Too Late for Sorry...
Author :
.
Deer Luvian
.
Main Cast:
.
Byun Baekhyun (GS)
Park Chanyeol
.
Other Cast:
.
Lu Han (GS)
Kim Jongin
Do Kyungsoo (GS)
Kim Joonmyeon
Byun (Jung) Daehyun
Jung Ilhoon
.
Genre:
.
Hurt/Comfort, drama, angst
.
Rated:
.
T-T+
.
Lenght :
.
multi chapter
.
*Disclaimer:
Semua cast yang saya pakai sepenuhnya milik Tuhan Yang Maha Esa. Dilahirkan oleh kedua orang tua masing-masing dan dibesarkan oleh agensi mereka. SM Ent, maupun yang lainnya. Jalan cerita, ide cerita dan segalanya yang berkaitan dengan cerita sepenuhnya milik author. Kalaupun ada kesamaan cerita saya mohon maaf sebesar-besarnya.
This original stories is mine with pairing before WooGyu and I posted on Asianfanfics so If u feel that u've been read it, please bear it! I just re-make my own stories. Thanks for your attention..
This is genderswitch for several cast.
With pairing ChanBaek slight! KaiBaek, ChanLu, HunHan.
Please don't bash! Don't plagiat!
DLDR
.
AU! OOC! GS!
.
Thanks!
.
Summary:
Baekhyun hanyalah seorang istri yang terlalu lama merasakan gerusan di hati. Beberapa saat ia tahan dengan sikap Chanyeol yang terus mengumbar kemesraan dengan Lu Han. Awalnya ia sanggup menahan namun lama kelamaan ia memilih mengakhiri semua. Bagaimana dengan Chanyeol? Apa dia akan tetap sama setelah kepergian Baekhyun?
.
.
Happy Reading ^^,
.
.Chapter 17.
.
.
"Baekhyun noonaaaaaaaaaa..." Suara nyaring itu menggelegar di setiap sudut ruangan apartemen Chanyeol. Rasa sabar yang sempat ada harus tergerus kala rindunya menggebu untuk bertemu dengan noona-nya itu. Ditinggal beberapa hari rupanya membuat satu bocah ini merindukan Baekhyun setengah mati.
Hari masih terlalu dini untuk memulai aktivitas seperti biasanya. Sinar mentari juga belum menampak di balik langit yang masih menghitam. Ini baru pukul empat dini hari namun sosok Taehyung telah berada di dalam apartemen Chanyeol. Ia ingin cepat-cepat bertemu dengan wanita yang beberapa waktu mendatang tidak akan sendiri lagi.
"Noonaaaa... Ayo banguuun..." teriak Taehyung histeris di depan kamar Chanyeol. Tangannya memutar kenop pintu dan hendak membangunkan dua orang yang ditebaknya masih bermimpi.
"Noonaaa.. Ayo... Aaaaaaa..." teriak Taehyung menggetarkan kala mata belonya melihat Baekhyun tengah berada dalam pelukan Chanyeol. Ini bukan hal aneh namun cukup membuat Taehyun bergidik ngeri.
Baekhyun mengucek pelan kedua matanya. Telinganya terasa sakit saat mendengar jeritan milik adiknya. Lantas ia melepas pelukan Chanyeol yang masih tidur nyenyak.
"Taehyung? Tae-ya... Kenapa kau bisa ada disini sepagi ini?" tanya Baekhyun bingung. Taehyung mendekat dan menarik tangan Baekhyun.
"Aku ingin ikut denganmu ke Jeonju noona..." rengek Taehyung.
Baekhyun mendesah pelan. "Kau ini! Iya, noona akan mengajakmu tapi kenapa kau datang sepagi ini?"
"Hehehe, aku ingin mengerjaimu noona..." jawab Taehyung lengkap dengan cengiran lebar.
"Ya sudah, sekarang kau keluar ne, noona mau kembali tidur..." tutur Baekhyun seraya mendorong tubuh Taehyung agar keluar kamar.
