.
.
.
ISN'T HURT?
MINYOON, BOY X BOY! BL
RATED T, TYPO EVERYWHERE.
HAPPY READING.
.
.
.
Terdiam di malam yang sunyi membuat Yoongi termenung, beberapa kali ia menatap ponselnya. Memikirkan bagaimana caranya ia bisa bekerja sama dengan Jimin. Ah- Bagaimana jika Jimin menjadi ge'er terhadapnya? Yoongi juga tidak ingin menyakiti perasaan orang lain. Tapi jika dipikir-pikir Jimin kan belum mengenal Yoongi, sudah pasti Jimin tidak semudah itu memberi perasaannya.
"Sudah pasti Namjoon memaksanya dan berusaha menjodohkanku dengannya. Mungkin saja dia merasa tidak enak dengan sahabatnya makanya dia coba-coba. Heh- kau pikir kau bisa?" Yoongi mengangkat bahunya tidak peduli dengan apapun. SeokJin yang menatap adiknya dari luar menyimpulkan senyumnya dengan manis dan menggeleng kecil
"Apa aku telfon saja ya?" tanyanya pelan seraya membuka kontak Jimin di ponselnya.
Drrttt!
Belum beberapa detik ia ingin menelfon ternyata bocah angkuh ini sudah memanggilnya lebih dulu. Yoongi menghela nafasnya dan mengangkatnya dengan gugup.
"Ha-halo." Ucapnya dengan nada lirih.
"Ah- Yoongi."
"Hmm?"
"hahahah kamu pasti beberapa detik lalu ingin menelfonku"
"Tidak." Tahu darimana bocah ini jika Yoongi hampir saja menekan tombol telfonnya.
"Jangan berbual. Oia Yoongi jangan lupa bawa obat-obatan ya?"
"Aku sedang tidak sakit."
"Tapi setelah melihatku hati mu pasti dugem-dugem"
"Hahah! Kau lucu Jimin-ssi, jika tidak ada yang penting ku putuskan saja-"
Tut.. Tut..
'Sial bocah ini' ucapnya dalam hati.
Belum sempat ia memutuskan pembicaraannya dan mematikan lebih dulu ponselnya, Jimin malah mendahuluinya. Kurang ajar sekali pikirnya. Tetapi dia jadi penasaran, 'bagaimana wajah Jimin? Apa wajah Jimin tampan? Astaga mengapa jadi memikirkan bagaimana wajahnya?' Yoongi mengacak surai rambut darkbrown-nya dengan lucu.
.
Sinar matahari telah menyambut Yoongi yang masih memejamkan matanya, Yoongi masih tertidur malas, jelas saja jarum jam sudah menunjukan keangka 10 tetapi Yoongi masih saja tertidur pulas. Jin yang sudah bersiap segera membangunkan Yoongi dengan boneka Kumamon kesayangan Yoongi . Ia mendekap wajah adiknya dengan boneka Kumamon dengan sedikit brutal dan alhasil Yoongi melawan dan terbangun seketika.
"Astaga Jin-hyung. Kan sudah kubilang 5 menit lagi-"
"Apanya yang 5 menit?!" Jin melemparkan boneka tersebut tepat diwajah lesu Yoongi.
"Aku membangunkanmu 46 menit yang lalu dan kau menjawab 5 menit lagi!- Ya Bocah!-" merasa malas dengan perkataan Jin, Yoongi memeluk bonekanya tersebut dan kembali tertidur membuat Jin jengah juga. Dia mengelus dadanya dan menarik tangan Yoongi agar membangunkan Yoongi yang sepertinya akan mati saja jika terganggu tidurnya.
.
Yoongi keluar dari kamarnya dengan membawa ransel kecilnya, ya jika dipikir untuk apa membawa pakaian banyak dia kan tidak menginap hanya sekedar berlibur dipantai. Lagipula ini musim panas. Yoongi pikir berada dikamar dengan air conditioner yang dingin nikmat juga, tapi sayangnya ini tidak akan terjadi hari ini. Karena hyung-nya masih saja memaksanya untuk ikut berlibur dengannya.
