Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 2: Sorcery Academy
Woah Junhoe tak menyangka jika Sorcery Academy sebagus ini. Chanwoo dan Seungyoon mengajaknya masuk dan ia mengenalkan ruangan yang bisa ia pakai nantinya. Setelah itu, Mereka mengajak Junhoe ke ruang kepala akademi. Ia terkejut karena melihat appanya berada disana…
"Appa… kenapa appa berada disini?" Tanya Junhoe bingung.
"Appa kemari karena appa teman dari kepala akademi ini. Beliau bernama Trevorld Nacthan," kata appa Junhoe yang biasa dipanggil dengan Kevin Goo.
"Ah ne… Saya dengar, kamu diserang oleh Lee Seunghoon yang itu. Bagaimana keadaanmu?" Tanya Nacthan selaku kepala akademi yang bijak.
"Sudah lebih baik sejak operasi mataku sudah selesai dilakukan," jawab Junhoe sambil menunjuk kearah Eyepatchnya.
"Anak itu sangat berbahaya. Sebaiknya kau berhati-hati saat melawannya," kata kepala akademi.
"Ne… saya akan lebih berhati-hati," kata Junhoe dengan sopan.
"Baiklah… kau boleh pergi ke kamarmu. Setelah jam istirahat siang, kau boleh ke kelas. Kau sudah tahu dimana kamarmu?,"
"Ne. Tadi Seungyoon sudah memberitahu hal itu padaku," kata Junhoe.
"Baiklah… kami permisi dulu," kata Seungyoon lalu mengajak Junhoe dan Chanwoo pergi.
Seungyoon mengajak mereka kearah kantin di akademi. Untung saja mereka sampai tepat waktu. Kalau tidak, makanan akan cepat habis. Mereka mengambil makanan lalu duduk di salah satu tempat yang tersedia. Tidak ada yang membuka pembicaraan dan terjadilah suasana hening…
"Junhoe-ya… kau melamun?" Tanya Chanwoo.
"Sedikit… Aku hanya sedang teringat dengan Jinhwan hyung…" kata Junhoe.
"Kau tahu? Awalnya memang berat rasanya meninggalkan seseorang. Namun seiring waktu, kau tidak akan merasa berat…" kata Chanwoo.
Junhoe mengangguk. Akhirnya ia melihat tiga orang menghampiri mereka. Siapa itu? Dan kalian tahu? Junhoe sedikit terpana melihat sosok namja cantik yang wajahnya sedikit mirip dengan Chanwoo itu. siapa dia? Aigoo Koo Junhoe… Kau sudah berhasil move on rupanya…
"Jung Chanwoo… selama seminggu lebih kalian kemana?" Tanya namja cantik yang terus diperhatikan oleh Junhoe.
"Kami harus mengatasi masalah, sedikit… Yunhyeong hyung," kata Chanwoo.
"Hey Song Yunhyeong… Kau tahu? Bocah sombong itu hampir saja merenggut nyawa lagi," kata Seungyoon.
Ah… jadi namanya Song Yunhyeong. Nama yang manis… tapi… jika dilihat, ia lebih tua dari Junhoe. Junhoe terus saja terdiam karena memilirkan Yunhyeong. Kenapa? Ia terlihat manis seperti Jinhwan. Aduh… Junhoe teringat lagi dengan Jinhwan. Baru saja ia berhasil pergi tanpa ada rasa sedih, perasaan sedih menghantuinya sesaat. Namun ketika ia sadar sekarang yang ia hadapi adalah seorang Yunhyeong, ia mengurungkan niat sedihnya…
"Yaa… Koo Junhoe… kau melamun lagi?" panggil Seungyoon yang terlihat frustasi.
"Eh? Apa? Nggak…" jawab Junhoe karena kaget.
"Aku ingin mengenalkan mereka bertiga. Yang matanya lebar ini namanya Kim Jinwoo. Lalu yang sedikit abnormal ini namanya Song Minho atau panggilannya adalah Mino. Dan… namja yang terus kau perhatikan itu namanya Song Yunhyeong," jelas Chanwoo.
"Ah ne… senang berkenalan dengan kalian. Namaku Koo Junhoe," kata Junhoe.