Bocah muda itu menggeleng pelan, bibirnya mengerucut lucu. Kedatangannya disini selain untuk mengatakan bahwa ia ingin pergi ke Jeonju dengan Baekhyun juga ingin bermanjaan dengannya. Setelah Baekhyun tinggal dengan Chanyeol, ia sama sekali tidak pernah bermanja-manjaan lagi.
"Kenapa Tae-yaa?" tanya Baekhyun lembut. Tangannya membelai hangat pipi Taehyung.
"Aku ingin tidur denganmu noona..." rajuk Taehyung.
Baekhyun menghela nafas. "Kau mau tidur dimana? Baiklah, kita tidur di kamar sebelah.. Jangan berisik nanti Chanyeol hyung bangun..." tukas Baekhyun. Taehyun mengangguk lalu mengikuti langkah Baekhyun.
Beberapa saat berlalu hingga mentari telah menyongsong tinggi di ufuk timur. Chanyeol mengerjab pelan akibat belaian hangat sinar mentari. Sebentar ia memicingkan kedua matanya. Mencari-cari sosok yang ada di pelukannya kemarin. Tapi... kemana ia sekarang? Kenapa tidak ada disini? Batinnya.
Lantas Chanyeol bangkit dan mencari Baekhyun. Tempat pertama adalah kamar mandi, lalu dapur. Namun tidak ada tanda-tanda kehadiran. Saat akan mencari keluar apartemen, mata Chanyeol menangkap koper yang tergelatak sembarang di ruang tengah.
"Koper siapa ini?" gumam Chanyeol lirih. Diperhatikannya sebentar lalu ia tahu. "Ah, pasti si Tae ini..."
Ia menggerakkan kakinya menuju satu kamar yang diyakini akan ada Baekhyun dan si Bungsu Taehyung. Tak sabaran ia membuka pintu dan benar. Baekhyun tengah menepuk-nepuk tubuh Taehyun yang masih tertidur. Sedangkan Baekhyun telah bangun dan menyadari kehadiran Chanyeol.
Segera ia mendekat kearah Baekhyun untuk melayangkan protes.
"Baek..."
Baekhyun menajamkan pandangannya. Memaksa Chanyeol untuk diam.
"Kenapa kau meninggalkanku?" tanya Chanyeol sangat pelan.
Baekhyun duduk di tepi ranjang dan meninggikan selimut Taehyung.
"Dia datang tadi pagi, dia ingin tidur denganku.." jawab Baekhyun.
"Tapi Baek, kau bisa menolaknya.." elak Chanyeol.
Baekhyun menggeleng pelan. "Aku tidak bisa menolaknya, mumpung aku masih bisa menemaninya tidur aku akan menemaninya. Setelah nanti aku menikah denganmu, kemungkinan itu akan kecil Chanyeol..."
Senyum mengembang di bibir tebal Chanyeol ketika telinganya mendengar penjelasan Baekhyun. "Aku mengerti.. Lanjutkan saja Baek..." tukasnya kemudian.
"Aku harus bangun menyiapkan kalian sarapan.. Setelah itu kita harus ke Jeonju.."
Chanyeol hanya mengangguk-angguk paham. Ia mengekor di belakang Baekhyun yang akan melangkah menuju dapur untuk menyiapkan sarapan. Seperti apa yang dikatakan Baekhyun, hari ini keduanya akan berangkat ke Jeonju. Mereka akan melaksanakan pernikahan disana. Semula Chanyeol ingin dilaksanakan di Seoul, namun Baekhyun yang memintanya sehingga mau tak mau ia menurut saja. Alasannya simpel, itu tempat kelahiran Baekhyun.
.
.
.
.
.
.
Hampir tiga bulan ia tak menjejakkan kembali di Kota ini. Kota yang telah membesarkannya, kota yang banyak memberikannya kenangan. Serta kota yang telah menenggelamkan hidupnya beberapa hari karena kehilangan sosok yang disayanginya.