Yoongi terdiam kaget saat menatap kearah ruang tamunya sekarang sudah jelas ada 2 orang yang terlihat duduk dengan canggung. Taehyung dan juga kekasihnya yah bisa dibilang masih berstatus sahabatnya, Hoseok. Yoongi memutarkan matanya malas dan terduduk kaku dihadapan mereka dengan wajah yang datar. Sedangkan Hoseok masih memasang senyum kearah Yoongi dengan tatapan sendunya.
"Yoongi ada apa dengan wajahmu yang pagi-pagi begini begitu jeleknya? Tidak ingin menyapa mereka?" sahut seorang wanita yang cukup terbilang tua sambil meletakan dua gelas air di meja kecil dihadapan Taehyung dan juga Hoseok.
"Ibu, berhenti ikut campur urusanku." Yoongi memainkan ponselnya dan menatap datar pada ibunya.
Tak lama Jin keluar dari kamarnya dan mengajak yang berada diruang tamu untuk keluar dan segera bersiap. Yah seperti biasa, mereka akan menumpang pada mobil Namjoon, kekasih kakaknya. Tetapi Yoongi tercengang ketika melihat mobil yang dibawa oleh mobil sedan atau mobil yang kiranya lebih besar, tetapi ia membawa mobil kodok miliknya dan mungkin hanya bisa ditumpangi 4 orang paling banyak. Yoongi menaikan alisnya dengan bingung.
"Lah, aku naik apa?-" Yoongi terdiam bingung dan menatap geram ke kekasih kakaknya tersebut.
"-atau mungkin 1 pasangan akan ditinggal?" ucapnya sambil melirik sebentar kearah Hoseok dan Taehyung. SeokJin dengan segera mencubit pinggul manis adiknya.
Namjoon hanyalah tersenyum dan menggeleng kecil kearah calon adik iparnya tersebut. Yoongi menatap geram dan mengangkat ranselnya yang sempat ia jatuhkan ketanah.
"Kalu begitu aku-!" Belum selesai Yoongi akan berkata bahwa 'tidak ikut!' seseorang datang dengan scooter nya. Ia jelas saja langsung disambut meriah oleh Namjoon, Yoongi mengerutkan alisnya bingung dan memiringkan sebentar kepalanya.
"HaI Yoongi." Suara itu, jelas suara yang kemarin menelfonnya. Suara Jimin! Tetapi wajahnya belum terlihat, ia masih lengkap dengan helm dan kacanya yang masih menutupi setengah wajahnya.
"Eh?" Yoongi masih mengernyit bingung dan itu membuat wajahnya terlihat imut. Jimin yang melihat Yoongi memasang wajah bingungnya segera menggigit bibir bawahnya sendiri, kalau saja Yoongi itu tidak segalak sekarang mungkin sudah jelas ia culik dan ia bawa pulang.
"Ayo naik. Kita berpesta hari ini." Ajak Jimin dan masih menutupi wajahnya dengan helm.
"Lalu siapa yang akan bersamamu? Kau orang asing! Aku tak mengenalmu, aku tidak akan mau bersamamu!" ucapnya yang berhasil membuat Jimin tersenyum miris juga.
"Yoongi-ah." Entah mengapa suara Jimin terdengar sangat berat seketika dan terdengar seksi di telinga mungil milik Suga. Ia menarik helm yang menyelimuti kepalanya dan menyingkap rambut hitamnya kebelakang mengeluarkan aura yang sangat-sangat membuat Yoongi redup seketika.
"Ayo naik." Jimin mengambil satu helmnya dan memberikannya ke Yoongi. Yoongi seakan terhipnotis begitu saja ketika melihat wajahnya, ia menerima helm itu dan terdiam bingung. Entahlah apa yang dipikirkan Yoongi saat ini.
Namjoon dan SeokJin tersenyum dan memasuki mobilnya, Namjoon mengangguk sebentar kearah Jimin mengisyaratkan bahwa mereka akan pergi lebih dulu. Dan mereka harus menyusul yang pasti.
