Disclaimer : Chara is not mine but OC and PLOT is REAL mine

Warning : Typo bertebaran, alur kenceng de es be.

HAPPY READING
PLEASE DON'T BE A SILENT READER

· Minna, nanti disini ada cast namanya Kita Ichiban. Kalau kata Kita dicetak tebal itu nama orang kalau biasa itu dalam artian biasa. Arigatou…

CHAPTER TIGA

" Yosh, Minna. Kalian harus menang dipertandingan ini." seru Kidou

" Hai, Pelatih!" jawab Raimon

" Ya iyalah. Kalau kalah malu kali. Masa Pemenang Holy Road kalah sama tim yang bahkan tidak lolos dalam penyisihan distrik." ejek Yuumi

Raimon Eleven hanya mendengus kesal mendengar perkataan pedas Yuumi.

" Nii-san, minna. Ada kesalahan teknis distadion ini jadi pertandingannya diundur 5 menit menit dari jadwal masih ada 20 menit lagi. Kalian bisa melakukan pemanasan." ujar Haruna yang baru datang

" Apa-apaan ini. Tidak profesional sekali sih." komentar Yuumi sambil berkacak pinggang

" Kau bocil Es. Kau tidak usah komentar. Bagaimanapun juga yang mengurus pertandingan ini adalah Gouenji, kakakmu." ujar Kidou sewot

" Aku tidak perduli. Siapa suruh si Bawang Api itu masuk di Asosiasi Sepakbola Internasional, posisi tinggi lagi. Itu urusannya. Dan satu lagi aku sudah besar jangan panggil aku bocil, yang bocil itu jelmaan Pikachu itu." ujar Yuumi yang diakhiri dengan menunjuk Nishizono Shinsuke

" Aku? Ada apa denganku?" Tanya Jelmaan Pikachu ini bingung

" Ah, sudahlah." ujar Yuumi malas

Yuumi pun kembali pada kegiatan awalnya yakni kencan dengan tiang didekatnya.

Tidur singkat Yuumi sambil berdiri itu diusik oleh sepasang mata yang mengawasinya yang sedari tadi bersandar disebuah tiang dengan jubah birunya lengkap dengan tudung berwarna senada. Yuumi pun menoleh kearah kanan. Didapatinya sepasang mata beririskan hijau tosca dengan rambut oranye sedang menatapnya. Yuumi melihat ada kerinduan yang mendalam didalam manic tosca tersebut. Yuumi merasa nyaman dengan melihat manic meneduhkan itu. Dia merasa tidak asing dengan orang itu. Tapi siapa dia, mengapa Yuumi merasa seperti sebuah luka didalam hatinya yang sudah lama tertutup kembali terbuka menyisakan rasa sakit. Yuumi mengerang pelan sembari memegangi dadanya, saat Yuumi melirik kembali kearah lelaki tersebut. Namun yang ia temukan adalah punggung bernomor 10. Yuumi tahu orang itu sedang memegangi dadanya sama halnya dengan Yuumi.

Shindou dan Tsurugi. 2 orang jenius dan peka ditim Petir ini menyadari perbedaan dari Yuumi dan suara erangan yang bahkan sangat kecil ini reflek menoleh kearah Yuumi. Tsurugi ingin sekali menghampiri Yuumi dan menanyakan keadaannya, tapi dia masih punya malu untuk tetap menjaga image coolnya. Dia juga tahu bahwa sebagai sepupu yang baik Shindou pasti menyadari hal ini. Striker dengan hair style Navy Blue ini menghela nafas lega saat Shindou menghampiri Yuumi.

" Yuumi, daijobou?" Tanya Shindou lembut sambil memegang pundaknya

" Hmmm, kurasa tapi aku merasa seperti sangat mengenal kapten Tengawara itu. Dan aku merasa tatapannya itu menyiratkan kerinduan yang mendalam dan juga aku merasa seperti sebuah luka didalam hatiku yang sudah lama tertutup kembali terbuka dan aku merasakan sakit di dadaku. Apakah dia…" pertanyaan Yuumi enggan dia lanjutkan. Sakit rasanya jika menyebut nama itu lagi

Shindou mengikuti arah oandang Yuumi, kemudian tersentak kaget mendapati orang yang dimaksud Yuumi adalah orang yang sangat familiar baginya. Ia lantas bergumam

" Kita Ichiban." gumam Shindou pelan. Dia takut menyakitinya

" Ternyata benar dia yah." Lirih Yuumi

" Sudah lama aku tidak melihatnya atau mendengar namanya. Ternyata aku yang akan menjadi lawannya." lanjut Yuumi.

