The Moon That Embraces The Sun(CHANBAEK VER)

Cast: byun baekhyun. park chanyeol

Rated:T

Warning:TYPO bertebaran/GS

.

.

.

.

Ready

.

.

.

.

Chanyeol dan Sehun duduk di paviliun. Kasim kim menyajikan teh dan bberapa makanan ringan.

"apa aku memang berencana mundur dari posisi guru literatur?" tanya chanyeol ingin tahu. Sehun menganggukan kepalanya.

" saya tidak berani menjilat ludah saya sendiri setelah membuat kesepakatan dengan Putra Mahkota." Jawab sehun.

" kukira kau seorang kutu buku. Tapi ternyata kau punya sisi kuat juga." Goda chanyeol.

" sebenarnya ini ide adik saya."

Flasback..

" jika kau merendakan diri terus, Yang Mulia mungkin tidak akanbersedia belajar.. aku akan memberikan cara sederhana. Jika kau terlalu banyak memuji untuk mendapat hati Putra Mahkota, itu tidak akan berlangsung lama. Yang akan didapat bukanlah ketulusan, jadi tidak ada gunanya."baekhyun menasihati kakaknya.

" Putra Mahkota adalah orang yang bijaksana, meskipun dia saat ini salah paham dengan kakak, tapi ia akan mengerti kesetiaan kakak suatu hari nanti. Jadi, kau harus bekerja keras kakak." Sambung baekhyun.

Flasback off..

" jadi dia benar-benar gadis pintar. Berapa usia adik anda tahun ini?" tanya chanyeol.

" 13 th." Jawab sehun.

" apa? 13 th? Lalu, apa anda membagi masalah dengan adik anda?" chanyeol kaget mendengar jawaban sehun.

" Yang Mulia silahkan minum tehnya sebelum dingin." Kasim kim memperingatkan Chanyeol. Chanyeol mengiyakan dan meminta Sehun mencicipi teh-nya.

" yang punya hak mencicipi manisan gandum ini bukan anda Sehun saem melainkan yadik perempuanmu. Karena sebenarnya yang menegur saya hari ini adalah adik anda sehun saem." Jelas Chanyeol.

" Kasim kim tolong kau bungkus manisan gandum ini, karena aku ingin memberikannya untuk saem tersembunyiku." Sehun terjejut mendengar penjelasan Chanyeol dan tersenyum.

.

.

Setelah chanyeol kekmbali ke istana ia bertanya kepada kasim kim." Apa gadis usia 13 th bisa benar-benar sepintar itu? Apa kau percaya?"

" jika itu adik guru sehun maka saya percaya itu mungkin saja. Guru sehun juga baru 17 th dan sudah menjadi sarjana terbaik." Jawab kasim kim.

Chanyeol tiba-tiba berhenti, jika guru sehun adalah lulusan terbaik, makak gadis itu adalah...

" Kenapa kau baru mengatakannya sekarang? Mengapa?" Tanya Chanyeol setengah membentak kasim kim.

" saat saya ingin mengatakan pada anda waktu itu, Yang Mulia memerintahkan saya untuk tutup mulut." Jawab Kasim kim bingung.

.

~0~

.

Sehun memberikan manisan itu pada baekhyun." Ini dari Putra Mahkota, sebagai ganti soksu diberikan padamu." (soksu= pemberiain untuk guru)

"kalau ini soksu maka seharusnya untuk kakak" baekhyun heran kenapa kakaknya memberikan soksu itu kepadanya.

"aku menceritakan pada Putra Mahkota kalau kau yang membangkitkan keberanian dan memberikan jawaban jujur kepada Putra Mahkota." Ujar sehun.

" apa? Lalu p reaksinya?" baekhyun terkejut mendengar penjelasan sehun.

" dia berkata kalau guru sebenarnya bukanlah aku tapi kau!." Jawab sehun.

