Title: You

Main cast: Goo Junhoe

Kim Jinhwan

Song Yunhyeong

Other cast: Other of member iKON and Winner

Rate: T

Disclaimer: Cast punya orang tua dan agensinya, ceritanya punya saya tapi '-'

Warning: BL, Yaoi, DLDR, OOC

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter 13: Graduation

Seusai Junhoe dan Yunhyeong bertemu, Junhoe masuk kedalam kamarnya dan membuka modul yang diberikan oleh Yunhyeong. Chanwoo melihat apa yang Junhoe baca.

"Seingatku, modul kita tidak setebal ini," kata Chanwoo.

"Yunhyeong hyung yang memberikannya padaku. Kebetulan modul kita sama dengan modulnya. Jadi dia memberikannya agar aku bisa belajar dengan materi yang lebih lengkap," jelas Junhoe.

"Woah… Boleh kupinjam?" tanya Chanwoo.

"Boleh saja. Nih kupinjamkan," kata Junhoe.

Chanwoo menyalin pelajaran yang ada di modul tersebut. Junhoe benar-benar tidak sabar untuk menghadapi ujian dan segera mengetahui nilainya. Junhoe tersenyum memandangi catatan yang ada di bukunya. Ia benar-benar ingin menjadi lulusan yang terbaik.

"Junhoe hyung… aku sudah selesai dengan modulnya," kata Chanwoo yang menyadarkan Junhoe dari kegiatannya.

"Baiklah… sekarang aku yang harus belajar," kata Junhoe sambil menyalin pelajaran yang ada di modul itu.

"Haah… sekarang hanya kita berdua yang harus berjuang," kata Chanwoo.

"Kau benar. Sebelum mereka lulus, biasanya jam segini Seungyoon hyung sedang mengomeli Mino hyung karena dia mengambil makanan Seungyoon hyung," kata Junhoe sambil menulis.

"Semuanya terasa sepi setelah mereka lulus. Tidak ada yang bisa membuatku tertawa kecuali lelucon Jinwoo hyung," kata Chanwoo.

"Tenanglah, Jung Chanwoo. Kita sudah berjanji kepada orang yang berharga bagi kita bukan? Kita berjanji walau mereka sudah lulus, kita harus berjuang berdua," kata Junhoe sambil mengelus punggung Chanwoo.

Chanwoo sedikit terhibur berkat perkataan Junhoe. Setelah Junhoe dan Yunhyeong menjadi sepasang kekasih, sifat Junhoe menjadi sedikit lebih dewasa. Perkataan Junhoe ada benarnya. Mereka sudah berjanji dan janji itu harus mereka tepati.

"Junhoe hyung… jika aku perhatikan, sifatmu jauh lebih dewasa setelah kita berhasil melindungi akademi ini dua tahun yang lalu," kata Chanwoo.

"Hee? Jinjjayo?" tanya Junhoe.

"Iya. Aku serius," kata Chanwoo.

"Aku senang jika aku sudah berubah menjadi lebih baik," kata Junhoe sambil membaca salah satu halaman dengan focus.

Chanwoo kembali menatap Junhoe yang sedang belajar. Junhoe harus bersikap dewasa karena ia harus mulai memikirkan masa depannya dengan Yunhyeong. Junhoe harus memperhitungkan segala yang mereka butuhkan dengan tepat. Junhoe sudah benar-benar merencanakan semuanya dengan baik.

Mungkin saja setelah lulus dari Sorcery Academy, Junhoe akan mengikuti kuliah khusus dan menjalankan perusahaan keluarganya yang ada di Seoul. Dengan itu, kehidupan Junhoe dan Yunhyeong akan terjamin nantinya…

"Chanwoo-ya… apa menurutmu kita akan berhasil?" tanya Junhoe.

"Ne… aku yakin. Apalagi kau sudah berusaha dengan keras. Kita pasti lulus dengan nilai terbaik," kata Chanwoo.

.

.