"Ah! Namjoon! SeokJin- Hyung!" panggilnya setelah sadar mereka telah melajukan mobilnya dan meninggalkan Yoongi dan juga Jimin.
Jimin menarik pelan tangan putih milik Yoongi dan tersenyum manis membuat Yoongi merona dan memalingkan wajahnya kesegala arah agar tidak menatap Jimin.
"Ya-yasudah ayo." Yoongi menepis tangan Jimin dan langsung menaiki scooternya serta memasukan helmnya kekepala mungilnya.
.
Yoongi sedikit emosi juga karena Jimin masih saja mencari kesempatan disela-sela perjalanan. Seperti tadi, tiba-tiba saja Jimin menarik lengan Yoongi yang masih dengan angkuhnya tidak mau mengaitkan tangannya diperut Jimin hanya untuk sekedar mencari kemanan, Jimin dengan pelan menarik tangan Yoongi dan melingkarkannya diperut Jimin. Yah bukan Yoongi namanya jika menolak, ia dengan segera menepis tangannya dari pelukan tidak langsung tersebut.
Tetapi Jimin tidak menyerah, ia menarik paksa lengannya dan mengaitkannya agar melingkar diperut Jimin. Yoongi hanya menatap malas dan pasrah saja dengan kelakuan Jimin.
.
.
Mereka telah sampai dipantai, Yoongi yang memasang raut wajah menekuk langsung membuka helmnya dan melemparkannya pada Jimin. Jimin yang melihat sikap Yoongi hanya tersenyum gemas melihat Yoongi.
Bisa Yoongi lihat betapa romantisnya Hoseok dan juga Taehyung, lalu ia berdecik malas dan memutarkan badannya agar kembali ke scooter milik Jimin.
"Hey, kenapa kembali lagi?" tanya Jimin yang menunjukan wajah terkejutnya ketika meliha Yoongi berdiri dihadapannya.
"Hmm, aku ingin kita kesana bersama-" Yoongi tertunduk malu, baru kali ini Yoongi meminta laki-laki agar bisa jalan bersama, ia jadi merasa jijik dan malu sendiri. Sesekali Jimin menatap kedepan, menatap kearah Hoseok dan juga Taehyung.
"Ayo-!" ucap Jimin semangat dan menarik lengan kecil milik Yoongi, sebenarnya Yoongi tidak minta digandeng tapi hanya jalan bersama. Yoongi hanya menghela nafasnya, debaran ini datang rona merah dipipi Yoongi pun mengembang.
"Wah- lihatlah mereka romantis sekali!" Namjoon berteriak senang ketika melihat Yoongi dan juga Jimin yang baru saja sampai dan bertemu tetapi sudah mengaitkan tangannya bersama (?)
"Ehemm- pasangan baru." Taehyung berdehem sebelum akhirnya didatangi tatapan tajam dari manik Yoongi.
.
Pantai terlihat sedikit pengunjungnya hari ini, bukan akal sehat berliburan disaat musim panas kepantai. Tapi sepertinya pemikiran itu sehat-sehat saja bagi mereka terkecuali Yoongi mungkin. Yoongi memilih untuk duduk saja dipasir di sisi pantai dan memainkannya dengan telunjuknya, bahkan ia juga memakai kacamata hitam.
Jimin yang hanya memainkan air sebentar dipinggiran pantai segera menghampiri Yoongi dan duduk disampingnya.
"Kau tidak ikut bermain?" Jimin menunjuk kearah teman-temannya yang terlihat asik bermain air. Jawaban Yoongi hanyalah menggeleng.
"Kau takut teringat lagi ya dengan Taehyung?" pertanyaan Jimin membuat Yoongi langsung menatap kearah Jimin, jelas Jimin tidak mengetahui apa jenis tatapan itu. Toh Yoongi memakai kacamatanya. Jimin segera saja terkekeh dan melepas kacamatanya dari hadapan mata Yoongi. Yoongi terlontas kaget.
