Title: You
Main cast: Goo Junhoe
Kim Jinhwan
Song Yunhyeong
Other cast: Other of member iKON and Winner
Rate: T
Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'
Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 12: Last War
Junhoe menyeringai sedangkan Yunhyeong hanya terdiam melihat Junhoe menyeringai. Seunghoon sedang menatap Destiny Sword yang ada di tangan Junhoe…
"Ah… jadi ini pedang itu… karena Grace Shield tidak bisa kuambil, berikan Destiny Sword itu padaku!"
"Tidak mau," kata Junhoe singkat, padat, dan jelas.
"Bagaimana jika begini saja… Kau berikan Destiny Sword itu padaku, dan aku tidak akan mengganggu akademi ini lagi," kata Seunghoon.
"Langkahi aku sebelum kau mengambil senjata ini," kata Junhoe sambil mengacungkan pedangnya kearah leher Seunghoon.
Seunghoon tidak kehabisan akal. Ia menarik lengan Yunhyeong dan Seunghoon menodongkan pisau kearah kepala namja Song itu. Junhoe benar-benar terkejut. Kekasih manisnya itu dijadikan sandera hanya karena pedang ini?
"LEPASKAN DIA!" teriak Junhoe.
"Berikan pedang itu padaku, lalu aku akan melepasnya," kata Seunghoon.
"Junhoe… jangan pedulikan aku… jika kau masih sayang padaku, jangan berikan pedang itu apapun yang terjadi…" kata Yunhyeong sambil menatap Junhoe.
"Kau ingin mati ditanganku rupanya," kata Seunghoon sinis.
"Lebih baik aku mati daripada pedang itu jatuh ke tanganmu," kata Yunhyeong lebih sinis.
Junhoe semakin terkejut karena Seunghoon sudah siap menikam Yunhyeong. Ketika Seunghoon ingin menikam Yunhyeong, Junhoe mendorong Seunghoon dengan sangat kuat sehingga namja sombong itu terpental lumayan jauh…
"Hyung… gwaenchana?"
"Ne… nan gwaenchana," kata Yunhyeong sambil tersenyum kearah Junhoe.
"Sebaiknya kita habisi orang itu," kata Junhoe sambil menggenggam tangan Yunhyeong.
Seunghoon tidak menyangka dengan kekuatan Junhoe. Ini awal dari Love power itu. Sekarang Seunghoon melihat Junhoe yang menggenggam tangan Yunhyeong. Pasti mereka akan menggabungkan kekuatan mereka. Seunghoon sangat membenci dan tidak bisa menang jika musuhnya menggunakan Love Power.
Oh… benar kata Chanwoo beberapa minggu lalu. Cahaya putih mengelilingi Junhoe dan Yunhyeong. Inilah yang bisa disebut transformasi Love Power. Penampilan mereka berubah dan kekuatan mereka tiga kali lipat lebih kuat.
"Ju… Junhoe… inikah yang Chanwoo maksud?" tanya Yunhyeong.
"Ne. Ini adalah Love Power Effect," kata Junhoe.
Kita bahas penampilan. Pakaiannya entah kenapa berkonsep Gothic style dan berwarna Hitam untuk Junhoe. Begitu pula Yunhyeong. Tetapi punya Yunhyeong didominasi warna merah. Kekuatan mereka benar-benar bertambah…
"Ayo kita serang dia. Aku ingin perang ini cepat selesai," kata Junhoe dan dianggukki oleh Yunhyeong.
Yunhyeong mulai menyerang Seunghoon dengan bayangannya. Awalnya Seunghoon bisa menghindar dengan cepat. Tetapi karena Yunhyeong menggabung kekuatannya dengan kekuatan es milik Junhoe, Seunghoon sedikit kewalahan untuk menyerang. Ketika Junhoe ingin menyerang Seunghoon dari jarak dekat, pipi namja Koo itu tergores pisau milik Seunghoon. Beruntung pisau itu tidak beracun.
Junhoe dan Yunhyeong membuat satu strategi. Mereka berpencar agar Seunghoon mengejar mereka. Saat ini Seunghoon sedang mengejar Yunhyeong. Disaat lari, Yunhyeong tetap berusaha menyerang Seunghoon.
Setelah itu, Seunghoon mengikuti Junhoe. Junhoe langsung menarik kerah baju Seunghoon lalu ia menonjok telak pipi Seunghoon. Junhoe menunjukkan ekspresi puasnya…
"Tonjokkan itu kuberikan padamu karena kau menggangguku di waktu yang salah dan kau membuatku mendapat pekerjaan yang baru sehingga aku tidak bisa memiliki waktu berdua dengan kekasihku," kata Junhoe sinis.
