"—jadi Baekhyun, ku harap kau menjauhi yeoja itu. Aku tidak ingin nasib mu seperti orang – orang sebelumnya yang berdekatan dengan Chanyeol."
Baekhyun mengangguk paham mendengarkan penuturan Kyungsoo. Ugh, sebisa mungkin ia harus menghindari fans – fans gila Chanyeol. Karena ia tahu, saat ini ia pasti menjadi incaran ketiga yeoja gila itu karena semua orang tahu kalau ia sekarang adalah kekasih Park Chanyeol. Pft, susah juga ya berhubungan dengan seorang artis.
"Baiklah Kyungsoo."
"Dan, jika kau terkena masalah dengan mereka, hubungi aku dan Jongdae. Kita berdua pasti akan menolongmu." Ucap Kyungsoo mantap. Dan dibalas dengan anggukan kepala dari Jongdae. Baekhyun senang karena mereka berdua adalah orang yang baik. Baekhyun menjadi yakin jika suatu saat nanti ia akan membocorkan skandal palsu ia dengan Chanyeol kepada kedua sahabatnya ini.
.
.
.
[Fake Relationship?]
By Jihyunnn
Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Other cast:
Temukan sendiri.
Rated:
Belum ditentukan sebenarnya.
Summary:
Park Chanyeol, aktor tampan terkenal yang terjebak dalam situasi yang sulit yang mengharuskan ia memiliki seorang kekasih 'palsu'. Tetapi ia memilih seorang namja yang menjadi kekasih 'palsu'nya. Bagaimana yang terjadi selanjutnya? Akankah ia menjadi menyukai kekasih 'palsu'nya tersebut? ChanBaek/Baekyeol! YAOI! RnR?
Warning!
This plot & story is mine. Cast hanya milik tuhan, orang tuanya, dan agensi. Typo(s) everywhere. Mohon maaf jika ada kesamaan alur dan percakapan, itu murni tidak disengaja.
.
.
.
[Chapter 4]
Jam pelajaran di SM International High School baru saja selesai beberapa menit yang lalu. Murid – murid mulai berhamburan keluar kelas, tidak terkecuali Chanyeol dan Baekhyun. Mereka berjalanan beriringan di sepanjang koridor.
"Yah, pendek. Hari ini kau harus ke tempat syuting ku."
"Aku tidak bisa."
Dahi Chanyeol mengerut, "Wae?"
"Aku ada urusan sebentar dengan Jung Seongsaenim di perpustakaan."
"Ck! Dasar wanita cerewet itu." Chanyeol mencibir pelan guru yang mengajarkan mata pelajaran matematika. Baekhyun memutar bola matanya malas mendengarnya.
"Huh kau ini. Yasudah sana lebih baik kau pergi saja ke tempat syuting mu daripada mulutmu itu mencibir terus - terusan." Ucap Baekhyun sambil membenarkan poni rambutnya.
"Kau mengusirku?" Tanya Chanyeol dengan muka yang dipura – purakan memelas yang membuat Baekhyun serasa ingin muntah.
"Ew, mukamu menjijikan." Baekhyun mengeryit jijik kearah Chanyeol, "Bukan begitu maksud aku. Kau nanti akan telat ke tempat syuting Chanyeol SAYANGKU." Ucap Baekhyun gemas sambil menekan kata 'sayangku' diakhir kalimat.
Chanyeol mendengus pelan, "Baiklah. Awas aja sampai kau telat ke tempat syutingku dan alamatnya nantiakan ku kirim lewat pesan."
"Iya, caplang bawel." Chanyeol perlahan melangkahkan kakinya ke tempat parkiran meninggalkan Baekhyun yang berdiri sendirian. Kemudian, Baekhyun mengedikan bahunya acuh dan berjalan menuju perpustakaan.
Andaikan Kyungsoo dan Jongdae tidak pulang duluan, mereka berdua pasti mau menemani Baekhyun ke perpustakaan. Tapi apa boleh buat, mereka berdua pulang duluan karena ada urusan penting—katanya. Jadi, Baekhyun terpaksa pergi ke perpustakaan sendirian.
