MAKE YOU MISS ME

(Part 4) - the true Ending.

R-15

Yaoi/BoyXBoy/ Shounen-ai/


It's Hunkai.

HAPPY READING^^


Jongin tidak tau lagi cara menghindari sensasi sentuhan Sehun pada tubuhnya. Sekalipun dia berkelik, tubuhnya akan bergetar dan tanpa sengaja mendesah pelan. Melupakan traumanya dengan mudah karena luluh oleh tatapan lembut Sehun padanya. Lebih dari apapun, Jongin senang mendapatkannya.

"Hangh!"

Remasan di belakang tubuhnya begitu mengejutkan, kenapa tak pernah terlintas untuk pergi saja dari sini. Sehun dan tatapan nya selalu bisa menjatuhkannya. Nafasnya ikut memburu mengetahui nafas panas Sehun ikut meniupi area sensitif di tengkuk nya. Dia sungguh sulit melarikan diri dari ini semua.

"Haa—ah?"

"Do you like it,Hm?"

Yeah, dari semua tangan yang pernah memeluknya. Jongin tidak mengerti kenapa tangan besar Sehun yang diinginkannya. Terlepas dari rasa takutnya akan hubungan ranjang, Jauh dari itu Jongin ingin melakukannya dengan Sehun. Seperti sebuah cara lain agar Sehun tau seberapa besar sukanya.

Jongin sulit menolak untuk semua ini. Semua saraf ototnya secara bergatian menegang lalu rileks. Dia mengangguk pelan, menjawab pertanyaan Sehun.

"Ghh—Like it. Hahh."

.

.

.

I'd go hungry, I'd go black and blue

Aku rela menahan lapar, aku rela
kesakitan

I'd go crawling down the avenue

Aku rela merayap di jalan

No, there's nothing that I wouldn't do

Semua rela kulakukan

To make you feel my love

Agar kau merasakan cintaku

.

.

.

Sudah hampir dua puluh menit sejak Sehun menindih tubuh ringkih Jongin. Mengungkung nya tanpa bisa mengalihkan pandangan dari mata bulat milik Jongin yang terpejam. Tangan-tangan entah bagaimana telah menelusuri semua bagian dari Jongin. Dia sadar apa yang dilakukannya. Menjijikan memang, tapi rasa penasaran sangat menggelitik nya.

Tanpa menyadari bagaimana keadaan mereka berdua, Sehun tetap kekeuh menciumi bahu Jongin yang terbuka. Menghembuskan nafas panas sesekali menggoda titik sensitif tengkuk jenjang tan ini. Jika Jongin wanita, Sehun tidak akan mau menunggu lagi. Tapi tetap saja, Jongin adalah pria.. Sama sepertinya dia tentu punya sesuatu yang menggantung dibawah sana.

"Khh—"

Sehun pun tidak menyadari kenapa tubuh bagian selatannya terasa sesak dan berdenyut sakit. Dia menggeram tertahan mendengar lengguhan Jongin, sangat ingin berhenti tapi tidak bisa. Kenapa ini seperti candu, Jongin.

Jari Sehun menyelinap mengelus hati-hati perut Jongin. Perlahan turun hingga masuk ke selangkangan Jongin, lelaki tan itu meremas bahu Sehun tak memperdulikan jika orang yang disukainya akan berpikir Dia murahan atau sebagainya. Fvck, ini pertama kali nya dia tak ingin berhenti.

"Hahh, Se-Sehun!"

Kedua manik Jongin membulat horror, sesuatu dibawah sana membuatnya menghempaskan kepala nya kebelakang. Sehun melebarkan kaki Jongin, dan menenggelamkan wajahnya di selangkangan tetangganya. Tak mengerti apa yang dilakukannya, hanya mengikuti naluri. Dia membiarkan tubuhnya bergeral sendiri.

Basah

"Mnnghh! A-ah?"

Setiap inchi kulitnya berpeluh, pakaian nya juga telah hilang kemana. Jongin meringis merasakan sakit tepat di kepala penisnya, tidak seluruhnya sakit sebenarnya karena..

"Nnn—Ahh, Sehunhh."

Ini sangat menyenangkan.

Sehun seperti akan memakannya, sangat lembut dan hati-hati menggerakkan lidahnya menggoda garis benda bulat panjang yang di genggamnya naik-turun. Dia tak mau ini cepat berakhir..

Jongin mengerang menahan kepala Sehun dibawah sana, kenapa ini nikmat sekali? Tak pernah terpikirkan jika apa yang ditakutinya bisa membuatnya melayang seperti ini. Selang lima menit kemudian, Sehun dapat mendengar nafas Jongin memendek.

