Chapter 4
Who are you ?
.
Kim Kibum x Cho Kyuhyun and Other members Super Junior and TVXQ
.
Summary : Bukankah cinta tidak memandang usia? Lalu apa masalahnya?.."Demi Tuhan, kita sangatlah berbeda!"/"hm"/"aish!"/"kau milikku Cho."/"MWO!"
.
Rated : T
.
Warning : Yaoi, Typos, Don't Like Don't Read
.
Para cast adalah milik South Korea dan cerita adalah milik By
.
Happy Reading
Sorak-sorai para muda-mudi begitu memekakkan berbaur dengan dengungan suara yang keluar dari mobil-mobil yang entah sudah sejak kapan berjajar rapi memenuhi salah satu jalanan di kota Seoul ini. Suara dentuman musik yang berhasil membuat para pendengarnya meliuk-liukkan badan mereka. Puluhan binar mata saling adu pandang dan menyusuri sekitar arena, entah hanya untuk melihat mobil-mobil yang begitu keren atau hanya untuk menikmati suasana tempat ini. Puluhan bibir pun saling berbicara, saling memuji, atau bahkan saling mengomentari setiap apa yang mata mereka tangkap.
Suasana gembira menggambarkan sebuah kebebasan yang tergambar jelas dari wajah-wajah anak adam dan hawa itu. Dan suasana bertambah ramai lagi saat 5 mobil mewah memasuki arena dan menempati ruang mereka. Lamborgini Aventador J warna silver dijajaran paling kanan disusun Lamborgini Pregunta Concept warna biru metalik, McLaren P1 warna hitam, Ferrari LaFerrari warna merah, dan Zenvo ST1 warna putih diujung paling kiri.
Kelima mobil itu berhenti sejajar menarik setiap mata untuk melihatnya seakan berkata Sang raja jalanan telah datang. Seperti mengagumi, terkesima, tidak percaya dan entah apalagi yang bisa mata mereka uangkapkan karena melihat mobil-mobil yang jumlahnya bisa dihitung di dunia ini.
Yesung keluar dari mobil Ferrari merahnya terlebih dahulu. Lalu Hanggeng dan Heechul yang membawa cermin kebangsaannya keluar dari mobil berwarna silver. Tak lama juga Kangin turun dari mobil putih kesayangannya. Terdengar sedikit keributan saat mobil Lamborgini berwarna biru metalik terbuka pintunya. Yah, kalian bisa menebakkan siapa yang pastinya sering ribut dan adu mulut di kelompok mereka duo hiperaktif itu pastinya. Sedangakn Kibum? Dia masih setia didalam mobil hitam kesayangannya.
Di sebrang mereka juga sudah ada empat mobil yang tidak kalah keren dan mahal dari mobil-mobil mereka. Tepat diatas kap mobil lawan mereka duduk dengan sangat tenang.
Drap
Drap
Drap
Yesung mendekat kearah lawan mereka malam ini. " Yo GD-ya." Ucapnya santai sambil melambaikan tangan kearah yang dia sapa. Alih-alih dia menghampiri seorang yang tadi disapanya, Yesung malah memilih melangkahkan kakinya menuju temannya – ke arah D-Lite.
" Ck ku kira kau tidak akan menghiraukan ku." Cibir D-Lite saat Yesung berada disambingnya.
Yesung hanya mengangkat bahunya " Tidak mungkin kan jika aku mengabaikan orang yang mengirim pesan mengajak untuk bermain." Dia mengedarkan pandangannya. " Dimana TOP?"
" Dia tidak datang. Ada urusan katanya."
Hhh
" Pantas aku tak melihat si jangkung itu. Ku kira dia tidak ada karena takut kalah lagi dengan ." Yesung terkekeh mengingat kejadian saat dia mengalahkan TOP minggu lalu.
Pria berambut putih itu memutar bola matanya malas. Ingin sekali rasanya Ia mencibir pria bersurai hitam disampingnya itu. Tapi rencana kegiatannya itu harus tandas ketika ada suara yang menginterupsi pembicaraan mereka.
" Jadi?"
Mereka sontak mengalihkan pandangan mereka keasal suara.
Dengan melihat seringai tipis dari orang ada satu meter disampingnya itu, Yesung langsung bisa mengerti dan mengangguk-anggukkan kepalanya. " ahh..." Yesung langsung menunjuk lurus mobil hitam mewah yang ada disebelah mobilnya tadi dengan jari telunjuknya. " Sepertinya Bumie masih memberi mantra pada mobilnya agar menang melawanmu malam ini GD-ya."
