Title: You

Main cast: Goo Junhoe

Kim Jinhwan

Song Yunhyeong

Other cast: Other of member iKON and Winner

Rate: T

Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'

Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 8: Flower Prince

Karena latihan sudah selesai, Junhoe dan Yunhyeong pergi ke kebun yang ada di dunia sihir. Sebelumnya, Junhoe sudah menitipkan Destiny Sword miliknya kepada Seungyoon. Junhoe baru tahu bahwa di dunia sihir ada taman dengan banyak bunga seperti ini.

Ia sempat berpikir, yang seperti ini hanya ada di buku dongeng atau buku manhwa yang ia baca saat masih berada di dunia manusia. Yunhyeong mengajak Junhoe duduk di bawah pohon. Ini pertama kalinya Yunhyeong datang kemari bersama dengan kekasihnya. Sebelum Junhoe tinggal disini, Yunhyeong selalu datang sendirian…

"Whoa… taman yang bagus sekali," kata Junhoe dengan kagum.

"Kau suka? Aku juga menyukai tempat ini. Tempat ini adalah tempat dimana aku biasa menenangkan diri," kata Yunhyeong sambil memejamkan matanya.

"Apa bunga disini boleh dipetik?" tanya Junhoe.

"Tentu saja boleh. Taman ini terbuka untuk umum. Kita bisa menanam dan memetik bunga disini," kata Yunhyeong dengan senyuman terbaiknya.

"Kau suka menanam?" tanya Junhoe.

"Ne… aku sangat suka menanam. Bahkan aku memiliki beberapa tanaman di kamarku dan Chanwoo," kata Yunhyeong.

Sekarang Junhoe tahu… Kekasih manisnya ini sangat suka menanam tanaman. Junhoe melihat kearah Yunhyeong yang sedang mengamati salah satu bunga liar. Fisiknya tidak terlalu menarik. Tetapi Junhoe menjadi tertarik pada bunga itu karena ia melihat Yunhyeong sedang meniup bunga itu…

"Hyung… Ini bunga apa? Bentuknya tidak seindah bunga yang lain," kata Junhoe sambil menunjuk bunga itu.

"Ah ini… ini bunga Dandelion. Di dunia manusia juga ada," kata Yunhyeong sambil tersenyum.

Oh… jadi namanya bunga Dandelion. Junhoe sering menjumpai bunga ini di taman sekolahnya ataupun taman kota saat ia masih tinggal di Seoul. Bocah Koo ini awalnya tidak terlalu tertarik dengan apa yang biasa disebut dengan bunga liar. Yunhyeong mengelus punggung Junhoe lalu mencabut bunga Dandelion yang berada di rumput dan memperlihatkannya kepada Junhoe…

"Walau bentuknya tidak menarik karena tangkainya yang rapuh dan tidak seindah bunga mawar, bunga ini memiliki makna yang mampu memberikan banyak arti dalam kehidupan," jelas Yunhyeong sambil menatap bunga Dandelion.

"Heee? Jinjjayo?" tanya Junhoe.

"Ne. Kau mau tahu? Dandelion adalah bunga yang kuat meskipun rapuh. Jika kita meniup bunga ini, bunga ini akan menjadi serpihan kecil dan terbang terbawa angin. Mereka menjelajah menentang angin hingga mereka terjatuh di tempat baru dan bunga ini akan tumbuh dan menjadi bunga yang baru," jelas Yunhyeong lagi.

"Whoaa… keren sekali," kata Junhoe dengan antusias.

"Bunga ini mengajarkanku agar aku tidak takut untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan mampu membawa kebahagiaan untuk semua orang dimanapun," kata Yunhyeong sambil meniup kembali bunga Dandelion itu.

Junhoe tersenyum melihat Yunhyeong. Namja manis didepannya ini mengetahui hal-hal seperti itu. Junhoe mencoba memetik bunga Dandelion disekitarnya lalu ia mencoba meniup bunga itu agar menjadi serpihan kecil. Junhoe tersenyum tipis ketika melihat bunga itu berterbangan. Yunhyeong pun bangkit dari posisi duduknya lalu menarik Junhoe untuk mengajaknya kembali ke asrama.

Junhoe mulai bisa mengingat keindahan bunga Dandelion berkat Yunhyeong yang mengajaknya ke taman kota di dunia sihir hari ini. Akhirnya sampailah mereka di Wizardry Dormitory. Yunhyeong mengajaknya ke kamar yang ia tempati bersama Chanwoo itu. Junhoe melihat banyak tanaman herbal ataupun bunga yang indah disana.

