Chapter 7

Akhirnya By bisa update lagi setelah menelantarkan cerita ini begitu lama. Huweee By minta maaf readerdeul~ /bow/

Maafkan By karena memiliki banyak halangan untuk melanjutkan fic ini. Tapi sakit, tugas-tugas dan ujian memang menyita waktu By yang tidak banyak ini. T-T

Okee dari pada By banyak bicara lagi, lebih baik readerdeul membaca saja kelanjutan fic By. Maaf lagi jika di chapter ini banyak kesalahan dan belum memuaskan.

Selamat membaca...

.

.

Who are you ?

.

Kim Kibum x Cho Kyuhyun and Other members Super Junior and TVXQ

.

Bagaimana nasib Kyuhyun yang harus menjadi body guard dari makhluk paling dingin yang pernah ia kenal? Apakah dia bisa menahan diri agar dirinya tidak mengidap darah tinggi? Kekeke dan bagaimana dengan misi yang ada? Kita lihat saja - KiHyun story.

.

Rated : T

.

Warning : Yaoi, Typos, Don't Like Don't Read

.

Para cast adalah milik South Korea dan cerita adalah milik By. Semoga bisa diterima dan menghibur

.

" Nanana " Percakapan biasa

'Nanana' mind seseorang

.

Happy Reading

.

.

Setelah kejadian tadi, Kibum hanya duduk diranjang miliknya. Dia masih penasaran siapa namja manis tadi dan bagaimana dia bisa mengalahkan orang-orang tadi? Sungguh berbeda dengan penampilannya yang biasa-biasa saja. Tidak terlihat pandai dalam acara adu fisik.

Karena hal itu juga Kibum semakin tertarik pada namja itu. Semakin ingin mengenal dan memiliki. Hah? memiliki? sepertinya Kibum mulai gila karena teman sebangkunya itu. Mereka tidak saling mengenal namun Kibum bisa tertarik seperti ini.

Kibum mengambil HP yang ada disampingnya. Dan menulis kan sesuatu setelahnya.

.

To : Yesung hyung

Subjek : -

Hyung cari tahu tentang namja tadi. Aku tunggu kabar dari mu besok.

Send

Tak lama HP Kibum bergetar menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk. Kibum sedikit menyunggingkan senyumnya membaca pesan itu.

From : Yesung hyung

Subjek : akhirnya!

Sepertinya pangeran kutub kita tertarik sesuatu. Kasian sekali makhluk manis itu karena harus berurusan dengan pangeran kutub ini. Kekeke

Meskipun sedikit menambah pekerjaan ku... tapi demi sebuah keajaiban ini aku akan melakukannya bumie~

Kibum merebahkan tubuhnya. Mencari posisi nyaman untuk tidur. 'Kau harus bertanggung jawab karena membuatku penasaran Cho Kyuhyun. Harus!' gumamnya sebelum terlelap dalam tidurnya.

.

Pagi yang cerah untuk semua murid SMHS. Tak terkecuali untuk kelas 3-A. Semua murid kelas itu masih sibuk mengikuti pelajaran yang diajarkan oleh guru pengajar. Semua mata tertuju kedepan kecuali seorang murid yang duduk dipojok kelas yang hanya sibuk menutup matanya malas.

"Anak-anak kalian masih ingatkan jika sekolah kita akan mengadakan camping khusus murid kelas 3 akhir minggu ini?"

Seketika suasana kelas berubah sedikit ramai karena ucapan dari sang guru.

"Woaah saem kau mengingatkan ku."

"Saem aku sudah tidak sabar."

Saem...

Saem...

Yaahhh seperti itu lah kira-kira kelas mereka sekarang. Semua murid dengan sendirinya membicarakan acara tahunan sekolah mereka itu.

Brakkk!

Suara gebrakan meja yang sedikit kasar itu membuat mereka mengunci mulut rapat-rapat.

"Kalian tenang lah! Saem akan menjelaskan lebih rinci!." Semua murid hanya memilih diam jika saemnya yang satu itu sudah mulai emosi. Mereka tidak ingin mengambil resiko untuk membuat guru yang masuk kedalam jajaran killer itu mengamuk.

"Ehem. Pertama sekolah ini akan mengadakan camping seperti biasa di tempat yang biasa pula yaitu di daerah pegunungan yang ada dipesisir kota. Lalu untuk keperluan kalian saat camping nanti, pihak sekolah sudah menyediakan beberapa tenda. Tapi jika kalian ingin membawa tenda kalian sendiri tidak ada larangan. Ingat saat disana kalian akan diajarkan cara untuk mencintai alam dan cara hidup mandiri. Jadi saem minta kalian untuk mempersiapkan diri. Ada pertanyaan?"

"Saem apa kita di bagi kelompok?"

"Itu pasti! Jadi masing-masing kelompok 3 orang. Tapi karena kelas ini hanya terdiri dari 20 siswa jadi dengan terpaksa ada satu kelompok yang terdiri dari 2 orang. Kalian bebas memilih kelompok. "

Huwoooo

Teriakan kegirangan terdengar dari para murid wanita. Pasalnya mereka ingin satu kelompok dengan orang-orang populer di kelas mereka. Siapa lagi jika bukan Kibum cs. Wajah dengan tatapan memangsa terpampang jelas dari setiap kaum yang menyebut diri mereka hawa itu.

Kibum.. Kibum.. dengan ku ya...

Donghae dengan ku...

Kangin Eunhyuk..

Yesung...

Yaa kira-kira begitulah teriakan dari mereka para siswi. Semua berebut untuk mendapatkan kesempatan bersama sang pangeran sekolah.

Sedangkan nama-nama yang diteriak-teriakkan hanya memasang tampang tidak peduli.

"Mianhae.. aku, Yesung dengan si Monkey sudah satu kelompok." Ucap Donghae dengan wajah innocent yang dibuat-buatnya.

"Yak! Siapa yang kau sebut monkey itu nemo?" sungut Eunhyuk kesal.

"Ehh memang siapa hyukey."

Jika bisa hyukjae sangat ingin melempar patner gilanya itu dengan sebuah kursi. Namun dia masih sangat sayang nyawa untuk melakukan itu. Dia masih sadar jika guru killernya itu masih setia berdiri didepan kelas dengan memijat keningnya.

"Kalian semua diam! Saem membebaskan kalian memilih bukan berarti kalian harus ribut seperti ini!"

Glek

Seisi kelas menelan ludah mereka gugup. Mereka telah membangunkan singa kelaparan sekarang.

"Sudahlah. Kalian selesaikan ini semua. Saem hanya meminta daftar kelompok kalian saat pulang sekolah nanti. Selamat siang."

