Title: You

Main cast: Goo Junhoe

Kim Jinhwan

Song Yunhyeong

Other cast: Other of member iKON and Winner

Rate: T

Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'

Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 7: Grace Shield and Destiny Sword

Junhoe dan Yunhyeong sudah kembali ke dalam gedung Wizardry Dormitory. Walau terasa masih sore, namun ternyata suasana sudah malam. Dan berkat pemandangan malam hari, mereka bisa merasakan apa yang disebut dengan First kiss. Yah sejujurnya ini pertama kalinya Junhoe mencium seseorang yang sangat ia cintai. Begitu juga dengan Yunhyeong. Junhoe bisa yakin Seungyoon akan mengintip kegiatan mereka dengan kekuatannya itu.

Mereka sampai di kamar Junhoe dan Seungyoon yang Yunhyeong tumpangi selama seminggu atau lebih. Junhoe sudah duduk di ranjangnya. Sementara Yunhyeong sedang duduk di sofa. Yunhyeong sedikit gugup karena mengingat kejadian beberapa saat lalu yang dimana Junhoe mengambil ciuman pertamanya dan ia juga mengambil ciuman pertamanya Junhoe. Junhoe menghampiri namja bermarga Song itu lalu duduk disampingnya…

"Yunhyeong hyung…" panggil Junhoe.

"Hmm?" sahut Yunhyeong.

"Apa kau gugup?" tanya Junhoe.

"Umm… ne. sangat… kau tahu? Itu… ciuman pertamaku," kata Yunhyeong sambil menundukkan kepalanya.

"Aigoo… itu juga pertama kalinya untukku.," kata Junhoe sambil mengacak rambut Yunhyeong.

"Heee?" kaget Yunhyeong.

Junhoe tertawa melihat ekspresi Yunhyeong yang seperti ini. Ia pun mencubit pipi Yunhyeong karena gemas. Bisa-bisanya Yunhyeong mengaku dirinya sebagai namja yang tampan. Okay itu menurut Junhoe. Junhoe menatap kekasih manisnya itu sambil tersenyum. Ia mengelus pipi Yunhyeong dan tangan Yunhyeong memegang tangan Junhoe yang sedang mengelus pipi yang halus itu…

"Kau ini hobi sekali mengelus pipiku," kata Yunhyeong sambil mempoutkan bibirnya.

"Pipimu halus, hyung," kata Junhoe sambil menatap Yunhyeong

Junhoe mengeluarkan kalimat yang membuat jantungnya berdetak dengan sangat keras. Walau begitu, Yunhyeong tersenyum mendengar kata kata itu. Seungyoon dan Chanwoo menghampiri mereka dan menatap pasangan ini dengan tatapan yang sulit diartikan…

"Err… Junhoe…" panggil Seungyoon dengan gugup.

"Hmm," balas Junhoe seadanya.

"Aku sudah melihat apa yang kau lakukan dengan Yunhyeong dan itu… panas sekali. Jinwoo hyung sampai menjitak kepala Mino," kata Seungyoon dengan wajah memerahnya.

"Lalu? Kenapa wajahmu memerah?" tanya Junhoe dengan datar.

"Terima kasih untuk Mino hyung karena namja mesum itu mencium Seungyoon hyung setelah melihat hot kiss kalian," kata Chanwoo.

Mino memang begitu… maklumkan saja. Chanwoo sedikit menggoda Seungyoon mengingat kejadian hari ini. Yunhyeong tertawa pelan dan Junhoe berusaha menahan tawanya. Yunhyeong menatap Junhoe yang sedang menahan tawanya itu. Melihat Junhoe menahan tawa adalah moment yang sangat langka. Biasanya namja itu akan langsung tertawa atau memasang ekspresi datarnya.

"Kenapa kau menahan tawa?" tanya Yunhyeong pada Junhoe.

"Aku tidak ingin menjadi korban cubitan Seungyoon hyung," kata Junhoe dengan nada datar namun sukses membuat Yunhyeong tertawa pelan.

