Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 6: We Will be Ok
Setelah satu jam lamanya mereka berlatih dengan sungguh-sungguh, Junhoe melangkahkan kakinya menuju gazebo di taman akademi dan tentu saja Yunhyeong mengikuti Junhoe karena namja bermarga Koo ini menarik lengannya. Junhoe menatap langit dan Yunhyeong mengamati wajah Junhoe. Akhir-akhir ini Junhoe sangat senang merenung…
"Junhoe-ya… ada apa?" Tanya Yunhyeong.
"Apakah kita akan baik-baik saja? Seperti yang kita tahu, Seunghoon sudah mendapat anggota baru… dia pasti menjadi lebih kuat…" kata Junhoe sambil menunduk.
Yunhyeong melihat Junhoe yang sedih itu langsung duduk disamping Junhoe dan memeluk namja ini dengan tujuan agar Junhoe menjadi lebih tenang. Dan itu terbukti. Junhoe menjadi sedikit lebih tenang…
"Tenanglah… kita pasti akan baik-baik saja…" kata Yunhyeong.
.
.
.
Sementara itu, Seunghoon menatap anggota barunya dengan tatapan puas. Cih abaikan perkataan Nacthan... Nacthan selalu mengajarkan kepada semua orang bahwa jika sedang bertarung, jangan libatkan manusia biasa… sepertinya Seunghoon merasa dirinya sudah mencapai titik kemenangan versi dirinya sendiri…
"Baiklah… Aku ada rencana untuk kalian agar kalian bisa menyusup kedalam akademi itu. Beractinglah seolah kalian berhasil kabur dari sini dan berharap dilindungi oleh mereka," kata Seunghoon.
Mereka semua mengangguk. Saat ini mereka sedang berjalan menuju Sorcery Academy. Oh iya… Seunghoon menonaktifkan sedikit mantra hasutan miliknya agar sisi baik mereka sedikit terlihat.
Ah sudah bisa ditebak, Nacthan langsung menghalangi mereka namun acting mereka mampu mengelabuhi. Akhirnya Nacthan mengizinkan tetapi Nacthan langsung ke ruangan miliknya lalu memanggil Junhoe dan Seungyoon. Seungyoon dan Junhoe datang menggunakan teleport milik Seungyoon.
"Ini gawat… Seunghoon mengirim teman-temanmu kemari. Mereka berpura-pura seolah mereka berhasil lepas dari mantra Seunghoon…" kata Nacthan.
"Apa mungkin mereka ingin mencuri harta benda itu secara langsung atau mereka ingin mengetahui kelemahan dari akademi ini?" Tanya Seungyoon.
"Bisa saja keduanya… sebaiknya kita waspada saat mereka berinteraksi dengan kita" kata Junhoe.
"Aku ingin kalian mengawasi tindakkan mereka. Jika mereka bertindak aneh laporkan padaku," kata Nacthan.
Seungyoon dan Junhoe keluar dari ruang kepala akademi. Mereka langsung pergi menuju kantin sekolah. Karena mereka sudah bekerja secara ekstra, mereka mulai merasa lapar. Di saat makanan mereka datang, Jinhwan dan Donghyuk pun datang dan duduk bersama mereka…
"Apa mau kalian?" Tanya Seungyoon dingin.
"Aigoo dinginnya… kami sudah lepas dari mantra orang itu," ucap Donghyuk.
"Junhoe… ayo kita pergi," kata Seungyoon.
"Tapi makanan kita baru-"
"Aku sudah tidak lapar. Ayo kita pergi. Dan… kalian tidak perlu mengikuti kami," kata Seungyoon lalu menarik Junhoe.
Junhoe menatap Seungyoon dengan tatapan herannya. Seungyoon tidak membuka suaranya selama perjalanan menuju gedung Wizardry Dormitory. Beruntunglah Jinhwan dan yang lainnya itu tidur di bangunan Sorcery Academy dan mereka tidak tahu akses menuju asramanya. Sesampainya di kamar, Yunhyeong dan Mino menghampiri mereka.
"Nah…, aku akan membuatkan sesuatu untuk kita makan," kata Seungyoon.
"Memangnya makanan tadi kenapa?" Tanya Junhoe.
"Kau ingat saat Jinhwan dan bocah polos itu menghampiri kita? Ia menaruh racun diam-diam di makanan kita," kata Seungyoon.