Hhh

Seisi kelas menghela nafas lega saat guru sekaligus wali kelas mereka itu meninggalkan kelas. Tepat setelahnya bel istirahat pun berbunyi dengan sangat nyaringnya. Kelas yang baberapa menit lalu mengalami keheningan itu sekarang mulai ramai lagi. Semua siswa sibuk mencari patner untuk mereka nantinya.

Ajakan-ajakan dari para yeoja maupun namja kepada Kibum cs pun tidak berhenti sampai itu juga. Mereka masih optimis untuk bisa memanfaatkan waktu camping ini. Meskipun mereka sadar jika pangeran-pangeran sekolah itu tidak akan bisa dipisahkan.

Para pangeran itu bukan sombong atau memilih teman. Mereka semua bebas bergaul dengan siapa saja. Namun tetap saja jika masalah kelompok mereka tidak akan mau berpisah dengan yang lain. Anggap saja ini ikatan semenjak mereka kecil.

Disaat semuanya sibuk. Namja pemilik surai coklat itu hanya menghela nafas berat. Dia sadar jika dia masih orang baru. Dan dia belum terlalu akrab dengan teman sekelasnya. 'Andai saja bisa berkelompok dengan kelas lain pasti akan bisa sekelompok dengan wookie dan ' – iner namja itu.

"Berikan HP mu."

Ehh...Kyuhyun bingung? Itu jelas. Pasalnya dia mendengar sebuah suara. Dia memalingkan kepalanya kesamping tepat menghadap teman sebangkunya. "Kau bicara dengan ku?"

"Hn"

"Ehh!" sepertinya pemuda itu masih belum jelas dengan maksud temannya itu. "Untuk apa?"

"Ck! Berikan saja."

Tanpa babibu dan dengan dahi mengkerut dia mengeluarkan sebuah benda hitam bersegi panjang itu dari kantong sakunya. Lalu memberikannya pada orang didepannya itu.

Kibum – namja yang meminta HP Kyuhyun itu dengan sangat tenangnya menjajah ah maksudnya melakukan sesuatu pada HP Kyuhyun. Sedangkan pemilik HP itu sendiri masih diam mencerna apa yang sedang dilakukan si manusia es itu.

Drrttt Drrrttt

Sebuah getaran HP menyadarkan Kyuhyun. 'Dia menelfon nomornya sendiri ?' – pikir Kyuhyun. Dan setelah itu dia menerima kembali Hpnya.

"Simpan dan bersiaplah untuk camping besok." Kibum berdiri dari tempat duduknya. Dan melangkahkan kakinya keluar kelas.

1 detik

2 detik

3 detik

Kyuhyun sadar. "YAK APA YANG KAU MAKSUD KIM KIBUM!" Kyuhyun berteriak keras sehingga membuat semua orang yang ada dikelas itu menatap Kyuhyun bingung.

Kyuhyun benar-benar dibuat geram dengan sifat Kibum yang terlewat dingin dan suka seenaknya itu.

Kekeke

Kyuhyun mengalihkan pandangannya kepada seseorang yang terkikik tadi. "APA!"

"Ahniyo...hanya saja..." pemilik suara itu menggantungkan sejenak kalimatnya lalu berjalan mendekati Kyuhyun. "Selamat datang."

Hah! Kyuhyun dibuat bertambah bingung lagi dengan ucapan teman yang ia ketahui namanya itu Kim Yesung. Salah satu teman baik Kibum. 'Selamat datang? Apa maksudnya'

"Apa maksud mu itu Kim Yesung-ssi?"

"kekeke tidak perlu seformal itu." Yesung mengacak rambut Kyuhyun gemas. Dan kelakuannya itu membuat Kyuhyun melontarkan deathglearnya tidak suka. "ahahaha kau imut sekali. Maksud ku selamat datang di kelompok kami. Kibum sudah memilih mu untuk menjadi patner dia saat camping nanti."

Pernyataan Yesung itu membuat semua makhluk dikelas itu diam. Tak terkecuali Kyuhyun. Dia masih mencerna kaliamat orang yang baru saja melangkah meninggalkannya.

"Sial. Dasar manusia es kutub. Seenaknya saja kau memutuskan secara sepihak. Akan ku balas kau. Tunggu saja." Cibir Kyuhyun kesal. Entah mengapa orang yang harusnya dia awasi dan jaga itu malah suka sekali membuat dirinya kesal. Kyuhyun ingin menghajar namja es itu agar tidak seenaknya sendiri. Tapi tentu saja tidak bisa karena dia adalah pengawal orang itu meskipun tanpa orang itu ketahui.

.

"Bumie kau benar akan berpatner dengan anak baru itu?" tanya Kangin saat mereka berhasil menyusul Kibum yang berada di kantin sekolah.

"Hm"

Semua mata temannya minus Yesung yang memang sudah tahu sesuatu dan Heechul yang asik dengan cerminnya kini menatap Kibum tak percaya. Pasalnya jarang sekali Kibum seperti ini. Memang bukan salah Kibum jika dia mau berpatner dengan siapa saja. Tapi sekali lagi. Kibum jarang sekali bahkan tidak pernah berperilaku seperti ini kepada orang yang baru ia kenal. Kejadian langka ini berhasil membuat mereka semua menyunggingkan sebuah seringai. Sedangkan Kibum yang menatap mereka datar.

"Sudahlah. Ini kan berarti kemajuan untuk si pangeran es itu." ucap seseorang tanpa mengalihkan pandangannya dari cermin yang memantulkan wajah yaa cantiknya itu.

"Hyung mana pesanan ku ?" Kibum menggerakkan tangannya ke arah Yesung. Sepertinya dia sedang meminta sesuatu hal pada Yesung.

"Ahh... ini." Yesung mengeluarkan secarik kertas dari dalam sakunya. "Tidak banyak data yang aku dapat. Lebih tepatnya hanya data secara garis besar saja yang aku bisa kumpulkan."

Kibum membaca sesuatu yang tertulis di kertas itu.

Teman-temannya yang sama sekali tidak mengerti hanya bisa mengerutkan dahi mereka. Penasaran. Bahkan Heechul mengalihkan pendangannya dari cerminnya kepada Kibum.

"Tidak seperti yang aku harapkan."

"Ya.. tapi hanya itu yang tertulis di data sekolah. Bahkan aku sudah mencari-cari data yang lain semalaman tapi tetap tidak ada hasil." Yesung menyesap jusnya. Dia sebenarnya juga sedikit merasa aneh. Data dari orang itu sangatlah minim tidak seperti data-data siswa lainnya.

"Apa itu?" Donghae yang tidak bisa menahan rasa penasarannya, akhirnya mengeluarkan suara yang menjadi perwakilan dari teman-temannya.

