.

.

.


[Fake Relationship?]

By Jihyunnn

Cast:

Park Chanyeol

Byun Baekhyun

Other cast:

Temukan sendiri.

Rated:

Belum ditentukan sebenarnya.

Summary:

Park Chanyeol, aktor tampan terkenal yang terjebak dalam situasi yang sulit yang mengharuskan ia memiliki seorang kekasih 'palsu'. Tetapi ia memilih seorang namja yang menjadi kekasih 'palsu'nya. Bagaimana yang terjadi selanjutnya? Akankah ia menjadi menyukai kekasih 'palsu'nya tersebut? ChanBaek/Baekyeol! YAOI! RnR?

Warning!

This plot & story is mine. Cast hanya milik tuhan, orang tuanya, dan agensi. Typo(s) everywhere. Mohon maaf jika ada kesamaan alur dan percakapan, itu murni tidak disengaja.

.

.

.


[Chapter 5]

Baekhyun mengerjabkan matanya lucu. Bunyi jam weker—sudah 10 menit berbunyi—yang berada tepat disebelahnya berhasil membangunkan dirinya yang cukup kebo itu. Tapi anehnya, Baekhyun merasa badannya pegal sekali pagi ini, dan seperti ada sebuah lengan yang melingkar di badannya.

Tunggu.

Lengan yang melingkar?

Baekhyun menoleh kesamping, dan menemukan wajah Chanyeol—yang sialnya— sangat tampan berada tidak jauh darinya. Untuk kedua kalinya, Baekhyun merasa ada yang aneh dengan Chanyeol. Ia terus meneliti apa yang aneh dengan Chanyeol.

"Bajunya melorot kali, ya?" gumam Baekhyun. Karena terlalu penasaran, Baekhyun segera menyingkap selimut yang membungkus mereka berdua.

"OH SHIT—"

Baekhyun mengumpat. Baekhyun sudah tidak mengerti lagi dengan orang yang kelebihan kalsium disampingnya ini.

Park Chanyeol shirtless.

Sekali lagi, SHIRTLESS.

Baekhyun ingin sekali menendang orang yang tidur seperti kebo ini. Untung saja ia tidak sekebo ini. Tapi tanpa ia sadari, wajahnya sedikit memerah saat melihat tubuh atletis milik Chanyeol. Ia sedikit iri, kenapa badannya tidak seperti itu, bahkan terkesan sedikit gendut. Baekhyun meringis dalam hati.

Ia langsung bangun dari posisinya, dan segera meraih bantal untuk dipukul ke 'kebo' yang sedang tidur dengan pulas, "YAH, PARK CHANYEOL! PAKAI BAJU MU CEPAT!" teriak Baekhyun dengan suara tingginya sambil memukul ganas kepala Chanyeol dengan bantal yang ada ditangannya. Doakan saja, habis ini Chanyeol tidak akan mengalami amnesia.

"A-AISH." Chanyeol merengut dalam posisi tidurnya. Ia merasa ternganggu akan pukulan dikepalanya, dan ia pun segera bangun dari posisinya. Matanya menatap malas kearah pelaku pemukulan ganas terhadap kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Baekhyun.

"Yah pendek, kau mengganggu acara tidur ku, kau tau?"

Baekhyun melemparkan bantal yang ada ditangannya ke Chanyeol. "Setidaknya pakai bajumu dulu, caplang."

"Ya terus masalahnya?" Chanyeol mengerutkan alis.

Tiba-tiba tatapan Baekhyun berubah menjadi tatapan yang menyelidik, "Semalam kamu ngapain aku? Jangan-jangan…."

"Jangan-jangan apa? Dasar udah pendek, mesum pula."

Baekhyun mendecih, "Kau pikir aku mau, huh? Lagian aku juga tidak ingat apa-apa semalam." Ia segera melirik kearah jam dinding, dan waktu menunjukan pukul 05.30. Ia melotot kearah sana.

"ASTAGA KENAPA AKU BISA TELAT." Baekhyun panik. Ia segera beranjak menuju kamar mandi. Ia harus bergegas mandi.

Chanyeol hanya memutarka matanya malas."Bodoh, aku begini juga ulah siapa. Dasar tidak tau terima kasih."

