.
.
.
ISN'T HURT?
MINYOON, BOY X BOY! BL
RATED T, TYPO EVERYWHERE.
HAPPY READING.
.
.
.
Pagi cerah meliputi lelapnya tidur Yoongi, dengan mata yang masih mengkantuk Yoongi mengangkat tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi. Ketika tengah membilas tubuhnya ia terdiam jengkel. Astaga ini hari libur betapa ia merasa bodoh sekarang. Dia keluar dari kamar mandi dan membuka ponselnya. Jimin sudah 2 hari tidak mengirimkan pesan kepadanya.
"Apakah bocah itu sudah menyerah? Setidaknya dia membalas pesan terakhirku- Oh ayolah Min Yoongi, sadar! Untuk apa kau berpikiran tentang Jimin?" ucapnya sambil melempar ponsel miliknya kekasur dan merebahkan tubuhnya yang hanya berbalut kaos tipis miliknya.
Tak lama Yoongi memejamkan matanya kembali, yah karena Yoongi memang pemalas jika tidurnya terganggu maka ia akan tertidur kembali. Tetapi ponselnya berdering kembali.
Trrrttt!
Yoongi segera bangun dan mengangkat ponselnya.
"Halo, siapa peganggu pagi-pagi saat ini?" Yoongi berucap malas, ia tahu kalau penelfonnya tidak jah dari Hoseok ataupun mungkin Jungkook.
"Hello Yoongi" Yoongi membulatkan matanya sadar ketika suara ini.. suara milik si pria tampan – dan bodoh seminggu lalu ia temui.
"A-ada apa?" tanya Yoongi dengan nada gugup.
"Ah- bukankah kita belum berkenalan secara formal, bukankah aku juga berjanji akan mengajakmu berkencan?"
"Astaga Jimin, mimpi saja kau. Kau berhari-hari menghilang dan datang mengajakku berkencan?"
"Woaah- Yoongi menunggu kabarku ternyata?!" Yoongi mengendus nafasnya kasar.
PIP!
.
.
.
PIP!
"Yah, kok dimatiin?" Jimin mengerucutkan bibirnya, Namjoon yang melihat Jimin berekspresi seperti itu segera tertawa ringan.
"Yak! Namjoon hentikan tawamu!" Jimin melempar bantal sofanya diwajah Namjoon.
"Datang saja kerumahnya, lalu kamu jelaskan padanya mengapa kamu tidak membalas pesannya beberapa hari ini, mengapa semuanya terlihat sulit si Jim?" Namjoon tersenyum remeh kearah Jimin.
"Bagaimana jika Yoongi mengusirku?" tanyanya singkat sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kau ini belum melakukan tetapi sudah menyerah. Laki-laki bukan?" tanya Namjoon dengan nada mengejek.
"OK! Aku pergi sekarang!" dengan nada tegas, Jimin beranjak dari sofanya dan merapihkan dirinya, tidak lupa dengan minyak wangi yang menyengat.
.
30 menit kemudian.
"Astaga Jimin! Bau-mu!" Namjoon menutupi hidungnya.
"Ada apa sih memang? Wangi kan?"
"Wangi, tapi sangat menyengat."
"Ayolah Namjoon- kau tidak pernah memakai minyak wangi memang saat berkencan dengan SeokJin-hyung?"
"Yak! Tentu saja pernah. Ngomong-ngomong kamu akan pergi kemana hari ini?"
"Eumm.. kemana ya bagusnya?"
"Namsan tower saja! Disana ada gembok cinta, kau bisa membeli gembok dan menuliskan nama kalian."
"Eum- baiklah! Hari ini aku akan naik bus saja dengan Yoongi! Terimakasih Namjoon hyung, sampai jumpa!" Jimin meninggalkan Namjoon sendirian.
"Astaga bocah itu tumben sekali memanggilku dengan embel-embel hyung. Aku ajak keluar SeokJin saja kalau begitu." Namjoon tersenyum ringan dan mengeluarkan ponsel miliknya.
.
.
SeokJin sudah berpakaian rapih sekarang, Yoongi membuka mulutnya kaget.
"Apa yang kau lihat?" SeokJin menyadarkan Yoongi dari lamunannya.
"Hyung mau kemana?"
"Berkencan dengan Namjoon, kesian sekali adikku berlibur dirumah. Makanya lupakan saja Tae!" SeokJin mengejek.
"Yak! Jaga mulutmu hyung!"
TING TONG!
"Ah- pasti itu Namjoon, sampai jumpa Yoongi!" SeokJin melambaikan tangannya dan berjalan keluar.
.
Jin berjalan keluar rumahnya, Yoongi membuka sedikit tirai jendelanya menatap kakaknya memasuki mobil kekasihnya. Yoongi menghembuskan nafasnya, ia menatap iri kearah keluar. "Bahagianya liburan dengan seorang kekasih- Aniyaa Yoongi! Apa-apaan kau ini?" Yoongi berucap malas dan menutup tirai jendelanya.
.
"Jadi bagaimana dengan Yoongi?" tanya Namjoon kepada kekasihnya yang baru masuk ke mobilnya.
