Title: You

Main cast: Goo Junhoe

Kim Jinhwan

Song Yunhyeong

Other cast: Other of member iKON and Winner

Rate: T

Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'

Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 5: All About Lee Seunghoon

Junhoe dan Seungyoon sudah merasa lelah karena menemukan banyak alat pemantau diseluruh akademi ini. Menyebalkan sekali Lee Seunghoon ini. Ingat… saat bertemu dengan Seunghoon nanti, Junhoe akan menonjok wajah Seunghoon karena bocah itu mengganggunya di jam pelajaran dan membuatnya mendapat pekerjaan baru –mencari alat pemantau yang Seunghoon buat-. Seharusnya namja Koo ini sedang mengusili Yunhyeong lalu membuat namja bermarga Song ini tersipu karena ucapannya.

Siapa itu Lee Seunghoon? Mengapa ia menyimpan dendam dengan Nacthan maupun akademi ini? Dan ia juga dendam dengan orang yang siap melindungi akademi ini dengan segenap jiwanya atau bisa dibilang akan mengorbankan nyawanya demi Sorcery Academy. Penjelasan yang Junhoe dapat waktu itu sangatlah kurang. Wajar saja… Mino hanya mendengar cerita itu dari orang yang hobi bergosip ria. Junhoe harus memastikan semuanya kepada Nacthan.

"Nacthan saem? Bisa saya berbicara sebentar?" Tanya Junhoe.

"Ne… boleh saja. Apa yang ingin kau bicarakan? Sepertinya menarik," kata Nacthan.

"Begini saem… siapa Lee Seunghoon yang sebenarnya? Ada hubungan apa dia dengan anda? Lalu mengapa ia membenci akademi ini?"

Raut wajah Nacthan berubah drastis. Ia bingung harus menjawab yang mana. Mengingat kejadian itu membuat hatinya sakit asal boleh tahu saja. Ini pertama kalinya Junhoe melihat kepala akademinya itu merenung. Junhoe tetap menanti jawaban dari kepala akademinya ini. Kenapa Junhoe menanyakan hal ini? Karena ia ingin tahu seperti apa karakteristik lawannya ini.

"Lee Seunghoon itu adalah mantan siswa di akademi ini. Aku yakin kau sudah mendengar ceritanya dari Song Minho," kata Nacthan.

"Penjelasan Mino hyung itu belum membuatku puas, Nacthan saem," kata Junhoe.

"Sebagian yang ia ceritakan padamu itu benar… dan dulunya... Seunghoon adalah temanku di akademi ini," kata Nacthan dengan ekspresi sedihnya.

Junhoe terkejut mendengarnya. Pantas saja Nacthan tahu cara melepas alat pemantau yang Seunghoon buat. Junhoe semakin bingung. Kenapa Seunghoon menyebut Nacthan sebagai kakek tua? Bahkan jika bisa dilihat, Nacthan itu baru berusia 31 tahun dan berwajah seperti flower boy yang sering Junhoe lihat di drama saat sedang bersama Jinhwan dulu.

"Saem… kenapa Seunghoon memanggilmu dengan sebutan kakek tua? Padahal kau masih muda,"

"Yah… karena aku terlihat banyak bicara. Kau ingin mendengar ceritaku tentang Lee Seunghoon?" Tanya Nacthan saem dan dianggukki oleh Junhoe.

"Dulu kami ini teman dekat. Kami menjalani hari-hari dengan sangat menyenangkan. Namun suatu hari… Seunghoon sangat berambisi ingin memiliki benda berharga Sorcery. Karena itu ia bersikeras untuk menjadi kepala akademi dan menghabisi semua lawannya. Sejak itu, Seunghoon dikeluarkan dari akademi ini,".

Ah memiliki musuh yang ambisius itu merepotkan menurut Junhoe. Kenapa tidak dibawa santai saja sih? Nacthan tersenyum karena ia tahu apa yang Junhoe pikirkan. Nacthan kembali mengingat masa lalunya….

"Seunghoon sangat bersemangat tinggi jika ingin melakukan sesuatu. Karena itu kalian harus berhati-hati," kata Nacthan.

"Cara untuk mengalahkannya bagaimana saem?" Tanya Junhoe.