Jongin mengigit bibirnya menahan puncak nya lebih lama, dia tak mau menyusahkan Sehun dengan cairan menjijikkan miliknya. Tangannya bergerak menjauhkan kepala Sehun tapi pemuda pale itu malah bermain dengan kepala penisnya. Hingga kabut putih menghampirinya tak sadar tangannya kembali meremas rambut Sehun.

"Ngg, Hahh! Ahh!"

Slurpp~

"Nhh.."

Tapi Sehun tidak berhenti, lelaki itu masih tetap menghisapnya seolah itu susu. Jongin mendesah kecil untuk terakhir kali karena mata nya menemukan seringai di bibir plum Sehun.

Stupid.

Oh, Crap.


N


Sehun kembali memakai kaos nya, lantas ikut berbaring di samping Jongin yang kini sedang memunggunginya dengan kedua tangan menutupi muka. Dia tertawa pelan entah karena apa tapi meras lucu dengan apa yang dilakukannya. Ternyata, berhubungan badan dengan pria sepertinya bukan hal buruk juga. Ada benarnya jika desahan pria selalu jujur sedangkan wanita mungkin akan berpura-pura. Well, Sehun sedikit banyak membaca artikel online. Dan itu terbukti, Dia justru turn On karena suara Jongin.

"Sehun.."

"Mm?"

Jongin masih menutupi wajahnya karena kegiatan mereka beberapa menit yang lalu. Dia sudah tidak mempunyai muka bertatapan dengan Sehun. Sangat memalukan mengingat dia telah datang dalam rongga mulut Sehun. Jongin sadar pasti sperma nya sangat menjijikan di pikiran Sehun atau mungkin saja pemuda pale itu akan kembali membencinya. Seharusnya Jongin tidak mengiyakan saja saat Sehun meminta ciuman darinya. Tak ada yang lebih memalukan dari ini, Jongin bersumpah tidak akan melakukan itu lagi.

"Yang tadi.. M-maaf."

Eh?

Jongin berjengit merasakan beban disampingnya bertambah lalu tak lama dia juga merasakan pelukan ringan di pinggangnya. Apa yang Sehun lakukan? Dia tidak jijik berdekatan dengannya? Atau..

Ah tidak-tidak, Mungkin Sehun hanya mempermainkannya. Ya past—

"Aku yang seharusnya minta maaf."

Kedua tangan tan Jongin ditarik Sehun, lalu beralih memeluk Jongin lagi. Jongin membuka mata, menemukan wajah Sehun sudah berada didepannya. Dapat dipastikan dia melihat kedua mata Sehun menatap dingin lurus padanya. Jongin mengalihkan pandangannya kemanapun menghindari tatapan intimidasi itu.

"Hng!"

Dagu nya ditarik paksa kedepan, membuat Jongin tanpa sengaja langsung menatap mata Sehun dekat. Sehun hampir mencengkram dagu itu tapi urung saat tau Jongin sudah balas menatapnya.

"Boleh bertanya?" Jongin mengangguk, tak berniat bersuara takut itu akan membuat marah Sehun.

"Kenapa kau menyukaiku?"

Sehun sendiri menunggu sepuluh detik setelah menghela nafas pendek untuk bertanya pada Jongin tentang apa yang selama ini menyangkut dalam pikirannya. Sehun yakin bahwa dia sempat melihat sinar mata Jongin sedikit meredup menatapnya sendu.

"Kenapa kau tidak bisa menyukaiku?"

Jongin bertanya setelah Sehun bertanya, dia akan menjawab setelah Sehun juga menjawab pertanyaanya. Sebuah pertanyaan yang selalu membuatnya berpikir keras setiap malam, berpikir bagaimana cara Sehun menyukainya-melihatn ya.

Sorot mata Jongin benar-benar meredup setelah mendapati Sehun hanya terdiam. Dia tahu, Sehun tidak akan menyukainya walaupun hari ini mereka banyak melakukan banyak hal. Dia juga sadar untuk tidak terlalu berharap pada apa yang diinginkannya.

"Kenapa kau selalu kasar padaku?"

"Sampai kapan, kau akan membenciku?

"Apa kau masih belum menyukaiku?"

Sehun diam mendengarkan Jongin terus bertanya tanpa henti. Dia menyaksikan bagaimana gurat frustasi Jongin dari raut wajahnya. Putus asa, apa Jongin putus asa sekarang?

Jongin mencengram erat kerah kaos yang dipakai Sehun, lalu mengguncang tubuh itu pelan. Dia menuntut jawaban dan sebuah kepastian. Tidak masalah kejujuran Sehun akan menyakitinya, tak masalah jika akhirnya nanti dia tetap putus cinta, juga tak masalah jika beberapa tahun ini dia sia-sia berusaha keras membuat Sehun menyukainya. Tidak apa, Gagal akan membuatnya tegar. Dan Jongin selalu yakin, jika Waktu akan menyembuhkan luka nya nanti.

