.

.

.

[Fake Relationship?]

By Jihyunnn

Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Temukan sendiri.

Rated:

Belum ditentukan sebenarnya.

Summary:

Park Chanyeol, aktor tampan terkenal yang terjebak dalam situasi yang sulit yang mengharuskan ia memiliki seorang kekasih 'palsu'. Tetapi ia memilih sseorang namja yang menjadi kekasih 'palsu'nya. Bagaimana yang terjadi selanjutnya? Akankah ia menjadi menyukai kekasih 'palsu'nya tersebut? ChanBaek/Baekyeol! YAOI! RnR?

Warning!

This plot & story is mine. Cast hanya milik tuhan, orang tuanya, dan agensi. Mohon maaf jika ada kesamaan alur dan percakapan, itu murni tidak disengaja.

.

.

.


[Chapter 2]

"Chanyeol, kau yakin?" Tanya Manager Kim memastikan. Chanyeol hanya menjawab dengan gumaman membuat Manager Kim sedikit kesal.

"Kau tau apa resikonya kan? Lagipula—"

"Hyung, gay di korea sudah tidak tabu lagi. Itu tidak masalah." Sela Chanyeol. Baekhyun hanya diam mendengarkan semua percakapan dari tadi. Ia tidak mengerti apa yang terjadi antara Chanyeol dengan Managernya. Lagipula, sebenarnya dia memikirkan imbalan apa yang akan dia meminta kepada Chanyeol.

Baekhyun terlarut dalam pikirannya sendiri, sampai – sampai ia tersentak ketika Chanyeol memanggilnya.

"Hey, ayo kita pergi ke tempat pemotretan."

Baekhyun mengeryitkan dahinya bingung, "Hah? Untuk apa?"

"Kita akan berpura – pura sedang berpacaran lalu kita akan di foto secara diam diam untuk dipublikasikan di publik." Ucap Chanyeol datar.

"Oh tidak—" Gumam Baekhyun. Tanpa persetujuan apapun, tangannya ditarik secara paksa oleh Chanyeol. Mereka berdua berjalan beriringan dengan tangan yang saling menggenggam.

.

.


Fake Relationship?


.

.

"Chanyeol, kau tahu apa saja yang harus kau lakukan kan?"

"Ne, Hyung."

"Dan, usahakan kalian bersikap layaknya pasangan yang sedang nge-date. Jangan terlalu kaku, dan anggaplah tidak ada siapa siapa disini, hanya kalian berdua." Ucap Manager Kim. Chanyeol hanya bergumam sebagai jawaban, sedangkan Baekhyun hanya mengangguk ragu. Hey—dia tidak ahli untuk bersandiwara seperti ini.

"Oke, kalian pergi ke tempat duduk di nomor 12. Aku dan salah satu wartawan dari Dispatch akan memantaunya tidak jauh dari kalian." Kemudian Manager Kim dan salah satu wartawan dari Dispatch meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun.

Tiba – tiba Chanyeol berjalan kearah meja di nomor 12 sendirian—tanpa memperdulikan Baekhyun. Baekhyun mendengus pelan, lalu mengikuti arah langkah kaki Chanyeol menuju meja nomor 12. Mereka berdua duduk saling berhadapan. Di meja tersebut sudah tersedia berbagai macam makan yang sudah disiapkan.

"Ehem." Chanyeol berdehem untuk menghilangkan suasana canggung disana.

"Baek, kau mau aku suapi makanannya?" Oh, ternyata Chanyeol sudah memulai aktingnya. Baekhyun tersenyum kaku menanggapinya, lalu menganggukan kepalanya—malu.

"Buka mulutmu." Chanyeol menyuapi Baekhyun bulgogi dengan muka tersenyum. Baekhyun sedikit terperanjat dengan ketampanan Chanyeol. Rambutnya yang berwana abu – abu gelap yang terlihat sangat keren. Mata bulatnya dan hidung mancungnya yang sempurna, dan jangan lupakan kupingnya yang—sedikit—caplang. Dan yang terakhir—oh astaga, bibirnya yang sangat kissable itu. Membuat Baekhyun menjilat bibirnya tanpa sadar.

Chanyeol menaikan satu alisnya—bingung, "Hey, kau kenapa Baek?"

Baekhyun tersadar dari fantasi – fantasi aneh yang menghantuinya, dan kemudian mengunyah makanan yang belum sempat iakunyah, "H-hah? Tidak apa – apa kok, hehe." Jawab Baekhyun sambil terkekeh canggung.

Chanyeol memutar bola matanya malas. Kemudian ia menyuapkan sepotong bulgogi kedalam mulutnya. Suasana hening melingkupi keadaan disana. Mereka berdua hanya terfokus kepada makanannya.

Beberapa menit kemudian, salah seorang diantara mereka membuat percakapan terlebih dahulu, "Hey."

