.

.

.

[Fake Relationship?]

By Jihyunnn

Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Temukan sendiri.

Rated:

Belum ditentukan sebenarnya.

Summary:

Park Chanyeol, aktor tampan terkenal yang terjebak dalam situasi yang sulit yang mengharuskan ia memiliki seorang kekasih 'palsu'. Tetapi ia memilih seorang namja yang menjadi kekasih 'palsu'nya. Bagaimana yang terjadi selanjutnya? Akankah ia menjadi menyukai kekasih 'palsu'nya tersebut? ChanBaek/Baekyeol! YAOI! RnR?

Warning!

This plot & story is mine. Cast hanya milik tuhan, orang tuanya, dan agensi. Mohon maaf jika ada kesamaan alur dan percakapan, itu murni tidak disengaja.

.

.

.


[Chapter 3]

"Eung—i-itu maksudnya—"

"Baekhyun sayang, ayo jelaskan pada kami semua, kamu berpacaran dengan Park Chanyeol?" Ucap Taeyeon lembut kepada anaknya.

Baekhyun meneguk ludahnya kasar. Entah kenapa lidahnya kelu untuk berbicara sepatah kata pun. Ia mengusap tengkuknya yang tidak gatal guna mengalihkan rasa gugupnya.

"Haduh, bagaimana ini? Aku harus jujur atau tidak yah.."

Baekhyun mengigit bibirnya, lalu menghembuskan nafasnya pelan, "Ya, benar. Aku berpacaran dengan Chanyeol." Cicit Baekhyun pelan bahkan hampir tidak bersuara.

Baru saja Baekhyun menyeselesaikan omongannya, seseorang disana sudah ada yang berteriak dengan histeris, "OMO! BAGAIMANA BISA?! OPPA KAU KENAL CHANYEOL OPPA DARI KAPAN?! KENAPA KAU TIDAK PERNAH MENGENALKANNYA PADAKU HUH!?"

Oh My God. Teriakan Baekhee mampu membuat gendang telinga orang yang ada disana berdengung. Sumpah, suaranya sangat amazing dan tak kalah dari suara milik Baekhyun.

Baekhyun mendelik tajam kearah Baekhee, dan dibalas dengan sebuah cengiran, "Hehe, maaf aku hanya terkejut tadi, hehe mian." Setelah kondisi di rumah itu mulai stabil, Baekhee kembali berucap, "Kapan oppa berpacaran dengannya?"

Baekhyun memutar bola matanya malas, "Mungkin 2 bulan yang lalu." Jawab Baekhyun sambil mengedikan bahunya.

"Lalu, kenapa kau bisa—"

"Baekhyun, kenapa kau tidak pernah memberitahu kepada Appa dan Eomma, heum?" Ucapan Baekhee disela dengan ucapan ayahnya dengan nada yang tegas. Baekhyun hanya menunduk mendengarnya. Bagaimana kalau ayahnya marah?

Bagaimana kalau ia ditendang dari rumah ini?

Bagaimana kalau ayahnya sedih karena ia berpacaran dengan seorang lelaki bukan seorang perempuan? Eh—iya itu kan hanya pura pura. Oke abaikan.

Bagaimana kalau ibunya sudah tidak sayang kepadanya?

Bagimana kalau Baekhee memusuhinya karena seorang Park Chanyeol?

Bagaimana kalau—

Pikiran Baekhyun terus berkecamuk. Namun itu semua ditepis secara cepat oleh Baekhyun. Okay, ia harus positif thinking sekarang. Urusan yang tadi itu belakangan.

"Mianhae. Appa dan eomma. Aku hanya takut jika appa dan eomma akan marah padaku jika berpacaran dengan seorang lelaki." Bohong Baekhyun. Yeah jelas, itu hanya alasan semata yang dibuat oleh Baekhyun. Lagipula dia memang—ehm gay, tapi tentu ia—sangat—tidak menyukai Park Chanyeol. Ewh, BIG NO.

Taeyeon tersenyum lembut, ia mengelus surai hazel milik Baekhyun dengan pelan, "Tidak Baekhyun. Kami tidak akan marah. Kau berpacaran dengan siapapun kami tidak akan melarang, asalkan kalian saling mencintai dan menyayangi, itu tidak apa – apa."

