Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 9: Memory
Pagi hari tidak terasa menyenangkan. Donghyuk melangkahkan kakinya ke ruang latihan yang ada di rumah Seunghoon. Setelah ia berada di rumah Seunghoon, ia merasa badannya sedikit nyeri karena kekuatan yang Seunghoon taruh di dalam tubuhnya. Sejak mereka tinggal disana, Mereka hilang ingatan. Ingatan itu Seunghoon simpan di sebuah tempat. Karena itu, yang mereka ingat hanya misi membuat akademi itu hancur dan melenyapkan Junhoe.
Berkat itu, mereka lupa hidup mereka seperti apa. Yang mereka ingat hanyalah nama mereka dan hubungan mereka berlima. Haah… Donghyuk sangat penasaran dengan apa yag terjadi padanya sebelum dirinya dan teman-temannya berada disini… di rumah Seunghoon.
"Donghyuk-a… sudah bangun kau rupanya. Ayo berlatih," kata seseorang.
"Kau saja Hanbin hyung. Aku sedang merasa bosan," kata Donghyuk sambil menatap target yang Seunghoon buat.
Donghyuk menatap target itu dengan serius. Target itu mirip dengan Junhoe. Donghyuk merasa ada yang aneh dengan target itu. Ia seperti penah mengenal dekat musuhnya ini…
'Aku yakin… musuhku ini sebenarnya orang baik,' batin Donghyuk.
.
.
.
Hari-hari mereka berjalan seperti biasa. Dan Donghyuk hanya diam tanpa sepatah kata yang keluar dari mulutnya. Ia hanya kesal karena tidak mengingat apapun. Donghyuk akan mencari waktu untuk menyelinap ke kamar Seunghoon dan mencari suatu petunjuk tentang ingatannya itu.
Donghyuk menatap beberapa orang yang sedang berlatih itu. Ia menatap Hanbin dengan sangat serius. Entah apa yang ingin Donghyuk lakukan pada namja itu.
"Hanbin hyung… aku ingin bicara," kata Donghyuk.
"Ada apa Donghyuk-a?" tanya Hanbin.
"Seusai latihan, aku ingin mengajakmu menyelinap ke kamar ketua," bisik Donghyuk.
"Kau gila? Ketua bisa-"
"Dia sedang pergi. Sepertinya ia sedang meditasi. Aku ingin menemukan petunjuk tentang ingatanku. Terserah padamu mau ikut atau tidak," kata Donghyuk.
"Baiklah. Aku ikut denganmu," kata Hanbin.
Benar saja… seusai latihan, Donghyuk dan Hanbin berusaha menyelinap. Untung saja Seunghoon sedang meditasi di luar rumah dan baru kembali beberapa minggu kemudian.
*Donghyuk POV
Sudah sejak beberapa minggu yang lalu aku merencanakan ini. Aku ingin menyelinap dan mencari ingatanku. Beruntung karena Hanbin hyung mengikuti kemauanku.
"Kita sampai di depan kamarnya. Bagaimana caranya kita masuk?" tanya Hanbin hyung.
"Kau punya teleport. Gunakan itu," kataku.
Hanbin hyung menggunakan teleportnya dan kami masuk kedalam kamar ketua. Aku dan Hanbin hyung mencari suatu petunjuk. Apapun itu yang mengingatkanku dengan sesuatu…
"Aku tidak menemukan apapun disini," kata Hanbin hyung.
"Ayo cari lagi, hyung. Aku tidak ingin menyerah sekarang," kataku.
Aku dan Hanbin hyung terus mencari di beberapa tempat. Aku melihat suatu lemari yang terlihat tua. Karena penasaran, kami membukanya. Ah terlihat ada cahaya dalam toples dan ada kalung yang ditempeli kertas mantra. Aku dan Hanbin hyung mengambil toples itu.
"Ini apa? Bentuknya indah sekali," kata Hanbin hyung.
"Ayo kita buka," kataku.
Kami membuka toples itu dan kami memasukkan tangan ke dalam toples besar itu. Cahaya itu masuk kedalam otak kami. Terlihat ingatan-ingatan yang seperti film mengalir begitu saja.
*Donghyuk POV End.