" apa Putra Mahkota megatakan hal lain?" baekhyun ingin tahu. Sehun menggelengkan kepalanya.

" tidak ada yang khusus. Dia tanya apa teka-teki itu juga idemu."

"teka-teki?"

" ya, tapi kenapa kau tadi gelisah sekali?"

"bukan apa-apa."

.

Baekhyun berjalan keluar sambil membawa manisannya. Ia duduk di batang pohon dan melihat ke arah bulan. Kelopak bunga ceri mulai berguguran. Baekhyun membayangkan putra mahkota berdiri di sampingnya.

"apa kau berhasil menebak teka-teki yang kuberikan padamu?" tanya chanyeol

" apa anda benar-benar Putra Mahkota?" Baekhyun berharap Chanyeol bukan Putra Mahkota. Chanyeol tersenyum dan menyuruh baekhyun mencicipi manisannya. Baekhyun mengambil satu dan mengigitnya.

"bagaimana rasanya?" tanya chanyeol.

"manis sekali." Jawab baekhyun.

"dengan memberi ini, apa artinya anda sudah memaafkan saya? Atau anda mengancam saya? Katakan apa artinya?" tanya baekhyun berturut-turut. Chanyeol hanya tersenyum dan baekhyun tersadar dari imajinasinya.

.

~0~

.

Seunghoon berkumbul bersama beberapa menteri dan mereka mengeluh tentang Raja.

" bagaimana Yang Mulia mengabaikan menteri yang berjasa seperti ini? Siapa yang sudah memnyelamat Yang Mulia dari tangan anak buahnya yang memberontak di masa lalu? Yang Mulia bisa duduk di tahta sekarang ini karena siapa? Bukankah karena ibu suri dan menteri personel?"

"kita harus bisa menyingkirkan Byun Yeong Jae. Ini yang membuat Yang Mulia juga terpengaruh. Sekarang putranya juga diangkat menjadi guru Putra Mahkota, mka ini berarti Yang Mulia akan menjadikannya berpengaruh di masa mendatang."

Seunghoon terlihat santai. " jika kita kehilangan jabatan, maka kita akan mendapat jabatan lain. Jangan terlalu terburu-buru."

Seunghoon pulang dalam keadaan mabuk , ia disambut istri dan putrinya.

" selamat datang, Appa." Sambut Kyungsoo.

" kau... apa kau mau mliht istna Raja?" tanya seunghoon sambil menatap putrinya.

"Mwo?"

" kalau kau mau, aku bisa mebuatmu tinggal disana" ucap seunghoon.

.

~0~

.

Baekhyun mengajak seungwan ke toko kertas.

" kenapa anda tiba-tiba pergi mencari kertas surat, nona? Apa anda ingin menulis surat?" tanya seungwan heran.

" bukan surat tapi refleksi dari kesalahan." Ucap baekhyun sambil memilih kertas.

" refleksi seperti apa sampai harus menggunakan kertas semahal ini. Apa tidak pergi saja menemuinya dan minta maaf?" tanya seungwan tidak mengerti.

" dia bukan orang yang biasa dengan mudah ditemui."

" memangnya dia ratu atau Putra Mahkota? Minta maaf saja dengan perkataan atau biarkan ia memukul nona beberapa kali sampai mereda kemarahannya." Ucap seungwan tidak percaya.

" tidak masalah kalau aku kena pukul. Aku hanya takut ini akan menimbukan masalah untuk kakak."

Seungwan yang tidak sabar menunggu baekhyun meminta izin pergi ke pandai besi. Baekhyun mengangguk dan seungwan langsung berlari keluar.

" apa kau benar-benar berbuat kesalahan pada mereka berdua? Maksudnya Ratu dan Putra Mahkota?" tanya Yifan yang tiba-tiba muncul di belakang baekhyun.

.

~0~

Sementara itu Kyungsoo juga jalan bersama pelayannya. Seungwan lari ke bengkel pandai besi dan mereka bertabrakan disudut jalan. Pelayan Kyungsoo panik.

