Too Late for Sorry...
Author :
.
Deer Luvian
.
Main Cast:
.
Byun Baekhyun (GS)
Park Chanyeol
.
Other Cast:
.
Lu Han (GS)
Kim Jongin
Do Kyungsoo (GS)
Kim Joonmyeon
Byun (Jung) Daehyun
Jung Ilhoon
.
Genre:
.
Hurt/Comfort, drama, angst
.
Rated:
.
T-T+
.
Lenght :
.
multi chapter
.
*Disclaimer:
Semua cast yang saya pakai sepenuhnya milik Tuhan Yang Maha Esa. Dilahirkan oleh kedua orang tua masing-masing dan dibesarkan oleh agensi mereka. SM Ent, maupun yang lainnya. Jalan cerita, ide cerita dan segalanya yang berkaitan dengan cerita sepenuhnya milik author. Kalaupun ada kesamaan cerita saya mohon maaf sebesar-besarnya.
This original stories is mine with pairing before WooGyu and I posted on Asianfanfics so If u feel that u've been read it, please bear it! I just re-make my own stories. Thanks for your attention..
This is genderswitch for several cast.
With pairing ChanBaek slight! KaiBaek, ChanLu, HunHan.
Please don't bash! Don't plagiat!
DLDR
.
AU! OOC! GS!
.
Thanks!
.
Summary:
Baekhyun hanyalah seorang istri yang terlalu lama merasakan gerusan di hati. Beberapa saat ia tahan dengan sikap Chanyeol yang terus mengumbar kemesraan dengan Lu Han. Awalnya ia sanggup menahan namun lama kelamaan ia memilih mengakhiri semua. Bagaimana dengan Chanyeol? Apa dia akan tetap sama setelah kepergian Baekhyun?
.
.
Happy Reading ^^,
.
.Chapter 16.
.
.
Lamaran Chanyeol untuk menikahi Baekhyun sudah disampaikan kepada keluarganya. Kedua orangtua Chanyeol sempat sangsi dengan keputusan Chanyeol itu. Namun dengan sepenuh hati, Chanyeol mencoba meyakinkan orangtuanya. Bukan hanya orang tua Chanyeol, kedua orang tua Baekhyun juga coba ia yakinkan. Hasilnya? Mereka memberikan ijin kepada keduanya untuk menikah kembali. Orangtua Baekhyun bersedia menikahkan Baekhyun kembali dengan Chanyeol saat Baekhyun mengatakan sendiri keinginannya untuk menikah. Akhirnya, pertunangan dilaksanakan sehari setelah permintaan ijin itu. Setelah pertunangan, Baekhyun memutuskan untuk tinggal bersama dengan Chanyeol di apartemen Chanyeol. Sedangkan Taehyung masih di keluarga Nam.
Mentari telah menyingsing tinggi di Kota Seoul, puluhan burung-burung telah tertawa senang di atas ranting melaksanakan tugasnya menyemarakan musim panas ini. Hari ini, Baekhyun berencana untuk pergi ke Cheonjoo menghadiri pernikahan Junsoo couple yang akan dilaksanakan esok hari.
Sepagi mungkin Baekhyun sudah bangun dan menyiapkan segala keperluannya. Setelah semua siap tugas berikutnya adalah membangunkan Chanyeol yang masih berpelukan dengan 'bantal guling'.
"Chanyeol-ah... Ayo bangun... Kita harus ke Cheonjoo sekarang..." seru Baekhyun seraya menarik piyama Chanyeol. Lelaki berparas tampan ini menggeliat kecil lalu menggumam tak jelas.
Baekhyun melompat ketempat tidur. "Chanyeol-ah... Ayo bangun... Chanyeolnie..." tangan Baekhyun menggerakkan tubuh Chanyeol.
Chanyeol masih terlelap, membuat Baekhyun semakin kesal. Tak kehilangan akal, Baekhyun mulai menggoda Chanyeol dengan tangannya. Ia memainkan bibir tebal Chanyeol. Bahkan Baekhyun mencoba menjepit bibir Chanyeol. Baekhyun terkekeh geli saat Chanyeol menggumam dan mencoba menampiknya.
"Ayoo bangun Chanyeol-ah..." teriak Baekhyun.
Bukannya terbangun, Chanyeol malah menarik tangan Baekhyun hingga terjatuh diatas Chanyeol. Tangannya mendekap tubuh gembul Baekhyun.
