Too Late for Sorry...

Author :

.

Deer Luvian

.

Main Cast:

.

Byun Baekhyun (GS)

Park Chanyeol

.

Other Cast:

.

Lu Han (GS)

Kim Jongin

Do Kyungsoo (GS)

Kim Joonmyeon

Byun (Jung) Daehyun

Jung Ilhoon

.

Genre:

.

Hurt/Comfort, drama, angst

.

Rated:

.

T-T+

.

Lenght :

.

multi chapter

.

*Disclaimer:

Semua cast yang saya pakai sepenuhnya milik Tuhan Yang Maha Esa. Dilahirkan oleh kedua orang tua masing-masing dan dibesarkan oleh agensi mereka. SM Ent, maupun yang lainnya. Jalan cerita, ide cerita dan segalanya yang berkaitan dengan cerita sepenuhnya milik author. Kalaupun ada kesamaan cerita saya mohon maaf sebesar-besarnya.

This original stories is mine with pairing before WooGyu and I posted on Asianfanfics so If u feel that u've been read it, please bear it! I just re-make my own stories. Thanks for your attention..

This is genderswitch for several cast.

With pairing ChanBaek slight! KaiBaek, ChanLu, HunHan.

Please don't bash! Don't plagiat!

DLDR

.

AU! OOC! GS!

.

Thanks!

.

Summary:

Baekhyun hanyalah seorang istri yang terlalu lama merasakan gesipitn di hati. Beberapa saat ia tahan dengan sikap Chanyeol yang terus mengumbar kemesraan dengan Lu Han. Awalnya ia sanggup menahan namun lama kelamaan ia memilih mengakhiri semua. Bagaimana dengan Chanyeol? Apa dia akan tetap sama setelah kepergian Baekhyun?

.

.

Happy Reading ^^,

.

.

Chapter 2

.

Sentuhan-sentuhan membelai kulit Baekhyun. Membuat sang empunya menggeliat kecil lalu memaksa mata sipitnya membuka. Setelahnya ia mengucek matanya pelan dan bangkit dari tidur.

Ternyata Byun Daehyun, adik kesayangan membangunkannya dari lelah hari kemarin. Senyum ia lemparkan untuk pertama kalinya menyapa Daehyun hari itu. Sedikit malas, Baekhyun duduk di tepi tempat tidur lalu menatap kosong Daehyun.

"Noona, aku lapar... buatkan aku sarapan.." rajuk Daehyun seketika mata sipit Baekhyun telah membuka seutuhnya.

Kemudian Baekhyun bangkit dari duduknya. "Eum, tunggulah sebentar. Aku akan ke kamar mandi dulu." Baekhyun mengusap rambut Daehyun.

Lantas lengkungan dengan gigi yang tertata rapi muncul dari wajah tampan Daehyun. Ia mengangguk antusias dan mengikuti langkah Baekhyun dari belakang.

Baekhyun bersyukur memiliki adik yang sayang kepadanya dan mau menemaninya saat merasa kesepian seperti saat ini. Seringkali Daehyun menemani Baekhyun saat Baekhyun merasa dirinya kesepian, meskipun terkadang waktu itu ada Chanyeol di rumah. Seringnya Daehyun tinggal di rumah itu tak membuatnya lantas tahu dan mengerti bahwa ada sesuatu di balik rumah tangga Noona-nya. Karena Chanyeol paham kapan ia akan membawa kekasihnya ke rumah, kapan ia akan bermanja-manjaan dengan Baekhyun dan kapan ia akan meninggalkan Baekhyun untuk kekasih lainnya.

Berbagai macam makanan telah tersedia di atas meja makan. Di tepi meja duduk manis Daehyun yang sedari tadi menunggu sarapannya dengan wajah tak tenang. Lantas bibirnya mengembang sepenuhnya saat makanan itu siap untuk disantapnya.

"Ayo sekarang dimakan. Katanya kau lapar.." Baekhyun mengambilkan makanan untuk Daehyun.

"Terima kasih Noona..." Daehyun menerima makanan yang diulurkan Baekhyun.