Senyum tipis terukir kala mata sipitnya mengedar pelan sebuah bangunan tua milik neneknya. Ia merindukan suasana rumah ini. Iya merindukan kehangatan yang diberikan rumah ini. Ia merindukan saat-saat ia bersama dengan Jongin. Meskipun ia telah memutuskan hidup dengan Chanyeol dan mencintai Chanyeol dengan sepenuh hati, sosok Jongin masih belum bisa dilupakan.
Tangannya menggandeng Chanyeol dengan tangan kanan dan tangan kiri menggandeng Taehyung. Ketiganya berdiri di depan pintu. Tanpa menunggu waktu lama, pintu terbuka dan menampakkan sosok Daehyun yang terlihat hendak keluar.
"Annyeong noonaa... Ah, kalian sudah tiba ayo masuk.." ajak Daehyun.
Baekhyun mengangguk. "Ah kau sepertinya akan keluar ya?" tanya Baekhyun.
"Eum, aku harus mengecek keperluan pernikahan kalian sekali lagi. Appa dan eomma sungguh sangat cerewet untuk kali ini.." jawab Daehyun.
"Noona minta maaf ne, tidak bisa membantumu..." ucap Baekhyun dengan rasa bersalah.
"Tidak apa-apa noona.. Aku malah senang. Setidaknya akan ada kegiatan untukku.." sahutnya senang.
"Baiklah, hati-hati di jalan.." pesan Baekhyun sebelum sosok Daehyun menghilang dari hadapannnya. Senyum mengembang di bibir Baekhyun saat mata sipitnya menyorot langkah cepat sang adik.
Baekhyun mengajak Chanyeol masuk ke dalam kamar. Ia membiarkan Chanyeol untuk tidur terlebih dulu. Perjalanan ini cukup lama karena macet sehingga membuat energi Chanyeol terkuras perlahan.
Dengan sayang, Baekhyun menemani Chanyeol yang mencoba memejamkan matanya. Tubuhnya lelah, sangat lelah. Tapi matanya seolah menolak untuk mengalihkan pandangannya dari sosok manis ini.
"Tidurlah Yeol... Masih ada waktu untuk istirahat. Mulai nanti malam sepertinya kau akan susah tidur.." kata Baekhyun.
Chanyeol mengerutkan dahinya. "Kenapa begitu?" tanyanya pelan.
"Besok hari pernikahan kita.. Apa kau tidak akan gugup dan berimbas pada susah tidur?"
"Ah benar... Kalau begitu aku harus tidur sekarang.. Tapi aku mau kau menemaniku tidur..." rajuk Chanyeol.
Baekhyun tersenyum. "Eum, aku akan disini sampai kau tidur Chanyeol..."
Tangan Chanyeol menggenggam erat lengan Baekhyun. Ia tak mengijinkan Baekhyun untuk pergi. Baekhyun hanya tersenyum seraya menepuk pelan dada Chanyeol agar bayi besarnya ini tertidur pulas. Sekitar lima menit berlalu, Chanyeol telah mengarungi dunia mimpi.
Setelah Chanyeol tertidur lelap, Baekhyun melepaskan genggaman Chanyeol dan keluar kamar. Ia ingin membantu yang lain menyiapkan segala macam keperluan pernikahannya.
.
.
.
.
.
Pagi ini, di akhir minggu pertama musim panas, kediaman milik keluarga Byun dipenuhi dengan beberapa orang sanak saudara. Mereka datang untuk ikut upacar pernikahan. Ya, pernikahan Baekhyun dan Chanyeol yang akan dilangsungkan hari ini. Tampak sekali keramaian yang diakibatkan para tamu undangan. Bukan hanya keluarga namun juga teman dari Baekhyun maupun kolega dari Chanyeol.
Kali ini pernikahan mereka tidak dilaksanakan di gereja. Melainkan di belakang perkarangan rumah yang telah dihias sedemikian rupa agar indah dipandang. Alasan kenapa mereka tidak melaksanakan di gereja agar lebih kidmat adalah Baekhyun tidak mau naik mobil yang bisa menyebabkan kecelakaan. Aneh memang, tapi itulah keinginan Baekhyun. Chanyeol paham begitu juga keluarganya.