"Yaa! Park Chanyeol.. Ayo bangun.. Kita harus ke Cheonjoo sekarang..." gerutu Baekhyun seraya melepaskan dekapan Chanyeol.
"Tunggu sebentar Baek... Aku masih mengantuk.." gumamnya dalam tidur. Tangannya masih mendekap erat Baekhyun.
Baekhyun mendesah pasrah. Ah masih ada cara agar Chanyeol terbangun.
"Kau mau bangun sekarang atau tidak aku beri Morning Kiss?" ancam Baekhyun. Dan voila... Park Chanyeol membuka matanya lebar. Bibirnya mengerucut siap melontarkan protes.
"Baek..."
Baekhyun terkekeh geli. Tangannya menarik tubuh Chanyeol agar terbangun. Chanyeol menurut lalu menatap Baekhyun penuh harap. Bibirnya mengerucut lucu.
Wanita bermata sipit itu meraih wajah Chanyeol, lalu mendekatkan bibirnya ke bibir Chanyeol mengecup pelan. Chanyeol tak membiarkan kecupan itu berakhir lantas melumat bibirnya dan memperdalam ciuman itu.
"Sudah, sekarang kau bangun, mandi kita berangkat.." tutur Baekhyun bangkit dari tempat tidur.
"Mandiin..." rengek Chanyeol.
Baekhyun melengos keluar kamar meninggalkan Chanyeol yang masih berdiam di atas tempat tidur. Chanyeol hanya mendesah. Namun sesekali ia tersenyum geli mengingat sikap Baekhyun yang jauh berbeda dari beberapa hari yang lalu. Saat ini, Baekhyun tak lagi malu untuk bersikap manja ataupun mengomel tak jelas. Semuanya ditunjukan kepada Chanyeol apa adanya. Membuat lelaki itu semakin memperdalam cintanya.
Hampir sejam Baekhyun menunggu Chanyeol keluar kamar. Selama itu Baekhyun tak berhenti uring-uringan. Sebenarnya apa yang dilakukan di dalam kamar sehingga ia lama sekali untuk keluar. Lantas Baekhyun kembali masuk ke dalam kamar dan mendapati Chanyeol masih memakai handuk belum mengenakan pakaiannya.
"Chanyeol-ah... Apa yang kau lakukan? Ayo pakai bajumu.." teriak Baekhyun kesal.
Chanyeol menoleh dengan wajah tak bersalah. "Baek... Aku harus pakai baju yang mana?"
"Terserah kau mau pakai yang mana..." ucap Baekhyun.
"Pilihkan aku Baekg..." pinta Chanyeol mengimutkan suaranya.
Baekhyun mendesah pelan. "Baiklah..." segera Baekhyun membuka lemari dan mengambilkan satu pakaian untuk Chanyeol. "Pakai ini Chanyeol..."
Chanyeol menerima pakaian itu, lebih dulu ia memutar-mutar pakaiannya semakin membuat Baekhyun kesal.
"Ayo sana pergi ke kamar mandi pakai bajumu..." suruh Baekhyun seraya mendorong tubuh Chanyeol.
"Aku ganti disini saja ya... Aku lepas disini..." goda Chanyeol. Sontak Baekhyun memerah padam.
"Yaa..." lantas Baekhyun pergi keluar kamar.
Chanyeol hanya terkekeh melihat wajah malu Baekhyun. Ia mulai memakai bajunya dan bersiap, segera menyusul Baekhyun yang mungkin saja mulai kesal dengan sikap Chanyeol.
.
.
.
.
.
Di perjalanan menuju Kota Cheojoo, Baekhyun terus menatap luar. Mata sipitnya terhasut keindahan yang disuguhkan oleh pemandangan di luar jendela. Kota-kota yang dilaluinya memberikan kesan tersendiri bagi Baekhyun. Sesekali bibirnya mengomentari bangunan-bangungan yang menjulang tinggi dengan celotehan khas miliknya. Mengundang Chanyeol untuk menimpali setiap komentar yang dilemparkan Baekhyun.
"Ahh, aku merindukan Kota Cheonjoo..." gumamnya pelan.
Chanyeol menoleh sekilas kearah Baekhyun. "Apa yang kau rindukan dari Cheonjoo?" timpal Chanyeol.
Sebentar senyum terpatri diwajah Baekhyun. "Banyak... Terutama keramahan orang-orangnya.."
"Kau tak merindukanku?" ceteluknya kemudian.