Yuumi berusaha menahan suaranya agar tidak bergetar. Ya. Dia hampir menitikkan air matanya. Shindou yang mengetahui ini langsung bergerak cepat

" Yuumi, aku tahu ini berat tapi ini adalah takdir. Kau sudah berjanji untuk menjadi gadis yang kuat setelah peristiwa itu. Kalahkan dia, tunjukan bahwa kau bisa lebih baik darinya." ujar Shindou sambil membawa Yuumi kedalam pelukan hangatnya

Yuumi memeluk Shindou sangat erat untuk menumpahkan semua rasa yang ditahannya. Saat ini hanya Shindoulah orang yang mengerti dirinya. Kirino yang kebelakang untuk mengambil minum melihat adegan ini lantas mengernyit bingung. Dia tahu Yuumi sedang menangis. Dia kenal Yuumi sudah lama, dia tahu seluk beluk Yuumi dia sudah menganggap Yuumi sebagai adiknya sendiri.

( Yui : Adik?

Kirino : mungkin akan lebih baik jika kusebut ' anak sendiri'

Shindou : apa kita akan memiliki anak seperti Yuumi, Kin-chan?

Kidou : Jangan. Kau akan stress menghadapi bocil Es ini

Kirino : Jadi anak kita seperti apa nantinya?

Shindou : aku ingin dia baik, manis, imut, bisa main music bermain sepakbola pandai memasak dan cantik sepertimu Kin-chan

Yuumi : aku tersindir.

Yui : ini kok jadi kayak konsultasi KB sih? Gila nih author. Sapa sih authornya?

Hiroto : Elu bego. Elu author dasar sebleng

Yui : Diem lu Alien sok modis.

Hiroto : apa lu bilang? Gue emang modis kali. Lu tuh ketinggalan zaman

Yui dan Hirotong eh Hiroto akhirnya saling adu jotos

Kazemaru : lupakan bagian ini yah minna-san. Lanjut kecerita aja J )

Kirino pun menghampiri Yuumi yang masih dalam rengkuhan Shindou

" Yuumi kenapa Shindou?" Tanya Kirino khawatir

Shindou tidak menjawab dia hanya memberi kode kepada Kirino untuk melihat kekubu Tengawara. Kirinopun berbalik dan melihat kearah yang dimaksud pria berambut wavy ini. Sontak Kirino yang membelalak menutup mulutnya kaget. Dia kemudian menoleh kepada Shindou dan Yuumi yang sudah lebih baik.

" Kenapa kita melupakan hal ini?" rutuk Kirino

" Daijobou, Kin-chan. Aku sudah tidak apa-apa." ujar Yuumi dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Melihat reaksi Yuumi Kirino hanya kaget kemudian menoleh kepada Shindou untuk mencari jawaban. Shindou hanya mengangguk dan tersenyum simpul. Kirino hanya menghela nafas.

" Baiklah. Kau pasti bisa Yuumi." ujar Kirino menyemangati Yuumi dengan gummy smile no Jutsu miliknya

" Minna, kalian kelapangan sekarang. Pertandingan akan segera dimulai." ujar Haruna

" Yosh,, mari kita menangkan pertandingan ini." Seru Shindou menyemangati rekan-rekannya

" Hai!" balas mereka riang, terkecuali Yuumi yang hanya tersenyum samar. Tsurugi semakin penasaran dengan sikap Yuumi yang tidak biasa ini.

" ada apa dengannya? Kenapa sikapnya berubah. Sial, aku tidak bisa mendengar percakapannya karena ocehan si Pegasus Tenma." gerutu Tsurugi dalam hati

" Pertandingan hari ini adalah antara pemenang Holy Road Raimon dan Tengawara. Pertandingan seru ini akan berlangsung beberapa menit lagi di stadion Transission ini. Aku Kakuma Oushu akan mengomentari jalannya pertandingan ini. Kedua tim telah bersiap untuk pelemparan koin." oceh Komentator panjang x Lebar x Endou x Kidou x Gouenji x Kazemaru x Hirotongkol *apaan sih Author ngaco*

" Siapa dia sebenarnya. Aku merasa ada sesuatu dengannya." batin Ichiban

" Oh, ada apa ini? Siapa pemain baru Raimon bertudung biru itu? Raimonn mendapat striker baru. Namun namanya tidak dideteksi disini dilampirkan hanya menggunakan code name Nightmare." Seru Oushu sarkatis

" Kau pikir akan mengetahui namanya? Orang yang membuatmu mengingat sesuatu menyakitkan?" Tanya Shindou sinis pada Ichiban

" Siapa sebenarnnya dia Shindou-kun?" Tanya Ichiban

" Kau tidak mengenalinya? Keterlaluan." ujar Shindou sinis

" Pertandingan dimulai dengan Kick Off Tengawara." ujar Oushu

Priit.. bunyi peluit wasit telah menggema tanda pertandingan sudah dimulai

" Bola ada di kaki Saiji kemudian dioper pendek ke Ichiban kemudian kembali ke Saiji. Saiji menyerang kearah Nightmare." oceh Oushu

" mereka pikir kau lemah nona Jenius." ejek Tsurugi pelan

" kalau begitu mereka akan melihatnya." balas Yuumi dengan seringainya

" Ada apa ini, bukannya menghadang Saiji, Nightmare malah berdiri santai dan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Benar-benar reaksi mengejutkan." oceh Oushu

" Meremehkanku yah, atau kau takut?" ejek Saiji

Mendengar itu Yuumi hanya menyeringai

" Kalau begitu tunjukan padaku perkembangan kalian." ujar Yuumi dengan senyuman mengejek miliknya