"Kau merawat semua ini sendirian?" tanya Junhoe.

"Iya. Aku menanam semuanya sendiri. Aku sangat suka menanam tanaman herbal karena tanaman herbal akan sangat berguna jika aku mengobati seseorang," kata Yunhyeong.

"Apa kau memiliki bunga favorit, hyung?" tanya Junhoe lagi.

"Hmm… Aku sangat menyukai bunga Daisy. Daisy itu memiliki arti yang sangat indah," kata Yunhyeong sambil memberi air ke salah satu tanaman yang ia tanam

Okay… Junhoe langsung pergi ke kamarnya. Berhubung Yunhyeong cuma menginap di kamarnya selama seminggu, jadi sekarang Yunhyeong sudah kembali ke kamarnya. Junhoe melihat Seungyoon yang sedang menatap buku novel yang namja Kang itu pinjam dari Jinwoo.

"Seungyoon hyung," panggil Junhoe.

"Hmm," sahut Seungyoon.

"Mau temani aku ke toko bunga tidak?" tanya Junhoe.

"Boleh saja. Sebentar, aku ambil jaketku," kata Seungyoon sambil mengambil jaketnya.

Junhoe dan Seungyoon pergi ke toko bunga dengan teleport. Seungyoon melihat-lihat bunga yang ada karena ia ingin membeli bunga untuk Mino. Sedangkan Junhoe sedang mencari-cari bibit, media tanah, pupuk, pot, dan beberapa bahan yang ia butuhkan untuk menanam.

"Junhoe… kau sebenarnya ingin mencari apa?" tanya Seungyoon.

"Aku ingin membeli beberapa bahan untuk menanam bunga Daisy," jawab Junhoe.

"HAAHHH? Sejak kapan kau suka menanam?" kaget Seungyoon.

"Sejak tadi," jawab Junhoe singkat.

Junhoe kembali melihat-lihat dan sesekali bertanya mengenai cara menanam tanaman yang ingin ia tanam. Seungyoon sudah berdiri diantara Rose. Ia bingung karena ia ingin membeli bunga yang pas untuk Mino. Haah… Seungyoon menghelakan nafasnya karena ia bukan pemilih bunga yang baik seperti Yunhyeong ataupun Chanwoo…

"Ada yang bisa kubantu?" tanya yeoja sambil membawa tongkat sihirnya.

"Err… Aku ingin membeli bunga untuk kekasihku. Cuma aku tidak tahu harus memilih yang mana," kata Seungyoon sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak terasa gatal.

"Ah begitu rupanya. Aku tahu bunga yang cocok," kata yeoja itu sambil mengarahkan tongkat sihirnya kearah bunga yang ia maksud.

Yeoja itu mengeluarkan mantra dan bunga itu datang kearah tongkatnya. Yeoja itu mengambil bunga tadi. Ia menatap bunga itu untuk memastikan agar pelanggannya ini tidak menyesal membeli bunganya karena kualitas dari bunga itu sendiri…

"Aku menganjurkan bunga ini, tuan. Rose berwarna pink yang memiliki arti Kebahagiaan yang sempurna. Apa tuan akan memilih bunga ini?" tanya yeoja itu.

"Ya. Aku akan memilih bunga ini. Aku akan membelinya setangkai," kata Seungyoon.

Yeoja itu mengangguk dan mendekorasi bungkusan satu tangkai bunga itu. Seungyoon menghampiri Junhoe yang sudah selesai dengan urusan membayar dan menanya beberapa hal tentang menanam.

"Kau sudah memilih bunga untuk Mino hyung?" tanya Junhoe.

"Sudah. Walau sempat bingung memilih," kata Seungyoon.

Seusai dari toko bunga, Mereka pun kembali ke asrama menggunakan teleport agar aman. Sesampainya di asrama, Seungyoon langsung mencari Mino agar ia bisa memberi bunga yang ia beli itu. Junhoe mulai memasukkan media tanah ke potnya. Junhoe benar-benar serius jika sudah berhubungan dengan Yunhyeong. Ah proses menanamnya sudah selesai. Junhoe tinggal mengikuti beberapa langkah lagi agar pekerjaannya hari ini selesai.

Sementara itu Seungyoon sedang berdua dengan Mino di gazebo taman sekolah. Mino menatap Seungyoon dengan raut wajahnya yang seolah berkata "Ada apa?". Seungyoon menjadi gugup seketika karena Mino menatapnya seperti itu.

"Umm… hyung… aku ingin memberikan ini," kata Seungyoon sambil memberikan Pink Rose yang ia beli itu kepada Mino.