Baekhyun melirik tajam lalu kembali memandang jendela. "Buat apa aku merindukanmu kalau kau selalu ada disekitarku?"
"Yahh, Baek..."
"Aku tidak perlu merindukanmu bukan? Kau selalu ada buatku, jadi buat apa aku rindu denganmu?" tanya Baekhyun.
Chanyeol mengerucutkan bibirnya. "Sebagai bukti kalau kau mencintaiku..." ucapnya.
Baekhyun tertawa pelan. "Hahahah, tanpa harus aku merindu aku mencintaimu Yeol... Rasa rindu itu bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja tanpa ada kata cinta. Buktinya aku tidak mencintai kota Cheonjoo tapi aku merindukan kota ini..."
"Huftt, iya deh iya.." Chanyeol hanya bisa mengalah. Akan percuma beradu argumen dengan sosok ini. Ia baru menyadari akhir-akhir ini kalau Baekhyun adalah orang yang cerewet dan pandai mengelak. Duh bodohnya ia selama ini tak mengetahui hal-hal unik dari Baekhyun.
Beberapa saat waktu berjalan, mobil hitam Chanyeol telah memasuki komplek perumahan milik Junmyun. Satu persatu rumah yang berjejer terlewati hingga kini mereka berada di sebuah rumah yang tak begitu besar namun terasa sangat nyaman. Sebuah rumah yang telah lama ditinggalkan oleh Baekhyun.
Keduanya turun dari mobil. Sebentar Baekhyun terdiam seraya mata sipit menyorot sendu bangunan itu. Bibirnya terangkat kala beberapa kenangan bersama Jongin tersaji di pikirannya. Sebuah kenangan yang mungkin saja akan hilang dimakan waktu. Namun semua itu hanya bumbu-bumbu kehidupan yang bisa terjadi kapan saja.
Baekhyun menarik tangan Chanyeol dan mengajaknya untuk masuk kerumah. Chanyeol mengangguk.
"Annyeonghaseyo... Junmyun oppa... Annyeonghaseyo.." Teriak Baekhyun setelah tekanan yang diberikan pada tombol hijau sebelah pintu tak mendapatkan respon.
Lagi, Baekhyun menekan tombol itu dan berseru kebih kencang. "Annyeonghaseyo... oppa.."
Beberapa kali Baekhyun berteriak, sebuah suara yang diciptakan dari gerak langkah sepatu terdengar di telinga keduanya. Setelah itu, lembaran tipis kayu putih terbuka dan sosok Kyungsoo berada di baliknya.
"Baekhyun..." jerit Kyungsoo histeris dan memeluk Baekhyun.
"Yaa! Kalian kemana? Lama sekali membuka pintunya..." keluh Baekhyun diiringi kerucutan lucu bibir tipisnya.
Kyungsoo terkekeh pelan. "Maaf Baek.. Aku harus menyiapkan makan malam untuk Junmyun oppa.. Kalau Junmyun oppa masih bekerja..." jawabnya. "Kajja kita masuk.." ajak Kyungsoo seraya menggandeng tangan Baekhyun. Chanyeol mengekor di belakang keduanya dengan kepala menggeleng-geleng kecil.
Sekali lagi, Baekhyun terdiam sesaat ketika lensa kelamnya memonitori seluruh ruangan di rumah ini. Tak ada satupun ruangan yang tak pernah ia jamah. Semuanya pernah. Terutama satu kamar yang ia gunakan untuk mengarungi mimpi bersama Jongin, tawa kecil tercipta di bibir Baekhyun. Memang mengingat kenangan-kenangan indah bersama Jongin terasa menyakitkan namun semua itu merupakan kenangan manis yang dimiliki Baekhyun.
Sudah beberepa bulan Baekhyun tak lagi meninggalkan jejak di tempat ini. Semuanya masih sama, hanya saja saat ini ada sebuah foto dari 'kekasihnya' dulu berukuran besar dengan bawah disajikan dupa. Sekali lagi, Baekhyun tersenyum seraya mengerjab berulang menghentikan aksi brutal sang air mata.
Sedari tadi Chanyeol memaklumi apa yang dilakukan Baekhyun. Ia paham dengan perasaan Baekhyun. Sempat ia cemburu, namun terlalu bodoh cemburu dengan orang yang tak akan kembali lagi. Lantas ia mendekat untuk memberikan pundak sebagai tempat Baekhyun meneteskan air matanya.
.
.
.
.
.
