.

.

.

.

.

Berharap kelembutan itu akan bertahan lama, namun Kyuhyun harus mendesah kecewa saat itu hanya menjadi satu kecupan singkat di bibirnya.

"Mianhe..."

Kyuhyun terpaku menatap Sungmin. Yang ada didalam penglihatannya saat ini adalah rasa penyesalan yeoja yang baru saja menciumnya tadi. Yeoja itu mengusap kasar bibirnya didepan Kyuhyun, membuatnya harus bergegas menepis harapan manisnya yang bahkan baru saja ia rencanakan.

Ini bukan mimpi, hanya saja jika menjadi kenyataan harusnya Kyuhyun tahu ... Ia tak boleh berharap lebih. Kyuhyun mencoba menepis perasaannya, ia tak ingin terlihat seperti namja egois yang sama sekali tak bisa mengerti dan menyayangi Sungmin. Ia menggeleng pelan, "Ahni, kenapa harus meminta maaf. Lagipula aku berterima kasih karena kau me..."

"Jangan menganggap aku telah jatuh cinta padamu. Anggap saja ciuman itu hanyalah ucapan selamat tinggal dariku. Maaf, aku tak sengaja tadi. Aku hanya merasa kasihan padamu."

.

.

.

.

.

.

Dreams...

Author : rainy hearT

Length : Series

Rated : T

Cast :

- Cho Kyuhyun

- Lee Sungmin a.k.a Cho Sungmin

- Kim Jong Woon a.k.a Yesung

- Other Super Junior member

Pairing : || KYUMIN || slight Yemin

Disclaimer : Semua cast belongs to God and themselves. Dan seperti biasanya, jika saya bisa saya sudah meng-Klaim seorang Lee Sungmin menjadi milik saya.#Mimmpi...#

Genre : ||Drama || Romance||Fluffy Angst||

Warning : || GS || Gaje || typo's || EYD tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia||SAD jadi siapn tissue yang banyak

Summarry : ||Ini bukanlah yang aku inginkan. Seandainya saja kau tahu jika ini menyakitkan, kuharap kau tak akan meninggalkan aku semudah itu. Tapi, mengapa disaat pertemuan itu datang, aku tak bisa bernafas... aku TERPENJARA...||

Another PRESENT From Me

Mini Series

~ DREAMS ...~

Just KYUMIN

.

.

Ini emang terinspirasi and ngikutin film India yang aku sendiri lupa judulnya.

Emang sih, ceritanya klasik banget tapi menurutku...

Pengorbanan itu mahal harganya

.

.

Please be Patient With me. Don't Like Don't Read. No copas No bash. Kritik and saran yang mendukung selalu diterima dengan tangan dan hati yang terbuka.

Nikmatilah STORY-nya... ^_^

.

.

HAPPY READING

.

.

Chapter 4

.

.

.

.

Kyuhyun terdiam, tubuhnya membeku dan kaku. Ia hanya melihat Sungmin yang sedang sibuk mengemasi semua barangnya. Menatanya kembali kedalam 2 koper besarnya.

Perasaan Kyuhyun berkecamuk. Ia bingung dan juga mulai berfikir jika ini tak seharusnya terjadi. Seharusnya dia yang memegang kendali atas Sungmin. Tapi kekalahannya yang memang sejak awal dalam permainan ini, membuatnya terlihat seperti pengecut di medan perang.

Kyuhyun meremas sedikit dadanya yang terasa sesak, ia mengusap kasar air mata yang entahlah mengapa tak bisa berhenti. Ia mengangkat wajahnya. Mencoba untuk lebih percaya pada dirinya sendiri, bahwa ia juga lebih dari apa yang disebut layak untuk Sungmin."Apakah tak ada perasaan sedikitpun Untukku, Sungmin-ah?"

Sungmin menoleh dan menatap Kyuhyun dengan wajah datarnya. Ia duduk di atas kasur pinknya dan menggeleng pelan. "Tak ada sama sekali, bahkan yang ada hanyalah kebencian. Aku terlanjur membencimu Tuan Cho, karena kau terus memaksa masuk dalam kehidupanku yang bahkan aku sama sekali tak menginginkan kehadiranmu."