"Hmm… Sejak ia keluar dari akademi ini, ia benci dengan yang namanya team power atau bahkan Love Power. Kau bisa menggunakan itu untuk melawannya," kata Nacthan sambil mengingat.

Junhoe mengangguk dan pergi ke kamarnya. Sekarang ia bersama Yunhyeong. Yunhyeong mengamati kekasih tampan nan menyebalkannya ini. Junhoe melirik kearah Yunhyeong dengan raut wajah lelahnya. Tanpa rasa bersalah, Yunhyeong mendudukki punggung Junhoe yang sedang berbaring di kasur itu…

"Hyung… menyingkirlah dari situ… berat," kata Junhoe.

"Aigoo… aku sedang berada di posisi nyaman. Jadi biarkan aku duduk disini," kata Yunhyeong dengan senyum jahilnya.

Walau jahil, tapi Yunhyeong tetap tidak tega pada Junhoe. Yunhyeong pun menaruh telapak tangannya di punggung Junhoe dan mulai menggunakan ilmu medisnya. Ia ingin menghilangkan rasa lelah yang ada di dalam tubuh namja Koo ini. Junhoe sudah tidak merasa lelah lagi berkatnya. Ia menatap Yunhyeong yang sedang tersenyum itu…

"Apa sudah tidak terasa lelah lagi?" Tanya Yunhyeong yang bangkit dari posisinya.

"Ani… ini sudah lebih baik," kata Junhoe.

"Syukurlah jika begitu," kata Yunhyeong duduk di bangku yang ada di samping kasur Junhoe.

Junhoe tersenyum melihat kekasihnya ini. Ia menggenggam tangan Yunhyeong dan menatap mata namja bermarga Song itu. Sementara Seungyoon mengintip kegiatan Junhoe dan Yunhyeong. Seungyoon tersenyum karenanya namum seketika ia merasa ada hal buruk yang terjadi mengenai sesuatu yang ia berikan kepada Jinhwan.

.

.

.

Keesokkan harinya, Jinhwan sedang duduk bersama adiknya Jiwon yang bernama Kim Donghyuk. Beberapa hari, pikiran Jinhwan sangat tidak tenang. Walau kalung itu akan berguna, tapi Jinhwan merasa benda itu bisa diambil oleh orang yang akan mencelakai Junhoe itu.

Donghyuk memandangi teman hyungnya itu sambil memakan ice cream yang ia beli di taman. Donghyuk tidak mengerti apa yang terjadi… tetapi ia merasa dirinya akan terlibat dalam bahaya. Donghyuk masih setia mengamati Jinhwan…

"Jinan hyung… ada apa?" Tanya Donghyuk.

"Ah… aniyo… aku hanya khawatir karena hyungmu dan Hanbin lama sekali," Oh god… Jinhwan berbohong pada Donghyuk.

Tapi demi kebaikan, lebih baik berbohong karena Donghyuk tidak mengerti keadaannya sama sekali. Jinhwan melihat cahaya putih itu lagi. Ia bisa yakin yang datang adalah Seungyoon. Dan benar saja… Seungyoon yang datang.

"Ada apa, Seungyoon-ah?" Tanya Jinhwan.

"Sorcery Academy tempatku dan Junhoe bersekolah ditemukan alat pemantau. Sepertinya orang itu akan bergerak dalam waktu dekat. Kalian harus berhati-hati," kata Seungyoon.

"Bagaimana dengan Junhoe? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Jinhwan lagi.

"Dia baik-baik saja. Kau tak usah cemas… kemana teman-temanmu? Ada yang harus kubicarakan pada kalian semua…" kata Seungyoon.

"Jinhwan hyung… siapa namja ini?" Tanya Donghyuk.

Seungyoon menatap Donghyuk. Berkat itu, Seungyoon membulatkan matanya. Anak polos itu akan mendapatkan kekuatan yang sangat menyeramkan dari Seunghoon. Seungyoon berusaha menetralkan pikirannya…

"Ini teman Junhoe… namanya Seungyoon. Dia ini sorang peramal," kata Jinhwan.

"Ah… arraseo… Kim Donghyuk imnida…" kata Donghyuk sambil memperkenalkan dirinya.