" kurasa bukan dia. Dia yang kukenal adalah orang yang lemah-lembut ramah dan selalu memperlihatkan senyum manisnya. Bukan seringaian maupun senyum mengejek." batin Ichiban

" Saiji menyerang Nightmare dan dia tidak merespon." ujar Oushu

Begitu Saiji melewati Yuumi dia malah berbalik kebelakang dan memainkan kakinya dibola yang ada Saiji kemudian berbalik lagi kedepan dengan bola yang sudah dia ambil (kayak waktu Kyou rebut bola mannouzaka, kalau gak tau yaudah, aku anggap kalian semua tahu aku juga gak mau pusing

Tenma : *sweatdrop* Tega amat nih author )

"BOLANYA DIREBUT! Mengejutkan Nightmare dari Raimon merebut bola dengan singkat!" seru Oushu histeris

" Cih, apa mereka tidak pernah melihat yang seperti itu?" dengus Yuumi kesal

" Sudahlah kau main saja." ujar Shindou dari belakang Yuumi

Tsurugi hanya tertawa mengejek mendengar hal itu. Sebaliknya Yuumi hanya mendengus sebal

" Navy, kuserahkan padamu. Silahkan selesaikan." ujar Yuumi dan mengoper kepada Tsurugi

Shindou dan Tenmapun maju mengawal Tsurugi jika sewaktu-waktu Si Navy hair ini butuh orang untuk mengumpan.

" Ada apa ini? Nightmare yang menjadi striker Raimon hanya berdiri ditempatnya tidak berniat untuk ikut menyerang." oceh Oushu

Tsurugi dihadang oleh Hayabusa ketika masuk didaerah Tengawara

" Kita bertemu lagi Tsurugi. Aku merindukanmu." ujar Hayabusa dengan seringainya

" Sayang sekali. Aku tidak merindukanmu Pencinta Burung." ujar Tsurugi sinis

Tsurugi pun menendang bola kebelakang. Tepat dikaki Tenma. Tenma pun menggiring maju

" Sudah seperti itu?" ujar Hayabusa tidak percaya

" Kau meremehkan kami dan Pegasus itu." ujar Tsurugi yang kemudian berlalu mengejar Tenma

" Umpan yang bagus dari Tsurugi, bola tepat dikaki Matsukaze." oceh Oushu

Namun perjalanan Tenma tidak mulus. Dia dihadang oleh Higashi ketika hendak memasuki daerah pertahanan

" Kau tidak akan pergi lebih jauh dari ini." ujar Higashi

" Soyokaze Step!" seru Tenma menyebutkan jenis Hissatsunya, dia melewati Higashi dengan mudah lalu memberikan pass kepada Shindou yang berlari disudut lapangan

" Hebat. Matsukaze melewati Higashi dengan mudah dan mengoper pada sang kapten." ujar Oushu

Ternyata perjuangan Shindou juga mendapat rintangan, ia dihadang oleh kapten Tengawara Ichiban. Ini duel antara masing-masing kapten.

" Apa yang akan dilakukan oleh Shindou?" Tanya Oushu yang entah kepada siapa

" Kau terlalu meremehkan kerjasama kami Kita Ichiban." ujar Shindou sinis

Shindou pun memberikan pass yang melambung tinggi dan mendarat dengan mulus dikaki Tsurugi yang sudah memasuki area penalty. Tsurugi melakukan persiapan hissatsu shoot miliknya " Death Drop "

" Death Drop!" seru Tsurugi seraya menembakkan Hissatsu shootnya

" GOAL! Raimon mencetak angka pertamanya lewat Hissatsu Shoot Death Drop milik Tsurugi" ujar Oushu histeris

" Ternyata mereka memang lebih baik." ujar Hayabusa pada Ichiban

" Tentu saa bodoh. Kalau tidak mana mungkin meraih gelar sebagai pemenang Holy Road." ujar Yuumi sinis

" Kau! Siapa kau sebenarnya? Muncul sok mistrius." seru Hayabusa emosi

" Cih, aku tidak punya alasan untuk memberitahumu. Dan lagi aku tidak sok misterius, buktinya kau tidak mengenaliku." Ejek Yuumi

Hayabusa hanya mendengus kesal

" Kudengar kau adalah Ace Striker Raimon setelah Tsurugi, kenapa kau tidak maju bermain dan hanya berdiri disini?" Tanya Ichiban

" Dengar yah, aku bukan dibawah Navy gila itu. Aku diurutan PERTAMA dengar PERTAMA. Navy gila itu setelahku, bukan aku yang setelahnya." jelas Yuumi dengan bertolak pinggang. Ia kesal karena dikatai kedua yang artinya di bawah Tsurugi

" Diatas Tsurugi?!" seru Hayabusa

" ada apa? Apa dia sehebat itu sampai tidak bisa dikalahkan."balas Yuumi makin sewot

" Lalu kalau kau memang diatas Tsurugi lalu kenapa kau tidak menyerang?" Tanya Ichiban