.

Keesokkan harinya, Junhoe sedang duduk sendirian di Gazebo sekolah. Berhubung ini sore hari, ia menenangkan dirinya disini ditemani oleh kopi hitam kaleng dan cemilan kesukaannya. Menyendiri adalah hal yang sangat menyenangkan karena orang yang membuatnya selalu tertawa sudah tidak ada di akademi itu lagi.

Junhoe mulai merasa ada seseorang yang menutup kedua matanya. Junhoe mengenali tangan ini. Junhoe benar-benar mengenalinya… Junhoe tersenyum sambil memegang tangan orang yang menutup matanya…

"Aku sudah tahu kalau ini Yunhyeong hyung," kata Junhoe sambil menatap orang itu.

"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Yunhyeong dengan polos.

"Aku sangat mengenal apapun yang berhubungan dengan dirimu, hyung," kata Junhoe sambil menarik Yunhyeong agar duduk disampingnya.

Yunhyeong melihat cemilan dan beberapa kaleng kopi di meja yang ada di gazebo ini. Junhoe benar-benar merasa kesepian… Junhoe merebahkan tubuhnya lalu menjadikan paha Yunhyeong sebagai bantalnya. Ah… sudah lama mereka tidak seperti ini…

"Hyung… kau tahu? Aku merasa sangat kesepian," kata Junhoe.

"Ne… aku tahu… aku juga merasa sangat kesepian. Aku selalu melepaskan rasa rinduku padamu dengan cara melihat bunga Daisy yang kau berikan padaku," kata Yunhyeong sambil memainkan rambut Junhoe.

Junhoe tersenyum samar ketika mendengar ucapan Yunhyeong. Ternyata bunga yang ia tanam itu masih ada dan tumbuh dengan sangat baik. Yunhyeong menatap Junhoe dengan senyum terbaiknya. Sudah lama sekali Yunhyeong tidak menyentuh pipi namja dingin ini…

"Pipimu dingin sekali," kata Yunhyeong.

"Aku sudah lama duduk disini. Karena itu pipiku terasa dingin," kata Junhoe.

"Kau meminum kopi sebanyak ini?" kaget Yunhyeong.

"Ne. Aku tidak mungkin meminum susu karena rasanya yang manis," kata Junhoe sambil menatap Yunhyeong.

"Sifatmu tidak pernah berubah, Koo Junhoe," kata Yunhyeong.

Junhoe memejamkan matanya. Sepertinya pikirannya sudah lelah karena ujian yang akan ia dan Chanwoo hadapi. Yunhyeong melambaikan tangannya kearah ketiga orang yang ditatapnya. Orang itu menghampiri Yunhyeong dan Junhoe…

"Hey koo Junhoe, bagaimana kabarmu?"

"Ah Seungyoon hyung. Aku sedikit pusing," kata Junhoe.

"Kenapa?" tanya Mino.

"Fans Chanwoo membuatku pusing. Karena fansnya itu, Chanwoo selalu memintaku untuk menyembunykannya atau membuatnya menjadi patung es," kata Junhoe.

"Hahaha… Chanwoo pasti-"

"CHANWOO SUNBAE~"

"Sebentar lagi, Chanwoo pasti akan menghampiriku," kata Junhoe.

Dan benar saja. Chanwoo langsung menghampiri Junhoe. Namun Chanwoo terkejut karena Chanwoo melihat orang yang dirindukannya. Siapa lagi kalau bukan Kim Jinwoo?

"Junhoe hyung… sembunyikan aku…"

"Tidak. Sebaiknya kau bersembunyi ditempat lain. Berhubung ada orangnya, ungkapkan perasaanmu pada orang yang kau suka lalu kau katakan pada fansmu itu agar mereka tidak mengganggumu," ujar Junhoe.

"Aigoo… Uri Chanwoo jatuh cinta dengan siapa, huh?" tanya Mino dengan jahil.