Akhirnya ingatan Donghyuk dan Hanbin sudah kembali. Dan dengan itu juga mereka sadar dari pengaruh Seunghoon. Ternyata cara mengembalikan kesadaran mereka adalah, kembalikan ingatan mereka… berhubung Donghyuk dan Hanbin sudah sadar, Donghyuk dan Hanbin mengambil kalung itu dan memakainya.
Itu kalung yang Seungyoon berikan pada Jinhwan untuk menangkal kekuatan Seunghoon. Donghyuk dan Hanbin memasukkan toples dan kalung itu kedalam tas kosong mereka dan kembali menutup lemari tua itu.
Mereka kembali ke kamar mereka dan segera mengemasi barang mereka… kenapa? Tentu saja mereka ingin kabur. Mereka sudah ingat semuanya. Seunghoon adalah orang jahat yang ingin merenggut nyawa orang.
"Hanbin hyung… sebaiknya kita ganti baju," kata Donghyuk sambil mengambil seragam sekolahnya.
"Ah kau benar Dongii," kata Hanbin.
Mereka mengganti pakaian mereka dengan seragam sekolah mereka yang berada di dunia manusia untuk menghindar dari tempat ini. Sebenarnya Donghyuk ingin membebaskan yang lain. Cuma ia hanya bisa mengajak Hanbin karena mereka semua keras kepala.
Donhyuk dan Hanbin mengendap untuk pergi menuju pintu keluar. Oh… Jinhwan menghampiri mereka. Jinhwan sudah tahu kalau kedua orang itu ingin kabur. Jinhwan ingin menyentuh mereka namun tiba-tiba terhempas berkat kekuatan kalung yang Seungyoon berikan. Ini kesempatan mereka untuk kabur. Hanbin dan Donghyuk membuka pintu rumah itu dan melewati pagar. Mereka berdua berlari tanpa tahu arah…
Sementara itu Seungyoon, Junhoe, dan Yunhyeong sedang berada di toko roti dan ingin kembali ke Sorcery Academy. Seungyoon merasa pandangannya kembali melihat sesuatu. Seungyoon benar-benar terkejut dan memegang kepalanya…
"Kau kenapa hyung?" tanya Junhoe.
"Ini diluar dugaanku. Kedua temanmu yang dari dunia manusia itu ada yang berhasil lepas dari mantra Seunghoon dan kabur dari sana sambil memakai kalung yang kuberikan agar semua kekuatan Seunghoon tidak bisa menyentuh mereka," kata Seungyoon.
Ah… akhirnya Junhoe dan Yunhyeong melihat apa yang Seungyoon maksud. Junhoe melihat Hanbin dan Donghyuk yang sedang berlari seakan ada yang mengejar mereka. Junhoe langsung menghampiri mereka…
"Ada apa dengan kalian?"
"Ju… Junhoe… Tolong sembunyikan kami…" mohon Donghyuk pada Junhoe.
"Mereka ingin menculik kami lagi," kata Hanbin sambil memegang kuat lengan Junhoe karena Hanbin dan Donghyuk sangat ketakutan.
Junhoe, Yunhyeong, dan Seungyoon melihat Jinhwan dari kejauhan. Karena itu, Junhoe langsung menghempaskan tubuh Jinhwan agar menjauh dengan esnya. Teleport Seungyoon bekerja untuk mengirim Jinhwan ke rumah Seunghoon. Setelah itu, mereka membawa Donghyuk dan Hanbin ke Sorcery Academy.
Sesampainya disana, Seungyoon memanggil Nacthan dan menjelaskan semuanya. Nacthan mengangguk paham lalu mengechek kembali tubuh kedua orang itu… memar hitam itu sudah menghilang… mereka sudah lepas dari kendali Seunghoon…
"Aku ingin bertanya pada kalian… apa tubuh kalian terasa sakit?" tanya Nacthan yang dianggukki oleh keduanya.
"Terkadang, aku harus meringkuk untuk menahan rasa sakitnya," ucap Donghyuk.
"Aku paham situasinya… Seungyoon-ah… bantu aku mengeluarkan kekuatan itu. setelah itu, aku akan menyegelnya," kata Nacthan.
Seungyoon dan Nacthan mulai mengeluarkan semua kekuatan jahat Seunghoon dari tubuh Hanbin dan Donghyuk. Walau memakan waktu, akhirnya kekuatan itu sudah berhasil di segel.
"Bagaimana dengan sekarang?" tanya Seungyoon.