Yunhyeong tiba dan berdiri disamping Junhoe. Yunhyeong sedikit khawatir melihat luka gores yang ada di wajah tampan kekasihnya itu. Sekarang… saatnya Junhoe dan Yunhyeong menghabisi namja sombong ini. Junhoe menggunakan Destiny Sword dan digabung dengan kekuatan Yunhyeong.
Berkat itu pula, Seunghoon tidak bisa menangkis atau bahkan menghindar. Seunghoon pun berusaha lari dari mereka namun sayang… Yunhyeong lebih cepat selangkah karena bayangannya berhasil menghalangi jalan Seunghoon.
"Aku akan mengakhiri pertarungan ini. Dan aku harap kau menyukai sel tahananmu yang baru," kata Junhoe sambil menghampiri Seunghoon.
Junhoe dan Yunhyeong menghindar ketika Seunghoon menyerang mereka. Kekuatan Seunghoon membesar dan mulai menyerang Junhoe dengan serangan yang bisa saja mematikan. Inilah saatnya Yunhyeong dan Junhoe menerapkan kekuatan mereka selama latihan. Junhoe menggenggam tangan Yunhyeong. Yunhyeong mengeluarkan bayangannya dan Junhoe mengeluarkan serangan esnya.
Setelah Seunghoon terkena serangan mereka, Junhoe mulai menyerang Seunghoon dengan Destiny Sword. Destiny Sword itu berhasil menusuk perut Seunghoon dan kekuatan Seunghoon berhasil melemah.
"Akhirnya… pertarungan sia-sia ini selesai," kata Junhoe sambil mengikat tangan Seunghoon dengan esnya.
"Ne… akhirnya semua ini selesai… kita berhasil melindungi akademi ini," kata Yunhyeong.
"Cih… ini belum berakhir," kata Seunghoon menatap Junhoe dengan sinis.
"Ini sudah berakhir. Kau tidak bisa mengambil Destiny Sword ataupun Grace Shield. Sekalipun kau bisa mnegambilnya, pedang dan perisai itu akan menyerangmu," kata Junhoe sambil menempelkan Destiny Sword ke tangan Seunghoon.
Oh benar saja. Seunghoon merasa seperti ada aliran listrik didalam pedang itu. Sengatan listrik itu yang Seunghoon rasakan saat ia mencoba memegang kedua benda ajaib itu. Nacthan dan Kevin pun datang lalu melihat kearah Junhoe dan Yunhyeong yang sedang duduk mengawasi Seunghoon.
"Koo Junhoe, Song Yunhyeong… Kalian berdua sudah bekerja keras," kata Nacthan.
"Kami senang bisa melindungi akademi ini," kata Junhoe dan Yunhyeong secara bersamaan.
"Nah… Seunghoon-a. aku harap kau menyukai sel tahananmu yang baru," kata Kevin sambil membantu Nacthan membawa Seunghoon.
"Ini belum berakhir, Nacthan. Aku pastikan akademi ini akan hancur," kata Seunghoon sinis.
Setelah itu, penampilan Junhoe dan Yunhyeong kembali seperti semula yang memakai seragam Sorcery. Junhoe menyandarkan badannya ke dinding karena ia merasa lelah…
"Junhoe-ya…" panggil Yunhyeong.
"Hmm?" sahut Yunhyeong.
"Aku akan menyembuhkan luka dipipimu," kata Yunhyeong sambil mengarahkan tangannya ke pipi Junhoe.
Junhoe tersenyum karena melihat kekasih manisnya ini. Banyak pertanyaan yang ingin ia keluarkan dari mulutnya. Namun ia bingung harus bertanya apa… Junhoe terus berpikir sampai ia mendapat pertanyaan yang ingin ia tanya…
"Yunhyeong hyung," panggil Junhoe.
"Ada apa Junhoe-ya?"
"Kenapa kau senekat itu? Apa kau tidak takut karena Seunghoon ingin menusukmu tadi?" tanya Junhoe.
"Aku hanya berusaha semampuku. Aku tidak mau dia mengambil pedang itu dengan cara paksa," kata Yunhyeong sambil memberi perban kearah pipi Junhoe.
"Tapi hyung tidak boleh melakukan hal senekat itu lagi. Apa hyung tidak tahu kalau aku sangat mengkhawatirkanmu?" tanya Junhoe sambil menunjukkan ekspresi khawatirnya.
"Kkk ne aku tahu… mianhae. Aku janji tidak akan melakukan hal yang sama," kata Yunhyeong.
