Chapter 2

Who are you ?

.

Kim Kibum x Cho Kyuhyun and Other members Super Junior and TVXQ

.

Summary : Bukankah cinta tidak memandang usia? Lalu apa masalahnya?.."Demi Tuhan, kita sangatlah berbeda!"/"hm"/"aish!"/"kau milikku Cho."/"MWO!"

.

Rated : T

.

Warning : Yaoi, Typos, Don't Like Don't Read

.

Para Cast adalah milik South Korea dan cerita adalah milik By

.

Happy Reading

Yoochun POV

Ku lihat seseorang yang ada didekat ku, seseorang yang sudah aku anggap sebagai adik kecil ku sendiri. Perbedaan usia kami memang tidaklah jauh beda karena aku hanya 2 tahun diatas dia. Namun tetap saja bagiku dia adalah adik kecil apalagi dengan sikap yang menggemaskan dibalik semua sikap evilnya - kata banyak orang disekitar kami - kekeke

"Kau yakin jika kau baik-baik saja Qui Xian?" Ku buka suara untuk memastikan bahwa dia baik-baik saja. Tapi hasilnya nihil, dia tetap memandang keluar jendela mobil yang kami tumpangi mengabaikan atau lebih tepatnya tidak mendengar kata-kata ku.

Dari sorot matanya aku tahu apa yang dia pikirkan saat ini. Mata caramel yang biasa memancarkan keceriaan itu kini meredup. Bukan salahnya jika kenangan menyakitkan itu kembali lagi karena memang kenangan itu tidak pernah bisa ia hilangkan dari hidupnya.

Bukan aku sok tahu akan masa lalunya tapi hidup sejak kecil dengannya tepatnya saat harabeoji membawa dia ke tempat ku dan appa.

Kami - aku dan Qui Xian - adalah saudara jauh, appa dari Qui Xian adalah adik anggat dari appa ku. Harabeoji datang membawa dia 15 tahun yang lalu. Harabeoji juga menceritakan apa yang telah terjadi terhadap keluarga Samchon ku itu. Dan sejak saat itu pula kami berdua tinggal bersama di New York - rumah ku -.

Tahun demi tahun Qui Xian tumbuh menjadi namja yang sangat kuat dan ceria. Dia juga merupakan anak yang sangat jenius sama seperti ku. Ayolah aku bukan narsis tapi itu memang kenyataan. Dia dan aku sudah lulus dari Senior High School saat usia kami 15 tahun. Bahkan kami juga masuk ke Sekolah Kemiliteran setelahnya tanpa ada halangan apapun mengingat appa ku dan harabeoji merupakan orang yang berkedudukan didalam kemiliteran.

Hari ini kami kembali ke negara kelahiran kami ini - South Korea - dan tentunya kenangan menyakitkan adik kecil ku ini akan semakin terbayang.

Aku hanya bisa berharap jika Qui Xian akan tetap seperti Qui Xian yang aku kenal seperti saat di New York.

Aku mencoba memanggilnya lagi dengan sedikit mengguncang tubuhnya. " Qui Xian, yak! Hei!." Dan sama seperti sebelumnya, panggilan ku tidak disahut olehnya.

Ck! Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk menarik nyawanya kembali ke tubuhnya ini. Aku mencoba mendekatkan kepala ku ke telinganya, menarik nafas pelan sebelum...

" QUI XIAANN! " dan

DUAAGH!

Shit! Aku merutuki tindakan ekstrim ku barusan. Sekarang jidat mulus ku sepertinya membiru karena tersentuh jidat orang didepan ku ini dengan yang aku akui sangat teramat halus. Oh God, semoga jidat ku tidak apa-apa dan tidak mengurangi kadar ketampanan ku.

Dan lihatlah bagaimana tatapan dengan death glare mematikan – bagi orang lain itu – menatap ku.

" Yak Qui Xian! Harusnya jika kau kaget jidat mu itu berciuman saja dengan jendela yang kau pandangi itu bukan dengan jidat hyung yang mempesona ini! Aish." Ucap ku sambil terus mengusap-usap jidat ku.

Hmmm

Ku lihat wajahnya mulai memerah menahan amarah dan jangan lupakan sepasang tanduk diatas kepala itu - oke kalimat terakhir itu hanya pendapat aneh ku saja - sungguh bukankah sangat lucu? Mungkin aku akan tertawa terbahak-bahak jika tidak mengingat luka di jidat ku dan aura hitam yang menyelimuti tubuh adik ku ini.

Yoochun POV End

-Byleth515-

Normal POV

Dua namja yang sama-sama mengelus jidat masing-masing itu terlihat saling bertatap. Namun meskipun begitu tatapan mereka itu sungguh sangat berbanding terbalik, yang satu mengeluarkan tatapan kesakitan dengan tampang innocentnya bahkan menahan tawa sedangkan yang satunya lagi mengeluarkan tatapan yang sangat mematikan seperti - apa kau mau mati hah?! -

" Apa yang kau kau lakukan hyung pabbo?" Ucap si pemilik mata caramel dengan penuh penekanan disetiap kata-katanya.