"Maka tibalah saatnya untuk meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan sudara masing-masing mengucapkan perjanjian nikah di bawah Sumpah.." ucap Pastor Yoon.
Chanyeol tersenyum lalu melihat text yang ia bawa seraya mengangkat tangan.
"ByunBaekhyun, saya memilih engkau menjadi istri saya. Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.."
"Park Chanyeol.. Saya memilih engkau menjadi suami saya. Saya berjanji setia kepadamu dalam untung dan malang, di waktu sehat dan sakit, dan saya mau mencintai dan menghormati engkau seumur hidup.."
"Saya berjanji akan menjaga Baekhyun selamanya."
"Saya berjanji akan melindungi Chanyeol di sisa usia saya."
"Saya akan memperlakukan Baekhyun sebaik-baiknya. Seperti saya memperlakukan diri saya sendiri.."
"Saya akan menuruti semua keinginan Chanyeol sampai saya tak mampu melakukannya lagi.."
Setiap kalimat sumpah janji dikumandangkan satu persatu oleh Chanyeol maupun Baekhyun. Terasa sekali bagaimana pernikahan mereka sangat sakral. Ditambah dengan iringan tetes air mata saat Baekhyun membacakan sumpah janji suci pernikahan mereka.
Ia bersyukur dengan tetesan air mata yang mengalir pelan. Pernikahan yang ia inginkan telah ia laksakan dengan kidmat. Akhirnya, ia telah resmi menjadi istri dari Chanyeol, sosok yang ia sayangi dan ia cintai sepenuh hati. Apa yang ia inginkan dalam hidup ini telah dikabulkan oleh Tuhan.
Tak berbeda jauh dengan Baekhyun, Chanyeol juga merasakan apa yang dirasakan oleh Baekhyun. Rasanya seperti mimpi bisa bersanding dengan Baekhyun. Berulang kali rasa syukur ia berikan kepada Tuhan atas anugerah yang Ia berikan. Chanyeol tersenyum manis kepada Baekhyun yang telah berada dalam dekapannya.
Setelahnya, ia mencium bibir Baekhyun di hadapan puluhan pasang mata. Baekhyun membalas kecupan itu lalu melepasnya. Riuh rendah tepuk tangan diberikan untuk pasanga baru ini. Suasana bahagia terasa sekali di sekitar mereka. Bahkan kedua orang tua Baekhyun dan Chanyeol meneteskan air mata atas pernikahan kedua kalinya. Tidak hanya orang tua, saudara Baekhyun, Daehyun, Taehyun dan lainnya juga menitikkan air mata. Mereka tahu bagaimana perjuangan cinta keduanya hingga sampai dipelaminan.
"Baek, terima kasih telah bersedia menjadi istriku... Kembali kepadaku dan memulai hidup baru bersamaku.." ungkap Chanyeol seraya mengusap lembut pipi chubby Baekhyun.
Baekhyun mengangguk. Air matanya telah berhenti berjatuhan. "Aku juga berterima kasih Chanyeol telah mencintaiku dengan tulus. Akhirnya apa yang aku inginkan dikabulkan Tuhan. Hidup bersanding denganmu dipelaminan dan menjalani sisa akhir hidupku bersamamu..."
Chanyeol memeluk tubuh Baekhyun erat. Keduanya saling berpelukan hingga sebuah suara menginterupsi mereka.
"Ehem... Aku akan bernyanyi sekarang... Apa kalian masih tetap berpelukan?" tanya Jihyun seraya menyiapkan pengeras suara di tangannya.
Baekhyun melepaskan pelukan Chanyeol, ia tersipu malu saat melihat Jihyun yang mengerlingkan mata menggodanya. Lalu ia menganggukkan kepala memberikan tanda kepada Jihyun untuk melakukan apa yang menjadi tugasnya.