"Ngmong-ngomong, kenapa kau terus memperhatikan Yunhyeong? Dia terlihat manis?" Tanya Seungyoon seraya menggoda Junhoe.
"Tidak. Aku hanya mengamati saja…" elak Junhoe.
Seungyoon berpikir bahwa bocah Koo ini belum bisa melupakan sedikit perasaannya tentang Jinhwan yang sudah berbahagia dengan Hanbin. Seungyoon pun mengelus punggung Junhoe dan menatapnya dengan tatapan sedih…
"Sabarlah Koo Junhoe… Aku tahu melupakan itu susah. Lupakanlah Jinhwan. Dia sudah bahagia dengan temanmu yang itu," kata Seungyoon sambil menghibur Junhoe.
"Hah? Kau ini bicara apa?" Tanya Junhoe dengan bingung.
"Kau memperhatikan Yunhyeong lalu teringat Jinhwan bukan?" Tanya Seungyoon.
"Aigoo… kau ini ada ada saja. Aku sudah melupakannya sedikit. Aku memperhatikannya karena dia sangat manis," jawab Junhoe secara jujur dan terang-terangan.
Jika ada buku tebal milik Nacthan sang kepala akademi, ia ingin menimpuk kepalanya dengan buku itu. Ia malu karena salah membaca ekspresi wajah Junhoe. Sedangkan Yunhyeong? Dia sedang berblushing ria karena omongan Junhoe tadi. Pertama kalinya ia dipuji dan merasa tersipu. Biasanya Yunhyeong tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Namun kali ini? Lidahnya terasa kelu. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat…
"Kudengar Seunghoon menyerangmu ya?" Tanya Jinwoo.
"Ne. Bocah sombong itu menyebalkan. Sebenarnya dia siapa sih?" Tanya Junhoe.
"Hmm… Lee Seunghoon adalah mantan siswa Sorcery Academy. Dia adalah orang yang sangat ambisius. Saat misi pun ia pernah membunuh temannya demi meraih posisi teratas. Namun Nachtan saem menghentikannya dan terjadilah pertikaian. Sejak itulah Seunghoon keluar dan menjadi ancaman. Ia mengincar orang terkuat yang ada di akademi ini untuk ia bunuh agar tak ada yang bisa menggagalkan rencana jahatnya itu," kata Mino.
"Ia menyerangmu waktu itu, artinya kau adalah orang terkuat disini…" kata Yunhyeong.
"Seunghoon sudah mengatakan itu di depan Junhoe langsung. Serangannya mengenai matanya karena ia ingin melindungi Chanwoo dan manusia yang sempat ia sayangi. Karena itu selama beberapa hari kami berada di rumah sakit menungu Junhoe agar Seunghoon tidak menyerangnya," jelas Seungyoon.
"Baiklah… kau harus berhati-hati, Junhoe-ya…" kata Jinwoo sambil mengelus punggung Junhoe lalu dijawab dengan anggukkan oleh Junhoe.
Bel masuk terdengar. Junhoe masuk ke dalam kelas barunya. Ia duduk di samping Chanwoo. Pelajaran terasa menyenangkan menurut Junhoe. Biasanya orang akan takut untuk berinteraksi dengannya. Tapi ini berbeda. orang-orang sangat menerimanya. Pelajaran pun selesai. Sambil menunggu guru, Junhoe menggeser bangkunya lalu berbisik pada Chanwoo….
"Jung Chanwoo… apa kau dekat dengan Song Yunhyeong hyung?" Tanya Junhoe dengan pelan.
"Ne. Aku roommatenya. Waeyo?" Tanya Chanwoo balik.
"Aniyo. Menurutmu, dia itu orang yang seperti apa?"
"Dia itu baik, ramah, perhatian. Namun jika sedang marah, ia terlihat seperti eomma yang sedang memarahi aeginya…" jawab Chanwoo.
"Ah… begitu ya…" kata Junhoe pelan.
"Iya seperti itu. Apa kau suka dengannya?" Tanya Chanwoo antusias secara tiba-tiba.