Tuhan semoga saya bisa membawa mobil ini dengan selamat sampai tujuan tanpa ada orang yang luka atau bahkan pertumpahan darah, Amien – dan ini adalah doa dari sang supir yang mulai bisa membaca suasana yang ada diantara dua orang yang dibangku penumpang itu.

" hihihi hyung hanya mencoba menarik lagi nyawamu yang mulai terbang berkeliaran itu Qui Xian."

" Ck!" Qui Xian hanya berdecak sebal dan mengalihkan tatapannya untuk kembali menelusuri jalanan setelah ia meninggalkan sebuah ungkapan cinta kepada kepala sang hyungnya itu.

.

Dan dalam beberapa saat mereka kembali dalam pemikiran masing-masing. Sampai sang hyung kembali membuka suara.

" Apa kau yakin kau akan baik-baik saja Qui Xian?"

Hhh

Terdengar helaan nafas yang begitu berat dan pastinya kita tahu dari mana itu berasal.

" molla hyung hanya saja kali ini aku berharap aku akan bisa membongkar dan menangkap otak dari kejadian 15 tahun silam."

" Hyung akan selalu disisi mu dan akan membantu mu nan dongsaeng."

" Gomawo hyung kau memang selalu membantu ku."

Hmm

Dan gumaman tersebut menutup pembicaraan dengan tema masa lalu itu.

.

" Hyung kira-kira harabeoji akan memberikan misi apa pada kita? Kenapa kita sampai diminta untuk meninggalkan misi kita yang ada di New York?" Dan inilah salah satu keahlian Qui Xian, dia mampu dengan cepat merubah moodnya. Lihatlah sekarang dia sudah ada di mood terbaiknya seakan kejadian barusan tidaklah pernah terjadi.

" Hyung juga tidak tahu Qui Xian, Harabeoji tidak memberikan bocoran sama sekali untuk misi kita kali ini."

" hah?! Tumben sekali... apa kau sudah pensiun menjadi cucu kesayangan Harabeoji lagi hyung?" Tanyanya sambil membelalakkan mata caramel indah miliknya. Aigoo itu pasti sangat menggemaskan.

Dan

PLETAAK!

Sebuah jitakan sayang mendarat tepat di kepala Qui Xian.

" Sekali kesayangan akan tetap jadi kesayangan pabbo."

" Cih, dan kenapa kau malah jadi menjitak kepala berisi otak jenius ku ini hyung pabbo!"

" Itu salah mu sendiri dongsaeng pabbo."

"MWO?"

"APA?"

" Aish, kenapa harabeoji menjadikan mu cucu kesayangannya? Padahal saat sedang misi kau hanya bisa tebar pesona pada yeoja-yeoja tidak berguna itu?!" Qui Xian hanya mengacak surai hitam kelamnya itu frustasi. Hah harabeoji pasti salah menjadikan namja tukang tebar pesona yang dengan terpaksanya aku akui bahwa dia yang berstatus hyung ku ini sebagai cucu kesayangannya. Tidak salah jika dia tebar pesona ya mengingat hyung ku ini di juluki sebagai seorang cassanova, tapi tetap saja aku jauh lebih tampan dari hyung berjidat lebar ini. Sepertinya bukan hanya harabeoji saja tapi dunia ini memang aneh. Hhh

-Byleth515-

Oke, mari kita tinggalkan dua namja yang masih betah beradu mulut itu. Semoga saja supir yang membawa mereka bisa tetap fokus menyetir meskipun ada di tengah-tengah suara yang pasti sangat mengganggu gendang telinga itu.

Ditempat lain, tepatnya di SM High School - Sekolah terfavorit di Seoul –. Kita lihat ke sebuah kelas yang bertuliskan 3-A, dimana kelasnya sangat tertata dengan rapi dan jangan lupakan pandangan murid-muridnya yang terfokus pada sang guru. Tidak salah jika kelas yang berembel-embel A ini merupakan kelas yang isinya anak-anak berotak cerdas disamping keluarga mereka yang digolongan keluarga konglomerat.

Tapi tunggu, dikelas ini ada seorang murid dengan kulit putih bersurai hitam kelam dan jangan lupakan obsidiannya yang hitam yang seakan menarik raga kita untuk masuk kedalamnya. Bukankah sangat indah makhluk satu itu?

Tapi perlu diingatkan sekali lagi kenapa dia hanya melihat keluar jendela? Apa diluar sana begitu menarik? Atau kedaan di ruang kelas ini yang membosankan baginya?

Krieeenngg...