"A-apa apaan kau?!" Yoongi menarik kacamatanya lagi tetapi ditahan oleh Jimin.
"Lupakan saja dia, Yoongi. Kau tidak mungkin tegakan bertengkar dengan sahabatmu hanya untuk orang yang tidak penting dan memilih orang yang tidak akan memilihmu." Jimin mengulaskan senyumnya, sedangkan Yoongi hanya menatap Jimin dengan tatapan tidak suka.
"Kau tidak perlu ikut campur!" Yoongi menarik paksa kacamatanya dan berakibat kacamata hitam miliknya patah.
"Yah! Patah deh-!" Jimin memasang wajah yang kaget dan tentu saja itu dianggap Yoongi sangat menyebalkan dan memancing emosinya. Jimin yang menyadari wajah Yoongi yang memasang wajah geramnya segera bangkit dari posisinya dan mundur beberapa langkah.
"Ah- maaf Yoongi, aku harus bermain air lagi." Jimin tersenyum polos seakan tidak ada dosa.
"YAK-! MAU KEMANA KAU!" Yoongi segera bangkit dan mengejar Jimin, ia melempar sandalnya kearah Jimin dan tidak terkena sasaran.
Bukan Jimin namanya jika tidak jahil, ia berlari kearah pinggiran pantai yah menenggelamkan kakinya hingga selutut, sudah pasti berharap Yoongi mengejarnya dan berakhir basah-basahan. Yoongi yang geram jelas tidak menyadarkan dirinya yang sejak dari awal tidak mau bermain dipantai ataupun bersentuhan dengan airnya, ia segera menghampiri Jimin dan jelas Jimin mendorong percikan air ke Yoongi agar menghalangi Yoongi yang akan menangkapnya.
"Yak! Hentikan atau aku akan memukulmu berpuluh kali lipat!" ancam Yoongi, ia pun juga membalas Jimin dengan dengan mendorong gemercikan air. Mereka berakhir basah-basahan dan saling mengejar, tanpa Yoongi sadari ia melepas tawanya begitu saja. SeokJin yang menatap adiknya dari jauh ikut tersenyum. Dengan menatap SeokJin, Namjoon memeluk kekasihnya dari belakang dan mengecup pipi kekasihnya.
"Sudah kubilang, adikmu akan baik-baik saja ditangan Jimin. Percayalah padaku." Ucapnya lembut menyapu telinga SeokJin dan mengecupnya pelan seraya tersenyum menatap Yoongi dan juga Jimin yang sedang terbelak rasa bahagia.
.
Yoongi menggigil kecil dan segera mencari handuknya, tetapi sepertinya ketinggalan pikirnya. Ia terus mencari-cari bahkan menanyakan kekakaknya tetapi hasilnya nihil.
"Ketinggalan, bagaimana ini?" tanyanya pelan.
"Pakai ini." Jimin menghampirinya dan mengaitkan handuknya dibahu sempit Yoongi.
"Tidak usah-" Belum Yoongi menyingkirkan handuknya Jimin telah lebih dulu menahannya dengan kedua lengan tegas yang memegang pundak Yoongi.
"Pakai dan mandilah, nanti kamu sakit." Entah wajah Jimin dekat dengan wajah Yoongi dan itu menghangatkan hati Yoongi. Yoongi hanya menurut dan mengangguk pelan.
Sesampainya dari kamar mandi ia bertemu tatap dengan Hoseok, lalu Hoseok tersenyum kecil kearahnya dan berniat meninggalkan Yoongi. Tetapi Yoongi menahan lengannya, Hoseok segera membulatkan matanya dan terkejut serta menatap Yoongi takut.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" Yoongi berucap datar.
"A-aku, ah maafkan aku Yoongi." Hoseok menundukan kepalanya.
"Apa kau takut padaku?" ucapnya sambil menatap Hoseok dengan tatapan sayunya.
"E..e-" Hoseok terdiam dan hanya membiarkan matanya berputar-putar mencari jawaban, entahlah Hoseok sadar atau tidak, matanya mengeluarkan buliran bening. Yoongi pun tersenyum kecil dan menarik bahu Hoseok serta memeluknya.
