Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 4: Hey, Can you Tell Me?
Sudah seminggu ini Yunhyeong sangat bingung dengan namja Koo itu. pasalnya, Bocah Koo itu hanya duduk sambil menunduk seolah ia mendapat kabar buruk. Okay, Junhoe memang mendapat kabar buruk. Tetapi Yunhyeong tidak tahu kabar apa yang membuat kekasih tampannya ini merenung seperti itu. Saat Yunhyeong ingin menghampiri Junhoe, sebuah tangan mencegahnya…
"Biar aku saja yang menghampirinya. Hyung jangan khawatir… Junhoe pasti baik-baik saja,"
"Tapi Seungyoon hyung… Sudah seminggu Junhoe terus merenung dan berlatih terlalu keras bersama Nacthan saem. Aku khawatir…" ucap Yunhyeong.
"Mungkin Junhoe hanya lelah. Ia belum tahu seberapa kuat dirinya. Mungkin ia merenung karena itu," kata Seungyoon.
"Aku yakin bukan karena itu… ia-"
"Jung Chanwoo… Ajaklah Yunhyeong ke kota agar ia tenang," kata Seungyoon pada Chanwoo.
"Ne hyung… hyung ingin kubawakan apa?" Tanya Chanwoo.
"Bawakan saja aku dan Junhoe manisan –"
"Junhoe tidak suka makanan manis…" kata Yunhyeong secara tiba-tiba.
Chanwoo mengangguk lalu menarik lengan Yunhyeong agar pergi bersamanya. Seungyoon tahu apa yang bocah Koo ini pikirkan. Seungyoon pun menghampiri Junhoe dan duduk disamping namja dingin itu…
"Koo Junhoe… jangan terus merenung seperti ini,"
"Kau mau percaya hyung? Ini pertama kalinya aku merasa takut. Aku takut Yunhyeongku akan terluka. Bukan berarti ia tidak terkena serangan Seunghoon, lantas ia akan baik-baik saja kan?" ucap Junhoe sambil menunduk.
Perkataan Junhoe ada benarnya juga. Demi keselamatan semuanya, Seungyoon menggunakan kekuatan fortune teller itu lagi… ia ingin melihat secara jelas tentang apa yang akan terjadi saat Seunghoon kemari bersama team baru untuk melenyapkan akademi ini… Seungyoon benar-benar pucat pasi dan sekilas melirik kearah Junhoe…
"Ka… kau benar Junhoe… tidak terkena serangan Seunghoon bukan berarti ia akan baik-baik saja… Yunhyeong…" Seungyoon menggantungkan kalimatnya karena ia bingung dengan cara apa ia akan menjelaskannya..
"Katakan saja hyung… apapun itu. Aku siap mendengarnya," ucap Junhoe.
"Haah… baiklah… Yunhyeong memang tidak terkena serangan Seunghoon. Namun ia terkena serangan dari Jinhwan. Jika kau tak bisa menolongnya, Seunghoon akan membunuhnya baru ia akan membunuhmu," kata Seungyoon dengan lirih.
Jantungnya terasa tertusuk oleh sebilah katana. Yunhyeong akan mati ditangan bocah sombong itu? Junhoe semakin merenung karena itu. Seungyoon melihat Chanwoo dan Yunhyeong sudah kembali membawa makanan yang Seungyoon minta…
"Koo Junhoe… ada apa dengan dirimu?" Tanya Yunhyeong sambil duduk disamping namja Koo itu.
"Tidak ada apa-apa hyung," jawab Junhoe singkat.
Seungyoon menarik Chanwoo dan membiarkan Yunhyeong bersama Junhoe. Untung saja saat ini mereka sedang berada di kamarnya Junhoe dan Seungyoon. Jika tidak, itu akan terlihat jelas… percayalah. Karena mereka duduk di sofa, Junhoe pun merebahkan dirinya dan menjadikan paha Yunhyeong sebagai bantalnya. Yunhyeong mengamati wajah Junhoe secara seksama. Sepertinya ada yang ingin dibicarakan…
"Ada apa dengan dirimu, Junhoe ya?" Tanya Yunhyeong.