"Kalian lihat saja. Chanwoo benar-benar memendam perasaannya sejak ia pertama kalinya menjadi siswa di akademi ini. Ini saatnya dia menyatakan perasaannya. Yah walau harus dihadapan para fansnya itu," kata Junhoe.

Chanwoo benar-benar tidak tahu cara menyatakan perasaannya dengan baik dan benar. Karena itu Chanwoo menggunakan ide gila dari Junhoe. Beruntung fansnya Chanwoo mundur karena melihat Chanwoo dan Junhoe sedang bersama para alumni yang notabene adalah team yang menyelamatkan akademi ini dari Seunghoon.

"Ji… Jinwoo hyung," panggil Chanwoo.

"Ne… ada apa Cha-"

Semua orang yang ada di Gazebo kecuali Junhoe dan Yunhyeong terkejut melihat apa yang Chanwoo lakukan. Chanwoo menarik lengan Jinwoo lalu mencium namja Kim itu. Kenapa Yunhyeong tidak terkejut? Karena Yunhyeong sudah tahu ceritanya dari Junhoe. Bahkan yang memberikan ide gila ini adalah Junhoe.

"Cha… Chanwoo-ya…"

"Sudah lama aku suka padamu, hyung. Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku tidak seromantis Junhoe hyung yang bisa menyatakan perasaannya dengan kata-kata yang sangat menyentuh hati. Dan aku tidak segila Mino hyung yang menyatakan perasaannya dengan cara menculik Seungyoon hyung ke kamarnya. Tetapi… satu hal yang bisa aku janjikan padamu. Aku bisa membahagiakanmu," jelas Chanwoo to the point.

"Kau menyatakan perasaanmu padaku?" tanya Jinwoo.

"Ne… maaf aku baru berani menyatakannya sekarang. Aku menyatakan perasaanku sekarang bukan karena aku ingin menghindar dari para fansku itu. tapi aku merasa, inilah saat yang tepat," kata Chanwoo menggenggam tangan Jinwoo.

"Jadi… selama ini tidak menyadari kode perasaanku padamu huh?" tanya Jinwoo.

"Heeee?" kaget Chanwoo.

"Kau ini menyebalkan, Jung Chanwoo," kata Jinwoo.

"Apa artinya hyung akan menerimaku?"

"Tentu saja. Kau ini tidak peka sekali," kata Jinwoo.

Junhoe hanya bisa tertawa melihat apa yang Chanwoo lakukan. Jadi selama ini Chanwoo tidak sadar sama sekali. Sebaiknya biarkan Chanwoo dan Jinwoo berbicara berdua di tempat lain. Junhoe menatap Seungyoon yang wajahnya sudah memerah.

"Jadi… seperti itu caramu menyatakan perasaanmu, hyung?" tanya Junhoe pada Mino.

"Ne. Otakku sudah buntu. Jadi aku menggunakan cara nekat seperti itu," kata Mino dengan cengiran di wajahnya.

"Dasar mesum," gumam Junhoe dan Yunhyeong secara bersamaan.

Aigoo Chanwoo membongkar rahasia kedua uke itu. kenapa Chanwoo bisa tahu? Karena Seungyoon dan Yunhyeong pernah menceritakannya pada Chanwoo. Junhoe melihat salah satu fans Chanwoo menghampirinya. Karena itu Junhoe bangkit dari posisinya…

"Junhoe sunbae… apakah Chanwoo sunbae sudah memiliki kekasih?"

"Sudah. Baru saja Chanwoo mengajak kekasihnya pergi untuk melihat-lihat gedung akademi," kata Junhoe.

Semuanya terdiam melihat Junhoe. Junhoe sudah seperti penasehat Chanwoo atau juru bicara Chanwoo. Junhoe meminum kopinya dan kembali menatap langit…

"Kapan kalian ujian?" tanya Mino.

"Sudah tinggal menghitung hari," kata Junhoe.

"Aku tidak sabar menanti kelulusan kalian," kata Seungyoon.