Junhoe mengacak rambut Yunhyeong yang terlihat lucu dimatanya. Seungyoon dan Chanwoo kembali menatap sepasang kekasih yang sedang berbahagia itu. Seungyoon sudah sangat bersyukur karena ini pertama kalinya dia melihat Junhoe yang sangat berbahagia. Biasanya jika di dunia manusia, Junhoe akan menceritakan tentang dirinya yang dijauhi oleh teman sekelasnya karena terlihat angkuh dan dingin.

"Junhoe… jika saat mereka menyerang akademi ini nanti, apa yang akan kau lakukan?" tanya Seungyoon.

"Sudah pasti aku akan menonjok pipi mereka satu persatu karena ketuanya yang menyebalkan itu menggangguku dan membuatku mendapat pekerjaan baru yang berakibat aku tidak memiliki waktu untuk bermesraaan dengan Yunhyeong hyung," ungkap Junhoe dengan wajah datarnya.

Oh god… Yunhyeong gemas melihatnya. Yunhyeong jadi ingin mencubit kedua pipi namja Koo itu. Perkataan Junhoe selalu sukses membuat dadanya berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya. Nacthan menghampiri mereka…

"Koo Junhoe dan Song Yunhyeong… aku ada perlu dengan mereka," kata Nacthan sambil menunjuk Seungyoon dan Chanwoo.

Junhoe menarik Yunhyeong untuk pergi ke perpustakaan. Setelah sepasang kekasih itu sudah pergi, Nacthan membuka pembicaraan yang serius…

"Aku minta maaf karena aku sempat membiarkan mereka untuk tinggal disini dan menyuruh kalian untuk mengawasi mereka. Aku hanya-"

"Tenang saem… kami tahu kau ingin memantau rencana Seunghoon. Lagipula, Junhoe sudah berhasil untuk membuat mereka pergi dari akademi ini," kata Seungyoon yang memutus perkataan Nacthan.

Nacthan merasa lega karena murid-muridnya ini bisa mengerti akan tujuannya. Nacthan tidak akan memaafkan Seunghoon karena dia melibatkan manusia biasa dalam pertarungan ini. Ia ingat saat dimana Seunghoon dikeluarkan dari akademi ini…

Saat sebelum dikeluarkan, Seunghoon melawan Nacthan yang notabene adalah sahabatnya sendiri. Nacthan berusaha membela kebenaran karena ia merasa Seunghoon sudah berada di jalan yang salah…

Berkat itu, Nacthan berhasil dikalahkan oleh Seunghoon dan Nacthan harus dirawat selama seminggu karena luka yang ia terima. Karena itu… sekarang Nacthan adalah kepala akademi…. Ia harus melindungi akademi ini dengan semaksimal mungkin.

"Saem… Jangan khawatir… akademi ini akan selamat," kata Seungyoon.

"Heee?" kaget Nacthan.

"Iya… akademi ini akan selamat. Apa saem ingat apa yang terjadi jika kekuatan Junhoe dan Yunhyeong digabungkan?" tanya Seungyoon.

"Ah iya kau benar… aku tidak sabar ingin melihat transformasi mereka saat menggunakan Love Power," kata Chanwoo dengan ekspresi senangnya.

Sekarang Nacthan sudah sangat lega. Tidak ada yang perlu ia khawatirkan. Yang perlu Nacthan pikirkan adalah cara untuk melenyapkan kekuatan Seunghoon yang ada di dalam tubuh Jinhwan dan teman-temannya itu.

.

.

.

Sementara itu, Junhoe tidak berhenti untuk tersenyum. Ia sedang menggoda Yunhyeong karena namja Song itu berkata bahwa ia tidak kuat untuk melihat Junhoe yang tersenyum kearahnya. Walau tidak kuat, Yunhyeong sangat menyukai senyuman itu…

"Aigooo Koo Junhoe… berhentilah menggodaku," keluh Yunhyeong yang semakin memundurkan langkahnya karena Junhoe menghampirinya.

"Bukankah kau menyukainya, hyung?"

