Tittle :
Between Us
Cho kyuHyun, Kim KiBum
Warning
GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya.
Don't like Don't read, that SIMPLE.
[~Lizz_L_L~]
" Bila kita sudah kehilangan sebuah tujuan untuk hidup masihkah ada alasan lain agar kita masih tetap bernafas, bagi seorang pangeran yang sudah kehilangan sang putri maka saat itulah akhir dari segalanya, begitupun denganku...tanpamu aku mati, Cho KyuHyun"
Seoul, 2025.
" hentikan...apa kau gila kibum?! Apa begini caramu untuk membalas semua yang kyuhyun lakukan padamu, berhentilah menyiksa dirimu sendiri, kim kibum" teriak yesung marah dengan sikap keras kepala kibum. Kibum bahkan terlihat sangat kacau. dia memutuskan berhenti bersosialisasi, berhenti makan dengan teratur, berhenti mandi, berhenti perduli dengan hidupnya dan bahkan tak mengurus dirinya sendiri dengan baik.
Kibum tak mengubris apapun yang di katakan yesung. Sementara matanya fokus pada tabung-tabung silinder yang ada di tangannya dengan berbagai cairan berwarna aneh.
" apa yang akan kau lakukan dengan cairan itu, apakah benda itu bisa membuat kyuhyun kembali hidup, apa kau sudah gila?! Apa kau sudah kehilangan pikiranmu hah...jawab aku kim brengsek" murka yifan menatap marah ke arah kibum dengan urat-urat yang mulai menyembul di pelipisnya. Saat mendengar ucapan menusuk yifan gerakan kibum terhenti, sungguh kibum sangat berharap jika memang tuhan dapat mendengarnya maka itulah yang kibum inginkan. Kibum hanya ingin kyuhyunnya hidup kembali.
" ya aku memang sudah gila Yifan...aku berharap dengan cairan ini aku dapat mengubah takdir kyuhyun...aku tak akan berhenti meskipun aku harus mati" ucap kibum kemudian mengalihkan fokusnya menatap yifan dengan tatapan dingin yang sulit di artikan, bahkan manik gelapnya itu terlihat tertutup oleh kantung mata yang berwarna hitam nyaris keunguan, terlihat cambang mulai muncul di wajah tirus kibum yang terlihat sangat tidak terurus entah sudah sejak kapan kibum berubah menjadi seperti itu. Bukan, kibum berubah menjadi seorang ilmuwan gila sejak kematian kyuhyun dan sangat terobsesi untuk membuat portal yang bisa membawanya agar bisa kembali ke masa lalu.
" lalu apa yang akan kau lakukan jika hal itu berhasil, brengsek...?!" umpat yesung tak sabar menatap kesal sekaligus khawatir kepada pemuda datar yang sungguh terlihat kacau yang ada di depannya itu.
" apa kau akan kembali ke hari dimana kyuhyun kecelakaan, apa kau ingin melakukan hal itu hah...kibum sadarlah itu tidak akan mungkin, alat ini belum sempurna kau akan membunuh dirimu sendiri karena efek radiasinya, berpikirlah kibum kyuhyun pasti tidak menginginkan kau hidup seperti ini" ucap yesung seraya menguncang bahu kibum berniat menyadarkannya dari pikiran tidak warasnya kibum hanya bisa menunduk putus asa. Sementara itu yifan menatap kibum dengan raut wajah yang sulit di artikan. Yifan merasa kasian dengan pemuda datar itu tapi di saat yang bersamaan dia juga ingin menonjok wajah seorang kim kibum dengan sangat keras.
" tidak...aku ingin kembali ke masa lalu untuk melenyapkan diriku sendiri yesung, aku akan mencegah diriku agar tidak bertemu dengan kyuhyun, aku akan menjauhkan kim kibum dari hidup cho kyuhyun, kalau memungkinkan aku akan membunuh diriku sendiri untuk ku tukar dengan kehidupan kyuhyunku" bisik kibum dengan suara seraknya, kini matanya terlihat berkaca-kaca menampilkan keputus asaan.
" kau gila...kau sudah kehilangan otakmu kibum" ucap yesung menatap kibum tak percaya dengan jawaban dari pemuda datar yang dulunya adalah laki-laki tangguh tapi kini yang terlihat di matanya hanya seorang laki-laki sekarat yang terlihat menyedihkan. Bahkan yifan tak bisa mengatakan apapun saat mendengar penuturan kibum tentang pemikiran gila si datar menyedihkan itu, tanpa sanggup di tahan yifan berjalan menghampiri kibum menyeretnya kasar dan menonjok rahang kibum keras dengan air mata yang mulai berderai di netra coklatnya. Yifan ingin menyadarkan kibum dari kegilaan otaknya sendiri.