Jihyun mulai menyetel gitar di tangannya dan bersiap menyanyikan sebuah lagu untuk sepasang pengantin baru ini.
"Baiklah para tamu undangan yang ada disini, sebelum upacara pernikahan Baekhyun dan Chanyeol diakhiri, ijinkan saya untuk menyumbangkan suara saya sebagai hadiah atas pernikahan mereka.." ucap Jihyun.
Sontak para tamu undangan bertepuk tangan merespon kata-kata Jihyun.
Mendapat sambutan yang antusias dari para tamu undangan, Jihyun mulai mengalunkan suara indahnya. Benar-benar indah dan menyentuh. Sebuah lagu milik Jonh Legend All of me mengalun indah dari bibir Jihyun. Lainnya terbawa suasana.
Baekhyun dan Chanyeol menikmati setiap lirik yang terbawa angin sampai di pendengaran mereka. Lirik itu sangat pas untuk keduanya. Lagi, air mata Baekhyun harus kembali jatuh kala mendengar alunan suara indah miliki Jihyun. Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun erat dan mengusap lembut jalur bening itu.
Mereka semua menikmati upacar pernikahan Baekhyun yang ditutup manis oleh Jihyun.
.
.
.
.
.
"Waahhhh, selamat ya Baek... Akhirnya kalian resmi menjadi sepasang suami istri..." seru Kyungsoo senang saat melihat Chanyeol menggegam erat tangan Baekhyun.
Baekhyun mengangguk. "Eum, kau juga selamat atas kehamilanmu..." ucap Baekhyun.
Kyungsoo tersenyum. "Terima kasih Baek, aku senang bisa merayakan resepsi pernikahan bersamamu.."
"Aku juga, kita bisa sama-sama merasakan kebahagiaan.." ungkap Baekhyun dan disetujui oleh lainnya.
Mata sipit Baekhyun mengedar, ia tengah memperhatikan para undangan yang datang di acara resepsi pernikahannya dengan Chanyeol juga resepsi pernikahan Sudo couple. Seperti apa yang telah Baekhyun katakan bahwa ia ingin melaksanakan secara bersamaan.
Bibirnya tertarik, raut bahagia jelas terpancar di wajah Baekhyun. Ekspresinya jauh berbeda dari beberapa tahun yang lalu saat ia melaksanakan resepsi pernikahan untuk pertama kalinya. Namun rasanya sangat berbeda dengan sekarang. Apa karena dilakukan dengan cinta dari keduanya? Mungkin saja.
"Baek, apa kau haus? Mau aku ambilkan minum?" tawar Chanyeol.
Baekhyun mengangguk. lantas Chanyeol meninggalkan Baekhyun untuk mengambil minum.
"Baekhyunieeeeeeeee..." teriak seseorang mengagetkan Baekhyun setelah kepergian Chanyeol.
Baekhyun berbalik dan mendapati seseorang dengan perut buncit besar mendekat ke arahnya.
"Ah, Luhanmie..."
"Baek, selamat yaa atas pernikahan kalian... Aku tidak menyangka kalian akan melaksanakan pernikahan secepat ini..." serunya antusias.
"Iya, terima kasih sudah datang jauh-jauh ke Jeonju..."
Luhan ingin memeluk Baekhyun erat. Namun terhalang oleh sesuatu.
"Ah, aku ingin memelukmu.. Tapi anakku sepertinya tidak mengijinkanku.." ujar Luhan seraya mengerucutkan bibirnya lucu.
Baekhyun terkekeh. "Kau ini, ah iya.. Kau akan lahiran sebentar lagi bukan?" tanya Baekhyun sumringah.
Luhan mengangguk senang. "Eum, aku akan melahirkan sebulan lagi.. Ayo Baek, segera buat menyusul punya anak... Biar tidak sepi rumah kalian nanti.." goda Luhan.