" nona.. nona!"

" apa kau tidak punya mata!" pelayan kyungsoo memarahi seungwan.

Seungwan ketakutan dan mencoba membersihkan hanbok kyungsoo. Ia berulang kali meminta maaf. Pelayan kyungsoo marah dan menepis tangan seungwan dari hanbok kyungsoo.

Kyungsoo dengan cepat mempelajari situasi sekitar dan sadar kalau banyak orang memperhatikannya.

"lepaskan dia. Anak ini tidak melakukannya dengan sengaja." Ucap kyungsoo.

" sepertinya kau tergesa-gesa. Aku tidak apa-apa. Kau bisa pergi dan menyelesaikan urusanmu." Sambung kyungsoo sambil tersenyum kepada seungwan.

Seungwan terkejut, ia langsung membungkuk dan berterima kasih pada kyungsoo.

Kyungsoo dan pelayannya menemui penjual perhiasan untuk mengambil perhiasan. Tapi saat akan membayar, pelayan kyungsoo tidak menemukan kantung uangnya.

" ada apa?" tanya kyungsoo heran melihat gelagat pelayannya itu.

" nona tunggu disini sebentar." Pelayan kyungsoo tampak kesal dan mengira seungwan mencopet uangnya, lalu ia pergi meninggalkan kyungsoo.

Setelah pelayannya itu pergi, kyungsoo menemukan kantung uang itu terjatuh di tanah. Kayungsoo mengambil kantung uang itu dan seperti ingin memanggil pelayannya, tapi ia mengurungkan niatnya dan menyeringai tipis.

.

Sungwan tengah asik melihat pandai besi bekerja. Tiba-tiba pelayan kyungsoo datang menariknya.

" mana kantung uang saya?" seungwan menyerit heran menedengar pertanyaan pelayan kyungsoo.

" kantung uang apa?" tanya seungwan.

" kau pura-pura membersihkan baju dan mengambil uang kami kan? " pelayan itu menuduh seungwan dan mulai memukulinya.

Kyungsoo muncul dan menghentikan pelayannya. Ia sengaja melakukan itu karena banya orang melihat mereka. kyungsoo mendekati pelayannya dan berbisik marah. " ada banyak orang melihat. Apa yang kau lakukan."

"nona, percayalah pada saya nona. Saya benra-benar tida mencurinya." Seungwan memohon pada kyungsoo. Kyungsoo berlutut dan berbisik pada sungwan. " benarkah? Kau bilang kau tidak bersalah, iya kan?" sungwan mengangguk.

" baiklah, kalau begitu buktikan kalau kau bukan pencopet." Ucap kyungsoo.

.

~0~

.

" kau tidak peru membeli krtas berpola bunga jika ingin menulis surat perintaan maaf untuk raja. Atau ini untuk putra mahkota?" ucap Yifan. Baekhyun diam saja, tapi ekspresiinya membenarkan tebakan Yifan.

" sepertinya ini untuk Putra Mahkota. Aku kakak Putra Mahkota, kita lihat mana yang Putra Mahkota sukai." Baekhyun tidak memperduikan ucapan Yifan dan berjalan keluar.

Baekhyun berjalan menuju bengkel pandai besi. Namun hujan mulai turun dan saat baekhyun ingin berlari tiba-tiba Yifan muncul dibelakangnya ambil berusaha memayungi kepala baekhyun dengan tangannya. Keduanya berlari bersama sambil mencari tempat berteduh.

Yifan mengajak baekhyun ke sebuah rumah kebun.

" aku belum pernah melihat yang seperti ini. Ini rumah kebun." Baekhyun terpesona.

" kau sudah tau." Jawab yifan.

" aku pernah melihatnya dibuku. Tapi kali ini pertama kalinya aku melihatnya langsung."