Junhoe melepas eyepatchnya lalu menatap Yunhyeong dengan lekat. Namja yang ditatapnya terlihat gugup. Junhoe menciumnya lagi karena ia merasa lega Yunhyeongnya tidak terluka.
"Ayo kita ke ruang kepala akademi," kata Junhoe setelah ia menjauhkan wajahnya dari wajah Yunhyeong.
Junhoe dan Yunhyeong pun pergi ke ruang kepala akademi. Mereka melihat teman-temannya sudah dirawat oleh Nacthan. Seungyoon dan Mino tersenyum mencurigakan ketika mereka melihat Junhoe dan Yunhyeong
"Kalian berhasil mengalahkan bocah sombong itu?" tanya Chanwoo.
"Bocah sombong itu sedang diurus oleh Nacthan saem," kata Junhoe.
"Ah… Koo Junhoe… yang tadi itu panas sekali," kata Mino dengan senyum mencurigakannya.
"Haah? Apa maksudmu?" tanya Junhoe.
"Tadi kami semua penasaran dengan apa yang kalian lakukan setelah berhasil mengalahkan Seunghoon. Tak kusangka kau akan mencium Yunhyeong. Err… Berkat itu, Mino mencium Seungyoon lagi," jelas Jinwoo.
Junhoe pun menjitak kepala Seungyoon karena seenaknya saja mengintip kegiatan privasi mereka itu. Yah… setidaknya Jinhwan dan teman-temannya itu benar-benar lega karena Junhoe sudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi kekasihnya.
"Ah iya… kapan kita harus membawa mereka kembali ke dunia manusia?" tanya Chanwoo.
"Mungkin kita harus menunggu Nacthan saem untuk menemukan jawabannya," kata Jinwoo.
Junhoe dan Yunhyeong bear-benar tidak menyangka dengan transformasi yang mereka alami tadi. Rasanya seperti mimpi. Namun itu semua nyata. Seungyoon menjahili Junhoe karena kegiatan panas yang mereka intip itu.
"Yunhyeong-ah," panggil Jinhwan.
"Ne hyung?"
"Apa Junhoe seorang kisser yang bagus?" tanya Jinhwan menggoda Yunhyeong.
"Yakk… jangan bahas soal itu, hyung. Aku malu," kata Yunhyeong sambil menunduk.
"Koo Junhoe… lihatlah kekasihmu ini. Dia manis sekali jika sedang merona," kata Jiwon sambil menunjuk Yunhyeong.
"Aigoo.. berhentilah menggoda kami," kata Junhoe sambil menarik lengan Yunhyeong.
Seusai mereka puas menggoda pasangan Junhyeong itu, Nacthan dan Kevin datang lalu suasana hening. Sangat hening. Seungyoon pun mengantar Jinhwan dan kawan-kawannya kembali ke Seoul. Perang yang sia-sia ini selesai dengan akhir yang dramatis karena Junhoe mencium namja Song itu. Semuanya pasti akan baik-baik saja setelah ini…
.
.
.
Dua tahun kemudian, Yunhyeong sudah lulus dari Sorcery Academy. Hubungan Junhoe dan Yunhyeong tentu saja masih lanjut karena mereka sudah berjanji untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Yunhyeong, Mino, dan Seungyoon masih sering mengunjungi Junhoe. Kalau Jinwoo? Ia lebih sering mengunjungi Chanwoo. Saat ini Yunhyeong dan Junhoe sedang berada di tempat favorite mereka. Dimana lagi kalau bukan gazebo di taman sekolah?
"Koo Junhoe," panggil Yunhyeong.
"Ne hyung?"
"Akhir-akhir ini kau tidak pernah menggunakan eyepatchmu. Kenapa?" tanya Yunhyeong.
"Jika aku terus memakainya, aku merasa tidak enak. Lagipula warna mataku juga sedikit tersamar kok," kata Junhoe.
"Hmm… Aku yakin kau pasti populer diantara adik kelasmu yang baru," kata Yunhyeong.
"Haha tidak. Yang sangat populer adalah Chanwoo. Bahkan Chanwoo pernah meminta bantuanku untuk menyembunyikannya karena tidak tahan diikuti oleh adik kelasnya," cerita Junhoe pada Yunhyeong.
"Sekarang, siapa teman sekamarmu?" tanya Yunhyeong.
"Teman sekamarku itu Chanwoo. Nacthan saem dan appaku tidak ingin kau cemburu jika roommateku adalah adik kelasku," kata Junhoe.