"Aku yakin kau pasti lulus, Koo Junhoe. Nilaimu tidak pernah rendah. Karena itu, percaya diri sedikit," kata Mino.

Junhoe mengangguk. Tak terasa hari sudah malam dan kekasihnya itu sudah pulang. Junhoe dan Chanwoo sudah berada di kamarnya. Chanwoo benar-benar menunjukkan ekspresi senangnya.

"Sepertinya fansmu akan semakin bertambah karena hubunganmu dan Jinwoo hyung sudah berhasil diabadikan oleh mereka," kata Junhoe.

"Tapi tidak apa. Yang penting perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan," kata Chanwoo.

Hari ini benar-benar membahagiakan menurut Chanwoo. Berkat dorongan sedikit dari Junhoe, Chanwoo menjadi namja yang pemberani. Namun Junhoe berharap agar Chanwoo tidak meniru sifat mesumnya Mino. Junhoe dan Chanwoo sudah tertidur dan masuk kedalam alam mimpi yang indah….

.

.

.

Sekarang adalah hari ujian dimana ujian ini akan menentukan kelulusan. Banyak siswa ataupun siswi yang frustasi dengan soal yang mereka dapat. Berbeda dengan Junhoe dan Chanwoo. Junhoe memang pada dasarnya cepat menghafal. Kalau Chanwoo belajar dengan teliti dan terkadang menggunakan Sistem kebut semalam.

Berhubung hari ini adalah hari terakhir ujian, Junhoe harus mengerjakan semuanya dengan bersungguh-sungguh. Ia tidak ingin janjinya pada Yunhyeong hanya menjadi janji yang sia-sia. Karena itu Junhoe mengerjakannya dengan sangat teliti. Ia harus bisa meneruskan usaha eommanya di Seoul dan membuat Yunhyeong bangga karena Junhoe bisa menjadi lulusan yang terbaik.

Ah… ujian sudah selesai. Junhoe mengumpulkan soal dan jawaban lalu pergi ke perpustakaan sekolah. Bukan berarti ia sudah bebas dari ujian lalu ia bisa santai. Junhoe harus menunggu hasil pengumuman yang biasanya akan diumumkan seminggu setelah ujian.

"Hyung… kau sedang apa?" tanya Chanwoo.

"Aku sedang memikirkan banyak hal. Seperti apakah aku bisa lulus dengan nilai yang terbaik atau tidak. Atau… Apa Yunhyeong hyung akan bangga padaku atau tidak…" jelas Junhoe.

"Sudahlah hyung… sebaiknya istirahatkanlah otakmu" kata Chanwoo sambil mengelus punggung Junhoe.

Junhoe menurut dan memilih untuk relax. Chanwoo menarik Junhoe menuju kantin. Chanwoo memesan teh untuk Junhoe. Chanwoo menatap Junhoe dengan tatapan anehnya. Ia ingat apa yang Yunhyeong katakan… sekalin kopi, Junhoe sangat menyukai teh hijau tanpa gula.

"Sudah sedikit relax?" tanya Chanwoo.

"Sedikit," jawab Junhoe

"Syukurlah jika begitu," kata Chanwoo sambil meminum susu yang ia beli.

Junhoe sudah lelah… ujian teori sangat menguras tenaga dan otaknya. Mungkin selama seminggu ini, Junhoe tidak ingin keluar dari kamarnya karena ia ingin mengistirahatkan badan dan pikirannya.

Seusai meminum teh, Junhoe langsung pergi ke kamarnya dan merebahkan badannya di sofa. Kepalanya benar-benar terasa pusing dan juga berat. Chanwoo benar-benar khawatir karena sahabatnya ini tidak seperti biasanya. Chanwoo memeriksa tubuh Junhoe…

"Omona… kau demam, Koo Junhoe," kaget Chanwoo.

"Jinjjayo? Ah… ini pertama kalinya aku sakit," kata Junhoe.