"Aku baik-baik saja…" ucap Junhoe.
"Tapi selama seminggu ini kau terus merenung dan berlatih keras. Pasti ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu," kata Yunhyeong sambil memainkan rambut Junhoe.
"Aku belum siap mengatakannya… mungkin nanti akan kukatakan di saat yang tepat," ucap Junhoe.
Yunhyeong menghelakan nafasnya dengan berat. Junhoe melihat wajah Yunhyeong yang terlihat sangat khawatir padanya. Junhoe juga tahu sebenarnya namja bermarga Song ini sedang menahan rasa sedihnya. Yunhyeong sedih karena Junhoe tidak terbuka padanya…
"Tidak apa-apa jika kau tak ingin menceritakannya sekarang. Aku akan menunggu sampai kau siap menceritakan semuanya padaku," kata Yunhyeong sambil tersenyum miris.
"H… hyung… mianhae… a-"
"Sttt… gwaenchana Junhoe-ya…" ucap Yunhyeong dengan lirih sambil menaruh jari telunjuknya di bibir Junhoe.
Perasaan Junhoe semakin kacau. Ia belum siap menceritakan apa yang Seungyoon katakan padanya. Suasana hening menyelimuti mereka berdua. Mereka terpaut pada pikirannya masing-masing. Yunhyeong hanya memainkan rambut Junhoe tanpa berbicara sedikitpun. Ia membiarkan Junhoe menenangkan pikirannya itu. Sedangkan Junhoe sedang marah pada dirinya sendiri. Ia hanya berharap, ia bisa menjadi lebih kuat dan bisa melindungi Yunhyeong. Okay… mungkin ia harus menceritakannya daripada pikirannya semakin kacau…
"Baiklah… aku akan menceritakannya sekarang…"
"Ehhh?" kaget Yunhyeong.
"Yunhyeong hyung… aku merasa takut untuk pertama kalinya," Junhoe mulai menceritakannya.
"Kau takut kenapa, Junhoe-ya?" Tanya Yunhyeong.
"Ini soal bocah sombong itu… Seungyoon hyung sudah melihat semuanya..." ucap Junhoe.
"Umm… lalu?"
"Seunghoon akan melibatkan manusia biasa. Orang yang bocah itu libatkan adalah teman-temanku. Dan salah satu dari mereka ada Jinhwan hyung. Dia yang akan membuatku cedera lalu melukaimu. Setelah itu, Seunghoon akan menghabisi nyawamu dan juga nyawaku," ucap Junhoe.
Yunhyeong terdiam. Jadi ini yang membuat Junhoe merenung dan berlatih keras? Yunhyeong terdiam berkat itu. Junhoe pun duduk dan menarik Yunhyeong kedalam dekapannya…
"Aku tak akan membiarkan itu terjadi, hyung. Aku akan berusaha untuk menjadi kuat lalu aku akan melindungimu…"
Yunhyeong tak bisa berkata apapun lagi. Junhoe merasa Yunhyeong menangis pelan di dalam pelukkannya. Yunhyeong menangis karena mengkhawatirkan namja yang ia sayangi ini. Junhoe harus kembali ke ruang latihan karena ia harus berlatih. Yunhyeong menatap punggung Junhoe. Itulah pandangan terakhirnya sebelum semua pandangannya berubah menjadi gelap. Yap… Yunhyeong mulai tertidur di sofa kamar asrama milik Junhoe dan Seungyoon karena menangis.
Junhoe memulai latihannya. Pikiran kacaunya ini membuatnya sedih. Ia terus terbayang wajah Yunhyeong yang sedang tersenyum kearahnya. Ia tidak ingin Seunghoon membunuh kekasihnya itu. Ia harus menjadi kuat. Harus! Junhoe benar-benar kehilangan kendali atas kekuatannya. Nacthan saem terkejut. Inikah kekuatan Junhoe yang sebenarnya? Kekuatannya terlalu besar. Sepertinya Junhoe mewarisi kekuatan itu dari appanya.