Baekhyun terpana mendengar ucapan ibunya yang menurutnya cheesy tapi sukses membuat Baekhyun sedikit terharu. Ia memeluk ibu kesayangan nya dengan cukup dramatis.

"Benarkah? Gomawo eomma!"

"Ne, sama sama sayang."

Leeteuk hanya tersenyum simpul melihat keluarganya. Raut wajah Baekhee sekarang sudah tidak murung lagi, ia sudah kembali menjadi ceria lagi. Entah kenapa, ia malah senang jika kakaknya berpacaran dengan Chanyeol. Well, ia masih bisa menyuruh kakaknya untuk membawa Chanyeol ke rumahnya lalu ia akan meminta foto bareng, dan memamerkannya epada teman – teman. Baekhee menyunggingkan seringaian nya yang membuat Baekhyun heran.

"Dia kenapa?" pikir Baekhyun.

.

.


Fake Relationship?


.

.

Chanyeol sekarang berada di ruang make up. Ia sedang menunggu penata riasnya yang sedang pergi sebentar entah kemana yang jelas ia tidak peduli. Ia memainkan layar smartphonenya dengan gerakan abstrak. Tiba – tiba ia teringat oleh Baekhyun. Terlintas sebesit pikiran untuk menyuruh Baekhyun ke tempat syutingnya. Saat ia hendak menelepon Baekhyun, ia terdiam sebentar lalu menepuk keningnya pelan, "Bodoh, aku lupa meminta nomor handphonenya." Gumam Chanyeol.

Saat ia sedang terfokus pada layar smartphonenya, ia tidak menyadari bahwa ada sebuah lengan yang bergelayut manja pada bahunya.

"Hai oppaa!" Ucap yeoja itu genit.

Chanyeol melirik dengan ekor matanya. Matanya memutar malas. Oh, kenapa orang ini tidak bisa berhenti mendekatinya sih?

"Jauhkan tanganmu dari bahuku, Kim Dasom." Ujar Chanyeol dingin.

Yeoja yang bernama Dasom itu cemberut. Terpaksa, tangannya harus menyingkir dari bahu tegap milik Chanyeol kalau tidak ia tidak akan bisa berbicara lagi dengannya.

"Oppa, kudengar kau sudah punya pacar ya?" Tanya Dasom.

"Apa pedulimu?" Lagi lagi Chanyeol bersikap dingin dan tidak memperdulikan yeoja yang ada disampingnya.

Dasom berdesis pelan, "Jutek sekali kau, oppa."

Chanyeol memasukan ponselnya kedalam sakunya, lalu menolehkan wajahnya sedikit, "Aku tidak peduli. Sekarang, kau pergi dari sini. Aku sedang sibuk." Ucap Chanyeol cuek lalu mengalihkan pandangannya kearah lain.

Dasom cemberut. Ia pergi dari ruangan itu dengan kesal. Ia menghentak – hentakan kakinya disetiap langkahnya, "Uh, menyebalkan sekali."

Tetapi kemudian, muncul diwajah cantiknya seringaian tipis, "Well, aku penasaran siapa yang berhasil mendapatkan dirimu, Park Chanyeol. Sebisa mungkin akan kubuat ia menderita nanti."

.

.


Fake Relationship?


.

.

"Bagus, saham perusahaan kita naik 25% dari sebelumnya. Itu berkat skandal Park Chanyeol. Good job Manager Kim!" Ucap Sooman sajangnim dengan wajah senang kepada Manager Kim.

Manager Kim hanya menanggapinya dengan tersenyum simpul. Ia cukup senang jika saham perusahaan yang dinaunginya naik. Yeah, itu semua berkat Park Chanyeol.

"Manager Kim, ku harap kau bisa menghandle Chanyeol agar tidak ketahuan oleh wartawan jika mereka berpacaran bohongan. Kalau bisa, kau fikirkan skandal lain agar saham kita terus naik, dan stabil seperti dulu lagi."

Uh yeah, entah mengapa Manager Kim malas menanggapinya. Ia sempat terfikir jika atasannya ini cukup gila dengan uang. But, yeah ia tidak bisa melawan ataupun menolaknya. Jadi dengan terpaksa ia menganggukan kepalanya yang membuat Sooman sajangnim tersenyum penuh arti.