"Aigoo… tumben sekali kau memberiku bunga," kata Mino mulai dengan sifat jahilnya sambil mengambil bunga itu.

"Aish… Jika kau tidak suka, yasudah kembalikan padaku," kata Seungyoon dengan ekspresi kesalnya

"Ahahaha aku bercanda, Kang Seungyoon. Gomawo… aku menyukainya," kata Mino.

"Kau hanya menyukai bunganya saja, eoh?" protes Seungyoon.

"Kkkkk… Aku juga suka deongan orang yang memberiku bunga ini kok," kata Mino sambil memeluk Seungyoon.

Walau menyebalkan, Mino sangat menyayangi Seungyoon. Seungyoon tahu itu. karena itu Seungyoon membalas pelukkan Mino. Sekarang kita ke sisi Junhoe. Junhoe sedang menatap ponselnya yang di dunia sihir. Walau ponsel dunia sihir, namun ponsel ini bisa berhubungan dengan ponsel atau elektronik di dunia manusia. Junhoe tidak sabar menunggu bunga ini mekar. Junhoe mendekati tanaman itu. Junhoe menggambarnya dan memberi keterangan. Seperti laporan praktikum…

Chanwoo, Jinwoo, dan Yunhyeong sedang berada di kamar Yunhyeong. Mereka melihat tanaman yang Yunhyeong rawat. Yunhyeong duduk di kasur sambil membaca bukunya…

"Hyung… Kau tahu kemana Junhoe pergi? Soalnya tadi ia langsung pergi begitu saja dari sini," kata Yunhyeong.

"Umm… tidak," kata Jinwoo.

Yunhyeong mengangguk. Yunhyeong tidak tahu mengapa Junhoe langsung pergi ketika namja Koo itu tahu kalau Yunhyeong menyukai bunga Daisy. Chanwoo melihat Yunhyeong yang tampak khawatir itu langsung mencari Junhoe di kamar Seungyoon. Saat membuka pintu, Chanwoo melihat Junhoe yang sedang duduk menghadap ke pintu balkon…

"Junhoe hyung… Kenapa kau pergi mendadak? Yunhyeong hyung-"

"Aku habis membeli peralatan menanam. Aku ingin memberikan itu padanya jika sudah mekar," kata Junhoe sambil menunjuk pot yang didalamnya sudah ia tanami bibit bunga Daisy.

"Apa yang kau tanam itu?"

"Bunga Daisy. Soalnya Yunhyeong hyung bilang, ia sangat menyukai bunga Daisy. Karena itu aku langsung pergi membeli bibit dan bahan lainnya untuk menanam. Jangan bilang-bilang pada Yunhyeong hyung, okay?," jelas Junhoe.

Chanwoo mengangguk paham. Chanwoo kembali ke kamar yang ia bagi bersama Yunhyeong. Intinya Chanwoo tidak akan mengatakan soal rencana kejutan dari Junhoe sampai Junhoe yang mengatakannya sendiri.

.

.

.

Beberapa minggu kemudian, bunga yang Junhoe tanam sudah sedikit mekar. Ternyata disini tanaman tumbuh dengan cepat. Junhoe semakin semangat untuk merawat tanaman ini agar bisa ia berikan kepada Yunhyeong. Junhoe sudah selesai memberi vitamin khusus tanaman. Merawat tanaman ternyata tidak semudah yang ia bayangkan. Tetapi Junhoe tidak boleh menyerah agar ia bisa memberikan tanaman ini sebagai hadiah.

Yunhyeong semakin bingung dengan tingkah Junhoe akhir-akhir ini. Junhoe selalu mengecek kamarnya selama satu jam sekali dan ketika ia ingin berkunjung ke kamar namja Koo itu, Junhoe dan Seungyoon melarangnya. Tentu saja… agar kejutan yang ingin Junhoe buat tidak terbongkar dengan sia-sia.

Saat ini Junhoe dan Yunhyeong sedang duduk di kantin Yunhyeong menatap Junhoe dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Perasaan sedih dan khawatir bercampur menjadi satu. Ia tidak tahu harus berbicara apa saat ini. Yunhyeong tidak ingin salah bicara.

"Koo Junhoe… akhir-akhir ini kau terlihat aneh… ada apa?" tanya Yunhyeong.

"Aku? Ah nggak… waeyo?" tanya Junhoe.

"Begini. Terakhir kali aku ingin berkunjung ke kamarmu, kau melarangku. Untuk berkunjung… dan setiap satu jam sekali, kau langsung masuk kedalam kamarmu…," kata Yunhyeong sambil menunduk.

