MAKE YOU MISS ME ( Sequel I )
.
.
-Prove it!-
Pt.01
Oh Sehun
X
Kim Jongin
.
.
PG-17
.
.
Fluff, Friendship, Romance, Sweet/?
.
Bar!AU + College!AU
.
Warn : :
They belong to them self, not even mine or yours.
It's BoysLove, Boy x Boy, Yaoi.
Dont Like, Then Dont Read it!
Be good Readers..^^
Happy Reading
Pukul 11.23 malam, Langkah kaki menggema di sepanjang lorong apartemen tua yang kini mulai termakan usia. Sehun menyesap batang tembakau yang dibakarnya beberapa saat lalu. Dia berjalan memasuki apartemennya dengan wajah datar.
"Kau sudah pulang?"
Sehun mendongak, melihat sekilas seseorang yang menyambutnya dengan wajah lelah. Ia menaruh sepatu kets miliknya di rak bawah, lalu berdiri menepuk bahu seseorang itu.
"Tidurlah hyung." Ucapnya, sebelum melangkah memasuki kamarnya. Tak lama Sehun keluar dengan laptop di tangannya.
Jongin merengut. Hari sudah larut. Sehun pun baru saja sampai. Tapi lelaki itu rupanya masih belum merasa lelah. Hal ini sudah biasa terjadi. Hampir dua tahun Jongin mendapati Sehun selalu pulang hampir tengah malam.
Tanpa suara, Jongin mendudukkan dirinya disamping Sehun. Ia menopang dagu memperhatikan sang kekasih. Batang rokok di antara bibir Sehun menarik perhatian Jongin.
Jongin menarik rokok itu, lalu menaruhnya di asbak tak jauh dari mereka. "Berapa kali harus kubilang. Jangan merokok, Sehun. Itu tidak Sehat. Ka—"
Perkataan Jongin terhenti saat Sehun mengecup bibirnya, lelaki itu menjauhkan wajahnya setelah memberi satu kecupan lain disana. Secara otomatis. Ia terdiam.
Sehun menarik seringai, walau tatapannya kembali terfokus pada layar. Jemarinya mengetik membuat suara 'tik' mengisi keheningan. Wajah blank Jongin sangat menyenangkan.
Ah ya.. Jongin.
Mereka menjalani hubungan ini selama tiga tahun, Kini ia seorang mahasiswa di universitas swasta. Entah hubungan apa. Sehun masih belum ingin menamainya. Tak ada kepastian. Jongin juga tak membicarakannya.
Omong-omong, ini adalah apartemennya. Ia memaksa Jongin tinggal bersamanya dua tahun yang lalu. Walau mereka bertetangga. Jongin sering mengambil cuti untuk berdiam diri di sini. Terkadang hanya untuk menemaninya mengerjakan tumpukan tugas makalah.
Sehun menoleh kala bahunya terasa berat, Jongin tengah menaruh kepalanya disana. Tangan Sehun bergerak natural mengusap surai coklat itu membuat wajah Jongin mendongak menatapnya bingung.
"Hyung tidak tidur?"
"Kau belum tidur?"
Sehun mendengus. Jongin dan segala sifat menyebalkannya. Pria payah yang selalu memutar topik pembicaraan. "Kau ini.."
Jongin terkekeh. Ia beranjak mengambil secangkir kopi hangat yang disiapkannya sebelum Sehun pulang. Menaruh mug lucu itu di dekat Sehun.
"Thanks." Jongin mengangguk. Ia menutupi mulutnya, menguap tanpa suara.
Sehun meminum kopi yang disuguhkan Jongin padanya. Ia mengernyit. "Manis sekali." Wajahnya berubah kesal.
"Hyung. Berapa banyak gula yang kau masukkan?"
Jongin tersenyum mengusap matanya, "Eum.. dua sendok?"
Sehun menghela nafas. Benar-benar. Padahal dirinya tidak menyukai kopi jika terlalu banyak gula, dia lebih suka kopi pahit. Setelahnya sehun membuat mimik tidak perduli. Dia kembali mengetik. Dosen sialan. Dia telah mengerjakan setumpuk makalah panjang, yang akhirnya terlempar sia-sia. Selalu ada paraf salah. Kuliah itu merepotkan.
Jongin duduk di lantai, menghadap Sehun-nya. Ia menopang dagu di meja. Dengan senyuman lebar yang sepertinya takkan luntur. Dia begitu merasa senang. Perasaannya meluapkan kebahagian kecil.
"Sehun.." Ia memanggil sang kekasih, dan Lelaki itu hanya bergumam menyahutnya.
"Terima kasih."
Jari Sehun berhenti mengetik, ia mengalihkan pandangannya pada pria yang cukup lama ia kencani. Jongin tengah memasang wajah idiotnya, masih sama seperti terakhir kali Sehun melihat ekspresi itu beberapa tahun yang lalu. Sehun ingat betapa bencinya dia dengan Jongin saat itu.
"Untuk?"
Jongin Berdiri, membuka kancing teratas kemeja nya. Dia mendudukkan diri di pangkuan Sehun. Tangannya mendorong dada Sehun, memaksa lelaki itu menatapnya.
"Untuk.. untuk segalanya."
Sehun merasa tersentuh oleh senyum tulus Jongin. Ia merasakan perasaan hangat menyelimuti dirinya. Sehun membingkai wajah tan itu mendekat padanya. "Kau tidak perlu berterima kasih, Hyung."