"Begitukah?" Kyuhyun tersenyum miris. Mungkin dialah sosok angel yang selama ini begitu sabar, tapi apakah mungkin dia akan terus seperti ini?

Kyuhyun beringsut mendekati Sungmin, sementara yeoja itu sama sekali tak mengindahkan hal sekecil apapun yang dilakukan Kyuhyun. Namja itu mendekat ke belakang Sungmin dan kemudian mengunci tubuh mungil itu dalam pelukannya. "Jangan memberontak Ming." Kyuhyun berbisik lirih dan melesakkan kepalanya keceruk leher Sungmin hingga wajahnya berada sangat dekat dnegan Sungmin.

Kyuhyun tersenyum dalam pelukan itu, ia bisa merasakannya. Meski mungkin baru setitik kecil tapi akan menjadi garis yang begitu panjang dalam kehidupan mereka nanti. "Tubuhmu bergetar hebat, Ming. Apa kau masih tak mengerti juga?"

"Ahni, aku hanya takut." Sungmin menggeliat tak nyaman mencoba melepaskan lengan Kyuhyun, tapi sayang pelukan itu begitu erat dan sementara Sungmin sendiri semakin melemah karena perlakuan Kyuhyun pada titik sensitifnya. "Lepaskan aku atau aku akan berteriak."

"Kau kira rumahku sekecil apa, sampai bermimpi akan ada yang menolongmu."

Kyuhyun mulai mengecup lembut leher Sungmin dan menggerakkan jemari tangannya untuk sedikit mengusap pinggang Sungmin. Mati-matian, yeoja itu menahan desahannya, tapi sayangnya mungkin semua usahanya hanya percuma saja.

"Ahhh... kau menikmatinya Ming..." Kyuhyun memaksakan dirinya. Ia harus mencoba ini, satu-satunya cara yang mungkin sedikit kotor tapi ini suci karena biar bagaimanapun Sungmin sah miliknya.

"Ah... ahni..."

Kyuhyun mengacuhkan Sungmin yang terus menggeliat. Ia mendorong Sungmin hingga yeoja itu terbaring di atas kasur empuknya. Membiarkan Kyuhyun mengecup puas punggungnya yang masih terlindungi kemeja putih tipis milik Sungmin.

"Jebal, Kyuhh...stop please..."

Kyuhyun tak ingin menjadi seorang angel yang baik sekarang. Dipikirannya, menjadi baik atau buruk maka hasilnya sama saja. Sungmin masih membencinya dan tetap membencinya. Lalu apa bedanya?

Kyuhyun terus mengecupi punggung itu. Tangan Sungmin mulai terbebas saat Kyuhyun mulai menggerakkan lengannya. Tap sayang, saat Sungmin berusaha memutar tubuhnya dan mendorong Kyuhyun, yang ada hanya dia sekarang malah tepat berada di bawah Kyuhyun.

Namja itu menindih pelan tubuh Sungmin dan kembali meraup manisnya kulit putih di lehernya itu. Bibirnya mencoba mengunci semua kulit putih itu, ia tak menggigitnya hanya memberinya kecupan kecil.

Dan kini Kyuhyun sampai pada bibir plump Sungmin. Bibir itu telah berwarna merah, dan mungkin saja Sungmin menggigitnya. Kyuhyun seakan terhipnotis oleh bibir itu. Ia semakin mendekat dan mengabaikan Sungmin yang berusaha menghindari Kyuhyun.

Tubuh Sungmin tak bisa bergerak dengan rasa sesak yang berlebihan, dan apa lagi dengan ciuman yang sungguh tak ia inginkan, ia sama sekali tak tahu harus bagaimana melawan tubuh Kyuhyun.

"Eumhhh..."

Lenguhan singkat itu terdengar berat di sela nafas Sungmin. Dia mencoba mendorong dada Kyuhyun, bahkan berusaha menggeleng dan menghindari ciuman itu, tapi tetap saja dia tak bisa menghindarinya.

"Eummmhhh... emmmpppphhh..."

Suara decakan saliva terdengar jelas di kamar itu. Kyuhyun semakin kehilangan kendali akan dirinya sendiri. Mulai menggerakkan tangannya dan meremas pelan dada kiri Sungmin. Membuat yeoja itu menggelinjang tak jelas.

