AKU BERMIMPI, berada di dalam hutan yang tidak pernah kuketahui, sendirian, hanya dengan ditemani cahaya dari sebuah senter berwarna merah tua yang kupegang. Aku seperti sedang berjaga-jaga, atau mencari seseorang. Aku tidak tahu siapa yang aku cari, aku di dalam mimpi tersebut menoleh ke arah kanan dan kiri sebanyak tiga kali,untung saja gerakannya tidak cepat karena bisa dipastikan aku akan mendapatkan kepalaku pusing.

Setelah menoleh ke arah kanan di tengah-tengah hutan dengan kegelapan yang benar-benar mengerikan, di tambah dengan suara-suara binatang malam yang kubenci, aku di dalam mimpi tersebut terlihat kaget saat melihat seekor kuda yang tidak biasa. Bentuknya memang kuda, namun tidak seperti kuda yang seharusnya. Kuda itu seperti terbuat dari asap, atau angin yang sangat tebal. Tingginya melebihi tinggi tubuhku sendiri, aku yang memang sejak kecil sangat menyukai kuda dan entah kenapa bisa mengerti bahasa mereka pun segera mendekati kuda yang jaraknya kurang dari satu meter dari tempatku berdiri.

Tanpa berpikir apakah itu berbahaya atau tidak, diriku di dalam mimpi langsung mendekati kuda itu yang malah melesat ke arah berlawanan dengan sangat cepat seperti angin. Dia melesat makin masuk ke dalam hutan, dan aku dengan bodoh berlari mengikutinya. Sampai pada hutan yang menjadi semakin gelap, kuda itu tiba-tiba saja sudah berubah bentuk menjadi angin topan berwarna abu-abu tebal yang menyeramkan.

Aku pun berlari menjauhi angin dan terus berlari tanpa memperhatikan jalanku, karena tidak hati-hati, aku tersandung akar pohon yang timbul di tanah dan jatuh. Selama beberapa detik aku terdiam dan merasakan pusing di kepalaku. Saat aku mendengar erangan kesakitan, aku langsung membuka mata dan mendongakkan kepalaku, lalu terkejut.

Kedua mataku membulat lebar,hampir-hampir melotot dan keluar dari kelopaknya saat melihat tubuh tinggi seorang pria yang sudah seminggu ini aku sukai, Rico Wright. Sebelum menghampirinya dengan berlari, aku merasakan kedua kakiku ditarik oleh sesuatu.

"Rico! Tolong aku!" Jeritku saat jarak semakin terlihat di antara kami berdua. Dia terdiam dan tertunduk, tetapi aku baru sadar dia terkurung di dalam sangkar emas besar yang menggantung di sebuahpohon berukuran raksasa. Pohon yang terbesar yang pernah kulihat dalam hidupku.

Kakiku terus ditarik tanpa berperasaan, si penariknya tidak peduli bahwa entah sudah yang ke berapa kalinya ranting-ranting pohon di tanah yang tajam menggores-gores kulit di kakiku yang kebetulan hanya memakai hotpants, berhubung saat ini masih musim panas.

"Rico! Rico! RICO!" Jeritku lebih keras, setetes airmataku terjatuh saat aku menyadari sosok laki-laki itu kian menjauh dari pandangan dan tidak kunjung bergerak. Napasku terasa terhenti, apakah dia mati?

Belum sempat aku meronta pada sosok yang menarik kakiku, aku langsung terbangun dari mimpi sialan itu dengan peluh di sekujur wajah dan leherku. Mungkinkah ini hanya mimpi buruk?