.
.
Fake Relationship?
.
.
"Kamsahamnida, Byun Baekhyun. Lain kali bantu saya lagi memeriksa jawaban – jawaban matematika anak kelas 12 ya." Ucap wanita yang diketahui itu adalah Jung Seongsaenim dengan menyunggingkan senyum di wajahnya.
"Ah, cheonma seongsaenim. Saya senang bisa membantu ada." Balas Baekhyun sambil membungkuk hormat kepada gurunya.
"Ah, pantas saja Park Chanyeol mau denganmu, kau adalah namja yang sangat pintar dan baik hati pula."
Baekhyun tersipu malu saat Jung Seongsaenim memuji dirinya, "Ah, biasa saja kok saem. Tidak perlu begitu hehe."
Jung Seongsaenim pun terkekeh pelan, "Baiklah. Kalau begitu saya permisi duluan ya, Baekhyun. Masih ada urusan lain yang perlu saya selesaikan."
"Ne, saem." Ucap Baekhyun yang—sekali lagi—membungkukan badannya hormat. Jung Seongsaenim pun pergi meninggalkan Baekhyun di pinggiran lapangan sekolah dan siluetnya menghilang di tikungan dekat UKS. Baekhyun menhela nafas pelan. Matanya mengecek jam yang berada ditangannya, dan sekarang jam menunjukan pukul 16.00 KST, itu artinya ia sudah berada di perpustakaan kurang lebih 1 jam.
Baekhyun mengigiti bibirnya pelan—bingung. Pasti dirinya sudah telat untuk pergi ke tempat syuting Chanyeol. Saat ia hendak mengambil ponsel disakunya—untuk melihat pesan yang dikirim oleh Chanyeol tentang alamat tempat syuting Chanyeol , tiba - tiba—
—BYUR!
Dalam sekejap badan Baekhyun sudah basah sepenuhnya. Warna bajunya mendadak menjadi keruh seperti habis tersiram air bekas kain pel. Bau kurang sedap pun sedikit menguar dari tubuhnya. Baekhyun sungguh shock sebenarnya, tapi ia masih bisa bersikap cool dan sesekali meringis pelan.
Terdengar suara gelak tawa dari lantai 3. Kepala Baekhyun dengan cepat mendongakan keatas mencari sumber suara tadi. Dan terlihat disana terdapat 3 yeoja yang—ehm cukup cantik yang sepertinya pernah Kyungsoo ceritakan di kelas setelah istirahat.
Yeoja yang sedang menyeringai licik kepada Baekhyun itu kalau tidak salah bernama Moon Gayoung. Ia adalah seseorang yang dengan sengaja menabrak Baekhyun yang menyebabkan ramennya tumpah saat istirahat tadi. Kyungsoo bilang, ia adalah fans Chanyeol yang paling tidak suka melihat Chanyeol berdekatan dengan siapapun kecuali dirinya. Ia juga sering dihukum karena sering membuat yeoja – yeoja bahkan namja cantik yang berdekatan dengan idolanya terluka bahkan sampai masuk rumah sakit, bisa dibilang ia termasuk dalam golongan fans Chanyeol yang 'sadis' yang perlu Baekhyun jauhi.
Dua yeoja yang lain pun tidak kalah menyeramkannya dengan Moon Gayoung. Ia adalah Suzy dan Krystal. Mereka berdua selalu mengikuti kemanapun Gayoung pergi seperti kacungnya. Yang Baekhyun ketahui, mereka bertiga itu berasal dari kelas 12 – 1.
Balik lagi ke permasalahan, tangan Baekhyun mengepal kuat. Emosinya hampir meluap – luap. Andaikan mereka bertiga bukan yeoja, ia pasti akan menonjok wajah ketiganya dengan tangannya.