"Jawab aku." Jongin memaksa Sehun untuk segera bersuara, tapi pemuda itu masih dengan dingin menatap nya. Dia seperti patung berbicara sendiri, Sehun tidak perlu berbicara. Jongin sudah bisa sadar diri. Sehun memang tidak pernah peduli apapun tentangnya.

Cengkraman di kerah Sehun melemah, Jongin melepaskannya. Dan Sehun masih setia mendengarkan semua. Dia ingin mendengar semuanya dari bibir Jongin, terlalu banyak yang terjadi hari ini.

"Hyung?"

Jongin menatap tak mampu pada Sehun. Akhirnya pelajar ini bicara. Sehun tidak tersenyum atau menampilkan raut kebencian dalam matanya. Jongin sadar jika kali ini dia yang harus jadi pendengar.

Kiss

Kiss /again/

Jongin membulatkan matanya, merasakan Sehun telah mencium bibirnya. Matanya terasa basah, tapi tetap tidak membuatnya mengalihkan pandangan dari senyum tipis Sehun.

Sehun meneguk ludahnya diam-diam, mungkin ini saatnya untuk jujur. Tidak ada salahnya ada kesempatan kedua. Selama ini dia terus berputar di titik yang sama, takut mengambil suatu keputusan, frustasi akan hal bodoh, memikirkan cara agar orang ini menjauh padahal dia tau seberapa berat Jongin menyukainya. tapi, Jika dan andai Jongin tau dia hanya kaku. tak bisa menunjukkan perasaannya yang sebenarnya, ibu nya benar 'tak ada yang salah dengan cinta' begitu juga Jongin. Tak ada yang salah dengan menyukai sesama jenis, andai dia bisa lebih open minded akan mudah menerima ini semua. tapi sekali lagi. dia hanya pengecut..bertopeng.

"Aku tidak bisa mengatakannya, sulit sekali." Sehun hanya mengikuti perasaannya. tak tau harus berkata apa pada orang ini.

"Aku mengerti." jawab Jongin ragu, tentu. Dia masih ragu mengartikan ciuman Sehun.

"Hyung?"

Jongin mengangkat alisnya, mendengar panggilan sing a song Sehun padanya. Dia menatap bingung ke arah sehun.

Sehun menelusupkan jemarinya kebalik pakaian Jongin dan meremas pinggang nya pelan. Jongin terkejut menatap was was pada sehun. Sedangkan Sehun menarik paksa Jongin mendekat.

"A-apa lagi?"

"Ajarkan aku cara menyukaimu?

"Eh?"

Sehun untuk pertama kalinya ia mencoba untuk tidak membenci Jongin, mencoba menerima apa yang akan diajarkan Jongin padanya nanti. Tak ada salahnya menjadi gay untuk Jongin. Well, sebanyak dia membaca artikel online.. dia teringat beberapa quotes yang sangat manis.

"That's when I finally got it. I finally understood. It wasn't the thought that counted. It was the actual execution that mattered, the showing up for somebody. The intent behind it wasn't enough. Not for me. Not anymore. It wasn't enough to know that deep down, he loved me. You had to actually say it to somebody, show them you cared. And he just didn't. Not enough." ― Jenny Han

atau ..

"I no longer believed in the idea of soul mates, or love at first sight. But I was beginning to believe that a very few times in your life, if you were lucky, you might meet someone who was exactly right for you. Not because he was perfect, or because you were, but because your combined flaws were arranged in a way that allowed two separate beings to hinge together." ―Lisa Kleypas

yeah, seperti nya Sehun lebih menyukai opsi pertama. Itu terdengar seperti apa yang dikipirkannya sekarang. Selama ini Dia sibuk menutup mata, sementara Jongin berusaha membuatnya bahagia. Jadi, Mungkin ini saat nya membalas, Sehun Juga akan mulai berusaha membuat Jongin bahagia. Bagaimana?

Tak ada salahnya, Kita membuka hati dan mata untuk orang yang mencintai kita. Hidup itu berputar, tidak selalu di titik yang sama. Ada kalanya, Dicintai lebih baik daripada mencintai.


End-01-


saya tau ini menggantung. makanya saya ada cadangan sequel. bedanya dari side Sehun biar kalian tau perasaan Sehun sebenernya. saya menyukai ide cerita ff ini, tapi sulit ngembanginya. makasih buat yang sudah mau meluangkan waktunya membaca fanfic konyol saya. jujur, saat yang paling aku suka pas baca review kalian. penuh ekspresi. hihi

see you at the next story.

thanks for your reading