Namja yang barusan dipanggil GD itu langsung melompat turun dari atas kap mobilnya, lalu berjalan dengan santai kearah mobil yang akan jadi rivalnya malam ini. Setiap langkahnya bagaikan magnet yang mampu menarik semua yang ada disekelilingnya. Lihatlah sekarang semua mata tertuju padanya, melihat setiap langkahnya yang tenang namun pasti.
Tok
Tok
Dia menggetok kaca mobil hitam itu meminta si pemilik untuk menurunkan kaca jendelanya. Berlahan kaca itu turun dan memperlihatkan seseorang dengan tampang dinginnya. Takut? Tidak, anggap saja GD sudah biasa dengan wajah es itu.
" Yo Kibum." Sapa GD sambil melipat tangan kanannya untuk bersender dijendela mobil yang barusan dibuka itu.
" hm."
" ahaha kau masih sama saja seperti minggu lalu."
" Sampai semua gunung es diutara mencair pun dia tetap akan seperti itu pabbo. Kau hanya akan membuang waktu jika menunggu dia mengucapkan kata ' Halo juga GD ' atau kata-kata tidak berbobot lainnya."
GD membalik tubuhnya kebelakang menatap sosok yang barusan berbicara. " ahaha aku hanya memastikan apa dia masih sehat atau tidak hyung cantik. Siapa tahu tanpa kalian ketahui kepala Kibum terbentur lalu dia sedikit banyak bicara sekarang."
" Andai bisa, aku yang akan membenturkan kepala si es itu dengan tangan ku sendiri agar dia bisa terlihat sedikit menjadi manusia." Celetuk Heechul sinis.
" Jika kau melakukan itu yang ada Kibumie langsung jadi gila hyung. Ahahha. Benarkan Hyuk?" Serobot Donghae dengan tawa menggelegarnya.
" Benar kau benar sekali Hae. Ahahah kasian Kibumie nanti."
Sontak semua yang mendengar celotehaN duo hiperaktif itu langsung ikut tertawa.
Pletak!
Dan jitakan maut lagi-lagi mendarat dikepala Donghae yang tertawa terpingkal-pingkal.
" Adooww ampun hyung." Ucap Donghae yang langsung melindungi kepalanya dan berlari menuju patner sementaranya – Hyukjae.
Sedangkan yang dari tadi dibicarakan tetap diam dengan tenang dia balik kemudinya – stay cool. " Ayo ." Ucapnya dingin sambil mulai memanaskan kembali mobilnya.
GD yang merasa sudah mendapat lampu hijau langsung meninggalkan tempatnya berdiri. Dia berlari kecil kearah mobilnya. Memasang kuncinya, memutar dan menyala mobilny a untuk bersiap membelah jalanan malam ini.
Kibum dan GD memacu mobil mereka pelan untuk memasang tempat digaris start. Semua orang mengikuti mobil mereka dari samping dan belakang termasuk Heechul, Hanggeng, Kangin, dan HaeHyuk couple. Yesung, D-Lite, dan beberapa teman se-team GD pun ikut mengikuti mobil mereka.
Di depan garis start sudah berdiri gadis cantik berambut drag brown sepinggang dengan pakaian yang sangat menggugah iman. Rok pendek hitam ketat berpadu dengan baju krah tanpa lengan membalut kulit putih mulus gadis itu. Gadis itu pun berjalan dari kanan ke kiri lalu kembali lagi ketengah-tengah antara mobil Kibum dan GD.
" Everyone... are you ready?" teriak gadis itu sambil mengangkat sapu tangan warna putih ditangannya keatas. Teriakan kata ' ready ' pun terdengar sangat keras dari semua penonton yang sudah tidak sabar untuk menyaksikan pertandingan ini.
" ONE "
Kedua mobil mulai bersiap-siap. Kibum dan GD sama-sama memanaskan mobil mereka. Suara derum mobil yang sangat keras pun terdengar memanaskan atmosfer sekitar.
" TWO "
Kibum dan GD saling melirik dan melempar seringai mereka masing-masing sebagai isyarat ' semoga beruntung ' untuk sang lawan.