Ia sungguh meneriakkan, menolak semua sentuhan ini tapi kenapa tubuhnya sama sekali tak mau mengikuti apa yang ia kehendaki. Bahkan puting kecil Sungmin mulai menegang dan terihat jelas di balik bra tipisnya.

Kyuhyun menyusupkan tangannya ke dalam baju Sungmin dan menaikkan kasar bra satu puting dengan jemarinya dan menggigit pelan puting yang lain dengan mulutnya. Tangannya menahan baju Sungmin dan ia mulai rakus melahap payudara yang cukup besar dan sangat kenyal itu.

"Hentikah Kyuhh... ahhhh... jebbal... Kyuhhh..."

Kyuhyun tak mempedulikannya. Ia malah mengeluarkan tangannya dan mulai menyusup nakal ke dalam rok Sungmin. Rok berenda berwarna putih, dan dengan cepat menemukan sesuatu dengan wangi khasnya.

Ia segera menyusupkan jemarinya dan menggoda sedikit vagina merah yang sudah sedikit basah itu. Kyuhyun mengulurkan satu jarinya dan memasukkannya dengan cepat ke liang miss V Sungmin.

Yeoja itu langsung tersentak dan meremas kuat dada Kyuhyun, membuat Kyuhyun menatap Sungmin dan akhirnya ia luruh kembali.

"Hiksss...jika melakukan ini, maka lakukanlah sesukamu. Karena setelah ini aku mungkin tak punya keberanian lagi untuk menemui semua orang yang aku cintai. Lebih baik aku mati saja..."

.

.

.

Kyuhyun menatap semu pada Sungmin. Ia merasa bersalah, telah sedikit melewati batas dan sekarang yeoja itu tengah meringkuk disudut ruangan kamarnya.

"Mianhe, Sungmin. Aku tak bisa mengendalikannya, aku..."

"Hikss..."

Dia hanya terisak pelan, yeoja ini sama sekali tak berniat menjawab permintaan Kyuhyun. Mengabaikan semua panggilan di poselnya.

Kyuhyun mendekati Sungmin. Sungmin semakin memeluk kedua lututnya dan menatap seram pada Kyuhyun. Ia menunduk dan menyembunyikan wajahnya, terus menggeleng. "Ahni... cukup..."

"Mianhe bunny, aku..."

"Ahni...! Pergi ... hiksss...!" Sungmin menggeleng cepat dan terus merapatkan pakaiannya yang sudah tak jelas bentuknya. "Pergi, jangan mendekat..."

"Sungmin, jebal... Aku ini hubby-mu. Dan harusnya kita memang melakukannya. Aku... aku..." Kyuhyun mengacak kasar rambutnya dan duduk membelakangi Sungmin. "Aku mencoba menahannya, Ming. Bahkan sudah lama sekali, tapi kau seperti ini terus dan selalu menyiksaku."

Kyuhyun memutar tubuhnya dan mencoba meraih rambut panjang Sungmin. Meski Sungmin sedikit menghindar, tapi dia akhirnya bisa menyentuh rambut panjang itu. Mengingkapnya ke belakang telinga Sungmin.

Kyuhyun beringsut mendekat pada Sungmin, mencoba mengangkat wajah cantiknya. "Mianhe, Ming..."

.

Lee Sungmin POV

.

Aku tahu tahu, harus bersikap seperti apa sekarang. Terlebih saat mata itu kembali mengunciku.

Dia begitu halus sampai aku tak bisa melukainya lagi. Aku tak ingin melakukannya, sejak pertama. Dia bahkan tak bersalah dalam hal ini, tapi... "Hikss..."

Aku tak bisa melakukan ini...

Aku mencintai Yesungie, dan dia...

"Nae lovely wifey..."

Panggilan itu, terdengar aneh untukku. Bahkan terlalu lembut terlebih saat mengingat perlakuannya padaku tadi. Apakah aku istri yang begitu kejam hingga membuatnya terlihat gagal seperti ini?

Aku membiarkannya menyentuhku, mengusap lembut rambutku.

Ada perasaan tenang dan juga hangat dihatiku. Entahlah, ini ... Yesungie... aku... Kyuhyun...