"Aigoo… jadi Seunghoon sudah ingin bergerak sekarang?" Tanya Yunhyeong.
"Sepertinya begitu. Kita harus memikirkan cara untuk mengusir mereka dari akademi ini," kata Mino.
"Ah iya… Jinwoo hyung dan Chanwoo mana?" Tanya Seungyoon.
Oh iya… Chanwoo dan Jinwoo pergi ke kota untuk membeli manisan bunga. Untung mereka pergi dengan teleport. Ah panjang umur… Chanwoo dan Jinwoo datang ke kamar Junhoe dengan teleport.
"Ada berita apa?" Tanya Chanwoo.
"Anggota Seunghoon itu menyusup kedalam akademi ini dengan berpura-pura sudah berhasil kabur dari kediaman Seunghoon," kata Yunhyeong.
"Dan mereka hampir meracuni Seungyoon dan Junhoe," kata Mino.
Semuanya melihat kearah Junhoe yang sedang focus pada novelnya. Junhoe yang merasa ditatap pun menatap balik teman-temannya itu. Junhoe memikirkan suatu rencana agar pesuruh Seunghoon itu bisa pergi dari akademi ini.
"Aku ada rencana. Tapi aku tidak yakin soal keberhasilannya," kata Junhoe.
"Katakan rencanamu itu, Koo Junhoe," kata Jinwoo.
"Kalian lihat saja besok," kata Junhoe.
Mereka semua berharap agar Junhoe bisa melaksanakan rencananya itu. semoga saja bukan salah satu dari rencana gila yang Junhoe rencanakan. Junhoe akan sangat emosi jika berhubungan dengan Seunghoon. Bocah sombong itu dengan seenaknya saja mengganggunya di jam pelajaran sekaligus membuatnya memiliki pekerjaan baru yang menguras tenaganya dan juga membuang waktu berharganya…
.
.
.
Keesokkan harinya, Junhoe datang ke gedung Sorcery Academy untuk bertemu dengan mantan kekasihnya itu. Ia melihat Jinhwan teman-temannya di suatu ruang isolasi. Jinhwan tersenyum manis kearah Junhoe…
"Koo Junhoe… selamat pagi," kata Jinhwan dengan riangnya.
"Kau mau kue hyung?" tanya Donghyuk.
"Tidak perlu," kata Junhoe dengan dingin.
Seungyoon mengintip untuk mengawasi. Yunhyeong dan Chanwoo dalam posisi siap agar jika terjadi sesuatu pada Junhoe, mereka bisa menolongnya dengan cepat. Jinhwan bangkit dan secara tiba-tiba memeluk Junhoe. Berkat itu, Yunhyeong terkejut dan panik. Tetapi untung saja…
"Menjauh dariku!" bentak Junhoe sambil mendorong Jinhwan dengan kuat.
"Kenapa kau mendorongnya?" tanya Taehyun.
"Kalian menyelinap dengan cara licik. Aku tahu itu. Pergi dari akademi ini!" kata Junhoe dingin.
"Kamu ini bicara apa sih? Kami-"
"JUNHOE! AWAS DIBELAKANGMU!"
Junhoe berhasil menghindar dari pukulan benda keras yang Donghyuk berikan berkat teriakkan Yunhyeong. Dan Yunhyeong pun bersembunyi dengan cepat agar Jinhwan maupun Donghyuk tidak bisa menangkapnya. Junhoe menyerang Jinhwan dan kawan kawannya itu dengan tonjokkannya karena ia ingin melampiaskan dendamnya pada Seunghoon.
"Katakan pada ketuamu itu. Jangan ganggu akademi ini atau aku tak akan tinggal diam. Terutama jika kalian menggangguku disaat jam pelajaran," kata Junhoe dingin.
Jinhwan dan teman-temannya itu kembali ke markas Seunghoon. Mereka kesal karena ternyata rencana mereka untuk menyusup sudah gagal. Sementara itu, Junhoe pergi ke tempat dimana Yunhyeong bersembunyi karena ia tahu dimana Yunhyeong bersembunyi berkat Seungyoon yang memberitahunya. Junhoe pergi ke perpustakaan dan melihat Yunhyeong di bawah meja. Junhoe tersenyum lalu memeluk Yunhyeong dari belakang…
"Mereka sudah pergi, hyung" kata Junhoe.
"Ju… Junhoe…," lirih Yunhyeong.
"Junhoe hyung… kau baik-baik saja?" tanya Chanwoo.