"Ah itu… aku hanya ingin bertanya… aku-"
"Aku akan mendukungmu jika kau suka dengannya. Siapa tahu Yunhyeong hyung akan luluh denganmu," kata Chanwoo
"Kau ini ada-ada saja…" kata Junhoe.
Pelajaran kembali berjalan. Namun kali ini pelajaran tidak berjalan lancar karena semua murid harus berevakuasi dari Seunghoon. Menurut Junhoe, bocah sombong itu seenak jidatnya saja mengganggu pelajaran. Semua murid mengungsi di ruang auditorium sekolah. Chanwoo melihat Yunhyeong dan langsung menghampirinya…
"Hyung… hyung tidak sempat terkena serangan Seunghoon kan?" Tanya Chanwoo.
"Tidak, Chanie-ah… Lebih baik kau khawatirkan Junhoe dan Seungyoon hyung karena mereka orang yang Seunghoon ingin lenyapkan…" ujar Yunhyeong dengan raut wajah yang sedikit sedih karena ia tak ingin menunjukkan raut wajah sedihnya.
Mino, Jinwoo, dan Seungyoon pun menghampiri Chanwoo dan Yunhyeong. Hey… kemana Junhoe? Jangan bilang ia keluar karena ia sudah kesal lalu ingin menonjok pipi Seunghoon dengan alasan orang itu sudah mengganggu pelajaran. Ah syukurlah itu tak terjadi. Junhoe sedang berdiri disamping jendela lalu mengintip keluar. Apa ia memiliki rencana gila? Seungyoon menghampiri Junhoe karena khawatir…
"Apa yang kau rencanakan, Junhoe?"
"Kau bisa merasakan aura keberadaan bocah itu? aku berencana, ketika aura itu menghilang, kita berdua harus pergi dari ruangan ini. Seunghoon hanya mengincar kita," kata Junhoe.
"Bagaimana dengan yang lain? Bisa saja kan Seunghoon akan mengintrogasi mereka semua yang berada disini?" Tanya Seungyoon.
"Itu tidak akan terjadi. Di ruang sebelah adalah tempat untuk menjebaknya. Nacthan saem sudah memberiku petunjuk," kata Junhoe sambil menunjukkan ponselnya.
Aura hitam itu sudah menjauh. Junhoe dan Seungyoon memulai misi memancing Seunghoon agar masuk kedalam perangkap. Mereka pergi kearah yang berbeda. Nacthan saem dan guru lain sudah menunggu di ruang auditorium sebelah. Tugas Junhoe dan Seungyoon adalah memancing Seunghoon untuk kesana tanpa terkena serangan. Junhoe melihatnya… iya… itu dia…
"Hei bocah sombong... seenaknya saja kau mengganggu pelajaran yang sedang kuperhatikan. Kau tahu? Aku paling benci dengan orang yang mengganggu kegiatanku," kata Junhoe sambil menunjuk wajah Seunghoon
"Hahaha. Kau disini rupanya," ucap Seunghoon.
"Kau mencariku kan? Tangkap aku jika kau bisa," kata Junhoe lalu berlari karena Seunghoon mengejarnya
Setelah beberapa lamanya berlari, Junhoe memberi hand sign pada Seungyoon. Seungyoon mengangguk paham lalu memancing Seunghoon. Beberapa puluh menit mereka memancing Seunghoon. Mereka berhasil melakukannya. Biarlah Seunghoon menjadi urusan para guru. Mereka kembali ke ruang auditorium yang dipakai untuk murid mengungsi…
"Koo Junhoe… kau baik baik saja?" Tanya seseorang dengan raut khawatir. Sangat khawatir.
"Err… Yunhyeong hyung? Ah aku baik baik saja. Tidak ada yang terluka," kata Junhoe sambil tersenyum tipis.
Song Yunhyeong? Namja manis itu? Mengkhawatirkan Junhoe? Woah… Junhoe merasa senang karenanya. Melihat Junhoe baik-baik saja, Yunhyeong tersenyum lega. Chanwoo dan Seungyoon yang melihat kedua orang itu pun tersenyum lega. Akhirnya Junhoe bisa bahagia walau hanya karena omongan ringan bersama Yunhyeong.