"Hmm?" Gumam Baekhyun yang masih terfokus dengan makanan yang ada dihadapannya.

"Duduklah disampingku." Ucap Chanyeol datar.

"Mau nga—"

"Sudahlah, cepat pindah kesini." Baekhyun mendelik kearah Chanyeol. Namja ini suka sekali sih memerintah orang lain.

Baekhyun menghampiri Chanyeol dan duduk disampingnya. Mata nya menatap kearah mata onyx Chanyeol yang sedang menatapnya intens. Tiba – tiba saja, Chanyeol mencium Baekhyun dengan gerakan cepat membuat Baekhyun kaget dan membulatkan matanya.

Perlahan, mata Baekhyun mulat menutup saat dirasakan bibirnya mendapat lumatan – lumatan kecil. Chanyeol membawa tubuh mungil Baekhyun duduk dipangkuannya tanpa melepas pagutan bibir tersebut. Bibirnya melumat bibir Baekhyun yang terasa sangat manis—menurut Chanyeol—dengan pelan. Baekhyun mengalungkan lengannya ke leher Chanyeol dan mulai membalas ciuman Chanyeol meskipun terkesan kaku—tidak berpengalaman. Bunyi kecipak khas orang berciuman terdengar sekali disana. Chanyeol menggigit bibir Baekhyun dengan cukup keras sampai – sampai membuat Baekhyun berteriak tertahan.

"Ahkm.." Baekhyun membuka sedikit bibirnya mempersilahkan lidah Chanyeol melesak masuk kedalam mulutnya. Chanyeol mengobrak – abrik isi mulut Baekhyun. Pertarungan lidah pun tidak terelakan lagi. Setetes saliva entah milik siapa mengalir di leher jenjang Baekhyun.

Manager Kim melihat Chanyeol dan Baekhyun saling berciuman dengan dahi yang mengeryit, "Perasaan, aku tidak menyuruh mereka berciuman." Gumam Manager Kim. Kemudian ia melanjutkan perkataannya, "Eh, tapi tidak apa – apa juga sih. Lumayan untuk hiburan."

Chanyeol merasakan dadanya dipukul pelan—menandakan bahwa orang yang diciumnya mulai kehabisan nafas. Chanyeol melepaskan ciuman tersebut dengan pelan. Baru saja Baekhyun bernafas selama beberapa detik, Chanyeol kembali menciumnya. Namun kali ini ciumannya terasa buru – buru dan menuntut. Tangannya memeluk posesif pinggang ramping Baekhyun. Lumatan Chanyeol di bibir Baekhyun sedikit lebih kasar. Baekhyun meremas rambut Chanyeol sebagai perantara rasa nikmatnya. Sesekali Baekhyun mendesah tertahan akibat ciuman tersebut. Chanyeol terus melumat dan menghisap bibir yang membuatnya candu.

Chanyeol melepas tautan bibir mereka. Kening dan hidung mereka masih bersentuhan. Nafas mereka saling memburu. Kemudian, Chanyeol menatap wajah Baekhyun yang memerah dan bibirnya yang sedikit bengkak. Sedetik kemudian mereka saling bertatapan dan menganggumi keindahan masing – masing.

Aktifitas mereka berhenti setelah suara yang menginstrupsi mereka, "Well, akting kalian sangat bagus sekali."

Baekhyun sedikit tersentak dan buru – baru bangun dari posisinya. Ia mengelap bibirnya yang terasa basah. Tiba – tiba ia kembali mengingat aktifitas yang tadi ia lakukan bersama Chanyeol. Pipi chubby Baekhyun tiba – tiba menjadi panas. Oh my—bahkan dirinya masih belum yakin kalau ia sudah berciuman dengan Chanyeol.

Chanyeol kembali menjadi dingin lagi. Chanyeol sedikit merapihkan baju yang sedikit kusut dan tatanan rambutnya yang sedikit acak – acakan. Chanyeol melirik kearah Baekhyun, "Sandiwara kita sudah selesai. Kau akan kuantar pulang, hari sudah mulai gelap." Chanyeol mulai berjalan menuju mobilnya dan lagi lagi ia tidak memperdulikannya. Baekhyun mencebikan bibirnya dan menghentak – hentakan kakinya kesal dan mulai menyusul Chanyeol dibelakang.

"Sialan, dasar caplang menyebalkan."

.

.


Fake Relationship?


.

.

"Ya, caplang!"

"Yang kamu maksud caplang itu siapa?" Tanya Chanyeol yang terfokus mengemudikan mobilnya.

"Tentu saja, kau Park Chanyeol." Jawab Baekhyun santai.

"Sialan, dasar kurcaci."