" kau...berhentilah bersikap memuakan, kim kibum" raung yifan berteriak marah sekali lagi menonjok kibum hingga tubuh lemah kibum jatuh terjengkang ke belakang. Kibum bahkan tak berniat untuk membalas pukulan yifan dan hanya pasrah saja saat menerimanya, seolah membenarkan jika dirinya memang terlihat memuakan dan menyedihkan.
" lalu...katakan..katakan padakau, yifan apa yang harus aku lakukan dengan hidupku saat ini tanpa kyuhyun, katakan padaku bagaimana caranya aku bertahan hidup tanpa harus kehilangan kewarasanku tanpa kyuhyunku" isak kibum tergeletak di lantai dengan darah yang keluar dari sudut bibirnya yang pecah dan mulai menangis sesenggukan.
Yesung dan Yifan melihat Kibum dengan tatapan nanar, mereka sama sekali tak bisa menjawab sebuah pertanyaan sederhana yang di lontarkan kibum padanya, bahkan mereka juga tak tau caranya bertahan hidup tanpa kyuhyun. sampai saat ini Yesung dan Yifan hanya mencoba berpura-pura menjadi kuat.
[~Lizz_L_L~]
Seoul, 2016.
Kedua pemuda itu terdiam menatap kyuhyun yang kini makan dengan lahap tanpa sadar jika kedua pemuda itu tengah menatapnya intens. Yesung dan Yifan saling melirik cemas melihat gelagat aneh kyuhyun hingga tadi yang masih menangis dan meraung-raung menyedihkan kemudian terdiam dan tertawa keras setelahnya mirip seperti orang gila yang menertawakan sikapnya sendiri yang terlihat sungguh mirip seperti idiot berpengalaman dan kemudian dengan sikap santainya mengajak Yesung dan Yifan yang saling melempar tatapan aneh padanya namun dengan cuek Kyuhyun melengang santai kembali ke arah restoran tempatnya tadi, kemudian duduk manis di kursinta masih dengan mata sembab dan memakan lahap makanannya seolah tak pernah terjadi apa-apa. Kyuhyun memang aneh tapi Yesung dan Yifan tak pernah mendapati sikap Kyuhyun yang terlihat sangat membingungkan sekaligus mengkhawatirkan seperti ini dan tiba-tiba saja menangis tanpa alasan yang jelas.
" hei...kyu, kenapa kau tiba-tiba, menangis seperti itu tadi?! Apa ada yang menganggumu?!" tanya Yifan lembut menatap kyuhyun yang sudah kembali tenang seraya memakan makanannya. Yesung hanya diam saja mengawasi setiap gerak-gerik kyuhyun, bahkan yesung sendiri sangat penasaran dengan alasan kyuhyun menangis dengan sangat histeris tadi.
" tidak ada yang mengangguku!" jawaban Kyuhyun membuat Yesung dan Yifan mengernyit aneh, sungguh mereka tak mengerti dengan maksud kyuhyun, kalau tidak ada yang menganggunya kenapa dia menangis seolah ada orang jahat yang berniat menodainya. Lalu jika tidak ada yang menganggu kyuhyun apa alasan gadis itu menangis dengan sangat menyedihkan tadi.
" apa ada yang melecehkanmu, Kyu?!" tanya Yifan untuk yang ke sekian kalinya berusaha mengorek keterangan dari Kyuhyun masih berusaha mempertahankan nada lembutnya.
" Tsk...sudah berapa lama sih kalian kenal aku, masa tidak sadar-sadar jika aku ini memang sudah aneh sejak lahir, menyebalkan sudah jangan tanya, makan saja lalu kita pulang!" sentak kyuhyun entah kenapa tiba-tiba merasa kesal dengan pertanyaan yang di lontarkan Yifan padanya. sesungguhnya kyuhyun juga tidak tau alasannya kenapa dia menangis seperti itu makanya dia sangat kesal karena tak bisa menjawab pertayaan sederhana yang di tanyakan Yifan padanya.
" Tsk...kau ini jawab yang benar jika orang bertanya, kyu...tak taukah kau jika kami mencemaskanmu!" sebal Yifan menatap kyuhyun yang balik menatapnya dengan tatapan aneh.
