Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 10: On Rainy Days
Hari ini dunia sihir sedang musim hujan. Banyak orang diluar yang memakai payung atau memakai sihir mereka agar tubuh mereka tidak basah. Saat ini Junhoe sedang duduk di ranjangnya. Kebetulan ranjangnya bersebelahan dengan jendela. Junhoe mengamati tetesan air hujan…
"Junhoe-ya… kau sedang apa?" tanya Yunhyeong.
"Sedang mengamati hujan," jawab Junhoe.
"Kenapa kau mengamati hujan?" tanya Yunhyeong lagi.
"Aku sangat menyukai musim hujan. Kemarilah hyung… aku akan menunjukkan sesuatu padamu," kata Junhoe.
Yunhyeong menghampiri namja Koo itu dan duduk tepat di depan Junhoe karena Junhoe yang meminta. Satu detik kemudian, Yunhyeong terkejut karena Junhoe memeluknya dari belakang dengan tangan kirinya. Tangan kanannya sedang menyentuh jendela kamar asramanya itu…
"Hyung tahu? Bau rumput di saat hujan, suara hujan turun, atau melihat tetesan hujan itu selalu membuatku relax," kata Junhoe sambil menunjuk jendelanya.
"Hmm… benarkah?" tanya Yunhyeong sambil menunduk.
"Ne… coba hyung lihat tetesan air hujan atau mendengar suaranya sambil memejamkan mata. Hyung akan merasa relax," kata Junhoe sambil tersenyum.
Yunhyeong mencoba melakukan apa yang Junhoe katakan barusan. Yunhyeong memejamkan matanya sambil mendengar suara air hujan yang turun. Apa yang Junhoe katakan itu benar… pikiran dan badannya terasa sangat relax. Yang membuatnya tambah relax adalah, pelukkan hangat dari Junhoe. Entah sadar atau tidak, Yunhyeong tertidur di pelukkan Junhoe.
Yunhyeong jarang membuat dirinya relax seperti ini. Junhoe tahu itu… Karena itu, Junhoe tersenyum sambil mengeratkan pelukkannya itu. Akhirnya namja Song ini bisa mengistirahatkan badannya… selama ini Yunhyeong selalu terlihat lelah. Junhoe sangat khawatir dengan keadaan Yunhyeong Yang terlihat lelah. Membuatnya relax dengan air hujan adalah pilihan yang tepat.
"Koo Junhoe… Apa kau-"
"Sttt… Yunhyeong hyung sedang tertidur," kata Junhoe sambil menunjuk kearah Yunhyeong yang berada di pelukkannya.
"Aku cuma ingin bertanya… apa kau melihat makananku?" tanya Seungyoon.
"Mino hyung mengambilnya beberapa saat yang lalu. Sekarang Mino hyung sedang bersama Hanbin hyung dan Chanwoo," jelas Hanbin.
Seungyoon langsung pergi dari ruangannya dan mencari Mino. Mino mengambil makanannya. Ah pertanda Jinwoo akan menjitak kepala Mino lagi. Junhoe masih focus dengan kegiatannya. Mengelus lengan Yunhyeong yang terasa halus. Aigoo… Junhoe semakin menyayangi kekasih manisnya ini. Junhoe melihat Donghyuk yang masuk dan mengambil bangku lalu duduk disamping ranjang Junhoe.
"Pasti kau sedang mendengar suara air hujan yang turun lagi," kata Donghyuk.
"Ne… Aku sangat menyukai kegiatan itu," kata Junhoe.
"Apa kekasihmu juga melakukan hal yang sama?" tanya Donghyuk yang melihat Yunhyeong sedang tertidur itu.
"Ne… suara rintik air hujan bagus untuk menenangkan diri. Yunhyeong hyung butuh banyak istirahat," kata Junhoe sambil mengelus pipi Yunhyeong dengan jari telunjuknya.