"Itu… umm… tidak ada apa-apa kok," elak Junhoe.

"Kau yakin?" tanya Yunhyeong.

"Ne… Aku yakin hyung," kata Junhoe sambil memeluk Yunhyeong.

Sebenarnya Junhoe tidak ingin berbohong. Namun ia terpaksa karena kejutannya itu. Yunhyeong percaya, Junhoenya tidak akan menyakiti perasaannya. Tetapi Yunhyeong hanya bingung karena Junhoe menutupi sesuatu darinya.

Jinwoo dan Chanwoo datang menghampiri Junhoe. Ah mereka tidak jadi membahas untuk dekorasi pot bunganya karena ada Yunhyeong. Jinwoo tahu? Tentu saja tahu. Jinwoo mengetahuinya dari Seungyoon dan Mino. Junhoe berterima kasih karena teman-temannya ini mau mengerti apa yang sedang ia lakukan.

.

.

.

Junhoe dan Seungyoon sudah berada di kamar mereka. Seungyoon sedang membaca novelnya. Sedangkan Junhoe sedang merebahkan dirinya di kasur. Junhoe sedang memikirkan sesuatu. Entah ia sedang memikirkan tanamannya atau menyesal karena melihat ekspresi sedih dari wajah Yunhyeong. Junhoe sangat terbayang dengan ekspresi itu.

"Kau pasti memikirkan Yunhyeong ya?" tanya Seungyoon.

"Ne. Aku terus memikirkan ekspresi sedihnya. Aigoo… aku merasa tidak enak padanya," kata Junhoe sambil mengingat kembali.

"Hmm… kau bisa jelaskan apa yang terjadi padanya saat kau menyerahkan bunga itu agar ia tidak salah paham," kata Seungyoon.

"Kau benar hyung. Aku tidak ingin Yunhyeong hyung salah paham padaku," kata Junhoe sambil memeluk erat gulingnya.

Seungyoon mengarahkan pandangannya kearah Junhoe. Tetapi ia tersenyum setelahnya. Junhoe benar-benar perhatian pada Yunhyeong. Junhoe pun bangkit dan menulis kartu untuk ia tempelkan di pot itu. Semoga usaha Junhoe menanam tidaklah sia-sia. Jika itu menjadi hal yang sia-sia, Junhoe akan sangat kecewa. Percayalah…

Junhoe benar-benar harus bersabar sedikit lagi… menanam itu membutuhkan kesabaran yang ekstra. Junhoe menatap spray anti hama tanaman. Junhoe mulai terkikik pelan karena ia membayangkan sesuatu…

"Koo Junhoe. Kau sehat? Tak biasanya kau tertawa sendiri," kata Seungyoo heran.

"Kkkk… aku sehat hyung. Aku hanya membayangkan sesuatu… apa jadinya jika Seunghoon yang sedang menyerang akademi ini secara membabi buta lalu tidak sengaja ia mengenai wajahnya dengan pestisida ini?" tanya Junhoe sambil menahan tawanya.

"Hahaha lucu juga. Memangnya nanti kau mau bertarung sambil membawa pestisida?"

"Hmm… bisa jadi," kata Junhoe sambil menahan tawanya.

Haah.. gurauan yang konyol… Junhoe berusaha tersenyum dibalik rasa khawatirnya ini. Junhoe ingin segera memberikan bunga yang ia rawat itu untuk Flower Princenya –Yunhyeong-. Junhoe mengamati bunga Daisy itu dengan senyum terbaiknya. Ia mengingat wajah Yunhyeong yang sedang meniup Dandelion saat ia menatap lama bunga Daisy ini. Junhoe mengelus kelopak bunga itu dengan perlahan. Rasanya halus seperti pipi Yunhyeong.

Seungyoon terus menatap kearah Junhoe. Seungyoon bisa yakin, hubungan Yunhyeong dan Junhoe akan masuk kedalam tahap yang sangat serius disaat mereka lulus dari akademi ini. Seungyoon merasa lega dengan perasaan Junhoe yang sangat bersungguh-sungguh dengan Yunhyeong. Yunhyeong pasti sangat bahagia karena memiliki Junhoe di dalam hidupnya.

"Seungyoon hyung... apa Yunhyeong mau menerima bunga ini?" tanya Junhoe.

"Tentu. Ia pasti mau. Apalagi jika yang menanam dan yang merawat bunga ini sampai terlihat indah adalah dirimu," kata Seungyoon sambil tersenyum melihat bunga itu.