"Hahaha! Rasakan itu, Byun Baekhyun!" Teriak Gayoung dari atas lantai 3. Ia sungguh puas sekali bisa membully Byun Baekhyun.
'Ini baru awal, Baekhyun. Tunggu saja permainanku yang lain' batin Gayoung licik.
"Sialan kau, Gayoung." Gumam Baekhyun. Ugh, ia bingung harus bagaimana. Ia sebenarnya ingin sekali menghajar si Gayoung dan kedua temannya itu, tetapi ia masih tau diri—tidak mau menyakiti yeoja apalagi dengan kekerasan. Seragam nya sudah basah kuyup, belum lagi aroma tidak sedap yang ditimbulkan air—yang menurut prediksi Baekhyun adalah air bekas kain pel.
Baekhyun sedikit terkaget saat tiba – tiba tangannya ditarik paksa oleh seseorang namja. Ia ingin memberontak tapi sedetik kemudian ia mengurungkan niatnya. Gayoung dan teman – temannya menengok kebawah dengan sebal.
"Ugh, kenapa dia harus menolong Baekhyun sih." Gerutu Krystal.
"Tidak seru ah!" tambah Suzy.
"Yasudahlah, biarkan saja mereka berdua. Ayo kita pergi dari sini."
Namja yang menyerat Baekhyun menghentikan langkahnya. Baekhyun mengerjabkan matanya. Sebelumnya, ia tidak pernah kenal siapa orang ini. Yeah jelas—ia kan anak baru disekolah ini.
"Kau tidak apa – apa, Baekhyun?" Tanya orang itu dengan wajah datar meskipun sedikit terlihat raut wajah yang menunjukan jika ia sedang khawatir.
"Ya, aku hanya basah kuyup saja. Kau siapa? Bagaimana bisa kau mengetahui namaku?" Tanya Baekhyun.
"Aku ketua osis disekolah ini. Namaku Oh Sehun. Well, hampir satu sekolah mengetahui namamu karena Park Chanyeol."
"Ohh iya ya, hehe." jawab Baekhyun sambil terkekeh canggung.
"Hm. Mau ku antarkan sampai ke rumah?" Tawar Sehun.
"Apakah itu akan merepotkan mu?"
"Kupikir, tidak. Ayolah masuk kedalam mobilku."
"E-ehm baiklah." Jawab Baekhyun canggung. Baekhyun masuk kedalam mobil milik sang ketua osis. Oh god, meskipun mukanya cukup datar—tidak berbeda jauh dengan Chanyeol tetapi setidaknya ia lebih baik daripada si caplang itu. Kemudian mesin mobil itu menyala, dan beberapa detik setelahnya mobil itu melaju dengan cukup cepat meninggalkan area sekolah.
.
.
Fake Relationship?
.
.
Baekhyun sudah sampai ke tempat syuting drama yang dimainkan oleh Chanyeol. Tempat syuting Chanyeol berada di daerah Busan dekat dengan pantai. Ia pergi dari rumahnya menggunakan bus. Badannya kini sudah tidak bau lagi, karena saat ia sampai dirumah, ia buru – buru mandi dan berpakaian dengan rapih lalu bergegas menuju kesini.
"Lain kali, aku harus berhati – hati dengan fans – fans gila Chanyeol." Gumam Baekhyun entah kepada siapa.
Ditempat ini terlihat ramai sekali. Bahkan ia kesusahan mencari sosok Chanyeol yang tinggi menjulang di tengah – tengah mereka. Pada akhirnya pun, Baekhyun memutuskan untuk menanyai salah satu orang disana.
"Permisi, bolehkan ku tau dimana Park Chanyeol sekarang?" Tanya Baekhyun kepada seorang yeoja yang menurut Baekhyun adalah seorang penata rias yang kebetulan berada dihadapan dirinya.
Yeoja itu menoleh, "Kau namjachingu Park Chanyeol, kan?" Tanya penata rias tersebut.
"A-ah iya." Jawab Baekhyun seraya mengusap tengkuknya yang tidak gatal itu.