"Itu hanya data dari murid baru itu. Cho Kyuhyun. Tapi data yang ditulis pihak sekolah sangatlah minim. Hanya nama, tanggal lahir, tempat dia dulu, dan sekolah dia yang dulu. Keterangan keluarganya pun tidak ada banyak hanya tertulis jika dia yatim piatu. Sedangkan riwayat lainnya tidak ditulis dengan jelas." Yesung mengakhiri penjelasannya. Dia menatap teman sekelilingnya yang masih dengan tatapan bingung.

"Menarik." satu kata yang terlontar dari Kibum dan sebuah seringai yang menghiasi wajah tampannya itu berhasil menyadarkan para temannya dari rasa bingung.

"Memang menarik." ini komentar Kangin

"Sepertinya begitu." dan ini Hanggeng

"Ck! Kita buktikan." Heechul kembali berkutat dengan cerminnya setelah mengucapkan kata-kata itu.

Sedangkan dua hiperaktif masih meloadingkan otak mereka.

"Bumie.. kau..kau..."

"Kau tertarik dengan seseorang! Hah ini nyata? Benarkah?" dan kata-kata yang mengisyaratkan sebuah ketidak percayaan itu meluncur dari bibir Donghae. "Kita harus merayakannya! Harus! Benarkan Hyuk?"

Dan sebuah anggukan setuju pun dilakukan oleh Hyukjae. "Ini langka. Kita harus merayakannya. Bumie kau traktir kami."

Seketika semua yang ada disana memberikan tatapan datar namun memancarkan kesetujuan. Kibum yang dari lahirnya memang sudah datar itu hanya bergumam untuk melakukan apa yang salah satu hyungnya itu katakan. Dan mereka semua asik menikmati makan siang mereka yang gratis ini.

.

Kyuhyun sendiri hanya memilih untuk mendudukkan dirinya di taman belakang sekolah. Menatap sebuah kolam kecil yag ada didepannya. Dia membuka sebungkus roti yang sempat dia beli tadi dengan sebuah minuman soda kaleng.

Tap Tap

Kyuhyun mendengar suara langkah kaki seseorang dari belakangnya. Namun dia hanya diam seolah tidak menyadari sesuatu. Ini taman sekolah. Sudah bukan hal aneh lagi jika ada murid yang ingin menikmati taman belakang sekolah ini juga.

"Em.. em.. per-permisi."

Dan suara itu berhasil membuat Kyuhyun untuk membalik badannya. Dan saat itu juga dia bisa melihat seorang siswi yang berdiri di belakangnya tadi. "Iya?" Kyuhyun mencoba bertindak sesopan mungkin. Dia memandang siswi itu. Wajahnya tidak asing. Sepertinya mereka pernah bertemu.

"hmm.. gomawo untuk bantuan anda semalam." gadis itu menyerahkan sebuah jaket yang memang jaket itu milik Kyuhyun.

Kyuhyun ingat. Gadis ini adalah gadis yang hampir mendapatkan pelecehan seksual semalam. Gadis yang sempat Kyuhyun tolong.

Kyuhyun menerima jaketnya lagi. "Ah, bukan masalah. Aku hanya tidak sengaja lewat. Ahahaha." Kyuhyun sedikit tertawa untuk menghilangkan rasa kecanggungan yang bisa dia lihat dari gadis itu. "Lain kali berhati-hatilah."

Kalimat yang Kyuhyun lontarkan itu berhasil membuat sebuah semburat merah di pipi chubby gadis itu.

"Ini sebagai ucapan terima kasih ku." Gadis itu lag-lagi menyerahkan sesuatu yang sepertinya bekal makan siang.

"Eh apa ini?"

"Hanya bekal makan siang. Tolong diterima."

Kyuhyun dengan santainya menerima bekal itu. "Gomawo hm.." Kyuhyun melirik name tag gadis itu. "Seo Joo Hyun-ssi."

"Eh?"

Dengan sebuah senyuman yang terpatri di bibirnya. Kyuhyun memperkenalkan dirinya. "Aku Kyuhyun. Cho Kyuhyun."

"Cho Kyuhyun-ssi?"

"ahahaha. Jangan formal seperti itu. Cukup panggil Kyuhyun saja."

Berdebar. Seohyun berdebar saat mendengar dan melihat tawa renyah dari orang didepannya itu. Dia benar-benar tampan.

"hm jika begitu panggil aku Seohyun saja Kyuhyun-ssi ah maksudku Kyuhyun."

Kyuhyun hanya terkekeh pelan. "Ok. Jika begitu duduklah dan temani aku memakan bekal dari mu Seohyun-ah."

Seohyun serpaku sejenak. Dia menatap pemuda didepannya yang sedang asik membuka bekal makanan darinya itu. Sebuah senyum terukir dibibirnya dengan rona merah yang tidak lepas dari pipi putihnya. Dia mendudukkan dirinya didepan pemuda berkulit pucat itu. Merasa sangat senang karena orang yang berhasil menolongnya adalah orang yang sangat baik dan asik diajak bicara. Dalam sekejap mereka sudah asik dalam suatu obrolan dengan Kyuhyun yang asik memakan makan siangnya yang gratis itu.

.

-Byleth515-

.

Hari-hari yang ditunggu para siswa siswi SMHS pun tiba. Semua murid kelas 3 berkumpul didalam aula untuk mendapat pencerahan sebelum mereka pergi menuju ke tempat camping. Sedangkan dihalaman sekolah sudah menunggu beberapa bus untuk mengantar mereka ke pinggiran kota Seoul.

Setelah acara pencerahan dari kepala sekolah, semua siswa berbondong untuk memasukkan keperluan mereka masing-masing ke dalam bus. Disusul dengan diri mereka yang masuk kedalam bus sesuai dengan pembagian bus yang sudah diatur oleh panitia penyelenggara. Persiapan selesai, semua bus yang mengangkut para siswa mulai beranjak menjauhi area sekolah. Entah ini takdir atau apa, tapi kini Kyuhyun duduk bersebelahan dengan orang yang dia anggap sebagai manusia kutub utara itu. Meskipun didalam bus semua siswa ribut dengan celotehan masing-masing. Tidak untuk Kyuhyun dan Kibum. Tidak pernah tercipta suatu obrolan dari dua insan tersebut. Kibum sibuk memejamkan mata dengan earphone yang tergantung apik pada telinganya. Sedangkan Kyuhyun sendiri sibuk memandangi jalanan yang mereka lalui. Pikirannya kembali pada saat kemarin malam dia dan hyungnya itu diminta untuk datang ke markas kemiliteran.

.

Flashback on

Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan tersebut. Tadi siang saat disekolah dia mendapat pesan dari kakeknya jika dia dan Yoochun diminta datang ke markas kemiliteran. Ada sesuatu hal penting yang akan disampaikan kepada mereka sekaligus mereka akan dikenalkan dengan para anggota divisi khusus.

