The Moon That Embraces The Sun(CHANBAEK VER)
Cast: byun baekhyun. park chanyeol
Rated:T
Warning:TYPO bertebaran/GS
.
.
Ready
.
.
Beberapa tahun kemudian...
Istana sedang dalam keadaan sibuk. Dayang dan pelayan membersihkan aula, meletakan tikar-tikar sesuai tingkatan. Sepertinya akan ada ujian sarjana.
Dayang dapur istana juga sibuk menyiapkan semua hidangan. Benar-benar pesta besar.
Tapi ada sedikit insiden, para dayang bingung karena kehilangan sebuah payung merah dan kotak, lalu beberapa buah yang ada dimeja juga lenyap. Bahkan ada baju juga yang hilang.
.
Kasim kim berdiri didepan kamar putra mahkota " Yang Mulia Putra Mahkota, sudah waktunya. Kita sudah banyak mengulur waktu. Tolong segera berpakaian"
Karena tidak ada jawaban, kasim kim masuk dan syok. " Putra Mahkota Menghilangggggg" kasim kim langsung berlari keluar...
.
Semu benda-benda yang menghilang itu ada di sebuah gudang. Putra Mahkota Chanyeol membuka jubah resminya dan menggantinya dengan baju bangsawan biasa. Ia melihat peta dan memutuskan kemana ia akan lari. Ia tampak puas dan berjalan pergi.
~0~
Dua buah tandu berhenti didepan istana Gyeongbuk. Nyonya byun sungmi, klan byun keluar dari tandu, ia memanggil putrinya.
"Baekhyun.. baekhyun-ah, kenapa kau belum keluar?" tanya Nyona byun sambil membuka jendela tandu, putrinya masih asik membaca.
" Apakah kau benar-benar tidak pusing? Cepat, kalau tidak kau tidak bisa melihat kakakmu!" ucap nyonya byun.
Baekhyun keluar dari tandu di bantu oleh seungwan pelayannya. Dia memang gadis yang cantik dan bersinar. Baekhyun memandang istana dengan terpesona.
Di dalam, para sarjana muda duduk sesuai barisannnya. Nyonya byun dan baekhyun bergegas masuk, keduanya terlambat, untung saja Raja belum datang. Nyonya byun dan baekhyun tersenyum pada sehun.
Sehun juga menoleh kebarisan di sebrang dan tersenyum pada Jongin, temannya.
"itu Jongin, meskipun dia tidak sebaik putraku, Jongin benar-benar orang yang berbakat" ujar nyonya byun
" Siapa itu jongin?" tanya baekhyun
" Itu jongin, kau belum pernah melihatnya. Anak di sebelah sana itu jongin. Kau tau Pangeran Yifan? Mereak bertiga belajar pada ayahmu" ucap nyonya byun
" Kau tahu, mereka berdua adalah teman dekat kakakmu, ya kan? Sarjana paling bagus dalam sastra dan militer semua murid ayahmu" sambung nyonya byun. Tuan Byun adalah kepala sarjana dari kantor penasehat istana.
.
.
Kasim kim mengumpulkan penjaga dan meminta mereka mencari Putra Mahkota.
"Dia masih disini sejam yang lalu, jadi dia pasti masih da di sitana,jika baginda tahu, kita semua akan dihumum berat. Cepat cari dia! Cepat !" ucap kasim kim pusing.
.
Raja yoochun memasuki aula. Semua berlutut memberi hormat. Termasuk Baekhyun dan ibunya juga berlutut.
Seekor kupu-kupu kuning tiba-tiba melayang turun dari langit mendekati Baekhyun. Seakan terhipnotis baekhyun pun mengikuti kupu-kupu itu.
.
Putra Mahkota jalan keluar dan merasa panas matahari " Aku tidak bisa membiarkan kulitku terbakar." Ucap pangeran Chanyeol sambil membuka payung dan tersenyum lebar. Ia berjalan sambil membawa payung merah.
.
Para sarjana menerima penghargaan.