"Hoseok, kau tidak perlu takut. Aku akan tetap menjadi sahabatmu tidak mungkin jugakan aku meninggalkan sahabatku hanya karena seseorang yang tidak begitu penting. Taehyung tidak menyukaiku, aku menerima itu semua tetapi jika kamu berhenti menjadi sahabatku mungkin kepalamu akan ku penggal." ucapnya sambil melepaskan pelukannya dan menatap sebal kearahnya.
"Ma-afkan aku Yoongi." Ucap Hoseok sambil tersendu dan mengusap pelan air matanya.
"Jaga hati Taehyung ya, kalau kau tidak menjaganya aku bisa merebut hak milikmu." Yoongi terkekeh pelan dan mengusap bahu sahabatnya.
.
.
Hari sudah malam, mereka akan kembali kerumah mereka masing-masing, terlihat jelas sudah Yoongi dan Hoseok kembali bersama dan akrab kembali. Mungkin benar apa kata Jimin, untuk apa meributkan seseorang yang pada akhirnya tidak akan memilih kita juga, toh intinya dia bahagia saja sudah cukup.
Yah seperti apa yang dilihat, mau tak mau Yoongi pulang bersama Jimin lagi tentu dengan scooternya. Yoongi melepaskan helmnya dan tautan peluknya diperut Jimin. Ia tersenyum kecil dan memutarkan badannya untuk masuk kerumahnya.
"Yoongi!" teriak Jimin dan Yoongi memutar badannya malas.
"Apa lagi?" tanyanya dengan tatapan datar.
"Tidak ada ucapan terimakasih?"
"Terimakasih." Ucapnya datar dan membalikan badannya.
"Yoongi!"
"Apa lagi sih?!" kali ini Yoongi tidak mau memutar badannya lagi. Terlalu malas.
"Minggu depan, ayo kita jalan-jalan!" ucapnya dengan nada ceria.
"Lihat saja nanti." Yoongi berucap malas dan membuka pintunya.
"Baiklah, selamat malam nona manis."
"Hmm terserahmu."
"Yoongi!"
"HYAK!" saat Yoongi membalikan tubuhnya lagi untuk memarahi Jimin, Jimin sudah mengendarai motor scooter matic-nya, dan melambaikan tangannya. Yoongi tersenyum manis hingga menunjukan gummy smile-nya entahlah apa penyebabnya.
Dan Yoongi masuk kekamarnya, merebahkan badannya pada sisi ranjang miliknya. Ia menutupi wajahnya dengan boneka kumamon kesayangannya. Semburat merah dari pipinya menjalar ke telinga mungilnya. Ia rasa ia benar-benar gila sekarang
.
.
.
TBC
.
.
.
Eaaa~
Tbc lagi :v
Panjangan nih, entahlah idenya ngalir terus dicerita ini, mungkin karena pengalaman pribadi :'v
Suka ga sih? Ngebosenin ga sih? Cheesy ga sih?
Makasih buat yang review, fav dan follow kamsahabnida chagii~
.
Reviewnya boleh kali hahaha~ *plak
EmaknyaJimin : ASTAGA ADA EMAKNYA JIMIN kkk~ udah dilanjut ya. Titip salam buat chimchimin , GithaCallie : udah dilanjut yaa :3 , Jimsnoona : haha sama, jadi penasaran deh sama ide sendiri gimana jimin kedepannya *lol semangat juga buat kamu! , yoonminlovers : udah dilanjut yaa chagi :3 , minchimin : udah dinext~ iya nih haha tapi gasepenuhnya beberapa moment doang dimasukin kecerita, sakit emang huhu. , 07 : Wah sama nih hehe :3 , dulumikan : aigoo, udah moveon kok *boong. Ini udah dinext yaa ehehe.
Yuk Review lagi ditunggu loh *ehem
Makin banyak review makin cepet update *Boonganlah tapi diseriusin juga boleh.
Jadi? Review yaa :3
