The Moon That Embraces The Sun(CHANBAEK VER)

Cast: byun baekhyun. park chanyeol

Rated:T

Warning:TYPO bertebaran/GS

.

.

Ready

.

.

.

.

Payung merah itu terbang melayang dan mendarat di halaman istana. Chanyeo bengong melihatnya. Kasim kim besama dayang dan penjaga terlihat ketakutan.

"mul...! itu mul Goi!"(mul goi= benda yang dirasuki oleh roh)

Kasim kim segera memerintahkan untuk menyingkirkan payung itu tapi chanyeol menghalanginya dan berpikir bahwa itu pertanda bahwa ia bisa bertemu dengann baekhyun lagi.

~0~

Baekhyun mendengar suara dan mengira ada seorang pembunuh yang akan menghukumnya. Baekhyun berjalan ketembok dimana Yifan duduk tadi dan menemukan sebuah batu dan dibawah batu tersebut terdapat surat dari Yifan.

'apa yang menyusahknmu sampai kau tidak bisa tidur? Coba bicara pada batu ini dan lihat apa yang terjadi. Batu pemecah masalah ini bisa memecahkan ratusan kecemasan. Dan menyingkirkan semua masalahmu. Kau seharusya bisa tidur sekarang. Ini hadiah dari perjalananku'

"Dia berpergian lagi? Orang ini, benar-benar.. apa dia tidak mengerti maksudku. Akukan sudah melarangnya untuk berpergian." Baekhyun kesal karena Yifan pergi semaunya sendiri.

~0~

Sehun dan Jongin terlihat latihan pedang bersama. Dari kejauhan seungwan mengintip mereka. seungwan sangat menyukai latihan pedang seperti ini. Tapi ia kelihatan cemas. Jongin bisa merasakan kehadiran seungwan.

Jongin dengan mudah mengalahkan sehun. " kenapa sehun kalah?" keluh seungwan

" kemampuanmu sungguh diatas rata-rata. Aku benar- benar tidak mempunyai bakat bertarung pedang. Aku sudah berlatih bertahun-tahun tanpa perkembangan" Puji sehun

" apa anda tidak apa-apa. Tuan muda?" tanya jongin

" aku sudah bilang jangan panggil aku tuan muda, tapi kau tetap melakukannya" ucap sehun

Jongin melihat Yifan melompati tembok. Yifan memberikan isyarat untuk diam. Sehun masih belum mengetahui keberadaan Yifan.

"Sepi sekali tanpa Pangeran Yifan... jika pangeran Yifan berada disini, tidak akan ada hari-hari tenang. Sekarang hanya kita berdua dan rasanya benar-benar sepi" celoteh sehun

" jika aku tahu kau begitu merindukanku seperti ini. Aku tidak akan melakukan perjalan ini." Ujar yifan mendekat

" Yifan-gun" Yifan memeluk sehun. " sehun sayang! Selamat atas kelulusanmu." Ucap yifan

Yifan ingin memeluk jongin, tapi jongin menghindar

" Kim jongin, aku'kan hanya ingin memberimu ucapan selamat,isshh, tidak menyenangkan sekali" ujar Yifan sambil cemberut

" apa perjalanan anda menyenangkan?" tanya sehun

" lebih dari menyenangkan. untuk kalian teman- temanku, Aku punya oleh-oleh makanan enak." Yifan merangkul kedua temannya. Ketiganya berjalan sambil mengobrol.

.

~0~

.

Raja Yoochun menerima laporan dari para menteri

" apa ini sam mang?" tanya Raja Yoochun

" ini 3 nama yang di rekomendasikan dan Raja harus memilih salah satu" ujar sam mang

"mereka semua telah dipilih dari sigangwon." Para menteri membenarkan. Dan mereka telah memilih calon paling bagus.

~0~

Putra mahkota sedang berpakaian di bantu oleh para dayang. Kasim kim masuk dengan sebuah daftar di tangannya.

"Saya telah mendapatkan penjabatjunior yang ditunjuk sebagai calon penasehat." Ujar kasim kim

" siapa yang dipilih?" tanya chanyeol

" saya juga tidak tau, tapi meskipun demikian, saya telah melalui banyak kesulitan untuk mendapatkan daftar nama ini!"

"tak perlu meihat daftar nama itu, aku juga telah mengetahuinya. apa lagi yang kau tau hari ini?" chanyeol ingin tahu

" mulai hari ini, ada orang baru yang ditunjuk sebagai guru." Jelas Kasim kim. Chanyeol terlihat tidak peduli.