Seungyoon mengangguk. Ia menunggu teman Jinhwan. Dengan kebaikkan Donghyuk, Donghyuk memberikan ice creamnya kepada Seungyoon dan pastinya Seungyoon menerimanya dengan senang hati. Ia berharap, anak polos ini –Donghyuk- tidak terjebak oleh Seunghoon. Seungyoon harus merubah apa yang ia lihat agar Junhoe dan Yunhyeong tidak kehilangan nyawa mereka demi sekolah mereka…

"Siapa kau?" Tanya Seungyoon.

"Aku Nam Taehyun…" ucap Taehyun.

Seungyoon membelalakkan matanya. Inikah Nam Taehyun? Orang yang memberikan Truth or Dare yang menyebabkan Junhoe sakit hati itu? Aigoo… Seungyoon kesal ketika mengingat dimana Junhoe bersedih karena ini…

"Kau… cih… Apa kau tahu apa yang kau lakukan pada Junhoe?" Seungyoon menahan emosinya.

"Aku? Ini soal apa?"

"Kau jangan berpura-pura… Kau memberi tantangan kepada anak ini kan? Kau menantangnya untuk mengetahui seberapa dinginnya seorang Koo Junhoe bukan?" Seungyoon sudah tak bisa menahan emosinya sambil menunjuk Jinhwan.

"Bagaimana kau bisa-"

"Ho… Jangan remehkan aku. Aku ini peramal. Aku tahu-"

"KANG SEUNGYOON! HENTIKAN!" teriak dua orang sehingga Seungyoon tidak jadi melanjutkan perkataannya.

Ternyata yang berteriak itu adalah Yunhyeong dan Mino. Mereka datang berkat teleport Nacthan. Bukannya Yunhyeong sedang bersama Junhoe? Dan bukannya Mino sedang berolahraga di sekitar Sorcery Academy?

"Seungyoon hyung…"

"Kenapa kalian berada disini?" Tanya Seungyoon dengan nada sarkastiknya.

"Kami memiliki perasaan tidak enak sejak kau pergi kemari. Dan err… itu sudah terbukti benar… kau mengomeli orang lain," kata Mino.

"Kalian tidak tahu? Aku sedang memarahi orang yang menyakiti Junhoe," kata Seungyoon yang direspon oleh Yunhyeong yang membelalakkan matanya.

Yunhyeong dan Mino melihat kearah yang Seungyoon tunjuk. Ia melihat seseorang yang memakai seragam. Mereka membaca nametag yang ada di jas namja itu… Nam Taehyun! Yunhyeong terkejut bukan main. Mino berusaha menyadarkan Yunhyeong dari keterkejutkannya…

"Apa salah aku memarahinya?" Tanya Seungyoon dingin.

"Tidak. Tapi utamakan pesan Nacthan saem… apa perlu aku panggil Junhoe untuk-"

"Jangan… Junhoe sedang beristirahat. Sejak kemarin ia sudah bekerja keras," kata Yunhyeong secara tiba-tiba.

Seungyoon memberi kertas dan membiarkan Jinhwan dan teman-temannya itu membaca pesannya. Setelah selesai, Seungyoon kembali mengomeli Taehyun. Bahkan Mino pun mengikuti Seungyoon untuk mengomeli Taehyun.

"Yunhyeong-a… Bagaimana dengan kabar Junhoe?" Tanya Hanbin.

"Dia butuh banyak istirahat… sejak semalam, ia dan Nacthan saem melenyapkan alat pemantau yang bisa membahayakan sekolah kami," kata Yunhyeong dengan wajah sedihnya.

Kabut hitam muncul dan Seunghoon pun muncul disana. Jinhwan tahu… orang itu yang harus mereka waspadai… Seunghoon pun menatap Seungyoon dengan tatapan meremehkan…

Seungyoon membuka teleportnya lalu mendorong semua orang yang ada disana untuk masuk. Entah kemana mereka akan masuk. Seungyoon menutup jalur dan menatap Seunghoon dengan seringainya…

"Kau meremehkan ku rupanya," ucap Seungyoon.

"Kita lihat saja nanti… siapa yang akan menang… akademi kalian yang tidak berguna itu? atau aku?" kata Seunghoon.

.

.

.

Jalur teleport itu berakhir di satu ruangan. Sepertinya ini di Sorcery Academy. Kenapa? Yunhyeong melihat lambang akademi mereka di papan pengumuman. Ah lebih tepatnya ini di ruang latihan.

"Kalian tidak apa-apa? Lho… kenapa ada manusia biasa disini?"