Junhoe merasa, Yunhyeong memeluk lengan kanannya. Junhoe tersenyum dan mengelus rambut namja Song ini. Donghyuk sangat mengenal kebiasaan Junhoe yang selalu melihat atau bahkan mendengar suara hujan. Junhoe mengambil selimut yang ada di ujung ranjangnya. Ia langsung menyelimuti dirinya dan juga Yunhyeong. Tubuhnya terasa hangat berkat selimut dan juga karena ia sedang memeluk Yunhyeong…
"Junhoe… menurutmu, apa yang sedang Jiwon hyung lakukan sekarang?" tanya Donghyuk.
"Aku yakin, ia sedang dilatih dengan keras oleh bocah sombong itu agar ia bisa menghancurkan akademi ini," jawab Junhoe.
"Kenapa orang jahat itu memilih kami?" tanya Donghyuk.
"Seunghoon ingin membunuhku. Karena itu kalian diperalat olehnya agar aku tidak bisa menyerangnya," kata Junhoe.
Donghyuk paham lalu menundukkan kepalanya karena sedih. Hyungnya akan diperalat untuk melakukan kejahatan? Oh… jangan… Donghyuk tidak ingin hyungnya menjadi orang yang jahat. Junhoe bisa memahami perasaan Donghyuk yang sangat khawatir.
Akhirnya Yunhyeong terbangun dari tidur singkatnya dan duduk di tepi ranjang Junhoe. Ia hanya tertidur selama 15 menit saja. Yunhyeong melihat kearah Donghyuk yang sedang menunduk. Yunhyeong tahu namja polos itu sedang merasa khawatir….
"Donghyuk-ah… kau sedang mengkhawatirkan siapa?" tanya Yunhyeong.
"Aku sangat mengkhawatirkan hyungku… Kau tahu? Aku sangat merindukan hyungku…" keluh Donghyuk.
"Aku paham kau sangat mengkhawatirkannya karena hyungmu sedang berada dalam bahaya… tapi percayalah… semuanya akan baik-baik saja," kata Yunhyeong sambil memeluk Donghyuk.
Sifat inilah yang sangat Junhoe suka dari Yunhyeong. Yunhyeong memiliki sisi keibuan yang lembut. Donghyuk sudah merasa sedikit tenang berkat Yunhyeong. Yunhyeong melepaskan pelukkannya lalu kembali duduk di tepi ranjang Junhoe. Junhoe kembali memeluk Yunhyeong dari belakang. Pelukkan itu terasa hangat. Yunhyeong tidak merasa kedinginan berkatnya…
"Kau sudah merasa lebih baik, Dongii?" tanya Junhoe.
"Ne… Aku sudah merasa lebih baik. Aku akan berusaha keras agar aku bisa mengembalikan ingatan hyungku," kata Donghyuk.
"Kau pasti bisa. Jiwon itu orang yang berharga bagimu kan?" tanya Yunhyeong dan dianggukki oleh Donghyuk.
Junhoe masih memeluk Yunhyeong. Berkatitu wajah Yunhyeong memerah dua kali lipat dari yang biasanya. Tiba-tiba, Hanbin dan Chanwoo masuk kedalam kamar Junhoe…
"Junhoe hyung…" panggil Chanwoo.
"Hmm," sahut Junhoe dengan singkat.
"Sebelum Seungyoon hyung menyuruhku dan Hanbin hyung kemari, ia mengatakan sesuatu," kata Chanwoo.
"Apa? Katakan saja," kata Junhoe sambil mengeratkan pelukkannya.
"Setelah Seungyoon hyung memarahi Mino hyung, secara mendadak ia melihat masa depan. Alurnya panjang seperti film yang mengalir. Seungyoon hyung melihat…" Chanwoo menggantungkan kalimatnya.
"Katakan saja, Jung Chanwoo… jangan membuat kami penasaran," kata Yunhyeong.
"Saat penyerangan itu, fokuslah pada Seunghoon dan lindungi Yunhyeong hyung. Kim Jinhwan… dia akan melumuri pedangnya dengan racun dan berusaha untuk membunuhmu dan juga Yunhyeong hyung," tambah Chanwoo.