"Sudah membaik… terima kasih," kata Hanbin dan Donghyuk secara bersamaan.
"Bagaimana cara mereka bisa lepas dari mantra itu?" tanya Nacthan pada Seungyoon.
Seungyoon mengarahkan tangannya dan mengeluarkan sihirnya kedalam cermin. Mereka melihat apa yang Donghyuk dan Hanbin lakukan. Ah kuncinya adalah memory yang Seunghoon ambil dari tubuh mereka. Hanbin dan Donghyuk bisa lepas dari mantra itu karena ingatan yang kembali.
"Sekarang, toples itu kalian bawa?" tanya Nacthan.
"Ne… kami membawanya. Kami mohon… selamatkan yang lainnya," mohon keduanya sambil memberi toples itu.
"Tenang saja… kami akan menyelamatkan mereka dengan cara lain. Aku mohon kalian bisa bersabar," kata Seungyoon.
"Tidak apa walau memakan waktu. Tetapi… terima kasih banyak" kata mereka sambil membungkukkan badan.
"Untuk sementara waktu, kalian boleh tinggal disini. Jika kalian kembali ke dunia manusia, bisa saja Seunghoon membawa kalian lagi. Junhoe dan Seungyoon… tidak masalah kan mereka menetap di kamar kalian?," tanya Nacthan.
"Tidak masalah," jawab Junhoe datar dan dianggukki oleh Seungyoon.
Akhirnya mereka teleport ke Wizardry Dormitory. Awalnya Chanwoo, Jinwoo, dan Mino ingin mengusir mereka. Namun Seungyoon sudah menjelaskan semuanya. Saat ini Seungyoon sedang pergi ke rumah Hanbin dan Donghyuk yang berada di dunia manusia untuk mengambil pakaian mereka.
"Hey, Dongii… sudah lama kita tidak bertemu," kata Junhoe sambil menatap Donghyuk yang sedang memakan makanan yang Yunhyeong masak.
"Ne Junhoe… kau tinggal disini sekarang?" tanya Donghyuk.
"Iya. Aku tidak bisa tinggal di Seoul sampai aku lulus dari akademi ini. Kau pasti tahu alasanku, kan? Karena itu aku tidak bisa kembali untuk sementara," kata Junhoe.
Donghyuk paham. Kalian tahu? Donghyuk itu teman satu-satunya Junhoe di dunia manusia. Mereka sekelas. Soal Truth or dare itu, Donghyuk langsung marah kepada Taehyun dan hyungnya sendiri –Jiwon- karena dengan teganya mereka melukai sahabatnya itu. Donghyuk tahu soal kekuatan Junhoe karena saat masih tinggal di Seoul, Junhoe bercerita dan Donghyuk kagum dengan itu…
"Woah… sekarang kau sudah punya kekasih?" kaget Donghyuk ketika melihat Yunhyeong.
"Ne… namanya Song Yunhyeong. Dia manis kan? Dia ini lebih tua dua tahun dari kita," kata Junhoe sambil merangkul Yunhyeong.
"Syukurlah kau benar-benar menemukan kekasih yang baik. Aku harap, kejadian dimana Taehyun hyung mempermalukanmu itu adalah penderitaanmu yang terakhir kalinya. Aku tidak ingin kau sedih lagi," kata Donghyuk.
"Terima kasih, Dongii," kata Junhoe.
"Umm… Yunhyeong hyung… aku mohon tolong jaga Junhoe agar dia bisa selalu tersenyum," kata Donghyuk dengan sungguh-sungguh.
"Itu pasti, Donghyuk-a," kata Yunhyeong sambil mengelus punggung Donghyuk.
Dengan begini, Donghyuk sudah merasa lega. Junhoe tidak akan merasa sedih lagi. Hanbin tertegun mendengar semua perkataan Donghyuk. Hanbin mengucapkan kembali kata maaf karena ia ingat tentang truth or dare itu. Junhoe sudah bisa memaafkan dan melupakan kejadian itu.
Akhirnya Seungyoon kembali sambil membawa baju milik Hanbin dan Donghyuk. Mulai malam ini, Donghyuk dan Hanbin akan menetap di kamar asrama bersama mereka. Donghyuk menceritakan kejadian disaat mereka kabur dari rumah Seunghoon karena menurutnya itu sangat menyeramkan…
"Kalian tahu? Karena ingatan yang diambil paksa sama orang jahat itu, Jinhwan hyung hampir membunuh kami. Bahkan ia tidak ingat dengan Hanbin hyung,"
"Aku paham situasinya. Kita harus mengembalikan memory mereka," kata Seungyoon.