"Err… Nacthan saem… Seungyoon sedang menghadapi Seunghoon. Karena itu dia mendorong kami semua kemari," jelas Mino.

"Kita harus menyembunyikan mereka disini selama seminggu," kata Yunhyeong.

Nacthan saem menyetujuinya karena ia tahu Jinhwan dan teman-temannya itulah yang akan menyerang Junhoe nantinya jika mereka bertemu dengan Seunghoon. Yunhyeong langsung berlari menyebabkan semua orang yang ada disana menatapnya dengan tatapan bingungnya. Beberapa menit kemudian, Yunhyeong kembali sambil berusaha menahan Junhoe yang sedang berjalan ke ruang latihan.

"Ju… Junhoe…"

"Eh? Nam Taehyun?" kaget Junhoe.

"Song Yunhyeong… kenapa Junhoe kemari?"

"Kupikir, bocah sombong itu datang dan membuat masalah di ruang latihan. Karena itu aku kemari. Awalnya Yunhyeong menarikku agar tidak pergi ke ruangan ini. Namun aku menarik Yunhyeong kemari karena penasaran," kata Junhoe.

"Bocah sombong itu sedang melawan Seungyoon. Tetapi… kau bertemu kembali dengan bocah menyebalkan ini lagi disini," kata Mino sambil menunjuk Taehyun.

"Kang Seungyoon bodoh… kenapa ia menghadapi bocah sombong itu sendirian?"

Awalnya Junhoe ingin menghampiri Seungyoon yang berada di dunia manusia. Namun ia urungkan karena Seungyoon sudah kembali dengan keadaan sedikit babak belur.

"Tenanglah, bocah sombong itu tidak mengikutiku kemari," kata Seungyoon.

"Kau bodoh… dia bukan lawan yang bisa kau kalahkan seorang diri," kata Junhoe.

Chanwoo dan Yunhyeong menggunakan ilmu medisnya untuk menyembuhkan Seungyoon. Setelah selesai, Junhoe menarik lengan Yunhyeong agar namja manis itu duduk disampingnya. Ah sepertinya Yunhyeong paham apa yang Junhoe maksud. Ia belum siap bertemu dengan teman-temannya yang berasal dari dunia manusia itu.

"Kau mau kutemani kemana, Junhoe-ya?" Tanya Yunhyeong.

"Temani aku mencari udara segar, hyung," kata Junhoe sambil bangkit dari posisinya lalu menggenggam tangan Yunhyeong dan mereka pun pergi.

Jinhwan menunduk melihat kejadian itu. Bukan cuma Jinhwan. Taehyun juga. Mereka menyesal namun terlambat. Seungyoon menatap anak-anak itu dengan tatapan sinisnya. Penyesalan memang berada di belakang… mereka tetap menundukkan kepala…

Sementara itu, Junhoe sedang berada di perpustakaan bersama Yunhyeong. Junhoe sama sekali tidak membaca buku. Ia hanya ingin menjauh dari mereka. Orang yang membuatnya sakit hati… Yunhyeong menatap Junhoe dan mengelus punggung kekasihnya itu…

"Jangan bersedih lagi, Koo Junhoe. Aku berada disini," kata Yunhyeong.

"Ah… aku hanya merasa belum siap untuk melihat wajah Taehyun. Ia membuatku merasa malu berkat permainannya," kata Junhoe sambil menyandarkan kepalanya di bahu Yunhyeong.

"Aku mengerti. Tapi tidak baik jika kau ingat terus. Kau harus melupakannya agar kau bisa terus melangkah maju," kata Yunhyeong sambil mengelus kepala Junhoe.

Junhoe merasa sangat nyaman berada di samping kekasihnya ini. Yunhyeong mengerti apa yang ia pikirkan. Yunhyeong pun memeluk Junhoe agar namja Koo ini tidak terlalu banyak pikiran.

"Istirahat itu sangat berguna, Junhoe-ya… apa perlu kita kembali ke kamar asrama?" Tanya Yunhyeong.

"Aniyo… aku hanya ingin menenangkan pikiranku disini bersamamu, hyung," kata Junhoe.

.

.

.

