Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 11: Sorcery Academy Warriors
Menurut Seungyoon… pihak Seunghoon akan menyerang mereka hari ini. Beruntung selama satu bulan Junhoe sudah bisa berlatih dengan baik dan ada Yunhyeong yang setia menemani Junhoe kemana saja kecuali ke kamar mandi tentunya. Sialnya saat ini mereka harus belajar di kelas. Waktu libur dua bulan ternyata sangat berguna untuk melatih Junhoe.
"Junhoe hyung… aku yakin kau pasti akan langsung menjitak Seunghoon jika ia menyerang kita," kata Chanwoo sambil berbisik.
"Tentu saja. Jika ia ingin menyerang sekarang, hadapi aku terlebih dahulu karena dia selalu saja menggangguku di waktu yang salah," kata Junhoe.
Sementara mereka semua belajar, Hanbin dan Donghyuk menunggu di ruang kepala akademi. Mereka menunggu bersama Nacthan dan juga Kevin. Dan juga mereka sudah memakai kalung yang Seungyoon berikan agar Seunghoon ataupun pesuruh Seunghoon itu tidak bisa menyentuh mereka bahkan menyerang mereka.
"Hanbin hyung… entah mengapa aku merasa panic," kata Donghyuk.
"Tenanglah Dongii… kita pasti bisa mengembalikan ingatan mereka," kata Hanbin.
"Aku percaya pada Junhoe… Dia pasti-"
Donghyuk memutuskan perkataannya karena ia mendengar suara pecahan kaca dari ruang lain. Ah… itu pasti Seunghoon. Nacthan dan Kevin membawa Hanbin dan Donghyuk. Ingatan yang hilang dan kalung itu Hanbin bawa di dalam tasnya.
"SEMUANYA MENGUNGSI!" teriak Nacthan.
Semua siswa dan guru pun mengungsi di ruang auditorium yang aman. Sementara itu Junhoe dan Chanwoo langsung menghampiri kelas Yunhyeong agar mereka bisa pergi bersama ke kelas Seungyoon.
"Yunhyeong hyung… Ayo kita ke-"
BRUK
Junhoe dan Yunhyeong berhasil menghindar dari serangan walau mereka harus terjatuh dari kursi yang Yunhyeong dudukki. Junhoe melihat siapa yang menyerang mereka… Kim Jiwon.
"Kau berhasil menghindar rupanya," kata Jiwon dengan nada dinginnya.
"Katakan kepada ketua menyebalkanmu itu. Kalian menyerang kami pada waktu yang salah," kata Junhoe sambil menjitak lalu menonjok pipi Jiwon dengan telak sehinga namja itu terjatuh.
Chanwoo, Junhoe, dan Yunhyeong berhasil menemui Seungyoon, Mino, dan Jinwoo. Sekarang yang harus mereka lakukan adalah menemui Nacthan. Lalu yang harus Junhoe dan Seungyoon lakukan adalah mengambil senjata baru mereka yang mereka titipkan pada Nacthan.
Sepertinya mereka berenam dihalangi oleh Jinhwan dan juga Taehyun. Semuanya sudah waspada dengan suasana serius. Namun berbeda dengan Junhoe. Junhoe yang sedang merasa bosan itu menghampiri kedua namja itu lalu menjitak kepala mereka dengan sangat keras.
"Kalian bodoh jika kalian ingin menyerangku hari ini. Kajja… kita harus pergi," kata Junhoe.
"Kalian berdua… pergilah duluan," kata Seungyoon sambil menunjuk Yunhyeong.
"Tapi… Kita bisa pergi ber-"
"PERGILAH! DIA INGIN MENYERANG KALIAN DENGAN RACUN," teriak Seungyoon sambil mendorong Junhoe dan Yunhyeong agar mereka cepat menjauh.
Yunhyeong dan Junhoe benar-benar berlari tanpa arah karena mereka tidak tahu dimana kepala akademinya itu. Perlahan namun pasti… Junhoe dan Yunhyeong melihat Nacthan, Kevin, dan kedua temannya itu… Mereka menghampiri Nacthan yang sedang bersembunyi.
"Akhirnya kalian berdua datang juga," kata Nacthan.
"Junhoe… kepalamu berdarah," kata Hanbin lalu Junhoe mengingat apa yang terjadi.
"Salahkan Jiwon yang menyerang Yunhyeong hyung secara mendadak. Kepalaku tergores meja berkat itu," kata Junhoe datar.