Beberapa keluarga besar Kyungsoo datang ke rumah Junmyun untuk membantu pelaksanaan pernikahan Junsoo Couple. Pernikahan akan dilaksanakan hari ini. Terlihat raut bahagia bercampur tegang terpancar dari wajah Kyungsoo maupun Junmyun. Bahkan Baekhyun juga ikut merasakan ketegangan diantara mereka.
Wanita bermata sipit ini paham bagaimana keadaan Kyungsoo. Ia pernah mengalaminya dan berharap apa yang menimpanya tak akan terjadi kepada mereka. Secara reflek, Baekhyun meminta Junmyun untuk tak pergi kemana-mana dan menyuruh orang lain seandainya ada sesuatu yang dibutuhkan.
"Baek... Tenanglah.. Kita akan baik-baik saja, oke?" tutur Junmyun menenangkan Baekhyun yang gelisah.
Baekhyun mendesah. "Tapi oppa, aku takut kalau kejadian Jongin akan terjadi kepadamu..." jawab Baekhyun polos.
"Baek... Takdir kita berbeda, jangan berpikir yang tidak-tidak.. Tenanglah, aku tidak akan meninggalkan Kyungsoo..." Ucap Junmyun.
"Junmyun oppa.."
"Baek... Jangan khawatir... Junmyun tidak akan meninggalkan kita..." kali ini Chanyeol mencoba menenangkan sang kekasih.
Baekhyun mengangguk paham. "Baiklah... Sekarang kalian bersiap-siap ne. Upacara pernikahan kalian akan dilaksanakan sebentar lagi.."
Chanyeol memeluk pundak Baekhyun. "Kau juga Baek..." ucap Chanyeol disertai senyum mengembang. Lantas Baekhyun mengikuti Chanyeol untuk berganti pakaian.
Sejam sudah kedua mempelai besiap-siap dan berangkat menuju gereja. Baekhyun dengan Chanyeol naik mobil di belakang mobil mempelai. Mengikuti pelan sampai ke gereja. Setelahnya, mereka masuk gereja dan siap untuk melaksanakan pernikahanannya.
Di hadapan Baekhyun, tersuguh pemandangan dimana Junmyun mengucap sumpah janji suci akan hidup bahagia bersama Kyungsoo. Raut bahagia jelas tergambar di keduanya. Senyum mengembang di antara wajah-wajah sang tamu. Tampak betapa bahagianya suasana yang menyelimuti mereka. Setetes air mata turun begitu saja dari sudut mata Baekhyun. Ia ikut bahagia melihat kedua sahabat yang telah dianggap sebagai adik ini terikat dalam janji suci perkawinan. Pikirannya kembali melayang beberapa bulan lalu. Kalau seandainya Jongin masih ada mungkin. Tapi tidak, ia masih bisa merasakan suasana seperti ini dengan sosok yang berdiri di sebelahnya.
Mata sipit Baekhyun menoleh ke arah Chanyeol yang tengah mengangkat kedua sisi bibirnya saat lensa kembarnya menyorot dua sosok bahagia itu. Baekhyun merasakan bahwa sosok ini juga tengah bahagia. Tiba-tiba Chanyeol menengok kearahnya yang tengah meneteskan air mata.
"Baek.. Kenapa menangis?" tanya Chanyeol cemas.
Baekhyun menggeleng. "Aku hanya terharu dengan mereka.." jawabnya.
"Apa kau iri?"
Baekhyun mengangguk.
"Jangan cemburu, kita juga akan mengalami itu beberapa hari ke depan. Maaf kalau dulu aku tidak bisa memberikan momen manis dan romantis seperti ini.." tukas Chanyeol merasa bersalah.
Baekhyun menggeleng. "Tidak Chanyeol, ini bukan salahmu. Kita melaksanakan pernikahan kita dulu bukan atas dasar cinta. Meskipun terkesan romantis kita tidak akan merasakan kebahagiaan seperti ini.."
"Baek.. Jangan bersedih ne, aku janji.. Kau akan bahagia saat kita saling mengucap janji suci." Ucap Chanyeol disertai lengkungan manis dari bibirnya.
Baekhyun mengangguk lalu memeluk Chanyeol.
Dalam hati Baekhyun berharap, semoga Tuhan akan mengabulkan pintanya. Sebuah keluarga kecil bahagia dengan orang yang ia sayang. Semoga Tuhan selalu memberikan kedamaian dalam hidupnya. Dan yang paling Baekhyun inginkan semoga Tuhan tak akan mengambil sosok yang ia cintai dan ia sayangi untuk ketiga kalinya.