"Hyung lihat? Junhoe terlihat cocok dengan Yunhyeong hyung," ujar Chanwoo.
"Kau benar. Dia bisa melupakan sedikit perasaannya pada Jinhwan. Dan ini pertama kalinya aku melihat Junhoe seceria ini," kata Seungyoon.
Yunhyeong mampu membawa kembali cahaya kebahagiaan Junhoe yang sempat menghilang. Junhoe sangat merasa nyaman dengan keberadaan Yunhyeong yang ada di sampingnya. Begitu juga sebaliknya. Namun ini bukan saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan. Junhoe harus mencari tahu dan melakukan pendekatan pada Yunhyeong. Seorang guru masuk ke ruangan yang penuh murid itu…
"Pelajaran hari ini sudah selesai. Kalian kembalilah ke kamar asrama masing-masing. Terima kasih," kata guru tersebut.
Semua murid yakin Seunghoon berhasil kabur. Seunghoon belum mau menyerah sebelum bisa dikalahkan. Junhoe dan Chanwoo mengambil barang mereka lalu menuju ke kamar masing-masing…
Wizardry Dormitory. Gedung asrama untuk namja. Junhoe melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya lalu ia mengganti bajunya dan merebahkan dirinya di sofa. Ia melihat Seungyoon yang duduk di meja belajarnya sambil membaca novelnya…
"Sebenarnya aku ingin menonjok wajahnya. Kau tahu? Aku benci dengan orang yang menggangguku dengan seenak jidatnya itu," ucap Junhoe kesal.
"Ahahaha. Aku juga. Lebih baik kau pikirkan cara untuk melakukan pendekatan dengan Yunhyeong daripada kau memikirkan bocah sombong itu," kata Seungyoon sambil menggoda Junhoe.
"Hah? Apa?" Tanya Junhoe karena kaget.
"Kau tahu? Karena pujianmu tadi siang, Yunhyeong tersipu malu tuh. Aku yakin ia juga menyukaimu. Nyatakan perasaanmu padanya sebelum dia diambil orang," kata Seungyoon sambil menggoda(lagi).
Junhoe no comment. Wajahnya memerah karena omongan Seungyoon. Ini pertama kalinya Junhoe menyukai seseorang dan wajahnya memerah. Waktu ia menyukai Jinhwan? Wajahnya tidak memerah karena ia bisa merasakan hal aneh dan itu terbukti benar. Apa Junhoe benar benar menyukai namja manis bermarga Song itu ya?
Ah molla. Junhoe pergi keluar asrama lalu pergi ke perpustakaan. Ia mencari buku yang ingin ia baca. Ia bertemu dengan Yunhyeong disana. Aihh Koo Junhoe… jangan hanya melihat Yunhyeong… bantu dia karena ia kesusahan untuk mengambil buku yang ia mau…
"Kau ingin mengambil buku yang ini?" Tanya Junhoe sambil mengambil buku yang Yunhyeong maksud.
"Ne… itu buku yang ingin kuambil… terima kasih Junhoe," kata Yunhyeong.
"Tak masalah. Kau mau menemaniku membaca buku disini?" Tanya Junhoe dan dijawab dengan anggukkan oleh Yunhyeong.
Aduh… wajah Junhoe memerah lagi… ia mengambil beberapa buku lalu duduk di sebuah ruang baca yang sudah disediakan. Yunhyeong duduk tepat di hadapan Junhoe. Junhoe sedikit kecewa karena hal itu. Tapi tidak apa lah demi pendekatan…
"Kau suka membaca buku?" Tanya Yunhyeong.
"Ya. Waktu aku tinggal di dunia manusia, aku sering membaca buku. Karena suka, Seungyoon hyung sering mendapat jitakkan ekstra dariku jika ia menggangguku," jawab Junhoe.
"Hmm… begitu ya… jika aku yang mengganggumu bagaimana? Apa kau akan menjitakku seperti kau menjitak Seungyoon hyung?" Tanya Yunhyeong sambil melihat kearah Junhoe karena ia berharap agar nasibnya tidak seperti Seungyoon jika ia mengganggu Junhoe.