Perkataan Junhoe ada benarnya. Kevin pernah menghubungi Yunhyeong soal roommate Junhoe padanya. Yunhyeong sangat lega karena Junhoe benar-benar setia padanya. Bahkan setiap hari, Junhoe selalu menghubunginya karena namja Koo itu ingin menceritakan apa yang ia alami di sekolah.
"Hyung…" panggil Junhoe.
"Hmm?" sahut Yunhyeong.
"Setelah aku lulus nanti... Aku akan menjemputmu dan mengajakmu untuk tinggal di Seoul. Apa hyung mau memegang janjiku?," tanya Junhoe sambil memegang tangan Yunhyeong.
"Aku pasti memegang janjimu, Junhoe-ya..." kata Yunhyeong sambil tersenyum.
Junhoe sangat serius dengan janjinya ini. Itulah yang Yunhyeong suka dari Junhoe. Junhoe menatap langit sore hari itu. Langit yang tetap terlihat indah dan juga saksi bisu kisah cinta mereka.
"Kalian ini selalu saja berduaan," kata Chanwoo.
"Tentu saja. Sejak Yunhyeong hyung lulus, aku sedikit merasa kesepian," kata Junhoe sambil merangkul Yunhyeong.
"Daripada itu, tolong sembunyikan aku. Adik kelas itu membuatku sedikit tidak nyaman," kata Chanwoo.
Setelah Chanwoo bersembunyi, Junhoe dan Yunhyeong melihat beberapa orang yang mendekati mereka. Oh… itu adik kelas Junhoe dan Chanwoo. Beruntung Junhoe tidak terlalu populer karena namja Koo itu lebih suka menjadi orang yang tertutup dihadapan adik kelasnya…
"Junhoe sunbae, apa kau melihat Chanwoo sunbae?" tanya salah satu yeoja.
"Tidak," jawab Junhoe singkat, padat, dan jelas.
"Ah Yunhyeong sunbae? Apa kabar?" tanya seorang namja.
"Kabarku baik walau sedikit bosan," kata Yunhyeong kepada para mantan adik kelasnya itu.
"Ah ne… Sunbae lanjutkan saja kencannya dengan Junhoe sunbae. Kami akan mencari Chanwoo sunbae dulu," kata adik kelas itu lalu pergi dari hadapan Junhoe.
Chanwoo bisa bernafas lega karena fansnya sudah pergi. Lalu Chanwoo pun kembali ke kamarnya. Ah iya. Hoobae yang menghampiri Junhoe tadi itu adalah hoobae Junhoe saat Junhoe di kelas 2 dan Yunhyeong saat masih duduk di kelas 3. Para hoobae itu sudah mengetahui hubungan Junhoe dan Yunhyeong. Karena itu mereka tidak berani macam-macam. Begitu juga dengan hoobae baru itu.
"Sedikit lagi kau harus mengikuti ujian kelulusan," kata Yunhyeong.
"Ne… ujiannya akan sangat sulit sepertinya," kata Junhoe.
"Ini… ini modulku saat sebelum ujian. Ujian tahun ini dan tahun lalu pasti sama. Pakai saja modulku," kata Yunhyeong sambil memberikan buku tebal itu.
"Aigoo… tebalnya. Kalau modul yang diberikan padaku pasti tidak selengkap ini," kata Junhoe.
"Kkkk. Memang pada dasarnya modul itu tidak tebal kok. Modulnya menjadi tebal karena aku menambahkan catatan yang aku pelajari dan aku menjilidnya menjadi lebih tebal," kata Yunhyeong sambil tersenyum.
Tidak heran jika Yunhyeong menjadi lulusan yang terbaik saat itu. Yunhyeong dan Junhoe sama-sama memiliki sifat pekerja keras dan mempelajari semuanya dengan cepat.
"Hyung meminjamkan modul ini padaku?" tanya Junhoe.
"Tidak. Aku tidak meminjamkannya. Tetapi aku memberikannya padamu," kata Yunhyeong.
Junhoe pun memeluk kekasih manisnya ini. Junhoe sangat senang karena Yunhyeongnya ini sangat baik padanya. Junhoe pun menatap langit sore yang indah itu. Sebentar lagi ujian kelulusan di depan matanya. Namun ia tidak khawatir karena Yunhyeong memikirkannya dan memberikan modul miliknya. Junhoe berjanji pada Yunhyeong. Junhoe berjanji agar ia bisa menjadi lulusan yang terbaik di Sorcery Academy…
TBC
Annyeong. Ryuko is back… Tidak terasa FF You akan berakhir di dua chapter lagi. Terima kasih kepada para readers yang setia dengan ff ini. Saya terhura rasanya. Tenang saja… FF ini akan memiliki Sequel…
Stay tuned yooo~~~
Mind to Review?