"Aku akan menyembuhkanmu terlebih dahulu sebelum kita kembali kesana," kata Yunhyeong.
"Tidak. Kalian harus tetap bersembunyi sampai keadaan mendesak," kata Nacthan karena khawatir dengan kedua muridnya ini.
Luka Junhoe sedang dirawat oleh Yunhyeong. Setelah mengambil Destiny Sword, Mereka berdua memilih bersembunyi di perpustakaan. Lebih tepatnya di bawah meja yang berada di ruang baca yang tersembunyi. Yunhyeong benar-benar mengkhawatirkan kekasihnya ini. Karena itu ia memegang lengan Junhoe dengan erat.
"Koo Junhoe…"
"Hmmm?" sahut Junhoe.
"Aku takut… aku takut kau terluka," kata Yunhyeong sambil menunduk.
"Tenang hyung… aku yakin kita bisa melewati ini semua. Yang terpenting kau harus tenangkan dirimu," kata Junhoe sambil mengelus kedua pipi Yunhyeong.
Junhoe mencium bibir namja manis bermarga Song itu sekilas lalu memeluk tubuh namja itu dengan erat agar Yunhyeong bisa merasa sedikit tenang. Sementara itu, Mino sudah kesal karena Taehyun memukul punggung Seungyoon dengan sangat keras yang mengakibatkan namja Kang itu tidak sadarkan diri.
"Berani-beraninya kau melukai Seungyoonku! Akan kupastikan kalian akan merasakan apa yang Seungyoon rasakan!" Mino kesal.
"Song Minho… tenangkan dirimu dan jangan gegabah," kata Jinwoo.
"Aku tidak terima dengan apa yang mereka lakukan pada Seungyoonku. Aku tidak peduli mereka akan bertarung menggunakan apa. Aku akan balas dendam!" kata Mino lalu menyerang Jinhwan dan Taehyun secara membabi buta.
Jinwoo tersenyum melihat Mino. Segitu besarnya perasaan Mino pada Seungyoon. Mino benar-benar menyerang mereka tanpa ampun. Setelah Jinhwan dan Taehyun tak sadarkan diri, Mino dan kawan-kawannya itu mencari tempat persembunyian dan menunggu Seungyoon sadar dari pingsannya.
"Apakah Junhoe dan Yunhyeong sudah menemukan tempat persembunyian?" tanya Mino.
"Sepertinya sudah. Mereka harus tetap disana sampai keadaan mendesak," kata Chanwoo.
Junhoe sedang menunggu kabar dari teman-temannya. Seharusnya Junhoe ikut menyerang orang-orang itu. namun karena Junhoe yang paling diincar daripada Seungyoon, Junhoe dan Yunhyeong terpaksa bersembunyi.
"Koo Junhoe… apa mereka sudah memberi kabar?" tanya Yunhyeong sambil menyandarkan kepalanya di bahu Junhoe.
"Belum. Sepertinya mereka akan mengabari kita jika keadaannya sudah mendesak," jawab Junhoe.
Menunggu sangatlah membosankan. Karena itu Junhoe sangat benci jika ia harus disuruh menunggu. Junhoe menatap Yunhyeong yang sudah merasa sedikit tenang. Tenang lebih baik daripada harus merasa frustasi. Perasaan Yunhyeong mulai kacau. Ia merasa sesuatu yang buruk sudah terjadi pada teman-temannya.
"Hyung… kau kenapa?" tanya Junhoe.
"Aku merasa sesuatu yang buruk sudah terjadi pada mereka," kata Yunhyeong sambil menunduk.
"Percayalah. Seungyoon hyung itu orang yang kuat," kata Junhoe sambil mengelus rambut Yunhyeong.
"Kenapa kau begitu yakin?" tanya Yunhyeong.
"Aku ini teman masa kecilnya. Jadi aku tahu," kata Junhoe.
Junhoe benar-benar kesal karena Seunghoon menyerangnya di waktu ia sedang mengamati pelajaran yang ia suka, dan juga Jiwon yang ingin menyerang Yunhyeongnya itu. Ingatkan Junhoe untuk menyemprotkan pestisida kearah Seunghoon nanti.
Drrt Drrt…
Ponsel Junhoe yang ia gunakan di dunia sihir bergetar. Ia berharap teman-temannya memberi informasi dan sedikit menjelaskan situasi. Saat ia membuka layar, ternyata yang meneleponnya adalah Chanwoo…
"Yeoboseyo?"