"Mianhe... Ming. Aku berjanji tak akan melakukannya lagi, kau boleh bersama Yesung tapi jangan meninggalkan rumah ini. Aku tak mengapa kau menginap disana tapi kumohon, jangan pergi dari sini. Aku tak tahu harus menjawab seperti apa pada Umma dan appa jika mereka mengunjungi kita."

Kyuhyun mencoba berdiri dan meraih kembali koperku. Ia membukanya pelan dan mengeluarkan kembali semua pakaianku. Jujur, dia lembut dan hangat.

"Aku ... your hubby yang bahkan tak pernah menjadi suami yang benar-benar suamimu dimata mu. Aku tak meminta apapun padamu Ming, hanya bertahan di rumah ini dan jalani pernikahan ini. Aku berjanji, tak akan mengulang hal yang seperti tadi lagi. Aku minta maaf..."

Luruhkah aku...

Aku merasa sakit sendiri diperlakukan seperti ini.

Harusnya dia membenciku. Yeoja yang mungkin sudah berkali-kali membuatnya menangis, entah dengan kelakuanku atau dengan ucapanku. Tapi lihatlah, wajah angkuhnya sama sekali tak memperlihatkan sifat buruknya.

Ia begitu tampan dan juga hangat...

Kenapa aku seperti ini?

"Melihatku seperti itu, jangan bilang kalau kau mencintaiku sekarang?"

Pertanyaan itu, entahlah. Mungkin dia hanya main-main tapi mengapa aku merasakan perasaan lain. Dan sekarang kebimbangan itu...

Lalu Yesungie, dia mimpiku... segalanya bagiku

Lalu apa yang harus kulakukan tentangnya...

"Ayo katakan, kau mencintaiku sekarang."

Ya Tuhan, Kyuhyunie... jebal jangan sampai seperti ini. Aku tak ingin kau semakin mengharapkan aku. Jangan seperti ini...

"Aku tidak mencintaimu."

.

.

Lee Sungmin POV end

.

.

Sungmin mencoba menghindar dan menjauhi Kyuhyun. Tapi saat dia hendak beranjah dari dekat Kyuhyun, namja itu malah menarik lengannya hingga membuat Sungmin jatuh tepat menimpa tubuh Kyuhyun.

Rona merah karena malu itu terlihat jelas meski Sungmin sehabis menangis. Kyuhyun mengusap pipi yeoja itu dan meraih tengkuknya. Membawa Sungmin untuk semakin dekat dengan wajah Kyuhyun.

Matanya tertuju pada bibir Sungmin, ini terlalu manis untuknya. Perlahan kyuhyun menekan tengkuk Sungmin dan mata itu menghipnotisnya. Membawa Sungmin ke alam bawah sadarnya dan mulai menikmati manisnya bibir plump berwarna merah milik Sungmin.

Menjilatnya pelan dan membasahi keseluruhan bibir itu. Menggigit lembut dan menyusupkan lidahnya, bergelut dnegan lidah pintar Sungmin.

"Eumhhh..."

Sungmin melenguh pelan dalam ciuman basahnya dengan Kyuhyun. Terlebih saat namja itu dengan berani kembali menyusupkan kedua tangannya ke punggung Sungmin. Menyentuh langsung kulit putih dipinggang Sungmin dan mengusapnya pelan.

Membuat tubuh indah itu menggelinjang lembut. Dengan cepat Kyuhyun memutar tubuh Sungmin saat yeoja itu tengah berada dalam kuasa nikmat ciumannya. Kyuhyun menghisap pelan leher Sungmin dan membuainya.

"Eummmhhh... aakkhhh..."

Sungmin melenguh pelan saat ia merasakan sesuatu menyengat seluruh syaraf di tubuhnya. Jujur, ia pernah merasakan ini, tapi bukan seperti ini. Rasanya berbeda dan kali ini lebih lembut.

Terlebi saat Sungmin mulai merasakan angin dingin menembus kulit polosnya yang hanya terlindung tubuh hangat Kyuhyun. Meraup dan mempermainkannya dengan lembut. Mengulum dan menghisap puting pink kecoklatan itu dengan perlahan namun dalam.

Ia meremas gundukan yang lainnya, meremas gemas dan menekannya. Memilin puting yang tengah menegang itu dan terus memanjakan Sungmin dengan setiap sentuhannya.