"Hey, kau Luhanie... Kata siapa rumah kita sepi? Hanya ada Baekhyun saja sudah ramai..." timpal Chanyeol yang baru saja datang dengan tangan membawa dua gelas air minum untuk Baekhyun dan Luhan. Rupanya ia tahu kedatangan Luhan dari jauh.
Baekhyun maupun Luhan menerima uluran tangan itu.
"Kan lebih ramai lagi kalau ada anak kecil Chanyeol..." ucap Luhan.
Lelaki tampan itu tertawa. "Kau benar, ah.. atau anakmu saja biar aku bawa..." canda Chanyeol.
Luhan mendengus. "Tidak mau, aku akan membawanya ke Amerika nanti... Kalian buat saja sendiri..."
"Aku hanya bercanda hey... Kau ini!"
Baekhyun terkekeh melihat tingkah kedua orang ini. Mereka pernah saling mencintai, bahkan memiliki seorang anak yang sebentar lagi menyapa dunia. Namun sosok tampan itu tetap kembali kepadanya apapun yang terjadi. Memang benar kalau Chanyeol adalah jodoh dan takdirnya.
.
.
.
.
.
Riuh rendah suasana resepsi pernikahan Chanbaek maupun Sudo telah berakhir. Para tamu undangan juga telah meninggalkan ballroom. Menyisakan beberapa pekerja yang bertugas membereskan peralatan mereka. Sedang para pasangan pengantin itu beristirahat di dalam kamar hotel.
Dingin angin musim panas terasa bersahabat. Sejuknya memberikan ketenangan bagi siapa saja yang menikmati. Seperti Baekhyun yang tengah berada di balkon menikmati indahnya Kota Jeonju dan membiarkan angin malam menyentuh lembut kulitnya. Pakaiannya tak cukup tebal sehingga mampu memberikan sensasi dingin di kulitnya.
Chanyeol datang dengan membawa jaket dan memakaikannya kepada Baekhyun. Setelah itu ia memeluk Baekhyun dari belakang.
"Baek... Apa yang kau lakukan disini? Apa tidak dingin.." tanya Chanyeol seraya menciumi ceruk leher Baekhyun.
Baekhyun terkekeh geli. "Ini musim panas Chanyeol, anginnya tidak begitu dingin... Aku hanya ingin menikmati malam hari ini.." jawabnya.
Chanyeol memutar tubuh Baekhyun hingga beradapan langsung dengannya. "Apa kau tahu betapa bahagianya aku memilikimu?"
Baekhyun mengangguk, "Aku tahu... Aku tahu kau bahagia memilikiku seperti aku bahagia memilikimu..." Baekhyun memeluk Chanyeol lalu mengecupnya kilat.
"Terima Kasih Baek atas semuanya. Aku tidak pernah lelah mengucapkan kata terima kasih untukmu.."
"Aku juga Chanyeol... Aku tidak akan pernah lelah memberikanmu cinta dan rasa sayang yang aku miliki..."
Chanyeol mengecup bibir Baekhyun sekali lagi.
"Baek, ayo kita nikmati sisa malam ini berdua.." ujarnya seraya mengerlingkan sebelah mata.
Baekhyun mengerutkan dahinya. Detik berikutnya ia mengerti maksud Chanyeol lalu menunduk malu.
Tanpa babibu, Chanyeol mengangkat Baekhyun dan menggendongnya masuk ke dalam kamar. Ia menjatuhkan Baekhyun tepat di tempat tidur.
Perlahan namun pasti, Chanyeol mulai mengecup hangat wajah Baekhyun. Kening, kedua pipi, kedua mata dan bibirnya. Ia melumat hangat penuh perasaan bibir tipis itu. Chanyeol tidak ingin melakukannya dengan bernafsu. Ia ingin mengungkapkan rasa bahagianya melalui kecupan-kecupan yang ia berikan.
Baekhyun menikmati setiap belaian lembut bibir Chanyeol yang bermain di wajah maupun bibirnya. Bahkan di setiap inci kulit milik Baekhyun. Di ruangan yang hening itu, hanya ada desahan pelan dan tertahan yang mendominasinya. Tangan Chanyeol telah bebas bergerilya menjelajahi lekuk tubuh milik Baekhyun. Keduanya larut dalam permainan yang mereka ciptakan.