"Koo Junhoe … kau hampir saja membekukan seisi ruangan ini," ucap Nacthan saem sambil menepuk Junhoe.
"Ehhh?"
"Sekarang kau tak perlu khawatir lagi, Junhoe… kau bisa melindungi Yunhyeong dan akademi ini dengan kekuatanmu itu," kata Seungyoon sambil tersenyum.
Junhoe sudah bisa bernafas lega. Ia bisa melindungi Yunhyeong dan tak perlu khawatir lagi… Seungyoon percaya Junhoe bisa merubah hal buruk yang ia lihat menjadi sesuatu yang lebih baik. Satu jam berada disana membuat Junhoe semakin giat berlatih. Karena selesai, Junhoe kembali ke kamarnya. Ia melihat Yunhyeong yang tertidur di sofa. Junhoe duduk lalu mengelus pipi Yunhyeong dengan pelan agar sang empu tidak terbangun…
"Yunhyeong hyung… kau tidak perlu khawatir lagi… aku akan melindungimu," ucap Junhoe pelan.
Yunhyeong terbangun dan menatap Junhoe yang sedang menatapnya. Ia memegang tangan Junhoe yang terasa dingin itu. Junhoe menyandarkan kepalanya di bahu Yunhyeong. Yunhyeong paham kekasih tampannya ini lelah karena berlatih…
"Hyung… aku lelah,"
"Kau harus beristirahat. Tidurlah. Aku akan menemanimu disini," ucap Yunhyeong sambil mengelus rambut Junhoe.
"Arraseo hyung,"
Junhoe kembali merebahkan diri lalu menjadikan paha Yunhyeong sebagai bantalnya. Kekhawatiran Junhoe sudah menghilang karena mengingat perkataan Seungyoon dan Nacthan saem. Kekuatan terbesar harus ia satukan dengan love power. Kekuatan cinta adalah segalanya. Yunhyeong memainkan rambut Junhoe dan mengamati wajah tampan itu. Yunhyeong tersenyum sedikit lega karena raut wajah Junhoe sudah lebih baik daripada sebelumnya…
"Perasaanmu sudah membaik, Junhoe-ya?" Tanya Yunhyeong.
"Ne… sudah lebih baik. Bahkan sangat baik," ucap Junhoe sambil memejamkan matanya.
"Kenapa bisa?" Tanya Yunhyeong lagi.
"Karena… saat aku berlatih aku teringat wajahmu yang sedang tersenyum. Itu memotivasi diriku agar aku giat berlatih,"
Aigoo Junhoe… mulut manisnya berucap lagi. Yunhyeong pun berblushing ria kembali. Tapi perkataan Junhoe itu benar apa adanya. Ia benar-benar bertekad untuk melindungi namja bermarga Song ini. Karena itu saat latihan, ia mengingat wajah Yunhyeong yang sedang tersenyum padanya…
"Hyungie… kau sakit?" Tanya Junhoe.
"Eh? A… aniya… aku baik-baik saja,"
"Wajahmu memerah, hyung," kata Junhoe sambil menaruh punggung tangannya di dahi Yunhyeong.
Rona merah diwajahnya semakin bertambah. Junhoe hanya tersenyum miring –menyeringai- karena melihat tingkah Yunhyeong yang lucu ini. Junhoe sangat bersyukur karena ia bisa memiliki Yunhyeong. Yunhyeongnya yang manis itu… Yang setia padanya, yang mau menerima Junhoe apa adanya, bahkan berkat Yunhyeong, Junhoe mulai terbuka…
"Hyung… aku punya pertanyaan,"
"Apa itu?" Tanya Yunhyeong.
"Hyung tidak akan menyakitiku seperti Jinhwan hyung kan?" Tanya Junhoe.