Junhoe kembali menatap bunga yang ia rawat ini. Walau Junhoe memiliki sifat yang dingin, Junhoe bisa menghangat jika Yunhyeong yang berada di sampingnya. Yunhyeong seudah membawa banyak perubahan di dalam hidup Junhoe.

.

.

.

Pagi ini terasa sangat membahagiakan. Akhirnya bunga Daisy yang selama ini Junhoe rawat sudah mekar dengan indahnya. Junhoe sudah menempelkan kartu dan mendekorasi sedikit pot itu. Yang Junhoe lakukan sekarang adalah mengetuk pintu kamar Yunhyeong dan Chanwoo. Chanwoo pun membukakan pintu dan mempersilahkan Junhoe untuk masuk. Junhoe melihat Yunhyeong yang masih tertidur di kasurnya…

"Semalam Yunhyeong hyung memikirkanmu sampai ia terjaga di larut malam. Ia terus memikirkanmu sambil menatap dan mengelus kelopak Pink Rose yang ia tanam," jelas Chanwoo sambil menepuk bahu Junhoe.

"Eh?"

"Yunhyeong hyung mencemaskanmu karena kebiasaanmu akhir-akhir ini yang sering masuk kamar setiap satu jam sekali," jelas Chanwoo lagi.

"Arraseo. Aku paham situasinya," jawab Junhoe.

"Baiklah. Aku tinggalkan kalian berdua disini. Semoga kau berhasil memberikan bunga yang kau rawat, hyung," kata Chanwoo sambil menutup pintu kamarnya.

Junhoe duduk di tepi kasur dan mengelus rambut Yunhyeong. Mungkin karena insting Yunhyeong yang kuat, akhirnya Yunhyeong bangun. Oh… kepalanya terasa pusing karena jam tidurnya yang kurang.

"Hyung… Aku sudah mendengar semuanya dari Chanwoo tentang apa yang kau lakukan semalam," kata Junhoe to the pointnya.

"Aku hanya mencemaskanmu karena kau menutupi sesuatu dariku. Bahkan kau melarangku berkunjung ke kamarmu… apa aku melakukan kesalahan padamu?" tanya Yunhyeong sambil menundukkan kepalanya.

"Kau tidak pernah membuat kesalahan, hyung. Alasanku seperti itu karena aku ingin memberimu ini," kata Junhoe sambil memberikan bunga Daisy dalam pot itu.

"I… ini kan…Bunga Daisy?" kaget Yunhyeong sambil menerima bunga itu.

"Ne. Aku menanam bunga ini dan merawatnya sampai mekar. Setelah menjadi seperti ini, aku memberikannya padamu," kata Junhoe.

"Sejak kapan kau menanamnya?" tanya Yunhyeong.

"Sejak kau memberitahuku bahwa kau menyukai bunga Daisy. Saat aku tahu itu, aku langsung pergi mencari bibit dan beberapa bahan yang kubutuhkan untuk menanamnya. Setelah itu, aku mulai menanam dan merawatnya sampai sebagus ini. Aku sengaja melarangmu untuk berkunjung karena aku ingin ini menjadi sebuah kejutan," jelas Junhoe sambil mengelus rambut Yunhyeong.

Yunhyeong terdiam. Jadi namjachingunya ini menanam dan merawat bunga kesukaannya ini demi dirinya? Yunhyeong merasa terharu dengan apa yang namjachingunya ini lakukan. Yunhyeong pung menaruh pot itu di lantai dan memeluk Junhoe dengan erat.

"Aigoo… padahal kau bisa membeli bunganya saja di toko bunga," kata Yunhyeong.

"Tidak mau. Aku ingin menanamnya dengan usahaku sendiri,"

Yunhyeong tersenyum mendengar perkataan Junhoe dan memeluk Junhoe lebih erat. Koo Junhoe itu namja yang sedikit sulit ditebak pikirannya. Terkadang namja dingin ini sangat menyebalkan. Tetapi ia bisa menjadi orang yang hangat.

"Bagaimana jika kita merawatnya bersama?" tanya Yunhyeong.

"Hmm… boleh saja," kata Junhoe.

Yunhyeong menaruh pot bunga itu diantara tanaman lain yang ia rawat. Mendapat tanaman dari kekasihmu yang rela menanam tanaman demi dirimu itu tidak buruk kan?

TBC

Annyeong. Ryuko is back… Fuwaaa Terima kasih reviewnya. Tiada hari tanpa kencan untuk Junhoe dan Yunhyeong. Aduh… jadi iri nih… ._. Ngetiknya sampai ada rasa manis-manisnya gitu #ehhh

Stay tuned yooo~~~

Mind to Review?