" THREE "
Sapu tangan dijatuhkan dan permainan pun dimulai. Kibum dan GD langsung melepas pedal gas mobil mereka dan melesat dengan sangat cepat. Semua orang berteriak menyemangati dari belakang menanti siapa yang akan menjadi pemenang malam ini.
.
Kibum POV
.
Aku melepas pedal gas ku dan melesat membelah jalanan. Ini bukan pertama kalinya aku balapan dan bukan pertama kalinya aku merasakan race ini. Bisa dibilang malah aku sudah terbiasa dan hafal dengan race yang dijadikan balapan di kota ini atau kota-kota tetangga.
Race ini tidak terlalu panjang namun memiliki sembilan tikungan yang tajam-tajam dan tikungan terakhir adalah tikungan yang paling tajam.
Aku melirik mobil Lykan Hypersport putih disamping ku. Aku akui mobil itu memang memiliki kecepatan asli diatas mobil ku ini dengan kecepatan tertinggi 385 km/jam dengan mesin Flat Six Twin Turbo.
'Meskipun kecepatan mobil ku 375 km/jam namun jangan sebut aku sebagai raja jalanan jika aku kalah malam ini' – ujarku dalam hati sambil memasang seringai andalan ku.
Terus menambah kecepatan laju mobil ku adalah tindakan yang ku lakukan saat ini, tikungan pertama, kedua, dan kita masih seimbang. GD memang lawan yang pas untukku. Dia selalu memberikan hasil balap yang memuaskan. Ditikungan ke tiga aku lihat mobil GD sedikit melebar, tanpa membuang kesempatan ini aku langsung menekan pedal gas ku semakin dalam dan berhasil mendahuluinya sampai tikungan ke tujuh. Saat mendekati tikungan ke delapan dia menggunakan Flat Six Twin Turbonya. Shit! Dia berhasil melewati ku ditikungan terkutuk ini. Sepertinya dia memang sengaja mempersiapkan mesin Turbonya ditikungan ini.
'Tinggal tikungan akhir lihat dan perhatikan lah GD-ya'
Tikungan kesembilan atau yang terakhir sudah didepan mata, aku mulai bersiap-siap. Ku tekan dalam-dalam kopling mobil ku dan memindahkan pada posisi gigi 2, aku lanjutkan dengan menekan gas mobil sampai 4500rpm. Seketika aku langsung melepas kopling ku. Aku rasakan putaran yang sangat kuat pada ban mobil ku. Aku menyeringai puas, pelepasan kopling dengan mesin yang berputar sangat cepat ini membuat ban mobil belakang ku kehilangan traksi yang menjadikan bagian belakang mobil ku melintir dan aku yakin diluar sana akan ada asap yang mengepul karena efek ban mobil belakang ku.
'Inilah kesempatan ku' Ku lihat mobil GD sedikit bergeser karena melebar dan ini semua sesuai dugaan ku. Kekeke Dia menggunakan kekuatan Turbo saat tikungan kedelapan yang sebenarnya itu akan membuat dia kerepotan saat melakukan drift setelahnya.
Aku kembali menekan kopling ku, membanting sedikit setir ku dan menekan gas semakin dalam. Mencoba kembali mengambil alih posisi depan dan memenangkan permainan malam ini. Di depan sana semua sudah berkumpul dan bersorak. Aku memasuki garis finish 2 detik lebih dulu dari GD. Kini aku kembali menekan kopling ku dan melakukan drift kecil dengan memindahkan beban bobot mobil ku dari belakang kedepan dan GD juga melakukan hal yang sama disebelah ku.
.
Normal POV
.
Sorak sorai membahana menyambut kedatangan juara malam ini. Tepuk tangan dan teriakan selamat begitu memekakkan telinga. Semua berkumpul dan mengelilingi dua mobil yang baru saja selesai bermain itu.
Kibum turun dari mobilnya. Dalam hitungan detik yang sangat cepat dan karena refleks Kibum yang sangat bagus, kini Donghae berhasil mencium body mobil kibum. Semua mata terpaku sejenak kemudian tawa yang sangat keras mengikuti setelahnya.
" Tangan mu hyung." Ucap kibum dengan muka datarnya.
Sedangan Donghae sendiri mengelus pipinya yang sedikit memerah. " Kau jahat sekali Bumie "
" Hn "
Donghae hanya berdecak dan terus menggerutu kecil mengesampingkan wajah tampannya yang sekarang sudah berubah sangat imut.