/Junhoe hyung… kau dan Yunhyeong hyung sudah bersembunyi?/ tanya Chanwoo.
"Sudah. Tolong jelaskan sedikit situasi diluar dan beri kami instruksi," kata Junhoe to the point.
/Kalian harus tetap berada disana. Kami sedang menunggu Seungyoon hyung dan Mino hyung yang sedang menyerang Seunghoon dan pesuruhnya itu. jika mereka gagal, aku dan Jinwoo hyung akan maju. Jika kami gagal, Hanbin hyung akan menghubungimu dengan ponselku," jelas Chanwoo.
"Baiklah… aku mengerti. Aku akan menjelaskan pada Yunhyeong hyung sekarang," kata Junhoe sambil memutuskan panggilan.
"Ada apa Junhoe-ya?" tanya Yunhyeong.
"Chanwoo bilang, kita harus tetap bersembunyi disini. Seungyoon hyung dan Mino hyung sedang melawan bocah sombong itu. Jika mereka gagal, Chanwoo dan Jinwoo hyung yang maju. Jika mereka gagal juga, Hanbin hyung akan menelepon dengan ponsel Chanwoo," jelas Junhoe.
Yunhyeong sudah mengerti situasinya. Mereka menunggu situasinya sampai aman atau sampai ada yang menelepon untuk memberikan instruksi selanjutnya. Sementara itu, saat ini yang sedang maju menyerang Seunghoon adalah Chanwoo dan Jinwoo.
Seungyoon dan Mino sudah terluka akibat serangan Jiwon dan Seunghoon. Grace Shield sudah melindungi Seungyoon dan Mino dengan baik. Tetapi karena mereka terluka, Nacthan kembali menyimpannya agar tidak diambil oleh Seunghoon.
"Chanwoo… Kau serang kedua orang ini. Biar aku yang melawan mantan kekasih Junhoe dan temannya ini," kata Jinwoo sambil menunjuk Jinhwan dan Taehyun.
"Berhati-hatilah hyung," kata Chanwoo lalu menyerang Seunghoon dan Jiwon.
Hanbin dan Donghyuk sudah merasa ketakutan karena Jinhwan dan Jiwon sudah menjadi seseorang yang sangat menakutkan. Sepertinya Chanwoo dan Jinwoo akan gagal melawan orang-orang itu. Dan benar saja. Chanwoo dan Jinwoo terluka. Hanbin dan Donghyuk dievakuasi ke ruang kepala akademi oleh Nacthan.
"Hyung… kau harus menelepon Junhoe dengan ponsel anak yang tadi," kata Donghyuk.
Hanbin mencari kontak Junhoe dan meneleponnya. Hanbin menjelaskan situasinya dan mereka pun paham. Hanbin dan Donghyuk sepakat menemui mereka di perpustakaan. Hanbin dan Donghyuk mencari jalan lain karena mereka dihalangi oleh Jiwon. Seharusnya mereka tidak perlu khawatir karena mereka memakai kalung dari Seungyoon.
"Wah… kedua pengkhianat ini ingin pergi kemana?" tanya Jiwon sinis.
"Ji… Jiwon hyung…"
"kalian harus kami bunuh karena kalian adalah pengkhianat," kata Jinhwan.
"Jinan… sadarlah… kalian bertiga terpengaruh oleh orang –"
BRUK
"Banyak omong saja… kalian bertiga menghalangi jalan," kata seseorang.
"Ju… Junhoe? Yunhyeong hyung? Bagaimana kalian bisa menemukanku dan Donghyuk?" tanya Hanbin.
"Kau belum memutuskan sambungan teleponmu. Kami mengikuti jejak signal ponsel Chanwoo. Karena itu kami bisa menemukan kalian," jelas Yunhyeong.
"Kebetulan kalian ada disini," kata Junhoe dingin.
"Eh? Kau ingin melakukan apa?" tanya Donghyuk.
Tanpa rasa bersalah, lagi-lagi Junhoe langsung menjitak Jiwon, Jinhwan, dan Taehyun dengan sangat keras sehingga sang empu berhasil terjatuh. Hanbin dan Donghyuk terkejut sementara Yunhyeong sudah bisa menduga apa yang akan kekasihnya ini lakukan.