.

Chanyeol berjalan keluar diiringi kasim kim. Ia menuju ruang belajarnya. Para dayang yang melihatnya berdiri menghormat dan mengaggumi Chanyeol.

Tidak lama kemudian, Sehun berjalan memasuki ruang belajar Chanyeol. Namun chanyeol terlihat sibuk sendiri dan tidak memperdulikan Sehun.

"Yang Mulia. Guru anda sudah tiba!" Ucap Kasim Kim

" saya diperintahkan mengambil alih posisi guru. Saya Byun Sehun imnida" Sehun mengenalkan diri dengan sopan.

Chanyeol masih cuek. Lalu ia mengangkat wajahnya untuk melihat wajah Sehun. Saat ia mengangkat wajahnya chanyeol terpanah melihatnya sampai mulutnya terbuka.

.

.

Ny. byun dan Baekhyun terlihat tengah menyulam bersama.

"Sehun bertemu dengan Putra Mahkota" Ujar Ny. Byun

"Orabeoni pergi ke sigangwon? Lalu, apa Orabeoni akan menjadi guru Putra Mahkota?" baekhyun terkejut

"kakakmu sudah menjadi sarjana sigangwon, itu wajar saja" Ny. Byun membenarkan

" apa mungkin ia tahu kalau aku adalah adik sehun Orabeoni?" Gumam Baekhyun

" kau bicara apa?" Ny. Byun heran

" bukan apa-apa." Jawab baekhyun cepat.

~0~

Kasim kim meminta Chanyeol memberi salam pada gurunya. Tapi Chanyeol tidak menggubrisnya. Ia tampak terkejut sekali.

" berapa usia anda?" tnya chanyeol ingin tahu.

" saya 17 tahun" jawab sehun.

" jadi... kau baru 17 th?" chanyeol syok. Sehun hanya menganggukkan kepalanya.

" denga usia semuda ini, sepertinya orang yang mendukungmu memiliki kekuasaan besar" ujar chanyeol.

.

~0~

.

" apa kau tidak sadar betapa pentingnya posisi itu? Atau kata-kataku hanya berlalu saja ditelingamu? " Ibu suri marah besar saat tahu Sehun yang dipilih menjadi guru Chanyeol. Ia tidak percaya seunghoon membiarkan anak itu duduk disana mengajar Chanyeol.

" Sehun tidak akan sanggup mengendalikan Putra Mahkota Chanyeol. Ia akan mundnur dengan sendirinya." Seunghoon menenangkan ibu suri. Namun ibu suri tetap ingin tahu siapa sehun.

" Byun Sehun adalah putra penasehat khusus yang dipercaya raja, kepala sarjana." Seunghoon mennjelaskan.

" apa kau tidak mengerti rencana Yag Mulia? Yang mulia telah mulai membentuk kekuatannya." Bentak ibu suri

~0~

" 17 th! Baru 17 th!. Bagaimana Abamama bisa mengirimkan anak itu?" Chanyeol marah.

" Yang Mulia saya mendapat informasi lagi mengenai Byun Sehun. Dia adalah sarjana literatur terbaik tahun ini.!" Ujar Kasim kam.

" Lupakan saja! Apa informasimu pernah akurat?" Chanyeol tetap kesal. Kasim kim meyakinkan chanyeol. " kali ini benar- benar tepat Yang Mulia."

Kasim kim mulai mengoceh tentang sehun." Bukan hanya literatur, politik, sejarah, astronomi dan hal lainnya. Dia mengerti segalanya dan ahli dalam segala hal. Singkatnya, tolong belajarlah dari orang yang sangat berbakat."

" Tutup mulutmu! Tutup mulutmu didepanku! Aku tidak mau melihatmu lagi. Berbalik!" Ucap Chanyeol murka.

Kasim kim terlihat beringsut mundur dan berdiri menghadap tembok.. 'kasim kim kena setrap sepertinya'

~0~

Malam harinya, baekhyun masuk kedalam kamar kakaknya.

" apa sudah waktunya membaca? Apa yang harus kubaca hari ini?" baekhyun melihat wajah kakaknya penuh cemas.

" kau bisa melihatnya?" tanya sehun heran.

"apa terjadi sesuatu di sitana, atau Yang Mulia menyusahkan Orabeoni?" tanya baekhyun.