" apa?!" tanya yifan tak mengerti dengan tatapan kyuhyun yang di lemparkan padanya.
" memangnya siapa yang mengatakan padamu jika kau ini adalah orang, kau itu tiang dasar bodoh" ucap kyuhyun santai dan tersenyum kecil setelahnya saat mendapatkan teriakan bernada tak terima dari Yifan yang di katai tiang itu. Mendengar godaan Kyuhyun pada Yifan tak pelak membuat Yesung juga menyunggingkan seulas senyum tipis di bibirnya.
[~Lizz_L_L~]
Samar-samar terdengar suara gemericik air dari dalam sebuah kamar mandi yang pintunya tidak sepenuhnya tertutup rapat itu. Di sana di dalam bathup terlihat seorang laki-laki yang berusia sekitar dua puluh enam tahunan menatap ke arah depannya dengan tatapan kosong penuh kesedihan, merendam sebagian tubuhnya yang terlihat sedikit memerah karena terlalu lama berendam di dalam air panas. Tampak setitik butiran air yang jatuh dari ujung-ujung surai kelamnya. Meskipun terlihat jelas gurat kesedihan yang tercetak jelas di wajahnya namun seulas senyum kelegaan tak lama terlihat menyembul dari bibir pucatnya.
" aku sangat merindukanmu, Kyu...syukurlah kau masih baik-baik saja" ucapnya penuh syukur dan butiran air itu meluncur bersama dengan air matanya yang menetes tanpa bisa di cegah.
" maafkan, aku jika keputusan egoisku ini akan menghancurkan masa depanmu, maafkan keegoisanku karena aku tak bisa membiarkanmu mati karenaku, maafkan aku yang terlalu mencintaimu" bisik seorang kim kibum yang kembali menengelamkan kepalanya ke dalam air hingga seluruh tubuhnya tak tampak.
Ddrrrttt
Ddrrrttt
Ddrrrttt
Kibum kembali menyembulkan kepalanya saat mendengar getaran kecil samar dari arah kamar tidurnya. Perlahan kibum bangkit berdiri membiarkan tubuh polosnya yang terbentuk tampak terekspos sempurna dalam pantulan cermin yang ada di dalam kamar mandinya. Kibum mengambil sebuah handuk besar dan melilitkan di pingangnya dan berjalan pelan keluar dari kamar mandi menuju tempat tidur ukuran king size itu menatap benda kecil berbentuk persegi yang bergetar hebat di sana.
Kibum memperhatikan sebuah wajah di layar ponsel pintarnya yang berkedip-kedip. Dengan tatapan datar kibum menekan tombol answer dan munculah sebuah hologram yang berpendar besar di atas ponsel pintarnya yang memperlihatkan dua buah wajah cemas dan kesal dua orang pemuda berwajah tampan di sana.
" yak...Kim Kibum kau ada di mana sekarang, kami memeriksa labmu dan mendapati semua barang-barangmu kosong di sini, jangan katakan jika kau sudah pergi dari sini?!" tanya Yifan mengeram kesal.
" Kibum, katakan apa kau sudah tidak ada di tahun 2025 saat ini?!" susul Yesung yang bertanya dengan nada tenang. Kibum menatap kedua teman sekaligus rivalnya itu dengan tatapan sendu.
" Kim Yesung, Wu Yifan...maafkan aku, aku akan segera mengakhiri semua kegilaan ini, mungkin jika ini sudah berakhir kalian tak akan bisa bertemu dengan si perusak menyebalkan dan si datar dingin kim kibum, aku titip kyuhyunku pada kalian dan jaga dia baik-baik" ucap kibum menjawab serta menatap teman sekaligus rivalnya dengan tatapan menyakitkan kemudian mematikan sambungan ponsel pintarnya seraya melepas baterainya.
Kibum mendesah setelahnya, dia sungguh lelah.
" hei...kim kibum, apakah kau mampu membunuh dirimu sendiri, apakah dengan hal itu kau bisa membuat Kyuhyun bahagia?!" tanyanya pada dirinya sendiri, Kibum masih tidak yakin jika keputusannya ini akan berakhir baik untuk Kyuhyunnya.
" jika aku tidak bisa hidup dan nyaris gila tanpamu, apa kau juga akan baik-baik saja tanpaku, Cho Kyuhyun?!" tanya kibum pada udara kosong di sekitarnya seraya mendesah pasrah.