Penata rias itu kemudian menengok kepalanya kearah sekitar seperti mencari sesuatu. "Ah itu dia! Chanyeol sedang duduk disana!" Ucap penata rias tersebut menunjuk seseorang yang sedang duduk santai sambil memainkan ponselnya.
"Ah, ne. Gomawo. Aku permisi dulu ya." Baekhyun menghampiri Chanyeol yang sedang duduk sendirian disana. Bahkan Chanyeol tak menyadari kehadiran Baekhyun karena terlalu focus ke smartphone nya.
"Hey, Chanyeol!"
Chanyeol menoleh. "Kau darimana saja? Kenapa telat?" Tanya Chanyeol dengan suara dingin.
Baekhyun memposisikan duduk disamping Chanyeol. Baekhyun mendengus pelan. "Aku tadi ada masalah sedikit."
"Ohh. By the way, nanti aku ada adegan pelukan."
"Lalu? Apa hubungannya denganku?" Tanya Bakhyun bingung.
"Ya mungkin saja nanti kau cemburu." Chanyeol mengedikan bahunya acuh.
"Ugh, percaya diri sekali kau caplang."
"Ohh, yasudah aku hanya memberi tahu." Jawab Chanyeol seadanya. Suasana canggung menghampiri mereka berdua. Chanyeol yang masih asyik memainkan ponselnya dan Baekhyun yang hanya terdiam dengan tatapan kosong. Tanpa disadari, seorang yeoja cantik menghampiri mereka berdua.
"Hai kalian!" Sapa yeoja itu.
Baekhyun mengangkat kepalanya. Raut wajahnya berubah bingung. Siapa yeoja ini? Meskipun ia artis, Baekhyun pasti tidak akan tahu. Yeah, sebutlah dia orang yang terlalu cuek dengan dunia artis. Mungkinkah—apakah dia yang akan berpelukan dengan Chanyeol nantinya?
"Mau apa kau kesini?" Tanya Chanyeol datar.
"Ih, jutek sekali kau oppa." Yeoja yang bernama Dasom itu mengalihkan pandangannya kearah Baekhyun, "Kau yang bernama Baekhyun, right?"
Badan Baekhyun tiba – tiba sedikit membeku tanpa sebab. "Iya, aku Baekhyun."
Tangan dasom tiba – tiba mencubit pipi chubby Baekhyun. Baekhyun meringis kesakitan karena cubitan Dasom terlampau cukup keras.
"Aigoo, namjachingu-mu imut sekali, oppa!"
Chanyeol sedikit melirik kearah Baekhyun yang nampaknya kesakitan. Tatapan mata Chanyeol sedikit menajam. "Jauhkan tanganmu dari pacarku, Dasom," Ucap Chanyeol dingin meskipun tersirat nada penekan diucapannya. Entah kenapa, Baekhyun sedikit kaget dengan ucapan Chanyeol barusan.
Dasom cemberut. Ia melepaskan cubitannya dari pipi Baekhyun. Pipi Baekhyun menjadi memerah akibat cubitan Dasom. Tanpa diketahui oleh siapapun, Dasom menyunggingkan seringaian liciknya.
Saat Baekhyun henda menanyakan siapa yeoja itu kepada Chanyeol, tiba – tiba suara sutradara menginstrupsi mereka. Tandanya Chanyeol akan memulai lagi syutingnya.
"Oppa, sutradara sudah memanggil kita. Ayo kita kesana!"
Chanyeol memasukan smartphonenya kesakunya. Mata Chanyeol melirik malas pada Dasom. "Kau duluan saja."
Dasom cemberut—lagi. Ia meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun berduaan. Terlintas ide licik dipikirannya untuk membuat Baekhyun cemburu. Wajah cantiknya membentuk smirk jahat tetapi tidak terlalu kentara. Lalu ia buru – buru menghampiri sutradaranya.
Balik lagi ke ChanBaek, Baekhyun menolehkan pandangannya kearah Chanyeol.