"Ne… aku baik-baik saja," kata Junhoe yang masih setia memeluk Yunhyeong dari belakang.
Yunhyeong bersyukur karena namjachingunya ini baik-baik saja. Nyaris saja Jinhwan ingin menikam Junhoe saat Jinhwan memeluk Junhoe dan hampir saja Junhoe diserang oleh Donghyuk. Karena sudah merasa lega, Yunhyeong mengelus tangan Junhoe yang memeluknya pinggangnya.
"Hyung… apa kau juga ikut mengintip bersama Chanwoo dan Seungyoon hyung?" tanya Junhoe.
"Umm… iya. Aku khawatir," kata Yunhyeong.
"Kau pasti sedih ketika melihat Jinhwan yang tiba-tiba memelukku," kata Junhoe dengan rasa bersalah.
"Aniyo. Aku tahu… Sebenarnya dia ingin menikammu dengan cara itu," kata Yunhyeong sambil tersenyum.
Junhoe tersenyum sambil mengelus pipi Yunhyeong. Seungyoon dan Chanwoo yang melihatnya pun tersenyum. Kekuatan kesetiaan mereka begitu kuat. Sangat kuat.
"Mereka manis sekali," kata Chanwoo sambil tersenyum.
"Kau benar. Dengan begini, tidak ada yang perlu kita khawatirkan lagi," kata Seungyoon.
Seungyoon mengacak rambut Junhoe yang dihadiahi deathglare dari namja Koo itu. Jinwoo dan Mino pun menghampiri Junhoe di perpustakaan karena mereka khawatir. Namun mereka lega karena Junhoe tampak dalam keadaan baik.
"Kita tidak tahu kapan mereka akan menyerang. Tetapi, tidak ada yang perlu kita khawatirkan," kata Seungyoon.
"Benar juga. Jika menyerang kita disaat jam pelajaran, tamatlah riwayat mereka," kata Chanwoo yang dihadiahi deathglare dari Yunhyeong karena orang yang Chanwoo maksud adalah Junhoe.
Walau Yunhyeong sedang memberi deathglare, tetapi tatapannya itu malah membuat Junhoe gemas lalu ia mencubit pipi Yunhyeong. Anehnya Yunhyeong tidak marah karena perlakuan namjachingunya itu.
"Hyung jangan marah… nanti manisnya hilang," kata Junhoe sambil mengelus pipi Yunhyeong.
"Aku tidak manis, Junhoe… Aku ini-"
"Kau manis. Mana ada namja tampan memiliki wajah semanis ini?" tanya Junhoe sambil memotong perkataan Yunhyeong.
"Hahahaha. Coba saja Yunhyeong memakai seragam yeoja lalu memakai wig panjang sebahu. Pasti-"
PLETAK!
"Hentikan khayalanmu itu, Song Minho. Kau tidak lihat dari tadi kekasihmu itu ingin melemparmu ke hutan dengan teleportnya?" tanya Jinwoo dengan santai sambil menunjuk Seungyoon yang sedang menatapnya sambil mengepalkan tangannya.
Seungyoon memberi tatapan tajamnya pada Mino. Junhoe langsung membawa Yunhyeong ke kamarnya karena saat ini ia benar-benar ingin berdua bersama Yunhyeong. Akhir-akhir ini ia selalu berlatih dan tidak bisa duduk santai dengan kekasih manisnya itu.
"Junhoe-ya… ada apa?" tanya Yunhyeong sambil duduk di sofa.
"Menurutmu, apa yang terjadi jika Seunghoon berhasil mencuri harta Sorcery?" tanya Junhoe sambil merebahkan dirinya di sofa dan menjadikan paha Yunhyeong sebagai bantalnya.
"Aku yakin dia akan melakukan hal yang sangat buruk," kata Yunhyeong sambil memainkan rambut Junhoe.
Junhoe yakin Seunghoon akan melakukan hal yang lebih buruk dari apa yang Yunhyeong katakan. Junhoe mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Ada yang aneh dengan pesuruh Seunghoon itu…
"Junhoe-ya… saat aku melihat mereka tadi, ada hal aneh yang sangat mengganggu pikiran. Apa kau merasakannya juga?" tanya Yunhyeong.
"Ne. aku merasakannya. Aku merasa, kekuatan yang Seunghoon berikan itu sangat mengerikan. Aku yakin kekuatan itu akan sangat membebani tubuh mereka jika mereka sudah lepas dari mantra Seunghoon nanti," kata Junhoe.