Bunyi bel pertanda jam pelajaran untuk hari ini selesai pun berbunyi. Semua siswa menghela nafas dan meregangkan otot-otot mereka yang kaku atas semua kegiatan belajar mengajar satu minggu.

" Oke saem minta kalian tidak lupa mengerjakan tugas yang saem berikan tadi dan selamat berlibur."

" Neee..." Jawab semua siswa siswi itu serempak.

Dan sang guru pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan kelas yang tiba-tiba menjadi ramai itu. Para siswa siswi mulai berhambur keluar kelas untuk menuju asrama mereka ataupun pergi bermain mengingat ini adalah hari jum'at dan besok mereka libur, tapi ada juga beberapa siswa yang memilih untuk tetap tinggal di kelas hanya untuk mengobrol dengan yang lainnya.

.

" Yo bumie." Ucap salah satu siswa yang bisa dibilang bertubuh sedikit mungil dan berparas manis bahkan cantik untuk ukuran seorang namja.

" Hm."

Seakan tidak peduli dengan jawaban yang sungguh bisa membuat emosi naik itu, dia - namja berparas cantik itu - tetap melanjutkan langkahnya untuk menuju salah satu meja yang ada dideret belakang dekat jendela itu.

" Malam minggu ini GD beserta teamnya mengajak kita untuk tanding ditempat biasa, apa akan kau terima?" Tanya namja itu setelah mendudukkan dirinya dibangku kosong sebelah orang yang dia panggil Bumie itu.

" Terserah." Lagi lagi hanya satu kalimat pendek yang keluar dari bibir merah itu.

" Oke, dan kalian..." Ucapnya sambil mengedarkan pandangannya ke teman yang sudah bisa kita tebak masuk dalam jajaran team mereka itu. " Kalian akan ikut kan?"

" Pasti hyung, itu pasti akan menyenangkan kekeke." Timpal seseorang yang memiliki tubuh kekar.

" fix Kanginie ikut,bagaimana dengan kau Hae, Hyuk, dan kau Chulie hyung?"

" Aku dan Hyuk pasti ikut Yesung hyung." Teriak salah satu yang memiliki wajah seperti ikan itu yang dipastikan bernama Hae atau Donghae.

Yesung menganggukkan kepalanya untuk menanggapi ucapan Donghae.

" Aku juga dan aku pastikan China oleng itu juga akan ikut bersama kita." Ujar Chulie atau Heechul tanpa mengalihkan perhatiannya dari cermin yang selalu ia bawa.

" Ship aku serahkan urusan China oleng mu itu padamu hyung." Yesung atau yang biasa dipanggil Sungie itu mengarahkan jempolnya pada orang yang dia panggil hyung tadi.

" Semua setuju jadi nanti aku akan menghubungi D-Lite jika kita menerima tantangan mereka, dan kau Bumie kau harus menang lagi kali ini."

"Hm"

Hhh untung kita sudah mengenal mu lama jadi aku tidak masalah dengan sikap mu itu Bumie... jika tidak sudah kupastikan kau sudah menerima jitakan sayang dariku sejak tadi. Ck! Gerutu Yesung dalam hati yang merutuki sifat dingin Kibum yang bahkan hanya menjawab semua pertanyaannya dengan hm atau kata-kata singkat lainnya. Benar-benar Ice Prince huft.

Dan semuanya pun kembali dengan kegiatannya masing-masing. Kibum dengan pandangannya yang masih keluar jendela entah memandang apa, Yesung dan Kangin yang sibuk dengan gadged mereka, sepasang HaeHyuk yang masih ribut entah soal apa, dan terakhir si cantik Heechul yang masih setia mematut dirinya didepan cermin ajaibnya.

Mungkin mereka akan tetap bertahan disitu sampai salah satu dari mereka sadar diri untuk beranjak pergi kembali ke asrama dan memulai liburan mingguan mereka.

-Byleth515-

.

TBC

.

Akhirnya Chapter 2 berhasil By keluarkan. Hah mian, sekali lagi mian jika masih membosankan dan banyak typos. Terima kasih juga untuk para reader dan revienya untuk chapter 1. Review kalian sangat berguna dan membantu By, apalagi yang masalah Title. Hehehe By kurang fokus kemarin hingga salah Title sekali lagi gomawooo.

.

Chapter 2 ini By publish secepat yang By bisa, mengingat real yang banyak tugas juga. Jadi maaf jika masih kurang memuaskan untuk kalian.

By tetap meminta review para reader semua demi meningkatkan semangat dan gaya tulisan By. Okeee

.

Thank to :

Gnagyuu . lia liaw . jihyunelf . cuttiekyu . Retnoelf . tamara . Han Jjemin . lydiasimatupang2301 . widiantini9 . cinya . Annishi692 . Kim Nayeon . kihyunelf . name . and Guest

.

Review again please~

.

Thank You

.

Byleth515