" bukan seperti itu. Yang Mulia memberiku sebuah tantangan." Jawab sehun.

" apa itu? Tolong katakan padaku. Mungkin aku bisa membantu."

" kau bersedia membantuku? Sepertinya Putra Mahkota salah paham kepadaku. Aku benar-benar tidak tahu bagaimana membuka pintu yang tertutup rapat kedalam hati Putra mahkota."

" kesalahpaham?" tanya baekhyun heran.

" bukan salah paham biasa. Putra mahkota tidak bisa menerima orang yang muda sebagai gurunya." Jawab sehun.

" itu bukan salah Orabeoni" ujar baekhyun cemas. Sehun menyesal tlah membuat adiknya cemas.

" apa?" tanya sehun heran.

" Orabeoni.. apa kau ingin menenangkan Hati Putra mahkota?"

" Apa kau punya ide bagus?"

.

~0~

.

Keesokan harinya, Chanyeol dan Seun belajar sambil diam. Lalu tiba-tiba Sehun mengakhiri sesi pelajaran itu.

" Baiklah sepertinya kita akhiri sesi pelajara sampai disini." Ucap sehun.

" benar- benar orang tidak tahu malu. Kau tidak mengajar apapun, tapi tetap meminta gaji. Apa ini bukan tidak tahu malu?" ujar Chanyeol menyindir.

" saya rasa Putra Mahkota belum siap belajar hari ini. Jadi sebagai gantinya saya ingin mengajukan teka-teki." Ucap sehun.

" Teka- Teki?"sehun hanya menganggukan kepalanya.

" jika Putra Mahkota berhasil menebaknya dengan benar, saya akan mengundurkan diri. Tapi jika Putra Mahkota tidak tahu jawabannya maka saya mohon agar Putra mahkota bersedia belaljar dibawah bimbingan saya" jelas sehun.

" jadi kau ingin membuat kesepakatan denganku? Baiklah, katakan.!" Tantang chanyeol.

" karna anda telah memerintahkan maka saya akan mengatakannya ' apa yang bisa membuat dunia terang dalam sekejap dan apa yang membuat dunia gelap seketika?'"

" ini mudah sekali!" Ujar Chanyeol sambil tersenyum miring.

" tidak semudah itu" Jawab sehun.

" itu hanya pemikiranmu saja." Chanyeol menatap Sehun dengan Tersenyum mengejek.

"saya harap bisa mendengar jawaban anda di sesi berikutnya." Tantang sehun.

" setelah itu, aku tidak harus melihat wajahmu lagi!" gumam chanyeol.

.

~0~

.

Putri Luhan sedang jalan di taman dan melihat Kasim Kim membawa tumpukan buku kearah kamar Chanyeol.

" kenapa mereka membawa buku dari perpustakaan? Apa mereka memindahkan semuanya keistana Putra Mahkota?" Ujar Luhan heran. Luhan langsung tertarik dan berlari kearah istana kakaknya.

"Putri Luhan, Ratu sudah menunggu anda" Dayang susah payah membujuk Luhan, tapi luhan tidak peduli dan tetap menemui Chanyeol.

Luhan menyerit heran, kenapa dikamar kakaknya ada banyak sekali buku.

" kapan kakak akan selesai membacanya?" Tanya Luhan.

" Luhan, aku tidak punya waktu untuk main denganmu. Jangan pedulikan aku dan kembalilah." Jawab Chanyeol acuh.

Luhan tetap ingin tahu dan heran melihat Kasim kim berdiri menghadap tembok. Ia mendekati Kasim Kim. " Kenapa kau berdiri disini seperti ini?" tanya Luhan.

" alasan mengapa saya berdiri seperti ini adalah karena Putra Mahkota memerintahkanya." Lalu Kasim Kim menjelaskan kalau Chanyeol sedang mencoba menyelesaikan teka-teki dari sigangwon.

" teka-teki apa?" Tanya Luhan tertarik.

"aku sudah minta kau untuk pergi." Ujar Chanyeol kesal. Namun luhan tetap mendesak Kasim Kim untuk tetap memberi tahunya. Akhirnya kasim Kim berbisik. " Apa yang bisa membuat dunia terang dalam sekejap dan apa yang bisa membuat dunia gelap seketika?"

Luhan berpikir sebentar, lalu menjawab dengan percaya diri." Bukankah itu kelopak mata? Kalau kau menutup matamu seperti ini, maka dunia akan gelap seketika. Jika kau membuka mata seperti ini, maka seluruh dunia akan menjadi terang." Jelas Luhan. Kasim kim juga merasa itu adalah jawaban yang benar.