" KIBUM! " Semua mata tertuju pada sang pelaku peneriakan nama Kibum. Kibum sendiri dengan muka datarnya hanya mengedikkan bahu.
" Ahhh! Aku kalah dari mu lagi~~ aish. " GD pun mengacak rambutnya frustasi pasalnya ini adalah kali ke-3 dia tak mampu mengalahkan Kibum. " OK. Seperti biasanya, kalian semuanya pergilah ke club VIP. Aku traktir kalian sepuasnya."
Selepas GD mengucapkan kata-katanya dan kembali ke mobil putihnya lalu menjalankan mobilnya itu yang langsung diikuti semua orang yang masuk kedalam kelompoknya. Semua orang yang ada disana pun langsung berteriak kesenangan lalu mengikuti masuk kemobil mereka masing-masing dan menyusul GD-cs untuk mendapatkan gratisan bersenang-senang. Inilah yang mereka semua nantikan. Sudah menjadi rahasia umum dimana saat kelompok Kibum dan kelompok GD bertarung maka yang kalah akan merelakan isi dompetnya untuk semua yang ada dalam jangkauan permainan tersebut. Mentaktir semuanya tanpa terkecuali untuk berpesta. Yang tentu saja itu akan membuahkan sebuah jeritan bahagia dari semua orang.
Dan malam ini mereka semua menghabiskan sisa malam di club VIP dengan tampang bahagia yang sangat kentara.
.
-Byleth515-
Di mension Park
.
Tok
Tok
" Masuk. "
Seseorang bersurai coklat itu masuk berlahan setelah mendapatkan ijin. Melangkahkan kaki jenjangnya kehadapan sosok yang jauh lebih berumur dibandingkannya.
" Harabeoji "
" Um.. waeyo Gui Xian?"
Gui Xian hanya mendapat respon dari kakekny aitu pun malah berdiam diri. Dirinya masih menata hatinya untuk bertanya kepada kakeknya mengenai masalah 'itu'. Dia ragu namun penasaran, dia ingin bertanya namun tidak tahu harus mulai dari mana. " Eumm..."
" Apa kau ingin bertanya kenapa harabeoji memasukkan mu dalam misi ini?" Tn. Park menatap salah satu cucunya itu dengan pandangan yang sulit diartikan. Sebenarnya dia juga ragu untuk menempatkan cucunya itu pada misi ini karena itu sama saja mengingatkan kembali kenangan yang sangat menakutkan itu belum lagi kemungkinan yang buruk juga bisa saja terjadi pada cucu-cucunya itu. Tapi disatu sisi lainnya dia juga ingin melihat cucunya itu terbebas dari itu semua.
melangkah mendekati cucunya, menepuk pundak itu dan mengajaknya untuk duduk diatas sofa yang ada didalam ruang kerjanya. " Duduklah."
Gui Xian hanya menurut perintah sang kakek untuk mendudukkan dirinya didepan sang kakek.
" Sebelumnya harabeoji ingin minta maaf jika keputusan ini membuat mu mengingat kembali pada masa lalu." mengambil jeda sejenak sebelum kembali berucap. " Sebenarnya harabeoji juga sedikit ragu namun harabeoji meyakinkan diri sendiri bahwa semua keputusan ini adalah yang terbaik. Seperti yang sudah dibicarakan kemarin, kasus ini adalah kasus yang sangat sulit. Bukan karena masalah ancaman terhadap president melainkan lebih ke pelaku kejahatan itu."
Pria bersurai coklat itu hanya diam mendengarkan kakeknya yang sedang bicara.
" Kelompok ini sudah ada sejak lama bahkan kau tahu sendiri bahwa almarhum kedua orang tua mu juga sempat mendapat tugas untuk mengungkap kepala dari kelompok ini meskipun tidak lama sampai kejadian tragis itu terjadi. Setelah itu pihak kemiliteran terus saja berusaha mengungkap dan menangkap kelompok ini namun hasilnya masih seperti ini. Setiap ada yang tertangkap pasti mereka tidak ada buka mulut bahkan banyak yang memilih bunuh diri dari pada buka mulut. Sampai akhirnya harabeoji mengambil keputusan untuk memasukkan kalian pada misi ini karena prestasi dan kemampuan kalian. Dan satu lagi, harabeoji berharap jika kasus ini selesai ditangan mu maka kau akan lebih bisa melepaskan kenangan buruk mu itu dan merelakan kepergian orang tua mu tanpa ada beban. Harabeoji tahu selama ini pasti kau masih sangat terpukul dengan kejadian 15 tahun silam itu. Kau pasti sangat ingin tahu siapa dalang dibalik kejadian itu. Jadi, ini adalah kesempatan mu Gui Xian, kesempatanuntuk menunjukkan pada orang tua mu diatas saja jika kau bisa mengungkap tugas terakhir yang diemban kedua orang tuamu."