Junhoe memejamkan matanya untuk beberapa menit. Sedangkan Yunhyeong memainkan rambut Junhoe yang terlihat menarik baginya. Ia tidak ingin Junhoe terlalu lelah karena latihan. Bahkan Nacthan memintanya untuk menyuruh Junhoe mengistirahatkan badannya.
"Junhoe…" panggil Yunhyeong sambil melepas eyepatch Junhoe yang selama ini menutup mata kanan namja itu.
"Hmm?" sahut Junhoe sambil melihat Yunhyeong yang menaruh eyepatch miliknya di meja.
"Tidak masalah kan aku membuka eyepatchmu?" tanya Yunhyeong sambil menatap namja Koo itu.
"Sama sekali tidak. Mata kananku juga tidak bisa selamanya kututup," kata Junhoe sambil tersenyum.
Senyuman itu… senyuman yang selalu membuat dada Yunhyeong berdebar. Yunhyeong sangat menyukai senyuman itu. Junhoe yang melihat itu pun mengelus pipi Yunhyeong yang terasa halus.
"Yunhyeong hyung…"
"Ne? ada apa?" sahut Yunhyeong.
"Maafkan otak Mino hyung. Dia memang sedikit mesum," kata Junhoe yang dibalas senyuman oleh Yunhyeong.
"Ahahaha kenapa kau minta maaf karena perkataannya? Mino itu memang sangat jahil. Jadi aku bisa memahaminya. Apa kau cemburu, hmm?" Tanya Yunhyeong sambil sedikit menggoda Junhoe.
"Sedikit," jawab Junhoe dengan datar.
"Aigoo… uri Junhoe cemburu eoh?"
"Kau sudah bisa menggodaku rupanya," kata Junhoe sambil menunjukkan seringai tersamarkannya itu
Jika Junhoe menunjukkan seringainya itu, Yunhyeong hanya bisa menelan ludahnya dengan berat. Junhoe sedikit bangkit dan mendekatkan wajahnya pada wajah Yunhyeong. Okay Yunhyeong gugup. Ternyata Junhoe… menarik hidung namja Song ini…
"Nappeun," kata Junhoe singkat.
"Aihh… lepaskan tanganmu… aku tak bisa bernafas," protes Yunhyeong.
"Hahahaha jika kau sedang protes seperti itu, kau terlihat manis hyung," kata Junhoe dengan santai sambil kembali merebahkan diri di sofa.
Yunhyeong mempoutkan bibirnya. Aigoo… Junhoe ingin sekali mencubit pipi Yunhyeong jika seperti ini. Tetapi kasihan Yunhyeong jika seperti itu… Junhoe kembali memikirkan sesuatu. Sekarang ia sangat paham mengapa Nacthan melarang dengan keras soal "Bertarung lalu melibatkan manusia biasa". Mereka bisa sekarat jika tidak mampu menampung kekuatan baru yang masuk ke tubuh mereka. Seunghoon tidak peduli dengan itu. ia hanya ingin Sorcery Academy hancur.
Entah dia dapat informasi darimana tentang sedikit kelemahan Junhoe. Informasinya lumayan akurat. Junhoe merasa gugup menanti hari dimana Seunghoon dan pesuruh barunya itu datang dan menyerang akademi ini. Yunhyeong yang sedang memainkan rambut Junhoe itu pun tahu bahwa kekasihnya ini sedang memikirkan cara agar akademi ini bisa dilindungi…
Yunhyeong mengajak Junhoe berjalan-jalan di sekitar gedung Wizardry agar Junhoe bisa sedikit relax. Junhoe mulai merasa santai… Yunhyeong membawa Junhoe ke tempat favorit mereka... yaitu taman di sekitar gedung Wizardry. Mereka duduk di salah satu gazebo yang disediakan.
"Junhoe –ya… kau sudah merasa santai?" tanya Yunhyeong.
"Sedikit," kata Junhoe dengan singkat.
Walau cuma sedikit, yang penting Junhoe bisa santai kan? Yunhyeong menemani Junhoe yang sedang merenung. Walau sebenarnya ia juga memikirkan apa yang Junhoe pikirkan, ia berusaha agar tetap bisa santai. Jika saat ini Junhoe terus berpikir tanpa waktu santai, di pertarungan nanti pasti Junhoe akan cepat merasa lelah… itulah yang dikatakan Nacthan.