[FLASHBACK]

Jam menunjukan pukul 01.00 dini hari. Keadaan di kamar Baekhyun cukup hening karena 2 mahkluk yang berada disana sudah tertidur. Namun, keadaan itu tidak berlangsung lama karena salah satu dari makhluk disana mengerang dalam tidurnya.

"Dingin.." Makhluk yang mengerang disertai badannya yang menggigil diketahui bernama Baekhyun. Suhu di kamar itu memang cukup dingin, dikarenakan AC yang menyala di ruangan tersebut. Padahal, sekarang adalah Musim Semi, dan cuaca diluar tidak panas sama sekali.

Entah keajaiban atau apa, salah satu mahkluk yang biasanya kebo ini terbangun karena erangan dari sebelahnya. Ia menyadari kalau dari tadi Baekhyun mengerang dan badannya sedikit—menggigil?

"Dingin….Dingin.."

Chanyeol mengerutkan keningnya. Ia baru tahu jika Baekhyun tidak tahan dingin, berbanding terbalik dengan dirinya yang tahan terhadap dingin. Ia menjadi sedikit bersalah karena ia yang menyalakan AC di kamar Baekhyun—Baekhyun sudah tertidur saat itu, jadi ia tidak mengetahuinya—. Dengan malas, ia turun dari tempat tidur untuk mematikan AC dan menyalakan penghangat ruangan. Saat penghangat ruangan tersebut sudah dinyalakan, Chanyeol melirik kearah Baekhyun yang sudah tenang dan tidak mengerang seperti tadi. Ia kembali ke tempat tidur, karena matanya kembali mengantuk.

2 jam kemudian, badan Chanyeol dipenuhi oleh keringat. Tubuhnya benar-benar basah oleh keringat. Ia pun terbangun karena ketidaknyamanan dibadannya. Chanyeol menghela napasnya kasar.

"Tadi ia yang kedinginan, sekarang aku yang kepanasan." Tanpa pikir panjang, Chanyeol membuka seluruh pakaian atasnya dan membuangnya kesembarang arah. Ia pun kembali tidur lagi. Benar-benar seperti kebo.

Tanpa disangka, hal yang Chanyeol lakukan menimbulkan kesalahpahaman beberapa pihak, bukan?

.

.


Fake Relationship?


.

.

Taeyeon buru-buru turun dari lantai dua rumahnya dengan pikiran yang berkecamuk. Ia yakin kalau apa yang ia lihat itu benar-benar nyata. Ia bahkan tidak sadar jika suaminya dan Baekhee di meja makan sedang menatapnya bingung.

"Eomma kenapa? Baekhyun oppa dan Chanyeol oppa mana?" tanya Baekhee sambil mengunyah bulgogi yang ada di mulutnya. Baekhee benar-benar tidak sabar pergi ke sekolah hari ini. Ia harus menceritakan hal ini kepada Seulgi dan Irene kalau Chanyeol oppa menginap di rumahnya. Memikirkannya saja membuatnya tersenyum tidak jelas.

Taeyeon yang ditanyai begitu oleh anaknya, menjadi gugup entah kenapa. Ia tidak mungkin bilang secara frontal kepada anak bungsunya kan?

"U-uhm mereka sedang mandi sepertinya." Taeyeon duduk disamping suaminya, Leeteuk. "Baekhee, makan yang benar. Jangan senyum-senyum seperti orang gila begitu. Eomma jadi seram melihatnya."

Baekhee hanya menyegir menanggapi ibunya. Sedangkan Leeteuk hanya menggelengkan kepala melihatnya. Suasana pun hening, tapi itu hanya berlangsung beberapa menit saja, karena ada suara berisik yang berasal dari tangga. Mereka pun serentak menoleh menuju sumber suara tersebut.

"Yah, buruan kita bisa terlambat!" ujar Chanyeol sambil menarik tas Baekhyun supaya cepat menuju meja makan. Anak ini benar-benar lemot.

"Setidaknya tidak usah menarik-narik tas ku, huh. Kalau aku jatuh bagaimana!?" Baekhyun jadi sensitif sendiri. Ya, siapa yang tidak marah kalau tasnya ditarik-tarik secara tidak berkemanusiaan begitu, ia juga masih sayang dengan badannya jika nanti terjatuh. Dan Chanyeol hanya menanggapi dengan tatapan malas.

"Berisik."

"Ish kau benar-benar—"

Saat Baekhyun ingin mengumpati Chanyeol, omongannya sudah disela duluan, "Annyeonghaseyo, Eomma, Appa, dan Baekhee. Maaf kita terlambat turun, hehe."