Dan asal sekedar tau saja bahkan sebelum Kyuhyun mengenal Kibum secara langsung tanpa sengaja keberadaan kibum telah banyak mempengaruhi seorang Cho Kyuhyun dengan sangat, meskipun Kyuhyun tidak langsung menyadarinya namun sebagian dari hati dan tubuhnya mampu merasakan kehadirannya, mungkin itulah penyebab kyuhyun menangis dengan histeris tempoh hari, bahkan kyuhyun sendiri tidak bisa mendefinisikan perasaan setelah pertemuanya dengan kibum yang datang dari masa depan.
[~Lizz_L_L~]
" Yifan, Yesung...ya tuhan kalian ada di mana?! Gyaaaa..." teriak kyuhyun nyaring saat seorang siswa dari sekolah lain jatuh terjerembab tepat di depannya.
Nafas Kyuhyun seraya berhenti mendadak saat melihat ratusan siswa dari sekolahnya dan sekolah Paran hight school terlibat tawuran dengan sangat sengit, sekolah tepat di mana seorang kim kibum menuntut ilmu.
" sialan sekali si tiang dan si kura-kura bodoh itu, kenapa mereka melibatkanku dalam tawuran ini, ya tuhan...aku pasti mati" ucap panik kyuhyun seraya berjongkok dan merayap dari sudut ke sudut berusaha melepaskan dirinya dari teritory sekitar area tempat yang di jadikan ajang tawuran itu.
" awas saja jika aku mati di sini aku tak akan mengampuni kalian dan aku akan menghantui dan menyeret kalian untuk pergi ke neraka bersamaku, gyaaaa...astaga, sialan kau mengagetkanku brengsek" umpat kyuhyun terduduk kaget saat sebuah tubuh siswa dari Paran hight School jatuh di depannya dan dengan gerak reflek kyuhyun menendang wajah si siswa sial itu hingga dia jatuh terjengkang dan pingsan seketika karena tendangan mautnya, bahkan kyuhyun tak memperdulikan jika celana dalamnya terlihat di balik rok mininya.
" sial...sial...ayo kyu, kali ini kesempatanmu meloloskan diri atau tidak sama sekali, biar saja si tiang dan kura-kura bodoh itu mati sekalian" ucap kyu menyemangati dirinya sendiri dan menyumpai kedua temannya kemudian saat dirinya melihat celah terbuka untuknya meloloskan diri dari tawuran antar geng dua sekolah itu.
Kibum yang ikut terlihat dengan tawuran itu sempat melirik sesekali pada Kyuhyun yang terlihat mengambil ancang-ancang hingga sebuah balok kayu besar melayang ke arah kepala kyuhyun membuat Kibum sedikit terkesiap kaget dan reflek berlari ke arah Kyuhyun namun belum sempat Kibum mencapai tempay dimana Kyuhyun berdiri seorang laki-laki yang separuh wajahnya tertutupi hoodie datang dan melesat begitu saja merengkuh tubuh Kyuhyun dalam pelukannya membuat balok besar itu menghantam kepala sang laki-laki asing, laki-laki asing itu sedikit terhuyung seraya mendongakan kepalanya ke arah kibum dan.
Deg
kibum terdiam seakan membeku saat manik gelapnya bertabrakan dengan manik gelap milik sang laki-laki asing itu yang menatapnya dingin. Sebelum pergi laki-laki asing itu mengerakan bibirnya ke arah kibum dan menjauh dari area tawuran sambil menyeret tubuh sang gadis yang wajahnya sedikit memucat itu.
" sialan...siapa dia?!" tanya kibum geram sendiri.
" kibum awas belakangmu?!" teriak eunhyuk keras memperingatkan Kibum menoleh dan dengan cepat melayangkan tendangannya untuk melampiaskan rasa kesalnya. Entah kenapa saat melihat gumaman laki-laki berwajah mirip sepertinya dan lagi-lagi datang dan menyelamatkan seorang gadis yang sampai saat ini masih tak di ketahui siapa sang gadis itu membuat Kibum kesal setengah mati.
" menyingkirlah dan jangan mendekatinya atau kau mati"
Itulah kira-kira yang di katakan laki-laki asing itu pada kibum yang terdengar sarat akan ancaman membuat Kibum sedikit mendengus tidak suka.