Seungyoon ingin memastikan apakah semuanya baik-baik saja atau tidak. Ia berusaha menyentuh Jinhwan namun… sesuatu keluar dari tubuh Jinhwan dan mengakibatkan tubuh Seungyoon terhempas lalu membentur dinding ruangan dengan sangat keras.

"Omo… Seungyoon-a… gwaenchana?"

"Sedikit… sebaiknya kau kembali ke rumahmu…" ucap Seungyoon dingin setelah melihat Jinhwan.

"Heee? Seungyoon hyung… apa kau tak sadar dengan perkataanmu barusan? Jinhwan kan menjadi incaran-"

"Diamlah…," kata Seungyoon lalu berlari keluar dari ruangan itu.

Seungyoon tidak tahu kemana kakinya akan berlari. Ia berlari tanpa tujuan. Ia hanya ingin mencari Nacthan lalu mencari Junhoe dan Yunhyeong. Namun sial… Seungyoon mendapat serangan dari belakang… Seungyoon terjatuh dan membalikkan badannya agar melihat siapa yang menyerangnya…

"Mau kemana kau?"

"Kim Jinhwan… Sudah bergerak kau rupanya," ucap Seungyoon dengan nada dinginnya.

"Hahahahaha. Begitulah. Aku hanya berpura-pura tidak tahu sejak kau mendorongku kedalam teleportmu itu. Namun sayangnya kau percaya padaku…" kata Jinhwan dengan mata memerah akibat kekuatan dari Seunghoon.

Cih… Seunghoon sudah bergerak rupanya. Bagaimana dengan yang lain? Ia langsung berlari menuju ruang latihan yang sempat ia tinggalkan. Ia melihat Mino babak belur. Ternyata Jinhwan dan teman-temannya itu… sudah terpengaruh… Bagaimana bisa? Bukankah Seungyoon sudah memberikan kalung jimat? Ia menarik Mino lalu berteleport dengan cepat. Untung Seungyoon menutup pintu teleport dengan cepat. Jika tidak… mereka akan mengikuti Seungyoon.

Sampailah Seungyoon di ruang perpustakaan. Ia langsung menarik Mino dan Yunhyeong kebawah meja. Junhoe merasakan kehadiran hawa dingin yang berasal dari teman-temannya itu. Junhoe membungkam mulut Yunhyeong agar namja itu tak bersuara. Ah… Junhoe tidak tahu harus bagaimana…

"Seungyoon hyung… bagaimana cara kita pergi dari sini?" bisik Junhoe karena ia tahu teman-temannya berada di perpustakaan untuk melaksanakan perintah Seunghoon.

"Aku akan menarik perhatian mereka. Setelah itu, kalian harus keruang Nacthan saem. Diskusilah dengannya… Jangan lupa kau bawa Mino hyung ke ruang rawat. Apakah kau tahu? Penyerangan yang akan Seunghoon lakukan bukanlah hari ini. Tapi ia akan melakukannya dalam waktu dekat…" kata Seungyoon sambil berbisik juga.

Setelah Junhoe dan Yunhyeong mengangguk, Seungyoon pun keluar dan menarik perhatian mereka. Setelah dirasa jauh, Junhoe dan Yunhyeong keluar dan pergi ke ruang Nacthan. Tak lupa mereka membawa Mino… Ah akhirnya mereka sampai di ruangan Nacthan. Untung saja kepala akademinya itu menaruh segel agar Seunghoon ataupun pesuruhnya tak bisa memasukki ruangan miliknya.

"Nacthan saem… mereka sudah bergerak… tapi menurut Seungyoon hyung, penyerangannya bukanlah hari ini. Tetapi ia akan melaksanakannya dalam waktu dekat," kata Junhoe.

"Kita harus waspada… tapi yang paling utama, kau dan Seungyoon harus berhati-hati..." kata Nacthan.

"Saem… Mino hyung… ia diserang oleh mereka…" kata Yunhyeong sambil menunjuk Mino yang tak sadarkan diri.

Nacthan langsung memberikan tindakkan medis dengan cepat. Ia meneliti tubuh Mino. Jika ada memar hitam, artinya Mino juga akan diperalat. Fiuh… untung saja tidak ada… Akhirnya Mino sadar dari pingsannya. Mereka membahas beberapa hal sampai akhirnya Seungyoon teleport ke ruangan Nacthan…

"Seungyoon-a… gwaenchana?" Tanya Nacthan.