Junhoe tidak lagi tersenyum. Saat ini Junhoe sedang memamerkan seringai andalannya untuk menggoda Yunhyeong. Habislah sudah… badan Yunhyeong sudah membentur dinding. Ia tidak bisa kabur… Junhoe tersenyum dengan penuh kemenangan. Saat Junhoe mendekatkan wajahnya… Yunhyeong menutup wajah Junhoe dengan kedua telapak tangannya.

"Geumanhae… kau tidak lihat dari tadi? Wajahku sudah memerah, Koo Junhoe. Berhenti menggodaku," walau ia menutup wajah Junhoe, Yunhyeong mengatakannya sambil memejamkan matanya.

Junhoe melepaskan telapak tangan Yunhyeong. Ia langsung memeluk namja Song itu. Aigoo Junhoe… kenapa sifat jahilmu tidak bisa hilang? Sepertinya sifat jahilnya itu berasal dari appanya. Kenapa ia bisa tahu? Nacthan yang memberitahu secara Appanya Junhoe itu salah satu sahabat baiknya Nacthan. Junhoe terkikik pelan ketika Yunhyeong memukul pelan dada bidangnya itu.

"Pabbo… Koo Junhoe pabbo," Yunhyeong sedikit merajuk.

"kkkk… mianhae… habisnya kau terlihat lucu, hyung," kata Junhoe sambil menangkup kedua pipi Yunhyeong.

Yunhyeong mempoutkan bibirnya dan memasang ekspresi kesal walau sebenarnya Yunhyeong tidak kesal. Junhoe mencubit pout Yunhyeong karena menurutnya itu terlihat menggemaskan.

Untung saja kali ini Yunhyeong tidak marah sama sekali. Junhoe menatap Yunhyeong yang sedang menatap langit dari jendela perpustakaan mereka. Langit yang merupakan saksi kisah cinta mereka. Apa jadinya dunia sihir jika Seunghoon berhasil merebut sesuatu yang berharga dari akademi ini? Mungkin saja kekacauan akan terjadi…

Tok Tok…

Junhoe membuka pintu ruang bacanya. Oh… Seungyoon, Chanwoo, Appanya, dan Nacthan rupanya. Junhoe mempersilahkan mereka untuk masuk. Pasti ada hal yang sangat serius. Ah benar saja… Junhoe dan Yunhyeong mengikuti mereka kearah ruangan usang itu dengan teleport Seungyoon. Kenapa Nacthan membawa mereka semua kemari? Apa ada satu hal penting yang harus di diskusikan?

"Koo Junhoe… dan Kang Seungyoon… coba kalian ambil pedang dan perisai itu lagi seperti saat pertama kalinya kalian melihat kedua benda itu," kata Nacthan.

Junhoe dan Seungyoon mendekati kedua benda itu. Seungyoon mengambil Grace Shield dan Junhoe mengambil Destiny Sword. Kedua benda itu berhasil terlepas dari pilar yang merupakan tempat penyimpan kedua benda ini. Mereka semua terkejut, terutama Yunhyeong… Junhoe dan Seungyoon memberikan kedua benda itu kepada Nacthan…

"Whoaa… ini seperti yang Racqhuelle saem ramalkan dulu bukan?" tanya Kevin (Appanya Junhoe).

"Racqhuelle saem? Siapa dia? Tanya Seungyoon.

"Racqhuelle saem itu kepala akademi sebelum aku. Dia meramalkan, ketika aku menjadi kepala akademi, ada dua siswa dengan kemampuan es dan Fortune teller yang menjadi tuan dari kedua benda pelindung akademi ini. Dan kedua siswa itulah yang menjadi murid terkuat," jelas Nacthan.

"Dan kebetulan juga kekuatanmu itu es dan Seungyoon hyung adalah peramal, bukan? Itu artinya kalian yang ditakdirkan untuk melindungi akademi ini," kata Chanwoo.

Junhoe terkejut. Kalau Seungyoon sudah tahu ramalan ini . Junhoe menatap semua orang yang ada disana dengan tatapan bingungnya. Sungguh ini diluar pemikirannya… Jadi inikah takdir mereka?