Semua orang yang ada disana terkejut… terutama Hanbin, Junhoe, dan Yunhyeong tentunya. Hanbin terkejut karena… Jinhwannya akan diperalat dengan cara sekejam itu…
"Tapi… sepertinya dia tidak akan sempat menyerang kita. Kekuatan yang dimasukkan paksa itu akan membuat tubuhnya lemas mendekati sekarat. Jika tidak bisa ditolong dengan cepat… mereka bertiga akan mati…" seketika Hanbin dan Donghyuk pucat pasi mendengar ucapan Junhoe yang sedang berpikir.
"Seharusnya dia tidak boleh melibatkan manusia biasa… ini terlalu beresiko…" kata Yunhyeong.
"Ini semua salahku. Karena aku, dia bisa dengan santainya melibatkan manusia biasa.," kata Junhoe sambil melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar asramanya.
Sebenarnya mereka semua tidak menyalahkan Junhoe dan ini juga bukan kesalahan Junhoe. Donghyuk menghelakan nafasnya karena ini kedua kalinya ia melihat sahabatnya itu menyalahkan dirinya lagi…
"Haah… ini sudah kedua kalinya dia menyalahkan dirinya sendiri," kata Donghyuk dengan sangat pelan namun masih bisa didengar oleh mereka semua.
"Kau bilang apa? Kedua kalinya?" kaget Yunhyeong.
"Ne… Yang pertama kalinya terjadi saat Junhoe masih tinggal di Seoul. Dia sedang berusaha melerai suatu perkelahian di kelasnya. Saat ingin memisahkan kedua murid yang sedang berkelahi, ia tidak sengaja mendorong salah satu siswa disana dengan kuat dan tiba-tiba suhu ruangan menjadi sangat dingin. Ia menyalahkan dirinya sendiri dan akhirnya…" Donghyuk menggantungkan kalimatnya.
"Akhirnya kenapa?" tanya Chanwoo.
"Junhoe mendapat julukkan. Julukkannya adalah… Monster. Setiap ada siswa atau guru baru, pasti Junhoe menjadi bahan omongan seperti ini 'Berhati-hatilah jika kau sedang bersama Koo Junhoe yang itu. Dia bisa saja membekukanmu dan memakanmu. Dia itu Monster'. Dan tidak ada yang mau mendekatinya kecuali aku karena aku tahu semua tentang Junhoe dan juga aku sahabatnya," jelas Donghyuk.
Hanbin menunduk karena ia ingat… ia juga mengatai Junhoe dengan kalimat seperti itu. padahal ia belum tahu kebenaran dari apa yang Junhoe lakukan. Perasaan bersalah kembali mendatangi Hanbin. Yunhyeong tidak menyangka jika kekasihnya itu benar-benar diasingkan saat di sekolah lamanya. Sekarang Yunhyeong paham dengan apa yang sempat Seungyoon katakan padanya.
*Flashback On*
"Hyung… Tadi siang kita baru selesai ujian praktek. Kenapa kau ingin berjalan-jalan di sore hari? Memangnya tidak lelah?,"
"Tidak Chanwoo-a… Aku tidak pernah merasa lelah," kata Seungyoon pada Chanwoo.
"Memangnya hyung ingin kemana?" tanya Yunhyeong.
"Ingat Koo Junhoe yang fotonya pernah kuunjukkan pada kalian? Aku ingin mengunjunginya hari ini," kata Seungyoon.
"Koo Junhoe yang itu?" tanya Yunhyeong dengan antusias.
"Ne… kau terlihat tertarik padanya... kkk" Seungyoon terkikik melihat reaksi Yunhyeong saat Seungyoon menyebut nama Junhoe.
Suasana kembali hening. Seungyoon membuka jalur teleport dan menatap Yunhyeong. Yunhyeong yang merasa ditatap pun menolehkan kepalanya pada Seungyoon…
"Ada apa hyung?"
"Begini… Kau mau percaya tidak? Dia tidak memiliki teman sama sekali," kata Seungyoon.
"Omoo… kenapa?" tanya Yunhyeong.
"Karena… dia murid yang diasingkan disana," kata Seungyoon lalu masuk kedalam teleport itu.