"Ne saem… aku baik-baik saja… Mereka sudah pergi bersama Seunghoon," kata Seungyoon sambil mendudukkan dirinya di salah satu kursi.

"Aku tak menyangka mereka bisa secepat itu terpengaruh… tapi, bagaimana caranya mereka bisa terpengaruh?" Tanya Mino.

Seungyoon mengucapkan mantra lalu mengarahkan tangannya ke cermin untuk melihat apa yang terjadi. Satu jam sebelum Seungyoon datang, Jinhwan sudah terpengaruh oleh Seunghoon karena Jinhwan dengan ceroboh melepaskan kalung itu. Setelah itu Jinhwan membantu Seunghoon untuk menghasut teman-temannya itu –termasuk Donghyuk-. Seunghoon memberi mereka kekuatan… dan Seunghoon akan melatih mereka untuk menjadi anggotanya…

"Jadi… seperti itu ceritanya… aku telat selangkah…" kata Seungyoon sambil mengepalkan tangannya.

"Seungyoon-a… kita harus berusaha keras untuk melindungi akademi ini…" kata Mino.

"Ah kau benar. Kita harus berlatih untuk antisipasi serangan mendadak, Sebaiknya kita suruh Jinwoo hyung untuk cepat kembali dari liburannya dan berlatih bersama," kata Yunhyeong yang di anggukki oleh mereka semua.

.

.

.

Sementara itu, Seunghoon sedang melatih anggota barunya itu. Seunghoon melatih mereka agar mereka bisa membunuh Junhoe lalu merampas harta berharga milik Sorcery Academy. Seunghoon mampu menghasut mereka sehingga mereka bisa menurut padanya.

"Anggap target yang kubentuk itu adalah musuh kita… serang tanpa rasa belas kasihan," kata Seunghoon.

"Apa kita tidak beristirahat sebentar?" Tanya Hanbin.

"Itu bisa nanti. Yang terpenting habisi target itu tanpa ampun," kata Seunghoon final.

Mereka semua menghabisi target buatan Seunghoon itu tanpa ampun. Seandainya Nacthan melihat ini semua, ia akan melawan Seunghoon. Seunghoon dikeluarkan dari Sorcery juga karena perbuatannya sendiri… Ia membunuh orang karena tergila-gila pada harta benda Sorcery Academy itu.

"Dengan keadaan seperti ini, Akademi itu akan hancur dan orang-orang yang menghalangiku akan lenyap," ucap Seunghoon sambil menyeringai.

Seunghoon tidak memikirkan soal Love power. Karena itu ia terlihat santai. Sementara itu Junhoe dan Yunhyeong sedang berlatih di ruang latihan. Junhoe dan Yunhyeong mencoba menyatukan kekuatan mereka. Kalian tahu? Ruangan itu terasa dingin karena kekuatan es milik Junhoe dan terlihat sedikit gelap karena kekuatan bayangan milik Yunhyeong. Jika Seunghoon mengajari anggotanya agar bertarung dengan cara licik, Nacthan mengajari murid-muridnya agar bertarung dengan baik dan juga harus memiliki nilai kerjasama yang bagus.

"Baiklah… kita istirahat sebentar… kalian harus mengistirahatkan badan dan pikiran kalian agar tidak mudah lelah," kata Nacthan.

"Aku tak menyangka… ternyata jika Junhoe hyung dan Yunhyeong hyung menyatukan kekuatan mereka bisa menjadi sekuat itu," kata Chanwoo dan dianggukki oleh semuanya.

"Jika kita melawan mereka, kita harus bekerjasama dengan baik. Lalu tugas Seungyoon adalah, menghilangkan pengaruh yang Seunghoon berikan pada orang-orang itu," kata Nacthan.

Seungyoon menatap kearah Junhoe yang sedang duduk sambil menggenggam erat tangan Yunhyeong. Seungyoon tersenyum kearah pasangan itu. Tidak ada yang perlu Seungyoon khawatirkan lagi. Semuanya pasti akan berjalan dengan baik nantinya.

.

.

.

TBC

Annyeong. Ryuko is back… Fuwaaa Terima kasih review kalian yang sangat memotivasi diriku ini. Reviewnya sangat menarik. Aku senang dengan respon kalian. Terima kasih banyak~

Stay tuned yooo~~~

Mind to Review?