Desahan itu terus memburu di bibir tipis Baekhyun, hingga satu pekikan keras keluar dari bibir Baekhyun.
"Chan-Chanyeol-ah... Achhkkk..." satu tetes air mata Baekhyun turun tanpa ijin sang empunya saat merasakan 'sesuatu' memasuki dirinya. Menyatu dalam tubuhnya. Rasanya sakit dan perih hingga Baekhyun tak kuasa untuk menangis.
Chanyeol mengusap air mata itu. "Ma-maaf Baek.. Apa terlalu sakit? kalau iya aku akan melepaskannya.." ucap Chanyeol merasa kasihan melihat istrinya kesakitan.
Baekhyun masih terdiam, tetesan air mata itu seolah enggan untuk berhenti. Chanyeol mengecup hangat kedua mata Baekhyun dan membiarkan 'milik'nya berdiam agar tak menyakiti Baekhyun lebih.
Setelah merasa siap, Baekhyun mengangguk. Sebuah senyum dilemparkan Chanyeol dan memulai untuk membawa Baekhyun terbang ke surga dunia. Mereka saling mendesah nikmat dan merasakan bagaimana bahagianya menjadi sepasang suami istri yang sesungguhnya.
Untuk pertama kalinya Baekhyun merasakan 'sesuatu' masuk ke dalam tubuhnya. Merasakan bagaimana rasanya di 'sentuh' oleh orang yang dicintainya. Bagaimana merasakan rasanya surga di dunia yang di dambakan oleh manusia. Ia merasakannya dan orang yang telah memberikan 'sentuhan-sentuhan' itu adalah Park Chanyeol. Sosok yang sangat dicintainya.
Untuk pertama kalinya Chanyeol mampu 'menyentuh' tubuh Baekhyun. Kali pertama dalam beberapa tahun ini. Ia memang pernah melakukan ini sebelumnya, namun rasanya sangat berbeda. Dalam hati ia merutuki dirinya sendiri kenapa menyia-nyiakan Baekhyun dan baru bisa 'menyetuhnya' saat ini? Padahal mereka telah bersama beberapa tahun yang lalu. Entahlah, Chanyeol memang terlalu bodoh untuk bisa menyadari semuanya dengan cepat.
Keduanya masih bergumul dengan aktivitas mereka. Lenguhan dan desahan lembut masih tercipta di masing-masing bibir mereka. Chanyeol melakukannya dengan sangat lembut dan penuh perasaan. Ia mampu membawa Baekhyun terbang kemana yang ia inginkan.
"Terima kasih Baek... Sekarang kau tidur ne, Saranghaeyo..." ucap Chanyeol seraya mengecup kembali bibir tipis Baekhyun.
Baekhyun mengangguk. "Eum, nado saranghaeyo. Ayo kita tidur.." Baekhyun menutupi tubuh mereka dengan selembar selimut.
Keduanya terlelap dalam mimpi indah. Mimpi yang tak pernah mendatangi mereka selama ini. Kebahagiaan akan hidup bersama orang yang mereka cintai dengan tulus dan sepenuh hati. Dalam hati mereka berucap kata syukur untuk kesekian ribu kali atas anugerah yang Tuhan berikan kepada mereka.
Terima kasih atas segalanya...
Aku tak menginginkan sesuatu yang berlebih..
Aku hanya ingin kau berada di sampingku untuk selamanya..
Park Chanyeol..
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
NC gak hot? Sengaja.. :D
Bagaimana? Silahkan komentarnya yaaa..
Oh ya, yang minta HunHan, maaf ndak bisa masukin di ini cerita..
Nanti kalau sempat saya buatkan side story dari mereka..
Terima kasih bagi kalian yang telah membaca FF sayaa...
.
.
.
Best Regards
.
.
~Deer Luvian~