.

.


Fake Relationship?


.

.

Di ruang makan, terlihat keluar Byun sedang asyik menikmati sarapannya. Tidak ada yang berbicara disana tidak terkecuali Baekhyun yang memang pada dasarnya cerewet, tetapi hari ini entah kenapa ia menjadi sedikit pendiam sakan makan, yeah mungkin dia sedang lapar.

Setelah beberapa saat, Baekhyun dan Baekhee pun segera bersiap – siap untuk pergi bersekolah. Saat ia berada di halaman depan, mata Baekhyun menangkap siluet seorang namja yang bertubuh tinggi.

"Baekhyun, itu siapa?" Tanya Appa Baekhyun.

"Aku tidak tahu, appa."

Saat siluet namja itu semakin jelas, bola mata mereka semua yang berada disana membulat, "Selamat Pagi semua." Sapa orang itu sopan sambil membungkuk 90 derajat kearah mereka. Orang itu adalah Chanyeol. Chanyeol terlihat tampan dengan seragam dan ditambahkan dengan blazernya. Rambutnya diubah stylenya menjadi model Bangs. Yeah, sangat cocok untuk dirinya saat disekolah.

"Kau Park Chanyeol?"

"Ne, saya Park Chanyeol ahjussi." Jawab Chanyeol tersenyum simpul kepada ayahnya Baekyun.

Baekhyun cepat cepat tersadar dari lamunannya. Cih, orang ini bisa sopan juga ternyata, pikir Baekhyun.

"Kau ingin menjemput Baekhyun kan?" Goda Taeyeon kepada Chanyeol.

Chanyeol mengusap tengkuknya—gugup, "Ah iya, ahjumma. Sekalian menjemput adiknya juga kalau boleh." Chanyeol mengalihkan pandangannya kearah yeoja yang menatapnya terpana, "Kau adiknya Baekhyun, benar?"

Baekhee terlonjak kaget bahkan hampir terjungkal kebelakang saking terkejutnya. OH MY GOD. BOLEHKAH AKU TERBANG SEKARANG?! BAYANGKAN PARK CHANYEOL AKAN MENGANTARKAN KU KESEKOLAH. OH GOD, MY FEEL~. Yeh, begitulah perkataan batin Baekhee yang cukup lebay-_-.

"A-ah, iya o-oppa." Jawab Baekhee kikuk.

Chanyeol tersenyum tampan menanggapinya yang membuat jantung Baekhee hampir copot melihatnya. Tolong kuatkan imannya agar tidak berteriak pagi – pagi. Ugh, dia semakin tampan saja jika dilihat secara langsung!

"Baiklah, saya pamit dulu ya ahjussi dan ahjumma. Annyeong!" Chanyeol menunduk sopan kepada orang Baekhyun. Lalu ia menggandeng tangan Baekhyun dan Baekhee yang melihatnya dari belakang hampir berteriak histeris.

"Akting mu bagus sekali, caplang. Aku terkesan melihatnya." Cibir Baekhyun pelan.

"Diamlah, kau pendek. Aku sedang tidak ingin mendengar ocehanmu." Jawab Chanyeol dengan wajah yang kembali menjadi datar. Baekhyun cemberut mendengarnya. Mereka berdua tidak sadar jika tangan mereka masih bertautan dan terlepas saat mereka masuk kedalam mobil mewah Park Chanyeol.

Mobil Chanyeol melaju dengan kekuatan sedang. Baekhee yang sedang duduk dikursi belakang gugup entah mengapa. Jarinya meremas smartphone nya guna menghilangkan rasa gugupnya. Parahnya lagi, ia dikejutkan lagi dengan suara berat Chanyeol yang menyapa indra pendengarannya seraya menyebutkan namanya.

"Baekhee, kau bersekolah dimana?"

Baekhee yang sedari tadi menunduk, kemudian mengangkat kepalanya, "Sekolah ku sama dengan Baekhyun oppa."

"Di Hansan High School?"

"Ne, Oppa."

"Baiklah," Kemudian Chanyeol kembali fokus menyetir mobilnya. Ia menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di sekolah adiknya Baekhyun.