Dan disinilah dia dan kakaknya itu berada. Disebuah ruangan yang ia yakini bahwa ini adalah salah satu ruang rapat yang ada di kemiliteran. Dengan beberapa orang yang sudah menempati kursi mereka masing-masing. Tidak ada yang Kyuhyun kenal kecuali kakek dan kakaknya itu.

Ehemm

Sebuah deheman kecil membuat mereka yang ada di ruangan itu memfokuskan pandangan mereka pada satu titik.

"Maaf sudah meminta kalian datang kemari di jam yang seharusnya kalian istirahat. Tapi ini penting dan tidak bisa ditunda lagi." Sebuah suara dengan kewibawaannya sekarang menjadi titik pusat dari semua mata itu. "Tapi sebelumnya saya akan memperkenalkan 2 orang yang juga saya undang untuk hadir malam ini. Letnan Jung Yunho."

"Siap Jendral." Kata seseorang yang tadi dipanggil dengan jabatan Letnan itu tegas.

"Mungkin kau sudah tahu mereka dari profil yang aku berikan padamu tempo hari. Tapi tetap saja aku akan memperkenalkan mereka secara resmi sekarang. Mereka..." Pandangan Jendral dari kemiliteran itu mengarah pada 2 orang di samping kirinya. "Park Yoochun dan Cho Kyuhyun. Mereka dari divisi khusus New York. Sebenarnya mereka adalah keluarga ku. Mereka aku minta datang ke Seoul untuk membantu kalian dalam menangani kasus yang sudah 15 tahun berselang ini. Bukan aku meremehkan kemampuan kalian para divisi khusus Korea Selatan, Tapi ada beberapa alasan yang membuat aku meminta mereka datang dan bergabung dengan kalian. Aku harap kalian bisa bekerja sama dengan baik dan memecahkan kasus ini." Jelasnya panjang lebar.

"Saya mengerti Jendral. Saya percaya akan pilihan anda. Karena saya tahu jika anda pasti akan memberikan yang terbaik untuk kami semua. Terima kasih." Yunho sedikit merundukkan kepalanya sebagai tanda terima kasih. "Ijinkan saya untuk memperkenalkan diri saya dan divisi kami Jendral."

"Silahkan."

"Terima kasih Jendral. Perkenalkan kami berlima adalah divisi khusus dari Korea Selatan. Saya Jung Yunho. Saya adalah ketua di divisi ini. Disebelah saya Kim Jaejoong si penembak jitu laras panjang, Kim Junsu sebagai penyerang dan ahli dalam mendeteksi bahan-bahan peledak, Shim Changmin sebagai pengendali dalam dia ahli dalam IT. Dan satu lagi Park Jung Soo namun dia tidak hadir dalam rapat ini karena tugas dia yang menyusup dan memata-matai musuh. Jadi dia sedang berada di kawasan musuh untuk memantau pergerakan mereka. Saya sebagai ketua meminta bantuan dan kerja sama kalian."

"Saya Park Yoochun. Saya sebagai pengguna laras panjang namun saya juga bisa jadi penyerang." Kini Yoochun mengambil alih pembicaraan. "Dan ini Cho Kyuhyun. Dia ahli digaris depan dengan kata lain dia adalah penyerang. Dia pemegang senjata laras pendek."

"Mohon kerja sama dan bimbingan dari anda ketua." Ucap Yoochun dan Kyuhyun serempak sampil berdiri dan menundukkan sedikit tubuh mereka sebagai tanda hormat.

Mereka – tim divisi khusus saling membungkukkan badan mereka sebagai tanda permohonan kerja sama. Mereka saling melempar senyum lalu mendudukkan diri mereka kembali.

"Sekarang kita kembali ke inti pokok. Letnan Jung tolong kau jelaskan laporan terakhir mu."

"Baik Jendral."

Pemuda dengan postur tinggi melebihi rata-rata membagikan beberapa lembar kertas yang sudah disiapkan kepada seluruh anggota rapat.

"Sesuai laporan saya kepada anda Jenderal. Minggu lalu divisi khusus dan pihak kemiliteran kita berhasil menggagalkan transaksi mereka. Namun tidak ada yang bisa dijadikan sebagai sumber informasi lebih lanjut. Mereka lebih rela mati dari pada buka mulut."

"Setia sekali." Decih Kyuhyun sinis.

"Ya, mereka memang setia kepada tuan mereka. Dan itulah yang membuat kita sedikit kesusahan untuk mengkorek informasi. Posisi Park Jung Soo juga sepertinya masih belum kuat, terbukti dengan susahnya dia memberikan informasi kepada kita. Dan yang lebih lagi, kemarin mereka memberikan surat kaleng lagi kepada kita."

Semua mata minus Jaejoong, Junsu, dan Changmin kini menatap ketua dari divisi khusus itu.

"Apa isinya."

Yunho memberikan secarik kertas pada sang Jendral. "Tunggu kejutan ku untuk kalian." Ucap sang Jendral saat membaca secarik kertas itu.

"Asumsi saya, mereka marah karena kita lagi-lagi berhasil menggagalkan transaksi mereka. Sesuai surat kaleng yang pertama yang mengancam Presiden, kemungkinan besar sekarang mereka akan menjalankan aksi mereka untuk melukai putra dari Presiden, Kim Kibum. Besok juga SM High School akan mengadakan camping di sebuah pegunungan dipinggiran kota Seoul. Besar kemungkinan bahwa mereka akan memanfaatkan kesempatan itu untuk melukai putra Presiden. Kami akan mengirim beberapa pasukan kami untuk menjaga wilayah sekitar. Dan beberapa dari kami juga akan langsung turun kelapangan. Namun kami tetap akan menjaga jarak dengan posisi perkemahan agar tidak ada yang curiga maupun merasa gelisah karena ada pasukan kemiliteran disekitar mereka. Saya hanya ingin meminta bantuan dari Park Yoochun-ssidan Cho Kyuhyun-ssiuntuk memantau Kim Kibum dan para peserta kemah dari area dekat. Mengingat mereka menyamar sebagai guru pengganti dan murid yang ikut acara itu, jadi mereka yang akan lebih leluasa untuk pengawasan jarak dekat sedangkan kami yang dari jarak jauh." Letnan dengan tubuh tegap itu mengakhiri laporannya.

"Bagaimana menurut kalian?" Tanya sang Jendarl kepada dua orang yang ada disisi kirinya.

"Menurut saya itu ide yang bagus. Dengan cara itu kita bergerak tenang namun waspada, selain itu kita juga bisa meminimalisir kecurigaan dari peserta camping dan membiarkan mereka bertindak sebagai mana mestinya tanpa bayang-bayang orang dari kemiliteran. Kebetulan saya juga satu tenda dengan putra Presiden, Kim Kibum. Jadi saya bisa mengawasi dan menjaga dia. Sedangkan Yoochun hyung bisa mengawasi peserta lain."