" Untuk apa, membuang tenaga. Si Navy itu bisa menyelesaikannya untuk apa aku harus membuang waktuku untuk menjebol pertahanan mudah kalian. Membosankan, tidak bisa kah kalian bermain lebih bagus? Berikan aku hiburan. Ini benar-benar membosankan. Oh, Kami-sama berikan mereka kekuatan untuk bisa menghiburku." ujar Yuumi dengan kesan meremehkan

" Kau benar-benar kurang ajar yah." ujar Hayabusa makin sewot

" Sudahlah Hayabusa, kita buktikan padanya pertahanan kita." ujarIchiban

" Semuanya, jangan sungkan lagi. Gunakan Shine Wall." perintah Ichiban pada rekan-rekannya

" Kena kau. Aku hanya mau memancing saja, ternyata mudah sekali yah." batin Yuumi

" Umpan yang bagus. Kau cukup meyakinkan mereka." komentar Tsurugi

" Tentu saja. Herannya mereka termakan dengan cepat apalagi si Hayabusa itu." ujar Yuumi lagi

" Kenapa kau merendahkanku sekali tadi?" Tanya Tsurugi penuh selidik

" Gomen, gomen. Aku hanya bercanda untuk meyakinkan saja." jawab Yuumi

" Kurasa aku sudah berlebihan hari ini. Penguin itu pasti akan mengoceh panjang lebar karena aku terlalu bersemangat hari ini dan lagi aku juga sudah merendahkan ace striker tim asuhannya." Batin Yuumi

Tsurugi hanya berdecih pelan mendengar pengakuan Yuumi yang kurang memuaskan.

" Hentikan diskusi kalian, Yuumi bermainlah dengan serius sekarang. Jangan hanya diam disitu. Penonton akan mencurigaimu." ujar Shindou

" Baik-baik. Kau tenang saja Shindou. Aku akan mencetak gol selanjutnya." balas Yuumi

" Permainan dilanjutkan oleh Kick off dari Tengawara. Kali ini Ichiban menggiring bola kedepan." ujar Oushu

Yuumi bergegas untuk menghadang Ichiban namun ditahan Shindou

" Jangan Yuumi. Tsurugi kau hadang Ichiban!" perintah Shindou

" Tidak. Aku bisa, mungkin hanya aku yang bisa. Percayalah padaku." ujar Yuumi

Shindou sebenarnya ingin melarang. Tapi saat dia melihat pada Kidou yang juga tahu masa lalu Yuumi ia mengurungkan niatnya. Lagipula mata Yuumi menunjukan keseriusannya.

" Baiklah. Kau hadang dia." ujar Shindou pada akhirnya

Yuumi bergegas dan menghadang tepat dihadapan Ichiban

" Ada apa ini. Pergerakan Nightmare berubah. Kali ini dia menghadang Ichiban pertandingan ini berkembang secara tidak terduga." ujar Oushu histeris

" aku ingin tahu kemampuanmu, coba rebut bolanya kalau bisa." ujar Ichiban

" Kau akan melihatnya nanti." ujar Yuumi disertai senyum mengejeknya

" Suara ini benar-benar mengingatkanku padamu. Tapi ini tidak mungkin kau. Dia terlalu banyak meremehkan orang lain, tidakk sepertimu yang rendah hati. Dimana kau sebenarnya, First Love." batin Ichiban

Yuumi berlari kesamping Ichiban kemudian memainkan kakinya lalu merebut bola dan menggiring kedepan.

" WOW! Nightmare merebut bola dengan cepat." ujar Oushu

" Shinsuke, maju sekarang." perintah Shindou

" Tsurugi, kau kawal mereka berdua." Perintah Shindou lagi

" Tidak usah, dia pasti bisa." ujar Tsurugi

" Aku tahu. Tapi kita akan dapat kecaman karena striker tidak bekerja sama." ujar Shindou

" Yuumi tidak sehebat yang kalian pikirkan. Kekurangannya adalah tantangan terbesar dalam pengejaran mimpinya. Dia membutuhkan seseorang yang bersedia menajdi pijakannya untuk bisa menggapai impiannya." Batin Shindou

"Baiklah." ujar Tsurugi pada akhirnya kemudian bergegas menyusul Yuumi

" Raimon menyerang balik. Kedua striker mereka maju kedepan ditambah seorang Defense Nishizono. Apa yang akan mereka lakukan?" Tanya Oushu

" Tahan dia!" perintah Ichiban dari garis depan

Dua orang Tengawara menghadang Yuumi ketika akan memasuki wilayah pertahanan Tengawara. Yuumi hanya menyeringai melihat kedua orang yang menghadangnya. Yuumi melompat keatas bersama bola kemudian menendangnya kearah Tsurugi yang sudah diwilayah pertahanan

" Pergerakan bagus dari Nightmare. Sekarang bola ada pada Tsurugi, namun Hayabusa menahannya." ujar Oushu heboh