"Aku paling benci jika seseorang menggangguku saat jam pelajaran," kata Junhoe dingin.
"Aku akan membunuhmu sekarang," kata Jinhwan.
Jinhwan mengarahkan pedangnya yang berlumuran racun itu. Sayangnya pergerakkan Jinhwan tertahan karena Junhoe menahan pergelangan tangan Jinhwan. Junhoe mengambil pedang yang Jinhwan ambil lalu melemparnya kebawah. Setelah itu Junhoe mendorong namja pendek itu sehingga membentur dinding.
"Kau pikir kau bisa membunuhku dan mewujudkan impian orang jahat itu? Seharusnya kau berpikir… kekuatan yang orang itu berikan bisa membunuh nyawamu juga," kata Junhoe.
"Junhoe… sudahlah…" Yunhyeong berusaha melerai.
"Haah… baiklah… karena keadaan sudah mendesak, sebaiknya kita cari saja bocah sombong itu," kata Junhoe sambil menarik tangan Yunhyeong.
"Ani… terlalu bahaya membiarkan Hanbin dan Donghyuk melakukannya sendirian. Lebih baik kita lakukan saja bersama," kata Yunhyeong.
Hanbin pun mengeluarkan ingatan dalam toples itu. salah satu cahaya memory mengikuti tangan Hanbin. Oh… itu memory Jinhwan. Donghyuk dan Junhoe memegangi tubuh Jinhwan agar Jinhwan tidak kabur. Hanbin mengarahkan cahaya itu kearah wajah Jinhwan. Lalu cahaya tersebut mulai masuk kedalam tubuhnya. Jinhwan terdiam…
"Apakah ini akan berhasil?" tanya Donghyuk.
"Aku harap ini berhasil dengan cepat," kata Hanbin.
Setelah itu mereka melakukan hal yang sama kepada Taehyun dan Jiwon. Semuanya terdiam sesaat. Junhoe dan Yunhyeong berharap, agar mereka cepat sadar dari pengaruh Seunghoon. Hanbin dan Donghyuk sudah tidak tahan lagi jika melihat mereka yang sedang terpengaruh kekuatan jahat…
"Hanbin…"
"Ji… Jinan hyung?" Hanbin snagat terkejut.
"Ne… ini aku, Hanbin-a… aku sudah kembali," kata Jinhwan sambil tersenyum.
"Be… benar-"
"Ne… dia benar. Mereka sudah kembali seperti semula," kata Yunhyeong yang bisa merasakan kekuatan yang ada.
Hanbin benar-benar memeluk Jinhwan dengan sangat erat. Begitu pula Jiwon… Dia memeluk Donghyuk. Jiwon merindukan adik manisnya ini walaupun Donghyuk sering memintanya untuk menyebutnya tampan.
"Akhirnya kalian sudah sadar," kata Junhoe.
"Ju… Junhoe?"
"Apa kalian merasa sedikit sakit?" tanya Yunhyeong.
"Ne… bahkan aku ingin membanting badanku ke dinding," kata Jinhwan mewakili perasaan Jiwon dan Taehyun.
Akhirnya Nacthan datang ketempat Junhoe dan Yunhyeong berada. Nacthan meneliti tubuh ketiga orang itu. Mereka juga sudah benar-benar lepas dari pengaruh Seunghoon. Karena itu kekuatan jahat Seunghoon, Nacthan keluarkan lalu ia masukkan ke toples yang ada…
"Kemana Seungyoon hyung dan yang lainnya?" tanya Yunhyeong.
"Mereka kubawa ke ruanganku karena aku sedang menangani luka mereka," kata Nacthan.
"Sebaiknya saem bawa kelima orang ini ke ruanganmu. Kami akan mencari bocah sombong itu," kata Junhoe.
Junhoe dan Yunhyeong benar-benar mencari Seunghoon. Mereka berjalan tanpa arah karena mereka tidak tahu dimana bocah sombong itu berada. Junhoe benar-benar berdebar menunggu kehadiran Seunghoon. Ah itu dia bocah sombongnya. Seunghoon pun menoleh kearah Junhoe dan Yunhyeong…
"Ah… akhirnya kalian datang. Aku sudah menunggu kalian,"
.
.
.
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Huwaaa akhirnya perang antara Sorcery Academy dan Seunghoon sudah dimulai. Akankah Junhoe dan Yunhyeong bisa mengalahkan Seunghoon dengan Love Power mereka?
Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