"Kebetulan yang menguntungkan. Hmm..." Jendral itu menganggukkan kepalanya sambil mengetuk-ngetukkan jemarinya di dagu." Jika begitu persiapkan diri kalian. Park Yoochun dan Cho Kyuhyun akan menjaga dari dalam sedangkan kau Letnan Jung bawalah beberapa orang untuk mengawasi dan mengamankan tempat disekitar perkemahan. Bawa alat-alat yang kalian perlukan. Dan jangan biarkan musuh berhasil menjalankan aksinya. Semua mengerti?" tanyanya lantang.

"MENGERTI JENDRAL." Ucap mereka semua dengan suara lantang.

"Jika begitu rapat kali ini selesai. Bekerja samalah kalian dan tuntaskan kasus ini."

"SIAP JENDRAL!"

Mereka semua berdiri dan membungkuk hormat saat Jendral mereka berdiri dan bersiap meninggalkan ruangan.

Flashback off

.

Setelah menempuh perjalanan selama 4 jam, akhirnya bus yang membawa para murid dari SM High School itu tiba di pinggir hutan yang ada di pinggiran kota Seoul. Karena daerah ini adalah daerah pinggiran yang jauh dari keramaian kota. Udara yang ada disini masih begitu segar dan asri. Semua peserta camping turun dari bus dan membawa barang bawaan mereka masing-masing.

"Semuanya kumpul terlebih dahulu." Setelah mendengar intrupsi tersebut, mereka semua berkumpul menjadi satu. "Setelah ini hingga 2 hari kedepan kalian semua akan camping di hutan ini. Nanti kalian akan mendirikan tenda dibagian tengah hutan. Setelah mendirikan tenda kalian boleh istirahat ataupun membersihkan badan kalian dan menyiapkan makanan kalian masing-masing. Ingat kalian baru pertama kali ada disini, jadi jika kalian nanti ingin pergi kemanapun diharapkan untuk tidak sendirian. Semua mengerti?"

"Yee..." Jawab semua siswa serempak.

"Kalau begitu mari kita masuk sekarang sebelum hari mulai sore."

Semua rombongan dari SMHS pun mulai masuk kedalam hutan. Pepohonan yang tinggi pun menyambut kedatangan mereka. Aroma asli pepohonan yang berpadu dengan alam menyambut indera penciuman mereka semua. Meskipun pepohonan disini menjulang tinggi, namun cahaya matahari masih bisa masuk melalui celah-celah daun. Kicau burung dan beberapa hewan-hewan lainnya mulai memasuki indera pendengaran mereka. Hutan ini bisa dibilang aman karena memang hutan ini biasa digunakan untuk mengadakan camping. Ditengah hutan terdapat tanah yang cukup lapang untuk pendirian tenda ditambah lagi dibagian utara ada sebuah sungai kecil untuk mereka mandi atau bagi yang ingin mencari ikan bila kekurangan bahan makanan saat camping.

Kibum cs beserta Kyuhyun berjalan berdampingan. Mereka berjalan sambil berceloteh ria minus Kibum dan Kyuhyun yang hanya sesekali merespon pembicaraan mereka.

"Ya Kyuhyuh-ah apa kau pernah camping sebelumnya?"

Kyuhyuh yang merasa namanya dipanggil pun mengalihkan pandangannya ke namja yang ada disampingnya. "Eum, aku pernah beberapa kali camping bersama kakekku dulu Yesung-ssi."

"Panggil saja Yesung. Kau jangan terlalu formal dan kaku jika dengan kami Kyuhyun-ah kau kan sudah menjadi bagian dari kami." Yesung menepuk pundak Kyuhyun sambil memberikan eyes smile andalannya. "Apalagi pangeran es yang ada disamping mu itu yang memilih mu. Kau sabar saja dengan sifat dia ne." Yesung mengerlingkan matanya ke Kyuhyun sebelum kembali ngobrol dengan teman-temannya yang lain.

Kyuhyun menyerngit bingung dengan kata-kata Yesung tadi. 'Memilih? Apa maksudnya? Lalu apa..bersabar? ck aku sudah bersabar dengan sifatnya sejak pertama aku mendapat misi ini. Dasar kura-kura aneh'

Mengabaikan kebingungannya, Kyuhyun beserta yang lainnya masih melanjutkan perjalanan mereka hingga tengah hutan. Setibanya disana, semua murid dipersilahkan untuk membangun tenda mereka masing-masing.

Mereka semua sibuk termasuk Kibum cs dan Kyuhyun yang masih berkutat dengan tenda mereka. Kyuhyun dibantu dengan Yesung dan Kangin mendirikan tenda yang akan mereka tempati. Sedangkan Kibum? Dia hanya berdiri disamping sambil mengamati layaknya seorang bos. Dan tentu saja apa yang dilakukan Kibum itu membuat Kyuhyun sedikit menggeram kesal. 'Apa-apaan orang itu! Hanya berdiam dan tidak membantu. Ck tidak bisa dibiarkan!'

Kyuhyun berdiri meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Kibum. "Maaf Kibum-ssi dari pada anda berdiam disini tanpa ada gunanya, apa tidak lebih baik jika anda membantu teman-teman anda membangun tenda?" Ucap Kyuhyun dengan nada menahan kesal.

Kibum sendiri hanya mendengus pelan dengan wajah flatnya. Dia melihat wajah kesal Kyuhyun selama beberapa detik dan... "Jangan harap." Lalu Ia pun berlalu melewati Kyuhyun dan berjalan entah kemana. Kyuhyun yang mendapat perlakuan seperti itu mengeratkan kepalan tangannya menahan amarah yang benar-benar sudah sampai puncak.

Kekeke

Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat telinganya mendengar sebuah kekehan pelan dari belakang. "Apa?!" Dengan emosinya namja bersurai coklat itu menatap tajam Yesung dan Kangin yang malah asik menertawakannya. Memberikan deadtglare andalannyanya yang malah membuat kedua orang itu semakin tertawa. Mendengus kesal, Kyuhyun akhirnya menghiraukan mereka memilih meneruskan kegiatannya dengan perasaan yang amat teramat kesal.

Mereka menyelesaikan tenda mereka dan setelahnya mereka menyiapkan makan. Meskipun satu kelompok mereka bertiga. Namun, untuk masalah memasak mereka diijinkan untuk bergabung dengan kelompok lain. Dan inilah akhirnya, kelompok Kibum bergabung kembali dengan kelompok HanChulEunHae. Kyuhyun sedikit lega kali ini. Dia memang biasa melakukan camping bahkan kegiatan-kegiatan keras lainnya, namun untuk masalah memasak dia benar-benar angkat tangan. Kyuhyun memilih duduk didepan tendanya melihat yang lainnya memasak. Dia merasakan kehadiran seseorang duduk disebelahnya. Melirik sekilas dan mendengus kesal setelahnya. Selama beberapa menit tidak ada kata-kata yang keluar dari mereka berdua.