Aduh… Junhoe bingung ingin menjawab apa. Orang yang ia sukai saat pandangan pertama itu menanyakan hal itu… Junhoe tidak ingin salah bicara di depannya. Jika salah, gagal sudah rencananya untuk pendekatan…
"Kalau hyung menggangguku? Hmm… mungkin aku akan menarik pipimu karena pipimu manis, hyung," jawab Junhoe secara terang-terangan.
Junhoe ini kelewat frontal terkadang. Tapi berkat itu, Yunhyeong berblushing ria kembali. Ia mencoba focus membaca buku namun tidak bisa. Terima kasih karena perkataan manis dari mulut seorang Koo Junhoe. Yunhyeong tidak berani menatap mata Junhoe yang terlihat tajam itu walau sebenarnya ingin sekali. Sayangnya Junhoe memakai eyepatch. Jika tidak, mungkin saja Yunhyeong ber blushing ria dengan rona merah dua kali lipat daripada biasanya…
"Aku tidak manis, Junhoe. Aku ini tampan," keluh Yunhyeong.
"Hyung? Tampan? Oh ayolah… sejak kapan ada namja semanis dirimu…" kata Junhoe sambil menatap intens mata Yunhyeong.
Yunhyeong hanya membatu. Ia membatu karena wajah Junhoe yang lumayan dekat. Koo Junhoe memamerkan senyumannya walau senyumannya itu terlihat seperti seringai yang tersamarkan. Daripada jantungnya berdetak cepat lagi, Yunhyeong memfokuskan baca buku. Ah dia malu jika wajah memerahnya ini terlihat oleh Junhoe…
"Apa yang kau baca?" Tanya Junhoe.
"A… Aku membaca buku tentang obat obatan. Selain bayangan, aku juga menguasai sihir medis. Karena itu aku harus membaca buku ini," kata Yunhyeong sambil menunduk.
"Hyung… kau ini hobi sekali menunduk… Apa karena aku tampan?" kata Junhoe.
Perkataan Junhoe ada benarnya. Menurut Yunhyeong, Junhoe itu tampan. Sedikit misterius. Ia ingin tahu kehidupan seorang Koo Junhoe sebelum masuk ke dalam Akademi ini. Mungkin terdengar kurang sopan jika ia bertanya pada orangnya langsung. Jadi… Yunhyeong memutuskan bertanya kepada Seungyoon selaku teman masa kecil Junhoe…
Sesampainya ia di kamar Seungyoon, ia membuka pintu dan melihat Seungyoon disana. Seungyoon sudah tahu maksud kedatangan Yunhyeong. Karena itu, tanpa babibu lagi, Seungyoon menyuruhnya masuk dan mengunci pintu agar bocah bermarga Koo itu tidak mendengar pembicaraan mereka…
"Kau pasti ingin bertanya tentang Junhoe, bukan?" Tanya Seungyoon.
"Ne hyung… mungkin ini kurang sopan… tapi aku ingin tahu…" kata Yunhyeong.
"Kau menyukai bocah Koo itu ya?" kata Seungyoon sambil menggoda Yunhyeong.
"Eh? A… apa yang hyung bilang?" panic Yunhyeong.
"Jangan bohongi dirimu sendiri. Aku ini seorang peramal dan aku bisa membaca pikiranmu…" kata Seungyoon dengan seringainya.
Yunhyeong menunduk dan mengangguk lemah. Seungyoon tersenyum senang karena Yunhyeong mau mengakui perasaannya. Sepertinya perasaan Junhoe tidak bertepuk sebelah tangan. Seungyoon menyeringai…
'Koo Junhoe, kau berhutang makanan padaku karena aku dan Chanwoo akan membantumu untuk dekat dengan Yunhyeong' batin Seungyoon.
"Seungyoon hyung?" panggil Yunhyeong sambil melambaikan tangannya di depan wajah Seungyoon.