Beralih ke Baekhyun, ia sedari tadi hanya menolehkan kepalanya ke kaca mobil. Ia sendiri bingung mau berbicara apa dari tadi, jadi ia memustuskan untuk menjadi orang yang 'pendiam' sementara waktu.

Saat mobil mewah Chanyeol sudah berada di depan gerbang sekolah Hansan High School, Baekhee bergegas keluar dari mobil Chanyeol dan tidak lupa berterima kasih karena telah mengantar nya. Baekhee pun berjalan memasuki wilayah sekolah, tiba – tiba ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal.

Dimana kakaknya?

Baekhee pun menoleh kearah gerbang depan dan tidak melihat lagi mobil mewah milih Chanyeol. Lalu kakaknya kemana? Biasanya ia berjalan beringingan dengannya. Tapi sedetik kemudian, ia mengedikan bahunya acuh.

Ia berjalan menuju kelasnya dengan wajah yang berseri yang membuatnya semakin terlihat cantik. Ia tak mengindahkan tatapan aneh dari orang – orang yang melihatnya di koridor. Masa bodoh dengan itu, yang terpenting ia sedang senang sekali hari ini KARENA IA DIANTAR OLEH ARTIS IDOLANYA YANG SEKARANG MENJADI PACAR KAKAKNYA. Ah, kalau begini terus, ia bisa modus diantar oleh Chanyeol setiap hari karena pasti ia sekalian mengantar kakaknya kesekolah, kekeke~.

Saat ia memasuki kelasnya dan dan duduk dibangkunya, tiba – tiba ada suara yang menginstrupsinya, "Ya! Kau kenapa Baekhee? Kelihatannya senang sekali." Celetuk orang yang berada didepannya.

"Iya, tumben sekali." Ucap orang yang satunya.

Mata Baekhee mendadak berbinar, "Hey, kalian tahu tidak?" Tanya Baekhee dengan nada yang sengaja membuat orang penasaran.

"Aku tidak tahu jika kau belum member tahu." Jawab orang yang didepannya dengan wajah datar.

Baekhee hanya terkekeh, "Ugh, kalian pasti tidak akan percaya dengan apa yang kukatakan—"

"Memangnya ap—"

"TADI AKU DIANTAR OLEH CHANYEOL OPPA. OMG, DIA SANGAT TAMPAN TADI MENGENAKAN PAKAIAN SEKOLAH."

Teriakan Baekhee mampu membuat kelasnya yang tadinya berisik menjadi hening seketika. Baekhee sontak menutup mulutnya, dan kemudian meminta maaf karena telah berteriak. Ia bilang sih, ia keceplosan tadi.

Balik ke pembicaraan, mata kedua temannya membulat tidak percaya.

"Jangan bercanda kau, Baekhee."

"Aku serius, Irene." Jawab Baekhee dengan wajah serius.

"Kok bisa sih?" Tanya teman yang satunya dengan dahi yang mengerut.

"Hah, ternyata kalian kudet sekali ya." Baekhee mendenguskan nafasnya kasar.

"Chanyeol oppa itu adalah pacar kakak ku." Ucap Baekhee santai.

"APA?!" Teriak kedua temannya itu.

Baekhee menutup telinganya, menghindari suara keras itu. Yeah, tentu dia masih sayang dengan telinganya. "Tidak usah berteriak, bisa gak?"

Kedua temannya itu menyegir tanpa dosa. Baekhee hanya menatapnya facepalm.

"Maaf, aku hanya terkejut tadi hehe." Jawab Irene.

"Ya! Baekhee bagaimana bisa kakak mu berpacaran dengan artis seperti Chanyeol oppa?"

"Entahlah, kemarin Baekhyun oppa tidak menjelaskannya padaku, Seulgi."

"Huh, sekarang kamu enak banget ya, bisa ketemu Chanyeol oppa tanpa harus ribet – ribet. Aku jadi iri." Ucap Irene sambil dibalas anggukan setuju dari Seulgi.

"Hush, kalian ini apa – apaan sih. Tenang saja, nanti aku akan fotokan Chanyeol oppa secara eksklusif untuk kalian berdua. Arra?"

Seulgi dan Irene saling berpandangan kemudian mereka tersenyum bahagia, "Uwahhh~ Baekhee memang temanku yang paling baik!"

"Hehe, pasti lah."