" Kau tidak akan melewati pertahanan gawang kami." ujar Hayabusa

" Memang aku tidak bisa." balas Tsurugi santai

" Apa? Apa maksudmu." tanya Hayabusa histeris

( Yui : Biasa aja kali nanyanya. Nggak usah histeris gitu. Gimana sih

Hayabusa : elu yang nulisnya gitu goblok. Gimana sih lu

Yui : diem lu ayam goreng, balik sono)

" Aku memang tidak bisa. Karena yang akan melakukannya bukan aku." ujar Tsurugi

Tsurugi kemudian menendang kick tinggi

" Ada apa ini, Tsurugi menendang bola keatas." ujar Oushu

Shinsuke kemudian melompat dan meraih bola

" Nice pass Tsurugi!" ujar Shinsuke

" Lompatan bagus dari Shinsuke, dia menerima umpan Tsurugi dengan baik. Namun pertahanan yang belum pernah dijebol menghadangnya." ujar Oushu

" Shine Wall-!" seru para Defense Tengawara

Shinsuke melirik kearah Yuumi. Yuumi sudah siap diposisinya. Yuumi berada jauh dari Shinsuke untuk mengecoh mereka

" Apa yang akan kalian lakukan, Raimon." ujar Ichiban pada Shindou yang dalam penjagaannya

" Kau akan lihat lelucon milik kami." ujar Shindou tenang

" Shindou-kun, dimana dia?" Tanya Ichiban

" Kau masih mau mencarinnya? Kupikir kau melupakannya." ujar Shindou sinis

" Aku tidak pernah melupakannya. Aku selalu mencarinya." balas Ichiban

" Kalau begitu kau akan melihatnya lagi, percaya padaku." ujar Shindou akhirnya

" Apa maksudmu dia akan kembali? Jelaskan Shindou-kun" Tanya Ichiban

" Kau akan bertemu dengannya. Itu janjiku." ujar Shindou

Kembali pada keadaan di Pertahanan Tengawara

" Shinsuke melompat untuk mencoba melewati Shine Wall, namun para Defense ikut melompat!" seru Oushu

" Kena kalian!" seru Yuumi kemudian berlari memasuki celah Shine wall

" Nightmare kuserahan padamu." ujar Shinsuke yang kemudian memberikan bola kepada Yuumi

" Nightmare berhasil memasuki Shine Wall, sekarang dia berhadapan langsung dengan kipper Tengawara." ujar Oushu

" Ini tidak bagus kalau aku gagal, jadi biar kuberi kau hadiah Hissastu Shootku." ujar Yuumi pada Kiper Tengawara

" Fire Spin!" Yuumi menyerukan nama Hissatsu Shootnya

Kiper tersebut mencoba menahan tendangan Yuumi. Namun gagal

" GOAL! Nightmare dengan hissatsu shootnya 'Fire Spin' berhasil mengoyak jala gawang Tengawara." seru Oushu heboh

" Dia berhasil, kau hebat." ujar Shindou pada Nightmare

" Siapa kau sebenarnya? Kenapa kau bisa mematahkan Shine Wall?!" seru Ichiban

" Siapa aku?" Tanya Yuumi

" Menjadi pertanyaan public, siapa sebenarnya Nightmare? Siapa sosok dibalik tudung itu." ujar Oushu mewakili pertanyaan semua orang

" Kalian mau tahu kenapa dia bisa menjebol Shine Wall?" seru Tsurugi

" Hey, Navy. Ini permainanku. Biarkan aku menikmatinya." ujar Yuumi kesal

" Kalian mau tahu siapa aku 'kan?" ujar Yuumi yang kemudian berbalik membelakangi kiper Tengawara

Yuumi melepas tudung di kepalanya. Membuat rambut Blue Sapphire sepinggang miliknya berkibar ditengah lapangan. Melihat ini semua yang ada di Stadion membelalakkan matanya

" Sosok dibalik tudung itu adalah Gouenji Yuumi. Adik kedua Gouenji Shuuya yang baru saja kembali dari Korea yang dikabarkan sebagai pemain paling Jenius. Ini benar-benar Yuumi!" seru Oushu *itu Cuma hoax :v*

" Yuumi-sama." ujar Hayabusa terkejut

" Jangan panggil aku seperti itu. Aku sekarang musuh, bukan atasanmu lagi." ujar Yuumi

" Y..Yu..Yuumi. Yuumi itu benar kau." ujar Ichiban shock

" Sudah kubilangkan. Kau akan melihatnya." ujar Shindou

" O Hisashiburi, Ichita." ujar Yuumi dengan nada sendu yang berusaha disembunyikan

Mereka saling bertatapan. Mata Keduanya sama-sama memperlihatkan kerinduan yang mendalam. Namun mata Yuumi juga menggambarkan dia sedang menahan sakit yang luar biasa

" Tadaima, Ichita." ujar Yuumi lagi

Priiiiiit… peluit tanda babak pertama usai berbunyi

" Babak pertama berakhir dengan keunggulan Raimon, 2-0." ujar Oushu

" Kenapa dia mengabaikanku, Shindou-kun?" Tanya Ichiban pada Shindou

" Dia melihat kejadian itu, saat kau memeluk Nami dibawah pohon sakura, musim Semi lalu." ujar Shindou yang kemudian berlalu meninggalkan Ichiban yang shock mendengar penuturan Shindou

Kedua keseblasan pun kembali ke bench masing-masing

" Permainan yang bagus Yuumi, Tsurugi." puji Kidou

" Ya. Mereka yang terhebat." ujar Hikaru mengacungkan jempolnya

Yang dipuji hanya diam dan cuek.