Mata Jongin serasa basah, ia begitu cengeng oleh sikap lembut Sehun saat ini. Dia terharu. Kenapa Sehun begitu manis? Bahkan ketika lelaki itu bersikap gentle seperti sekarang.
Sehun terkekeh rendah, jempolnya mengusap pipi Jongin dari airmata yang mengalir lewat sudut manik yang disukainya. "Kau masih cengeng, Hm?"
Jongin tertawa memukul bahu Sehun pelan. Tidak lucu. Kenapa jadi ia yang diejek.
"Kenapa aku sangat menyukai mu?"
Sehun tergelak oleh gumaman kesal Jongin. Ia ter heran, sedikit geli oleh wajah merajuk sang beruang. Sehun menarik sebuah seringai miring.
"Entahlah, Kenapa?" Bisik Sehun, menghembuskan nafas hangatnya pada daun telinga Jongin.
Jongin menunduk, ia mengulum bibir bawahnya. Bisikan itu berdampak banyak padanya. Sehun hanya menahan senyum. Kedua tangan Sehun mengelus sisi tubuh Jongin. Hingga menyelinap dibalik kemeja sang kekasih. Membuahkan sebuah rintihan halus di samping telinganya.
"Sehun.."
"Here.." Sehun bergumam menjawab seraya mengendus aroma tubuh Jongin di perpanjangan tengkuk pria di pangkuannya.
Jongin mengerang, meremat bahu Sehun—ia tak tahan jika Sehun terus menggodanya seperti ini.
"Hhh, Sehun.."
Sehun merasakan nafas Jongin memberat dan mulai tidak teratur. Tangannya yang lain sedang melakukan pekerjaannya di dada Jongin. Ia menggoda sang kekasih untuk dapat mendengar desahan.
"A-ahh.."
Satu desahan merupai bisikan meluncur begitu saja. Jongin memejamkan matanya merasa berat menahan semua godaan Sehun pada dirinya.
Seringai Sehun masih belum sepenuhnya luntur. Ia melepas kancing kemeja Jongin satu-persatu, sangat pelan hingga membuat pria yang didekapnya mengerang tak sabar.
Sehun menarik wajah Jongin agar kembali menatapnya, ia menatapnya tajam namun masih tak menghilangkan kilat jenaka di maniknya. "Ini salahmu.."
Sehun mempertemukan bibir mereka, melumat bibir tebal favoritnya, memberikan ciuman basah hingga Jongin tak sanggup menolak. Jongin mengerang kala Lidah Sehun menyelinap menggelitik langit-langit, Dia tak sadar erangan itu membuat Sehun menggila.
Tubuh Jongin terbanting pada Sofa, ia terengah menatap Sehun dengan tatapan memohon. Tapi lelaki itu tidak melihatnya, melainkan sibuk melucuti kaos di tubuh tegapnya. Jongin merasa panas melihat seringai Sehun. Ohh, Shit..
"Ha-Akh!"
Sehun merendahkan tubuhnya, memberikan bitemark di tulang selangka Jongin yang menonjol. Dibawah sana, ia bergerak seolah menyetubuhi Jongin walau kain fabrik masih melingkupi kaki mereka. Jongin menelan ludahnya gusar, tubuhnya panas, ia hampir sampai.
"Nghh, Se—Ohh.." Jongin menutup mulutnya dengan punggung tangan. Hentakan dibawah sana membuat dirinya berkedut.
Sehun menatap lapar Jongin dibawahnya. Menemukan tatapan yang sama. Ia kembali menyeringai, Dia menurunkan resleting Jongin. Mengusap milik pria itu hingga ia mendengar desahan lagi.
Sehun mendaratkan ciuman di bibir Jongin. Membawa Jongin terbang dengan lumatan tanpa henti yang ia berikan. Saling memanggut. Sangat lapar. Dan membutuhkan.
"Hey.." Sehun mengulum daun telinga Jongin. Membuat pria itu merintih kecil.
"Emhh, Sehun..Sehunhh"
"..Hh, I want you. babe. Right now."
Jongin mengangguk. Dia tidak bisa berkata tidak saat Sehun berhasil membuatnya tak berdaya sebegini jauh nya. Pria itu mengalungkan tangannya pada Sehun, menatapnya dengan seringai kecil.
"Me too.."
Mereka kembali tenggelam dalam pagutan. Membuat suara kecipak basah saliva. Keringat mengucur, membasahi tubuh keduanya. Malam masih panjang. Mereka akan menghabiskannya diatas panasnya pergulatan di atas ranjang.
"Ahh! Ah, Sehun.. f-fast. Nghh, Faster!"
"Akh!"
.
.
RnR?
.
.
To Be Continue..
Prolog selesai^^
Note ::
FF ini balik.
Saya merubah pikiran, membuat cerita setelah mereka memiliki hubungan. Sebagian besar bakal diambil dari sudut pandang Sehun tanpa mengurangi Jonginnya.
Ada banyak pm masuk, '-' pada protes *meringis* maaf ya lama bgt sequel nya di post.
Alternatif tittle nya Prove it. Judul yang spontan. Tanpa pikiran atau kepikiran :'v
Makasih juga untuk reader yang mau menunggu.
Selamat membaca..^^
Selamat hari Jum'at:'v