"Tapi ingatkan aku untuk menonjok wajah menyebalkan Seunghoon," kata Junhoe tiba-tiba.
"Kau ini dendam sekali padanya," kata Seungyoon sambil tertawa.
"Tentu saja. Bocah sombong itu sudah menggangguku di jam pelajaran yang kusuka. Dia juga sombong sekali dan sangat menyebalkan," kata Junhoe dengan ekspresi kesalnya.
Semua orang yang ada disitu tertawa mendengar keluhan Junhoe. Tapi Seungyoon dan Hanbin ingat. Junhoe hampir saja kehilangan nyawa karena serangan Seunghoon mengenai matanya dan akhirnya mata kanan Junhoe harus dioperasi.
"Junhoe… kapan kau akan kembali ke Seoul?" tanya Hanbin.
"Soal itu, setelah mereka lulus dari akademi ini, Junhoe dan Yunhyeong akan tinggal di Seoul," kata Seungyoon.
"Hee? Tahu darimana kau?" tanya Junhoe karena terkejut.
"Tentu saja aku tahu dari keluarga kalian. Kedua orang tua kalian yang memberitahuku dan meminta saranku," kata Seungyoon.
Soal itu, orang tua Junhoe dan Yunhyeong berdiskusi pada Seungyoon dan meminta saran. Tidak apa mereka tinggal di Seoul. Tetapi jangan lupa akan kekuatan mereka. Seungyoon tersenyum melihat reaksi Junhoe yang terlihat senang. Donghyuk dan Hanbin melanjutkan kegiatan makan mereka. Sejak tinggal di rumah Seunghoon, mereka berdua tidak makan sama sekali karena tidak tahan melihat makanan yang akan mereka makan itu.
"Junhoe-goon… roti yang tadi kubeli mana?" tanya Seungyoon.
"Aku taruh dimeja dapur kamar ini kok," kata Junhoe sambil menunjuk arah.
"Ah iya benar. Kau mau kuambilkan roti juga?" tanya Seungyoon.
"Tidak. Nanti aku ambil sendiri," kata Junhoe.
Saat Seungyoon ingin mengambil minuman yang ia beli tadi, Chanwoo, Jinwoo, dan Mino datang. Yunhyeong duduk di samping Junhoe dan Seungyoon kembali bersama roti yang ia beli. Tumben sekali mereka berkumpul seperti ini. Apa ada hal serius yang ingin mereka bicarakan?
"Ada apa? Apa ada hal penting?" tanya Jinwoo.
"Aku sudah membaca kartu. Sepertinya bocah sombong itu sudah keluar dari tempat meditasinya. Kalau seperti itu, pasti akan menyusahkan," kata Seungyoon.
"Hahaha. Sangat menyusahkan," kata Junhoe dengan tawa sinisnya.
Junhoe benar-benar kesal dengan Seunghoon. Rasanya, ingin sekali Junhoe membekukan namja sombong itu. Junhoe mengambil roti bagiannya dan bagian Yunhyeong dan memberikannya kepada kekasih manisnya itu…
"Hei kau Fortune teller..." panggil Hanbin.
"Aish… Namaku Kang Seungyoon. Ada apa?" sahut Seungyoon.
"Apa semuanya akan baik-baik saja?" tanya Hanbin.
"Ne. Semuanya akan baik-baik saja. Tidak ada hal buruk yang akan terjadi," kata Seungyoon.
.
.
.
Sementara itu Seunghoon sedang kesal… pasalnya ingatan yang ia ambil dari anak-anak itu sudah berhasil dibawa kabur oleh Hanbin dan Donghyuk. Begitupula dengan kalung yang Seungyoon berikan. Jika sudah seperti ini, Seunghoon hanya bisa melatih mereka dengan keras.
"Sial… Baiklah jika itu maumu, Nacthan… Aku akan memusnahkan kalian semua," kesal Seunghoon sambil bermonolog.
"Ada apa, ketua?" tanya Jiwon.
"Kalian harus membunuh mereka semua saat penyerangan nanti. Tenanglah, mereka tidak punya senjata apapun untuk mengalahkan kita," kata Seunghoon.