mengakhiri kata-katanya dan melirik kearah seseorang yang duduk didepannya. Orang tua itu berharap agar cucunya itu memilkirkan kata-katanya dan bisa melakukan tugasnya dengan baik tanpa sebuah emosi yan g bisa menjadi bumerang untuknya sendiri. Orang yang menjabat sebagai jenderal di kemiliteran Seoul itu pun beranjak dari duduknya menuju ke arah pintu.
" Aku akan berusaha membuktikan pada orang tua ku dan harabeoji. Aku akan membuat mereka tersenyum melihat ku dari atas sana harabeoji. Aku berjanji."
Tersenyum. Ya tersenyum dengan kata-kata cucunya itu. " Berusahalah dan hati-hati." Dia melangkahkan kakinya lagi sampai depan itu, namun sebelum memutar knop pintu orang tua itu berbalik lagi. " Siapkan diri mu untuk besok Gui Xian dan selamat menikmati hari baru mu." Sebelum keluar terkikik sebentar membayangkan cucunya yang besok akan menghadapi kehidupan normalnya disamping misi berat yang ia pikul.
Shit! Semoga anak-anak labil itu terutama anak president itu tidak merepotkan dan aku bisa tenang menjalankan misi ku. Yosh! Gui Xian fighting! – iner Gui Xian sambil meyakinkan dirinya bahwa tak apa-apa menjadi body guard sementara.
.
-Byleth515-
.
Krieeennggg
Suara bel tepat jam 7.30 pun berbunyi, Semua siswa berhamburan berlari menuju kelas mereka masing-masing demi menghindari hukuman jika mereka sampai telat masuk. Namun meskipun begitu ada sepasang kaki yang berjalan dengan santainya dari arah taman belakang sekolah. Perawakannya yang sungguh sangat menawan dengan kulit putih rambut hitam ditambah dengan setelan seragam sekolah yang sangat pas membalut tubunya. Dia berjalan dengan tatapan lurus memandang kedepan. Wajah sempurna, otak jenius, berasal dari keluarga yang sangat berkuasa yah meskipun sikapnya yang bisa dibilang sangat dingin namun itu semua tidak bisa menutup kenyataan bahwa dia menjadi prince disekolahan ini.
Sedangkan dari arah gerbang sekolah bisa kita lihat seorang yang dengan kekuatan kaki penuhnya berlari masuk kearea sekolah menelusuri setiap lorong-lorong lantai satu yang ada. Tujuannya hanya satu menuju keruang kepala sekolah yang ada dilantai tiga.
Shit! Gara-gara hyung sialan itu yang meninggalkan ku di asrama sekarang aku harus telat dihari pertama sekolah. Akh! Masih dua lantai lagi. – gerutu laki-laki itu sambil menambah kecepatan larinya saat sampai dilantai dua. Tikungan terakhir lalu naik tangga dan belok kiri. Yosh sedikit lagi. Dan...
Bruukk
" akhh.." lengkuh pemuda bersurai coklat itupelan.
Tanpa pikir panjang lagi karena mengingat dia telat, dan tanpa memandang seseorang yang menjadi korban tabrakannya, laki-laki bersurai coklat itu langsung buru-buru menyambar tasnya yang tadi sempat terlempar dan kembali berlari menaiki tangga.
Disisi lain, korban tabrak lari itu hanya menautkan kedua alisnya. Sepertinya dia sedikit kaget dengan apa yang baru saja menimpanya namun masih mampu dia sembunyikan dengan wajah stoicnya. Dia menggeleng sedikit lalu berdiri dan melanjutkan jalannya lagi.
.
Kyuhyun POV
.
Hosh Hosh
Aku mencoba menetralkan nafasku yang sempat terpenggal-penggal. Setelah merasa lebih baik aku merapikan seragam sekolah ku dan mengetok pintu yang ada didepan ku.
" masuk."