Baekhyun tersenyum melihat adiknya dengan lahap memakan makanan yang ia masak. Ingin membuat suasana lebih hangat Baekhyun melontarkan pertanyaan kepada Daehyun seputar kisah cintanya. Soalnya, Baekhyun lama tak mendengar cerita dari Daehyun.

"Daehyun-ya, siapa sekarang kekasihmu?"

Daehyun yang tengah fokus mengunyah makanan mendongakkan wajahnya dan memandang Baekhyun sebentar. "Eum, aku belum punya kekasih."

Kedua alis Baekhyun menaut, "Kenapa? Apa kau masih mencintai Yoo Jiae? Kemana dia sekarang?"

"Dia ada di Kanada, sepertinya dia tidak lagi mencintaiku." Daehyun menghentikan sesaat makannya lalu mulai berkata lagi.

"Noona, aku ingin mencari istri sepertimu. Kau baik, pandai memasak, perhatian dan sayang kepada keluarga."

Bibir tipis Baekhyun mengukir senyum dalam penuh arti. Ia senang mendengar sang adik membanggakannya.

"Tapi aku juga ingin menjadi suami seperti Chanyeol hyung.." Lanjutnya dan sontak membuat Baekhyun terkejut.

Ingin seperti Chanyeol? Tak mengerti apa yang Daehyun maksudkan, Baekhyun membelalakkan mata sipitnya dan memandang Daehyun seakan meminta untuk dijelaskan.

Sebelum Daehyun melanjutkan pernyataannya, lebih dulu kekehan keluar dari bibirnya.

"Chanyeol hyung sangat mencintaimu noona, dia selalu bersikap manja, selalu memberikan perhatian kepadamu dan sangat berbakti kepada orang tua.."

Sekejap hati Baekhyun mendesir perih, ia tak menyangka adik yang ia sayangi ingin seperti Chanyeol dengan alasan yang sangat bertolak belakang dengan kenyataanya. Memang kenyataannya Daehyun tak tahu apa-apa tentang Chanyeol. Yang selama ini Chanyeol tampakkan didepan semua orang hanyalah wujud lain dari Chanyeol yang jauh berbeda dari sifat aslinya.

Ingin rasanya Baekhyun mengatakan bahwa Chanyeol tak seperti apa yang Daehyun katakan. Namun, lidahnya terasa kelu, membeku saat itu juga. Hati kecilnya ingin mengungkapkan semua sakit yang selama ini ia rasakan, tetapi akalnya mengatakan hal lain. Sekilas bayangan Chanyeol terputar di benak Baekhyun. Perjanjian yang ia lakukan dengan Baekhyun tidak mungkin harus ia hancurkan saat itu juga. Meski ia harus menanggung semua kesakitan yang Chanyeol berikan.

"Tapi aku tak mau sifat Chanyeol hyung yang sangat maniak kerja itu.." Lanjut Daehyun.

Baekhyun tersenyum, "Jangan jadi orang lain, jadilah dirimu sendiri Dae-ya. Istrimu akan menerimamu apa adanya kalau ia memang mencintaimu.."

"Eum, aku mengerti.." Daehyun kembali mengunyah makanannya.

Sejujurnya, Chanyeol tak pernah memperlakukan Baekhyun dengan buruk. Ia masih peduli dengan Baekhyun, setidaknya ia menghargai kehadiran Baekhyun di hidupnya. Ia merasa bahwa Baekhyun memang berjasa untuknya. Tetapi, ia juga tak bisa memungkiri bahwa cinta yang selama ini ia harapkan ada di antara mereka nyatanya tak sedikitpun menghampirinya. Bukannya tidak mencintai Baekhyun namun lebih ke belum mencintai Baekhyun. Mengapa? Chanyeol juga masih ragu menjawabnya. Bila ditanya apakah ada kemungkinan ia akan mencintai Baekhyun, jawabnya hanya 'Aku tidak tahu itu. Sekarang aku masih mencintai Luhan dan berharap ini berlanjut sampai jauh.'

.

.

.

~DeerLuvian~

.

.

.

Tangannya memegang selang air dan menggerakkannya ke seluruh tanaman yang berjejer rapi di sekitar pagar bata tinggi itu. Siulan lirih mengalir lembut dari bibirnya, terkadang alunan lembut suara Baekhyun mengiringi aktivitasnya saat ini. Untuk menghilangkan kejenuhannya sehari-hari, Baekhyun memilih merawat berbagai tanaman di taman yang tak bisa dibilang sempit. Cukup luas, bahkan bisa digunakan untuk bermain bola.