"Sudah sana kau syuting dulu. Aku akan menunggu disini."
Chanyeol sedikit menghela nafasnya, "Baiklah."
Chanyeol menghampiri kru – kru syuting. Baekhyun bisa melihat air muka Chanyeol berubah saat berbicara bersama sang sutradara. Entahlah raut wajah Chanyeol antara bingung dan kesal. Dan kelihatannya Dasom senang sekali disana. Tapi Baekhyun tak peduli dengan itu.
Baekhyun baru sadar kalau mereka sudah memulai syutingnya. Mata hazel Baekhyun terfokus pada dua orang yang saling berpegangan tangan. Itu Chanyeol dan Dasom.
Awalnya Baekhyun biasa saja melihat mereka berdua saat berpelukan. Tapi kemudian mata sipit Baekhyun membulat melihat Chanyeol dan Dasom berciuman.
"Apa – apaan ini. Katanya berpelukan saja. Kenapa jadi—"
Dengan cepat Baekhyun mengalihkan pandangannya. Bukannya Chanyeol bilang hanya berpelukan? Tapi kenapa ini—yasudahlah.
Baekhyun segera pergi dari tempat itu. Entah kenapa dirinya tidak kuat melihat mereka berciuman. Dari kejauhan, terlihat mata Dasom sedikit membuka. Dalam hati ia sangat senang sudah membuat Baekhyun cemburu.
"Kena kau, Baekhyun." Batin Dasom dalam hati.
.
.
Fake Relationship?
.
.
Baekhyun pergi meninggalkan lokasi syuting tersebut. Ia lebih memilih duduk di pasir pantai sambil melihat matahari yang sebentar lagi terbenam daripada duduk sendirian seperti orang bodoh sambil melihat dua orang tengah berciuman.
Tapi ngomong – ngomong, kenapa ia harus pergi dari sana? Bahkan di dalam hatinya terbesit rasa tak suka saat melihat Chanyeol berciuman. Apakah mungkin dia—cemburu?
"Ugh, tidak. Tidak mungkin aku cemburu." Gumam Baekhyun sambil menggelengkan kepanya pelan.
Baekhyun mendengus pelan. "Lagipula apa untungnya aku cemburu. Dia juga bukan siapa - siapa kecuali pacar bohongan." Gumam Baekhyun pelan. Well, benar. Apa untungnya dia cemburu. Pacar juga bukan.
Baekhyun terlonjak kaget saat seseorang menepuk bahunya. Baekhyun menolehkan kepalanya dan melihat seorang namja tampan berkulit tan duduk disampingnya.
"Sedang apa kau disini?" Tanya namja itu.
"Kau siapa?" Bukannya menjawab, Baekhyun malah bertanya balik.
"Kau tidak mengenal diriku sama sekali?"
Baekhyun mengeyitkan alisnya. Sepertinya ia pernah melihat orang ini di tv. Baekhyun sedikit memutar otaknya untuk mengingat siapa nama orang ini.
"Kau itu, Kim Jong— Jong In?" Tanya Baekhyun hati – hati. Oh, semoga ingatannya tidak salah.
Namja berkulit tan itu terkekeh pelan. "Ya, kau benar." Jawab Jongin. Jongin mengalihkan pandangannya kearah laut, "Sejak kapan kau berpacaran dengan Chanyeol hyung?" Tanya Jongin sarkastik.
Baekhyun mengalihkan matanya kearah laut juga. "Sekitar 2 bulan yang lalu."
"Ohh," Jawab Jongin seadanya. "Ternyata ada juga orang yang bisa mendapatkan Chanyeol hyung."
Baekhyun mengangkat satu alisnya, "Hah, kenapa memangnya?"
Jongin melirik ke segala arah untuk memastikan tidak ada siapa – siapa, lalu ia berbicara lagi. "Dia orang yang sangat dingin kepada siapa saja, kau tahu? Bahkan sahabatnya sendiri seperti aku."