Baekhyun membulatkan matanya, "YAK! AKU BUKAN KURCACI BODOH!" Teriak Baekhyun dengan suara cemprengnya yang membuat Chanyeol menutup telinganya menghindari suara 'amazing' Baekhyun.

"Pelankan suara mu, pendek. Gendang telingaku bisa pecah kalau kau sering berteriak seperti itu."

Baekhyun mendengus kasar mendengarnya. Yeah, ia tahu Chanyeol lebih tinggi darinya. Tapi kan, ia tak bisa juga dibilang pendek. Lagipula, itu mah Chanyeolnya saja yang kelebihan kalsium.

Baekhyun mengalihkan pandangannya ke langit. Tiba – tiba ia teringat sesuatu, "Yah, Park! Apa keuntungan buat ku karena telah membantumu?"

"Well, tentu saja keuntungan mu dapat berpacaran dengan aktor setampan diriku." Ucap Chanyeol dengan percaya diri.

Baekhyun berdecih pelan, "Cih, apa – apaan. Itu bukan keuntungan buatku. Aku ingin yang lain."

Chanyeol berpikir sejenak, lalu ia kembali bersuara, "Kau masih sekolah kan? Dimana?"

"Ne. Di Hansan High School. Waeyo?"

"Bagaimana kalau kau pindah ke sekolah yang sama denganku? SM International High School. Setahuku hamper semua masyarakat Seoul mengincar sekolah tersebut."

Mata Baekhyun berbinar mendengarnya. Oh please, itu adalah sekolah yang Baekhyun idamkan sejak dahulu, namun ia tidak bisa bersekolah disana karena keluarganya pasti tidak mampu untuk membayarnya.

"Ow, setidaknya itu lebih baik. Aku mau kalau begitu."

"Baguslah, untuk kepindahanmu akan kuurus nanti." Tak berapa lama kemudian, mereka sampai di depan rumah Baekhyun.

"Hey, jangan kau ceritakan apapun tentang hari ini kepada siapapun termasuk keluargamu. Arraseo?" Ucap Chanyeol.

Baekhyun menganggukan kepalanya malas, "Arra."

Baekhyun pun keluar dari mobil Chanyeol dan melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya. Saat ia bergegas masuk ke kamarnya, tiba tiba Baekhee muncul dari kamar yang berada disamping kamarnya, "Oppa? Kau habis darimana? Eomma tadi khawatir padamu."

"Aku habis jalan – jalan tadi. Ah, Aku minta tolong Baekhee, bilang ke Eomma aku minta maaf karena pulang telat." Saat Baekhyun hendak membuka pintu kamarnya, tiba – tiba Baekhee bertanya lagi, "Kau tidak ikut makan malam bersama kami, oppa?"

Baekhyun tersenyum, "Ah, tidak. Aku sudah kenyang. Aku masuk ke kamar dulu ya." Ucap Baekhyun. Kemudian ia masuk ke dalam kamarnya. Baekhee yang melihatnya hanya mengedikan bahunya acuh dan perlahan meninggalkan tempat itu menuju meja makan.

Di kamar, Baekhyun membaringkan tubuhnya. Hari ini adalah hari yang cukup panjang baginya. Well, ia sedikit tidak menyangka jika seorang aktor terkenal memintanya untuk menjadi kekasihnya—yeah meskipun hanya pura – pura.

Tapi, setidaknya ia tahu Park Chanyeol yang di tv dengan yang asli sangat berbeda. Jika di tv ia terkesan baik, sering senyum, dan—sedikit—tampan tetapi jika di aslinya ia sungguh bermuka datar, menyebalkan, arrogant, egois, dan yah pokoknya begitu-_-.

Baekhyun kembali merenungkan mengapa ia mau membantu Chanyeol. Ia sangat tahu resiko yang akan ia dapatkan. Ia pasti akan menjadi sorotan publik dan mungkin akan diincar oleh wartawan untuk diwawancarai. Ugh, pasti sangat menyebalkan.

Tapi yasudahlah, ia sudah terlanjur mau membantu Chanyeol. Lagipula dengan membantu Chanyeol, ia bisa bersekolah di sekolah impiannya sejak dahulu.

Perlahan, mata Baekhyun mulai terpejam. Lalu ia memakai selimut kesayangannya karena hari ini cukup dingin. Badannya sangat lelah. Ia bahkan tak sempat untuk sekedar mengganti pakaian.

.

.


Fake Relationship?


.

.

Sinar Matahari perlahan mulai menembus ventilasi jendela. Udara pagi yang menyegarkan sangat terasa sejuk sekali. Karena hari ini adalah hari Minggu, banyak orang – orang diluar sana yang sudah berolahraga atau sekedar untuk jalan – jalan.