"Apanya yang bagaimana? Yoongi masih dirumah. Memang kenapa?"
"Jadi Jimin belum sampai?"
"Hah? Memang Jimin mengajak adikku berkencan?"
"Sebelum aku menelfonmu, dia bilang padaku jika dia akan pergi kerumahmu. Tetapi bahkan dia belum sampai sebelum aku, aku menelfonnya lebih dahulu." Namjoon berucap khawatir dan membuka ponselnya mencari kontak Jimin.
.
.
"Eum, jadi darisini ke Namsan Tower harus naik kereta gantung ya ahjumma?" tanya Jimin pada seorang wanita cukup tua dihadapannya. Wanita itu tersenyum dan mengangguk perlahan.
Trrtt!
"Hallo Namjoon-hyung, ada apa?" Jimin dengan cepat mengangkat ponselnya yang bergetar.
"Kau kemana saja? Aku sudah menjemput SeokJin dan kau belum sama sekali sampai."
"Aku membeli bunga untuk Yoongi dulu, hyung."
"Heh- baiklah terserahmu saja. Cepatlah datang Yoongi sudah menunggumu!" kali ini bukan lagi Namjoon yang berucap tetapi kakak dari Yoongi, SeokJin.
"Baiklah! Have a great dating hyung!" ucapnya sembari memutuskan sambungan telfonnya.
Setelah itu, ia mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan memberikannya pada ahjumma dihadapannya dan mengambil beberapa tangkai bunga yang sudah dibungkus rapih.
.
.
Yoongi menyelesaikan acara mandinya, kali ini ia sendiri dirumahnya. Ibunya hari ini berniat untuk pergi kemall dengan ayahnya yang- yah bisa dibilang jarang berinteraksi dengan keluarga karena sibuk sekali didunia pekerjaannya, tetapi tidak juga menyia-nyiakan waktu kebersamaan dengan orang yang dia cintai yaitu keluarganya untuk berlibur. Tetapi karena Yoongi menolak dan takut membuat acara kemesraan orangtuanya runyam jadi Yoongi menolak ajakan dan memilih diam dirumah.
Sekarang ia merasa menyesal telah menolak ajakan Jimin untuk berkencan, ingin menelfon lagi tetapi malu. Jadi dia berniat untuk keluar sendiri saja. Ia memakai baju yang cukup simple tetapi dengan style menarik, ia menggunakan kaus putih, celana panjang semata kaki yang terlihat pas dikaki mungilnya, headset yang menggantung disatu telinganya dan jaket yang ia kenakan berwarna soft blue.
.
Baru saja Jimin ingin mengetuk pintu Yoongi, Yoongi malah sudah membuka pintunya dengan tatapan sayu alaminya. Yoongi membuka matanya dengan besar ketika melihat Jimin sudah dihadapannya.
"Sedang apa kau disini?" tanya Yoongi kaget.
"Aku kan mau ajak kamu berkencan."
"Hfftt." Yoongi mengendus kesal dan menatap kearah tangkaian bunga yang dibawa Jimin.
"Jika tidak mau yasudah aku pulang." Jimin memutarkan badannya dan hendak meninggalkan Yoongi.
"Hei tunggu-" Yoongi menahan lengan Jimin dan menundukan kepalanya sebentar. Jimin memutarkan badannya dan melihat Yoongi mengumpati wajahnya karena malu.
"Tadah! Untuk Yoongi si gula pemalu yang galak!" ucapnya lembut sambil menyodorkan bunga yang tadi ia beli.
"-Maaf membuatmu menunggu, aku lama memilih bunga yang bagus untukmu."
"Aku tidak suka bunga. Tetapi ok, aku simpan saja." Yoongi berbalik memasuki rumahnya dan meletakan bunga tersebut dimejanya. Ia kembali keluar dan mengunci rumahnya.
"Kau tidak ingin membaca suratnya?" tanya Jimin dengan mengerucutkan bibirnya.
"Aku tidak tahu didalam bunga tadi ada suratnya. Nanti malam aku baca, jika ada waktu." Yoongi berucap dengan wajah datarnya.
"Harus kamu baca!" ucap Jimin tegas sambil menangkup wajah Yoongi yang terlihat kecil.
"A-apa sih? Iya-iya. Lepaskan!" Yoongi merasa wajahnya panas dan menepis pelan lengan milik Jimin. Jimin jadi gemas melihat Yoongi yang bersemu seperti tadi.
"Yasudah Ayo!" ucapnya sambil menautkan jari-jarinya dengan jari Yoongi dan menariknya pelan. Pada awalnya Yoongi ingin melepaskannya tetapi entah mengapa, ia jadi senang sendiri bahkan tersenyum manis dibelakang Jimin yang terus menariknya. Jantungnya berdegup sangat kencang.
.
.
Mereka sampai dibus dan bus terlihat sepi dia mengernyitkan dahinya, mengapa sesepi ini. Astaga ia baru menyadari ternyata, bocah ini mengajaknya ke Namsan! Entahlah kebetulan atau apa, tujuannya memang dari kemarin adalah ke Namsan, dan Jimin benar-benar mengajaknya.