"Lulusan terbaik sarjana sastra, Byun Sehun dan lulusan sarjana militer Kim Jongin, Majulah. Posisi kedua, Kim Myungsoo, dan posisi ketiga jung daehyun, Maju kedepan" Nyonya byun tampak bangga.
"lihat ayahmu dia terlihat bahagia. Apa kau lihat bibir ayahmu yang turun? Itu adalah cara ayahmu menahan tawa karena senang" Nyonya byun heran kenapa Baekhyun tidak menjawab, ia menoleh dan terkejut. Baekhyun menghilang.
.
Baekhyun berjalan mengikuti kupu-kupu yang terbang tepat kearah dimana Putra Mahkota berada.
Baekhyun tidak melihat Putra Mahkota yang berusaha lari melompati dinding dengan menggunakan tangga. Pangeran chanyeol tertegun melihat baekhyun dan baekhyun juga terkejut melihat Chanyeol. Chanyeol kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa baekhyun.
Payung merah itu jatuh melayang menutupi keduanya. Baekhyun dan chanyeol tertegun lalu sadar dan cepat-cepat berdiri. Keduanya kikuk.
" melihat baju yang kau kenakan, sepertinya kau bukan pelayan istana. Kenapa kau di istana?" tanya chanyeol
"Lalu, mengapa kau memanjat tembok?" balas baekhyun
" oh! Hanya aku bisa mengajukan pertanyaan. Cepat jawab aku! Apa kau benar-benar tidak tahu kalau melanggar aturan istana adalah kejahatan besar" ucap chanyeol
"Aku kesini untuk mengikuti upacara kakakku sebagai sarjana sastra terbaik" Bela baekhyun
"Aku tidak percaya"
"percaya atau tidak terserah padamu, tapi aku tidak bisa melihat orang yang mencuri diistana. Aku akan memanggil penjaga istana sekarang" ucap baekhyun
"Memanggi penjaga istana? Dan bilang kalau aku mencuri istana?" Chanyeol melihat tasnya yang penuh barang dan kenyataan ia akan lari dengan melompat tembok, memang mencurigakan.
" Aku juga datang melihat hyungnim-ku menjadi sarjana terbaik. Bukan.. aku melihat kakak mendapatkakn gelar sarjajna militer terbaik" ucap chanyeol cepat. Baekhyun yang memang tidak percaya segera berteriak memanggil penjaga. Chanyeol yang panik langsung membungkam mulut baekhyun dan menariknya berlari.
Keduanya sempat bersembunyi dibawah jembatan istana karena pengawal istana lewat. Anehnya baekhyun tidak teriak memanggil mereka.
Chanyeol dan baekhyun sampai di sebuah paviliun.
"Ini semua salahmu, kalau bukan karna kau. Aku tidak akan selelah ini" Ujar chanyeol
"kenapa kau tidak menggunakan bahasa resmi padaku?" baekhyun kesal
"Kau lebih muda dariku, tentu saja aku tidak menggunakan bahasa resmi"
"Bagaimana kau tahu kalau aku lebih muda dari mu?" tanya baekhyun
" di kurangi dua tahun dari usiamu"balas chanyeol
"mamksudmu 11 tahun?" ucap baekhyun
"oh jadi kau 13 th? Berarti aku 2 th lebih tua. Aku 15 th." Ucap chanyeol
Baekhyun berjalan pergi tapi chanyeol menahannya. " kau mau kemana?"
" aku mau memanggil penjaga istana"
" aku bukan pencuri, aku disini untuk melihat kakakku mejadi sarjana militer terbaik" jelas chanyeol
" Kenapa kau menyalahkan yang lain saat mulutmu terbuka dan mengatakan kebohongan saat mulutmu tertutup? Sarjana militer terbaik adalah teman dekat orabeonim-ku, dan aku tidak pernah dengar ia punya adik sebelumnya" serga baekhyun. Chanyeol bingung mencari alasan. Dia kelimpungan karenan baekhyun pintar sekali.