Karena sudah mendapat jawaban dari arah dalam, aku mencoba memutar knop pintu dan masuk berlahan. Aku membungkukkan badan ku sebagai tanda kesopanan sekaligus mencoba memberikan image baik dihari pertamaku yang sebenarnya sudah hancur karena keterlambatan ku ini.
Aku mengedarkan pandangan ku kedepan lagi, dan disana tepat didepan kepala sekolah aku melihat hyung pabbo ku dengan cengiran cassanovanya. Jika saja disini hanya ada kami berdua sudah bisa ku pastikan bahwa hyung ku itu hanya tinggal nama. Ck!
" Duduklah Kyuhyun-shi." Ucap kepala sekolah itu dengan pandangan ramahnya kepada ku.
Tanpa menyia-nyiakan waktu lagi aku mendudukkan diri ku dikursi depan orang yang aku tahu sebagai kepala sekolah SM High School ini dan tertunya disamping ku ada Yochun hyung yang sepertinya sudah bertengger disini sedari tadi.
" Sebelumnya terima kasih untuk kedatangan anda-anda sekalian. Saya sudah menerima surat dari Jendral Park dan saya sama sekali tidak keberatan untuk itu semua." Aku mencoba memberikan senyum tipis ku untuk menanggapi ucapan kepala sekolah itu.
" Semua data-data pribadi anda berdua, kami dari pihak sekolah sudah merahasiakannya. Hanya saya dan kepala bagian kesiswaan yang tahu tentang ini semua. Yoochun-shi, anda akan menjadi guru musik sementara karena guru musik yang lama sedang cuti melahirkan. Sedangkan Kyuhyun-shi akan menjadi salah satu murid di kelas 3-A dimana Kibum-shi juga ada dikelas itu. Kami dari pihak sekolah meminta bantuan anda sekalian." Dan pria berkedudukan itu pun mengulurkan tangannya untuk berjabat pada kami.
.
Normal POV
.
Yoochun dan Kyuhyun yang mendapat perilaku itu pun segera menerima jabatan tangan dari sang kepala sekolah dengan seutas senyum menawan dari keduanya. " Terima kasih untuk bantuan dan kerja sama anda." Ucap Yoochun sambil membungkukkan sedikit badannya yang diikuti oleh Kyuhyun.
Setelah itu ketiganya pun beranjak dari ruangan itu. Kepala sekolah kini mengantarkan Kyuhyun ke lantai dua dimana kelas 3-A berada setelah sebelumnya mengantarkan Yoochun ke ruang guru.
Dan disinilah Kyuhyun berada sekarang. Didepan pintu sebuah ruang kelas yang bertuliskan 3-A ditembok atas dekat daun pintu.
Tok
Tok
Kyuhyun mengetok pintu itu pelan dan membungkukkan badannya setelah melihat guru yang sedang mengajar disana menolehkan kepalan kearahnya. Kyuhyun berjalan pelan namun tegas kedalam kelas itu. Dia menyadari bahwa semua mata tertuju padanya saat ini. Pemuda itu berhenti tepat di samping sang guru dan menghadapkan badannya ke arah semua murid dikelas ini.
" Semuanya... hari ini kalian mendapatkan teman baru. Dia pindahan dari New York. " Kata sang guru itu dengan tegasnya. Lalu mempersilahkan Kyuhyun untuk memperkenalkan dirinya. " Perkenalkan nama mu pada teman baru mu."
.
Kyuhyun POV
.
Setelah mendapat perintah untuk memperkenalkan diriku, Aku pun melangkahkan kaki ku satu langkah kedepan.
" Annyeong. Cho Kyuhyun imnida. Bangapsmida." Ucapku sambil mengedarkan pandangan ku keseluruh area kelas.
Dari pandangan ku, kelas ini tidak ada yang istimewa. Hanya sebuah kelas biasa. Namun mata yang sewarna rambutnya itu pun bisa menangkap beberapa wajah yang bisa dibilang diatas rata-rata.
Dan kata-kata itu pun seakan menginterupsi pandangan ku untuk berhenti menilai seluruh isi kelas ini. " Kau bisa duduk di bangku belakang yang kosong dekat Kibum-ah itu Kyuhyun-ah. Dan kita akan melanjutkan pelajaran kembali."
Aku menatap guru baru ku ini lalu membungkukkan badan ku. Setelahnya aku membawa kaki ku kebagian deretan bangku belakang untuk menuju bangku yang akan aku duduki.