"Begini… Pedang inilah yang ingin Seunghoon ambil dari akademi ini. Sepertinya pedang dan perisainya sudah menemukan tuannya…" kata Nacthan dengan serius.

"Tuannya? Apa maksud anda, saem?" tanya Junhoe dengan raut wajah bingungnya.

"Dari zaman ketika aku dan Kevin menjadi murid di akademi ini, belum ada yang bisa mengambil pedang dan perisanya. Ketika kau dan Seungyoon yang mencobanya, perisai dan pedang ini bisa kalian ambil dari tempatnya dengan mudahnya. Itu artinya, kalian adalah tuan dari kedua benda itu," jelas Nacthan.

Sekarang Yunhyeong tahu… ternyata kedua benda ini yang ingin Seunghoon ambil. Mungkin Seunghoon pikir, ia bisa membawa kedua benda ini jika Seunghoon memotong pilar yang merupakan tempat perisai ini. Namun percuma… Masa depan akademi sudah terjamin dengan sangat baik…

"Dengan ini, Destiny Sword dan Grace Shield akan kuserahkan pada kalian… dengan kata lain, sekarang pedang ini sudah menjadi milik kalian. Bukan milik akademi ini lagi," kata Nacthan sambil memberikan pedang dan perisai itu kepada Junhoe dan Seungyoon.

"Apa aku… pantas menerima benda ini?" tanya Junhoe ragu sambil menatap senjata barunya.

"Tentu. Pedang dan perisai ini memiliki kekuatan dimana ia bisa memilih siapa yang ia inginkan untuk menjadi tuannya bedasarkan kekuatan, niat, dan perasaan kalian. Pedang ini memilihmu dan artinya kau yang pantas menjadi tuannya," kata Nacthan.

"Kenapa pedang dan perisai yang merupakan sepasang ini memilih tuan yang berbeda? bukankah tanpa pedang, tidak bisa apa-apa?" tanya Seungyoon.

"Aku dan Nacthan mengamati kalian berdua. Junhoe bisa menghindar dengan esnya. Sedangkan kau bisa menyerang dengan benda apapun yang kau temukan. Jadi mungkin saja kedua benda ini ingin melengkapi kekurangan tuannya," kata Kevin.

Err… Seungyoon dan Junhoe menjadi gugup seketika. Benda pusaka yang selama ini tidak bisa disentuh sembarangan itu, berada dan bahkan menjadi milik mereka. Omona… bukankah ini baik? Kevin pun memberikan pedang kepada Seungyoon agar namja Kang itu bisa menyerang langsung tanpa harus mencari alat apapun yang ingin ia temukan.

"Benda ini bisa melindungi kita dari serangan Seunghoon nanti kah?" tanya Junhoe.

"Soal itu, kita bisa lihat nanti… Sebaiknya kalian kembali ke asrama kalian sebelum Seunghoon mengintip," kata Nacthan.

Karena itu, Seungyoon membuka jalur teleport agar mereka kembali ke Wizardry Dormitory… Ah tidak… lebih tepatnya ke kamar Junhoe dan Seungyoon. Sampailah mereka disana. Junhoe dan Seungyoon langsung menaruh kedua benda itu di tempat yang aman agar Seunghoon ataupun pesuruhnya tidak bisa melacak benda itu.

"Jinwoo hyung dan Mino hyung kemana?" tanya Yunhyeong.

"Mereka ke kota untuk mencari permen bunga," kata Chanwoo.

"Junhoe… Tumben sekali seharian penuh kau tidak memakai eyepatch," kata Seungyoon.

"Tidak apa-apa. Mataku tidak bisa selamanya kututupi," kata Junhoe.

"Kekuatan apa yang Seunghoon berikan kepada manusia biasa itu?" tanya Chanwoo.

"Sepertinya kekuatan yang mengerikan. Jika itu kekuatan yang sangat besar dan mereka tidak kuat untuk menampung kekuatan itu, mereka bisa sekarat," kata Seungyoon dengan ekspresi pucat.