"Hih, udah caplang, bermuka datar, bahkan dia masih sempat – sempatnya dingin ke sahabatnya sendiri." Gerutu Baekhyun pelan. Membuat Jongin mengeryitkan dahinya—bingung.
"Kau bicara apa, Baek?"
"Ah, tidak ada. Hehe." Jawab Baekhyun diiringi kekehan canggung dari bibir tipisnya.
"Kau tidak syuting?" Tanya Baekhyun untuk mengalihkan kecanggungan diantara mereka berdua.
"Belum. Aku dapat adegan setelah adegan Chanyeol hyung selesai."
Baekhyun dan Jongin semakin dekat sejak sekarang. Mereka berdua asyik sekali mengobrol. Banyak sekali topik yang Baekhyun dan Jongin biacarakan. Dan sesekali Baekhyun tertawa ringan yang membuat matanya membentuk satu garis lurus yang membuat Jongin tersenyum melihatnya. Bahkan mereka sama sekali tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang menatap keduanya dengan tajam.
.
.
Fake Relationship?
.
.
"Kau berbicara apa saja dengan Jongin?" Tanya Chanyeol yang masih focus mengendarai mobilnya.
"Apa pedulimu?" Jawab Baekhyun cuek.
"Kelihatannya kau dekat sekali dengannya ya." Ejek Chanyeol meskipun dengan wajah yang terlampau datar.
Baekhyun berdecih pelan, "Cih, apa pedulimu? Urusi saja yeoja yang baru saja kau cium."
Chanyeol menyeringai, "Kau cemburu, hm?"
Pipi Baekhyun tiba – tiba merona tanpa sebab. "Ew, apa untungnya aku cemburu pada manusia caplang sepertimu." Jawab Baekhyun dengan wajah yang menunjukan ekspresi jijik. Ugh, sebenarnya itu hanya mengalihkan Chanyeol agar dirinya tak terlihat sedang salah tingkah. Bisa turun harga dirinya kalau ia ketauan salah tingkah.
"Yasudah. Terserah kau saja pendek."
Baekhyun cemberut. Bibirnya mengerucut—sebal. Tatapan matanya ia alihkan ke pemandangan langit yang sudah menggelap.
Saat Baekhyun nyaris masuk kealam mimpi, suara berat Chanyeol kembali menyapa indra pendengarannya. "Baek, hari ini aku menginap dirumahmu ya."
Mata Baekhyun langsung terbuka dengan sempurna. "Tidak boleh." Jawab Baekhyun singkat.
"Aih, pelit sekali sih. Semoga kau semakin pendek nanti."
"Sialan kau caplang. Kau saja yang kelebihan kalsium." Gumam Baekhyun kesal. Baekhyun melirik kearah Chanyeol dengan ekor matanya, "Iya deh iya. Kau boleh menginap. Lagipula kenapa mendadak ingin menginap? Memangnya kau bawa baju sekolah buat besok?" Tanya Baekhyun kesal.
"Aku hanya malas pulang ke apartemen." Chanyeol masih fokus mengendarai mobilnya, "Tentu saja bawa. Kalau tidak bawa, aku tidak akan menginap dirumah mu, bodoh."
"Yaudah sih, kan cuma nanya saja." Ucap Baekhyun sewot. Baekhyun menghela nafasnya pelan. Capek juga berbicara dengan manusia datar bin idiot bin caplang ini. Baekhyun sempat bingung, kenapa orang seperti dia mempunyai banyak fans sih? Tampan juga, tampanan dirinya. Oh itu sangat jelas. Oke, Baekhyun jangan terlalu percaya diri.
Sadar sadar, Mobil Chanyeol sudah berhenti tepat didepan gerbang rumah Baekhyun. Chanyeol segera mengambil tasnya yang berada di jok belakang dan mereka bersua pun turun dari mobil tersebut. Chanyeol mengikuti Baekhyun memasuki rumah tersebut. Baru saja mereka masuk ke rumah itu beberapa langkah, suara teriakan nyaring menggema dirumah tersebut.