"Eh iya? Oh… ceritakan saja kenapa kau bisa suka dengan Junhoe,"
Yunhyeong menceritakan semuanya. Ini beraawal saat Seungyoon mengenalkan Junhoe pada mereka. Saat itu Junhoe masih di dunia manusia. Seungyoon hanya bisa menunjukkan foto Junhoe yang ia ambil secara diam diam. Saat itu, Junhoe sedang rapat panitia untuk festival pekan budaya. Berkat itulah Yunhyeong menyukai Koo Junhoe yang belum menggunakan eyepatchnya. Namun saat ia melihat Junhoe dari dekat karena sedang makan di kantin, ia ber blushing. Apalagi Junhoe memujinya. Siapa yang tidak tahan coba jika orang yang kau sukai memujimu?
"Ah begitu ya. Saat pertama kali kau menyukai bocah Koo itu, Junhoe sedang memiliki kekasih," ucap Seungyoon.
"Apa? Kekasih?" Tanya Yunhyeong lalu menunduk. Ia merasa perasaannya akan hancur setelah ini.
"Iya. Tapi itu cerita lama. Sekarang hubungannya sudah berakhir. Nama mantan kekasihnya itu adalah Kim Jinhwan. Yah mereka menjadi pasangan kekasih karena permainan Truth or Dare. Sebenarnya Kim Jinhwan itu tidak ingin melakukannya. Cuma ya begitu… sesaat Junhoe merasa hancur. Pertama kali melihatmu, ia mengingat Jinhwan kembali. Namun… setelah kalian berinteraksi saat di auditorium tadi, ia berhasil melupakan mantan kekasihnya itu," cerita Seungyoon dengan panjang.
"Eh? Truth or Dare? Aigoo…"
"Sudahlah… itu semua sudah berlalu. Jinhwan sudah menemukan orang yang mencintainya, dan Junhoe juga sudah bisa melupakannya. Sekarang, kau hanya perlu memikirkan cara bagaimana kau akan menyatakan perasaanmu padanya," kata Seungyoon.
"Kalau dia menolakku?" Tanya Yunhyeong.
"Itu urusan nanti. Yang penting nyatakan saja. Tapi… tunggulah waktu yang tepat," kata Seungyoon.
Yunhyeong mengangguk paham lalu pergi dari kamar Seungyoon. Banyak cara yang harus ia diskusikan dengan Chanwoo. Namun ia urungkan niat itu megingat ia harus mengetahui waktu yang tepat.
Sementara Junhoe? Ia duduk di gazebo yang ada di taman sekolah. Ia membuat rencana tentu saja. Dua minggu lagi, ia berencana untuk berkunjung ke dunia manusia untuk menemui Ahjussi dan ahjummanya yang tinggal di Seoul dan juga menginap beberapa hari. Kenapa? Karena dua minggu lagi, Sorcery Academy akan libur mengingat semua guru akan rapat disana. Rencana ia akan ke dunia manusia itu juga sudah disetujui oleh appa dan eommanya…
"Hey bocah Koo" sapa seseorang sambil menepuk kepala Junhoe.
"Ada apa, Seungyoon hyung?" Tanya Junhoe.
"Aku dengar dari appamu, kau akan pulang ke dunia manusia selama liburan,"
"Ya. Itu benar. Walau liburan kita panjang, aku hanya menginap selama lima hari disana… tapi ada yang membuatku bingung," kata Junhoe.
"Apa yang kau bingungkan?" Tanya Seungyoon.
"Aku ingin sekali mengajak Yunhyeong hyung kesana. Apakah boleh aku mengajaknya?" Tanya Junhoe.
"Ah… jadi itu yang kau bingungkan? Kau tinggal mengajaknya saja. Aku yakin dia mau kok," kata Seungyoon.
"Kau mau ikut juga?" Tanya Junhoe.
"Tidak. Aku mau pergi berkencan dengan Mino. Dan jika aku ikut, aku akan mengganggu kencan kalian. Lebih baik kalian jalan berdua saja. Aku akan membantu kalian teleport," kata Seungyoon.
Yup. Rencana Junhoe sudah ditentukan. Junhoe akan mengajak Yunhyeong. Ia langsung mencari Yunhyeong dan ia menemukan Yunhyeong di kantin sekolah. Junhoe pun menghampiri namja manis bermarga Song itu lalu duduk di sampingnya…
"Eh… Koo Junhoe?" kaget Yunhyeong.