Jimin masih mengaitkan jari-jari tangannya pada jari-jari kecil dan putih milik Yoongi. Yoongi pun tidak ada hentinya menahan senyum dan wajah semu merahnya yang tidak ada henti-hentinya menjalar kepipinya.
"Kamu daritadi dengar lagu apa sih?" Jimin menarik satu headset yang tidak digunakan oleh Yoongi dan meletakan ditelinganya. Sebenarnya sejak tadi Yoongi tidak memutarkan musik. Jimin mengerutkan alisnya bingung kenapa Yoongi tidak menyalakn musik dari ponselnya.
"A-ah maafkan aku, biar aku nyalakan musiknya." Yoongi hendak mencari-cari lagunya. Tetapi Jimin menarik ponselnya.
"Biar aku yang pilih"
"YAK-"
"Sekali saja-" Jimin menatapnya dengan tatapan memohonnya. Dan pada akirnya Yoongi membiarkannya sambil menatap datar kearah Jimin.
Jimin menyalakan lagu dari ponsel Yoongi, Yoongi terbelak kaget lagunya adalah 'Wish Your My Love- T Max feat J'. Ini lagu romantis yang pernah Yoongi dengar dari ost drama Boys before flower. Tak lama Jimin membuka kamera dan mengarahkannya kewajah Yoongi.
Cklekk!
"Woaah manisnya" Jimin tersenyum puas melihat wajah manis Yoongi diponselnya.
"Hentikan Jimin!" Yoongi berucap malas. Tetapi Jimin malah mengarahkan kameranya kearah mereka.
"Ayo kita foto bersama, cepat tersenyumlah. Kau manis dan lucu saat tersenyum." Entahlah perkataan Jimin malah membuat Yoongi tersenyum sangat tulus dan manis.
Ckleek!
Jimin langsung melihat hasilnya dan membuka matanya lebar-lebar, ia menelan ludahnya sendiri. Ia sangat gemas dengan Yoongi yang menunjukan Gummy smile-nya.
"Ada apa? Jelek hasilnya?" Yoongi mendekat kearah ponselnya dan melihat hasil foto tersebut.
.
Cup-
.
Kecupan mendarat dipipi Yoongi, Yoongi langsung menatap Jimin dengan kaget. Ia benar-benar bersemu. Mati aku ucapnya dalam hati.
"Yoongi- aku tidak tahu harus seperti apa tetapi aku merasa bahagia bersamamu." Jimin tersenyum sangat tulus kearah Yoongi, sedangkan Yoongi masih terdiam dengan tatapan 'aku-tidak-percaya-hell-bangunkan-aku'.
"Jika sudah sampai bangunkan aku, aku akan membuat hari ini menjadi hari paling menyenangkan untukmu Yoongi." Jimin membiarkan kepalanya tertidur dibahu mungil milik Yoongi sambil memejamkan matanya. Yoongi masih terdiam tak percaya dia mendapat 2 serangan dijantungnya. Yoongi terdiam entahlah bahagia atau malah ingin tersenyum.
Tak lama kemudian ia tersenyum manis wajahnya benar-benar bersemu, lagu yang terputar sekarang adalah lagu dari 'MC Mong ft Lisa- Letter To You' sambil mengusap poni milik Jimin yang menutupi dahi sampai kematanya.
"Aku juga merasa nyaman denganmu Jimin." Ucapnya sambil tertawa ringan.
.
.
.
TBC
.
.
.
Hay~
Update lagi, mungkin bisa dibilang fast up-
Tapi mungkin ini terakhir fast dan mungkin akan dilanjutkan agak lama.
Bukan berarti ga dilanjutin lagi .-.
Soalnya sibuk sama urusan duniawi.
Kalian harus dengar 2 lagu itu sambil baca cerita karena lagu itu yang bikin cerita ini terbentuk seromantis *eh gatau romantis apa ngga deh.
.
Objek selanjutnya tempat-tempat romantis dikorea dan- ah gua ngetiknya sambil senyum-senyum masa (?) :3
Lagi ngidem ke Korea bareng pacar , Yah tapi sayang ga punya *ke biro jodoh
Thanks for review, fav dan follow cerita ambigoe ini hahahay~
.
Reply Review
Anniehobie : Omoo udah dilanjut ya, makasih :3 *pelukdulu
Tetangga jimin : Aigoo, kemarin ketemu emaknya, kakaknya sekarang tetannganya *tonjok saya. Hosiki mukanya cantik terus tinggi badannya mendukung *ehemm. Makasih yaa :3
Minchimin : Iya lebih lucu yang buat ceritanya *sok asik ya gua, makasih :p
Yoonminlovers: Iyaya, jadi pengen diposisi Yoongi. Ini udah dilanjut yaa~ Makasi :p
EmaknyaJimin : Capslocknya jebol yak chagi? :3 Gua juga jadi senyum-senyum sendiri baca komen dari kamu. Aigoo makasih salamnya :p udah dinext yaa beb :o *eh
Dessy574 : Udah dilanjut makasih yaa.~
.
Udah baca kan? Bayar pake review boleh kali *ga maksa ya.
Review, please? :3