Baekhyun ingin muntah melihatnya. Didepan orangtua dan adiknya manis banget, giliran sama dia brutal banget. Baekhyun benar-benar ingin memusnahkan Chanyeol sekarang juga.

Sebentar. Taeyeon merasa ada yang janggal. Ia meniliti anaknya dari atas sampai bawah.

Cara berjalan? tadi ia melihat Baekhyun berjalan biasa saja, tidak seperti pinguin.

Tanda kemerahan di leher? Tentu matanya masih bisa melihat dengan jelas, dan tanda-tanda seperti itu tidak terlihat oleh matanya.

Bibir bengkak? Hm, sepertinya bibir Baekhyun ataupun Chanyeol masih dalam ukuran semula.

Baekhyun jadi risih sendiri saat ibunya menatapinya seperti akan menguliti apa yang ia sedang lihat sekarang. "Eomma, apa ada yang salah denganku?"

Taeyeon buru-buru tersadar, dan tersenyum—terpaksa—kepada anaknya, "Tidak ada." Lalu Taeyeon, berkata lagi, "Kalian mau sarapan terlebih dahulu."

"Iya eo—"

"Tidak usah eomma, kita sudah terlambat. Lagipula, kita bisa makan di kantin nantinya." Perkataan Baekhyun yang disela oleh Chanyeol membuat ia semakin jengkel. Astaga, kalau bukan di depan orangtuanya dan Baekhee, ia benar-benar akan menendang kaki Chanyeol. Jadi, Baekhyun hanya melirik kesal.

"Ayo Baekhee, kita berangkat sekarang."

.

.


Fake Relationship?


.

.

"Baekhyun, kau benar-benar dikerjai oleh tiga nenek lampir itu!? Astaga mereka beneran sudah gila rupanya." kata Jongdae dengan sedikit berlebihan. Baekhyun hanya menyumpitkan jajjangmyeon ke mulutnya dengan malas.

"Baek, sudah kubilang kau harus hati-hati kepada mereka." Kyungsoo berbicara pelan kepada Baekhyun sambil memakan tteopokki nya.

Baekhyun meringis, "Aish, mana aku tau kalau mereka mau menyiramkan air dari lantai tiga seperti itu. Kemarin aku aku hendak menghubungi Chanyeol, karena telat ke tempat syutingnya, tapi tiba-tiba badanku seperti terkena tsunami dari atas. Untung saja si ketua osis menolongku, kalau tidak aku seperti seorang gelandangan dengan baju yang sangat kumuh." dan akhirnya, sifat cerewet Baekhyun keluar juga.

Kyungsoo tiba-tiba berhenti memakan tteopokki nya, "Sebentar, si ketua osis katamu?"

"ASTAGA ITU OH SEHUN, SI MANUSIA TANPA EKSPRESI! KUPIKIR IA TIDAK BI—"

"Aish, pelankan suaramu bo—"

Tiba-tiba mereka bertiga menjadi pusat perhatian di kantin karena suara menggelegar dari Jongdae. Kyungsoo hanya menepuk jidatnya, dan Baekhyun hanya berekspresi sepeti 'dia bukan temanku'. Jongdae hanya menyengir, lalu meminta maaf kepada orang-orang yang ada di kantin. Lalu, ia kembali ke posisinya, dan menatap Baekhyun penasaran.

"Seriusan Oh Sehun yang menolongmu, Baek?"

Baekhyun menaikan satu alisnya, "Memangnya ada masalah apa?"

"Dia benar-benar tanpa ekspresi, Baek. Ia tidak pernah berbicara dengan siswa lain kecuali kepada dua sahabatnya yang tidak jauh berbeda dengannya." Kyungsoo menimpali pertanyaan Baekhyun.

"Oh astaga, aku benar-benar akan gila setelah ini."

.

.


Fake Relationship?


.

.

Suara menggelegar milik Jongdae ternyata berhasil didengar oleh sekumpulan orang-orang tanpa ekspresi—yang sangat disayangkan— namun tampan. Salah satu orang yang berbadan paling tinggi menyeringai remeh, sedangkan sisanya tidak peduli dengan itu. Ehm mungkin, salah satunya hanya berusaha tidak peduli dan mengabaikan perasaan aneh yang muncul.