"Kyuhhh...!"

Kyuhyun bernafas lega saat ia mendengar Sungmin meneriakkan namanya. Setidaknya yeoja ini sadar jika yang sekarang menyentuhnya adalah Kyuhyun. Kyuhyun terus memanjakan Sungmin. Ciumannya terus turun dan kini sibuk menggigit kecil perut datar Sungmin.

Sementara kedua tangan lainnya menaikkan rok Sungmin dan melepaskan G String berwarna putihnya. Menghembuskan nafasnya untuk menggelitik Sungmin dan menghirupnya dalam.

"Ahhhhh...Kyuhhh...!"

Sungmin menjerit tertahan. Ia meremas kuat bulu-bulu halus karpet lantai yang menjadi tempat mereka. Menggerakkan tubuhnya sebisa mungkin untuk menahan perasaan aneh yang terus membuatnya melayang.

Beribu kupu-kupu terbang dan menggelitik tubuh Sungmin. Perlakuan Kyuhyun yang begitu lembut dan juga perlahan membuatnya menikmati setiap detail sentuhan itu.

"Akhh...appohhhh..."

Sungmin menjerit tertahan kembali saat ia merasakan sesuatu masuk ke dalam liangnya. Mencoba menjelajahi liang hangat dan basah itu, dan ia kembali menggeliat saat merasakan sesuatu menggelitik pada Miss v-nya.

Kyuhyun tengah menjilat dalam dan pelan namun terasa sangat menusuk pada klitoris Sungmin. Sedangkan jari tengah itu masih memainkan liang Sungmin dan menambah jarinya satu persatu dengan begitu pelan bahkan hingga membuat Sungmin terus terbuai menikmatinya.

"Ahhh... ah... Kyuhhh... ahhh..."

Sungmin menggelinjang hebat, dan Kyuhyun sekarang tengah sibuk dengan liang Sungmin. Ia terus menjilati liang kemerahan yag terlihat penuh itu. Terlebih saat beberapa kali Sungmin orgasme, membuat namja itu semakin bernafsu untuk menguasai Sungmin.

Kyuhyun dengan tergesa mengeluarkan juniornya dan menggelitik pelan liang Sungmin.

"Kyuhhh..." Sungmin tertahan dan berusaha mengangkat tubuhnya, tapi kedua tangan Kyuhyun sudah melingkar di pinggangnya dan menguncinya. "Percayalah padaku, Ming... akuh...ahhh... "

"Ahhh... ahni... cukup berhenti Kyuh... akhhh... jangan menggodaku... argghhh..!"

Sungmin menjerit keras saat kepala junior Kyuhyun berusaha masuk. Ia mencoba menendang Kyuhyun tapi dengan kedua kaki yang terkait kuat pada pinggang Kyuhyun membuatnya tak bisa bertahan dengan serangan lembut kasar itu.

"Jebal Kyuhhh... akuhhh... akhh..."

"Ming?" Kyuhyun mengernyit heran.

"Hiksss... makanya. Berhenti Kyuhh..." Ketika Kyuhyun mulai lengah, Sungmin melepaskan cengkraman Kyuhyun dan meraih pakaiannya dan menutubi tubuhnya yang hampir naked.

"Aku memang tak suci lagi, lalu aku harus bagaimana?! Aku mencintai Yesungie lebih dari apapun didunia ini, lalu aku harus menyalahkan siapa? Hikss... hikss..."

Sungmin mengusap kasar air matanya. "Makanya, ceraikanlah aku dan biarkan aku dengan Yesungie. Kau bisa mencari seribu gadis yang aku pastikan tak akan melukaimu seperti apa yang kulakukan. Hikss... "

.

.

Cho Kyuhyun POV

.

.

"Ming, ini bukan masalah gadis atau bukan tapi..."

"Tapi apa?! Aku sudah kotor dan kau lebih baik mencari yang lain. Tinggalkan aku, hikss..."

Entahlah, aku harus merah atau bersikap seperti apa. Aku tak bisa sepenuhnya menyalahkannya, aku tahu semua bisa dilakukan berlandaskan cinta. Juga termasuk apa yang ia lakukan tapi...

"Aku hanya kecewa Ming, aku sungguh masih mencintaimu."