*Flashback End*
*Yunhyeong POV
Omona… kenapa semua orang di sekolah itu memperlakukan Junhoe seperti itu? Mereka hanya belum tahu sifat Junhoe yang asli. Mereka hanya mau memandang Junhoe dari luarnya saja. Huh menyebalkan…
Aku melangkahkan kakiku dan mencari Junhoe. Aku tidak menemukannya di perpustakaan ataupun kantin. Aku yakin, Junhoe pasti pergi ke taman sekolah. Aku langsung berlari kearah taman… dan benar saja… Junhoe sedang duduk di Gazebo dan sepertinya Junhoe kehujanan. Aku langsung membuka payungku dan berjalan menuju Gazebo itu.
"Hyung?" kaget Junhoe.
"Kau basah, Koo Junhoe…" kataku lalu duduk disampingnya.
Untung saja aku membawa handuk sebelum kemari… aku memberikan handuk itu kepdada Junhoe dan mengamati wajahnya. Matanya terlihat sangat lesu. Pastinya ia merasa sedih… aku tahu itu walau Junhoe berusaha mengelak sekeras apapun…
"Kenapa hyung bisa tahu aku kemari?" tanya Junhoe.
"Karena aku sudah menghafal kebiasaanmu. Aku sudah mendengar semuanya dari Donghyuk.. ini kedua kalinya kau menyalahkan dirimu," kataku sambil menunduk.
"Ne… dia benar. Penyesalanku yang pertama tidak seberapa dengan penyesalanku saat ini," kata Junhoe.
"Apa yang kau sesalkan?" tanyaku.
"Seandainya aku tidak masuk kedalam akademi ini, mungkin saja Seunghoon tidak akan menyerang akademi ini,"
Perkataan Junhoe kali ini membuatku sedikit kesal. Justru jika Junhoe tidak masuk kedalam akademi ini, akademi ini bisa hancur dengan mudah. Ingin sekali aku menjitak kepalanya atau aku mencubit bibirnya agar ia tidak menyalahkan dirinya.
"Jadi… kau menyesal bertemu denganku?" tanyaku dengan sinis.
"Aigoo… kenapa hyung berkata seperti itu?"
"Kau bilang, kau menyesal karena kau masuk kemari. Dan itu artinya kau menyesal dengan pertemuan kita," kataku masih sinis.
Koo Junhoe benar-benar orang yang sulit ditebak. Secara tiba-tiba ia memelukku dengan erat. Oh… jangan lupakan wajahku yang memerah berkatnya. Entah apa yang saat ini ia pikirkan…
"Jangan berpikir seperti itu hyung… Aku tidak menyesal dengan pertemuan kita. Aku tidak menyesal dengan kau yang bisa menjadi kekasihku. Aku malah merasa senang bisa menjadi kekasihmu. Tapi…"
"Tapi?" Aku sudah tidak sabar menunggu jawaban darinya.
"Tapi… akademi ini diserang olehnya karena aku berada disini," kata Junhoe.
Aku menjitak kepalanya dengan tenaga yang lumayan keras. Aku melihat Junhoe yang sedang mengelus kepalanya. Aku yakin jitakkan itu rasanya sakit. Walau aku tidak ingin melakukannya, tetapi aku terpaksa melakukannya karena Junhoe sudah kelewat menyalahkan dirinya sendiri.
"Kenapa hyung menjitakku?"
"Tidak ada yang menyuruhmu untuk menyalahkan diri kan? Kenapa kau lakukan itu?" tanyaku sinis.
"Aku hanya merasa akademi ini dalam-"
"Sebelum kau kemari, akademi ini mendapat penyerangan yang lebih parah tahu… Justru akademi ini beruntung karena kau datang. Berkat itu, Seunghoon sudah jarang menyerang secara langsung," protesku pada Junhoe.
"Heee?"
"Berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Jika kau melakukannya, Akan kucubit bibirmu sampai kau tidak bisa berbicara selama seminggu!," Junhoe terkejut dengan ancamanku.