Seunghoon benar-benar mengerikan. Ia benar-benar kejam dan tidak bisa ditoleransi lagi. Manusia biasa ia berikan kekuatan semenyeramkan itu? Oh… sedikit informasi, Grace Shield dan Destiny Sword tidak akan mau disentuh oleh orang yang memiliki niat yang jahat. Walau orang itu bisa berbohong pada orang lain, orang itu tidak bisa membohongi Grace Shield dan Destiny Sword. Benar-benar kedua benda yang sangat cerdas.

.

.

.

Beberapa hari setelah kedua benda itu diserahkan kepada tuannya, Seungyoon dan Junhoe mulai berlatih dengan kedua benda itu. kekuatannya benar-benar luar biasa. Apalagi saat Junhoe dan Yunhyeong menyatukan kekuatan mereka. Kekuatannya menjadi sangat besar.

Sejarah kedua benda itu adalah, Kepala akademi yang pertama membuat Grace Shield dan Destiny Sword untuk menjadi senjata pelindung Sorcery Academy. Ia membuat pengumuman… siapapun yang mampu melepaskan benda itu dari pilarnya, ialah yang akan menjad pemiliknya. Namun semua orang yang pernah belajar di akademi ini belum ada yang bisa melepas alat itu sampai akhirnya Junhoe dan Seungyoon yang bisa melepasnya.

Senjata itu diberi kekuatan yang luar biasa. Kedua benda itu bisa mendeteksi kekuatan seseorang. Karena itu… jika seunghoon ingin mencuri kedua alat itu hasilnya adalah percuma…

"Junhoe…," panggil Yunhyeong sambil duduk di samping Junhoe.

"Hmm?" sahut Junhoe sambil memasukkan pedang itu kedalam sarungnya.

"Kau sudah merasa lebih baik?" tanya Yunhyeong sambil menoleh kearah Junhoe.

"Ne… sudah lebih baik karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi," kata Junhoe sambil tersenyum kearah Yunhyeong.

"Kau benar… Tidak ada yang perlu kau cemaskan… semuanya baik-baik saja," kata Yunhyeong sambil mengelus rambut Junhoe.

Yunhyeong memeluk lengan Junhoe dan menatap kearah Mino yang sedang menjahili Seungyoon. Junhoe mengelus lembut rambut namja manis itu. Junhoe yakin, semuanya akan berjalan lancar. Dan akhirnya ia tahu… dengan apa yang disebut dengan cinta sejati. Cinta sejati tidak bisa dikalahkan oleh apapun… Junhoe senang mengetahuinya dari Nacthan…

"Aww… mereka terlihat seperti pasangan yang manis sekali," kata Yunhyeong dengan tatapan gemasnya.

"Ne. Mereka pasangan yang manis… walau Mino hyung sering menjahili Seungyoon hyung," kata Junhoe sambil mengacak rambut Yunhyeong.

"Tetapi kalian berdua lebih manis kok," kata Chanwoo tiba-tiba sambil menghampiri Junhoe dan Yunhyeong.

Chanwoo duduk di samping Junhoe dan menatap Mino yang sedang diomeli Jinwoo karena mengusili Seungyoon. Menurutnya, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan. Kenapa? Karena Junhoe dan Yunhyeong yang semakin romantis setiap harinya. Lalu dirinya yang sering ditraktir oleh Jinwoo.

Nacthan dan Kevin yang mengamati kelakuan anak-anak ini tersenyum dengan hembusan nafas lega. Benar apa yang dikatakan Junhoe… tidak ada yang perlu di khawatirkan. Semuanya akan berjalan lancar… dengan begitu, Nacthan dan Kevin bisa melindungi akademi yang mereka cintai ini…

TBC

Annyeong. Ryuko is back… Fuwaaa Terima kasih reviewnya. Aku senang dengan respon kalian. Terima kasih banyak~ huwaaa akhirnya chapter ini selesai… Reviewnya nanti akan kubalas. Sekali lagi, Terima kasih banyak~~~

Stay tuned yooo~~~

Mind to Review?