"Kau mau kuambilkan beberapa novelmu yang ada di kamar untuk kau baca?" tanya Yunhyeong.
"Tidak. Aku hanya ingin kau duduk disini bersamaku. Aku hanya ingin memiliki waktu berdua denganmu karena selama ini aku sibuk berlatih," kata Junhoe sambil menatap Yunhyeong.
Yunhyeong paham. Ia mengeratkan genggaman tangannya pada telapak tangan Junhoe. Junhoe tahu satu hal… jika Yunhyeong menggenggam tangannya dengan erat, artinya namja Song itu sangat khawatir padanya. Karena itu Junhoe mengelus rambut Yunhyeong sambil tersenyum…
"Tidak ada yang perlu kau khawatirkan hyung… kita pasti bisa melewati semuanya,"
"Aku takut kau terbunuh-"
"Kita pasti akan baik-baik saja… Aku yakin jika kita berdua menyatukan kekuatan kita, akademi ini bisa kita lindungi dan kita bisa membebaskan mereka dari mantra Seunghoon," kata Junhoe sambil membalas genggaman tangan Yunhyeong.
Yunhyeong merasa lega dengan ucapan namja Koo ini barusan. Junhoe nya mampu membuat perasaan kusutnya menjadi kembali lurus. Setiap perlakuan Yunhyeong padanya sangat manis menurutnya. Junhoe sangat bersyukur karena ia memiliki kekasih semanis dan sebaik Yunhyeong. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi Yunhyeong dan menjalin hubungan mereka sampai dengan tahap yang sangat serius.
Junhoe ingat saat pertama kali Yunhyeong mengenalkan Junhoe kepada keluarganya. Keluarganya sangat menerima Junhoe. Karena itu… ia harus melindungi Yunhyeong seperti janjinya kepada orang tuanya Yunhyeong. Ia juga mengingat janjinya pada appa, eomma, dan ahjummanya agar tidak membuat Yunhyeong menangis.
Berkat itu, Junhoe langsung memeluk Yunhyeong. Yunhyeong kembali merona berkat apa yang Junhoe lakukan secara tiba-tiba itu. Yunhyeong membalas pelukkan itu. Ia sangat menikmati moment seperti ini. Ketika Junhoenya sedang lelah lalu merajuk padanya atau ketika Junhoe sedang kesal lalu secara tiba-tiba ia ditarik oleh Junhoe dan melihat tingkah menggemaskan Junhoe.
"Hyung… langit malam disini terlihat bagus sekali…" kata Junhoe sambil menatap langit.
"Ne… kau benar… sebelum kau pindah kemari, aku selalu menatap suasana langit malam," kata Yunhyeong sambil tersenyum kearah Junhoe.
"kau tahu? Daripada langit malam, ada yang lebih menarik perhatianku," ucap Junhoe sambil menatap Yunhyeong.
"Apa itu?" tanya Yunhyeong dengan ekspresi bingungnya.
"Dirimu. Dirimu lebih indah daripada bintang di langit. Apalagi jika hyung sedang tersenyum," kata Junhoe dengan senyuman terbaiknya.
Wajah Yunhyeong kembali merona. Ia sangat malu karena pujian yang Junhoe berikan. Ia tidak tahu harus berkata apa lagi. Biarlah langit melihat bahwa sepasang kekasih ini sedang bersenang hati. Langit penuh bintang ini seolah mendukung suasana hati mereka. Seperti saat Junhoe melihat Milky Way di pelajaran astronomi di dunia manusia ataupun seperti saat Yunhyeong pertama kalinya melihat pemandangan kota Seoul.
Seiring dengan Junhoe yang menggenggam wajah Yunhyeong lalu Junhoe memisahkan jarak yang ada, suasana di malam ini terasa sangat harmonis. Dan saat itu juga pertama kalinya Junhoe dan Yunhyeong merasakan apa yang disebut dengan first kiss. Setelah melepaskan ciuman pertama mereka, mereka kembali menatap langit dan melihat pemandangan langit malam yang merupakan saksi bisu dari kisah cinta mereka yang akan berjalan dengan sangat indah untuk kedepannya…
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Fuwaaa Terima kasih reviewnya. Reviewnya sangat menarik. Aku senang dengan respon kalian. Terima kasih banyak~ Sumpah ngetiknya gregetan banget… huwaaa akhirnya chapter ini selesai…
Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