Walau awalnya shock, sedetik kemudian Junhoe tersenyum dan memelukku lagi. Sejujurnya aku menikmati pelukkannya ini. Tetapi aku masih berusaha bertahan dengan mode kesal karena ia menyalahkan dirinya sendiri walau kesalahan ini bukanlah kesalahannya…
"Kkk… kau berani mencubitku, hmm?" Oh… ingatkan aku… signal berbahaya akan muncul.
"Te… tentu saja. Aku akan mencubitmu jika kau masih menyalahkan dirimu sendiri," kataku dengan sinis.
"Hmm… kenapa kau tidak melakukan ini saja pada wajahku?"
Aih… Koo Junhoe menggigit pipiku… Aigoo… lepaskan gigitanmu itu! Kau tidak tahu apa? Pipiku sakit jika kau gigit! Karena usahaku melepaskan gigitan itu percuma, aku hanya bisa pasrah namja Koo yang terkadang menyebalkan itu menggigit pipiku. Tiga detik kemudian, ia menciumku sekilas…
"Kkk… kau manis, hyung,"
"Aish… pipiku sakit…" aku yakin, wajahku sudah memasang ekspresi memelas.
"Aigoo… Mianhae… aku sudah tidak tahan untuk menggigit pipimu," kata Junhoe sambil menangkup kedua pipiku.
"Terserah," Aku memajukan bibirku karena kesal.
"Hyung… bibirmu itu mau kucium lagi? Apa ciuman yang tadi kurang lama?" Aku langsung menggeleng dengan cepat.
Junhoe mengacak rambutku. Sepertinya mood Junhoe sudah membaik. Haruskah ia menyiksa pipiku dulu baru moodnya kembali? Sepertinya mulai hari ini aku harus menjaga pipiku agar tidak digigit olehnya…
"Apa moodmu sudah lebih baik? Dan apa kau sudah berhenti menyalahkan dirimu?"
"Ne… aku sudah merasa lebih baik. Dan aku juga sudah tidak akan melakukannya lagi," kata Junhoe.
"Apa kau harus menyiksa pipiku dulu baru moodmu membaik?" tanyaku.
"Tidak juga," kata Junhoe lalu memelukku.
Setidaknya moodnya sudah membaik. Haah… entah sudah keberapa kalinya wajahku memerah berkat perlakuan Junhoe. Aku tersenyum karena moodnya sudah sangat membaik. Akhirnya aku baru sadar jika saat ini Junhoe sedang memejamkan matanya. Ia sedang berusaha menjernihkan pikirannya.
"Hyung…" panggilnya.
"Ne?" aku menjawab.
"Kau tahu kan kalau aku sangat menyayangimu? Karena itu… jangan berpikir bahwa aku menyesal dengan apa yang kita jalani,"
"Aku berkata seperti itu karena kau terus menyalahkan dirimu walau kesalahan itu bukan kesalahan yang kau buat," kataku sambil menunduk.
Akhirnya suasana kembali hening. Junhoe sedang mengeringkan badannya yang basah. Dan aku duduk sambil memeluk lututku. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi jika suasananya hening seperti ini.
"Hyung…"
"Hmm?"
"Ayo kita kembali ke asrama," ajak Junhoe lalu memegang tanganku.
*Yunhyeong POV end
Syukurlah Junhoe sudah tidak bersedih lagi berkat Yunhyeong. Junhoe tidak akan pernah menyalahkan dirinya lagi karena, ia tidak mau Yunhyeongnya merajuk seperti ini lagi. Junhoe bisa gemas lalu mencubit pipi itu dengan sangat tidak berperasaan.
Mereka sudah sampai di kamar lalu Junhoe mengatakan semuanya baik-baik saja. Kita doakan saja semoga semuanya baik-baik saja. Yunhyeong tersenyum karena Junhoenya ini sudah tidak semenyebalkan tadi. Jika Junhoe seperti itu lagi, Yunhyeong akan mencubitnya dengan serius… sangat serius…
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Pada ditanyakan perangnya XD perangnya di dua chapter atau chapter depan. Kkkk. Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