"Sebaiknya hyung ganti pakaianmu lalu istirahatlah di kasur,"

Junhoe menurut dengan apa yang Chanwoo katakana. Junhoe mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidurnya. Sementara itu, Chanwoo mengabari Yunhyeong. Chanwoo bisa saja merawat Junhoe sendirian. Tetapi Chanwoo ingin Yunhyeong mengetahui keadaan Junhoe saat ini. Tak butuh waktu lama… Yunhyeong datang dengan raut wajah yang sangat khawatir.

"Koo Junhoe… apa kau masih merasa pusing?" tanya Yunhyeong.

"Ne hyung. Kepalaku berat dan badanku terasa pegal," kata Junhoe.

Yunhyeong duduk di tepi ranjang Junhoe. Yunhyeong meminta Chanwoo mengambil kain lap dan satu baskom air. Yunhyeonng mengompres kepala Junhoe. Yunhyeong tahu… Junhoe pasti belajar dengan giat demi ujian sampai-sampai namja Koo ini tidak memperhatikan kesehatannya.

"Kau sudah berusaha dengan keras saat ujian ini. Sekarang istirahatlah," kata Yunhyeong.

"Dengarkan kata Yunhyeong hyung. Selama kau belajar untuk ujian, kau hanya bisa tertidur selama lima menit saja. Aku yakin karena cara belajarmu yang membuatmu sakit," Yunhyeong terkejut mendengar apa yang Chanwoo katakan.

"Heee? Jinjjayo?"

"Ne hyung. Junhoe hyung selalu membantah jika aku menyuruhnya untuk istirahat," kata Chanwoo.

Yunhyeong menghelakan nafasnya. Kekasih dinginnya ini benar-benar tidak berubah. Inilah yang selalu Yunhyeong khawatirkan. Yunhyeong khawatir Junhoe memfosir tubuhnya terlalu keras dan itu terbukti benar.

"Junhoe… tidurlah… aku akan menemanimu sampai kau tertidur. Kali ini jangan membantah. Istirahat itu perlu, Koo Junhoe," kata Yunhyeong sambil memegang pipi Junhoe yang kali ini terasa hangat mendekati panas.

"Aku tidak bisa tidur, hyung," kata Junhoe sambil memegang tangan Yunhyeong.

"Aku yakin kau bisa. Pejamkan matamu," kata Yunhyeong sambil menutup mata Junhoe dengan tangannya.

"Kau yakin cara ini akan berhasil, hyung?" tanya Chanwoo.

"Tentu saja. Jika suasana terasa gelap dan hening, ia pasti akan tertidur," kata Yunhyeong.

Akhirnya namja Koo ini tertidur. Usahanya tidak sia-sia. Darimana ia belajar teknik ini? Tentu saja Seungyoon yang mengajarinya saat mereka masih menjadi murid di Sorcery Academy.

"Jika sudah seperti ini, kita sudah tidak perlu khawatir lagi," kata Yunhyeong.

"Kau benar hyung. Junhoe hyung hanya butuh istirahat," kata Chanwoo.

Yunhyeong menatap kearah kekasihnya itu. Walau sering berkunjung, itu belum cukup untuk memuaskan rasa rindunya. Yunhyeong harus bersabar sampai saatnya pelepasan siswa tiba. Jika hari itu datang, Junhoe dan Yunhyeong bisa bersama kembali.

.

.

.

Seminggu terasa sangat cepat. Kalian tahu? Junhoe lulus dan menjadi lulusan yang terbaik seperti Yunhyeong. Tentu saja Yunhyeong sangat senang. Apalagi orang tuanya. Junhoe dan Chanwoo hanya sedang menunggu hari pelepasan tiba. Junhoe dan Chanwoo benar-benar tidak sabar untuk berada disisi kekasih mereka masing-masing. Omona… Junhoe tidak sabar untuk mencubit atau menggigit pipi Yunhyeong lagi….