Baekhyun memang memilih tinggal di rumah daripada harus bekerja satu kantor dengan Chanyeol di pesipithaan yang Chanyeol pimpin sekarang. Bukannya bisa lebih dekat dengannya kalau satu kantor? memang, tapi itu akan semakin membuat Baekhyun sakit hati. Direktur Utama perusahaan itu selalu bersama-sama dengan sekertarisnya yang tak lain adalah Luhan. Bahkan ada selentingan di kalangan pegawai kantor bahwa bos mereka memiliki hubungan khusus dengan sekertarisnya setelah menikah. Tapi bukan Chanyeol namanya kalau tidak menampik itu semua. Berdalih karena pekerjaan kantor semua tertutupi dengan sangat rapi.

Bibir tipis Baekhyun mengulas senyum berulang kali, mata sipitnya menatap sayang bunga-bunga yang ia tanam di musim semi ini. Detik-detik berlalu, terdengar suara teriakan memanggil namanya.

"Baekhyun noonaaaaa..."

Merasa dipanggil namanya, Baekhyun menoleh kearah suara. Didapatinya seorang lelaki yang lebih pantas dipanggil bocah menghampirinya dengan cengiran menari di wajahnya.

"Baekhyun noonaaa..." panggilnya lagi setelah sampai di depan Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, "Ilhoonie...Kau mau berangkat ke kampus?" Mata sipit Baekhyun memperhatikan penampilan bocah tampan itu.

"Eum, aku mau berangkat kuliah noona. Noona sedang apa?" Ilhoon celingukan melihat sekitar Baekhyun. "Noona menanam bunga lagi?" Tebak Ilhoon langsung mendapat anggukan dari Baekhyun sebagai jawabannya.

"Eoh, terus Chanyeol hyung kemana? Sudah berangkat kerja yaa?"

"Dia sedang ada tugas ke Jepang, Hoonie. Kenapa? Kau kangen dengannya?" canda Baekhyun.

Yang digoda hanya terkekeh kecil. "Aku tidak pernah kangen dengan Chanyeol hyung. Aku kangennya hanya denganmu noona." lagi, cengiran muncul dari bibirnya.

"Kau ini! Sudah berangkat sana. Nanti kau telat."

"Ah iya, aku hampir saja telat. Aku berangkat dulu ya noona. annyeong.." Ilhoon melambaikan tangannya lalu berbalik.

"Iyaa, hati-hati.." Pesan Baekhyun sebelum Ilhoon menjauh darinya. Namun sesaat kemudian Ilhoon berbalik.

"Noona! Aku akan main ke rumahmu pulang nanti... annyeong!" teriak Ilhoon dari jauh seraya melambaikan tangannya.

Kepala Baekhyun mengangguk cepat dan melambaikan tangannya.

Berjam-jam sudah berlalu begitu saja. Baekhyun telah selesai menyelesaikan pekerjaan rumah yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh seorang pembantu rumah tangga yang ia sewa. Namun semenjak hubungan Baekhyun dengan Chanyeol tidak lagi harmonis, mereka memilih untuk tidak memakai jasa pembantu rumah tangga sehingga rumah sebesar itu harus Baekhyun bersihkan sendiri. Ya walaupun hanya beberapa hari sekali kalau memang sudah tak membuatnya nyaman.

Kini Baekhyun duduk melihat layar lebar di depannya, tangannya menekan tombol remmote yang sedari tadi dipegangnya. Mencari-cari tayangan yang sekiranya menarik baginya. Berhenti di satu chanel, berubah di detik berikutnya. Bosan melanda Baekhyun jika harus terus seperti ini. Sejenak ia melirik jam di dinding. Sudah pukul satu siang. Ia beranjak dari duduk malasnya dan berjalan ke dapur.

Tak ada kata bosan untuk Baekhyun kalau sudah menyangkut memasak. Baekhyun sangat berbakat dalam memasak dan itu juga salah satu dari kegemarannya dalam membunuh kebosanan. Teringat bahwa Ilhoon akan datang kerumah, Baekhyun berniat menyiapkan makan siang untuknya. Sudah menjadi kebiasaan Ilhoon datang sewaktu-waktu ke rumah Baekhyun tentunya setelah mendapat ijin dari sang empunya.