[~Lizz_L_L~]
Kyuhyun terus berlari dengan tangan yang saling bertaut dengan laki-laki asing yang telah menyelamatkannya itu hingga mereka sampai di sebuah taman sepi. Kibum melepaskan tautan tangannya dengan tangan Kyuhyun melangkah sedikit menjauh dan memuntahkan cairan kekuningan dari mulutnya membuat Kyuhyun bergegas menghampirinya dengan raut wajah khawatir.
" ajushii, kau tidak apa-apa, astaga kepalamu berdarah" pekik Kyuhyun menatap cairan merah kental berbau besi itu yang meleleh dari belakang kepala hingga ke leher Kibum.
" aku tidak apa-apa kyu!" jawab Kibum dan langsung ambruk setelahnya dengan sigap Kyuhyun menangkap tubuh besar Kibum hingga menengelamkan tubuh kecil gadis berusia enam belas tahun itu yang tampak sangat kesusahan menahan berat tubuhnya dan tubuh Kibum.
" jangan menangis?! Aku mohon jangan menangis" bisik Kibum dengan nada lemah dan sorot yang menyenduh menatap gadisnya yang kini malah menangisinya dan perlahan dunianya semakin mengelap bahkan teriakan histeris Kyuhyunpun tak mampu di dengarnya lagi.
" siapa saja, tolong kami...aku mohon..." teriak Kyuhyun panik seraya sedikit terisak mengamati wajah pucat Kibum yang kini sedikit ternoda darahnya sendiri.
Cepat kyuhyun merogoh saku jas sekolahnya mengambil benda persegi dan mendial nomor rumah sakit terdekat.
" sialan...kenapa di saat begini aarrrgghhh brengsek" umpat kyuhyun saat mendapati suara operator yang mengatakan jika pulsanya habis, cepat kyuhyun merogoh saku dan kantong kibum mencoba mencari ponsel laki-laki asing yang telah menyelamatkannya itu dan dapat segera kyuhyun mendial nomor rumah sakit terdekat. Tak berapa lama mobil ambulance sampai di taman tempat Kyuhyun dan kibum berada. Dengan sigap petugas rumah sakit mengangkat tubuh Kibum dan membaringkan di tandu dan membawanya ke arah mobil ambulance.
" sebaiknya kau ikut nona" ucap sang petugas. Tanpa di suruh dua kali Kyuhyun bergegas memasuki mobil dan langsung menuju rumah sakit.
" maaf nona, anda bisa mengurus administrasinya dulu sementara kami menangani pasien" ucap salah seorang suster setelah kedatangannya lima menit yang lalu sementara kyuhyun hanya mengangguk-angguk dengan mata yang bergerak liar menuju ruang gawat darurat di mana Kibum sedang di tangani.
" tenang saja kami akan mengusahakan yang terbaik untuknya" ucap sang suster menenangkan saat mengetahui kecemasan yang tercetak jelas di wajah Kyuhyun dan setelahnya dia bergegas pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih mematung di tempat seraya mendesah pelan.
" aish...bagaimana caranya aku membayar, aku tak memiliki uang sedikitpun" melas Kyuhyun, namun setelahnya sebuah bola lampu terlihat menyala terang di otaknya, kemudian dia merongoh saku jasnya seraya mengeluarkan dompet Kibum yang tak sengaja di ambilnya saat mencari ponsel laki-laki itu.
" Astaga...aku bahkan tak pernah melihat uang sebanyak ini" guman kyuhyun takjub saat mendapati dompet tebal kibum yang berisi banyak uang tanpa menunggu kyuhyun bergegas melangkahkan kakinya menuju bagian administrasi sampai saat ponsel dalam sakunya bergetar ringan, langkah kyuhyun berhenti dengan tangan yang merongoh sakunya mencari keberadaan sang ponsel. Kyuhyun sedikit tertegun saat mendapati sesosok wajah yang amat sangat di kenalinya dalam ponsel milik laki-laki asing yang tak di kenalinya itu.
" Yifan..." gumam kyuhyun sedikit heran kenapa bisa Yifan menelpon laki-laki asing itu, apa mereka saling mengenal. Tanpa pikir panjang kyuhyun menekan tombol answer namun hal mengejutkan lainnya terjadi di depannya hingga membuat ponsel yang di pengangnya terjatuh saat sebuah hologram pemuda tiang dan si kura-kura bodoh itu tampak di depannya dengan begitu nyata.
" Kyuhyun..." kaget keduanya yang bahkan tak menyangka jika yang akan menjawab panggilannya adalah Kyuhyun, gadis yang kini menatapnya diam terpaku dengan ekspresi yang sama terkejutnya seperti mereka.
TBC