Tetapi tidak untuk satu orang ini. Ia masih bergelung dibawah selimutnya. Meskipun sinar matahari sudah mulai memanas, itu tidak menjadi masalah buat dirinya. Tapi, aktifitas yang satu ini telah terganggu oleh jam—sialan—yang berbunyi cukup keras.

KRINGGG KRINGG KRINGG KRI—

—"Eunghh," Perlahan ia membuka mata sipitnya dan mematikan jam weker itu. Kepalanya menoleh untuk melihat sekarang jam berapa. Dan ternyata sekarang sudah jam 09.00 KST. Ia bangun dari posisinya. Dan kemudian kakinya melangkah kearah kamar mandi dengan sempoyongan.

.

.


Fake Relationship?


.

.

Baekhyun bergegas menuju Ruang Keluarga. Dan ternyata, semua keluarganya sedang berkumpul disana. Kemudian, Baekhyun menghampiri mereka, "Pagi Appa, Eomma, dan Baekhee."

Baekhyun mendudukan pantatnya disalah satu sofa. Lalu matanya menjadi focus kearah televise yang sedang menyala tersebut.

"Pagi juga, Baekhyun. Kau tidak sarapan dulu?" Tanya Taeyeon dengal lembut.

"Nanti saja eomma."

"Ohh, baiklah."

Baeekhyun yang sedang enak – enak melihat televise mendadak menjadi diam bak patung. Mendadak badan Baekhyun menegang. Jantungnya berpacu lebih cepat, nafasnya sedikit memburu dan matanya yang cukup membulat. Oh god—tentu saja ia sangat kaget. Bayangkan, di layar televisi tersebut menampilkan berita Park Chanyeol mempunyai seorang kekasih laki – laki. Dan disitu juga ditampilkan foto – foto Chanyeol bersama kekasihnya—yang tentu saja itu adalah Baekhyun. Tapi yang lebih parah adalah disana ditampilkan foto dirinya dan Chanyeol sedang berciuman.

"WHAT!? PARK CHANYEOL MEMILIKI KEKASIH!? DAN APA APAAN ITU?! BERCIUMAN!? HUAAA EOMMA ADWAEEE!" Teriak Baekhee sambil menangis. Oh, bagaimana tidak sedih, idolanya sudah tidak single lagi, dan parahnya mempunyai seorang kekasih yang berjenis kelamin namja.

"Baekhee, tenang jangan menangis." Taeyeon berusaha menenangkan anaknya yang sedang menangis itu. Taeyeon pun sedikit tidak menyangka, jika Chanyeol adalah seorang gay.

"SIAPA SIH KEKASIH CHANYEOL OPPA ITU?! BERUNTUNG SEKALI, HIKSS.."

"Park Chanyeol gay?" Gumam Leeteuk—Appa Baekhyun— pelan.

Oh please, sekarang Baekhyun hanya berdoa semoga orang tuanya dan adiknya ti—

'Nama kekasih Park Chanyeol adalah Byun Baekhyun, yang diketahui adalah murid kelas 12 dari Hansan High School—'

Oh shit.

Acara menyebalkan.

Tolong bunuh Baekhyun sekarang juga.

Sekarang juga.

Tiba – tiiba atmosfer diruangan itu menjadi menegang. Semua tatapan orang di sana tertuju kepada Baekhyun. Baekhyun hanya meringis pelan, bagaimana informasi ini menyebar begitu cepat, ia bahkan belum siap mental jika keluarganya mengetahuinya.

Baekhyun merasakan hawa yang tidak enak ketika appanya mulai berbicara, "Baekhyun, bisakah kau jelaskan ini semua kepada appa?"

Oh, Baekhyun yang malang.

.

.

.

.


TBC/END


Author's Note:

HAI! KITA KETEMU LAGI YESH!?

Aku kembali apdet dengan chapter yang lebih absurd lagi-_- btw sebenarnya pengen apdet pas hari jumat tapi saya malah diancem ama temen sekelas disuruh apdet sekarang kalo kaga disuruh bayar rp 15.000-_- jadi maafin kalo words nya belum banyak, insyaallah chap depan yep.

Bagaimana menurut kalian dengan chapter ini? Makin gaje ya-_- Jangan lupa kasih aku kritik dan saran untuk kelanjutan fanfic ini. Maafkan jika ada typo aku ngetik ini ngebut, jadinya gasempet baca ulang-_-

Big Thanks to:

Angel (ma lopeli friend wkwk), meliarisky7, BabyWolf Jonginnie'Kim, Aufa (ma lopeli friend too wkwk), byvn88, JungKimCaca, hunniehan, aquariusbaby06, ByunnieKou, ShinJiWoo20202, winter park chanChan, restikadena, tanpanama, devrina and all fav/following my fav:* saranghae mumumu33

And the last, Mind To Review?


[Wednesday, March 11th 2015]

Xoxo,

Jihyunnn.