.

.


Fake Relationship?


.

.

"Chan, aku tidak siap."

"Berakting lah sebaik mungkin, pendek. Aku yakin kita akan menjadi bahan pembicaraan saat ini."

Baekhyun mendenguskan nafasnya. Ya jelas, ia tidak siap hari ini. Ia bahkan kaget kalau ia sudah pindah dari sekolah lamanya dan mulai bersekolah disini. Pakaian seragam Baekhyun saja sudah berganti menjadi mirip dengan Chanyeol.

"Aku akan keluar mobil duluan, dan membukakan pintu untukmu. Jangan lupa bersikaplah sok manis. Anggap saja aku kekasih beneran mu."

Baekhyun memutar bola matanya jenuh, "Ya, ya, ya. Bawel sekali sih! Aku sudah tauu."

Chanyeol pun ber-sweatdrop ria. Tanpa banyak kata, ia keluar dari mobilnya dan berlari kesisi yang lain pintu mobilnya. Sama seperti yang di drama – drama, ia membukakan pintunya dan munculah Baekhyun sedetik kemudian. Mereka berdua berjalan di koridor sambil berpegangan tangan. Banyak pasang mata yang melihat kearah mereka dengan tatapan yang berbeda – beda yang membuat Baekhyun risih.

"Hey, itu kekasihnya Chanyeol!"

"Astaga, wajahnya imut sekali!"

"Beruntung sekali dia.."

"Aku iri dengan namja itu.."

"Dia bersekolah disini?"

"Mereka sangat cocok!"

Bisikan – bisikan dari sebagian murid – murid membuat pipi Baekhyun sedikit merona. Tanpa sadar, ia malah mengencangkan tautan tangannya dengan Chanyeol.

"Chan, bisakah jalannya dipercepat? aku malu." Bisik Baekhyun.

"Baiklah," Chanyeol mempercepat langkahnya membawa Baekhyun masuk ke kelas yang sama dengannya. Sepeninggal mereka, terlihat 3 orang yeoja memandang tak suka kepada mereka. Salah satu diantara mereka bahkan sudah mengepalkan tangannya dan emosinya bisa meledak kapan saja.

"Akan ku buat perhitungan kau Byun Baekhyun karena telah merebut Chanyeol-ku!"

.

.


Fake Relationship?


.

.

Baekhyun cukup senang karena saat ia baru bersekolah disini, ia langsung mempunyai dua teman yang menyenangkan. Mereka bertiga berjalan beriringan menuju kantin. Tadinya, Baekhyun diajak oleh Chanyeol untuk ke kantin bersama, tapi Baekhyun menolak karena ia ingin ke kanting bersama teman barunya.

Mereka bersenda gurau selama di koridor. Omong – omong, kedua teman Baekhyun adalah Jongdae dan Kyungsoo. Mereka adalah orang yang pertama kali memberanikan diri berbicara padanya saat ia baru saja memasuki kelas. Jongdae adalah tipe namja yang suka bercanda, easy going, dan mempunyai wajah yang sekilas berbentuk kotak. Kyungsoo adalah namja manis yang kelihatannya cukup pemalu. Jadi, yeah Baekhyun pikir mereka orang yang baik dan cocok dijadikan teman nya atau mungkin sahabatnya. By the way, Baekhyun belum menceritakan kalau ia dan Chanyeol itu berpacaran bohongan. Entahlah, ia rasa belum saatnya. Mereka baru saja kenal.

Saat dikantin, Baekhyun membeli semangkuk ramen dan hendak menuju bangku yang berada di ujung kantin. Yeah, disana ada Kyungsoo dan Jongdae yang sudah duluan membeli makanan. Saat ia baru 2 langkah berjalan, tiba – tiba bahunya tersenggol dengan cukup keras membuat ia kaget dan mangkuk yang berisi ramen itu tumpah semua.

"Ups, sorry, aku tidak sengaja." Ucap seorang yeoja dengan muka meremehkan dan kedua temannya hanya tertawa melihatnya.