.
.
.
.
.
Malam hari di keluarga baru Junmyun terasa begitu membahagiakan, mereka merencanakan untuk tidak melangsungkan resepsi. Resepsi akan dilakukan berbarengan dengan Baekhyun dan Chanyeol, ini bukan permintaan Junsoo couple, melainkan permintaan Baekhyun. Katanya, Baekhyun ingin merasakan keramaian yang sama bersama-sama akan menyenangkan jika dihabiskan bersama. Selain itu agar menghemat biaya resepsi.
Saat ini, Junsoo couple tengah berkumpul dengan Baekhyun dan Chanyeol serta beberapa kerabat mereka. Mereka menikmati malam bersama setelah merasa lelah dengan pelaksanaan pernikahan mereka.
"Waahhh, hyung... Kalian pasti senang setelah ini..." ucap Daehyun ambigu.
Junmyun dan Kyungsoo melongo tak mengerti. "Apa maksudmu Dae?" tanya Kyungsoo bingung.
Daehyun berdecak. "Eishh, jangan pura-pura tidak tahu hyung... Itu loh..." sahut Daehyun seraya menaik turunkan alisnya menggoda mereka.
Blush..
Pipi Kyungsoo memerah lebih dulu menyadari perkataan Daehyun.
"Nahh, itu.. Kyungsoonoona saja tahu..." kata Daehyun.
Junmyun masih mengerutkan dahinya bingung.
"Junmyun hyung... Kau pasti tahukan?" celetuk Chanyeol gemas dengan sikap Junmyun yang tak mengerti.
Junmyun menggeleng. "Aku benar tidak tahu..." ucapnya polos.
"Huftt, ya sudah kalau tidak tahu.. Kyungsoo noona.. Nanti malam tidak usah kau ijinkan untuk melakukan 'itu' saja.." dengus Daehyun geregetan.
"Baiklah... Tapi..." Kyungsoo tampak bingung.
"Ah... Aku tahu... Yaa! Jangan seperti itu dong Dae..." ujar Junmyun setelah menyadari apa yang menjadi topik pembicaraan malam ini.
Baekhyun hanya terkekeh geli melihat adik-adiknya ini bercanda. Mereka sangat menggemaskan dan selalu mampu membangkitkan semangatnya.
Sejenak Baekhyun melirik jam yang menggantung di dinding. Masih belum malam, sekitar pukul delapan. Ada tempat yang ingin ia datangi sebelum kembali ke Seoul esok hari.
"Chanyeol-ah... Ayo antarkan aku..." ajak Baekhyun.
"Kemana Baek?" tanya Chanyeol heran.
Baekhyun tersenyum tipis. "Sudahlah, nanti kau juga akan tahu kok..."
Lelaki itu hanya menghela nafas tak mendapatkan jawaban dari Baekhyun. Lantas ia mengikuti langkah Baekhyun yang lebih dulu masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaian.
Beberapa saat kemudian, Baekhyun sudah siap dengan cardigan putih yang dipadukan dengan kaos cokelat sedang Chanyeol memakai kemeja santai yang berwarna senada dengan Baekhyun. Keduanya berpamitan kepada lainnya sebelum masuk kedalam mobil.
"Kita mau kemana?" tanya Chanyeol heran.
"Antarkan aku ke sebuah sungai yang tak jauh dari sini.." jawabnya pelan.
Chanyeol mendelikkan matanya. "Kenapa kau ingin kesana?" tanya Chanyeol bingung.
"Aku ingin menghabiskan waktuku disana malam ini.." tuturnya pelan.
Masih dalam keadaan bingung, Chanyeol melajukan mobilnya sesuai permintaan Baekhyun. Ia tak ingin membuat Baekhyun kecewa kalau ia menolaknya. Serta ia ingin Baekhyun menceritakan sendiri alasan keinginannya datang kesana tanpa harus ia bertanya.
.
.
.
.
Berisik air yang mengalir meramaikan suasana hening sekita sungai itu. Hanya ada sesekali suara binatang yang terdengar. Bintang-bintang yang berhamburan di langit malam terlihat sangat indah dipadukan dengan bulan sabit yang seolah tersenyum kepada makhluk bumi.
Baekhyun dan Chanyeol duduk di sebuah bangku panjang tua seraya menatap kosong kearah aliran sungai itu. Hampir tigapuluh menit keheningan menyerbu mereka. Tak ada kata yang terucap di antara keduanya. Sempat Chanyeol ingin melontarkan pertanyaan namun tertahan saat Baekhyun memilih untuk menikmati tenang air mengalir.