"OH MY GOD! CHANYEOL OPPA DATANG KESINI. APPA! EOMMA! KEKASIH BAEKHYUN OPPA DATANG KESINI!" Yeah, tentu kalian tahu bawa pemilih suara emas itu adalah Baekhee. Chanyeol dan Baekhyun dengan segera menutup telinga kesayangannya agar terhindar dari suara Baekhee. Baekhee berada tidak jauh dari mereka dengan mata yang berbinar.
Baekhyun memutar matanya jengah. Kenapa harus berteriak – teriak sih, sepertinya jiwa fangirl seorang Baekhee sedang membara saat melihat Chanyeol, yeah Baekhyun rasa seperti itu.
"Ugh, jiwa fangirlnya sedang kumat." Gerutu Baekhyun.
"Hm tentu, jiwa fangirlnya bangkit setelah melihat ketampanan ku." Jawab Chanyeol dengan percaya diri.
Baekhyun mendelik. "Tampan? Sok tampan iya!"
"Bilang saja kau iri dengan ketampanan ku." Ucap Chanyeol mengangkat bahunya acuh.
"Tidak akan." Jawab Baekhyun cuek. Baru saja Baekhyun berjalan 2 langkah, appa dan eommanya pun tiba – tiba muncul dan sedang menuruni anak tangga.
"Annyeong haseyo, ahjussi dan ahjumma." Sapa Chanyeol hormat kepada orang tua Baekhyun.
"Hm, ada urusan apa tiba – tiba nak Chanyeol berkujung kesini?" Tanya Taeyeon dengan suara lembutnya.
"Ah, tidak. Saya hanya ingin menginap disini ahjumma. Boleh kan?" Tanya Chanyeol dengan suara yang sopan. Baekhyun hanya menyunggingkan senyum remeh. Cih, akting nya bagus sekali.
Baru saja Taeyeon hendak menjawab, ucapannya disela oleh anaknya. "HM TENTU SAJA OPPA. KAU TINGGAL DISINI SELAMANYA JUGA TIDAK APA – APA." Jawab Baekhee dengan semangat 45.
Taeyeon melotot kepada Baekhee. Baekhee cemberut. "Oh yasudah, silahkan nak Chanyeol."
"Eomma, aku ke kamar dulu ya. Ayo, sayang!" Ucap Baekhyun dan menarik tangan Chanyeol menuju kamarnya diatas. Mereka berdua buru – buru menaiki tangga. Leeteuk melihat keduanya hanya menggeleng – gelengkan kepalanya.
"Dasar anak muda."
"OH MY GOD. AKU HARUS BILANG PADA SEULGI DAN IRENE KALAU CHANYEOL OPPA MENGINAP DI RUMAHKU. AHHH!" Baekhee berteriak – teriak tidak jelas sambil memegang ponselnya.
Taeyeon hanya menghela nafas melihat anaknya. "Baekhee, eomma tau kau adalah fansnya Chanyeol. Tapi pelankan suaramu, oke?"
Baekhee menyengir tanpa dosa. "Hehe, mianhae eomma. Aku hanya terlalu senang."
"Dasar.."
.
.
Fake Relationship?
.
.
"Hah, capek sekali." Setelah mengganti pakaiannya, tanpa izin atau permisi dahulu kepada sang pemilik kasur, ia langsung merebahkan tubuhnya disana. Baekhyun hanya merengut tidak jelas melihatnya.
"Siapa suruh kau tidur disana?" Tanya Baekhyun sewot.
Chanyeol sweatdrop. "Maksudmu aku tidur di sofa gitu?"
"Nah, tumben kau pinter caplang."
Bukannya bangun dari kasur milik Baekhyun, Chanyeol malah membalikan badannya kearah lain. "Aku malas." Chanyeol menarik selimut sampai ke batas dadanya. "Lagipula apa salahnya tidur sekasur. Kita sama – sama namja ini." Jawab Chanyeol datar.