Baekhyun mengepalkan tangannya, emosinya hampir saja meledak jika tidak ada seseorang yang merangkulnya, "Sudahlah, Baek. Kau makan dengan aku saja. Tidak perlu marah, okay?" Itu suara Chanyeol. Lalu, Chanyeol dengan cepat mencium pipi Baekhyun yang membuat seluruh orang di kantin itu terlonjak. Baekhyun membulatkan mata sipitnya, lalu munculah rona pink dipipinya yang membuatnya terlihat semakin imut.

Chanyeol membawa Baekhyun untuk duduk di bangku kantin bersama. Yeoja yang tadi menumpahkan ramen milik Baekhyun menggertakan giginya—kesal. Ia pergi meninggalkan kantin dengan kaki yang dihentak – hentakan. Kedua temannya pun menyusul perginya teman yang satunya itu.

"Caplang, kau membuatku kaget tahu tadi."

"Huh? Apa? Baru dicium di pipi saja sudah begitu, gimana jika dicium dibibir." Celetuk Chanyeol.

Baekhyun mendelik kearah Chanyeol, "Ugh, kau menyebalkan, Park!"

"Kau mau kusuapi tidak?" Tanya Chanyeol, menghiraukan perkataan Baekhyun yang sebelumnya.

"Tidak perlu, aku bisa makan sendiri." Baekhyun mengambil mangkuk ramen milik Chanyeol. Dan kemudian memakan isinya sampai habis.

"Ck, dasar!" Gumam Chanyeol sambil mengacak surai hazel milik Baekhyun.

"Yah! Rambutku berantakan. Aish!" Ucap Baekhyun dengan mulut menggembung berisi ramen. Chanyeol tidak dapat menahan senyumnya saat itu. Baekhyun yang melihatnya terpana melihat ketampanan Chanyeol.

Hell.

Tadi dia bilang apa?

Tampan?

Chanyeol tampan?

Big no. Jelas masih tampanan dia lah.

Baekhyun langsung mengalihkan pandangannya kearah lain asalkan tidak ke namja tinggi itu. Entahlah, pipinya menjadi panas, dan ia merutuki jantungnya berdetak abnormal. Setelah, jantungnya sudah cukup normal, ia bersuara lagi, "Chanyeol, kau tidak makan?"

"Tidak apa, aku sudah kenyang."

"A-ah baiklah kalau begitu."

Jongdae dan Kyungsoo yang melihat mereka dari jauh terkekeh. Chanyeol dan Baekhyun memang sangat cocok. Oh god, lihatlah pipinya Baekhyun itu. Rona pink dipipinya bahkan tidak menghilang sedari tadi atau mungkin semakin bertambah jelas setiap waktunya.

"Jongdae, mereka lucu sekali. Aku iri~"

"Yeah, kau betul, Kyung." Jongdae membenarkan ucapan Kyungsoo, sedetik kemudian wajahnya berubah menjadi seringaian jahil yang membuat Kyungsoo heran, "Apa?!"

"Dan kapan kau akan berpacaran dengan si hitam itu huh?" Goda Jongdae sambil mencolek dagu Kyungsoo.

"Ish, diamlah kau Kim Jongdae!" Ucap Kyungsoo sambil cemberut. Pipinya sedikit merona jika mengingat ucapan Jongdae. Ia kembali memakan kimchinya dengan perasaan kesal.

"Yah yah yah, Kyungsoo. Jangan ngambek. Aku kan hanya bercanda. Ayolah~"

"Apaan sih, muka kotak?!" Jawab Kyungsoo sewot yang cumin ditanggapi dengan kekehan menyebalkan dari mulut Kim Jongdae.

.

.

.

.


TBC / END?


Author's note:

Hai saya kambek again!?

Saya apdet dengan words yang saya usahain banyak soalnya banyak yang minta dipanjangin ffnya, yasudah saya tambahin. Maafin yep, kalo masih pendek-_-.

Thanks banget buat kalian yang udah mereview fanfic ini, terimakasih juga untuk yang sudah memfollow/memfav. Seneng banget deh, review dari kalian bagus – bagus itu membuat semangat saya menulis ff ini meluap luap.g Lain kali akan saya balas review dari kalian yep dan untuk Silent Reader, saya ngewajibin kalian review, tapi setidaknya berikan satu atau dua kalimat untuk kelanjutan ff ini.

Oke, and the last, Mind To Review?


[Sunday, March 15th 2015]

Xoxo,

Jihyunnn.