"Jika pelepasan siswa sudah selesai, apa yang akan kau lakukan?" tanya Chanwoo.

"Tanpa aku jawab kau pasti sudah tahu jawabannya," kata Junhoe.

"Err… jangan bilang kau akan menggigit pipi Yunhyeong hyung lagi," kata Chanwoo dengan ragu.

"Ne. Aku tidak sabar untuk itu," kata Junhoe dengan smirk andalannya.

"Aku kasihan dengan pipi Yunhyeong hyung yang kau gigit terus," kata Chanwoo dengan tatapan anehnya.

Junhoe hanya tertawa melihat reaksi Chanwoo. Walau Junhoe suka menggigit Yunhyeong, Junhoe masih sangat menyukai daging sapi terutama jika Yunhyeong yang membuatnya. Haaah… Junhoe ingin cepat-cepat lulus dan memeluk kekasih manisnya itu.

Junhoe melangkahkan kakinya menuju ruangan kepala akademi. Siapa lagi jika bukan ruangannya Nacthan. Sepertinya Junhoe akan merindukan teman appanya ini. Karena itu sebelum pelepasan, Junhoe ingin menghampiri Nacthan. Junhoe mengetuk pintu dan Nacthan memperislahkan Junhoe untuk masuk…

"Ada apa, Koo Junhoe?" tanya Nacthan.

"Eopseo… aku hanya ingin mengobrol santai saja," kata Junhoe sambil duduk di kursi yang ada.

Nacthan pun duduk di sofa yang ada dihadapan Junhoe. Nacthan meneliti murid sekaligus anak dari teman Kevin ini. Sudah banyak perubahan yang terjadi pada Junhoe.

Dimulai dari rambutnya yang sekarang berwarna cokelat yang lumayan gelap. Junhoe mengecatnya karena menurutnya itu lebih terlihat keren dan kontras dengan warna mata kirinya. Yah… walau mata kanannya berwarna biru, namun terlihat gelap kecuali terkena sinar matahari langsung. Dan juga... Junhoe sudah tidak pernah lagi menggunakan eyepatchnya.

Selain fisiknya, Junhoe juga berubah dari segi sifat. Yang awalnya dingin, sekarang menjadi orang yang hangat. Junhoe juga terlihat lebih dewasa jika biasanya Junhoe lebih suka merajuk.

"Kau sudah berubah sejak kita berhasil mengalahkan Seunghoon dua tahun lalu,"

"Ne… Yunhyeong hyung membantuku berubah untuk menjadi orang yang lebih baik," kata Junhoe.

"Tidak terasa kau akan segera lulus. Rasanya baru kemarin kau masuk ke akademi ini lalu kulatih agar kita bisa melindungi akademi ini. Waktu berjalan begitu cepat," kata Nacthan.

"Saem benar. Aku juga tidak menyangka waktu berjalan dengan sangat cepat," kata Junhoe.

"Aku dengar dari Kevin, setelah lulus kau dan Yunhyeong akan kembali ke dunia manusia," kata Nacthan.

"Iya. Aku dan Yunhyeong hyung akan tinggal di Seoul," kata Junhoe.

Junhoe benar-benar menikmati hari ini. Hari dimana ia masih berada di Sorcery Academy. Junhoe pasti akan merindukan teman-temannya, adik kelasnya, guru-guru, dan semua yang berhubungan dengan akademi ini. Junhoe menjalani kehidupannya dengan sangat menyenangkan karena akademi ini…

"Aku pasti akan merindukan akademi ini," kata Junhoe.

"Kau bisa datang kapan pun. Akademi ini selalu terbuka untuk alumni yang ingin berkunjung," kata Nacthan.

"Senang bisa berbicara denganmu, saem," kata Junhoe sambil membungkukkan badannya lalu setelah itu Junhoe pergi dari ruang kepala akademinya itu.