" jendelanya menggunakan kertas minyak jadi cahaya bisa masuk dan bisa menghalangi angin." Yifan menjelaskan kepada baekhyun.

" siapa yang membangunnya?" tanya baekhyun.

"ini adalah hasil karya salah seorang keluarga saya yang tidak punya kerajaan."

Baekhyun ingat kata-kata chanyeol kalau kakaknya tidak boleh membuat apapun sendiri.

" berkat kebaikannya, aku kadang meminjam rumah ini. Tempat ini lumayan untuk mengerinkan baju, ya kan?" tanya Yifan.

" kenapa pangeran tidak belajar di jong hak-dang?" bukannya menjawab baekhyun malah bertanya balik ke Yifan.

Yifan pura-pura tidak mendengar pertanyaan baekhyun dan mengambil bunga krisan kecil untuk mengalihkan perhatian baekhyun.

" lihat ini, Yang mulia sangat menyukai bunga krisan jenis ini. Jadi setiap kali ada perjamuan , mereka akan menggunakan ini."

" orang seperti apa Raja itu?" tanya baekhyun.

" bagaimana mengatakannya ya? Ya yang mulia adalah penguasa. Dia selalu memikirkan rakyat dan negara ini." Jelas Yifan.

"apa anda tidak ingin pergi ke istana. Saya merasa kalau mungkin ada yag merindukan pangeran." Yifan tertawa saat mendengar pertanyaan baekhyun. " siapa yang merindukankanku?

" Putra Makhota. Yang mulia..." Yifan langung menghentikan tawanya dan menatap baekhyun tidak percaya. Bagaimana Yang mulia yang sibuk dan tida punya waktu menemui dirinya merindukannya.

.

~0~

.

Seungwan disiksa oleh pelayan kyungsoo. " siapa majikanmu?"

Kyungsoo duduk sambil membaca. " salah sendiri kenapa dia tidak membuka mata lebar-lebar saat jalan. Kau sudah mengotori baju kesayanganku, apa kau pikir kau akan baik-baik saja? Itu kesalahan besar." Gumam kyungsoo.

.

Baekhyun dan Yifan mencari seungwan di pandai besi. Tapi justru ia mendengar kalau sungwan dituduh mencuri barang milik menteri personel dan akan diseret k kantor pemerintah untuk di cap wajahnya. Tapi karena nona keluarga itu datang ia dibawa ke kediaman mereka.

Seungwan sudah tidak berdaya lagi. Ia terbaring berlumur darah. Tiba- tiba baekhyun muncul di kediaman mereka dan berteriak.

" SEUNGWAN..."

Seungwan mengangkat kepalanya dn bergumam lirih." Agassi"

Baekhyun berlutut dan membelai kepala seungwan. " kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja?"

Baekhyun berdiri dengan marah. Ia menegur pelayan kyungsoo. " apa yang kau lakukan? Meskippun ia berbuat salah bagaimana bisa kau mmukuli orang seperti ini.?"

Kyungsoo yang mendengar keributan berjalan mendekat. " ada apa ribut-ribut?"

" maafkan saya. Saya putri penasehat khusus kepala sarjana, byun baekhyun. Saya dengar pelayan saya mencuri uang anda. Pasti ada kesalahpahaman.."

Kyungsoo langsung berpura-pura memarahi pelayannya." Apa yang kau lakukan? Bukankah aku sudah memerintahkan untuk mncari kebenarannya? Siapa yang mengijinkan kalian semua memukuli orang ini tanpa alasan?"

Seungwan bingung melihat kyungsoo, bahkan pelayan kyungsoo juga heran.

Bibi pelayan itu terkejut dan membungkuk minta maaf. " maaf. Maafkan saya."

Kyungsoo berjalaln kedepan baekhyun. " pelayanku tidak tahu apa-apa. Kau seharusnya mengerti, kalau benar-benar tidak mudah mengajar pelayan rendahan, masalah seperti ini tidak akan mudah untuk diubah. Dari yang kulihat, sebelum dia melakukan kesalahan yang besar, kau seharusnya menjualnnya." Ucap kyungsoo.