"Tidak akan Junhoe-ya… aku tidak akan pernah menyakitimu," ucap Yunhyeong sambil memainkan rambut Junhoe.
Junhoe lega mendengarnya. Sebenarnya tanpa ia harus bertanya seperti itu, Yunhyeong tidak akan pernah menyakiti perasaannya. Yunhyeong tersenyum saat melihat Junhoe tertidur. Yunhyeong berharap, Junhoe tidak terlalu keras berlatih. Ia melihat Seungyoon dan Chanwoo masuk…
"Yunhyeong hyung –"
"Sttt… Junhoe sedang tidur. Pelankan suaramu," ucap Yunhyeong sambil memberi isyarat agar tidak berisik.
"Junhoe pasti terlalu lelah berlatih," kata Seungyoon.
Yunhyeong mengangguk. Yunhyeong memindahkan Junhoe ke ranjangnya. Yunhyeong duduk di kasur lalu melihat kearah Junhoe yang tertidur pulas. Seungyoon dan Chanwoo menatap Yunhyeong dengan tatapan yang tak bisa diartikan…
"Yunhyeong. Bagaimana jika selama seminggu kau bertukar kamar denganku?"
"Ehhh? Maksud hyung?" kaget Yunhyeong.
"Maksudku, kau tidur disini dengan Junhoe lalu aku akan tidur bersama Chanwoo. Tenanglah… Chanwoo sudah merapikan pakaianmu," kata Seungyoon sambil memberi ransel milik Yunhyeong.
Dasar tukang paksa. Tapi tidak apa… lagipula Yunhyeong akan menginap di kamar Junhoe selama seminggu. Dapat ide darimana namja bermara Kang ini? Chanwoo dan Seungyoon pun meninggalkan mereka dengan ketawa jahilnya dan Yunhyeong hanya menatap mereka dengan tatapan tidak mengertinya…
*Seungyoon POV*
Aku membiarkan Yunhyeong untuk menginap di kamarku untuk sementara. Saat ini aku dan Chanwoo sudah berada di kamar Chanwoo. Aku ingin mengintip apa yang terjadi jika Junhoe dan Yunhyeong melawan Seunghoon dengan kekuatan mereka yang digabungkan ditambah love power…
"Hyung… apa yang kau lihat?" Tanya Chanwoo.
"Melihat soal Seunghoon yang akan bergerak dan datang kembali ke akademi ini,"
"Bukankah kau melihat Junhoe hyung akan cedera karena Kim Jinhwan lalu Seunghoon akan membunuh Yunhyeong hyung dan Junhoe hyung?" Tanya Chanwoo.
"Ne aku tahu. Aku yakin Junhoe akan bertekad untuk merubahnya. Kau tahu? Junhoe dan Yunhyeong bisa selamat dan melindungi akademi ini dengan love power. Seunghoon sangat lemah dengan Love power. Jadi bisa dipastikan kita berhasil melindungi akademi ini," kataku.
Chanwoo mengangguk paham. Aku yakin Junhoe pasti bisa merubah nasib buruk. Junhoe, Kau beruntung karena kau menyukai dan menjadi kekasih Yunhyeong… Yunhyeong sangat mencintaimu dengan setulus hatinya. Aku bisa yakin kau akan bahagia…
*Seungyoon POV End*
Saat ini Junhoe sudah bangun dari tidurnya lalu Yunhyeong sudah menjelaskan juga kemana Seungyoon pergi. Junhoe duduk di sofa ditemani oleh Yunhyeong. Junhoe menatap kekasih manisnya ini..
"Hyung… mau ke taman sekolah bersamaku?" Tanya Junhoe.
"Ne Junhoe-ya. Sebentar biar kuambilkan jaketmu. Diluar sangat dingin," kata Yunhyeong sambil mencari jaket milik Junhoe.
