi seperti tadi. Ini kamarnya.

Baekhyun bangkit dengan cepat. Ia baru menyadari. Apakah tadi ia bermimpi? Tapi, kenapa?

Baekhyun menyibak selimutnya dan betapa kagetnya dirinya saat tempat tidurnya basah dengan cairan putih yang berbau amis. Tapi ia yakin kalau itu bukan air kencingnya.

"HUWEEEE! CELANANYA BASAAAHHHH!"

.

TBC

.

.

HUAHAHA! Ovie akhirnya bisa ngetik ff ini Huftt /lap keringet/

Ovie gatau apa ini sesuai keinginan kalian dan WALAAA, suatu keajaiban Ovie bisa ngetik ff ini hampir 5000 kata seperti yang pembaca inginkan. Tapi gatau NC nya hot apa enggak ya~ Ovie lagi galau soale, Channel FOX HD dirumah kaga ada dan padahal malam ini ada film yang sangat Ovie tunggu T.T Hiks, maapkeun ovie yang jadi curcol.

Ovie juga gatau apa ini sesuai harapan para readers ya.. Ovie hanya terbawa suasana yang merasa Baekhyun polos banget dan Chanyeol yang pervert ahaha..

Big Thanks To:

donat keju; Aiko Vallery; ChenMin EX-Ochy; chocohazelnut07; joohyunkies; Lee Shikuni; Skymoebius; daebaektaeluv; LVenge; jimingotyesjam; JonginDO; Guest; Labirinoperdos; Novey; DAN PARA SIDERS SEKALIAN

P.S: Untuk chap depan bisa req pasangan siapa yang akan duluan unjuk gigi. Dan pasangan yang paling banyak itu yang akan dipilih yaa..

Oke, review?

EXO-L Jjang!