"Mereka membicarakan mu, Hun."

Sehun hanya melirik sekilas ke Kris, lalu fokusnya ia alihkan lagi ke kimbap yang ada di hadapannya. "Aku tau, aku pasti sering dibicarakan seperti itu. Sudah tidak heran lagi lah."

Kris berdecih,"Cih, percaya diri sekali." Lalu, ia menatap Chanyeol yang sedang fokus ke smartphonenya. "Bukannya itu pacarmu ya, yeol?"

"Pacar bohongan lebih tepatnya, hyung." Sehun mengoreksi ucapan Kris.

"Ya, oke oke. Lagipula, kenapa harus ia yang dipilih sih. Masih banyak perempuan cantik di sekolah ini, kenapa harus—"

"Berisik." Chanyeol benar-benar tidak mood hari ini. "Suka-suka aku mau milih yang mana."

Sehun mengeryitkan dahinya heran. Tumben sekali Chanyeol seperti ini, Ia tahu jika hyungnya ini memiliki masalah. Tapi biasanya, Chanyeol pasti mengutarakan masalahnya kepadanya dan Kris. Tapi sekarang, ia tidak mengetahui apa-apa, "Kau kenapa, hyung?"

Chanyeol hanya mengedikan bahunya acuh. Moodnya tiba-tiba menurun drastis, dan anehnya ia sama sekali bingung kenapa ia bisa seperti ini.

'Aish, kenapa tiba-tiba aku seperti ini.' gerutu Chanyeol dalam hati.

Kris juga peka sepertinya kalau Chanyeol sedang ada masalah, "Ada masalah, bro?"

"Tidak." jawab Chanyeol singkat. Lalu, ia menghembuskan napasnya kasar. "Cepat selesaikan makanan kalian, aku ingin cepat-cepat ke kelas."

"Chanyeol hyung hari ini aneh sekali." gumam Sehun pelan.

.

.


Fake Relationship?


.

.

Bel pun berbunyi, tanda waktu pelajaran sekolah sudah selesai. Sekolah disini memang menyenangkan, jam 15.00 mereka sudah bisa pulang ke rumah masing-masing. Berbeda hal nya dengan sekolah lain, mereka baru diperbolehkan pulang saat matahari sudah terbenam satu atau dua jam setelahnya. Dan itu benar-benar menguras energi. Tapi sekarang, Baekhyun senang bisa bersekolah disini. Ia tidak mengeluarkan energinya dengan percuma.

Ngomong-ngomong, sekarang Baekhyun dan Chanyeol sedang berjalan beriringan di koridor dan menimbulkan banyak pasang mata yang melihatnya. Namun, mereka berdua mengabaikan hal itu. Chanyeol masih dalam keadaan mood yang tidak baik, dan Baekhyun benar-benar jengah melihatnya. Sudah tidak punya ekspresi, sekarang mukanya kusut lagi, jadi mual sendiri ngeliatnya, begitulah yang ada dipemikiran Baekhyun saat ini.

Baekhyun tiba-tiba merasakan ingin meminum kopi. Dan sebuah ide muncul di otaknya, "Yah, caplang. Ke Starbucks yuk sekarang? Aku sedang ingin minum coffe."

Chanyeol hanya melirik kearah Baekhyun, "Malas ah."

Baekhyun mengerucutkan bibirnya lucu. Benar-benar menyebalkan orang yang disampingnya ini. Ia pun menendang tulang kering Chanyeol sampai sang korban berjengit kesakitan. "Dasar caplang, pemalas sekali sih!"

"AISH KAKI KU SAKIT, PENDEK." Chanyeol mengelus-ngelus kakinya yang sudah menjadi korban kekerasan Byun Baekhyun.

"Makanya antarkan aku ke Starbucks cepat!"

"Ugh, baiklah. Tidak usah cerewet!" Chanyeol mengalah. Ia sedang malas berdebat dengan Baekhyun. Dan ia masih sayang dengan nasib kakinya.

"YES!" teriak Baekhyun. Baekhyun reflek menggengam tangan Chanyeol, dan menariknya kearah parkiran mobil disana. Dan Chanyeol hanya diam saat tangannya digenggam oleh Baekhyun.

.

.


Fake Relationship?


.

.