"Tidak ikut membantu heh?" Suara berat itu memecahkan keheningan yang ada diantara mereka untuk pertama kalinya.

"Kau sendiri tidak kenapa aku harus hn." Ketus Kyuhyun. Jujur dia masih kesal dengan orang yang disampingnya ini.

Dan suasana kembali hening. Tidak ada yang memulai percakapan mereka lagi. Mereka hanya duduk dalam diam. Satunya memilih melihat teman-temannya dan satunya lagi memilih sibuk dengan dunianya sendiri. Sampai kegiatan mereka diinterupsi oleh suara keras Donghae yang mengingatkan jika makanan telah siap dan mengajak mereka untuk makan bersama.

"Anak-anak karena hari mulai sore kalian boleh membersihkan diri. Jika kalian berjalan ke Utara dari tempat perkemahan ini, maka kalian akan menemukan sebuah sungai. Kalian bisa membersihkan diri disana. Dan saya harap kalian tetap berkelompok dan berhati-hati. Kita akan kumpul pada jam 8 malam nanti untuk mengadakan api unggun. Terima kasih."

"Yosh..." Donghae dan Eunhyuk saling berhighfive mendengar interupsi dari guru mereka. Mereka terlalu bersemangat mendengar kata sungai dan api unggun.

"Ayo pergi semuanya..." Dan mereka langsung berlari berdua. Sepertinya kehiperaktifan mereka tetap aktif meskipun didalam hutan. Kepergian mereka disusul dengan yang lainnya dengan langkah santai dan tentunya Heechul yang memerlukan bujukan sedikit lama dari kekasihnya agar mau untuk membersihkan diri di sungai.

.

Setelah kegiatan api unggun dimalam pertama mereka selesai. Semua murid dipersilahkan untuk kembali ke tenda mereka masing-masing. Mereka semua butuh beristirahat untuk memulihkan tenaga demi kegiatan yang akan menanti mereka esok hari.

Suasana disekitar perkemahan semakin sepi menandakan semua telah masuk ke dalam alam mimpi mereka masing-masing. Namun disalah satu tenda, namja bersurai cokelat itu masih terjaga dari tidurnya. Dia masih harus siap siaga dengan segala kemungkinan. Dengan alat kecil yang selalu terpasang ditelinganya, dia mampu mengetahui bagaimana keadaan sekitar mereka dari tim khusus yang sudah ditempatkan untuk menjaga sekeliling perkemahan.

.

Keesokan paginya adalah hari yang bisa dibilang menyenangkan namun melelahkan untuk mereka semua. Berbagai macam game mereka lakukan. Raut wajah kegembiraan mereka menepis semua rasa lelah. Menyatu dengan alam bukanlah hal yang susah namun bukan hal yang mudah pula. Banyak hal yang mereka pelajari dan juga mereka ambil. Kekompakan, saling tolong menolong, dan juga banyak hal lainnya mereka dapatkan.

.

-Byleth515-

.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya didalam tenta. Melirik sekilas namja yang menjadi teman satu tendanya. 'Sukurlah dia sudah tidur'.

Mencoba memejamkan mata untuk menyapa alam mimpi, namun Kyuhyun menyadari sebuah pergerakan disebelahnya. Orang itu keluar dari tenda. Hhh sedikit menghela nafas, Kyuhyun kembali membuka matanya. Dia tidak habis fikir, ini sudah malam namun kenapa orang itu malah memilih keluar tenda membuat dirinya harus kembali berjaga-jaga.

[ Lapor kapten. Ada sebuah pergerakan mencurigakan dari dari arah utara.]

[ Segera periksa dan yang lain tetap waspada. Gui Xian kau mendengarkan ku?]

Kyuhyun yang merasa namanya dipanggil langsung terjaga dan melupakan kantuk yang tadi menyerangnya. "Gui Xian siap kapten." Tegas namun masih menekan suaranya agar tidak terdengar oleh temannya yang lain.

[ Amankan target. ]

"Siap."

Shit! Kyuhyun mengumpat pelan. Pasalnya target yang harus ia awasi sedang diluar sana. Tanpa menungu lama dia langsung keluar dan mengedarkan pandangannya. Mencoba memicingkan mata mencari siluet seseorang dalam kegelapan malam.

Nihil

Jantung Kyuhyun serasa berdegup dua kali lebih cepat. Tidak dia tidak boleh gagal. Dia tidak akan menjadikan dirinya gagal.

[ Gui Xian arah sungai ]

Tanpa fikir panjang Kyuhyun membawa kakinya berlari kearah utara menuju sungai. Sedikit bersyukur karena hyungnya itu mengerti apa yang dia cari.

Dengan bantuan cahaya bulan Kyuhyun terus menyusuri jalan yang ada didalam hutan ini. Nafasnya memburu mencoba bersaing dengan waktu yang terus berjalan. Suara-suara ribut yang terdengar dari earphone kecilnya menambah keinginan Kyuhyun untuk cepat menemukan siluet orang itu.

Kini langkahnya berhenti sesaat setelah matanya melihat bayang seseorang yang duduk tenang diatas batu disamping sungai. Pandangan orang itu menerawang keatas menikmati langit malam. Kyuhyun mencoba menetralkan deru nafasnya, berjalan pelan menuju sosok yang sepertinya tidak menyadari kehadirannya itu.

Buggh

Dengan cekatan Kyuhyun menopang tubuh Kibum yang pingsan sebelum jatuh ketepi sungai. "Maaf, tapi ini untuk keselamatan mu."

"Hyung bantu aku mebawa Kibum ketenda. Aku dan dia di tepi sungai sebelah barat."

[ Hyung kesana sekarang. Kau tetap waspada Gui Xian. ]

Kyuhyun mengangkat tubuh Kibum untuk bersandar di sebuah pohon. 'Semoga semuanya akan baik-baik saja' . Dengan waspada Kyuhyun mengamati kesekelilingnya berharap tidak ada dari pihak musuh yang menuju ketempatnya. Namun sepertinya doanya tidak terkabul atau bahkan belum tersampaikan karena pada waktu itu juga dia melihat siluet beberapa orang bertubuh besar.

"Serahkan anak itu maka kau akan kami ampuni anak muda."

"Cih, jangan berharap kalian bisa menyentuh teman ku." Kyuhyun memasang kuda-kudanya melindungi dirinya dan Kibum.

"Sombong juga kau bocah! " Geram seseorang berjas hitam yang sepertinya merupakan pimpinan beberapa orang itu. "Serang dia!"