Junhoe mengamati Sorcery Academy dengan serius. Akademi ini memiliki banyak kenangan yang sangat berharga untuknya. Tempat pertemuan pertamanya dengan Yunhyeong… Cinta sejatinya… Junhoe pun melangkahkan kakinya menuju taman sekolah. Gazebo itu… tempat dimana Junhoe mengambil first kissnya dengan Yunhyeong. Gazebo itu juga merupakan saksi bisu dari kisah cinta Junhoe.

Junhoe duduk di gazebo itu. Junhoe mengingat apapun yang ia lakukan saat Yunhyeong belum lulus dari akademi ini. Junhoe menggigit pipi namja Song itu… Junhoe menciumnya… Junhoe menggodanya sehingga wajah manis Yunhyeong memerah… Junhoe merindukan semua itu.

Tak terasa… air matanya terjatuh begitu saja tanpa ia minta. Entah itu air mata sedih atau bahagia… Junhoe tidak bisa menebak perasaannya saat ini… Junhoe sangat merindukan kenangan yang ia alami di akademi ini… ia juga merindukan Yunhyeong.

Sebenarnya bisa saja Junhoe menghubungi Yunhyeong saat ini juga. Tetapi Junhoe tidak ingin mengganggu aktivitas kekasih manisnya itu. kalian tahu? Saat ini Junhoe terlihat rapuh karena air matanya yang ingin terus ia keluarkan sebagai pelampiasan atas perasaan kacaunya saat ini.

Semua orang termasuk Yunhyeong belum pernah melihat Junhoe menangis seperti ini. Biasanya jika Junhoe ingin menangis, Junhoe akan keluar dari kamar asramanya pada tengah malam, lalu ia menangis di taman sekolah sendirian. Junhoe tidak ingin terlihat rapuh di depan semua orang walau Yunhyeong pernah melihatnya sedang menyalahkan dirinya sendiri.

"Koo Junhoe… kau menangis?"

Junhoe terkejut karena seseorang berhasil melihatnya yang sedang menangis itu. Junhoe menghapus air matanya dengan kasar. Chanwoo menatap Junhoe dengan raut wajah yang khawatir.

Sejujurnya, Junhoe tidak seperti orang lain yang bisa merealisasikan perasaannya jika sedang merasa sedih. Biasanya Junhoe sangat kesulitan jika ia harus mengekspresikan rasa sedihnya di depan orang lain terutama Yunhyeong. Kali ini Junhoe tidak bisa berbohong untuk menutupi perasaan kacaunya…

"…" karena itu Junhoe hanya bisa memeluk lutut dan membenamkan wajahnya di lutut kakinya.

"Ceritalah padaku… jangan kau pendam sendiri. Ada kalanya dimana kau harus menceritakan masalahmu agar kau lega," kata Chanwoo.

"Ti… Tidak ada apa-apa. Aku baik-baik saja," kata Junhoe.

"Aku tidak percaya jika kau baik-baik saja. Aku tahu kau sedang menangis karena sedih. Menangis karena bahagia dan menangis karena sedih itu bisa dibedakan loh. Karena itu… ceritakan saja masalahmu padaku," kata Chanwoo.

Junhoe kembali kedalam mode diamnya. Haruskah ia menceritakan perasaan kacaunya? Junhoe takut jika ia menceritakan masalahnya pada Chanwoo, namja bermarga Jung itu akan menceritakan semuanya pada Yunhyeong. Junhoe hanya tidak ingin merepotkan kekasihnya itu. Junhoe harus bernegosiasi sebelum menceritakan semuanya…

"Jika aku menceritakannya, berjanjilah bahwa kau tidak akan menceritakannya kepada Yunhyeong hyung," kata Junhoe.

"Kenapa begitu?" tanya Chanwoo.

"Aku tidak ingin mengganggu aktivitasnya," kata Junhoe.

"Haah… aku tidak yakin dengan janji itu… Akan aku usahakan," kata Chanwoo.