Sungmin menggeleng cepat, ia sungguh terlihat begitu frustasi dan tertekan dengan semua ini. Apakah perlakuanku memang tak pantas padanya?

"Kya! Kalau kau kecewa maka kecewa saja dan tinggalkan aku. Hikss... aku sudah kotor. Aku tak mau kau juga menyentuhku. Aku seperti yeoja murahan yang bahkan sama sekali tak punya harga lagi. Jadi tinggalkan aku... ceraikan saja..."

"Ahniya, Ming."

Aku berusaha memeluknya, merengkuh tubuhnya yang masih tertutupi kain kemejanya di bagian depan namun punggungnya terekspose dan begitu lembut.

"Lepaskan aku Kyuh... hikss... lepaskan aku..."

.

.

Cho Kyuhyun POV end

.

.

Dan sekarang, namja ini baru pulang dari jadwalnya. Ia tersenyum saat menemukan Sungmin tengah menunggunya dan menonton TV. Di hadapan Sungmin ada segelas susu coklat dan masih hangat.

TV itu menonton Sungmin akhirnya. TV nya menyala sementara Sungmin tertidur pulas. Yesungie melepaskan mantel dan sepatunya kemudian mengusap pelan pipi Sungmin. Mendekati telinganya dan berbisik...

"Bangun Princess..."

"Huh..." Sungmin langsung bergegas bangun dan mengerjapkan kedua matanya. "Yesungie..."

Ia memeluk erat leher Yesung dan membiarkan namja itu mengusap lembut rambutnya. "Aku merindukan Oppa..."

"Nde, aku juga. Sangat merindukan Princess-ku yang cantik mungil ini." Yesung mengecup pelan pucuk kepala Sungmin dan menghirup rambut wanginya. "Masih wangi seperti yang dulu. Kajja, aku tahu kau pasti lelah."

Yesung mengajak Sungmin untuk bangkit dari sofanya dan berbaring di satu-satunya kasul single yang ada di apartemen minimalis itu. Sungmin kembali melingkarkan lengannya di pinggang Yesung dan membiarkan namja itu memberikan lengannya sebagai bantalan kepala Sungmin.

"Lelahkah, Oppa."

"Nde, jadwalku padat hari ini dan besok. Dan setelahnya aku sudah meminta cuti 3 hari. Aku ingin kita jalan-jalan, eum...membuatmu senang mungkin. Kita bisa ketempat-tempat yang ingin kau kunjungi."

Sungmin mengangguk dalam pelukannya. Ia kemudian menatap lembut pada wajah tampan itu. Tangannya terulur untuk membelai wajah Yesung. "Oppa, kenapa kau semakin tampan?"

"Ah, benarkah?"Sungmin mengangguk cepat dan kemudian terus mengagumi wajah tampan yang begitu dekat dengannya. "Baguslah kalau begitu."

Yesung terdiam kembali, ia teringat akan janji Sungmin yang akan pindah ke apartemennya. "Jadi kau jadi pindah kesini, Chagi."

"Mungkin tidak, Oppa. Aku tak mau privasimu terganggu. Tapi tenang saja, aku bisa bermalam kapanpun kau mau. Otte...?"

"Yah, baiklah."

Dan mereka saling diam, hingga mulai terdengar suara dengkuran halus Yesungi yang tengah memeluk erat tubuh mungil Sungmin.

.

.

Lee Sungmin POV

.

.

Aku harus bagaimana?

Terus berbohong pada Yesungie. Oppa... Mianhe, aku tak bisa jujur sekarang. Aku tak ingin kau memikiran aku.

Mengapa jika mengingat kebodohan ini dan juga nasibku, rasanya aku kesal sendiri. Harusnya ini tak tejadi padaku dan Yesungie. Tapi kehadiran Kyuhyun...

'Bertahanlah denganku, Ming. Meski hanya sesaat...'

.

.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

.

.

Hehehe... gimana? Mewek-kah?

Ga dongagak panas gemana gitu.

Hehehe... part ini pendek memang

Ga da feel pastinya

Postingnya malem tentu

Abaikan ajalah kegajean dan juga typo's nya. Hehe... nikmatin storynya...

Review ya?

Saranghae nae lovely reader...