Junhoe pun tersenyum tipis melihat tingkah Yunhyeong. Inilah yang membuat Junhoe semakin menyayangi Yunhyeong setiap harinya. Yunhyeong memakaikan jaket itu ke tubuh Junhoe walau awalnya Junhoe tolak karena ia bisa memakainya sendiri. Mereka berjalan menyusuri koridor Wizardry Dormitory dan sampailah mereka di taman. Junhoe mengajak Yunhyeong duduk di salah satu gazebo dan melihat pemandangan yang indah itu…
"Entah kapan Seunghoon dan teman-temanku akan datang dan menyerang akademi ini…"
"Ehhh?"
"Aku tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja. Jika mereka mengganggu, aku akan menyerang mereka duluan," kata Junhoe.
"Koo Junhoe… jika kau menyerang mereka sendirian, kau bisa terbunuh," kata Yunhyeong dengan pelan.
"Jika kau ikut, nyawamu juga dalam bahaya, hyungie…" ucap Junhoe.
"Tidak… kita hadapi bersama. Aku tidak mau kau menyerang mereka sendiri…" kata Yunhyeong sambil memegang tangan Junhoe lalu menatap matanya.
Ah ya… Love power. Tapi haruskah ia membawa Yunhyeong untuk melawan bocah sombong itu? sepertinya harus… Junhoe menggenggam erat telapak tangan Yunhyeong lalu memeluk namja itu…
"Baiklah kau boleh ikut, hyung… semoga saja mereka tidak menyerang disaat jam pelajaran. Aku paling benci jika orang menggangguku," ucap Junhoe.
"Kalau aku yang mengganggumu bagaimana, Junhoe-ya?" Tanya Yunhyeong.
Junhoe terkikik mendengar perkataan lucu dari namja manis ini. Ingin rasanya Junhoe menggigit pipi Yunhyeong saat ini juga… ah… Junhoe memiliki ide usil di kepalanya yang jenius ini…
"Hyung mau tahu apa yang akan aku lakukan jika hyung yang menggangguku?" Tanya Junhoe.
"Ne… aku mau tahu," ucap Yunhyeong.
Junhoe mendekatkan wajahnya kearah wajah Yunhyeong. Okay… wajah Yunhyeong mulai memerah. Signal bahaya sudah menyala di otaknya. Sayangnya tangan Yunhyeong ditahan oleh Junhoe. Yunhyeong pun memejamkan matanya. Junhoe menyeringai dan… ia menggigit pipi Yunhyeong…
"Y… Yakkk Koo Junhoe… appo…"
"Hihihi pipimu membuatku gemas hyung. Karena itu aku akan menggigit pipimu jika kau menggangguku di saat aku sibuk, hyung," kata Junhoe sambil tertawa.
"Ukhh… masa seperti itu?" Tanya Yunhyeong sambil mempoutkan bibirnya.
"Hahaha aigoo… aku bercanda hyung… jika hyung yang menggangguku, aku tidak merasa terganggu sama sekali," ucap Junhoe dengan serius kali ini.
Yunhyeong memandang Junhoe secara seksama. Pipinya terasa ngilu karena digigit Junhoe. Junhoe yang melihat itu pun mencium singkat pipi yang ia gigit tadi…
"Sudah tidak sakit hyung?" Tanya Junhoe.
"Ne… sedikit…" ucap Yunhyeong pelan dan menutup wajahnya.
Ia tidak mau Junhoe melihat wajahnya yang memerah. Menurut Junhoe, Yunhyeong akan terlihat manis jika sedang berblushing. Junhoe membuka tangan yang menutupi wajah Yunhyeong lalu menatap namja manis ini…
"Jangan ditutup. Wajahmu manis jika seperti ini," kata Junhoe.
"A… aniyo… aku ini tampan, Junhoe-ya…" kata Yunhyeong sambil menundukkan wajahnya.