" aku berjanji akan mengembalikan uang anda yang hilang." Ucap baekhyun.

" tidak perlu. Kami telah melukai milik kediaman kalian. Jadi kita impas." Jawab kyungsoo.

Baekhyun tidak setuju dengan perkataan kyungsoo. "seungwan bukanlah barang yang bisa dibeli atau dijual. Dia adalah teman dan keluargaku."

" apa?" kyungsoo terkejut

" meskipun saya tidak tahu berapa besar uang anda yang hilang hari ini, apa itu sebanding dengan jumlah luka di hatinya?" kyungsoo sangat terkejut mendengar ucapan baekhyun.

" kalau begitu saya akakn mengambilnya, karena anda sudah mengampuninya. Saya akan membawanya pergi." Baekhyun membantu seungwan berdiri dan memapahnya pulang.

Kyungsoo hanya berdiri mematung dan merasa marah pada baekhyun karena baginya pelayan itu bukanlah manusia tapi budak.

.

~0~

.

" ini hadiah balasan untuk manisan gandum yang and berikan pada adik saya." Sehun memberikan hadiah dari baekhyun pada Chanyeol. Hadiahnya berupa tabung bambu yang berisi tanah dan juga surat.

" sepertinya tanaman untuk ruangan, apa yang di tanam didalammya?" tanya chanyeol heran.

" saya juga tidk tahu, sepertinya benihnya diambil dari rumah kebun seseorang. Dan apapun itu pasti tumbuh dengan baik." Jawab sehun.

Chanyeol sangat suka dengn hadiahya. Sehun ingin memulai pelajarannya, sebelum chanyeol bertanya.

" seperti apa adik anda?"

" saya belajar bersama adik saya setiap malam. Ia bisa membaca teori untuk berbagai masalah dengannya." Jelas sehun. menganggukan kepalanya.

" adik saya sangat suka membaca . dia punya banyak hal yang berharga untuk saya pelajari."

" ini benar-benar berbeda dengan adikku. Putri Luhan . anak itu hanya tahu baris pertama dari 1000 karakter klasik. Dan dia suka sekali menangis." Keluh chanyeol.

Tiba-tiba pintu terbuka dan menampilkan luhan yang menangis keras.

"lu... luhan .. kau-" chanyeol syok melihat luhan masuk keruangannya smbil menangis sesegukan.

" orabeoni, AKU MEMBECIMU. AKU MEMBENCIMU!." Luhan marah karena chanyeol mengatakan hal yang buruk tentangnya di depan sehun.

Luhan berlutut dan memegang wajah sehun dengan kedua tangannya. " saya tidak suka menangis, saya putri yang sangat sopan. Saya hampir menyelesaikan menghafal 1000 karakter klasik." Ucap Luhan membela diri.

Sehun sangat terkejut dan menghibur luhan. " saya mengerti.. saya mengerti perkataan anda. Jadi jangan terlalu marah. Jika anda seperti ini, maka pipi cantik anda akan terlihat berantakan."

Luha menghentikan tangisnya. " aku.. cantik? Apa? Apa aku benar-benar cantik?

Para dayang istana segera masuk dengan peraaan malu. Mereka susah payah menarik majikkannya keluar dari situ. Luhan ditarik keluar tapi masih sempat menoleh kearah sehun dengan pandangan penuh .

.

.

.

.

TBC

.

.

Hy aku udah updet lg..

Ada yang kangen? Sepertinya tidak ada?

Maaf ya lama updet soalnya lagi sibuk ngurusin acara pernikahan sodara...

Oh ya buat ff Pervert kai ada yang mau sequel gak?

Kalo mau review yaaa

Please read n review juseyo..

~BYE~

~PYONG~