Nesia berguling ke sisinya dan melihat ke arah jamnya.

"WADOEH! UDA JAM 7.45! Kelas mulai 15 menit lagi!"

Dia pun segera mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi.

Dari kamar tidur sebelah, Japan menggerutu, masih ngantuk karena semalam dia begadang baca manga. Dia mengucek matanya dan berjalan keluar kamar tidurnya. Dia pun melihat Nesia sedang buru-buru dan berdehem.

"EH! Japan! Gak siap-siap? Bentar lagi kelas di mulai lho!"

Japan menatap Nesia seolah-olah dia gila.

"Neshia-san, ini kan hari Sabtu.."

"Eh." Nesia melirik ke kalender. Muka memerah malu.

"Ya sudah deh. Aku ganti baju dulu ya. Maaf sudah membangunkanmu ya~" Dan Nesia pun masuk kembali ke kamarnya untuk berganti. Japan memutuskan untuk kembali tidur. Dan hari pun berjalan seperti biasa

Author : HAlo! Yuri-chan di sini. Saya yakin pasti hanya dikit yang cukup sabar untuk sampai ke sini.

Nesia : Lo SIh! Lupa mulu ama jadwal.

Author : Mau gimana lagi? Lagi musim Ujian. Ada banyak ujian, TO, EHB, Ujian Praktek, belum lagi UN. Smoga ceritanya makin masuk akal. PANCI! JAWAB REVIEW!

Japan : Maaf AUthor-san. Tapi tolong jangan panggil saya panci. Lagipula reviewnya hanya satu.

Author : *pundung di pojok* T-tapi kan...

Nesia : Elo sih! Bikin cerita gaje dan absurd! Makanya pada gak sudi review

Author : Tak APA! BIAR BEGITU... *mata berkaca-kaca* saya senang ada yang REVIEW!

Japan : Dari 2Tsuki Hime :

"Suuyo! Ini kok rasanya plotnya tau-tau udah sampe sana aja.. Aya baru tahu asrama perempuan dan laki-laki boleh di gabung.. Apa lagi itu Indo-Jepang.
Malaysia, dan Indonesia terlihat selalu tersulut emosi kalao bertemu. Singapore gak pernah peduli, dan Brunei selalu pening kepala lihat 2 anak melayu itu. Anak ASEAN Yanderee semua, senengane yantet terus. Heran aya.

Kapan up-date lagi? Aya masih selalu memberi definisi kepo untuk pair Indo-Japan nih.. Jangan didisc ya.. Jangan lupa jadwal lagi, ya? *ngelus pundak Author kayak emak-emak* #der!"

Author : Makasih Kak Tsuki. Review kakak telah memotivasiku! Jadi inilah jawaban review anda :

Eheheheh maap. Saya masih baru ke dunia FFN. Jadi soal asramanya...

Jadi mereka gak sekamar. 1 kamar asrama berisi 2 kamar tidur. Jadi kayak di kamar apartemen gitu. Jadi gak digabung juga,

dan iya, rata-rata para ASEAN yandere. Karena, ya... kan mereka sudah banyak dijajah dan perang trus kan termasuk Negara Dunia ke 3. Jadi keras hidupnya. Jadi gitu de.

Oh iyaa! Jadi inget saja, bahwa semua yaoi telah digenderbend. JAdi USUK menjadi US/Fem!UK, Spamano jadi Spa/Fem!Mano, PruCan jadi Pru/Fem!Can, DenNor jadi Den/Fem!Nor, dan lain-lain. Okay, Enjoy da Story.

Japan dan Nesia sedang duduk di ruang tengah ketika pintu asrama mereka diketuk. Nesia pun beranjak dari tempatnya di sofa untuk menjawab pintu.

"Siapa yaa?"

"Ini aku, Russia" Mendengar nama 'Russia', Nesia pun segera membuka pintu sedangkan Japan loncat untuk sembunyi di balik sofa.

"Halo Nesia!" Sang Nation besar pun memeluk teman lamanya .

"Hi Ivan!"

"Halo juga Japan" Japan hanya melambai dan tersenyum gugup dari tempatnya di belakang sofa.

"Jadi ngapain ke sini Ivan-kun?" Tanya Nesia.

"Oh itu! Oh iya. Kamu dan Japan diajak ama Hongkong dan Taiwan . Katanya mau jalan-jalan. Di suruh nemuin mereka di halaman sekolah". Nesia terlihat berpikir untuk beberapa saat.

"JAdi itu saja ya. Aku mau kencan dulu ama China! Dah!" Dan Ivan pun segera tancap gas agar tidak telat.

"Dah Ivan! Salam buat Kak China ya!" Nesia pun berbalik dan menutup pintu.