Aigoo… Junhoe sudah tidak tahan lagi. Junhoe mencubit pipi Yunhyeong yang menurutnya sangat menggemaskan itu. Yunhyeong mempoutkan bibirnya dan pergi menuju kamar yang akan ia tumpangi selama seminggu -kamar Junhoe dan Seungyoon- itu. Junhoe tahu Yunhyeong menahan rona malunya. Junhoe mengikuti namja manis ini dan duduk di sampingnya…
"Aigoo… kenapa kau mengikutiku, eoh?" protes Yunhyeong.
"Kau kenapa hmm?" Tanya Junhoe.
"Habisnya… daritadi kau mengeluarkan kata-kata yang membuat rona merah di wajahku terus keluar… aku malu…" ucap Yunhyeong sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang Junhoe.
"Hahaha… tapi aku mengucapkan faktanya hyung," kata Junhoe sambil mengelus punggung Yunhyeong.
Yunhyeong memeluk tubuh Junhoe dengan erat. Yah seperti inilah yunhyeong jika sedang menahan rona merah di wajahnya. Ia terlihat seperti seseorang yang bersifat Tsundere. Junhoe mengacak rambut Yunhyeong…
"Yakkk… jangan acak rambutku…" protes Yunhyeong.
"Hahaha aku sudah tidak tahan lagi karena kau terlalu menggemaskan,"
"Koo Junhoe… ingat… aku lebih tua darimu," kata Yunhyeong sambil memberi deathglarenya tetapi Junhoe malah tertawa karena menurutnya itu lucu.
"Aigoo… tapi kau terlihat lucu," ucap Junhoe sambil mengusap pipi Yunhyeong.
Yunhyeong sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Yunhyeong selalu kalah jika sedang berargumen dengan Junhoe. Sementara itu di kamar Chanwoo masih hening karena bertumpuk buku sedang dibaca oleh Chanwoo dan Jinwoo. Sedangkan Seungyoon sedang menceramahi Mino karena namja ini suka sekali menjahili orang.
"Seungyoon hyung… jangan omeli Mino hyung seperti itu…" kata Chanwoo.
"Chanwoo benar. Kasihan kan kekasihmu itu?" kata Jinwoo.
"Habisnya… dia usil sekali," kata Seungyoon.
"Kau seperti tidak tahu Mino hyung saja," kata Chanwoo lagi.
"Aigoo… tetap saja-"
"Kang Seungyoon… bisa kau ke ruanganku sebentar?"
"Ah ne… Nacthan saem," kata Seungyoon.
Seungyoon pun pergi ke ruang kepala akademi. Entah mengapa firasatnya mengatakan, hal buruk akan segera tiba. Seungyoon langsung berlari menuju ruang kepala akademi dan ia melihat Nacthan sedang memegang sesuatu. Entah benda apa itu yang jelas itu bukanlah benda yang pernah Sorcery Academy simpan…
"Aku menemukan benda ini. Ini alat pemantau yang jika dilepas secara sembarangan, bisa meledakkan suatu gedung. Sepertinya ini ulah Seunghoon. Aku curiga ia menaruh benda ini di segala penjuru Sorcery Academy. Kita harus melepaskan benda ini," kata Nacthan.
"Bagaimana caranya?" Tanya Seungyoon.
"Kau panggil Junhoe lalu aku akan berikan cara untuk melepaskan benda ini," kata Nacthan.
Seungyoon memanggil Junhoe untuk membantu melepaskan alat pemantau itu. Tak jauh dari bangunan akademi itu, Seunghoon sedang tersenyum sinis melihat Nacthan, Seungyoon, dan Junhoe yang sedang mencari alat pemantau yang ia pasang itu. Ia senang melihat raut wajah mantan temannya itu terlihat panic…
"Penderitaan kalian akan dimulai… setelah itu akademi ini akan hancur," kata Seunghoon lalu menghilang seiring kabut menyelimuti tubuhnya…
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Fuwaaa Mian mian... updatenya lama… habisnya stuck ide dan sedikit ada hambatan… Terima kasih review kalian yang sangat memotivasi diriku untuk cepat – cepat update ini. Reviewnya akan kubalas nanti hehe. Terima kasih banyak~
Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