Belum sempat Baekhyun memotong sayur, bel rumah sudah berbunyi. Baekhyun meletakkan kembali pisau yang ia pegang dan berjalan ke arah pintu.

"Noona... aku datang..." Seru Ilhoon seraya memeluk Baekhyun. Baekhyun terlonjak kaget.

"Yaa! Jangan asal peluk dong.." bibirnya manyun sangat lucu membuat Ilhoon ingin mengikat bibirnya saat itu.

"Noona, kenapa kau selalu bersikap sok imut begini sih? Harusnya kan aku yang imut." Ilhoon mengikuti Baekhyun memanyunkan bibirnya.

"Hahahha, pasti kau yang paling imut Ilhoon-ah. Ayo masuk, noona akan buatkanmu makan siang." Baekhyun menggandeng tangan Ilhoon dan disambut Ilhoon antusias.

Ditemani Ilhoon yang dengan senang hati membantu Baekhyun memasak, membuat wanita berusia 24 tahun ini senang. Setidaknya ia masih di kelilingi orang-orang yang menyayanginya selain keluarga. Berbagai kata-kata Baekhyun diikuti Ilhoon dengan seksama. Ilhoon rupanya sangat telaten memperhatikan perintah Baekhyun sehingga sama sekali tak ada bentakan dari Baekhyun atas kerja Ilhoon. Senyum puas mengembang di wajah Baekhyun mengetahui bahwa Ilhoon juga pandai memasak.

"Noona, aku mau tanya padamu." Ujar Ilhoon yang masih mengupas kulit buah apel di tangannya.

"Eum?" tanggap Baekhyun pendek.

"Wanita yang sering bersama Chanyeol hyung itu siapa?"

Deg, Baekhyun mendelik mendengarkan pertanyaan Ilhoon. "Yang mana? Rekan kerjanya mungkin." Jawab Baekhyun setenang mungkin.

Ilhoon memanyunkan bibirnya lagi, "Masak iya kalau rekan kerja sangat mesra seperti itu?"

"Apa kau bilang mesra?" tatapan lembut Baekhyun berubah sekejap.

Menyadari perubahan tatapan mata Baekhyun, Ilhoon menunduk takut. "Ah, maaf noona. Aku tidak bermaksud memanasimu.."

"Aku hanya bertanya Ilhoon-ah. Kau tahu dari mana?" Baekhyun mencoba membuat Ilhoon kembali tenang.

"Emm, aku tahu saat makan siang di kafe sebelah kantor Chanyeol hyung. Aku melihatnya sangat mesra dengan wanita itu. Dia bertubuh kurus dengan mata rusa." Jelas Ilhoon.

Sejenak Baekhyun memikirkan kata-kata Ilhoon. Ia menduga bahwa itu memang Luhan. Lalu ia tersenyum, "Biarkan saja."

"Noona.. kau tak cemburu?" Ilhoon merasa aneh melihat Baekhyun hanya bersikap biasa saja.

"Buat apa? Toh Chanyeol masih sering pulang ke rumah dan bersikap manja seperti biasa." Sungguh, Baekhyun sangat hebat dalam menutupi kegelisahan hatinya.

Ilhoon hanya mengangguk-ngangguk saja. Ia tak ingin melihat noona kesayangannya itu menjadi kepikiran karena kata-kata yang ia ucapkan.

"Ah noona, ini sudah selesai..." pekik Ilhoon mengalihkan perhatian sambil menunjukkan pekerjaannya yang memang sudah selesai.

"Waaahhh, kau hebat Ilhoonie.. ayo bawa keruang tengah. Kita makan ini semua sambil lihat TV." Ajak Baekhyun dan disambut anggukan antusias dari Ilhoon.

Ruang tengah yang semula sunyi diisi gelak tawa menggelagar dari kedua manusia yang tak berhenti mengudarakan candaan. Mereka memang sangat akrab, Baekhyun menganggap Ilhoon seperti adik kandungnya begitu pula dengan Ilhoon. Apalagi Ilhoon tidak memiliki saudara sehingga ia sangat senang saat Baekhyun dengan sangat sayang memperhatikannya.