Mereka berdua duduk di salah satu bangku yang berada di tengah ruangan. Sebenarnya Chanyeol ingin duduk di pojok ruangan. Tapi Baekhyun menolaknya dengan alasan tidak boleh mojok-mojokan, nanti dikira yang aneh-aneh. Dan Chanyeol hanya pasrah mengikuti alasan yang tidak masuk akal Baekhyun. Lagipula mana berani ia begitu, ia sekarang berada di tempat umum dan menjadi pusat perhatian. Mau ditaruh dimana mukanya kalau melakukan hal yang aneh-aneh. Astaga, tidak penting juga ngurusin yang begituan.

Beberapa menit kemudian, pesanan mereka pun sampai. Saat pelayan itu hendak memberikan Green Tea Frappuccino kepada Baekhyun, ada seseorang yang menabrak si pelayan dan minuman tersebut jatuh mengenai seragam milik Baekhyun walaupun hanya sedikit. Pelayan tersebut membulatkan matanya dan ia merasa bersalah.

"Ma-maafkan aku tuan, aku tidak sengaja. Tadi ada yang menabrak ku." Pelayan itu menundukan kepalanya. Baekhyun hanya menghela napasnya kasar, pelayan ini tidak salah, ia tadi ditabrak oleh seseorang dan minuman yang ia pesan jatuh. Padahal ia sangat merindukan meminum Green Tea Frappuccino favoritenya. Baekhyun rasanya ingin menangis saat ini. Sudah ga bisa minum, malu lagi diliatin orang banyak.

"Tidak apa." Baekhyun berusaha tersenyum.

"Ba-baiklah tuan a-aku permisi sebentar." Pelayan itu pun pergi. Chanyeol menatap Baekhyun dengan pandangan yang sulit diartikan. Tiba-tiba ia menyodorkan Caramel Frappuccino yang ia pesan.

"Minum saja miliku."

"Tidak mau, aku maunya yang Green Tea." Baekhyun menolak sambil cemberut, ia mengalihkan pandangannya ke sekelilingnya. Dan matanya menatap tajam ke sekumpulan perempuan yang menyeringai sinis kepadanya, dan Baekhyun sangat yakin kalau mereka penyebabnya.

Baekhyun mengumpat. "Sialan."

Chanyeol mengeryit, "Kenapa kau pendek?"

"Ini pasti gara-gara ulah sasaeng fans mu yang gila itu. Aish, benar-benar membuat hidupku terganggu." ucap Baekhyun kesal sambil mengacak tatanan rambutnya. Ia sangat frustasi sekarang.

"Kau harus mulai terbiasa dengan itu," kata Chanyeol dengan tenang sambil meminum Caramel Frappuccinonya.

Baekhyun melirik kesal, "Mereka benar-benar fanatik kepadamu, aku sungguh bingung kepada mereka. Kok mau menyukai orang yang bemuka seperti tembok dan kebo kaya gini. Gak habis pikir." gerutu Baekhyun.

"Berisik kau pendek. Cepat pesan lagi minuman mu, biar nanti aku saja yang bayar sebagai gantinya."

"Tumben baik." Baekhyun segera pergi untuk kembali memesan minumannya, dan Chanyeol hanya menghembuskan napasnya pelan.

Ini tidak semudah yang Chanyeol bayangkan.

.

.

.

.

.


END/TBC?


Author's note:

Hai? masih mengingat ku?

Mungkin udah pada lupa kali ya, soalnya ini udah genap setahun ga aku apdet. terakhir apdet 22 maret 2015 wkwk.

Maafin banget ya aku telat pake banget apdetnya, ini juga apdet karena disuruh temen sekelas. Soalnya aku sempet lupa password dan wifi di rumah aku gabisa buka ffn. Terus, aku juga semangat ngelanjutin pas temen ngasih screenshot review2 di ff, dan ternyata banyak yg nungguin Terharu banget astaga:(

Btw, aku punya project ff baru ChanBaek dan Meanie. WAHAHA, sekarang aku lagi demen sama seventeen, dan Meanie itu cute banget dan momentnya bener-bener bikin gatahan.

Oke sekian cuap-cuap nya, makasih buat yang udah ngeriview, fav, dan follow ff ini. kalian bikin aku semangat banget:( tanpa kalian, aku mungkin bakal discontinue ff ini wkwk. makasih juga buat silent reader yang udah nyempetin baca ff aku.

And the last not the least, Mind to review?

[Selasa, March 22nd 2016]

Xoxo,

Jihyunnn