"Setelah itu, kita harus apa?" tanya Jinhwan.
"Kalian ambillah secara paksa Destiny Sword dan Grace Shield dari pilarnya. Kedua senjata itu bentuknya seperti ini," kata Seunghoon sambil menunjukkan gambarnya.
Jinhwan, Jiwon, dan Taehyun pun mengangguk paham. Seunghoon menyeringai puas karena ketiga orang inilah yang paling kuat… okay itu menurut Seunghoon. Sepertinya Seunghoon belum tahu bahwa Sorcery Academy lebih cerdas daripada dirinya…
Sementara itu, Seungyoon, Junhoe, dan Yunhyeong berlatih kembali. Donghyuk dan Hanbin terpukau dengan kekuatan yang Junhoe punya. Ini pertama kalinya Hanbin melihat seorang Junhoe terlihat keren karena biasanya Junhoe lebih terlihat menyeramkan dan angkuh.
"Yunhyeong, gabungkan kekuatanmu dengan Junhoe… SEKARANG!" Pinta Nacthan mengarahkan Yunhyeong.
Yunhyeong mendekati Junhoe dan menyatukan kekuatan bayangannya dengan kekuatan es milik Junhoe. Mereka menyerang target itu dan Junhoe menusuknya dengan Destiny Sword. Omona… kalian tahu? Mereka hampir saja bertransformasi berkat Love power. Cuma tertahan karena ini hanya latihan. Donghyuk dan Hanbin baru tahu… Junhoe memiliki kekuatan sebesar ini…
"Latihan kali ini sudah berakhir. Istirahatkan lah tubuh kalian agar tidak mudah sakit," kata Nacthan.
"Bagaimana jika kita membahas strategi?" tanya Seungyoon.
"Hmm… ide bagus. Aku akan dengarkan," kata Nacthan sambil menelepon Kevin.
Junhoe duduk disalah satu kursi panjang yang ada di ruangan itu. Ia duduk tepat disamping Yunhyeong. Seungyoon menghampiri Junhoe dan Yunhyeong dan mulai memberi strategi disaat Kevin sudah datang…
"Aku sudah membaca kartu… Penyerangan akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Entah minggu depan, atau sebulan kemudian… karena itu aku ingin memberi beberapa strategi," kata Seungyoon.
"Strategonya bagaimana?" tanya Hanbin.
"Karena yang mereka incar adalah Junhoe dan Yunhyeong, aku dan Mino hyung akan melindungi mereka. Chanwoo dan Jinwoo hyung, kalian harus bergerak dengan Hanbin dan Donghyuk," ujar Seungyoon.
"Tunggu dulu… kau lupa? Kita tidak boleh melibatkan manusia biasa, Kang Seungyoon," kata Jinwoo.
"Kita terpaksa melakukannya. Hanya mereka berdua yang bisa mengembalikan ingatan ketiga orang itu tanpa diserang dan juga mereka adalah orang yang sangat berharga bagi ketiga orang itu," jelas Seungyoon.
"Hmm… benar juga… intinya mereka tidak ikut dalam menyerang lawan," kata Kevin.
"Setelah itu, Junhoe dan Yunhyeong yang melawan Seunghoon jika keadaannya sudah mendesak," kata Seungyoon.
"Idemu bagus juga. Tapi aku akan menambahkan sedikit. Setelah ingatan mereka kembali, kita harus mengambil dan menyegel kekuatan Seunghoon itu," kata Nacthan.
"Hmm… baiklah… strateginya hanya sampai disini…" kata Seungyoon.
Donghyuk dan Hanbin menatap Kevin. Kenapa? Karena menurut mereka, Kevin mirip dengan Junhoe. Ah iya…. Mereka belum tahu rupa dari appanya Junhoe kan? Karena itu mereka memiliki pandangan seperti itu…
"Err… permisi… anda siapa? Kenapa anda mirip dengan Junhoe?" tanya Donghyuk sambil menatap Kevin.
"Aku Kevin Goo. Aku ini appanya Junhoe," kata Kevin sambil memperkenalkan diri.
Whoaa… Hanbin dan Donghyuk sangat terkejut… Jadi ini adalah appanya Junhoe? Mereka berdua langsung membungkuk tanda hormat. Junhoe dan Yunhyeong mengamati tingkah Donghyuk dan Hanbin lalu tertawa.