Seketika 3 orang berjas hitam itu maju dan menyerang Kyuhyun. Baku hantam terjadi diantara mereka. Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya didepan dada untuk menghalau tendangan salah satu dari mereka. Mendorong tangannya kedepan untuk memukul mundur lawan dan melayangkan tinjunya wajah orang itu. Merundukkan tubuhnya untuk menghindari layangan kaki dan bersalto keudara. Tiga lawan satu. Tidak adil namun memang tidak ada kata adil jika menyangkut penjahat dan perkelahian. Kyuhyun mencoba terus melawan. Menggerakkan badannya entah itu merunduk, melompat, maupun bersalto demi menghindari banyaknya pukulan-pukulan yang akan mendarat ditubuhnya.

Kini pemuda bersurai coklat itu mencoba mengatur pernafasannya. Melawan 3 orang yang memang termasuk penjahat kelas kakap bukanlah hal mudah. Menghindar dan menyerang sudah dia lakukan dari tadi namun ini tetaplah sulit. Kyuhyun hanya berharap jika hyungnya cepat datang dan membantu dia.

Kyuhyun mengambil sebuah ranting pohon disamping kakinya. Mencoba memanfaatkan benda itu untuk menyerang. Dengan langkah cepat Kyuhyun maju menyerang, dia menghantamkan kayu itu keperpotongan leher lawan dengan keras lalu memutar tubuhnya menumpukan seluruh kekuatan pada kakinya, memanfaatkan kesempatan untuk melakukan gerakan seni bela diri taekwondo tendangan kepala kepada lawan. Dan hasilnya salah satu lawannya terpental dan jatuh pingsan.

Tidak terima atas apa yang terjadi oleh rekannya, 2 orang lainnya menyerang Kyuhyun membabi buta. Beberapa pukulan tidak terelakkan. Tendangan yang diterima Kyuhyun membuat dirinya jatuh tersungkur dan mungkin beberapa tulang rusuknya bermasalah.

Ukhh...

Kyuhyun meringis sedikit merasakan dadanya berdenyut. Nafasnya semakin menipis namun dia tidak akan menyerah. Dari arah kiri seseorang melompat tinggi dan mengarahkan tendangannya ke pipi pria berjas hitam. Dan seketika pria itu ikut jatuh tersungkur.

"Kau tidak apa-apa Gui Xian? " Terlihat jelas nada khawatir yang terlontar dari pria yang baru saja datang itu.

"Hanya sedikit menerima pukulan tapi aku masih bisa bertahan hyung."

"Baguslah... hyung akan menangani mereka terlebih dahulu."

Pria yang ternyata Park Yoochun itu pun maju melawan orang-orang yang tersisa. Dibawah malam dengan cahaya rembulan, suara pukulan akibat baku hantam pun terdengar begitu jelas.

Ditengah-tengah perkelahian antar Yoochun dan kedua pria itu. Kyuhyun mengedarkan pandangannya ke arah Kibum berada. Betapa terkejutnya dia saat melihat pimpinan dari orang-orang berjas itu sudah berjalan menuju Kibum berada. Kyuhyun langsung berlari kearah Kibum mencoba menyelamatkan anak itu.

Kyuhyun memasang lagi kuda-kudanya didepan tubuh Kibum. "Lawan aku terlebih dulu sebelum kau menyentuh dia."

"Oh pahlawan belum menyerah juga." Pria itu berkata dengan arogannya. "Lawanlah aku dan aku akan membunuh mu untuk ku jadikan makanan hewan-hewan di hutan ini."

"Jangan bercanda." Kyuhyun kembali menyerang dan tanpa disangka pria berjas tadi mengeluarkan pisau lipat dari balik jasnya. Kyuhyun mencoba menghindar dari ayunan pisau yang hampir saja menembus perutnya. "Refleks yang bagus bocah." Lagi dan lagi, entah sudah berapa kali Kyuhyun mencoba menghindar dari ketajaman benda runcing itu. Orang yang dihadapinya ini memang tidak bisa dianggap remeh belum lagi keahlian dia dalam menggunakan senjatanya.

Saat benda mengkilap itu hampir menebas lehernya, Kyuhyun dengan cepat memundurkan kepalanyanya dan menangkap tangan pria itu. Membawa tangan itu keatas dengan tangan kirinya. Dan mencoba memukul dada pria itu dengan tangan kanannya. Namun gerakan tangan Kyuhyun seperti terbaca oleh pria itu dan dengan gerakan yang lebih cepat pria itu memukul dada Kyuhyun membuat kakinya harus melangkah mundur. Sakit itu kembali menjalar di dada Kyuhyun bahkan dua kali lipat sakitnya. Belum sempat dirinya memasang pertahanan lagi, tubuh Kyuhyun ditarik kedepan. Sekarang posisi mereka adalah tubuh Kyuhyun berada di depan pria itu dengan punggung Kyuhyun yang menempel pada dada pria itu dan jangan lupakan pisau tajam yang mungkin sudah menancap dilehernya jika saja tangannya tidak menahan tangan pria itu sekuat tenaga.

"Kau boleh juga bocah." Terdengar suara pria itu di telinga Kyuhyun. "Tapi semua sia-sia." Dengan seringai menjengkelkan yang bisa Kyuhyun lihat dari bibir pria itu, Pisau itu semakin mendekat kearah lehernya. Kyuhyun semakin berkeringat dingin, tenaganya sudah hampir pada batasnya. Dengan sekuat tenaga Kyuhyun menendang tulang kering pria itu yang berhasil membuat cengkramannya mengendur dan menciptakan celah untuk Kyuhyun membebaskan diri.

Crasshh...

Darah mengalir dari lengan Kyuhyun. Dia berhasil lepas namun mata pisau itu tetap bisa menggores lengan kirinya.

Kyuhyun memegangi lukanya dengan tangan kanan sambil mengatur nafas.

"Bah! Sialan kau bocah!" Dengan murka pria itu menuju Kyuhyun dengan pisau yang siap menghunus.

Bugh!

Takk!

Dengan cepat sebelum pisau itu terhunus, Yoochun sudah diantara mereka dan menendang tangan pria itu. Pisau yang tadi ada digenggaman pria itu terlempar menjauh disusul tubuh pria itu yang tersungkur akibat tendangan kaki pria berstatus guru sementara itu berikan di bagian dada dan kepala pria berjas itu.

"Hampir saja." Yoochun mengontrol pernafasaannya yang sedikit tersenggal.

"Kau lamban, aku hampir saja tinggal nama hyung." Timpal Kyuhyun yang merasa lega karena nyawanya terselamatkan.

"Salahkan dua pria tadi yang tidak mau menyerah."