Ini bukan pertama kalinya Chanwoo melihat Junhoe menangis seperti ini. Pernah suatu hari Chanwoo membuntuti Junhoe lalu Chanwoo menceritakannya kepada Yunhyeong. Tentu saja Yunhyeong khawatir. Namun Chanwoo meminta Yunhyeong agar seolah-olah namja Song itu tidak pernah tahu kalau namja Koo itu pernah menangis.

"Perasaanku sedang kacau… aku tidak tahu sebenarnya aku ini sedang merasakan sedih atau senang. Aku senang karena sebentar lagi pelepasan siswa. Tetapi aku sedih karena… kenangan yang ada di akademi ini sangat banyak… kenangan itu mengalir bagaikan film… karena itu aku tidak tahu harus merasa senang atau sedih…"

"Apa ini soal kenangan kau dengan Yunhyeong hyung?" tanya Chanwoo.

"Ne… Kenangan yang kualami bersama Yunhyeong hyung sangat banyak," kata Junhoe.

Chanwoo mengangguk paham. Junhoe hanya mengalami kerinduan menjelang pelepasan siswa. Yunhyeong juga pernah mengalami hal yang serupa. Ia senang karena lulus. Tetapi ia sedih karena kenangannya dengan Junhoe sangat banyak di akademi ini…

"Ingat tidak saat Yunhyeong hyung memintamu untuk menemaninya sebelum pelepasan siswa? Yunhyeong hyung juga mengalami hal yang serupa denganmu. Dia tidak ingin berpisah dengan kenangan itu dan juga… dia tidak ingin berpiasah denganmu…"

"Yeee?" kaget Junhoe.

"Kau merasa seperti ini karena kau sangat merindukan Yunhyeong hyung. Bukankah saat pelepasan selesai kalian akan bertemu dan tinggal di Seoul? Intinya… tenanglah. Kau bisa melampiaskan rasa rindumu padanya nanti," kata Chanwoo sambil mengelus punggung Junhoe.

Jika seperti ini, Chanwoo seperti seorang psikolog professional. Okay itu menurut Junhoe. Percaya atau tidak, Junhoe sudah tidak menangis seperti tadi. Perasaannya sudah tidak kacau. Junhoe menatap langit sore hari yang indah itu… Semuanya akan berjalan dengan sangat baik… percayalah…

.

.

.

Hari pelepasan sudah tiba. Keluarga murid datang untuk menyaksikan mereka. Oh iya… Beberapa alumni datang untuk mengunjungi orang yang sangat mereka sayangi. Termasuk Yunhyeong, Jinwoo, dan pasangan MinYoon tentunya. Yunhyeong sangat bangga karena Junhoenya menjadi lulusan yang terbaik.

"Yunhyeong hyung," panggil Junhoe sambil berlari kearah Yunhyeong.

"Ne?" sahut Yunhyeong.

Tanpa hitungan, Junhoe langsung memeluk Yunhyeong dengan sangat erat. Tentu saja Yunhyeong membalas pelukkan itu. Keluarga mereka yang melihat ini pun merasakan kebahagiaan di dalam hati mereka karena mereka tahu kalau Junhoe dan Yunhyeong sudah saling merindukan satu sama lain. Kevin dan Nacthan menghampiri Junhoe lalu Kevin mengangguk kearah Junhoe. Junhoe mengerti maksud dari appanya itu. Junhoe harus menepati janji yang pernah ia ucapkan.

"Hyung… ingat apa yang aku katakan padamu?"

"Ehh?"

"Setelah ini… aku akan mengajakmu untuk tinggal bersamaku di Seoul," kata Junhoe.

.

.

.

TBC

Annyeong. Ryuko is back… Tidak terasa FF You akan berakhir sebentar lagi. Terima kasih kepada para readers yang setia dengan ff ini. Saya terhura rasanya. Ah iya… saat progress chapter ini, saya sempat menangis entah mengapa. Tetapi tenang… Saya sudah berhasil menyelesaikan fanfic ini

Stay tuned yooo~~~

Mind to Review?