"Neshia kok bisa temenan ama Russia-san?" Japan, seperti yang lainnya, bingung gimana Nesia bisa temenan ama Ivan

"Dulu temenan waktu perang ama Netherlands. NAh cepetan siap-siap! KITA MAU JALAN!"


Mereka berjalan menyusuri jalan-jalan yang penuh dengan berbagai toko. Tiba-tiba perut Taiwan mengerang (Taiwan : emang perutku binatang?)

"Makan yok. Aku belum makan dari tadi" Taiwan mengajak.

Mereka pun masuk ke dalam sebuah kafe kecil. Mereka masing -masing membaca menu.

" Apakah kalian siap memesan?" Seorang pelayan datang dan bertanya pada mereka.

"Aku pesen mi ama bubble tea"

"Aku nasi goreng sama es teh manis"

"Onigiri dan matcha"

" Aku pesan dimsum dan teh susu" sang pelayan mencatat pesanan mereka.

"Baiklah. Pesanan anda akan segera sampai"


"Jadi habis ini mau ke mana?" Tanya Nesia begitu mereka keluar dari kafe.

"Gimana kalo kita shopping?" Usul Taiwan yang mulai dapat ide-ide aneh.

"Eh… Tapi aku gak suka shopping" Nesia nolak Taiwan.

"Ayo lah! Mau ke toko yang di pojok itu gak? Lumayan tuh! Lagi obral!" Taiwan melancarkan jurus terhebatnya, matasuperimutkawaiidesu.

"Eh.t..tapi" Nesia mulai bimbang saudara-saudari!

"Yok! Aku mau cari jaket baru ama sepatu."

"Kamu mau cari sepatu yang gimana? Kamu bukannya kemarin baru beli sepatu?"

"Itu kan boots! Aku mau cari flats!"

"Kan kamu juga udah punya banyak flats!"

"Itu kan model polos…"

Sementara para cewek jalan di depan, para cowok jalan di belakang….

"Oi, Japan"

"Hm?" Japan menoleh ke arah Hong Kong.

"Kamu ngerti ga cewek-cewek pada ngomong apa?" Tanya Hongkong, yang dari tadi ga ngerti tentang apa yang diomongin Taiwan.

"Eh," Japan

"Pasti kamu juga ga tau ya?"

"Iya.." Desah Japan.

"OY! COWOK-COWOK! BENGONG AJA!" Sebuah teriakan dari Nesia berhasil mengambil perhatian mereka. Para cowok baru nyadar, mereka ternyata berhentinya pas di tengah jalan raya. Entah bagaimana mereka bisa nyasar ke sana.

"WOYY! AWAS!"

"JANGAN BENGONG! CEPETAN LAH!"

"AWAS ATO GUE GEPENGIN LOE!"

Hong Kong dan Japan langsung buru-buru lari ke trotoar sebelum mereka digepengin sama para penyetir yang udah siap-siap menjalankan mobil mereka.

"Kok kita bisa ya tiba-tiba di tengah jalan?" Tanya Hongkong, yang notabene masih bingung.

"A…ku…hh..ju..ga…...bin…gh….ung" Jawab Japan dengan terengah-engah karena, maklum lah. Umur dia kan udah 2xxx tahun. (Author dilempar pake geta)


Mereka pun sampai ke toko yang dimaksud tadi. Taiwan langsung menyeret Nesia sedangkan sang gadis hanya pasrah dan membiarkan dirinya diseret.

"KITA KETEMUAN DI KAFE TADI YA!" Teriak Taiwan sebelum ia dan Nesia masuk ke dalam toko.

"Jadi-" Mulai Hongkong.

"Mau ke toko buku? Kebetulan aku mau beli manga baru."

"Hentai ya?" Hong Kong langsung nembak.

"eerrmm..."

'KETAUAN!' pikir Japan.

"Ya udahlah. Toh ga ada kerjaan lain" Dan mereka pun masuk ke toko buku-yang-kebetulan-ada-di-samping-toko-tadi.


"Kalian ngebeli sebanyak itu!" Mata Hong Kong dan Japan melebar begitu melihat semua barang yang ditenteng Taiwan. Jumlah berkisar 11-20 tas belanja.

"YA IYALAH!" Hanya jawaban dari Taiwan, sedangkan Nesia hanya mengekor sambil berjalan lemas. Maklum dia disuruh eh dipaksa ngebeli bebagai dress dan high-heel. Padahal senengnya make baju T-shirt ama sepatu sneakers.

'Ntar sampe kamar harus gw bakar!' batin Nesia yang sibuk merecanakan kematian baju-baju tadi.