" cara berpikirmu terlalu sederhana. Itulah mengapa aku tidak bicara dengan,u. Kau menggangguku belajar. Cepat pergi." Chanyeol tidak setuju dengan jawaban Luhan, lalu ia memarahi adiknya itu.

.

..

...

Chanyeol tengah belajar lagi bersama Sehun. Raja datang bersama rombongan. Kasim Kim menyabut Raja, tapi Raja tidak ingin masuk dan hanya mendengar dari luar.

"jawaban yang benar adalah politik monarki. Kau lihat ajaran konghucu, Monarki yang bisa membuat hidup manusia terang dan gelap dalam sekejap." Jawab Chanyeol dengan penuh bangga.

"saya menyesal karena jawabannya tidak sama dengan jawaban saya." Ujar sehun sambil menunduk. Chanyeol terkejut. Lalu sehun memberikan jawabannya.

" yang benar adalah... kelopak mata.." Ucap sehun.

" kau mempermainkanku?" Chanyeol marah.

"jika Yang Mulia tidak puas dengan jawaban yang benar, lalu apa ini menjadi sebuah lelucon?." Ujar sehun.

" jadi jawabannya adalah lelucon ini?" Ucap chanyeol marah.

"dari sudut pandang seorang anak, semua hal yang hidup didunia ini bisa menjadi pertanyaan dan semua yang hidup didunia bisa menjadi jawabannya. Dalam proses belajar, ada dua ha yang harus di ingat. Satu, adalah kesombongan. Dan yang lain adalah prasangka. Jadi tolong perbaiki sikap anda dalam belajar." Jelas sehun

Chanyeol berdiri, ia tampak terkejut. Lalu berteriak memanggil Kasim Kim.

"Kasim Kim... Kasim Kim." Teriak Chanyeol

Kasim kim bergegas masuk. " ya, Yang Mulia. Katakan perintah anda."

" minta bagian dapur menyiapkan manisan. Lalu siapkan tikar bambu di paviliun untuk duduk. Aku ingin ngobrol dengan guruku. Untuk mempererat hubungan guru dan murid" Perintah Chanyeol.

" Apa? Tapi... Yang Mullia.." Kasim Kim bingung.

" hari ini saya memberi hormat pada anda sebagai pengajar untuk menerima pengajaran anda. Tolong maafkan ketidak-sopanan saya selama ini. Dan terimalah hormat saya." Lalu Chanyeol membukuk kearah sehun.

Sehun terkejut, ia langsung berdiri dan balas membukuk pada Chanyeol. Kasim Kim terharu.

Raja Yoochun tampak puas." Sepertinya putra mahkota tela mendapat guru yang pantas untuknya." Penasehat byun diam saja, tapi wajahnya tampak cemas. Sementara Seunghoon tampak kesal.

.

~0~

.

" jadi dengan kata lain, Orabeoni, Putra Mahkota yang agung, Yang Mulia, benar-benar mengibarkan bendera putih pada guru literatur sigangwong." Luhan tertawa geli. Dayang hanya menghela nafas.

" Tuan putri anda tidak boleh tertawa terlalu keras. Tolong turunkan suar anda." Ujar Dayang. Tapi Luhan tidak perduli.

" aku kagum sekali. Benar-benar orang menarik. Aku harus melihat wajahnya dan memberinya hadiah."

"Tuan Putri anda mencari Guru Byun?" tanya dayang.

Kau berhasil menebak pertanyaanku."Setelah mengatakan itu Luhan langsung keluar dan berlari ke istana Chanyeol. Dan ia melihat kakaknya berjalan menuju paviliun.

Luhan terkejut melihat wajah Sehun. Sehun menoleh dan melihat Luhan. Luhan yang panik lalu langsung menutup wajahnya.

Setelah Sehun pergi, Luhan menoleh lagi dengan wajah kagum penuh cinta. Hahhaaaa..

.

.

.

TBC

.

.

ANNYEONG...

ADA YANG KANGEN GAK SAMA FF INI?

maaf telat updet.. biasa abis ujian jadi refres otak dulu.

buat yang review makasih yaaa...

tapi maaf aku belum bisa bales review kalian satu-satu..

sekali lagi aku minta maaf...

jadi..

review juseyo..

~ BYE~

~PYONG~