Baekhyun cemberut. Ini kan kamarnya. Ini kan kasurnya. Kenapa jadi Chanyeol yang memerintah sih? Huft. Yasudahlah dia mengalah saja. Orang tampan mah ngalah saja.
"Huh, yasudah. Kau tidurnya jauh – jauh dengan ku." Baekhyun membaringkan tubuhnya. Dan tidur dengan memunggungi tubuh Chanyeol. Ia menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya kecuali kepalanya.
"Yaudah siapa juga yang ingin berdekatan dengan mu pendek." Ejek Chanyeol. Tadinya, Baekhyun ingin sekali menggeplak kepala Chanyeol yang idiot itu, tapi niatnya ia urungkan karena matanya sudah sangat mengantuk. Jadi ia abaikan saja semua ucapan Chanyeol.
.
.
Fake Relationship?
.
.
Waktu sudah menunjukan pukul 05.20 KST. Taeyeon bergegas membangunkan anaknya yang cukup kebo itu. Padahal adiknya—Baekhee—sudah bangun dari tadi bahkan sekarang ia sudah memulai sarapan. Taeyeon menaiki tangga dan kemudian menggedor pintu kamar Baekhyun.
"Baekhyun, ayo bangun nak. Sudah siang!" Panggil Taeyeon. Tidak ada suara sahutan apapun dari dalam sana. Jadi Taeyeon berinisiatif untuk masuk ke kamar anaknya. Kebetulan sekali pintunya tidak terkunci jadi ia tidak perlu susah – susah mengambil kunci cadangan kamar anaknya itu di kamarnya.
"Baekhyun, ayo bangun su—OH ASTAGA!" Taeyeon baru saja masuk ke kamar anaknya dan mata nya membulat sempurna saat melihat pemandangan didepannya. Buru – buru dirinya keluar kamar anaknya dan menutup kembali pintunya.
Oh astaga, Apakah dirinya tidak salah lihat? Ia baru saja melihat Baekhyun dan Chanyeol tidur berpelukan. Yeah, memang tidak ada yang special tetapi yang membuat Taeyeon kaget adalah Baekhyun dipeluk oleh Chanyeol yang TIDAK MENGGUNAKAN BAJU ATASAN. Sekali lagi TIDAK MENGGUNAKAN BAJU ATASAN. Belum lagi, badan Baekhyun yang sepenuhnya tertutup oleh selimut—kecuali kepalanya tentunya—sehingga terlihat dimata Taeyeon seperti Baekhyun yang sedang telanjang dan hanya tertutup oleh selimut.
Pikiran Taeyeon mulai tidak jernih. Otaknya malah memikirkan hal – hal 'iya' yang dilakukan oleh anaknya dan kekasihnya itu. Tapi kemudian Taeyeon menggelengkan kepalanya kuat. Berusaha tidak memikirkan hal – hal yang aneh menimpa pikirannya.
"Astaga, apa mungkin mereka semalam—uhuk—bercinta?" Gumam Taeyeon entah kepada siapa.
.
.
.
.
TBC/END?
Author's note:
Hai, I'm comeback!
Well, chapter ini adalah chapter terlama yang saya buat gatau kenapa-_- Tapi untuk menebus keterlambatan update, saya panjangin words nya yeay! .gak
Orang ketiga sudah mulai bermunculan hmhmhm. Buat Angel, Kai nya sudah saya munculkan yaa. Jadi jangan ancam saya mulu pas di kelas-_- .y
Buat silent reader, bisa ga sekali2 gtu muncul ke permukaan? Keknya susah banget buat nge review doing-_- /no.
Thanks buat yang sudah review/fav/follow fanfic abal ini. Tanpa kalian, saya ga akan melanjutkan ff abal – abal ini333 Khususnya buat temen – temen di kelas yang selalu nungguin ff saya apdet, lopek dah ah333
And the last not the least, Mind to review?
[Sunday, March 22nd 2015]
Xoxo,
Jihyunnn