" sebenarnnya aku ingin menemui kakakku" ucap chanyeol sambil duduk
"Apa ini ada hubungannya dengan sarjana militer lagi?" tanya baekhyun
" Bukan.. bukan. Kakakku dan aku memiliki ayah yang sama, tapi ibu kami berbeda, tapi ia tetap baik padaku." Jelas chanyeol
Flasback...
Ratu dan lady park duduk bersama melihat pangeran chanyeol dan pangeran Yifan bermain.
Lalu saat keduanya berlatih pedang dan Yifan mengalahkan Chanyeol, tapi langsung menunduk saat raja melihatnya. Raja tidak suka kalau Yifan lebih menonjol.
Flasback end..
"Meskipun pintar dalam sastra dan militer, dia tidak bisa mengikuti ujian negara. Meskipun ia berbakat, dia tidak bisa menjadi penjabat. Meskipun ia menghormati dan mencintai ayah, dia tidak bisa menerima kasih sayang ayah. Meskipun ia disayangi banyak orang, ia tidak bisa muncul didepan mereka. Dan juga kakak hidup seperti ini karna aku" ucap chanyeol
" Dia mungkin takut kena marah ayah, jadi kakak tidak datang menemuiku untuk beberapa lama. Jadi, aku benar-benar ingin pergi menemui kakak. Apa kau mengerti sekarang?" sambung chanyeol
"Kenapa kau menyalahkan dirimu sendiri?" tanya baekhyun
"Apa?"
" Tuan muda, kau menjadi anak pertama, sementara kakakmu adalah anak tidak resmi, itu bukan hal yang bisa kau pilih. Lalu mengapa kau menyalahkakn diri sendiri?"
"bukankah kau baru saja bilang kalau aku menyalahkan orang lain kapanpun aku membuka mulutku?"
" seorang terhormat tidak boleh menyalakan orang lain untuk semua kesalahan. Jika hyungnim-mu benar-benar menyayangimu, mungkin ia tidak akan menyalahkanmu. Jadi, tuan muada tidak ada gunanya menyalahkan diri sendiri. Kau juga tidak perlu menyalahkan orang lain" baekhyun mengeluarkan semua pendapatnya. Dan membuat cahnyeol melongo..
" sebenarnya, sistem negara yang membedakan anak sah dan tidak sah seharusnnya di selesaikan oleh Yang Mulia. Jika sistem menghalangi bakat seseorang dan bahkan memisahkan persahabatan antara saudara maka bukankah harus di perbaiki? Sejujurnya, ada banyak hal dalam hukum joseon yang tidak masuk akal. Bangsawan dan budak adalah sama-sama manusia, jadi mengapa bangsawan dan kaum rendahan dipisahkan? Ayahku selalu berkata kalau itu melanggar hukum jika wanita membaca terlalu banyak buku..." baekhyun yang sadar sudah terlalu banyak bicara, langsung menutup mulutnya sendiri.
" jadi maksudmu, sistem politik Yang Mulia salah, iya kan?" tanya chanyeol sambil tersenyum miring
" bukan.. bukan itu" ucap baekhyun kikuk..
"kali ini giliranku memanggil penjaga istana"chanyeol sudah siap berjalan sebelum sebuah tangan memegang lengannya.
"katakan saja.. pura-pura tidak mendegar apa yang kukatakan tadi"ucap baekhyun panik
"sekarang kau tau kan aku bukan pencuri?"tanya chanyeol dan baekhyun menggeleng" tidak"
"kenapa begitu" chanyeol kaget
"semua barang itu dari mana?"
"semua barang itu miliku. Puas?" ucap chanyeol kesal
"semua adalah barang langka yang diberikan sebagai upeti. Tuan muda bagaimana kau bisa mendapatkan barang-barang itu?"
"aku akan berkata kalau kau manis, apa kau terus akan mencurigaiku? Apa kau mengabaikanku? Aku ini... joseon.. aku ini ... pejabat joseon."
.
.
.
TBC
Thank's buat review kemaren,sorry kalo banyak typo!
Please review juseyo^_^
~bye~
~pyong~