Baekhyun tertawa pelan tiba-tiba mengundang Chanyeol untuk melemparkan tanya kepadanya.
"Baek, kenapa kau tertawa? Apa sebenarnya yang kau inginkan disini?" tanya Chanyeol bingung.
Wanita bermata sipit ini melirik sekilas Chanyeol sebelum menghela nafas dalam. Lantas ia berdiri dan mendekat ke tepi Sungai. Chanyeol yang masih bingung hanya mengikuti gerak tubuh Baekhyun.
"Aku hanya ingin mengatakan disinilah tempat pertama kali yang aku tuju saat tiba di Kota Cheonjoo.." ucap Baekhyun lirih. Mata sipitnya menerawang jauh tak tergapai pandangannya.
Chanyeol mengerutkan dahinya. "Maksudmu?"
"Kau ingat saat aku berniat bunuh diri?"
Chanyeol mengangguk.
"Disini tempatnya, tempat yang memanggilku untuk mendekat lalu menjatuhkan diri.." kenangnya seraya tersenyum kecil. "Awal dimana kehidupan baruku dimulai.."
Chanyeol terdiam, otaknya memutar kembali kejadian itu.
"Awal dimana aku bertemu dengan Jongin dan awal dimana kau mulai merasa kehilanganku."
"..."
"Kau tahu, sepenuhnya aku tak menyesali perbuatanku saat itu.. Aku malah bersyukur dengan kejadian itu, kau menjadi mencintaiku dan mulai mengejarku.."
Chanyeol masih terdiam, ia membiarkan kalimat-kalimat curahan hati Baekhyun terjuntai dari bibir tipisnya.
"Tak kusangka, ternyata sudah setahun itu berlalu. Cepat sekali... Terima Kasih Chanyeol, semua gara-garamu..." tutur Baekhyun disertai senyum mengembang.
"Baek... Kenapa kau berterima kasih? Justru aku yang harus minta maaf dan berterima kasih..."
"Chanyeol, jangan bilang maaf lagi... Aku sudah memaafkanmu... Semua karenamu.. Kalau saja kau tidak melakukan itu, aku tidak akan mengalami kenangan hidup yang begitu mengagumkan.. Hingga aku benar-benar merasakan rasanya dicintai olehmu..." ucap Baekhyun seraya mendekatkan tubuhnya kearah Chanyeol.
"Baek..." Chanyeol menatap hangat mata sipit Baekhyun. "Terima kasih.. aku berjanji tidak akan membiarkanmu melakukan itu lagi.. Tidak... aku tidak mau membuatmu menghilang dari hidupku lagi..." Chanyeol menarik tubuh Baekhyun ke dalam pelukannya.
"Aku tahu, Park Chanyeol... Aku tahu dan percaya..." sahut Baekhyun dalam pelukan Chanyeol.
Chanyeol mengeratkan pelukan mereka. Selama beberapa menit, waktu berlalu tanpa ada niatan untuk mengganggu mereka. Lantas Chanyeol melepaskan pelukannya dan menatap sayang wajah sang kekasih.
"Kenapa aku begitu bodoh membuatmu menderita Baek? Aku sangat menyesal menyia-nyiakan dirimu selama ini..." ungkap Chanyeol dengan lelehan air mata.
Baekhyun tersenyum seraya menghapus lelehan itu. "Aku tidak menderita, hanya menikmati pahit manisnya hidup Chanyeol. Setidaknya saat ini kau masih berada di sisiku.. dan kuharap kau selamanya akan ada disisiku..." balas Baekhyun lembut.
Chanyeol mengangguk mantap. "Pasti Baek... Aku berjanji..."
Lantas Chanyeol mendekatkan wajah mereka, menghapus jarak yang tercipta di antara mereka. Tak mau lama, Chanyeol meraup bibir kissable milik Baekhyun dan mengecupnya dalam. Baekhyun membalas kecupan itu. Tanpa harus banyak bicara dan kata, mereka saling menyalurkan rasa cinta keduanya melalui kecupan-kecupan lembut itu.
"Saranghaeyo Byun Baekhyun..."
"Nado, Saranghaeyo Park Chanyeol..."
.
.
.
.
TBC
.
.
Wanna give some reviews?
Terima kasih..
.
~Deer Luvian~