"Mana ada penjahat menyerah hyung pabbo." Ck Kyuhyun menghela nafas atas otak pabbo dari orang yang menyelamatkannya tadi itu. "Bereskan hyung tangan ku sudah lelah." Perintah Kyuhyun sambil merobek sedikit pakaiannya untuk membalut dan menghentikan pendarahan dilengannya.

Yoochun memutar bola matanya akan tingkah adiknya itu. Sudah biasa bahkan terlalu biasa menghadapi sikap sok memerintahnya. Tanpa pikir panjang dan memberi kesempatan kepada musuh, Yoochun menyerang pria itu dengan pukulan-pukulan berat hingga pria itu tersungkur dan jatuh pingsan.

Yoochun menghela nafas lelah dan berjalan menuju arah Kyuhyun setelah melumpuhkan keempat pria berjas itu dan mengikat mereka di sebuah batang pohon.

"Bagaimana?"

"Dia aman dan masih pingsan kita hanya tinggal membawanya kembali ke tenda."

"Luka mu?"

Kyuhyun tahu bahwa kakaknya ini memang selalu mengkhawatirkannya. "Lumayan."

Tanpa mempedulikan Kyuhyun, Yoochun berjalan ke arah Kibum dan menggendong orang yang harus dia lindungi itu dipunggungnya.

"Kapten, tepi sungai bagian barat 4 orang dalam kendali. Gui Xian butuh perawatan untuk luka sayatan." Namja berperawakan tinggi itu lalu berjalan ke tempat camping dengan seseorang dipunggungnya setelah melaporkan apa yang terjadi diposisinya kini.

[ 50 meter sampai pada posisi ]

Hmm

"Tinggalah disini dan ikutlah bersama pasukan."

Kyuhyun atau Gui Xian itu hanya mampu melihat punggung hyungnya yang semakin lama semakin menjauh. Menghela nafasnya pelan dan mengeluarkannya lagi. 'Semoga tidak ada kecurigaan' Ucapnya dalam hati dan memejamkan matanya berlahan menunggu timnya datang.

.

.

Kibum membuka matanya berlahan, mencoba membiasakan cahaya yang menerobos masuk kedalam retina matanya.

Uhh... Lengkuhnya pelan. "Dimana aku" Tanyanya pelan entah pada siapa.

Kibum mencoba bangkit namun dia merasakan nyeri pada tengkuknya. Mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi semalam.

Samar-samar Kibum mengingat bahwa semalam dia pergi ketepi sungai dan tiba-tiba ada yang menyerangnya dari belakang 'tapi... kenapa sekarang aku sudah ada ditenda. Siapa yang menyerang ku dan membawa ku ke tenda?'

Begitu banyak pertanyaan yang ada dikepala Kibum namun akhirnya dia pun bangkit dan bergabung pada teman-temannya yang lain. Melanjutkan acara camping mereka yang memang selesai pagi ini.

Saat persiapan pulang Kibum teringat satu hal. Anak baru itu. Dimana anak baru itu? Kibum mengedarkan pandangannya kesekeliling tapi tidak mendapatkan sosok itu.

"Mencari siapa Kibum-ah?"

"Yesung hyung..."

Yesung hanya menaikkan satu alisnya melihat tingkah Kibum. "Ah.. Kau pasti mencari Kyuhyun kan? Kata pelatih dia sudah pulang petang tadi karena ada panggilan mendadak dari keluarganya. Tidak perlu khawatir." Yesung menepuk pelan bahu Kibum sebelum berlalu meninggalkannya.

Dengan berbagai pikiran yang berkecamuk didalam otaknya. Kibum merasa sedikit aneh dengan anak baru yang bernama Kyuhyun tersebut. Dia berniat akan mencari tahu siapa anak itu sampai semua rasa yang mengganjal dalam otaknya ini hilang. Kali ini dia tidak akan melepaskan namja bersurai coklat itu lagi. Tidak akan!

.

-Byleth515-

.

TBC

Selesai~

Bagaimana readerdeul? Aaaa... By sedang belum bisa mikir makanya hanya bisa seperti ini.

Tapi... tapi... By tetap minta review dari kalian semua ne~

Pleaseeeeee~

Oh ya By mau bilang mungkin By tidak bisa update dalam waktu dekat karena By harus menyelesaikan buku yang sedang By garap. So, By mau mint amaaf dulu jika terus mengecewakan~ / bow /

.

Mayorinchan760 : Ini sudah panjang belum? Hehehe gomaw sudah menunggu.

: ini kelanjutannyaaaaaaaa hehehe nado gomawo.

Dwi-yomi : ini update... hehehe gomawo untuk kritik dan sarannya, By coba utuk perbaiki ketikannya...semoga typonya tidak sering beredar.

Sur0203 : dilanjuuuuttt hehehe, jika terlalu menunjukkan itu makin membuat kibum penasaran kekeke. Uhh ok /hug sur0203/ gomawo.

Bumkyu : nado gomawo, ini juga couple kesayangan By kok.

Shin Ririn1013 : ne gwaenchana... unn ini di lanjuuutttt

Michhazz : Kyunie dibully gak ya sama kibum... kekeke yang ada kibum dibikin penasaran terus sama Kyunie~~ yosh next

Rismamalmul : kyukyu kan keturunan X-Men ahahaha sukanya berantem /dijitak kyukyu/. Next

Hwang635 : ini lanjuuuuutttt yaaa meskipun tidak kilat sih hehehe

Cuya8897 : Fighting KiHyun. Yost ini lanjuuutt

Kyunihae : Kibum teteo gentle kok Cuma dia manusia es jadi kaga kelihatan ahahaha /dicekek kibum/ next

Melani. : oh? Kyuhyun memang bukan adiknya hae kan... hmm sepertinya salah nih hehehe umbrella bukan milik By...

Lydiasimatupang2301 : Wookie kan kecil/? Jadi kena bully hohoho /dihajar sungmin/ kalo jadi KyuSeo gimana ya.../kabuuurrr/ next

Shofie Kim : sekolah umum hanya saja untuk asramanya tidak dicampur... fighting!

Emon204 : Kyuhyun sekamar sama By... /tumpengan/ hehehe ok lanjuuuuttt

Cuttiekyu94 : bagus lagi jika kibum mulai love love sama kyuhyun :v

Hyunnie02 : hmm kalo mereka sekamar ntar bahaya dong ohhh... next

Tiktiktik : KiHyun moment masih kena pingit makanya kaga banyak yangkeluar hohoho... next next

.

Thanks To :

Mayorinchan760| | Dwi-yomi| Suro0203| Bumkyu| Shin Ririn1013| Michhazz| Rismamalmul| Hwang635| Cuya8897| Kyunihae| Melani. | Lydiasimatupang2301| Shofie Kim| Emon204| Cuttiekyu94| Hyunnie02| Tiktiktik

.

-Byleth515-

.

Please Reply