Gelak tawa itu belum berhenti malah semakin menjadi saat kedatangan Daehyun di tengah-tengah mereka. Sejenak segala kepenatan, kesedihan, kesakitan yang dirasakan Baekhyun hilang begitu saja. Berganti dengan hati yang ceria bersama orang-orang yang ia sayangi.

.

.

.

~DeerLuvian~

.

.

.

Hari demi hari terlewati dengan hati yang lebih tenang selama kepergian Chanyeol. Tetapi hari ini Chanyeol kembali dari liburannya di Jepang. Chanyeol pulang ke rumah bersama dengan Luhan yang terlihat kelelahan. Baekhyun memandang pemandangan miris itu, ia menggigit bibir bawahnya dan mata sipitnya terus memonitori gerak Chanyeol yang dengan sayang membopong tubuh lelah Luhan masuk ke dalam kamarnya. Untung Daehyun telah kembali ke Jeonju, jadi ia tak perlu harus menjelaskan kepada Daehyun apa yang mungkin ia lihat.

Tubuhnya seakan mematung seketika saat melihat Chanyeol keluar masuk kamar untuk memberikan kenyamanan bagi Luhan yang tengah terlelap tanpa menoleh sebentar kepada Baekhyun. Sedikit menahan perih Baekhyun mencoba bertanya.

"Apa Luhan baik-baik saja?"

Chanyeol berhenti dan menengok Baekhyun sekilas. "Eum, dia hanya kecapekan. Hanya butuh tidur saja." jawab Chanyeol dengan nada terburu.

"Oh.." Baekhyun hanya menjawab singkat karena tak tahu harus berkata apa lagi. Daripada harus melihat hal yang menyedihkan, Baekhyun berencana keluar rumah untuk mencari udara segar.

Setelah lama mencari udara segar di luar rumah, Baekhyun kembali lagi dengan tubuh yang kedinginan. Karena dengan bodohnya Baekhyun keluar rumah hanya menggunakan pakaian yang tipis. Tak tahan dengan kedinginan ia segera pergi ke dapur untuk mengambil air hangat. namun, sayup-sayup suara memaksanya untuk berhenti sejenak diruang tamu.

Ia terduduk lemas mendengar semua itu.. air matanya mengalir pelan.

"Yeolie, aku mau kau segera menikahiku.. aku tidak mau terus seperti ini.." rengek Luhan dengan suara yang sangat manja.

"Pasti, pasti aku akan menikahimu. Tapi aku belum bercerai dengan Baekhyun, dan kau juga tahu kan kalau aku tidak mungkin bercerai dengannya.."

"Aku tahu, terserah kau mau bercerai atau tidak aku ingin kau menikahiku secepatnya.."

"Iya..iya aku tahu, aku akan menikahimu nanti setelah berbicara dengan Baekhyun. Sekarang kau tidur saja ne, kau sepertinya sangat lelah.."

"Ahh, Chanyeolie, peluk aku.." suara Luhan terdengar merajuk membuat Baekhyun semakin panas.

Deras air mata menuruni pipi mulus Baekhyun. Kali ini pertahanan Baekhyun hancur seketika. Ia sudah tak sanggup lagi menahan semuanya. Dadanya sesak, tubuhnya bergetar, pikirannya kalut dan segala macam perasaan menyedihkan bercampur baur dalam dirinya.

Tak kuasa mendengar dan melihat kemesraan Chanyeol dengan Luhan yang semakin lama semakin menjadi, Baekhyun kembali melangkahkan kakinya menyusuri malam yang dingin tanpa menggunakan pakaian yang mampu membendung dinginnya malam. Kakinya terus membawanya pergi. Ia tak tahu ia akan pergi kemana. Tanpa tujuan yang jelas, Baekhyun menaiki sebuah bus yang ia sendiri tak tahu akan melaju kemana.