"Aku ingin bicara serius denganmu, hyung," kata Junhoe.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Yunhyeong.
Junhoe menyusun beberapa kalimat diotaknya karena ia gugup. Ia benar benar gugup jika urusan mengajak pergi orang yang ia sukai. Ah akhirnya ketemulah sudah….
"Kita mendapat waktu libur selama sebulan…"
"Ne… waeyo?" Tanya Yunhyeong.
"Selama lima hari… aku akan pergi ke dunia manusia," kata Junhoe.
"Umm… lalu?" Tanya Yunhyeong.
"Kau mau ikut bersamaku?" Tanya Junhoe secara terang terangan.
Yunhyeong terdiam sejenak. Tawaran yang bagus untuk mengakrabkan diri. Tapi… ia terlalu malu untuk menjawab. Namun karena ia melihat Junhoe yang menunggu jawaban darinya, ia pun tersenyum…
"Ne… Aku akan ikut denganmu," kata Yunhyeong sambil tersenyum dengan senyuman terbaiknya.
"Beneran?" Tanya Junhoe.
"Ne. aku serius, Koo Junhoe…" kata Yunhyeong.
Junhoe sangat senang karena Yunhyeong menerima ajakkannya. Junhoe pun pergi dari kantin karena senangnya. Junhoe melewati satu ruangan yang tak pernah dimasukki oleh siswa ataupun siswi disana. Karena penasaran, Junhoe masuk. Terlihat ada sebilah pedang. Junhoe mencoba mencabut pedang itu dari tempatnya dan pedang itu berhasil terlepas…
"Apa yang sedang kau lakukan, Koo Junhoe?"
"Eh… Nacthan saem… aku hanya penasaran dengan pedang ini… ini pedang apa?" Tanya Junhoe.
"Itu adalah pedang yang bisa membuatmu kuat. Dan benda itulah yang Seunghoon incar dari sini. Bagaimana kau bisa melepas benda itu dari tempatnya?" Tanya Nacthan.
"Err… aku hanya ingin melihatnya saja saem…"
Nacthan terkejut. Ternyata benar apa yang dikatakan Seungyoon. Hanya orang terkuatlah yang bisa melepas benda berharga itu dari tempatnya. Seungyoon dan Junhoe lah yang bisa melepasnya. Dan berarti tugas mereka adalah… melindungi senjata itu agar tidak jatuh ke tangan yang salah…
"Ah… baiklah… saya permisi, saem…" kata Junhoe sambil membungkukkan badannya lalu pergi.
Akhirnya Nacthan menemukan kedua orang yang ditakdirkan untuk melindungi Sorcery Academy dari penjahat yang tak bertanggung jawab seperti Seunghoon. Entah berkat kejadian ini, liburan di akademi ini di percepat dan ditambah satu bulan lagi. Sebegitu bahagianya semua murid. Walau terlalu cepat, tapi biarlah. Sekarang Junhoe dan Yunhyeong berada di depan pintu masuk dan keluar dunia sihir. Mereka sudah keluar dari dunia sihir. Sekarang… saatnya teleport milik Seungyoon lah yang bekerja…
"Kalian siap?" Tanya Seungyoon.
"Aku siap," kata Yunhyeong sambil memegang ransel berisikan pakaian dan beberapa keperluannya.
"Aku sudah pasti siap. Kau hanya perlu mengarahkan teleportmu ke kamarku," ucap Junhoe.
"Baiklah. Kalian berdua… control kekuatan kalian. Jika Seunghoon datang, panggil kami. Arraseo?" kata Seungyoon.
"Kami mengerti," ucap mereka berdua.
"Bersenang-senanglah. Sampaikan salamku kepada teman-temanmu jika bertemu," kata Seungyoon dan akhirnya mereka sudah masuk ke dalam teleport….
.
.
.
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Akhirnya saya kembali dengan chapter 2. Terima kasih review kalian yang berharga ini. Walau Cuma sedikit, tetapi ini sangat memotivasi diriku untuk cepat – cepat update. Saya membuat versi novelnya juga lho walau nggak akan di publish di penerbit… doakan saya agar FF ini dan versi novelnya cepat terselesaikan ^-^
Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