Seusai latihan dan memberi strategi, mereka semua pergi ke kantin sekolah. Junhoe duduk di kursi dan Yunhyeong sudah pasti duduk disamping namja Koo itu. Donghyuk dan Hanbin sedang memikirkan nasib ketiga orang yang tak bisa mereka selamatkan…
"Kau memikirkan Jinhwan hyung?" tanya Junhoe.
"Ne… dia tidak bisa kuselamatkan… orang jahat itu sudah benar-benar mengambil alih tubuh mereka…" kesal Hanbin.
"Orang jahat itu membuat Jiwon hyung melupakanku. Ia hampir membunuhku," kata Donghyuk.
"Percayalah padaku… mereka akan baik-baik saja. Kami pasti akan merebut mereka dari tangan Seunghoon," kata Yunhyeong sambil mengelus punggung Donghyuk.
"Terima kasih, Junhoe… aku merasa banyak berhutang budi padamu," kata Hanbin sambil menatap Junhoe.
"Tak perlu merasa seperti itu. Aku sudah melupakan kejadian itu dan memaafkan kalian," kata Junhoe.
"Kenapa? Padahal kami sudah membuatmu malu," kata Hanbin dan dihadiahi deathglare dari Donghyuk selaku sahabat terbaik Junhoe.
Junhoe tersenyum dan menatap Yunhyeong sekilas. Perkataan Yunhyeong itu benar. Lebih enak melupakan hal memalukan itu daripada terkurung dalam masa lalu yang membuatmu tidak bisa maju…
"Karena… Yunhyeong hyung bilang padaku… tidak baik jika diingat terus. Aku harus melupakannya agar aku bisa terus melangkah maju," kata Junhoe sambil merangkul bahu Yunhyeong.
"Kau beruntung bisa memiliki kekasih yang baik seperti Yunhyeong hyung, Koo Junhoe," kata Hanbin.
"Neee?"
"Aku dengar dari temanmu yang peramal itu, Yunhyeong hyung itu sangat tulus denganmu… dan dia bisa mengembalikan senyumanmu yang sempat hilang karena ulah kami," kata Hanbin lagi.
Okay… Yunhyeong berblushing ria sekarang. Yunhyeong melirik kearah Junhoe yang tersenyum padanya. Hanbin dan Donghyuk benar-benar bahagia melihat Junhoe sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidupnya. Junhoe sangat menjaga Yunhyeong… Junhoe tidak ingin Yunhyeongnya menangis karenanya… bisa bisa Junhoe akan dijitak oleh nyonya Goo–Ahjummanya Junhoe- karena nyonya Goo gemas melihat Yunhyeong.
"Sudah… lupakan kejadian itu. aku tak mau kalian merasa bersalah terus. Saat ini aku hanya ingin menonjok pipi bocah sombong itu," Junhoe protes karena kedua temannya itu mengungkit rasa bersalah mereka.
.
.
.
Saat ini Nacthan dan Seungyoon sedang membicarakan soal Seunghoon dan pesuruhnya. Seungyoon menatap toples yang berisi memory para pesuruh Seunghoon itu. Seungyoon melihat sesuatu… Mereka akhirnya tahu harus melakukan apa untuk mengembalikan memory itu…
"Aku ada cara untuk mengembalikan memory mereka saat penyerangan itu," kata Seungyoon.
"Bagaimana caranya?" tanya Nacthan.
"Kita harus memancing mereka dan ketika berhasil… orang terdekat mereka lah yang harus membantu," kata Seungyoon.
"Bagaimana dengan Seunghoon?" tanya Nacthan lagi.
"Kita terpaksa membiarkan Junhoe dan Yunhyeong yang melawan orang menyebalkan itu. Selama ini mereka selalu berlatih keras… karena itu, saem tidak perlu khawatir," kata Seungyoon.
Seungyoon dan Nacthan menatap kearah memory itu… Memory yang ingin segera kembali ke pemiliknya. Memory itu akan menolong Sorcery Academy nantinya…. Seungyoon percaya itu…
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Fuwaaa Terima kasih reviewnya. Tiada hari tanpa kencan untuk Junhoe dan Yunhyeong. Menurut kalian, perlu dibikin Sequelnya kah? kkkk
Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