" Baiklah kalian istirahatlah." Ujar Kidou

Setelah istirahat 5 menit Haruna datang dengan terburu-buru

" Ada apa, Haruna?" Tanya Kidou

" Aku baru saja diberitahu. Bahwa listrik di Stadion mati. Jadi untuk perbaikan kita harus menunggu 20 menit lagi" ujar Haruna

" Dasar Nii-san. Apa-apaan ini, sampai penundaan segala. Bukannya sudah bagus listrik mati agar aku tidak perlu mendengar ocehan si Oushu gila itu. Dia lebay sekali memperkenalkanku." ujar Yuumi sewot

" Sabarlah, Yuumi." Ujar Haruna

" Ditambah si Hayabusa gila itu. Apa maksudnya masih memanggilku dengan embel-embel –sama. Menyebalkan." tambah Yuumi

" Kenapa memangnya dia memanggilmu begitu?" Tanya Nishiki

" Yuumi, dulunya semasa jayanya Fifth Sector memegang kendali pelatihan SEED. Jadi mereka memanggilnya sebagai Yuumi-sama" jelas Shindou

" Padahal kemampuan Yuumi biasa saja. Untung dia sedikit pintar." Ujar Kidou yang sukses membuat Yuumi mengerucutkan bibirnya kesal

" Lalu kenapa Tsurugi tidak tahu hal itu?" Tanya Tenma

" Aku bergabung saat Kuroki-san yang memegang Kendali SEED, tapi aku juga masih mendengar tentang adik Kaisar Agung" ujar Tsurugi

" Dia bergabung setelah aku pindah ke Korea. Aku tidak tahu jika si Cungkring itu yang menggantikanku" ujar Yuumi seraya meneguk minumannya

" Sudahlah. Kalian istirahat saja. Kalian pasti lelah." ujar Midori

" Apanya yag lelah. Yang bermain hanya Yuumi, Tsurugi, Shinsuke, Tenma dan Shindou kami tidak ikut andil." ujar Kariya

( Yui : Bukannya bagus kalian jadi tidak lelah

Kariya : Apanya yang bagus. Aku jadi tidak bisa menunjukan hissatsu kerenku

Kirino : Apanya yang bagus. Cuma jaring aneh begitu dibilang bagus

Kariya : kau tega sekali senpai

Shindou : Baru sadar lu Kariya?

Kariya sweatdrop. Yui cengo)

" Istirahatlah. Kalian akan ambil peran besar dibabak kedua." ujar Yuumi

" Apa maksudmu?" Tanya Kurama

" Lihat saja nanti." ujar Yuumi yang kemudian pergi entah kemana

" Kau mau kemana Yuumi?" Tanya Haruna tapi Yuumi tidak menjawab

" Dia masih punya urusan penting." ujar Shindou yang disusul anggukan oleh Kirino dan Kidou

Yuumi berjalan menapaki satu persatu anak tangga. Kemudian tibalah dia ditempat tujuan. Tempat favoritnya dimana dia bisa melihat semuanya dari sini, Rooftop.

" Aku tahu kau akan kemari, Yuumi." ujar Ichiban yang baru sampai

" Ini tempat favoritku sepanjang masa. Karena dari sini aku bisa melihat semuanya." ujar Yuumi

" Kau benar melihat semuanya dari sini memang indah." ujar Ichiban yang tidak mengerti maksud dan arah pembicaraan Yuumi

" Bukan cuma pemandangan. Aku juga bisa melihat kebenaran dari sini. Kebenaran sebuah pengkhianatan." ujar Yuumi

" Yuumi, kau salah paham. Aku memeluk Nami karena dia bilang akan pindah sekolah. Aku memeluknya sebagai salam perpisahan." ujar Ichiban mencoba membuat Yuumi percaya lagi padanya

" Benarkah? Aku percaya" ujar Yuumi

" Lalu, kenapa kau pergi?" Tanya Ichiban

" Karena aku tidak mau tersakiti lebih dalam." ujar Yuumi

" Apa maksudmu? Kau bilang percaya padaku." Tanya Ichiban

" Aku hanya ingin kalian bahagia. Kau dan Nami cocok. Nami juga menyukaimu." ujar Yuumi. Yuumi berusaha mati-matian menahan tangisnya dan juga menahan getaran pada suaranya

" Tapi aku hanya sayang padamu, Yuumi." ujar Ichiban sambil memegang pundak Yuumi

" Aku tidak sayang padamu, Ichita." balas Yuumi

" kau bohong. Kau pasti menyayangiku. Kalau tidak kenapa kau kembali?" Tanya Ichiban