Kibum, ya aku mengingat nama itu. Nama itu tepatnya Kim Kibum itu adalah anak dari pemimpin negara ini. Dan dia jugalah yang akan menjadi tanggung jawab ku selama beberapa waktu kedepan. Ahh apakah aku bisa mengatakan bahwa dia tanggung jawab ku? Mengingat ancaman yang ditujukan kepada president yang menjadikan salah satu alasan aku dimasukkan ke misi rahasia ini, Sepertinya memang pantas jika aku mengatakan kata-kata itu tadi.
Hhh
Aku mencoba menghela nafas ku sesaat setelah mendudukkan diriku di bangku baru ku. Aku melirik sekilas pemuda disampingku ini dengan ekor mataku. Bisa aku lihat bahwa dia memiliki rambut yang sehitam arang dengan kulit putih bak porselin.
Tidak salah jika dia menjadi anak orang nomor satu di negara ini. Ck! Pasti dia manja. - iner ku sedikit sinis.
" Ternyata kau."
Aku mendengar suara itu. Meskipun lirih dan berkesan dingin, namun kata-kata itu mampu membuat ku mengerutkan dahi bingung.
" Ehh..."
.
-Byleth515-
.
TBC
Akkhh! Chapter 4 kelamaan update mianhae T_T /gelendotan dilengan Kibum/. Bagaimana chapter ini? Apakah masih banyak yang bingung dengan jalan ceritanya? By itu baru... jadi harap dimaklumi jika pemilihan kata-kata By tidak memuaskan.
Sebagai gantinya.. By sudah mempertemukan tokoh utama kita~ yaa meskipun hanya secuil sebelum kata-kata TBC. Kekeke
Dan untuk para reader baru atau lama big Thanks sudah mengikuti jalan cerita dari By /bow/
.
Nanakyu : ini dilanjut~ hehe mian By terlalu sibuk akhir-akhir ini. Dan gomawo sudah suka ff abal-abal By... /kekepin Kyuhyun/
Sur0203 : chap kemarin belum karena ketemunya di chap ini... dan sepertinya pertanyaan mu semua bisa dijawab di chapter ini. Hihihi selamat mencari jawaban mu chingu~
Hwang635 : yee lanjuuuuttt
Han Jjemin : kau selalu sibuk bumie~ kekeke kibum memang harus cool dong,,,, /angkat banner KibumCool :v/
Shofie Kim : hol reader baru~ thank you sudah berkenan review... ini ini disini mereka ketemu kekeke sabar untuk interaksi lainnya ne~
Hanna shinjiseok : fighting! Ahahaha seperti apa ya nanti kyuhyun jika melaksanakan tugasnya... /mikir dipangkuan Kibum/
Lydiasimatupang2301 : Kibum kan anak orang kaya,,mainnya di pub dong~ /digaplok Kibum/ untuk kenangan kyuhyun dengan tato naga merah back di chapter 1 ne~...pasti akan ketemu jawabannya.
Tiktiktik : ini sudah diusahakan panjang... hihihi kihyun moment nanti dipikir pikir ahh :v
Loeloe07 : yes lanjuuutt...
Retnoelf : nee ini lanjuutt...
Aprilside : haii~ semoga sekarang sudah tidak bingung lagi ne... gomawo sudah suka. Fighting!
Cuttiekyu : ini sudah diusahakan panjang~
Abelkyu : bosan lihat kyuhyun jadi magnae :v /ditendang Kyuhyun/
Gnagyu : next muncul :v ini sudah diusahakan panjang
Cuya8897 : annyeong reader baru~ ne ini yang selanjutnya...
Kihyunelf : chapter 3 memang belum ada moment kihyun~
Emon204 : kihyun chap 3 masih jadi tahanan/? :v... jendral park hanya loyal pada cucu-cucunya...
Melani. : ohhohh sepertiny harapan chingu tidak disetujui kihyun :v
.
Thank to :
Nanakyu | Sur0203 | Hwang635 | Han Jjemin | Shofie kim | Hanna shinjiseok | Lydiasimatupang2301 | Tiktiktik | Loeloe07 | Retnoelf | Aprilside | Cuttiekyu | Abelkyu | Gnagyu | Cuya8897 | Kihyunelf | Emon204 | Melani.
.
Review again pleaseee~
.
Thank You
.
Byleth515