Satu setengah jam bus itu melaju yang ternyata membawa Baekhyun keluar Kota Seoul. Baekhyun tak memperdulikan lagi apakah ia pergi terlalu jauh atau tidak. Baginya sekarang yang penting adalah pergi sejauh mungkin dari hadapan orang-orang yang sewaktu-waktu akan menambah pesakitannya. Setelah bus itu berhenti disebuah halte, Baekhyun turun dari bus itu. Mata sipitnya mengedar sesaat, memperhatikan sekeliling yang sedikit asing baginya. Ia mencoba mengingat, apakah ia pernah datang kesana. Tetapi ingatannya mengatakan bahwa ia sama sekali belum pernah menginjakkan kakinya di Kota itu.

Bingung mau pergi kemana, Baekhyun hanya berjalan sesuai dengan kata hati. Kakinya bergerak menyusuri setiap jalan setapak dengan perintah hati dan akal pikirannya. Walaupun Baekhyun merasa aneh saat tiba di daerah itu. Diedarkannya lagi pandangannya mencari-cari tempat yang mungkin bisa ia singgahi. Suara gemericik air mengalir mengundangnya untuk mendekat. Lansung saja Baekhyun mendekat kearah suara.

Di tepi sungai yang lumayan sepi ini, Baekhyun duduk sendiri. Ia menatap kosong aliran yang seakan-akan memanggilnya. Dalam diamnya, memori-memori menyakitkan yang diberikan Chanyeol berputar teratur di pikirannya. Lagi, air mata Baekhyun terjun dari sudut mata sipitnya. Hatinya sangat sakit sekali, nafasnya terasa tak lancar, sesenggukan menghujani kesunyian di daerah itu.

Baekhyun menangis sangat keras, ia berteriak mengeluarkan semua unek-uneknya. Mengeluarkan semua kepedihan dan kekecewaan yang selama ini ia pendam. Bibir tipisnya mengucap semua umpatan-umpatan agar membuat hatinya tenang. Alih-alih ketenangan yang didapat, ia malah semakin kecewa..

"Aku harus bagaimana lagi Chanyeol? Aku harus bagaimana? sepertinya aku memang harus pergi dari hadapanmu untuk selamanya.."

Pikirannya telah buntu, tatapan matanya menyorot ke arah aliran sungai yang menghanyutkannya. Seolah-olah ada sesuatu yang melambai dan mengajaknnya untuk terjun. Beberapa saat Baekhyun memikirkan sesuatu, dan ia sudah sangat bulat dengan tekadnya. Tanpa ada sedikitpun keraguan, Baekhyun berdiri dan mendekati sungai yang terlihat cukup dalam dengan aliran yang deras. Sedetik berikutnya..

Byuuuurrrrr...

Baekhyun melompat kedalam sungai dan semuanya gelap...

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

Hallooo...

Waahhh, saya berterima kasih banyak loh responnya baik sekali...

Semoga ke belakang gak mengecewakan yaaa..

Ini FF remake jadi yaa isi cerita saya samain aslinya walau ada satu dua bagian yang dikurang atau ditambah sesuai dengan kebutuhan cerita..

Bagaimana kelanjutannya?

Silahkan tinggalkan review yaa..

Kalau responnya bagus lagi saya usahakan update cepet lagi.. :D
.

.

Oh yaa maaf kalau misal ada typos nama atau lainnya.

.

.

Sekali lagi silahkan tinggalkan reviewnya.

.

.

Oh yaa, ni FF enaknya di pindah kategori Exo Next Door ndak? Kalau iyaa, nanti aku pindah.. Jadi bagi kalian yang guest silahkan dicari di kategori itu..

Kan Exo sekarang ada kagetori sendiri.

.

.

Terima kasih sekali lagi buat kalian semua.

.

Exolovestephi – kintan – Tania3424 – azzura pryanka – gothiclolita89 – flamebaek – Wulan834 – popyanzz – galaxynoona – baekchan – Shel – Qiannie26 – kyscb – hunhan1220 – sayakanoicinoe – ChanHunBaek – VENUSXIU6199 – KyuraCho – hunhips – icecream30 – minouse . sbkazzvathea1 – rezikaaad – riska . dictator . II – sugarlight – Blacknancho – Lee Min Ah – cicic fu – phantom . d'esprit – guest

.

.

Terima kasih

.

Jangan lupa tinggalkan jejak

.

.

Best Regards

.

.

~Deer Luvian~