Ichiban akan memeluk Yuumi, namun…

Plak! Sebuah tangan menepis tangan Ichiban, dan menarik Yuumi kedalam pelukannya. Dialah Tsurugi Kyousuke. Karena penasaran dia mengikuti Yuumi

" Dia tidak berbohong. Dia kembali untuk Raimon dan untuk keluarganya." ujar Tsurugi

" Navy?! Dia memelukku? Tapi ini nyaman. Aku merasa tenang." batin Yuumi

" Tsurugi! Kenapa kau bisa disini?" Tanya Ichiban

" Aku hanya penasaran dengan apa yang akan dilakukan bocah ini." ujar Tsurugi

"Kau tidak usah ikut campur. Ini urusanku dengan Yuumi." ujar Kita

" Tentu saja urusanku. Dia partnerku dan kami se-tim." balas Tsurugi sengit

" Kau kembali saja. Kau dicari timmu." tambah Tsurugi

Ichiban pun kembali kebawah karena memang dia mendapat pesan dari Hayabusa untuk segera kembali. Sepeninggal Ichiban hanya ada Tsurugi dan Yuumi, BERDUA

( Kazemaru : minna-san mulai dari sini aku akan ngegantiin author

Tenma : emang tuh author sialan kemana?

Yuuka : Tenma-kun, Nee-chan sedang butuh waktu sendiri

Yuumi : karena dari sini bakal ada adegan romance KyouMi gitu deh

Kazemaru : Jadi maklumin yah minna-san

Hime : Aku kasihan sama Yui-chan difitnah mulu

Yuuki : Diam aja deh, Hime)

Hening. Itulah atmosfer dirooftop kali ini.

" Menangislah" ujar Tsurugi membuka suara

" Hmm?" Tanggap Yuumi bingung * Yuumi masih dalam dekapan Tsurugi*

( Yui : huwaaaa… aku dah nggak sanggup. FFnya aku discontinued

Gouenji : Nggak bisa gitu dong Yui. Lu harus lanjutin

Yui : aku bisa gila nantinya… Huwaaaaaaa…

Kirino : Lu harus lanjut thor. Belum ada scene Romancenya gue ama Shindou

Shindou : Bener. Gue mau ada Scene gue kencan sama Kin-chan

Tenma : Author, klu mau berhenti nggak apa kok. Aku juga depresi lihat adegan KyouMi… huwwaaaaaa

Jadilah semua orang cengo melihat Yui dan Tenma yang teriak-teriak GaJe

Hakuryuu : Tenma, Author aku yang TERHEBAT ikut.. Huwaaaa… Tsurugi… aku yang TERHEBAT ini dah senang-senang bakal gabung. Ternyata aku yang TERHEBAT ini datang cuman buat liat kemesraan KyouMi.. Huwaaa…

Shindou : woy manusia yang katanya TERHEBAT ngapain lu disini

Hakuryuu : Aku yang TERHEBAT ini akan main juga bersama Tsurugi-nya aku, aku yang TERHEBAT bakal ngalahin Raimon dengan kekuatanku yang TERHEBAT

Kazemaru : Diem lu semua. Gue telan pake Shippu Dash lu

Tenma : Tenang aja minna, aku punya Spiral Draw

Hiroto : Diemm! Gue lagi nge-BLOW rambut.. diem lu semua gue setrum lu

All Sweatdrop)

BACK TO STORY MINNA…

" Aku tahu kau mau menangis. Aku tidak akan mengejekmu. Aku tahu seberapa kuatnya orang itu dia hanyalah manusia." ujar Tsurugi

Yuumi pun menumpahkan tangisnya. Dia merasakan kenyamanan dan kehangatan saat berada dalam dekapan Tsurugi

Sesaat kemudian nafas Yuumi mulai teratur

" Terima Kasih sudah mau membantuku." ujar Yuumi

" Kau tidak perlu berterima kasih." balas Tsurugi

Tsurugi yang merasa Yuumi sudah lebih baikpun melepas dekapannya

" Oh iya, aku belum tahu namamu. Yang kutahu Hanya Tsurugi." ujar Yuumi

" Bukannya dataku juga ada pada kakakmu?" Tanya Tsurugi

" Aku masih punya kesibukan lain. Aku tidak punya waktu untuk membaca tentangmu." balas Yuumi kesal

" Aku Tsurugi Kyousuke." ujar Tsurugi

" Baiklah, aku akan memanggilmu… Kyou. Yah Kyou." ujar Yuumi

" Dasar, jangan seenaknya memanggilku." ujar Tsurugi sewot

" Tak apa. Itu lebih singkat, nee Kyou." ujar Yuumi diselingi tawa kecil

" Manis. Ah, apa-apann aku. Tidak-tidak sadar Kyousuke." Batin Tsurugi

" Kalau begitu aku juga akan mengganti panggilan untukmu. Hmm… Gouenji Yuumi. Aha! Aku akan memanggilmu JiMi.. dengan ini kita impas." ujar Tsurugi

" Apa-apaan kau menyingkat namaku." ujar Yuumi kesal

" Tidak apakan? Kau juga menyingkat nama orang lain.. Kiyuuto, Emaru. Kau menyingkatnya. Jadi kita IMPAS." jawab Tsurugi dengan penekanan dikata IMPAS

" Haaah.. terserah kau sajalah." Ujar Yuumi pasrah

" Kita turun sekarang. Pertandingan akan segera dimulai." ajak Tsurugi kemudian menarik tangan Yuumi-mungkin akan lebih baik jika 'menggenggam'

Mereka pun berjalan kembali ke tempat dimana anggota Raimon Eleven lainnya berada.

" Yuumi, bagaimanan urusanmu?" Tanya Haruna

" Sudah beres." jawab Yuumi

" Tsurugi kau darimana? Kenapa bisa bersama Yuumi?" Tanya Tenma

" Aku dari sebuah tempat untuk mengirim bantuan, aku kebetulan bertemu dengannya." ujar Tsurugi yang kemudian melirik Yuumi

" Cih." Yuumi hanya mendecih kesal mendengar ejekan Tsurugi. Sebaliknya Tsurugi hanya memasang senyum kemenangan

" Baiklah, karena semua sudah disini, kalian lakukan pemanasan sebentar lagi pertandingan akan dimulai." perintah Kidou

" Kurama-san. Lakukan pemanasan kau akan menjadi striker dibabak kedua." ujar Yuumi yang kemudian mendudukkan diri di kursi bench.

" Apa? Kenapa aku? Lalu kau bagaimana?" Tanya Kurama

" Aku? Ah, Pelatih belum bilang yah. Aku tidak akan bermain dibabak kedua." jawab Yuumi tenang

" Apa?!" teriak Raimon Eleven kaget

" Tapi kenapa?" Tanya Shindou

" Karena ada sesuatu. Persiapkan diri kalian kerahkan kekuatan kalian yang terbaik." ujar Yuumi

" Shindou, Tenma dan kau Kyou. Ikut aku ada hal yang ingin kukatakan." perintah Yuumi yang kemudian beranjak menuju tempat yang agak jauh dari tempat Raimon Eleven yang lain. Disusul Shindou, Tenma dan Tsurugi

" Jadi, Kenapa kau memanggil kami?" Tanya Tenma

" Dibabak kedua ini akan berbeda dari yang sebelumnya. Tengawara akan mengirim pemain baru." Ujar Yuumi seraya melirik kearah bench Tengawara

" Kau mengenalnya, Kyou. Aku ingin kalian bermain sebaik mungkin tapi jangan memaksakan diri kalian." Lanjut Yuumi

" Kenapa begitu?" Tanya Shindou

" Akan ada pertunjukan menarik, aku ingin kalian tidak sampai memaksakan diri. Permainan mereka akan keras. Kalau batas kalian sudah sampai jangan paksakan diri kalian, ingat itu" ujar Yuumi kemudian pergi. Saat melewati Tsurugi dia membisikkan sesuatu yang membuat Tsurugi mengernyit bingung.

" Ini akan menarik. Sangat menarik." batin Yuumi yang disusul seringainya

TBC

Kazemaru: Yosh minna, inilah chapter 3… Sampai ketemu dichapter berikutnya Jaa

Shindou : Tuh si Author amatir kemana?

Kirino : Tumben dia nggak banyak omong

Kazemaru : Dia lagi sama temennya dulu, belajar kali

Tsurugi : Emang dia sekolah juga pake belajar, gue pikir kerjanya cuman jailin orang

Hikaru : Contohnya aku yang dijailin. Dia naruh kecoa waktu aku lagi selfie

Tenma : Abis lu sih lagi rapat juga masih sempet-sempetnya selfie

Hikaru : Aku ini 'kan harus selalu Eksis dan WOW tentunya..

Kazemaru : Waktunya balas review!
Tsurugi : Buat Moon is Miho : Emang Yui tau kalau bakal ada yang ngomong gitu. Yuumi itu kekurangannya banyak lho, hanya saja belum di tampilkan. Dan ingat Yuumi gak ngelewatin Kidou-san. Yuumi mah jauh di bawahnya. Cuma Yuumi aja yang sok , tapi dia punya alasan kenapa dia membuat dirinya seperti itu. Jawabannya ada di chap berikutnya. Yui itu strong jadi dia gak marah kok tenang aja.

Hikaru : Terakhir buat reviewer tetapnya Yui :D Kagayaku Hoshina : Endou-san emang harem *dibacok. Kidou-san itu sensi kalau udah nge-bahas penguin. Ini aku tahu dari Yuumi sih, tau lah Yuumi itu kan jahil kayak Yui. Yui manggil Shindou-san itu sebenarnya ClacTo. Cuma dia ganti karena gak enak sama yang lain. Dia berusaha menyesuaikan karena dia gak mau di beda-bedain.

Kazemaru : Arigatou buat yang udah review dan menyempatkan diri membaca fict ini. Jaa ne

P.S : Gomen aku telat pake banget updatenya, soalnya aku kira ini udah tamat, ternyata baru 2 chapter. Aku usahain minggu depan udah tamat.

REVIEW PLEASE